You are on page 1of 5

Nama : Andrianto

Nim : B1031171019
Kelas : Akuntansi A
Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II

CHAPTER 22

Accounting for Change and Error (Perubahan Akuntansi dan Analisis Kesalahan)

Perubahan Akuntansi
IASB telah membentuk kerangka pelaporan, yang melibatkan tiga jenis perubahan
akuntansi yaitu:
1. Perubahan kebijakan akuntansi. Perubahan dari satu kebijakan akuntansi yang
berterima umum yang satu ke kebijakan akuntansi berterima umum yang lain. Contoh
perubahan metode depresiasi peralatan pabrik dari double declining (saldo menurun
berganda) ke straight line (garis lurus).
2. Perubahan estimasi akuntansi. Perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya
informasi baru atau bertambahnya pengalaman. Contoh, perubahan taksiran umur
kegunaan aktiva yang didepresiasi. Kategori ketiga memerlukan perubahan akuntansi,
meskipun tidak diklasifikasikan sebagai perubahan akuntansi, yaitu:
3. Kesalahan dalam laporan keuangan. Kesalahan sebagai akibat dari kesalahan
matematis, kesalahan dalam menerapkan kebijakan akuntansi, atau kelalaian atau
penyalahgunaan fakta yang ada ketika penyusunan laporan keuangan. Sebagai contoh,
sebuah perusahaan mungkin salah menerapkan metode persediaan eceran untuk
menentukan nilai persediaan akhir.
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Tiga pendekatan untuk memperlakukan (melaporkan) perubahan kebijakan akuntansi yaitu:

 Penerapan Berlaku Surut (Retrospective application)


Merupakan suatu penerapan kebijakan akuntansi yang baru terhadap transaksi,
peristiwa lain atau kondisi seolah-olah kebijakan tersebut telah diterapkan. Pengaruh
kumulatif dari penggunaan meode baru terhadap laporan keuangan pada awal
periode harus dihitung. Penyesuaian retrospektif atas laporan keuangan kemudian
dibuat, dengan menyusun kembali laporan keuangan tahun sebelumnya atas dasar
yang konsisten dengan prinsip yang baru diterapkan. Pendukung pendekatan ini
berpendapat bahwa hanya dengan menyusun kembali laporan periode sebelumnya
yang dapat menyebabkan perubahan prinsip akuntansi untuk laporan keuangan yang
dapat dibandingkan
 Periode berjalan (Currently)
Pengaruh kumulatif dari penggunaan metode baru terhadap laporan keuangan pada
awal periode harus diperhitungkan. Penyesuaian ini kemudian dilaporkan dalam
laporan laba rugi tahun berjalan sebagai pos khusus dengan judul “pos-pos luar
biasa” dan “laba bersih”. Pendukung metode ini berpendapat bahwa menyatakan
kembali laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya akan mengakibatkan hilangnya
kepercayaan para investor atas laporan keuangan itu.
 Penerapan Prospektif/Masa Depan (Prospective Application)
Merupakan suatu perubahan didalam kebijakan akuntansi dan mengakui efek suatu
perubahan estimasi akuntansi, masing-masing adalah:
a. Menerapkan kebijakan akuntansi yang baru kepada transaksi, peristiwa
lainnya atau kondisi yang terjadi setelah tanggal bilamana kebijakan diubah,
dan
b. Mengakui efek perubahan estimasi akuntansi di dalam periode berjalan dan
periode masa depan yang dipengaruhi oleh perubahan.
Melaporkan Perubahan Kebijakan. Pengungkapan perubahan kebijakan akuntansi
merupakan bagian yang sangat penting. Pengguna laporan keuangan menginginkan informasi
yang konsisten dari satu periode ke periode berikutnya. Persyaratan pengungkapan utama
adalah sebagai berikut: 1). Sifat perubahan kebijakan akuntansi; 2). Alasan mengapa
menerapkan kebijakan akuntansi baru, menyediakan informasi yang lebih dapat diandalkan
dan relevan; 3). Untuk periode berjalan dan setiap periode lalu yang disajikan, yang lazim,
jumlah penyesuaian (a). Untuk setiap laporan keuangan item baris yang terkena dampak, (b).
Laba dasar dan dilusian per saham. 4). Jumlah penyesuaian yang berhubungan dengan periode
sebelumnya yang disajikan, yang lazim

