Sie sind auf Seite 1von 9

‫إن الحمد لله نحمده‪ ،‬ونستعينه ونستغفره‪ ،‬ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا‪،‬‬

‫من ييهده الله فل مض ل‬


‫ل له‪ ،‬ومن يضللل فل هادي له‪ ،‬وأشهد أن ل إله إل الله وحده ل شريك له‪،‬‬
‫دا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم‬ ‫‪.‬وأشهد أن محم د‬

‫ا ْنحلق ْمِتنقاَلتله ْنوُنل ْنتمِموُمِتلن ْإللل ْنوُأنسنمِتسم ْمِمسسللمِموُنن ﴿‬


‫‪ْ ﴾.‬نيِاَ ْأنييِنهاَ ْالللذيِنن ْآنممِنوُا ْالتمِقوُا ْ ل ن‬

‫ا ْ ﴿‬ ‫ث ْلمسنمِهنماَ ْلرنجاَءل ْنكلثيِءرا ْنوُلننساَءء ْنوُالتمِقوُا ْ ل ن‬


‫حندةَة ْنوُنخلننق ْلمسننهاَ ْنزسوُنجنهاَ ْنوُنب ل‬ ‫نيِاَ ْأنييِنهاَ ْاللناَ مِ‬
‫س ْالتمِقوُا ْنرلبمِكمِم ْالللذيِ ْنخلننقمِكسم ْلمسن ْننسف ةَ‬
‫س ْنوُا ل‬
‫‪ْ ﴾.‬الللذيِ ْنتنساَنءمِلوُنن ْلبله ْنوُاسلنسرنحاَنم ْإللن ْ ل ن‬
‫ا ْنكاَنن ْنعلنسيِمِكسم ْنرلقيِءباَ‬

‫صللسح ْلنمِكسم ْأنسعنماَلنمِكسم ْنوُنيِسغلفسر ْلنمِكسم ْمِذمِنوُنبمِكسم ْنوُنمسن ْمِيِلطلع ْ ل ن‬


‫ا ْنوُنرمِسوُنلمِه ْنفنقسد ْنفاَنز ﴿‬ ‫نيِاَ ْأنييِنهاَ ْالللذيِنن ْآنممِنوُا ْالتمِقوُا ْ ل ن‬
‫ا ْنوُمِقوُمِلوُا ْنقسوُءل ْنسلديِءدا ْ* ْمِيِ س‬
‫﴾ ْنفسوُءزا ْنعلظيِءماَ‬

‫أما بعد‪ :‬فإن أصدق الحديث كتاب الله‪ ،‬وخير الهدي هدي‬

‫محمد صلى الله عليه وسلم‪ ،‬وشر المور محدثاتها‪ ،‬وكل محدثة بدعة‪ ،‬وكل بدعة ضللة‪ ،‬وكل‬
‫‪.‬ضللة في النار‬

‫‪Kaum muslimin,‬‬

‫‪Khotib mewasiatkan kepada diri khotib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa‬‬
‫‪kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan menjaganya. Allah akan‬‬
‫‪menunjukinya kepada jalan yang terbaik di dunia dan akhirat.‬‬

‫‪Ibadallah,‬‬

‫‪Di zaman sekarang ini banyak hal-hal yang membuat dada kita sesak. Kita temui begitu banyak‬‬
‫‪peristiwa yang kita harapkan tidak semestinya terjadi. Namun kita saksikan hal itu hampir‬‬
‫‪menjadi peristiwa harian. Khususnya terkait masalah pendidikan anak. Kita saksikan, betapa‬‬
‫‪banyak para orang tua dan wali menyia-nyiakan amanah terhadap anaknya. Padahal amanah‬‬
‫‪anak adalah amanah yang besar. Khianat dalam amanah ini, merupakan sebesar-besar bentuk‬‬
‫‪pengkhianatan. Allah Ta’ala berfirman,‬‬
‫ا ْنوُاللرمِسوُنل ْنوُنتمِخوُمِنوُا ْأننماَنناَلتمِكسم ْنوُأنسنمِتسم ْنتسعنلمِموُنن‬
‫نيِاَ ْأنييِنهاَ ْالللذيِنن ْآنممِنوُا ْنل ْنتمِخوُمِنوُا ْ ل ن‬

