Sie sind auf Seite 1von 21

KASUS TERPILIH

IRNA BEDAH

“ULCUS DECUBITUS + CHRONIC WOUND 4% R


PERINEUM GLUTEUS D/S”

Disusun Oleh:

KELOMPOK V

Anddora Michi, S.Farm


Diny Lidya, S.Farm
Dzikrina Ilmanita, S.Farm
Ika Lestari, S.Farm
Lilis Naviri, S.Farm
Maya Ramadhani, S.Farm
Miftahkhul Khusna, S.Farm
Novia Tunggal Dewi, S.Farm
Novica Sari, S.Farm
Puspita Nur Hapsari, S.Farm
Safitri , S.Farm
Septi Wulandari , S.Farm
Wirex Isral, S.Farm
Yunika Deviana, S.Farm

PENDIDIKAN PROGAM PROFESI APOTEKER


BIDANG FARMASI RUMAH SAKIT
PERIODE APRIL-JUNI 2015
PKPA INSTALASI FARMASI RSUD Dr. SOETOMO
Jalan Mayjen. Prof. Dr. Moestopo 6-8, Surabaya
13 – 17 APRIL 2015
1
PATIENT DATABASE
Demographic and Administration Information
Name : Tn. SH Patient ID : 12.34.xx.xx Room No. : Bedah G (Gradiol)
Address : Surabaya MD : Dr.L
Age : 42 thn Pharmacy : Kelompok 5
Height : 160 cm Weight: 60 kg Race : Indonesia Gender : Laki-laki
Admission Date : 1 April 2015 Jam : 16:04:10 Religion : Islam
Discharge : *Pasien belum KRS Occupation : Wiraswasta

Vital Sign / Laboratory Data – Initial / Follow Up


History of
Present Illness : Date 1/4 1/4 2/4 3/4 4/4 5/4 6/4 7/4 8/4 9/4 10/4 11/4 12/4 13/4 14/4 15/4 16/4 17/4
Pasien terjatuh DATA Pre Post
KLINIK OP OP ROI Bedah Gradiol
dari lantai 2
rumah (2 tahun Suhu
36,7 37,2 36,3 37,2 36 36.5 36.5 36.8 36.5 37 37 37
yang lalu) (37±0,3)ºC
melakukan Nadi (80-
stabilisasi 98 88 111 88 90 70 80 80 88 80 80 84 80 96 84 88
posterior, pasien 90x/menit)
kemudian dibawa RR (18-
ke RSDS (tgl 20 20 20 16 20 20 20 20 20 18 16
25/3/2013). 20x/menit)
Pasien tidak bisa Tekanan
menahan air Darah 130 120 110 106 110 120 120 120 110 120 120 120 120 120 120
kencing dan (<120/80 /80 /70 /70 /58 /60 /70 /80 /80 /70 /70 /70 /80 /70 /70 /80
buang air besar. mmHg)
Luka dikedua KU / GCS 456 456 456 456 456 456 456
pelipatan paha
Mual/
hingga kedua + +
pantat sejak 1 muntah
tahun yang lalu, A/I/C/D -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/- -/-/-/-
sejak 5 hari yang Skala nyeri 4 0 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
lalu keluar ABD Flat Soepel Flat Flat Flat Flat Flat Flat Flat Flat Flat
kencing dari BU + + + + + + + + + + + +
dekat luka (BAK Sim Sim Sim Sim Sim Sim Sim
merembes). Thorax
etris etris etris etris etris etris etris
Date 1/4 1/4 2/4 3/4 4/4 5/4 6/4 7/4 8/4 9/4 10/4 11/4 12/4 13/4 14/4 15/4 16/4 17/4

