Sie sind auf Seite 1von 9

PENGARUH MASASE PUNGGUNG TERHADAP PENGURANGAN

NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN NORMAL


DI BPM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALREJO
KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2012

Esti Handayani & Pramono Giri Kiswoyo


Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

ABSTRAK
A maternal with physiological labor is rarely carried out measures
to reduce the pain of labor, especially in the active phase of first
stage. If the pain is not managed properly will increase the anxiety
or worry so that production of adrenal hormones increased and
make blood vessel is vasoconstriction. It causes blood flow mother
to fetus decreased. The fetus will be hipoxia while the mother will
have prolonged labor (Gadysa, 2007). One of the actions to
reduce labor pain that does not cause adverse effects on mother
and fetus is a back massage, which can stimulate the endorsfine
nerves so that pain can reduced (Danuatmaja, 2004).
The purpose is to determine the influence of back massage on
pain reduction in the active phase of the first stage of labor in
women with normal delivery in BPM Health Centre Tegalrejo area
Magelang District 2012.
This type of pre-experimental research with pre-post test method
and use ordinal scale. Respondests in this study were 35 people
with accidental sampling technique. The data was collected using
a scale “buorbonase” and categorized into five pain scale that is
divided into: not pain; mild pain; moderate pain; severe pain; and
pain is very severe. The data collected was processed using SPSS
version 17 with Wilcoxon test.
Before the back massage done respondensts have severe pain
level there are 18 or 51.4% of respondents, 42.9% or 15 of
respondents experienced moderate pain level, and there are only
2 or 5.7% of respondents who experienced pain is very severe. After
the back massage done, the pain largely decreased. Respondents
who experienced mild pain there are 9 or 25.7% of respondents.
While 20 or 57.2% of respondents experiencing moderate pain
level, 6 or 17.1% of respondents still experience severe pain, despite
back massage done. There is the influence of back massage on
pain reduction in the active phase of the first stage of labor in
women with normal delivery of significance p value=0.00 and z=-
4.456.
Midwives should always gave back massage to normal maternal
at the active phase of the first stage of labor to reduce pain.

Key words: Back massage, labor pain, woman labor

PENDAHULUAN pengetahuan pada ibu akan proses


Nyeri adalah proses alamiah yang terjadi di saat menghadapi
dalam persalinan. Apabila tidak persalinan. sehingga produksi hormon
diatasi dengan baik akan adrenalin meningkat dan
menimbulkan masalah lain yaitu mengakibatkan vasokonstriksi yang
meningkatnya kecemasan atau rasa menyebabkan aliran darah ibu ke
khawatir karena kurangnya janin menurun. Janin akan mengalami

