You are on page 1of 26

ASUHAN KEPERAWATAN POSTNATAL PADA NY.

A POST SECTIO
CAESARIA HARI KE 1 DI RUANG BOUGENVILE NIFAS RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG

Disusun Oleh :

CHINTIYA PUTRI PRAMONO


16149014534021

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2016
ASUHAN KEPERAWATAN POSTNATAL PADA NY. A POST SECTIO
CAESARIA HARI KE 1 DI RUANG BOUGENVILE NIFAS RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG

Tanggal Masuk : 11 Desember 2016 Jam masuk : 22.45 wib


Ruang/kelas : Nifas/ II Kamar No : 5.3
Pengkajian/tanggal: 12 Desember 2016 Jam : 21.00 wib

A. IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : Ny. A
Umur : 32 Tahun
Suku/Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Manalagi II No 4 Rt 03 Rw 11 Tugu, Semarang
Status : Menikah
Dx medi : G2 P0 A1 fetal distres, solusio plasentas
B. IDENTITAS PENANGGUNGJAWAB
Nama : Tn. R
Suku/Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Manalagi II No 4 Rt 03 Rw 11 Tugu, Semarang
Status : Menikah
C. RIWAYAT KEPERAWTAN
1. Keluhan utama
Klien mengatakan nyeri post SC
O: pasien terlihat sesekali menahan nyeri
P: nyeri dirasakan karena luka post SC
Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian luka post SC
S: skala nyeri 6
T: nyeri dirasakan terus-menerus
U: nyeri berkuang saat dibawa istirahat dengan berbaring. Nyeri
bertambah ketika pasien melakuan aktivitas yang membuat gerakan pada
bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat segera hilang.
2. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengatakan pada tanggal 11 Desember 2016 pasien mengeluh
kencang-enang sejak jam 17.00 wib. Kemudian pada puul 22.00 wib
pasien dibawa ke RSUD Tugurejo Semarang untuk mendapatkan
penanganan. Pada tanggal 11 Desmber 2016 dokter melalukaan
pemeriksaan dan dokter mengatakan bahwa janin tugal hidup di intra
uterin sehingga harus segera dilakukan SC. Pada tanggal 12 Desember
2016 jam 10.40 wib klien melakukan operasi SC, setelah selesai SC pada
pukul 11.45 wib pasien dipindah ke ruang bugenvile nifas. Di ruang
bugenvile nifas dilakukan pengkajian, pasien mengatakn nyeri post SC
dan nyeri ketika menggerakan badannya.
3. Riwayat Penyakit Sebelumnya
Klien mengatakan tidak menderita penyakit hipertensi, DM dan penyakit
lainnya.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan tidak mempunyai anggota keluarga yang menderita
penyakit DM, Hipertensi atau penyakit menurun.
5. Riwayat Obsetri
a. Riwayat Menstruasi
Menarche : Umur 13 tahun Siklus : 28 hari
Banyaknya : 1 hari ganti 2-3x pembalut Lamanya : 5-6 hari
HPHT : 9 April 2016 Keluhan :-
b. Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Anak ke Kehamilan Persalinan Komplikasi Anak
No Tahu Umur Penyuli Jenis Penolong Penyuli Laser Infek Perdarah Jenis BB PJ
n kehami t t asi si an
lan
1 Abort 5 - - - - - - - - - -
us minggu
2014
4 Hami 39 - SC Dokter, - ada - - Perempu 3000 g 50 cm
l ini minggu perawat, an
dan
bidan
c. Genogram

Keterangan :