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad)
dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang
kamu mengetahui.” [Quran Al-Anfal: 27].

diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

‫عي لت لهل‬
‫ن ير ل‬ ‫ؤو ل‬
‫ل عي ن‬ ‫س ؤ‬
‫م ن‬ ‫ ويك ؤل لك ؤ ن‬،‫م يراعع‬
‫م ي‬ ‫ك ؤل لك ؤ ن‬

“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang
dipimpinnya.”

Diriwayatkan oleh at-Turmudzi dan dishahihkan oleh al-Albani dari Anas bin Malik radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫عاهؤ أحفظ أم ضيع حتى يسأل الرجل عن أهل بيته‬


‫ست ينر ي‬
‫ما ا ن‬ ‫ل كؤ ل‬
‫ل يراعع ع ي ل‬ ‫سائ ل ل‬ ‫ن الل ل ي‬
‫ه ي‬ ‫إل ل‬

“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang ia pimpin.
Apakah ia menjaga atau menyia-nyiakan (yang dipimpinnya). Sampai seseorang ditanya tentang
keluarganya (istrinya).”

Jika demikian, bukankah ini sebuah permasalah serius? Yang layak untuk kita perhatikan. Ini
adalah amanah dari Allah. Tanggung jawab seorang kepala keluarga adalah menjaga anggota
keluarganya dari api neraka. Dan menjauhkan mereka dari seluruh jalan yang dapat
menghantarkan ke arah sana. Allah Ta’ala berfirman,
‫ة لغيل ل‬ ‫ميلئ لك ي ل‬ ‫ي‬ ‫مؤنوا ؤقوا أ ين ن ؤ‬ ‫ي‬
‫داد ل‬
‫ش ي‬
‫ظ ل‬ ‫جايرة ؤ ع يل يي نيها ي‬ ‫س يوال ن ل‬
‫ح ي‬ ‫ها اللنا ؤ‬ ‫م ويأهنلليك ؤ ن‬
‫م ينادرا ويؤقود ؤ ي‬ ‫سك ؤ ن‬
‫ف ي‬ ‫نآ ي‬ ‫ييا أي ليها ال ل ل‬
‫ذي ي‬
‫ي‬
‫ن‬
‫مؤرو ي‬ ‫ما ي ؤؤ ن ي‬ ‫فعيؤلو ي‬
‫ن ي‬ ‫م ويي ي ن‬
‫ميرهؤ ن‬ ‫ما أ ي‬‫ه ي‬ ‫ن الل ل ي‬ ‫يل ي يعن ؤ‬
‫صو ي‬

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan.” [Quran At-Tahrim: 6].

Coba renungkan, misalnya salah seorang kita diamanahkan untuk memegang uang sosial hasil
dari penggalangan dana. Kita pegang uang tersebut dan kita perhatikan. Kita sangat takut kalau
apa yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah nominal uang yang nanti akan dihitung. Lalu
bagaimana dengan amanah dari Allah berupa anak-anak? Apakah kita tidak memperhatikan
mereka dengan mendidik dan mengasuh mereka? Padahal tidak amanah dalam permasalahan
ini merupakan sebesar-besar bentuk khianat.

Oleh karena itu, merupakan bentuk kelalaian yang besar, seseorang curang, zhalim, dan khianat
dalam permasalahan ini. Diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

‫ة‬ ‫ه ع يل يي نهل ال ن ي‬
‫جن ل ي‬ ‫م الل ل ؤ‬ ‫عي لت لهل إ لل ل ي‬
‫حلر ي‬ ‫ش ل لير ل‬ ‫ت ويهؤوي ي‬
‫غا ش‬ ‫مو ؤ‬
‫م يي ؤ‬
‫ت ي يون ي‬
‫مو ؤ‬
‫ة يي ؤ‬
‫عي ل د‬ ‫عيهل الل ل ؤ‬
‫ه ير ل‬ ‫ست ينر ل‬
‫ن ع يب ند ع ي ي ن‬
‫م ن‬
‫ما ل‬
‫ي‬

“Tidak ada seorang hamba yang Allah memberikan kekuasaan kepadanya mengurusi rakyat
(orang yang ia tanggung), pada hari dia mati itu dia menipu mereka, kecuali Allah haramkan
surga atasnya. (HR. Muslim, no. 142).