1
DATA Pre Post
KLINIK OP OP ROI Bedah Gradiol
Pus - - - -
Rembesan + - - - - - - - - - - - -
DATA LABORATORIUM 1/4 4/4 12/4
Past Medical Hb (13,3-16,6) g/dL 9,0 11,6 11,4
History/Surgery: Leuko (3,37-10) x 10-3/µL 11,78 6,82 9,71
Tanggal Tromb (150-450) x 10-3/ µL 687 565 526
25/3/2013
dilakukan Eritro (3,6-5,46) x 10-6/ µL 3,8 4,49 4,47
stabilitas post Neutrofil (39,8-70,5) % 80,3 72,8 62,3
oleh orthopedi. Limfosit (23,1-49,9) % 11,1 12,8 21,8
Monosit (4,3-10,10) % 4,5 4,8 7,6
Family and
Social History : Eosinofil (0,6-5,4) % 2,3 7,4 7,9
- Basofil (0,3-1,4) % 1,1 0,3 0,4
HCT (41,3-52,1) % 29,9 37,4 36,5
Lifestyle :
-
MCV (86,7-102,3) fL 78,9 83,3 81,7
MCH (27,1-32,4) pg 23,8 25,9 25,5
MCHC (29,7-33,1) g/dL 30,1 31,0 31,2
MPV (9,2-12,0) fL 5,6 7,2 8,2
PCT (0,91-0,39) % 0,43
GDA (40-121) mg/dL 106
K (3,8-5) mmol/L 4,0 3,7 3,6
Na (136-144) mmol/L 139 144 137
Cl (97-103) mmol/L 103 108 99
SGOT (<41) units/L 19 15
SGPT (<38) units/L 34 16
BUN (10-20) mg/dl 7 8
SCr (0,5-1,2) mg/dl 0,56 0,6
Albumin (3,4-5) g/dL 3,01 2,85 3,6
APTT (23-33) detik 37,1 28,2
PTT (9-12) detik 12,5 10,2
HsAG rapid test (negatif) negatif
Acute and Tanggal 01 April 2015 (IRD) di diagnosa : Chronic Wound 4% R Perineum Gluteus D/S + Post Stabilisasi
Chronic
Medical
2
Tanggal 02 April 2015 (ROI) di diagnosa : Post Debridement Ulcus Decubitus + Nekrotomi + Open Sitostomi
Problems :
Tanggal 06 April 2015 (Irna Bedah Gradiol) di diagnosa : Pressure Sore Grade IV Post Debridement

Current Drug Therapy

Drug Name/Dose/Strength/Route Prescribed Compliance/Dosing


Duration Start – Stop Dates
Schedule Issue
Inj Ceftriaxone 1 gram IV 2x1 1 April 2015 – ..... Compliance
Inj Ketorolac 30 mg IV 3x1 1 April 2015 – 3 April 2015, Compliance
8 April 2015
Inj Ranitidine 50 mg IV 2x1 1 April 2015 – 3 April 2015 Compliance
8 April 2015 – 10 April 2015
Transfusi PRC 2 bag (1 kolf = 250 cc) 1x1 1 April 2015 – 3 April 2015 Compliance
Infus RL 1000cc/24 jam 24 jam 2 April 2015 – 3 April 2015 Compliance
Inj Metoklopramid 10 mg IV 3x1 2 April 2015 Compliance
Infus PZ 500cc/24 jam 24 jam 2 April 2015 – 8 April 2015 Compliance
Transfusi albumin 20% 1x1 2 April 2015 – 3 April 2015 Compliance
Pil kutuk 3x1 5,6 April 2015 – 9 April 2015 Compliance
3x2 7 April 2015, 11 – 13 April 2015 Compliance
2x1 14 April 2015 – 15 April 2015 Compliance
Inj Metamizole (kalau perlu) 3x1 5 April 2015 – 7 April 2015 Compliance
Inj Metronidazole 500 mg/100 ml IV infus 3x1 7 April 2015 – 8 April 2015 Compliance
Inj Ondansetron 8 mg 3x1 8 April 2015 Compliance
Infus RD5 500 mL IV Infus 1x1 8 April 2015 Compliance

Medication PTA
-

3
Time Line: Circle actual administration times and record appropriate medications and meals below.

6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5
Ceftriaxone PRC Ceftriaxone
Ketorolac Ketorolac Ketorolac
Ranitidine Metoklopramid Ranitidine
Metoklopramid Albumin Metoklopramid
Pil kutuk Pil kutuk Pil kutuk
Metamizole Metamizole Metamizole
Metronidazole Metronidazole Metronidazole
Ondansetron Ondansetron Ondansetron