: Perempuan

: Laki-laki

: Laki-laki meninggal
: Menikah
: Tinggal serumah
d. Postpartum sekarang
1) Riwayat sersalinan sekarang : Sectio Caesaria
2) Tipe Persalinan : Bantuan
3) Lama Persalinan
a) Kala I :-
b) Kala II : 1 Jam
c) Kala III : 5 menit
d) Kala IV : 2 Jam
e. Rencana perawatan bayi : Sendiri
f. Riwayat Keluarga Berencana
1) Melaksanakan KB : () Ya (-)Tidak
g. Riwayat Kesehatan
1) Penyakit yang pernah dialami ibu : tidak ada
2) Penobatan yang didapat : tidak ada
3) Riwayat Penyakit keluarga
( - ) penyakit diabetes melitus
( - ) penyakit jantung
( - ) penyakit hipertensi
( - ) penyakit lainnya
h. Riwayat Lingkungan
1) Kebersihan : iya
2) Bahaya : tidak
i. Aspek Psikososial: Reva Rubin
1) Persepsi ibu setelah bersalin :
Ny. A mengatakan sangat bahagia atas kelahiran anak kedua dan
akan menjaga amanah dari Allah dengan penuh kasih sayang
2) Apakah keadaan ini menimbulkan perubahan terhadap kehidupan
sehari hari? Bila ya bagaimana?
Ny.A mengatakan lebih termotivasi untuk merawat anak
pertamanya karena sudah dinanti-nanti sejak lama pernikahan.
3) Harapan yang ibu inginkan setelah bersalin
Ny. A berharap anaknya akan menjadi anak yang berguna bagi
nusa, bangsa, agama, oran tua dan orang disekitarnya.
4) Ibu tinggal dengan siapa
Ny.A tinggal dengan suami
5) Siapa orang yang terpenting bagi ibu
Ny. A mengatakan keluarga adalah paling penting dalam hidup
6) Sikap anggota keluarga terhadap keadaan saaat ini
Sikap keluarga sangat senang atas kelahiran anak pertama dengan
selamat
7) Kesiapan mental untuk menjadi ibu ( +) ya ( )tidak
j. Kebutuhan Dasar Khusus
a. Pola Nutrisi
Sebelum Sakit
1) Frekuensi makan dan minum
Klien mengatakn makan 3x sehari satu porsi habis, minum 6-7
gelas/hari
2) Nafsu makan
(√ ) Baik ( ) Tidak nafsu makan
3) Jenis makanan rumah
Klien mengatakan jenis Nasi, Lauk Pauk, sayuran dan
terkadang klien minum susu
4) Makanan yang tidak di sukai/alergi/ pantangan
Klien mengatakan tidak ada makanan pantangan maupun alergi
Selama Sakit
1) Frekuensi makan dan minum
Klien mengatakn makan 3x sehari dengan ½ porsi setip kali
makan. Minum 5-6 gelas/hari
2) Nafsu makan
( ) Baik (√) Tidak nafsu makan
Alasan : Klien mengatakan karena nyeri dan pusing pasien jadi
tidak nafsu untuk makan
3) Jenis makanan rumah
Klien mengatakan jenis Nasi, Lauk Pauk, sayuran
4) Makanan yang tidak di sukai/alergi/ pantangan
Klien mengatakan tidak ada makanan pantangan maupun alergi
b. Pola Eliminasi
Sebelum Sakit
1) BAK
a) Frekuensi
Klien mengatakan BAK Sering 3-4 x/hari
b) Warna
Klien mengatakan warna kuning jernih
c) Keluhan saat BAK
Klien mengatakan Tidak ada keluhan saat BAK
2) BAB
a) Frekuensi
Klien mengatakan BAB teratur 1 x hari
b) Warna
Klien mengatakan BAB warna kuning, konsentrasi padat
dengan bau yang khas.
c) Keluhan saat BAB
Klien mengatakan tidak ada keluhan saat BAB
Selama Sakit
1) BAK
a) Frekuensi
Klien dipasang katheter, saat pengkajian 1000 cc/8 jam
b) Warna
Klien mengatakan warna kuning pekat
c) Keluhan saat BAK
Klien mengatakan tidak nyaman menggunakan katheter
2) BAB
a) Frekuensi
Klien mengatakan BAB belum setelah operasi
c. Pola Personal hygene
Sebelum Sakit
1) Mandi
a) Frekuensi
Klien mengatakan mandi 2 x/hari
b) Sabun
Klien mengatakan mandi menggunakan sabun mandi
2) Oral hygene
a) Frekuensi
Klien mengatakan melakukan Oral hygiene/gosok gigi 3
x/hari
b) Waktu
Klien mengatakan melakukan oral hygene / gosok gigi
setiap pagi,siang, sore atau setelah makan
3) Cuci Rambut
a) Frekuensi
Klien mengatakan Cuci rambut 2 x/minggu
b) Shampo
Klien mengatakan setiap cuci rambut menggunakan
shampo
Selama Sakit
1) Mandi
a) Frekuensi
Klien mengatakan selama sakit tidak pernah mandi tetapi
di seka.
c) Sabun
Klien mengatakan di seka dan menggunakan sabun mandi.
2) Oral hygene
a) Frekuensi
Klien mengatakan tidak melakukan gosok gigi/ oral hygene
b) Waktu
Klien mengatakan Tidak melakukan gosok gigi/ oral
hygene
3) Cuci Rambut
a) Frekuensi
Klien mengatakan tidak mencuci rambutnya
b) Shampo
Klien mengatakan tidak menggunakan shampo
d. Pola Istirahat dan tidur
Sebelum Sakit
1) Lama tidur
Klien mengatakan tidur malam dari jam 21.00-05.00 dengan
nyenyak
2) Kebiasaan sebelum tidur
Klien mengataakan tidak ada kebiasaan yang dilakukan
sebelum tidur
3) Keluhan
Klien mengatakan tidak ada keluhan saat tidur.
Selama Sakit
1) Lama tidur
Klien mengatakan tidak bisa tidur, tidur hanya 4-5 jam per
hari
2) Kebiasaan sebelum tidur
Klien mengataakan tidak ada kebiasaan yang dilakukan
sebelum tidur
3) Keluhan
Klien mengatakan tidak bisa tidur nyenyak karena merasakan
nyeri luka post SC
e. Pola aktifitas dan latihan
Sebelum Sakit
1) Kegiatan dalam pekerjaan
Klien mengatakan bekerja sebagai pegawai swasta
2) Waktu bekerja
(√) Pagi (√) Siang ( ) Malam
3) Olahraga
(√ ) Ya ( ) Tidak
Jenisnya : jalan-jalan pagi
Frekuensi : Hampir setiap pagi

