You are on page 1of 4

Nama : Andrianto

Nim : B1031171019
Kelas : Akuntansi A
Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II

CHAPTER 21

Accounting for Leases (Akuntansi Sewa)

Sewa adalah perjanjian kontrak antara lessor dan lessee. Perjanjian ini memberikan hak kepada
lessee (penyewa) untuk menggunakan properti tertentu, yang dimiliki oleh lessor (Pemilik
aset), untuk jangka waktu yang disepakati.sebagai imbalan atas penggunaan property, lessee
melakukan pembayaran sewa selama masa sewa ke lessor. Lessor yang pada umumnya
memiliki properti untuk disewakan diantarnya termasuk dalam tiga kategori yaitu:
1. Bank. Adalah pemain terbesar dalam bisnis sewa. Mereka memiliki akses terhadap
dana murah, yang memberi mereka keuntungan untuk membeli asset dengan biaya yang
lebih rendah daripada pesaing mereka.
2. Perusahaan Sewa Captive adalah entitas anak yang bisnis utamanya adalah
menyewakan asset kepada entitas perusahaan. Perusahaan sewa captive memilki
keunggulan dalam titik penjualan (point-of-sale) dalam menemukan pelanggan yang
akan menyewa. Selain itu, lessor captive juga memiliki pengetahuan produk yang
memberi keuntungan saat membiayai produk entitas induk.
3. Independen adalah kategori terakhir dari lessor. Independent belum berjalan dengan
baik selama beberapa tahun terakhir. Pangsa pasar mereka telah turun cukup dramatis
karena bank dan perusahaan penyewaan captive menjadi lebih agresif dibidang sewa
pembiayaan. Yang sering dilakukan adalah menyusun kontrak yang inovatif bagi lesse.
Selain itu, mereka bertindak sebagai perusahaan pembiayaan yang menampung untuk
beberapa perusahaan yang tidak memiliki entitas anak sewa.
Keuntungan Sewa. Pertumbuhan sewa memiliki beberapa keuntungan dibandingkan
dengan memiliki property, seperti:
1. 100% pembiayaan dengan suku bunga tetap.
2. Perlindungan terhadap keusangan.
3. Fleksibelitas.
4. Pembiayaan yang lebih murah.
5. Keuntungan pajak.
6. Pembiayaan diluar neraca.
Sifat Konseptual Sewa. Berikut ini berbagai pandangan mengenai kapitalisasi sewa
(Capitalization of leases) adalah sebagai berikut: 1). Tidak boleh mengapitalisasi asset sewaan;
2). Mengapitalisasi sewa yang serupa dengan pembelian angsuran; 3). Mengapitalisasi semua
sewa jangka Panjang; 4). Mengapitalisasi sewa yang tidak dapat dibatalkan di mana penalty
untuk nonkinerja cukup besar.
AKUNTANSI BAGI LESSEE
Lessee (Penyewa): Peralatan yang disewakan xxx
Liabilitas Sewa xxx
Lessor (Pemilik asset) Piutang Sewa xxx
Peralatan xxx
Kriteria kapitalisasi (lesse) yaitu 1). Sewa mengalihkan kepemilikan asset kepada lesse; 2).
Sewa berisi opsi tawar menawar pembelian; 3). Masa sewa adalah untuk sebagian besar umur
ekonomik asset; 4). Nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum secara substansial
mendekati seluruh nilai wajar asset sewaan.
Aset dan liabilitas tercatat. Dengan metode sewa pembiayaan perusahaan mencatat sewa
pembiayaan sebagai asset dan liabilitas pada nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum
(tidak termasuk biaya pelaksana) atau nilai wajar asset sewaan pada awal sewa.
Metode penyusutan bunga efektif pada lessee. Metode ini digunakan untuk mengalokasikan
setiap pemabayaran sewa antara pokok dan bunga.
Metode sewa pembiayaan (lessee). Berikut ini adalah kriteria untuk diklasifikasikan sebagai
sewa pembiayaan yaitu 1). Jangka waktu sewa selama 5 tahun, sama dengan umur ekonomik
peralatan yang juga lima tahun dan memenuhi ui umur ekonomik. 2). Nilai sekarang dari
pembayaran sewa minimum.
Metode Operasi (Lessee). Berdasarkan metode ini beban sewa (dan liabilitas terkait) diakui
dari hari ke hari oleh lesse karena menggunakan properti tersebut.
AKUNTANSI BAGI LESSOR. Terdapat tiga manfaat penting bagi lessor yaitu 1).
