Sie sind auf Seite 1von 3

APA ITU FEED IN TARIFF ?

Pembayaran energi terbarukan atau feed-in tariff (FIT) adalah mekanisme kebijakan
yang dirancang untuk mempercepat investasi dalam teknologi energi terbarukan. Ini
mencapai ini dengan menawarkan kontrakjangka panjang untuk produsen
energi terbarukan, biasanya didasarkan pada biaya generasi setiap teknologi. Daripada
membayar jumlah yang sama untuk energi, namun yang dihasilkan, teknologi seperti tenaga
angin,misalnya, diberikan harga yang lebih rendah per-kWh, sementara teknologi
seperti PV surya dan energi pasang surut yang menawarkan harga yang lebih tinggi, yang
mencerminkan biaya yang lebih tinggi saat ini. Selain itu,feed-in tarif sering
termasuk "tarif penurunan", mekanisme yang menurutharga (atau tarif) ratchets dari waktu ke
waktu. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk melacak dan mendorong pengurangan
biaya teknologi. Tujuan dari tarif feed-in adalah untuk menawarkan kompensasi berbasis
biayauntuk produsen energi terbarukan, memberikan kepastian harga dan jangka
panjang kontrak yang membantu keuangan terbarukan investasi energi.

Feed in tariff biasanya mencakup tiga ketentuan utama: akses dijamin grid, kontrak
jangka panjang, harga pembelian berbasis biaya. Di bawah feed-in tarif, memenuhi syarat
generator listrik terbarukan, termasuk pemilik rumah, pemilik bisnis, petani dan investor swasta,
yang membayar harga berbasis biaya untuk listrik terbarukan mereka pasokan ke grid. Hal ini
memungkinkan beragam teknologi (angin, surya, biogas, dll) untuk dikembangkan dan
memberikan investor imbal hasil yang wajar. Ada tiga metode kompensasi dari feed in tariff:
1. Feed-in tarif - kompensasi atas ritel, dan sebagai persentase dari pengadopsi meningkat, FIT
berkurang ke tingkat ritel.
2. metering Net - memungkinkan produsen untuk mengkonsumsi listrik dari grid, misalnya, ketika
angin berhenti. Kredit biasanya dimasukkan ke periode mendatang. Pembayaran (untuk utilitas
atau konsumen) tergantung pada konsumsi bersih.
3. Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik - membayar untuk pembangkitan listrik dan biasanya di
bawah tingkat ritel, meskipun dalam kasus solar bisa lebih tinggi, karena matahari cenderung
menghasilkan lebih dekat ke puncak permintaan.

FIT memiliki baik meningkat dan penurunan efek pada harga listrik.Meningkat telah
dikaitkan dengan fakta bahwa energi terbarukan biasanyalebih mahal dari listrik yang
dihasilkan dari sumber-sumber konvensional.Meningkat dari sekitar empat Euro per bulan per
rumah tangga tercatat di Jerman. Namun, energi terbarukan dapat mengurangi harga pasar
spotmelalui efek merit order, praktek menggunakan fasilitas bakar fosil-biaya yang lebih
tinggi hanya ketika permintaan melebihi kapasitas fasilitas biaya yang lebih rendah. Hal ini telah
menyebabkan penurunan harga listrik di Spanyol, Denmark dan Jerman.

Di Indonesia sendiri, peraturan menteri ESDM telah memberlakukan feed in tariff pada
sumber energi terbarukan seperti fotovoltaik, hidro, panas bumi, dan bioenergi. Harga dan
kriteria untuk feed in tariff listrik dari PLT panas bumi (geothermal) diantaranya :
Perbedaan Feed-In-Tariff (FiT) Dan Renewable Heat Incentive (RHI)
02 Juni 2011 Berita

Dipelopori oleh Jerman, negara-negara Uni Eropa seperti Spanyol, Swiss, dan
Belanda kini telah mengadopsi Feed in Tariff. Inggris menerapkan FiT mulai 1 April 2010. Untuk mendorong
penggunaan dan instalasi sistem energi terbarukan di Inggris, diberlakukanlah Feed-in-Tariff (FiT) dan Renewable
Heat Incentive (RHI). Tercatat terjadi peningkatan jumlah perusahaan utilitas listrik baik yang menjual maupun
membeli listrik terbarukan.