4) Kegiatan waktu luang


Klien mengatakan jika waktu luang klien hanya menonton TV
dan berkumpulbersama keluarga
5) Keluhan dalam beraktifitas
Klien mengatakan tidak ada keluhan dalam beraktivitas
Selama Sakit
1) Kegiatan dalam pekerjaan
Klien mengatakan selama sakit hanya berbaring di tempat
tidur, pasien terlihat membatasi gerakan, pasien terlihat nyeri
ketika bergerak.pasien mengataan susah untuk bergerak.
2) Waktu bekerja
Klien mengatakan selama sakit tidak bekerja
3) Olahraga
( ) Ya (√) Tidak
4) Kegiatan waktu luang
Klien mengatakan jika waktu luang klien berbincang dengan
suam atau teman sekamarnya.
5) Keluhan dalam beraktifitas
Klien mengatakan nyeri jika beraktivitas
f. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan
1) Merokok
Klien mengatakan tidak pernah merokok
2) Minuman Keras
Klien mengatakan tidak pernah meminum minuman keras
3) Ketergantungan Obat
Klien mengatakan tidak pernah ketergantungan dengan obat
1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : composmetis
b. Tekanan darah : 125/90 mmHg
c. Nadi : 96 x/mnt
d. Respirasi : 25x/mnt
e. Suhu : 36,9 °C
f. BB : 55 kg
g. Tinggi : 159
h. Kepala
Bentuk : Mesocephal
Keluhan : Tidak ada
i. Mata
Posisi mata : Simetris
Kelopak mata : Normal
Gerakan mata : Normal
Pergerakan bola mata : Normal
Konjungtiva : An anemis
Sklera : An ikterik
Pupil : Isokor
j. Hidung
Reaksi alergi : tidak ada
Sinus : tidak ada
k. Mulut dan Tenggorokan
Gigi geiligi : Gigi lengkap
Kesulitan Menelan : Tidak ada
l. Dada dan Axilla
Mammae : Membesar
Aerolla mammae : Coklat Kehitaman
Papila mammae : Puting menonjol
Colostrum : keluar
m. Pernafasan
Jalan nafas : Bersih
Suara nafas : Vesikuler
Menggunakan otot-otot bantu pernafasan : Tidak
n. Sirkulasi Jantung
Irama : Teratur
Kelainan bunyi jantung : Tidak ada
Sakit dada : Tudak ada
o. Abdomen
Mengecil : ya, abdomen terlihat
mengecil
Linea dan striae : Ada
Luka bekas operasi : Ada,
bentukhorizontal,panjang 15 cm, warna kemerahan,luka tampak
basah, tampak tidak ada push pada luka, luka tampak tertutup dan
bersih.
p. Genitourinary
Perineum : Tidak ada laserasi
Lokhea : Rubra
Vesika Urinasria :Tidak membesar
q. Ekstermitas (integumen/muskuloskeletal)
Tugor kulit : Baik
Warna kulit : kemerahan
Kontraktur dan persendian ekstermitas : Tidak ada
Kesulitan dalam pergerakan : Ada, karena ketika
bergerak nyeri bekas op sc semakin terasa