Allergies/Intolerances: Social Drug Use Cost Meds/month


Tidak diketahui Alcohol : - Insurance : Yes No
Allergen Reaction Caffein : - Copay :
- - Tobacco : - Medicaid :
Annual income: JAMKESMAS

Ukuran Luka:
 Tanggal 01 April 2015: 15 cm x 8 cm x 5 cm
 Tanggal 13 April 2015: 30 cm x 10 cm x 8 cm

Notes :
Laporan Operasi

4
a. Operasi pertama
01 April 2015 Tahap I (18.00-18.40) Tahap II
Tindakan Operasi Open Sistostomi Debridement
Macam Operasi Bersih Kontaminasi Bersih Kontaminasi
Jenis Operasi Golongan sedang, Golongan sedang,
operasi darurat operasi elektif
Ab Profilaksis Inj. Ceftriaxone 2 g Inj. Ceftriaxone 2 g
Instruksi post op:
 Trans. PRC 2 bag/ hari
 Inj. Ceftriaxone 2x1 g
 Inj. Ketorolac 3x 30 mg
 Inj. Ranitidine 2x 50 mg

b. Operasi Kedua
8 April 2015 Tahap I (09.30-11.00) Tahap II
Tindakan Operasi Sigmoidostomi Debridement
Macam Operasi Bersih Kontaminasi Kotor/ infeksi
Golongan sedang, Golongan sedang,
Jenis Operasi
operasi elektif operasi urgent
Ab Profilaksis Inj. Ceftriaxone 2 g melanjutkan
Instruksi post op:
 Infus TS anastesi
 Inj. Ceftriaxone 2x1 g
 Inj. Ketorolac 3x 30 mg
 Inj. Ranitidine 2x 50 mg (2 hari)

Patient : Tn S
Location/Room : Bedah Gradiol
Pharmacist : Kelompok 5
Date : 1-4-2015 5
DRUG THERAPY ASSESSMENT WORKSHEET (DTAW)

Type of problem Assessment Presence of Drug-Related Problem Comments/Notes


a. Pada tanggal 6 dan 7 April pasien mengeluhkan mual
Are there drug without a 1. A problem exists. dan muntah, karena pasien mengalami stress ulcer,
medical indication ? tetapi pasien tidak mendapat terapi untuk penanganan
2. More information is needed for mual dan muntah/ stress ulcernya. Direkomendasikan
a determination. pasien mendapatkan terapi ranitidine.
Are any medication b. Pada tanggal 1 April, pada saat hari operasi pasien
unidentified (are any 3. No problem exists or an tidak diberikan terapi pencegahan mual dan muntah,
Correlation
unlabeled or are any-prior to intervention is not needed. namun diberikan pada tanggal 2 April.
between Drug
admission clinic visit-
Therapy and
unknown) ? .
Medical Problem

Are there untreated medical


conditions ?

Do they require drug


therapy ?