Perundangan Feed-in Tariff mewajibkan perusahaan utilitas mayor (semacam PT.PLN) untuk membayar suatu tarif
untuk listrik yang dihasilkan dari sumber energi yang terbarukan, dimana tarif ini di-set diatas Biaya Pokok Produksi
(BPP) dari bahan bakar fosil, dengan gagasan bahwa hal ini akan merangsang lebih banyak lagi listrik dari
pembangkit mikro (microgeneration).

Skema ini beroperasi dalam dua level, level pertama pembayaran dengan nilai tetap (fixed) untuk setiap kilowatt jam
(kWh) yang dihasilkan, yang dikenal sebagai “generation tariff”, dimana besaran tarif ini akan tergantung pada
teknologi dan kapasitas generator. Dan level pembayaran lain yang akan ditambahkan ke generation tariff untuk
setiap kWh yang diekspor ke grid, disebut dengan “export tariff”.

Salah satu daya tarik FiT adalah imbalan finansial. Anda akan dibayar untuk semua energi terbarukan yang Anda
produksi, bahkan jika 100% listrik digunakan untuk diri Anda sendiri (generation tariff). Katakanlah Anda memiliki
solar panel yang menghasilkan listrik cukup untuk menerangi rumah Anda: dibawah skema Feed-in Tarif, Anda
akan dibayar untuk semua listrik yang dihasilkan, ditambah, Anda tidak perlu membayar tagihan listrik. Keuntungan
ketiga adalah bahwa setiap surplus listrik yang dapat diekspor ke grid, Anda akan dibayar juga (export tariff). Untuk
melengkapinya, pendapatan yang diperoleh dari skema Feed-in-Tarif adalah pendapatan bebas pajak, karena
umumnya listrik dari energi terbarukan digunakan di dekat lokasi pembangkitannya juga.

Teknologi-teknologi terbarukan yang terkualifikasi untuk dapat mendaftar skema FiT di Inggris adalah:

· Panel solar PV

· Turbin angin

· Hydro

· Anaerobic digestion

· Micro combined heat and power (micro CHP)

Hanya generator dengan kapasitas kecil maksimal 5 Megawatt (MW) yang dapat dipertimbangkan untuk
mengajukan FiT dimana pemasang (installer) dan peralatan harus terlebih dahulu diakreditasi oleh Microgeneration
Sertifikasi Scheme (MCS). Microgeneration Certification Scheme (MCS) adalah badan sertifikasi Inggris yang
menyatakan layak tidaknya peralatan dan installer. Umumnya installer akan memastikan bahwa peralatan yang
mereka pasang juga dinilai oleh MCS. Installer akan mendaftarkan sistem pembangkit ke MCS untuk skema Feed-In
Tarif, setelah instalasi selesai. Cukup menunjukkan sertifikat instalasi FiT yang dikeluarkan oleh MCS, perusahaan
utilitas besar akan membeli listrik, dan Installer akan membimbing dalam apa yang harus dilakukan.
Untuk instalasi baru yang dipasang mulai 15 Juli 2009 hingga 31 Maret 2012 rating Feed-In Tariff adalah:
(Sen/kWh)

Teknologi Skala Berlakunya tarif (tahun)

≤4 kW (retro fit) 43.3 25


Panel solar PV
≤4 kW (new build) 37.8 25
Panel solar PV
≤1.5 kW 36.2 20
Angin
>1.5 - 15 kW 28.0 20
Angin
≤2kW 10.5 10
Micro CHP
≤15 kW 20.9 20
Hydro
Sumber data: the Energy Saving Trust
Skema Renewable Heat Incentive (RHI) bekerja dalam cara yang sama seperti Feed-In Tarif. Perbedaannya
hanyalah, bahwa imbalan atau kompensasi finansial dihitung berdasar jumlah energi termal yang dihasilkan. Skema
RHI cocok untuk 4 teknologi termal yaitu Solar Thermal atau Pemanas air Sistem Solar, Biomass Boilers, Ground
Source Heat Pumps dan Air Source Heat Pumps. Semua sistem ini menghasilkan panas melalui air atau uap yang
memanaskan gedung, juga untuk sumber air panas.

(Dari berbagai sumber – SM)