PEMERIKSAAN KHUSUS ABDOMEN & GENITAL


POSTNATAL
Abdomen
Inspeksi
 Mengecil : ya
 Linea : negra
 Striae :Liviadae
 Luka bekas operasi :
(√ ) Ya ( ) Tidak
 Diastasis Rektus Abdominalis: 3 jari dibawah umbilial
Auskultasi : Suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk.
Perkusi : Timpani
Palpasi : Tidak ada benjolan dan ada nyeri luka post SC
Perineum
 Utuh
 Episiotomi: Tidak
 Ruptur: Tidak
 Tanda-tanda Infeksi: Tidak ada
Tanda REEDA
Redness : Tidak ada
Echimosis : Tidak ada
Edema : Tidak ada
Dischard : Tidak ada
Approximation : Tidak ada
Lochea
 Warna: Rubra
 Banyaknya: ± 1x pembalut
 Bau: amis
 Oedem/ Hematom: tidak ada

D. DATA PENUNJANG
1. Laboratorium
11 Desember 2016
NILAI
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN
RUJUKAN
HEMATOLOGI
Lekosit H 16,16 10^3/ul 3,6-11
Eritrosit L 3,37 10^6/ul 3,8-5,2
Hemoglobin L 10,80 g/dl 11,7-15,5
Hematokrit L 31,40 % 35-47
MCV 93,20 fL 80-10
MCH 32,00 Pg 26-34
MCHC 34,40 g/dl 32-36
Trombosit 236 10^3/ul 150-440
RDW 13,50 10^3/ul 11,5-14,5
PLCR 21,7
Diff Count
Eosinofil absolute L 0,03 10^3/ul 0,045-0,44
Basofil absolute 0,01 10^3/ul 0-0,3
Netrofil absolute H 14,41 10^3/ul 1,8-8
Limfosit absolute 1,06 10^3/ul 0.9-5.2
Monosit absolute 0,65 10^3/ul 0,16-1
Eosinofil L 0,20 % 2-4
Basofil 0,10 % 0-1
Neutrofil H 89,10 % 50-70
Limfosit L 6,60 % 25-40
Monosit % 2-8
-Glukosa sewakt 105 mg/dl
-HbsAg non reaktif (-)
12 Desmber 2016
-APTT 33,2 detik (28,9-45,6)
-PTT L 9,7 detik (10,0-12,7)
13 Desember 2016
-Hemoglobin L 7,60 g/dl (11,7-15,5)
Usaha 2 PRC
1. PRC 1 masuk jam 15.00-21.00 wib
2. PRC 2 masuk tgl 14 Desember 2016 pukul 06.00-12.00 wib
2. EKG
11 Desember 2016
Sinus tachycardia
Nonspecific ST abnormality
Abnormal ECG
3. Terapi yang didapat
Tanggal 12 Desember 2016
Jenis obat Dosis Sediaan Waktu pemberian
06.00 08.00 16.00 18.00 20.00 24.00
Ranitidin 3x1 amp √ √ √
Ketorolac 3x1 amp √ √ √
Inf RL 20tpm
Metronidazole 3x1 vial √ √ √
Asam 3x1 vial √ √ √
tranexamat
Tanggal 14 Desember 2016

Jenis obat Dosis Waktu pemberian


06.00 08.00 14.00 16.00 18.00 20.00 24.00
Vit c 50 mg 2x1 tab √ √
Vit B6 2x1 tab √ √
pyridoxine 25
mg
Inf RL 20tpm
Asamefenamat 3x1 tab √ √ √
500 mg
Cefadroxil 500 3x1 tab √ √ √
mg
Vit B1 100 mg 2x1 tab √ √
ANALISA DATA

Tgl/ja
Data fokus Problem Etiologi
m

12/12 Ds : pasien mengatakan nyeri pada luka post Nyeri Akut Agen cedera
/2016 SC (000132) fisik (luka
21.00 O: pasien terlihat sesekali menahan nyeri post SC)
P: nyeri dirasakan karena luka post SC
Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian luka post
SC
S: skala nyeri 6
T: nyeri dirasakan terus-menerus
U: nyeri berkuang saat dibawa istirahat
dengan berbaring. Nyeri bertambah ketika
pasien melakuan aktivitas yang membuat
gerakan pada bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat segera
hilang.