Ibadallah,

Apa pendapat Anda tentang seseorang yang curang terhadap rakyatnya? Kepala rumah tangga
memiliki rakyat yaitu istri dan anak-anaknya. Kepala rumah tangga itu tidak memerintahkan
anak-anak mereka untuk shalat. Tidak melarang mereka dari yang mungkar. Bahkan ia
menjadikan rumahnya tanpa bimbingan. Ia sia-siakan anak-anaknya. Padahal Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda tentang orang-orang yang demikian,
‫ة‬ ‫ه ع يل يي نهل ال ن ي‬
‫جن ل ي‬ ‫م الل ل ؤ‬ ‫عي لت لهل إ لل ل ي‬
‫حلر ي‬ ‫ش ل لير ل‬ ‫ت ويهؤوي ي‬
‫غا ش‬ ‫مو ؤ‬
‫م يي ؤ‬
‫ت ي يون ي‬
‫مو ؤ‬
‫يي ؤ‬

“Pada hari dia mati itu dia menipu mereka, kecuali Allah haramkan surga atasnya.”

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Betapa banyak orang tua mencelakakan anak-
anak mereka. Menghancurkan perasaan mereka di dunia dan akhirat. Para orang tua itu menyia-
nyiakan dan tidak membimbing mereka. Tidak memperhatikan keinginan mereka. Tapi mereka
menyangka telah memuliakan sang anak, padahal hakikatnya ia menghinakannya. Ia menyangka
menyayanginya, padahal menzhaliminya. Ia telah kehilangan kemanfaat dari anaknya. Ia telah
kehilangan kebaikan di dunia dan akhirat.”

Ibadallah,

Ini adalah musibah umat ini. Musibah karena keadaan generasi muda umat. Musibah karena
bibit-bibit masa depan, kekuatan, dan harapan umat menjadi generasi yang tidak terbimbing.
Mereka tidak perhatian dengan shalat. Jauh dari masjid. Merokok. Berkumpul dalam kerusakan.
Menyia-nyiakan waktu dalam permainan dan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Sesungguhnya negeri kita ini, telah menjadi sasaran para pemangsa dan sekutu-sekutunya.
Mereka telah menyiapkan rencana untuk menguasainya. Mereka gunakan segala wasilah untuk
membuat lemah dan rapuh negara. Mereka masukkan acara-acara televisi yang tidak
bermanfaat. Website-website yang merusak karakter keislaman dan kebangsaan. Sementara
generasi muda kita tenggelam dalam perangkap tersebut. Di sisi lain, orang tua tidak memainkan
peranan mereka dengan sebaik-baiknya.

Ibadallah,

Sesungguhnya kita benar-benar perlu bangkit dan menyadari kesalahan kita. Kita telah membuat
generasi muda kita ini sia-sia. Sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang lemah.
Sesungguhnya tidak perhatian dan tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat
dalam kehidupan, menghantarkan kita pada keburukan dan kerugian.
Ibadallah,

Untuk memperbaiki hal ini, kita harus benar-benar sadar akan pentingnya memperhatikan anak.
Dan betapa bahayanya menelantarkan mereka dalam pengasuhan ini. Kemudian setelah
menyadarinya, barulah kita menempuh usaha ril. Yang paling utama adalah mendoakan mereka.
Mendoakan mereka agar menjadi anak yan baik, mendapatkan hidayah, dan memperoleh
banyak kebaikan. Teladanilah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, ia mendoakan keturunannya.