6
1. A problem exists. a. Dari tanggal 1-17 april pasien diberikan antibiotik
Ceftriaxone sebagai terapi empiris karena pasien
2. More information is needed for a MRS dengan mengalami salah satu tanda-tanda
determination. infeksi yaitu leukosit 11,78 x 103/uL sehingga untuk
menentukan antibiotik yang spesifik dengan penyakit
3. No problem exists or an pasien masih menunggu hasil kultur.
intervention is not needed. b. Berdasarkan hasil diagnosa pasien yaitu Ulcus
Decubitus dengan komplikasi chronic wound
direkomendasikan untuk menggunakan antibiotik
anaerob terutama pada pressure ulcer bagian panggul.
Antibiotik topikal dipertimbangkan jika infeksi terjadi
pada jaringan yang dangkal sehingga mampu
mempercepat penyembuhan, eksudasi maupun bau
tidak sedap. Antibiotik yang bisa digunakan untuk
topikal adalah Metronidazol (Benjamin , 2009;
Sorensen, 2004). Namun pada kasus ini, pasien tidak
mendapatkan antibiotik topical.
c. Pada tanggal 8-17 April 2015, pasien mendapatkan
antibiotik Ceftriaxon, hal ini menunjukkan terapi
yang tidak rasional karena menurut PPAB bahwa
penggunaan terapi empiris bisa digunakan dalam 3-5
hari, jika tidak ada tanda infeksi yang terlihat dari
perubahan nilai-nilai SIRS maka terapi antibiotik
dapat dihentikan (Anonim, 2009). Selain itu, tidak
ada data tentang hasil kultur pasien.
d. Tanggal 2-3 April 2015, transfusi albumin tidak perlu
What is the comparative
diberikan kepada pasien yang masih bisa menerima
efficacy of the chosen
nutrisi melalui oral, sehingga pasien perlu diberi
medication(s) ?
nutrisi untuk meningkatkan kadar albumin seperti
diet TKTP
Appropriate Drug
Selection What is the relative safety of
the chosen medication(s) ?
7
e. Transfusi PRC diberikan kepada pasien dengan kadar
Hb 7-8 g/dl (Murphy et al, 2001; Carson et al, 2011).
Menurut literatur panduan untuk transfusi pada
perisurgical anemia yang disarankan adalah dengan
kadar Hb 6-8 g/dl (Dipiro, 2008). Rekomendasi dari
AABB guideline : Untuk pasien post-op disarankan
transfusi ketika kadar Hb ≤ 8g/dl (Medscape).
Sedangkan Hb pasien pada tanggal 1, 2, dan 3 April
>8 g/dL, sehingga tidak perlu diberikan transfusi
PRC. Namun direkomendasikan menggunakan terapi
Fe seperti sulphas ferosus (Goddard, 2005) karena
pasien mengalami anemia kekurangan besi atau
mikrositik.
f. Tanggal 2-3 April 2015, transfusi albumin tidak perlu
diberikan kepada pasien, karena kadar albumin pasien
>3 g/dL. Sedangkan menurut literatur, indikasi
pemberian albumin jika kadar albumin kurang dari
2,5 g/dL (Anonim, 2003; Guidelines for use of
albumin, 2005 & 2010)
g. Penggunaan Pil Kutuk ditujukan untuk peningkatan
kadar albumin dan mempercepat penyembuhan luka
namun belum ada evidence based medicine yang kuat
dan tidak tercantum dalam Formularium Nasional
ataupun Formularium RS Dr. Soetomo sehingga
sebaiknya pil kutuk tidak diberikan
Drug regimen Are the prescribed dose and a. Disarankan Metochlopramid diberikan untuk
dosing frequency appropriate- 1. A problem exists. mengurangi atau mencegah terjadinya Post Operative
within the usual therapeutic Nausea Vomiting . Pemberian Metoklorpamid segera
range and/or modified for 2. More information is needed for a setelah operasi selesai pada tanggal 1 April pukul
patient factors ? determination. 18.40 dengan dosis 25-50 mg secara intravena (dalam
12 jam post operasi) ((Guideline for The
Is the route/dosage 3. No problem exists or an Management of Postoperative Nausea and Vomiting,

8
form/mode of intervention is not needed. 2008 ; Lacy, 2008 ; AHFS, 2011)
administration appropriate,
considering efficacy, safety,
convenience, patient
limitation, and cost ?

Are doses scheduled to


maximize
therapeutic effect and
compliance and to minimize
adverse effect, drug
interactions, and regimen
complexity ?

Is the length or course of


therapy appropriate ?

1. A problem exists. Tidak ada duplikasi terapi

2.
More information is needed
Are there any therapeutic
Therapeutic for a determination.
duplications ?
duplication
3.
No problem exists or an
intervention is not needed.

Drug allergy Is the patient allergic to or 1. A problem exists. Pada tanggal 15 April 2015 pasien merasakan gatal
Intolerance intolerant of any medicines ketika menggunakan pil kutuk, sehingga penggunakan
(or chemically related 2. More information is needed pil kutuk harus dihentikan. Selain itu, pil kutuk juga
medications) for a determination. termasuk kedalam Formularium Nasional maupun
currently being taken ? Formularium Rumah sakit.

9
3. No problem exists or an
Is the patient using any intervention is not needed.
method to alert health care
providers of the
allergy/intolerance (or serious
medical problem) ?