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 54


hipoksia sedangkan ibu akan Masase adalah melakukan
mengalami persalinan lama dan tekanan tangan pada jaringan lunak,
dapat meningkatkan tekanan sistolik biasanya otot, tendon, atau
dan diastolik (Gadysa,2009). ligamentum, tanpa menyebabkan
Dalam persalinan rasa sakit gerakan atau perubahan posisi sendi
kontraksi dimulai dari bagian bawah untuk meredakan nyeri, menghasilkan
punggung, kemudian menyebar ke relaksasi, dan/atau memperbaiki
bagian bawah perut. Walaupun sirkulasi. Hanya 19,3% wanita
kadarnya berbeda, setiap orang mendapat masase untuk meredakan
pernah mengalami rasa sakit tersebut, nyeri dan hanya 5% bidan dilaporkan
namun reaksinya berbeda-beda. ada menggunakan metode ini bagi
yang dapat menahannya dan ada wanita secara individu.
juga yang terus merintih. Seorang ibu Ketidaksesuaian ini berlawanan
yang sedang menghadapi persalinan dengan pemberian obat seperti
cenderung merasa takut, terutama petidin, yang dilaporkan 37,8 % oleh
pada ibu primigravida. Namun ketika bidan (Mander, R., 2003, hal. 163).
seorang ibu merasa sangat takut Nyeri persalinan merupakan
maka secara otomatis otak mengatur masalah yang sangat mencemaskan
dan mempersiapkan tubuh untuk bagi ibu inpartu. Pada ibu inpartu
merasa sakit, sehingga rasa sakit saat dengan persalinan fisiologis sangat
persalinan akan lebih terasa. Seorang jarang sekali dilakukan tindakan untuk
ibu haruslah menempatkan rasa sakit mengurangi nyeri persalinannya
dalam sudut pandang yang benar. terutama pada kala I, fase aktif.
Rasa sakit tidak akan terjadi Kalaupun dilakukan biasanya yang
selamanya. Pada ibu primigravida paling sering dilakukan untuk
rasa sakit berlangsung 12 sampai 14 mengurangi rasa nyeri adalah
jam (Danuatmaja, B. 2004). dengan metode masase, baik oleh
Saat ini banyak sekali cara yang petugas kesehatan, keluarga pasien
digunakan dalam menghilangkan maupun pasien itu sendiri. Tetapi
sakit persalinan. Cara tersebut yaitu kadang kala metode masase yang
dengan tindakan medis dan tindakan dilakukan tidak pada tempatnya
non medis. Tindakan medis yang sehingga hasilnya tidak efisien. Maka
digunakan antara lain penggunaan berdasarkan uraian diatas peneliti
analgesik, suntikan epidural, tertarik untuk meneliti pengaruh
Intracthecal Labor Analgesik (ILA), masase punggung terhadap
Transcutaneous Electrical Nerve pengurangan nyeri kala I fase aktif
Stimulation, dan lain-lain. persalinan pada ibu bersalin normal di
(Danuatmaja, B.2004). BPM wilayah kerja Puskesmas
Salah satu tindakan non medis Tegalrejo Kabupaten Magelang
untuk mengurangi rasa nyeri Tahun 2012.
persalinan antara lain relaksasi, teknik
pemusatan pikiran dan imajinasi, Tujuan Umum
teknik pernafasan, hidroterapi, Mengetahui pengaruh masase
masase atau sentuhan terapeutik, punggung terhadap pengurangan
hipnosis, akupunktur dan akupresur nyeri kala I fase aktif persalinan pada
dan lain-lain. Dimana tindakan- ibu bersalin normal di BPM wilayah
tindakan tersebut adalah untuk kerja Puskesmas Tegalrejo Kabupaten
distraksi yang dapat menghambat Magelang Tahun 2012.
otak untuk mengeluarkan sensasi
nyeri, bersifat murah, simpel, efektif, Tujuan Khusus
tanpa efek yang merugikan dan a. Mengidentifikasi tingkat nyeri
dapat meningkatkan kepuasan responden sebelum dilakukan
selama persalinan karena ibu dapat masase punggung.
mengontrol perasaan dan
kekuatannya (Maryunani, A.2010).