Do :
1. Pasien terlihat sesekalimenahn nyeri
2. Tekanan darah : 125/90 mmHg
Nadi : 96 x/mnt
Respirasi: 22x/mnt
3. Pasien terlihat membatasi gerakan
4. Pasien terlihat berbaring ditemat tidur
5. Pasien terlihat menahan nyeri ketika
bergerak
12/12 Ds : pasien mengatakan susah bergerak dan Hambatan Nyeri (Post
/2016 nyeri setelah digerakan akibat nyeri pada Mobilitas SC)
21.00 luka post op sc fisik (00085)
Do :
1. Pasien terlihat membatasi gerakan
2. Pasien terlihat hanya berbaring ditempat
tidur
3. Pasien terlihat menahan nyeri ketika
bergerak
4. Pasien mengatakan myeri berkurang
apabila dibawa istirahat dan tiduran.

12/12 Ds : Klien mengatakan nyeri skala 5 pada Kerusaan Agen


/2016 daerah luka post operasi sc di daerah perut integritas farmaseutikal
21.00 bagian bawah jaringan (post op sc)
Do: (00044)
1. Terdapat luka post op sc dibagian perut
bawah
2. Bentuk luka horizontal dengan panjang
15 cm, warna kemerahan,luka tampak
basah, tampak tidak ada push pada luka,
luka tampak tertutup dan bersih.

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS DIAGNOSA


KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik (post SC)
2. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan agen farmaneusikal (Post
SC)
3. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri (Post SC)
INTERVENSI KEPERAWATAN
Tgl/ja
m Dx NOC NIC paraf

12/12 I Setelah dilakukan tindakan Management nyeri (1400)


/2016 keperawatan selama 3x24 jam 1. Lakukan pengkajian
21.10 diharapakan nyeri akut dapat nyeri secara
teratasi, dengan kriteria hasil: komprehensif
Tingkat nyeri(2102) 2. Ajarkan penggunaan
Indicator IR ER teknik non farmakologi
1. Melaporkan 3 5 nafas dalam
nyeri berurang 3. Ajarkan rinsip-prnsip
2. Ekspresi wajah 3 5 management nyeri
tidak meringis 4. Observasi reaksi non
menahan nyeri
verbal dan ketidak
3. Frekuensidara 4 5
nyamanan
h normal
4. Tekanan darah 4 5 5. Kolaborasi pemerian
normal analgetik untuk
meredaan nyeri
Keterangan:
1. Keluhan ekstream
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan
12/12 II Setelah dilakukan tindakan Perawatan Luka (3660)
/2016 keperawatan selama 3x24 jam 1. Observasi lokasi luka,
21.10 diharapkan integritas kulit dapat ukuran dan tampilan
teratasi dengan kriteria hasil : 2. Posisikan untuk
Integritas jaringan:kulit dan menghindari
membran mukosa (1101) menempatkan
ketegangan pada luka
No Indikator IR ER 3. Ganti balutan sesai
dengan kebutuhan
4. Kolaborasi pemberian
obat antibiotik
1. Perfusi 3 5
jaringan baik
(warna merah
dan segar)
2. Integritas 3 5
kulit
3. Lesi pada 3 5
kulit tertutup

Keterangan:
1. Keluhan ekstream
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan
12/12 III Setelah dilakukan tindakan Terapi latihan: Ambulasi
/2016 keperawatan selama 3x24 jam (0221)
21.10 diharapkan gangguan mobilisasi 1. Beri pasien pakaian yang
fisik dapat teratasi dengan tidak mengekang
kriteria hasil : 2. Sediakan tempat tidur
Ambulasi (0200) berketnggian rndah
3. Bantu pasien untuk duduk
No Indikator IR ER di sisi tempat tidur untuk
1. Menopang 2 5 menyesuaian sikap tubuh
berat badan 4.Bantu pasien untuk berdiri
2. Berjalan 2 5 dan ambulasi dengan jarak
dengan tertentu
langkah yang 5. Bantu pasien untuk
efektif berpindah sesua dengan
3. Berjalan 2 5 kebutuhan.
dengan pelan
Keterangan:
1. Keluhan ekstream
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan
IMPLEMENTASI 1

Hari/ta dx.
Implementasi Respon Paraf
nggal kep
12/12/2 I Mengkaji nyeri S: pasien mengatakan nyeri pada
016 secara luka post SC
21.00 komprehensif P: nyeri dirasakan karena luka post
SC
Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-
tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian
luka post SC
S: skala nyeri 6
T: nyeri dirasakan terus-menerus
U: nyeri berkuang saat dibawa
istirahat dengan berbaring. Nyeri
bertambah ketika pasien melakuan
aktivitas yang membuat gerakan
pada bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat
segera hilang.
O: Pasien tampak menahan nyeri