‫عالء‬ ‫قب ل ن‬
‫ل دؤ ي‬ ‫ن ذ ؤرري للتي يرب لينا ويت ي ي‬ ‫صيلةل وي ل‬
‫م ن‬ ‫م ال ل‬
‫قي ي‬ ‫جعيل نلني ؤ‬
‫م ل‬ ‫با ن‬
‫ير ر‬

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya
Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [Quran Ibrahim: 40].

Demikian juga Ibradurrahman, mereka berdoa kepada Allah, agar Dia mengaruniakan kepada
mereka keturunan yang menyenangkan hati.

‫ي‬ ‫قوؤلون ربنا هيب ل ينا م ي‬


‫ما‬
‫ما د‬
‫ن إل ي‬
‫قي ي‬ ‫جعيل نينا ل لل ن ؤ‬
‫مت ل ل‬ ‫جينا ويذ ؤررليات لينا قؤلرة ي أع ني ؤ ع‬
‫ن يوا ن‬ ‫ن أنزيوا ل‬
‫ن ي ل ن‬ ‫ي ي لي‬ ‫ن يي ؤ‬ ‫يوال ل ل‬
‫ذي ي‬

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami
dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang
yang bertakwa.” [Quran Al-Furqan: 74].

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, dan dihasankan oleh al-
Albani, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“‫مظ نؤلوم ل‬
‫سافلرل ويد يع نوية ؤ ال ن ي‬ ‫وال لد ل ويد يع نوية ؤ ال ن ؤ‬
‫م ي‬ ‫ن د يع نوية ؤ ال ن ي‬ ‫ش ل‬
‫ك لفيهل ل‬ ‫تلي ي‬
‫جايبا ل‬
‫ست ي ي‬
‫م ن‬
‫ت ؤ‬
‫وا ع‬ ‫“ث يل ي ؤ‬.
‫ث د يع ي ي‬

“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang
yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi.”

Cara lainnya untuk mendidik anak adalah menunjukkan kasih sayang dan lemah lembut terhadap
mereka. Menjaga komunikasi dengan mereka. Betapa banyak masalah anatara orang tua dan
anak disebabkan karena orang tua kurang meluangkan waktu bersama mereka. Ngorbol dan
menunjukkan kasih sayang pada mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang
perbuatan kasar terhadap anak-anak. Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

ْ ‫ُ ْإللن ْللسي‬:‫س ْاللتلمسيِلميي ْنجاَللءساَ ْنفنقاَنل ْالنسقنرمِع‬ َ‫ا ْنعنلسيِله ْنوُنسللنم ْاسلنحنسنن ْسبنن ْنعلليي ْنوُلعسنندمِه ْالنسقنرمِع ْسبمِن ْنحاَلب ة‬ ِ‫صللىَّ ْ م‬ ‫ا ْ ن‬ ‫نقلبنل ْنرمِسسوُمِل ْ ل ل‬
‫ُ ْنمسن ْ ن‬:‫ا ْنعنلسيِله ْنوُنسللنم ْمِثلم ْنقاَنل‬
‫ل ْنيِسرنحمِم ْ ن‬
‫ل ْمِيِسرنحمِم‬ ِ‫صللىَّ ْ م‬‫ا ْ ن‬‫ ْنفنننظنر ْإلنلسيِله ْنرمِسسوُمِل ْ ل ل‬.‫ت ْلمسنمِهسم ْأننحءدا‬
ِ‫نعنشنرءة ْلمنن ْاسلنوُنللد ْنماَ ْنقلبسل م‬

Rasulullahْ shallallahuْ ‘alaihi wa sallam pernah mencium Hasan bin Ali. Saat itu, di sisi beliau
ada Aqra’ bin Haabis at-Tamimiy sedang duduk. Aqra’ berkata, “Aku mempunyai sepuluh orang
anak tidak pernah aku mencium seorang pun di antara mereka.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh pada Aqra’ kemudian bersabda, “Barangsiapa
yang tidak penyayang pasti tidak akan disayang.”

Ibadallah,

Di antara metode dalam mendidik anak adalah membiasakan mereka dengan sesuatu yang baik
sejak kecil. Karena kebiasaan baik sejak kecial, setahap demi setahap, akan membuat biasa
melakukan kebaikan-kebaikan ketika tumbuh dewasa. Dan jangan lupa, orang tua hendaknya
menjadi teladan dalam kebaikan tersebut. Jangan sampai orang tua menyelisihi apa yang ia
katakan keapda anaknya.