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 55


b. Mengidentifikasi tingkat nyeri ibu hormon endorphin yang
setelah dilakukan masase menghilangkan sakit secara alamiah.
punggung. Endorphin juga dapat menciptakan
c. Menganalisis pengaruh dari perasaan nyaman dan enak.
masase punggung dalam C. Konsep Dasar Nyeri Persalinan
mengurangi nyeri persalinan kala I Rasa nyeri pada persalinan
fase aktif pada ibu bersalin adalah nyeri kontraksi uterus yang
normal. dapat mengakibatkan peningkatan
aktivitas sistem saraf simpatis,
TINJAUAN PUSTAKA perubahan tekanan darah, denyut
A. Konsep Masase jantung, pernapasan, dan apabila
Masase adalah melakukan tidak segera diatasi maka akan
tekanan tangan pada jaringan lunak, meningkatkan rasa khawatir, tegang,
biasanya otot, tendon atau takut, dan stres (Bobak, 2004).
ligamentum tanpa menyebabkan Nyeri persalinan adalah nyeri
gerakan atau perubahan posisi sendi kontraksi uterus yang disebabkan oleh
untuk meredakan nyeri, menghasilkan dilatasi dan penipisan servik serta
relaksasi atau memperbaiki sirkulasi iskemia rahim (penurunan alira darah
(Mander, 2003). sehingga oksigen lokal mengalami
Masase akan menimbulkan defisit) akibat kontraksi arteri
suatu pengaruh fisiologis dan mekanis miometrium (Bobak, 2004).
yang mendatangkan suatu relaksasi Salah satu cara untuk mengukur
atau rasa sakit yang berkurang akibat tingkat nyeri adalah dengan
adanya pembengkakan menggunakan skala nyeri
(haematome). Selain itu masase juga bourbonnais berdasarkan penilaian
menimbulkan pengaruh secara objektif Ellen (2000), yaitu:
psikologis yang dapat menumbuhkan
rasa percaya diri atau self confidence | | | | | | | | | | |
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(Sekarmelati, 2012)
B. Masase Punggung Keterangan:
danPengurangan Nyeri Persalinan Semakin besar nilai, maka semakin
Masase adalah stimulasi berat intensitas nyerinya:
kutaneus tubuh secara umum, sering  Skala 0 = tidak nyeri
dipusatkan pada punggung dan  Skala 1- 3 = nyeri ringan
bahu. Masase menstimulasi reseptor Secara objektif klien dapat
tidak nyeri. Masase juga membuat berkomunikasi dengan baik,
pasien lebih nyaman karena tindakan manual dirasakan sangat
membuat pasien lebih nyaman membantu.
karena membuat relaksasi otot  Skala 4-6 = Nyeri sedang
(Brunner dan Suddarth, 2002). Secara objektif klien mendesis,
Masase adalah terapi nyeri menyeringai, dapat menunjukkan
yang paling primitif dan lokasi nyeri dengan tepat dan dapat
menggunakan reflek lembut manusia mendeskripsikan nyeri, klien dapat
untuk menahan, menggosok, atau mengikuti perintah dengan baik dan
meremas bagian tubuh yang nyeri responsif terhadap tindakan manual.
(Maryunani, 2010).  Skala 7-9 = nyeri berat
Masase effluerage dapat Secara objektif terkadang klien
dilakukan dipunggung yang tujuan dapat mengikuti perintah tapi masih
utamanya adalah relaksasi. Sebuah responsif terhadap tindakan manual,
penelitian tahun 1997 menyebutkan, dapat menunjukkan lokasi nyeri tapi
tiga hingga 10 menit effleurage tidak dapat mendeskripsikannya,
punggung dapat menurunkan tidak dapat diatasi dengan alih
tekanan darah, memperlambat posisi, napas panjang, destruksi dll.
denyut jantung, meningkatkan  Skala 10 = nyeri sangat berat
pernafasan dan merangsang produksi (panik tidak terkontrol).