21.35 mengobservasi S: pasien mengatakan nyeri pada


I reaksi non verbal luka posst SC dan mengganggu
dan ketidak istirahatnya
nyamanan O: pasien tampaksesekali menahn
nyeri

21.40 mengarkan S : Pasien mengatakan nyeri sedikit


I penggunaan berkurang
teknik non O : pasien tampak sedikit rileks
farmakologi nafas
dalam
21.45 S : Pasien mengatakan lebih
I mengajarkan memahami teknik napas dalam untuk
rinsip-prinsip mengurangi skala nyeri
management O : pasien tampak sedikit rileks
nyeri

I Mengkolaborasik S: pasien kooperatif


24.00 a pemberian O: obat ketorolak terlihat masuk via
I analgetik IV
ketorolak 3x1
13/12/2 II Memonitor TTV S:
016 O: TD: 135/85 mmHg
05.25 N: 96x/menit
S: 36,5
RR: 24X/menit

06.30 II Mengobservasi S : pasien mengataan masih


lokasi luka, nyeripada luka operasi tetapi sudah
ukuran dan berkurang
tampilan O : perut bagian bawah dengan
horizontal ,ukuran 15 cm, tampilan
bersih.

06.35 II memposisikan S : pasien mengatakan susah


miring kanan dan bergerak dan nyeri setelah digerakan
kiri untuk O : Pasien terlihat menahan nyeri
menghindari ketika digerakan,pasien dapat miring
menempatkan kanan kiri
ketegangan pada
luka

21/12/2 II mengkolaborasi
016 pemberian obat S: pasien mengatakan bersedia
24.00 antibiotik O: obat metronidazol dan asam
metronidazol 1 tranexamat masuk via IV
amp
dan asam
tranexamat 1 amp
13/12/2 III memberi pasien S: Pasien mengatakan nyaman
016 pakaian yang O: pasien terlihat nyaman
5.30 tidak mengekang

05.35 III menyediakan S: pasien mengatakan ketinggian


tempat tidur tempat tidur cukup
berketnggian O: pasien terlihat kooperatif
rndah
5.40 III membantu pasien S: pasien mengataan nyeri ketika
untuk duduk di mnggerakan badan
sisi tempat tidur O: pasien terlihat pelan merubah
untuk posisinya duduk disamping tempat
menyesuaian tidur
sikap tubuh

06.00 III membantu pasien S: pasien mengataan belumkuatuntuk


untuk berdiri dan berdiri
ambulasi dengan O: pasien terlhat menahan nyeri
jarak tertentu

06.05 III Bantu pasien S: pasien mengatakan nyeri


untuk berpindah O:pasien belum bisa berindah dari
sesua dengan tempat satu ke tempat yang lain
kebutuhan.

EVALUASI KE 1
Tgl/ja Dx Efaluasi Paraf
m
13/12/ I S : pasien mengatakan nyeri pada luka post SC berkurang
2016 P: nyeri dirasakan karena luka post SC
07.00 Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian luka post SC
S: skala nyeri 5
T: nyeri dirasakan terus-menerus
U: nyeri berkuang saat dibawa istirahat dengan berbaring.
Nyeri bertambah ketika pasien melakuan aktivitas yang
membuat gerakan pada bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat segera hilang.
O : pasien seekali terlihat menahan nyeri namun jarang
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Management nyeri (1400)
13/12/ II S: Pasien mengatakan nyeri pada luka sudah berkurang
2016 O: Luka terlihat bersih,warna merah muda,tidak ada push,
07.00 bentuk horizontalukuran 15 cm, pasien dapat miring knan dan
kiri untuk mengurang kekauan pada luka
A: masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Perawatan Luka (3660)
13/12/ III S : pasien mengatakan susah bergerak dan nyeri setelah
2016 digerakan
07.00 O : Pasien terlihat menahan nyeri ketika digerakan, pasien
sudah dapat duduk secara pelan-pelan
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
Terapi latihan: Ambulasi (0221)

IMPLEMENTASI KE 2

Hari/ta dx.
Implementasi Respon Paraf
nggal kep
14/12/2 I Mengkaji nyeri S: pasien mengatakan nyeri pada
016 secara luka post SC
21.00 komprehensif P: nyeri dirasakan karena luka post
SC
Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-
tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian
luka post SC
S: skala nyeri 5
T: nyeri dirasakan terus-menerus
U: nyeri berkuang saat dibawa
istirahat dengan berbaring. Nyeri
bertambah ketika pasien melakuan
aktivitas yang membuat gerakan
pada bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat
segera hilang.
O: Pasien tampak menahan nyeri