Pendapatan bunga; 2). Insentif pajak; 3). Nilai residu yang tinggi.
Klasifikasi Sewa oleh Lessor. Untuk tujuan akuntansi, lessor juga mengklasifikasi sewa
sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan. Sewa pembiayaan dapat dibagi lagi menjadi
pembiayaan langsung dan tipe penjualan. Perbedaan tersebut terletak pada ada tidaknya
keuntungan (atau kerugian) pabrikan atau dealer. Sewa tipe penjualan mencakup
keuntungan pabrikan atau dealer dan sewa pembiayaan langsung tidak mencakup keuntungan
tersebut.
Metode Pembiayaan langsung (Lessor). Sewa pembiayaan langsung (direct-financing
leases) merupakan pembiayaan untuk pembelian asset oleh lessee. Dalam jenis sewa ini, lessor
mencatat piutang sewa (lease receivable) dan buka asset sewaan. Pembayaran sewa minimum
meliputi (1) pembayaran sewa (tidak termasuk biaya pelaksana), (2) opsi tawar menawar
pembelian (jika ada), (3) nilai residu yang dijamin (jika ada), (4) penalti atas kegagalan untuk
memperbarui (jika ada).
MASALAH AKUNTANSI KHUSUS. Fitur pengaturan sewa yang menyebabkan masalah
akuntansi yang unik adalah sebagai berikut: 1). Nilai residu; 2). Sewa tipe penjualan (lessor);
3). Opsi tawar menawar pembelian; 4). Biaya langsung awal; 5). Klasifikasi lancer versus tidak
lancer; 6). Pengungkapan.
Nilai residu (residual value) adalah estimasi nilai wajar asset sewaan pada akhir masa
sewa. Sering kali, terdapat nilai residu yang signifikan pada akhir masa sewa, terutama ketika
umur ekonomik melebihi masa sewa.
Sewa jenis penjualan (sales-type lesase) adalah keuntungan (atau kerugian) bruto
pabrikan atau dealer. Dalam sewa tipe penjualan, lessor mencatat harga penjualan asset, beban
pokok penjualan dan pengurangan persediaan terkait, dan piutang sewa.
Opsi tawa menawar pembelian (Lessee). Pada opsi ini memungkinkan lessee untuk
membeli asset sewaan dengan harga masa depan yang secara substansial lebih rendah dari nilai
wajar masa depan yang diharapkan dari asset sewaan tersebut
Biaya langsung awal (Lessor). Terdiri dari dua jenis yaitu: incremental dan internal,
biaya langsung inkremental dibayarkan kepada pihak ketiga yang independent karena
memiliki pengaturan sewa. Biaya langsung internal berkaitan langsung dengan aktivitas yang
dilakukan oleh lessor pada sewa yang diberikan. Akuntansi untuk biaya langsung awal
tergantung pada jenis sewa sebagai berikut:
 Untuk Sewa Operasi, lessor harus menunda biaya langsung awal dan
mengalokasikannya selama masa sewa dengan pengakuan pendapatan sewa.
 Untuk sewa tipe penjualan. Lessor membebankan biaya langsung awal dalam
periode berjalan dimana ia mengakui keuntungan atas penjualan.
 Untuk sewa pembiayaan langsung. Lessor menambahkan biaya langsung awal
pada investasi sewa neto dan mengamortisasinya selama masa sewa sebagai
penyesuaian hasil.
AKUNTANSI SEWA-MASALAH BELUM TERSELESAIKAN
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada awal bab, akuntansi sewa sangat rentan
terhadap penyalahgunaan. Dalam praktiknya, keinginan yang kuat dari lease untuk menolak
kapitalisasi telah membuat sebagian aturan akuntansi untuk mengapitalisasi sewa tidak efektif.
Untuk menghindari kapitalisasi asset sewaan, perusahaan mendesain, menulis dan menafsirkan
perjanjian sewa untuk mencegah terpenuhinya salah satu dari empat kriteria sewa pembiayaan.
1. Memastikan bahwa sewa tidak tidak menentukan pengalihan hak atas properti
kepada lessee
2. Tidak menentukan opsi tawar menawar
3. Menetapkan masa sewa di bawah perkiraan umur ekonomik asset sewaan sehingga
uji umur ekonomik tidak terpenuhi.
4. Mengatur nilai sekarang pembayaran sewa minimum kurang dari nilai wajar asset
sewaan.

DAFTAR PUSTAKA
Warfield, Kieso Weygant. 2018. Akuntansi Keuangan Menengah Intermediate
Accounting EDISI IFRS. Jakarta: Salemba Empat.