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 56


Secara objektif klien tidak mau nyeri kala 1 fase aktif persalinan di
berkomunikasi dengan baik berteriak BPM wilayah kerja Puskesmas
dan histeris, klien tidak dapat Tegalrejo. Uji statistik yang digunakan
mengikuti perintah lagi, selalu adalah Wilcoxon Match Pairs Test.
mengejan tanpa dapat
dikendalikan, menarik-narik apa saja HASIL PENELITIAN
yang tergapai, dan tak dapat Analisa Univariat
menunjukkan lokasi nyeri. a. Tingkat nyeri responden sebelum
(Insaffita, 2007) dilakukan masase punggung
Figure 1. Tingkat Nyeri Responden
Sebelum Dilakukan Masase Punggung
METODE PENELITIAN
Berdasarkan jenisnya peneliti
melakukan penelitian pra-
eksperimental menggunakan one-
group pra test post test design yaitu
mengungkapkan hubungan sebab
akibat dengan cara melibatkan satu
kelompok subjek, dimana kelompok
subjek diobservasi sebelum dilakukan
intervensi, kemudian diobservasi lagi
setelah intervensi (Nursalam. 2003).
Populasi dalam penelitian ini
Berdasarkan hasil analisa di
adalah ibu bersalin kala I fase aktif
atas dapat dilihat bahwa
persalinan fisiologis di BPM wilayah
sebagian besar responden
kerja Puskesmas Tegalrejo tahun 2012.
sebelum dilakukan masase
Jumlah populasi dalam penelitian ini
punggung responden mengalami
adalah 35 responden. Pengambilan
nyeri tingkat berat, yaitu ada 18
sampel dalam penelitian ini dengan
atau 51,4% responden,
menggunakan sampel jenuh atau
sedangkan 42,9% atau 15
total sampling
responden mengalami tingkat
Data primer diperoleh dengan
nyeri sedang sebelum dilakukan
cara mengisi lembar observasi respon
masase punggung. Hanya 2 atau
atau reaksi klien terhadap nyeri
5,7% responden saja yang
sebelum dilakukan perlakuan masase
mengalami tingkat nyeri sangat
punggung dan sesudah perlakuan.
berat.
Data sekunder diperoleh dari bidan-
bidan di Puskesmas Tegalrejo yang
membantu melakukan pengambilan Nyeri sesudah
Nyeri sebelum masase
data yaitu dengan ikut melakukan punggung masase punggung
masase punggung dan Tingkat
mengobservasi tingkat nyeri klien Tingkat nyeri Frek nyeri Frek
nyeri sedang 15 Nyeri
sebelum dan sesudah masase.
sedang 7
Sebelum dilakukan penelitian Nyeri
responden diberikan penjelasan ringan 8
perihal penelitian yang akan nyeri berat 18 Nyeri
dilakukan. berat 6
Dalam penelitian ini, analisis Nyeri
sedang 11
univariat dilakukan untuk Nyeri
menghasilkan distribusi frekuensi dan ringan 1
presentase tingkat skala nyeri dan nyeri sangat Nyeri
pengurangan rasa nyeri. berat 2 berat 2
Analisis bivariat dalam penelitian Total 35 35
ini menggunakan aplikasi SPSS untuk
menguji hipotesis pengaruh masase
punggung terhadap pengurangan

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 57


b. Tingkat nyeri responden sesudah ada 15 responden, setelah
dilakukan masase punggung dilakukan tindakan masase
Gambar 2. Tingkat Nyeri Responden punggung dari 15 responden 8
Sesudah Dilakukan Masase Punggung
responden mengalami
pengurangan nyeri menjadi nyeri
ringan, tetapi 7 responden masih
mengalami nyeri sedang.
Sedangkan dari 18 responden
dengan tingkat nyeri berat yang
mengalami pengurangan nyeri
menjadi nyeri sedang sebanyak
11 responden, setelah dilakukan
masase punggung hanya 1
responden yang tingkat nyerinya
Tingkat nyeri responden menjadi nyeri ringan dan 6
sesudah dilakukan masase responden masih tetap
punggung sebagian besar mengalami nyeri berat walaupun
mengalami penurunan. sudah dilakukan masase
Responden yang mengalami punggung. Untuk responden
tingkat nyeri ringan sesudah yang mengalami nyeri sangat
dilakukan masase punggung ada berat sebelum masase ada 2
9 atau 25,7% responden. responden dan setelah dilakukan
Sedangkan 20 atau 57,2 % masase punggung keduanya
responden mengalami tingkat mengalami pengurangan nyeri
nyeri sedang. Namun, walaupun walaupun masih dalam kategori
sudah dilakukan masase nyeri berat.
punggung masih ada yang Gambar 3. Pengurangan Intensitas Nyeri
mengalami tingkat nyeri berat Responden Setelah Dilakukan Masase
Punggung
yaitu sebanyak 6 atau 17,1%
responden.
c. Penurunan Tingkat Nyeri
Responden Sebelum & Sesudah
Dilakukan Masase Punggung