21.35 mengobservasi S: pasien mengatakan nyeri pada


I reaksi non verbal luka posst SC dan mengganggu
dan ketidak istirahatnya
nyamanan O: pasien tampaksesekali menahn
nyeri

21.40 mengarkan S : Pasien mengatakan nyeri sedikit


I penggunaan berkurang
teknik non O : pasien tampak sedikit rileks
farmakologi nafas
dalam
21.45 S : Pasien mengatakan lebih
I mengajarkan memahami teknik napas dalam untuk
rinsip-prinsip mengurangi skala nyeri
management O : pasien tampak sedikit rileks
nyeri

I Mengkolaborasik S: pasien kooperatif


24.00 a pemberian O: obat ketorolak terlihat masuk via
I analgetik IV
ketorolak 3x1
14/12/2 II Memonitor TTV S:
016 O: TD: 125/85 mmHg
05.25 N: 96x/menit
S: 36,5
RR: 24X/menit

06.30 II Mengobservasi S : pasien mengataan masih


lokasi luka, nyeripada luka operasi tetapi sudah
ukuran dan berkurang
tampilan O : perut bagian bawah dengan
horizontal ,ukuran 15 cm, tampilan
bersih.

06.35 II memposisikan S : pasien sesekali nyeri ketika


miring kanan dan digerakan
kiri untuk O : Pasien terlihat menahan nyeri
menghindari ketika digerakan,pasien dapat miring
menempatkan kanan kiri
ketegangan pada
luka

14/12/2 II mengkolaborasi S: pasien mengatakan bersedia


016 pemberian obat O: obat metronidazol dan asam
24.00 antibiotik tranexamat masuk via IV
metronidazol 1
amp
dan asam
tranexamat 1 amp
14/12/2 III memberi pasien S: Pasien mengatakan nyaman
016 pakaian yang O: pasien terlihat nyaman
5.30 tidak mengekang
05.35 III menyediakan S: pasien mengatakan ketinggian
tempat tidur tempat tidur cukup
berketnggian O: pasien terlihat kooperatif
rndah
5.40 III membantu pasien S: pasien mengataan nyeri ketika
untuk duduk di mnggerakan badan
sisi tempat tidur O: pasien terlihat dapat merubah
untuk posisi dari berbaring ke posisi duduk
menyesuaian
sikap tubuh

membantu pasien S: pasien sudah kuat untuk beridiri


06.00 III untuk berdiri dan O: pasien terlhat menahan nyeri
ambulasi dengan
jarak tertentu

Bantu pasien S: pasien mengatakan nyeri


06.05 III untuk berpindah O:pasien sedikit bisa berindah dari
sesua dengan tempat satu ke tempat yang lain
kebutuhan.

EVALUASI KE 2

Tgl/ja Dx Efaluasi Paraf


m
14/12/ I S : pasien mengatakan nyeri pada luka post SC berkurang
2016 P: nyeri dirasakan karena luka post SC
07.00 Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian luka post SC
S: skala nyeri 4
T: nyeri dirasakan terus-menerus
U: nyeri berkuang saat dibawa istirahat dengan berbaring.
Nyeri bertambah ketika pasien melakuan aktivitas yang
membuat gerakan pada bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat segera hilang.
O : pasien seekali terlihat menahan nyeri namun jarang
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Management nyeri (1400)
14/12/ II S: Pasien mengatakan nyeri pada luka sudah berkurang
2016 O: Luka terlihat bersih,warna merah muda,tidak ada push,
07.00 bentuk horizontalukuran 15 cm, pasien dapat miring knan dan
kiri untuk mengurang kekauan pada luka
A: masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Perawatan Luka (3660)
14/12/ III S : pasien mengatakan susah bergerak dan nyeri setelah
2016 digerakan
07.00 O : Pasien terlihat menahan nyeri ketika digerakan, pasien
sudah dapat duduk secara pelan-pelan,pasiendapat beridiri
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
Terapi latihan: Ambulasi (0221)