Kemudian membiasakan mereka tidak menyukai kemaksiatan dan pelakunya. Membuat mereka
cinta pada ketaatan dan orang-orang yang taat. Sehingga anak akan terbiasa dalam hal tersebut.
Membiasakan mereka mencitai orang baik, ulama, dan orang-orang shaleh. Memuliakan mereka
dan menghormati mereka, sehingga anak pun akan meneladani perbuatan demikian.
Kemudian kita membenci maksiat dan ahli maksiat. Jika melihat suatu perkara maksiat atau
mereka melihat gambar-gambar, mendengar musik, atau perbuatan dosa lainnya, langsung
ingkari perbuatan tersebut. Agar mereka paham kalau hal tersebut tercela.

Ibadallah,

Bersungguh-sungguhlah dalam menasihati dan membimbing anak-anak Anda. Selalu perhatikan


mereka. Sertai ucapan kita dengan praktik langsung dari kita. Perhatikan kemana mereka pergi,
siapa teman mereka, bagaimana keadaan mereka di sekolah, apa yang mereka baca, dengar, dan
tonton. Tentu hal ini dilakukan dengan bijak, agar anak tidak merasa terkekang.

‫ وأدرل الدائرة‬،‫ده في نحره‬


‫ واجعل كي ي‬،‫م من أراد أبناء المسلمين بسوء فاشغله في نفسه‬
‫الله ل‬
‫عليه‬.

‫ ْأقوُل ْماَ ْسمعتم ْوُاستغفر ْا ْلي ْوُلكم‬.

Khutbah Kedua:

ْ ‫ ْله ْالحمد ْفي ْالخرة‬،‫ ْوُأشهد ْال ْاله ْال ْا ْوُحده ْل ْشريِك ْله‬،ْ َّ‫الحمد ْل ْوُكفىَّ ْوُسلم ْعلىَّ ْعباَده ْالذيِن ْاصطفى‬
ْ ‫وُالوُلىَّ ْوُاشهد ْأن ْمحمد ْعبده ْوُرسوُله ْالمصطفىَّ ْوُخليِله ْالمجتبىَّ ْصلىَّ ْا ْعليِه ْوُعلىَّ ْآله ْوُأصحاَبه ْوُمن ْبهداهم‬
‫ ْاهتدى ْوُسلم ْتسليِماَ ْكثيِرا‬.

‫أماَ ْبعد‬

Ayyuhalْ muslimun,

Bertakwalahْ kepadaْ Allahْ denganْ sebenar-benarْ takwa.

Ibadallah,
Diْ eraْ sekarangْ ini,ْ tanggungْ jawabْ paraْ orangْ tuaْ lebihْ besarْ lagi.ْ Perhatianْ danْ
usahaْ merekaْ dalamْ memperhatikanْ danْ membimbingْ anakْ mendapatkanْ tantanganْ
yangْ lebihْ besarْ danْ berat.ْ Karenaْ saatْ iniْ segalaْ wasilahْ yangْ dapatْ menghantarkanْ
anak-anakْ kepadaْ keburukanْ begituْ terbuka.ْ Diْ rumah,ْ merekaْ bisaْ melihatْ segalanyaْ
denganْ internetnْ diْ handphoneْ danْ komputer.ْ Diْ luar,ْ merekaْ berhadapanْ denganْ
pergaulanْ yangْ membuatْ kitaْ khawatir.

Tapi,ْ hendaknyaْ paraْ orangْ tuaْ janganْ berputusْ asa.ْ Teruslahْ berdoa.ْ Memintaْ kepada
Allahْ penjagaan.ْ Karenaْ Dialahْ sebaik-baikْ yangْ menjagaْ anak-anakْ kita.