Tabel 1. Penurunan Tingkat Nyeri Responden


Sebelum dan Sesudah Dilakukan Masase
Punggung
Nyeri sebelum Nyeri sesudah masase
masase punggung punggung
Tingkat Tingkat
nyeri Frek nyeri Frek
nyeri 15 Nyeri
sedang sedang 7 Dari uraian di atas dapat
Nyeri disimpulkan bahwa sebagian
ringan 8
nyeri berat 18
besar responden setelah
Nyeri berat 6 dilakukan masase punggung
Nyeri
mengalami pengurangan tingkat
sedang 11
Nyeri nyeri yaitu 22 atau 63%
ringan 1 responden. Sedangkan 37% atau
nyeri 13 responden tidak mengalami
sangat
pengurangan tingkat nyeri, dan
berat 2 Nyeri berat 2
tidak ada responden yang
Total 35 35 tingkat nyerinya bertambah
sesudah dilakukan masase
Sebelum dilakukan tindakan punggung.
masase punggung, responden
yang mengalami nyeri sedang

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 58


Analisis Bivariat mengalaminya yang dapat
Pada analisis bivariate menjelaskan dan mengevaluasi
merupakan analisis untuk menguji perasaan tersebut. Secara umum
hipotesis dan untuk mengetahui nyeri dapat didefinisikan sebagai
pengaruh tindakan masase perasaan tidak nyaman, baik ringan
punggung terhadap pengurangan maupun berat. Rasa nyeri persalinan
nyeri kala I fase aktif persalinan. yang tinggi dapat menimbulkan
kecemasan pada ibu bersalin.
Tabel 2. Perbedaan Tingkat Nyeri Responden
Menurut Maryunani (2010),
Sebelum dan Sesudah Dilakukan Masase
Punggung pengurangan nyeri persalinan pada
Nyeri ibu bersalin normal kala I dapat
Nyeri
Kelo sebel
se
P ditangani baik secara farmakologis
mp um Beda Z valu
sudah maupun non farmakologis. Salah satu
ok masas e
e
masase tindakan non farmakologis yang
6,94 4,74 2,2
- -4,456 0,00 dapat dilakukan adalah teknik
masase punggung. Dimana tindakan
tersebut adalah untuk distraksi yang
dapat menghambat otak untuk
Dari hasil intervensi dapat
mengeluarkan sensasi nyeri serta tidak
simpulkan bahwa rata – rata tingkat
menyebabkan efek samping pada
nyeri responden sebelum dilakukan
ibu dan juga bayi. Faktor psikologis
tindakan masase punggung adalah
yang dapat mempengaruhi
6,94 dan rata – rata tingkat nyeri
pengurangan nyeri antara lain sikap
responden sesudah dilakukan
dan keadaan mental pasien serta
tindakan masase punggung adalah
kebiasaan dan budaya (Insafitta,
4,74. Rata-rata penurunan tingkat
2007).
nyeri responden sebelum dan sesudah
Dari hasil penelitian didapatkan
dilakukan tindakan masase punggung
ada 18 responden yang mengalami
adalah 2,2. hasil analisis menunjukan
tingkat nyeri berat sebelum dilakukan
harga Z hitung sebesar -4,456 dengan
masase punggung. Setelah dilakukan
uji 2 pihak maka nilai signifikansi
masase punggung 11 reponden
sebesar 0,00. P < α 0,05 berarti Ha
mengalami penurunan tingkat nyeri
diterima. Jadi dapat disimpulkan ada
menjadi nyeri sedang dan 1
pengaruh masase punggung
responden menjadi nyeri ringan. Hal
terhadap pengurangan nyeri kala I
ini karena ibu yang dimasase
fase aktif persalinan pada ibu bersalin
punggungnya merasa lebih rileks,
normal.
nyaman, dan konsentrasi ibu tidak
hanya tertuju pada rasa sakit akibat
PEMBAHASAN
proses persalinan. Sesuai dengan teori
Hasil penelitian ini menunjukkan,
Mander (2003), yang menyebutkan
sebagian besar responden sesudah
bahwa tindakan utama masase
dilakukan masase punggung
punggung adalah dianggap
mengalami pengurangan tingkat
menutup gerbang untuk
nyeri. Setelah dilakukan analisis
menghambat perjalanan rangsang
bivariat dengan uji Wilcoxon diperoleh
nyeri pada pusat yang lebih tinggi
hasil bahwa nilai signifikansi
pada sistem syaraf pusat. Selanjutnya
(Asymp.Sig) sebesar 0,00. P < α 0,05.
rangsangan taktil dan perasaan positif
Maka Ho ditolak dan Ha diterima,
yang berkembang ketika dilakukan
sehingga hipotesis yang menyatakan
bentuk sentuhan yang penuh
bahwa ada pengaruh masase
perhatian dan empatik bertindak
punggung terhadap pengurangan
memperkuat efek masase untuk
nyeri kala I fase aktif persalinan pada
mengendalikan nyeri (Mander, 2003).
ibu bersalin normal diterima.
Namun 6 responden tidak
Nyeri adalah perasaan yang
mengalami pengurangan nyeri
tidak nyaman yang sangat subyektif
setelah dilakukan masase punggung
dan hanya orang yang