IMPLEMENTASI 3

Hari/ta dx.
Implementasi Respon Paraf
nggal kep
15/12/2 I Mengkaji nyeri S: pasien mengatakan nyeri pada
016 secara luka post SC
07.00 komprehensif P: nyeri dirasakan karena luka post
SC
Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-
tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian
luka post SC
S: skala nyeri 3
T: nyeri dirasakan jarang
U: nyeri berkuang saat dibawa
istirahat dengan berbaring. Nyeri
bertambah ketika pasien melakuan
aktivitas yang membuat gerakan
pada bagian perut.
V: pasien berharap nyeri dapat
segera hilang.
O: Pasien tampak menahan nyeri

mengobservasi S: pasien mengatakan nyeri


07.15 I reaksi non verbal berkurang padaluka dansudah bisa
dan ketidak istirahat
nyamanan O: pasien tampa jarang menahan
nyeri
mengarkan S : Pasien mengatakan nyeri
07.20 I penggunaan berkurang
teknik non O : pasien tampak sedikit rileks
farmakologi nafas
dalam

07.25 I mengajarkan S : Pasien mengatakan lebih


rinsip-prinsip memahami teknik napas dalam untuk
management mengurangi skala nyeri
nyeri O : pasien tampak sedikit rileks

14.00 I Mengkolaborasik
a pemberian S: pasien kooperatif
analgetik O: obat mask per oral
asamefenamat
500 mg
15/12/2 II Memonitor TTV S:
016 O: TD: 120/85 mmHg
12.00 N: 93x/menit
S: 36,5
RR: 22x/menit

08.00 II Mengobservasi S : pasien mengataan masih


lokasi luka, nyeripada luka operasi tetapi sudah
ukuran dan berkurang
tampilan O : perut bagian bawah dengan
horizontal ,ukuran 15 cm, tampilan
bersih.
08.05 II Melakukan S:pasien kooperatif, pasien
perawatan luka mengatakan nyeri
O: pasien terlihat sesekali menahan
nyeri ketika dibuka dan dibersihkan
lukanya

08.30 II memposisikan S : pasien sesekali nyeri ketika


miring kanan dan digerakan
kiri untuk O : Pasien terlihat menahan nyeri
menghindari ketika digerakan,pasien dapat miring
menempatkan kanan kiri
ketegangan pada
luka
14.00 II mengkolaborasi S: pasien mengatakan bersedia
pemberian obat O: obat metronidazol dan asam
antibiotik tranexamat masuk via IV
metronidazol 1
amp
dan asam
tranexamat 1 amp
15/12/2 III memberi pasien S: Pasien mengatakan nyaman
016 pakaian yang O: pasien terlihat nyaman
09.00 tidak mengekang

09.15 III menyediakan S: pasien mengatakan ketinggian


tempat tidur tempat tidur cukup
berketnggian O: pasien terlihat kooperatif
rndah
09.30 III membantu pasien S: pasien mengataan nyeri ketika
untuk duduk di mnggerakan badan
sisi tempat tidur O: pasien terlihat dapat merubah
untuk posisi dari berbaring ke posisi duduk
menyesuaian
sikap tubuh

membantu pasien S: pasien mengatakannsudah kuat


10.00 III untuk berdiri dan untuk beridiri
ambulasi dengan O: pasien terlhat menahan
jarak tertentu nyeri,pasen terlihat dapat berdiri dan
berjalan pelan

10.30 III Bantu pasien S: pasien mengatakan nyeri


untuk berpindah O:pasien sedikit bisa berindah dari
sesua dengan tempat satu ke tempat yang lain
kebutuhan.
EVALUASI KE 3
Tgl/ja Dx Efaluasi Paraf
m
15/12/ I S : pasien mengatakan nyeri pada luka post SC berkurang
2016 P: nyeri dirasakan karena luka post SC
14.10 Q: nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk
R: nyeri dirasakan di perut bagian luka post SC
S: skala nyeri 3
T: nyeri dirasakan jarang
U: nyeri berkuang saat dibawa istirahat dengan berbaring.
V: pasien berharap nyeri dapat segera hilang.
O : pasien sesekali terlihat menahan nyeri namun jarang
A: Masalah teratasi
P: hentikan ntervensi,pasien pulang
15/12/ II S: Pasien mengatakan nyeri pada luka sudah berkurang
2016 O: Luka terlihat bersih,warna merah muda,tidak ada push,
14.10 bentuk horizontalukuran 15 cm, pasien dapat miring knan dan
kiri untuk mengurang kekauan pada luka,
A: masalah teratasi
P: hentian intervensi.pasien pulang.
15/12/ III S : pasien mengatakan susah bergerak dan nyeri setelah
2016 digerakan
14.10 O : Pasien terlihat menahan nyeri ketika digerakan, pasien
sudah dapat duduk secara pelan-pelan,pasiendapat beridiri dan
berjalan
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi.pasien pulang