Paraْ orangْ tuaْ jugaْ hendaknyaْ menyibukkanْ anak-anakْ merekaْ denganْ hal-halْ yangْ
bermanfaatْ danْ didikْ merekaْ untukْ mencintaiْ halْ tersebut.ْ Mudah-mudahanْ Allahْ Ta’ala
menjaga anak-anak kita.

Wahai para ayah,

Jauhkan anak Anda dari teman-teman yang buruk. Karena teman akan menarik mereka kepada
kebiasaan buruk tersebut. Jauhkan dari anak rokok, didik mereka tentang bahaya narkoba, jauhi
perzinahan dan jalan yang dapat mengantarkan kepadanya. Sekali lagi, perhatikan teman-teman
mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫ي‬
‫خال ل ؤ‬
‫ل‬ ‫ن يؤ ي‬
‫م ن‬
‫م ي‬ ‫خلليل لهل فيل ني ين نظ ؤنر أ ي‬
‫حد ؤك ؤ ن‬ ‫ن ي‬ ‫ي‬ ‫ال ن ي‬
‫منرؤء ع يلى لدي ل‬

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa
yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud dan selainnya).

Ibadallah,

Di hari Jumat ini, kita dianjurkan untuk banyak-banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Allah juga memerintahkan kita untuk mengucapkan shalawat
‫‪dan salam kepada beliau. Sebagaimana firman-Nya,‬‬

‫ي‬
‫ما‬
‫سللي د‬ ‫سل ر ؤ‬
‫موا ت ي ن‬ ‫صللوا ع يل يي نهل وي ي‬
‫مؤنوا ي‬
‫نآ ي‬ ‫ي ييا أي ليها ال ل ل‬
‫ذي ي‬ ‫ن ع ييلى الن لب ل ر‬
‫صللو ي‬ ‫ملئ لك يت ي ؤ‬
‫ه يؤ ي‬ ‫ن الل ل ي‬
‫ه وي ي‬ ‫إل ل‬

‫‪“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang‬‬
‫”‪beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.‬‬
‫‪[Quran Al-Ahzab: 56].‬‬

‫مي ند ل‬‫ح ل‬ ‫ك ي‬ ‫م إ لن ل ي‬‫ل إ لب نيراه لي ن ي‬ ‫م ويع ييلى آ ل‬ ‫ت ع ييلى إ لب نيراه لي ن ي‬ ‫صل يي ن ي‬‫ما ي‬ ‫مد ع ك ي ي‬ ‫ح ل‬‫م ي‬ ‫ل ؤ‬ ‫مد ع ويع ييلى آ ل‬‫ح ل‬ ‫م ي‬ ‫ل ع ييلى ؤ‬ ‫ص ر‬ ‫م ي‬ ‫يالل لهؤ ل‬
‫مي ند ل‬ ‫ح ل‬ ‫ك ي‬ ‫م إ لن ل ي‬ ‫ل إ لب نيراه لي ن ي‬‫م ويع ييلى آ ل‬ ‫ت ع ييلى إ لب نيراه لي ن ي‬ ‫ما يبايرك ن ي‬ ‫مد ع ك ي ي‬ ‫ح ل‬‫م ي‬ ‫ل ؤ‬ ‫مد ع ويع ييلى آ ل‬ ‫ح ل‬ ‫م ي‬ ‫ك ع ييلى ؤ‬ ‫جي ند ل ‪ ،‬وييبارل ن‬ ‫م ل‬ ‫ي‬
‫ن‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ل‬
‫ق‪،‬‬ ‫فاؤرون ل‬ ‫مير ال ي‬ ‫ق ‪ ،‬ويع ؤ ي‬ ‫صد ري ن ل‬‫ي ب يكرل ال ر‬ ‫ن أب ل ن‬ ‫مهند لي لي ن ي‬‫مةل ال ي‬ ‫ن الئ ل ل‬ ‫شد لي ن ي‬ ‫فالء اللرا ل‬ ‫خل ي‬ ‫ن ال ؤ‬ ‫م عي ل‬ ‫ض اللهؤ ل‬ ‫جي ند ل ‪ .‬يوانر ي‬ ‫م ل‬‫ي‬
‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬
‫ن‬
‫ن اليتاب لعلي ن ي‬ ‫ن‪ ،‬ويع ي ل‬ ‫معلي ن ي‬ ‫ج ي‬
‫حاب يةل أ ن‬ ‫ص ي‬ ‫ن ال ل‬ ‫م عي ل‬ ‫ض اللهؤ ل‬ ‫ن ع يللي‪ ،‬يوانر ي‬ ‫سن يي ن ل‬‫ح ي‬ ‫ن‪ ،‬ويألبي ال ي‬ ‫ن ذ لين الن ؤونيري ن ل‬ ‫ما ي‬ ‫ويع ؤث ن ي‬
‫ي‬ ‫ي‬ ‫سا ع ي‬
‫ن‬
‫مي ن ي‬ ‫م الك نير ل‬ ‫ك ييا أك نير ي‬ ‫سان ل ي‬ ‫ح ي‬ ‫ك ويإ ل ن‬‫م ي‬ ‫ك ويك يير ل‬ ‫من ر ي‬ ‫م بل ي‬ ‫معيهؤ ن‬ ‫ن‪ ،‬ويع يلنا ي‬ ‫ن إ للى ي يونم ل الد ري ن ل‬ ‫ح ي‬ ‫م ب لإ ل ن‬ ‫ن ت يب لعيهؤ ن‬
‫م ن‬‫‪.‬وي ي‬