1. A problem exists a. Tidak mengalami efek samping aktual


b. Efek samping potensial :
Are there symptoms or 2. More information is needed - Ceftriaxone :
medical problems that may be for a determination. Trombositopenia dan leukopenia ( ≥ 10%)
Adverse Drug drug induced ? (Aronson, 2005)
Events 3. No problem exists or an - Ketorolac : Pusing, dyspepsia, mengantuk, nyeri
What is the likelihood that the intervention is not needed. GI, mual ( ≥ 10%) (Aronson, 2005)
problem is drug related ? - Metoklorpramid : Ekstrapiramidal, gelisah, lelah
( ≥ 10%) (Aronson, 2005)

Interactions : a. Tidak terjadi interaksi antara obat-obatan yang


Drug-drug, Are there drug-drug 1. A problem exists. digunakan pada pasien.
Drug-Disease interactions ? b. Tidak ada obat-obat yang kontraindikasi pada kondisi
Drug-nutrient, and Are they clinically significant 2. More information is needed pasien.
Drug-Laboratory ? for a determination.
Test Are any medications
contraindicated(relatively or 3. No problem exists or an
absolutely) given patient intervention is not needed.
characteristic and
current/pass disease states ?

Are there drug-nutrient


interactions ?
Are they clinically significant

10
?

Are there drug-laboratory test


interactions ?
Are they clinically significant
?

Tidak ada permasalahan


Is the patient’s current use of 1. A problem exists.
social drugs problematic ?
Social or 2. More information is needed
Recreational Could the sudden decrease or for a determination
Drug Use discontinuation of social
drugs be related to patient 3. No problem exists or an
symptoms (e.g., intervention is not needed.
withdrawal) ?

Pada tanggal 6 dan 7 pasien mengeluhkan mual dan


Has the patient failed to 1. A problem exists. muntah yang kemungkinan disebabkan karena stress
receive medication due to sehingga dapat mengalami stress ulcer, tapi pasien tidak
system error or 2. More information is needed mendapat terapi untuk penanganan mual dan muntah.
noncompliance? for a determination Sebaiknya pada tanggal 6-7 April pasien diberi
Failure to Receive
Ranitidine i.v drip 2x50mg untuk mengatasi mual
Therapy
Are there factors hindering 3. No problem exists or an muntah karena stress ulcer (Dipiro, 2008).
the achievement of intervention is not needed.
therapheutic efficacy?

Financial Impact 1. A problem exists. Tidak ada permasalahan.


Is the chosen medication(s)
cost effective? 2. More information is needed
for a determination
11
Does the cost of drug therapy
represent a financial hardship 3. No problem exists or an
for the patient ? intervention is not needed.

Does the patient understand 1. A problem exists. Perlu adanya pemberian informasi ke pasien ataupun
the purpose of his or her keluarga pasien mengenai tujuan pengobatan dan
medication(s), how to take it 2. More information is needed bagaimana agar pengobatan yang dilakukan dapat
and the potential side effect for a determination mencapai hasil yang maksimal
Patient
of therapy ?
Knowledge of
3. No problem exists or an
Drug Therapy
would the patient benefit intervention is not needed.
from education
tool (e.g., writen patient
education sheets, wallet cards
and reminder packaging) ?