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 59


yaitu tetap mengalami tingkat nyeri meredakan nyeri. Dengan demikian,
berat. Menurut Danuatmaja (2004), masase selama persalinan harus
ada sebagian ibu yang tidak dapat dilakukan secara intermitten (Mander,
dipijat atau disentuh saat mengalami 2003).
kontraksi. Ini karena kontraksi Kategori nyeri yang mempunyai
sedemikian kuatnya sehingga ibu tingkat paling tinggi adalah nyeri
tidak sanggup lagi menerima sangat berat. Responden yang
rangsangan apapun pada tubuh. mengalami nyeri sangat berat
Akibatnya masase punggung tidak sebelum dilakukan masase punggung
memberikan efek pengurangan nyeri ada 2 responden dan setelah
pada ibu bersalin (Danuatmaja, 2004). dilakukan masase punggung
Selanjutnya, tingkat nyeri keduanya mengalami pengurangan
sedang sebelum dilakukan masase nyeri walaupun masih dalam kategori
punggung dirasakan oleh 15 nyeri berat. Masase adalah
responden. Setelah dilakukan masase melakukan tekanan tangan pada
punggung 8 responden mengalami jaringan lunak, biasanya otot, tendon,
pengurangan nyeri menjadi nyeri atau ligamentum tanpa
ringan. Menurut Danuatmaja (2004), menyebabkan gerakan atau
pemakaian teknik masase punggung perubahan memperbaiki sirkulasi
pada ibu bersalin normal kala I fase (Mander, 2003). Hal ini sesuai dengan
aktif persalinan ini dapat membantu hasil penelitian bahwa sebagian
menurunkan skala nyeri yang besar ibu bersalin kala I fase aktif
dirasakan ibu bersalin, dengan teknik persalinan yang diberikan tindakan
ini ibu bersalin akan lebih rileks dan masase punggung mengalami
santai sehingga akan mengurangi pengurangan nyeri, walaupun
ketegangan karena dilepaskannya pengurangan skala nyeri ini masih
endorsfine yang dapat membantu bervariasi, bahkan masing-masing
mengurangi skala nyeri pasien dan ada yang tidak berkurang tingkat
menciptakan perasaan nyaman dan nyerinya.
enak (Danuatmaja, 2004). Masase punggung ini
Sedangkan 7 responden masih merupakan sentuhan terapeutik yaitu
mengalami tingkat nyeri sedang meletakkan tangan atau
walaupun sudah dilakukan masase penggunaan tangan untuk secara
punggung. Hal ini kemungkinan sadar melakukan pertukaran energi,
disebabkan karena keefektifan dimana teknik ini dilakukan dengan
masase punggung tergantung pada langkah pemusatan/konsentrasi,
kemampuan pasien untuk menerima pengkajian, terapi, dan evaluasi yang
dan membangkitkan input sensori berlangsung kurang lebih 25 menit
selain nyeri, tingkat nyeri tiap individu (Potter dan Perry, 2006). Menurut
berbeda-beda karena nyeri bersifat Smeltzer dan Bare (2002) masase
sangat subyektif. Teknik masase punggung ini diduga dapat
punggung biasanya berakhir menurunkan persepsi nyeri dengan
mendadak (misalnya saat pemberian menstimulasi system control
atau sentuhan tangan pada desenden, yang mengakibatkan lebih
punggung berakhir). Simkin (1989) sedikit stimulasi nyeri yang
mengamati bahwa efek yang ditransmisikan ke otak. Keefektifan
menguntungkan hanya berlangsung masase punggung tergantung pada
selama masase diteruskan sehingga kemampuan responden untuk
ketika dihentikan nyeri kembali menerima dan membangkitkan input
muncul. Kerugian ini diakibatkan oleh sensori selain nyeri.
proses adaptasi yaitu sistem syaraf Saat ini banyak pasien dan
menjadi terbiasa dengan rangsangan anggota tim kesehatan cenderung
dan organ perasa berhenti berespon. untuk memandang obat sebagai
Hasil dalam konteks ini adalah satu-satunya metode untuk
pengurangan efek masase untuk menghilangkan nyeri. Namun begitu,