Pengaruh langsung dan Tidak Langsung dari Perubahan

 Pengaruh Langsung - IASB berketetapan bahwa perusahaan harus menerapkan


pengaruh langsung perubahan kebijakan akuntansi secara retrospektif.
 Pengaruh Tidak Langsung adalah setiap perubahan pada arus kas saat ini atau masa
depan perusahaan yang dihasilkan dari membuat perubahan kebijakan akuntansi
yang diterapkan secara retrospektif.
Ketidakpraktisan. Perusahaan tidak harus menggunakan aplikasi retrospektif jika salah satu
dari kondisi berikut terjadi: 1). Perusahaan tidak dapat menentukan dampak dari penerapan
retrospektif. 2). Penerapan secara retrospektif membutuhkan asumsi mengenai rencana kerja
manajemen pada periode sebelumnya. 3). Penerapan secara retrospektif membutuhkan estimasi
signifikan bahwa perusahaan tidak dapat berkembang

PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI

Untuk menyiapkan laporan keuangan, perusahan harus melakukan estimasi dampak dari
kondisi-kondisi dan peristiwa di masa datang. Berikut ini adalah contoh pos-pos yang
memerlukan estimasi : 1). Piutang Tak tertagih , 2). Keusangan Persediaan . 3). Umur manfaat
dan nilai sisa asset. 4). Periode yang menerima manfaat dari biaya yg ditangguhkan. 5).
Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan. 6). Cadangan mineral yg dapat
dipulihkan kembali. 7). Perubahan metode penyusutan. 8). Nilai wajar aset keuangan atau
kewajiban keuangan.

Pelaporan Prospektif. Perubahan estimasi akuntansi dilaporkan secara prospektif.


Menghitung perubahan estimasi dalam:

a. Periode perubahan jika perubahan tersebut mempengaruhi periode itu saja, atau
b. Periode perubahan dan periode masa depan jika perubahan tersebut mempengaruhi
keduanya
KOREKSI KESALAHAN. Tidak ada perusahaan, baik yang kecil maupun besar, yang luput
dari kesalahan. Akan tetapi, resiko dari kesalahan yang material dapat dikurangi dengan
menyelenggarakan pengendalian internal yang baik dan aplikasi prosedur akuntansi yang baik.
Jenis Kesalahan Akuntansi:

a. Perubahan dari suatu kebijakan akuntansi yang tidak berlaku umum ke suatu kebijakan
akuntansi yang dapat diterima.
b. Kesalahan matematis yang diakibatkan oleh penjumlahan, pengurangan, dan
sebagainya.
c. Perubahan estimasi yang terjadi karena estimasi-estimasi itu tidak dibuat dengan jujur.
d. Kelalaian, seperti kegagalan untuk mengakrualkan atau menangguhkan beban atau
pendapatan tertentu pada akhir periode.
e. Penggunaan fakta yang tidak benar, seperti kegagalan untuk menggunakan nilai sisa
dalam menghitung dasar penyusutan untuk pendekatan garis lurus.
f. Klasifikasi biaya yang tidak tepat sebagai beban dan bukan sebagai aktiva serta
sebaliknya.
Segera setelah ditemukan, kesalahan-kesalahan tersebut harus dikoreksi dengan ayat jurnal
yang tepat dalam akun dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Koreksi kesalahan
diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya, dicatat dalam tahun dimana kesalahan
itu ditemukan, dan dilaporkan pada laporan keuangan sebagai penyesuaian atas saldo awal laba
ditahan. Jika laporan komparatif disajikan, maka laporan periode sebelumnya yang terpengaruh
harus dinyatakan kembali untuk meNgkoreksi kesalahan.