12
DRUG THERAPY PROBLEM LIST (DTPL)
PATIENT : Tn. S PHARMACIST : Kelompok 5
LOCATION/ROOM : Bedah/ Gladiol

Date Problem Action/Intervention Date Problem Action/Intervention


1 April Saat hari operasi pasien tidak Disarankan Metochlopramid 1 April 2015 Berdasarkan hasil diagnosa pasien Direkomendasikan diberikan
2015 diberikan terapi pencegahan mual dan diberikan untuk mengurangi atau yaitu Ulcus Decubitus dengan antibiotic topical sejak tanggal 1
muntah, namun diberikan pada mencegah terjadinya Post komplikasi chronic wound April 2015
tanggal 2 April. Operative Nausea Vomiting . direkomendasikan untuk
Pemberian Metoklorpamid segera menggunakan antibiotik anaerob
setelah operasi selesai pada terutama pada pressure ulcer bagian
tanggal 1 April pukul 18.40 panggul. Antibiotik topikal
dengan dosis 25-50 mg secara dipertimbangkan jika infeksi terjadi
intravena (dalam 12 jam post pada jaringan yang dangkal sehingga
operasi) ((Guideline for The mampu mempercepat penyembuhan,
Management of Postoperative eksudasi maupun bau tidak sedap.
Nausea and Vomiting, 2008 ; Antibiotik yang bisa digunakan untuk
Lacy, 2008 ; AHFS, 2011) topikal adalah metronidazol
(Benjamin , 2009; Sorensen, 2004).
Hentikan penggunaan ketorolac Namun pada kasus ini, pasien tidak
2, 3, 4,5, Penggunaan ketolorac pada tanggal 2 pada tanggal 2 dan 3 April 2015 mendapatkan antibiotik topikal.
7 April dan 3 April 2015 dan metamizol pada dan metamizol pada tanggal 4,5,
2015 tanggal 4,5, dan 7 April 2015 tidak dan 7 April 2015 karena pasien 8-17 April Pasien mendapatkan antibiotik - Ceftriaxone dihentikan (15
ada indikasi nyeri. Pasien tidak tidak mengeluhkan nyeri. 2015 Ceftriaxon, hal ini menunjukkan April 2015) ketika tanda-tanda
merasakan nyeri namun tetap terapi yang tidak rasional karena SIRS tidak terjadi
diberikan analgetik untuk indikasi menurut PPAB bahwa penggunaan - Perlu dilakukan uji kultur pada
nyeri dengan skala sedang sampai terapi empiris bisa digunakan dalam pasien
berat. 3-5 hari, jika tidak ada tanda infeksi
yang terlihat dari perubahan nilai-nilai
6, 7 April Pasien mengeluhkan mual dan Direkomendasikan diberi SIRS maka terapi antibiotik dapat
2015 muntah, karena pasien mengalami Ranitidine i.v drip 2x50mg untuk dihentikan (Anonim, 2009). Selain itu,
stress ulcer, tetapi pasien tidak mengatasi mual muntah karena tidak ada data tentang hasil kultur
mendapat terapi untuk penanganan stress ulcer (Dipiro, 2008). pasien.
mual dan muntah/ stress ulcernya

13
Date Problem Action/Intervention Date Problem Action/Intervention
2,3 Pasien masih bisa menerima Transfusi albumin tidak perlu 5-15 April Penggunaan Pil Kutuk Penggunaan Pil Kutuk
April nutrisi melalui oral, sehingga diberikan 2015 ditujukan untuk peningkatan dihentikan
2015 pasien perlu diberi nutrisi kadar albumin dan
untuk meningkatkan kadar mempercepat penyembuhan
albumin seperti diet TKTP, luka namun belum ada evidence
namun diberikan transfuse based medicine yang kuat dan
Albumin. Selain itu, kadar tidak tercantum dalam
albumin pasien >3 Formularium Nasional ataupun
g/dL.Menurut literatur, indikasi Formularium RS Dr. Soetomo
pemberian albumin jika kadar sehingga sebaiknya pil kutuk
albumin kurang dari 2,5 g/dL tidak diberikan. Selain itu
(Anonim, 2003; Guidelines for pasien mengalami efek samping
use of albumin, 2005 & 2010) berupa gatal-gatal pada tanggal
15 April.
1,2,3, Transfusi PRC diberikan Tidak perlu diberikan
April transfusi PRC. Namun 1 April Pada tanggal 1 April, pada saat Disarankan Metochlopramid
kepada pasien dengan kadar
2015 direkomendasikan 2015 hari operasi pasien tidak diberikan diberikan untuk mengurangi
Hb 7-8 g/dl (Murphy et al, atau mencegah terjadinya
2001; Carson et al, 2011). menggunakan terapi Fe terapi pencegahan mual dan
Post Operative Nausea
Menurut literatur panduan seperti sulphas ferosus muntah, namun diberikan pada
tanggal 2 April. Vomiting . Pemberian
untuk transfusi pada (Goddard, 2005) karena Metoklorpamid segera
perisurgical anemia yang pasien mengalami anemia setelah operasi selesai pada
disarankan adalah dengan kekurangan besi atau tanggal 1 April pukul 18.40
kadar Hb 6-8 g/dl (Dipiro, mikrositik. dengan dosis 25-50 mg
2008). Rekomendasi dari secara intravena (dalam 12
AABB guideline : Untuk jam post operasi) ((Guideline
pasien post-op disarankan for The Management of
Postoperative Nausea and
transfusi ketika kadar Hb ≤
Vomiting,2008 ; Lacy, 2008 ;
8g/dl (Medscape). Sedangkan AHFS, 2011).
Hb pasien pada tanggal 1, 2,
dan 3 April >8 g/dL,