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 60


banyak aktivitas keperawatan punggung sebagian besar
nonfarmakologis yang dapat mempunyai nyeri tingkat berat
membantu dalam menghilangkan yaitu 18 atau 51,4% responden.
nyeri, misalnya relaksasi dengan 2. Tingkat nyeri ibu bersalin normal
napas dalam, distraksi, dan masase kala I fase aktif persalinan
punggung. Metode pereda nyeri sesudah dilakukan teknik masase
nonfarmakologis biasanya punggung sebagian besar
mempunyai resiko yang sangat mempunyai nyeri tingkat sedang
rendah. Menurut Potter dan Perry yaitu 20 atau 57,2% responden,
(2006) masase punggung bekerja tingkat nyeri ringan yaitu 25,7%
memberikan pengaruh paling baik atau 9 responden dan tetap
untuk jangka waktu yang singkat, mengalami nyeri berat sebanyak
untuk mengatasi nyeri intensif hanya 17,1% atau 6 responden.
berlangsung beberapa menit, 3. Ada pengaruh masase punggung
misalnya selama pelaksanaan terhadap pengurangan nyeri kala
prosedur invasif atau saat menunggu I fase aktif persalinan pada ibu
persalinan. bersalin normal dengan harga Z
Tindakan masase punggung hitung sebesar -4,456 dengan uji 2
pada saat pasien merasakan nyeri pihak maka nilai signifikansi p
akibat persalinan dapat membantu value sebesar 0,00 dimana P < α
bidan dalam memberikan asuhan 0,05
kebidanan, karena pemberian Saran
masase punggung pada ibu bersalin 1. Bidan
normal kala I fase aktif persalinan ini Hendaknya bidan selalu
dapat meminimalkan efek samping melaksanakan teknik masase
yang muncul dan dengan biaya yang punggung pada ibu bersalin kala
murah. Masase juga membuat ibu I fase aktif persalinan untuk
merasa lebih dekat dengan orang mengurangi rasa nyeri dan
yang merawatnya. Sentuhan mengajarkan kepada keluarga/
seseorang yang peduli dan ingin pendamping.
menolong merupakan sumber 2. Keluarga/pendamping persalinan
kekuatan saat ibu sakit, lelah, dan Membantu memasase punggung
takut. pada ibu bersalin kala I fase aktif
Menurut Danuatmaja (2004), persalinan untuk mengurangi rasa
tindakan pemijatan di daerah nyeri.
punggung dapat menurunkan 3. Untuk Institusi
tekanan darah, memperlambat Memberikan materi perkuliahan
denyut jantung, meningkatkan tentang metode pengurangan
pernapasan, dan merangsang nyeri persalinan secara
produksi hormon endorsfine yang nonfarmakologis khususnya
menghilangkan rasa sakit secara masase punggung supaya civitas
alamiah. Selain itu perasaan santai akademika mampu
dan tenang dapat mengubah tingkat mengaplikasikannya di lahan
oksidasi monoamine yang praktek.
memetabolisme serotonine. Padahal,
serotonine adalah zat kimia yang bisa DAFTAR PUSTAKA
menghilangkan rasa sakit. Dengan Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian
kata lain, relaksasi dan sentuhan bisa Suatu pendekatan Praktik.
membantu menghilangkan rasa sakit. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Balista. Manfaat Pijat atau Masase
KESIMPULAN DAN SARAN untuk Tubuh.
Kesimpulan <http://balistta.blogspot.com/20
1. Tingkat nyeri ibu bersalin normal 11/10/manfaat-pijat-atau-
kala I fase aktif persalinan massage-untuk-tubuh.html> 1
sebelum dilakukan teknik masase Maret 2012