Ayat jurnal yg harus dibuat perusahaan Ayat jurnal yg dibuat perusahaan


(Tanpa kesalahan) (Dengan kesalahan)

Beban penyusutan 20,000 Tidak ada ayat jurnal untuk penyusutan


Akumulasi penyusutan
bangunan 20,000

Beban Pajak Penghasilan 32,000 Beban Pajak Penghasilan 40,000

Utang Pajak Penghasilan 32,000 Kewajiban pajak


yang ditangguhkan 8,000

Utang Pajak Penghasilan 32,000

Ayat jurnal yg harus dibuat perusahaan Ayat jurnal yg dibuat perusahaan


(Tanpa kesalahan) (Dengan kesalahan)

Beban penyusutan 20,000 Tidak ada ayat jurnal untuk penyusutan


Akumulasi penyusutan
bangunan 20,000

Beban Pajak Penghasilan 32,000 Beban Pajak Penghasilan 40,000

Utang Pajak Penghasilan 32,000 Kewajiban pajak


yang ditangguhkan 8,000
Utang Pajak Penghasilan 32,000

Illustration (Laporan Periode Tunggal): Asumsikan bahwa Perusahaan Selectro


memiliki saldo laba ditahan awal pada tanggal 1 Januari 2012, sebesar $ 350.000.
Perusahaan ini melaporkan laba bersih sebesar $ 400.000 pada tahun 2012.
SELECTRO COMPANY
LAPORAN LABA DITAHAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012

Laba ditahan, 1 Januari, sesuai laporan £350,000


Koreksi kesalahan (depresiasi) £20,000
Dikurangi : Reduksi pajak penghasilan yang dibolehkan 8,000 -12,000
Laba ditahan yang disesuaikan 1 Januari 338,000
Ditambah : Laba bersih 400,000
Laba ditahan, 31 Desember £738,000
Laporan Komparatif
Jika laporan keuangan komparatif dibuat, maka penyesuaian harus dilakukan guna
mengkoreksi jumlah semua akun yang terpengaruh yang dilaporkan dalam laporan keuangan
untuk semua periode pelaporan. Data dari setiap tahun yang telah disajikan harus dinyatakan
kembali samapi benar, dan setiap penyesuaian susulan harus ditampilkan sebagai penyesuaian
periode sebelumnya atas laba ditahan selama periode terdahulu yang dilaporkan.

Motivasi untuk Perubahan Metode Akuntansi

1). Biaya politik. Semakin besar perusahaan dan terlihat lebih transfer politis, semakin besar
para politisi serta pembuat peraturan mencurahkan perhatian kepada perusahaan tersebut. 2).
Struktur modal. Sejumlah studi telah mengindikasikan bahwa struktur modal perusahaan dapat
mempengaruhi pemilihan metode akuntansi. 3). Pembayaran bonus. Jika pembayaran bonus
dilakukan kepada manajemen berkaitan dengan laba, maka dapat dikatakan bahwa manajemen
akan memilih metode akuntansi yang memaksimalkan pembayaran bonus mereka. 4).
Memperlancar laba. Kenaikan laba yang substansial dapat mengundang perhatian dari para
politisi, pembuat peraturan, dan pesaing. Selain itu, kenaikan laba yang besar juga dapat
menciptakan masalah bagi manajemen karena hasil yang sama akan sulit dicapai pada tahun
berikutnya.

Analisis Kesalahan. Dalam prakteknya, perusahaan tidak mengkoreksi kesalahan yang


ditemukan yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap penyajian laporan keuangan.
Mendefinisikan materialitas adalah sulit, dan pengalaman serta pertimbangan harus digunakan
untuk menentukan apakah perlu melakukan penyesuaian atas kesalahan tertentu. Tiga
pertanyaan yang harus dijawab dalam analisis kesalahan :

 Kesalahan jenis apa yang terjadi?


 Ayat jurnal apa yang diperlukan untuk mengkoreksi kesalahan?
 Bagaimana laporan keuangan dinyatakan kembali setelah ditemukannya kesalahan?

DAFTAR PUSTAKA
Warfield, Kieso Weygant. 2018. Akuntansi Keuangan Menengah Intermediate Accounting
EDISI IFRS. Jakarta: Salemba Empat.