14
PHARMACIST’S CARE PLAN (PCP)
PATIENT : Tn S PHARMACIST : kelompok 5
LOCATION/ROOM : Bedah G (Gradiol)
Pharmacotherapeutic Recommendations for Monitoring Monitoring
Health Care Need Desired Endpoint(s)
Goal therapy Parameter(s) Frequency

1. Mengatasi infeksi Membunuh bakteri Ceftriaxone Kultur Hasil negatif 5 hari setelah
penyebab infeksi Metronidazole penggunaan
antibiotik

Tanda SIRS Tanda SIRS negatif Setiap hari.

2. Mengatasi nyeri Pasien tidak mengalami Ketorolac Nyeri Skala nyeri : 0 Setiap hari
nyeri Metamizol
3. Mengatasi Pasien tidak mengalami Ranitidin Maul/muntah tidak mual/muntah Setiap hari
mual/muntah mual/muntah Ondansentron

4. Mengatasi anemia Pasien tidak mengalami PRC Tes darah Hasil darah lengkap normal Setiap hari
anemia lengkap

5. Mengatasi Pasien tidak mengalami Albumin 20% Kadar albumin Kadar albumin normal Setiap 3 hari
hipoalbumin hipoalbumin Pil kutuk

6. Terapi rumatan Kadar K, Na, Cl normal RL Kadar K, Na, Cl K (3,5-5 mEq/L) Setiap 3 hari
K,Na,Cl PZ Na (135-145 mEq/L) Setiap 3 hari
RD5 Cl (95-105 mEq/L) Setiap 3 hari

15
PHARMACIST’S CARE PLAN MONITORING WORKSHEET (PCPMW)

PATIENT : Tn S PHARMACIST : kelompok 5


LOCATION/ROOM : Bedah G (Gradiol)
Pharm Tanggal
Monito
aco
ring Desired Monitoring
therap 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ 8/ 9/ 10/ 11/ 12/ 13/ 14/ 15/ 16/ 17/
Param Endpoint (s) Frequency
eutic 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
eter
Goal
Suhu tubuh
(<36,5 ⁰ C 36,7 37,2 36,3 37,2 36 36.5 36.5 36.8 36.5 37 37 37
Vital atau >38⁰ C)
Setiap hari
sign HR (80-
98-88 111 88 90 70 80 80 88 80 80 84 80 96 84 88
90x/menit)
Tidak RR (18-20
20 20 20 16 20 20 20 20 20 18 16
infeksi kali/menit)
Leukosit
Jumlah Setiap 3-4
(3,37-10 x 11,78 6,82 9,71
leukosit hari
10-3/µL)
PaCO2 (32 Setiap 3-4
PaCO2
mmHg) hari
Tidak Skala nyeri :
Nyeri Setiap hari 4 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
nyeri 0
Tidak Mual Mual (-) Setiap hari + +
mual-
muntah Muntah Muntah (-) Setiap hari + +
Kadar
Tidak
albumi Albumin Setiap 3-4
Hipoal 3,01 2,85 3,6
n (3,4-5 g/dL) hari
bumin
Tanggal