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 61


Bare, B. G., Smeltzer, S. C. (2002). Buku Penanganannya. Jakarta : Trans
Ajar Keperawatan Medikal Info Media.
Bedah Brunner dan Suddarth. Mochtar, R. (1998). Sinopsis Obstetri.
Jakarta : EGC. Jakarta : EGC.
Bobak, I. M.,Lowdermilk, D. L., Jensen, Notoatmodjo, S. (2002). Metodologi
M. D., Perry, S. E. (2004). Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Keperawatan Maternitas edisi 4. Rineka Cipta.
Jakarta : EGC. Nursalam. (2003). Konsep dan
Budiarto, E. (2001). Biostatika untuk Penerapan Metodologi
Kedokteran dan Kesehatan Penelitian Ilmu Keperawatan.
Masyarakat. Jakarta : EGC. Jakarta : SalembaMedika.
Danuatmaja, B., Meiliasari, M. (2004). Potter, P. A., Perry, A. G. (2005).
Persalinan Normal Tanpa Rasa Fundamental Keperawatan.
Sakit. Jakarta : Puspa Swara. Jakarta : EGC.
Gadysa, G. (2009). Persepsi Ibu Prawirohardjo, S. (2005). Ilmu
Tentang Metode Masase. Kebidanan. Jakarta : Yayasan
<http://luluvikar.wordpress.com/ Bina Pustaka Sarwono
2009/08/26/persepsi-ibu- Prawirihardjo.
tentang-metode-massage/. > 1 Rahmadani, F. (2009). Pengaruh Pijat
Maret 2012 Punggung Terhadap Penurunan
Insaffita, S. (2007). Pengaruh Masase Intensitas Nyeri Persalinan Kala I
Punggung untuk Mengurangi Fase Aktif Pada Ibu Primipara.
Nyeri Primigravida Kala I Medan
Persalinan. http://repository.usu.ac.id/bitstre
<http://digilib.umm.ac.id/files/di am/123456789/19508/4/Chapter
sk1/182/jiptummpp-gdl-s1-2007- %20II.pdf Maret 2012
suryainsaf-9064-KTI.pdf.> 1 Maret Sekarmelati, D. Masase. <http://ra-
2012 dewisekarmelati.blogspot.com/
Mander, R. (2003). Nyeri Persalinan. p/masase.html> . 1Maret 2012
Jakarta : EGC. Simkin, P., Whalley, J., Keppler, A.
Manuaba, IBG. (2009). Ilmu (2007). Panduan Lengkap
Kebidanan Penyakit Kandungan Kehamilan, Melahirkan dan Bayi.
dan KB. Jakarta: EGC. Jakarta : Arcan.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk
Penelitian. Bandung : CV
Maryunani, A. (2010). Nyeri Dalam Alvabeta.
Persalinan Teknik dan Cara Sulistyo, Joko. (2010). 6 Hari Jago SPSS
17. Yogyakarta : Cakrawala.

Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 02, Desember 2012 62