16
Pharm
Monito
aco
ring Desired Monitoring 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ 8/ 9/ 10/ 11/ 12/ 13/ 14/ 15/ 16/ 17/
therap
Param Endpoint (s) Frequency 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
eutic
eter
Goal
Hb (13,3- Setiap 3-4
9,0 11,6 11,4
16,6 g/dL) hari
HCT (41,3- Setiap 3-4
29,9 37,4 36,5
Hb 52,1 %) hari
Tidak HCT MCV (86,7- Setiap 3-4
78,9 83,3 81,7
Anemi MCV 102,3 fL) hari
a MCH MCH (27,1- Setiap 3-4
23,8 25,9 25,5
MCHC 32,4 pg) hari
MCHC
Setiap 3-4
(29,7-33,1 30,1 31 31,2
hari
g/dL)
K (3,8-5 Setiap 3-4
4,0 3,7 3,6
Ruma mmol/L) hari
K
tan Na (136-144 Setiap 3-4
Na 139 144 137
K,Na, mmol/L) hari
Cl
Cl Cl (97-103 Setiap 3-4
103 108 99
mmol/L) hari

17
LEMBAR KONSELING DAN INFORMASI

No. URAIAN REKOMENDASI/SARAN EVALUASI


Konseling pada perawat :
1 Menginformasikan ke perawat Injeksi ceftriaxon: serbuk injeksi 1 g, direkonstitusi dengan Perawat mengerti tentang informasi
tentang injeksi Ceftriaxon dengan PZ (NaCl 9%). tersebut
Stabilitas obat setelah direkostitusi pada suhu 255̊ C adalah 24
jam dan 96 jam pada suhu 45̊ C.
Pencampurannya 1 g serbuk injeksi dilarutkan dalam 10 ml
NaCl atau D5, injeksikan iv drip selama 30 menit.
Ceftriaxone tidak boleh dilarutkan dalam larutan yang
mengandung kalsium seperti Ringer Laktat karena akan
terbentuk endapan (Trissel, 2009)
2. Menginformasikan ke perawat Ketorolac diinjeksikan secara iv bolus tersedia dalam sediaan Perawat mengerti tentang informasi
tentang injeksi ketorolac 30 mg/ml. tersebut
Administrasi ≥ 15 detik, ketorolac 30 mg diberikan setiap 6
jam.
1 ml vial stabil disimpan pada suhu ruangan terlindung cahaya
dan panas (Trissel, 2009)
3 Menginformasikan ke perawat Bentuk sediaan: injeksi 50 mg/ 2 mL Perawat mengerti tentang informasi
tentang injeksi ranitidin Injeksi Ranitidin diencerkan dalam 20 ml NS, diberikan secara tersebut
iv bolus tidak lebih dari 5 menit (Trissel, 2009)
Stabil pada suhu 4-25˚C, terlindung dari cahaya dan
pendinginan.
4. Pemberian informasi ke perawat Bentuk sediaan: injeksi 5 mg/mL, 1 ampul 2 mL (10 mg) Perawat mengerti tentang informasi
tentang cara pemberian Inj Injeksi metoklorpamid diberikan secara intravena dengan tersebut
metoklorpamid kecepatan 1-2 menit untuk 10 mg sediaan. (AHFS, 2011).
Stabil pada suhu 20-25°C, terlindung dari cahaya.
5. Menginformasikan ke perawat Bentuk sediaan: infus 500 mg/ 100 mL (5 mL/menit) Perawat mengerti tentang informasi
tentang cara pemberian injeksi Injeksi metronidazol diberikan secara continuous intravenous tersebut
metronidazol infussion atau melalui intermitten intravenous infussion lebih
dari 1 jam.
Stabil pada suhu 15-30°C, terlindung dari cahaya (AHFS,
17
2011).

6. Menginformasikan ke perawat Bentuk sediaan: Injeksi 8 mg/ 4 mL Perawat mengerti tentang informasi
tentang cara pemberian injeksi Injeksi ondasetron dilarutkan dalam 50 ml NaCl 9% atau D5 tersebut
ondansetron dan digunakan secara intravena lebih dari 15 menit.
Stabil pada suhu 2-30°C, terlindung dari cahaya (AHFS, 2011).
Konseling kepada pasien:
7. Konseling kepada pasien tentang Hindari adanya tekanan pada luka bekas operasi. Pasien memahami perawatan luka bekas
luka operasi Usahakan posisi tidur miring ke kanan atau kekiri operasi.
Pertahankan adanya sirkulasi udara di daerah sekitar bekas luka
operasi.

18
DAFTAR PUSTAKA