‫ك ْ‬‫نالللمِهلم ْأنلعلز ْاللسسنلنم ْنوُاسلمِمسسلللمسيِنن ْ‪ْ ،‬نالللمِهلم ْأنلعلز ْاللسسنلنم ْنوُاسلمِمسسلللمسيِنن ْ‪ْ ،‬نالللمِهلم ْأنلعلز ْاللسسنلنم ْنوُاسلمِمسسلللمسيِنن ْ‪ْ ،‬نوُأنلذلل ْاللشسر ن‬
‫صللسح ْأنلئلمنتنناَ ْنوُمِوُنلنة ْ‬ ‫ب ْالنعاَنللمسيِنن ْ‪ْ ،‬نالللمِهلم ْآلملناَ ْلفي ْأنسوُنطاَلننناَ ْنوُأن س‬
‫نوُالمِمسشلرلكسيِنن ْ‪ْ ،‬نوُنددمسر ْأنسعندانء ْالددسيِنن ْ‪ْ ،‬نوُاسحلم ْنحسوُنزنة ْالددسيِلن ْنيِاَ ْنر ل‬
‫ضىَّ ْ‬ ‫ب ْنوُنتسر ن‬ ‫ح ي‬ ‫ب ْالنعاَنللمسيِنن ْ‪ْ ،‬نالللمِهلم ْنوُدفسق ْنوُللني ْأنسملرنناَ ْللنماَ ْمِت ل‬
‫ك ْنيِاَ ْنر ل‬ ‫ك ْنوُالتنبنع ْلر ن‬
‫ضاَ ن‬ ‫أ مِمِمسوُلرنناَ ْنوُاسجنعسل ْلوُنلنيِنتنناَ ْلفسيِنمسن ْنخاَنف ن‬
‫ك ْنوُالتنقاَ ن‬
‫نوُأنلعسنمِه ْنعنلىَّ ْاللبدر ْنوُالنتسقنوُى ْنوُنسلدسدمِه ْلفي ْأنسقنوُاللله ْنوُأنسعنماَللله ْنيِاَ ْنذا ْالنجنللل ْنوُاللسكنرالم ْ‪ْ ،‬نالللمِهلم ْنوُدفسق ْنجلمسيِنع ْمِوُنلنة ْأنسملر ْالمِمسسلللمسيِنن ْللسلنعنملل‬
‫لبلكنتاَلبنك ْنوُادتنباَلع ْمِسلننة ْننلبديِنك ْصلىَّ ْا ْعليِه ْوُسلم ْ‪ْ ،‬نوُاسجنعسلمِهسم ْنرسأنفءة ْنعنلىَّ ْلعنباَلدنك ْالمِم سؤلملنسيِنن‬

‫ا ْأنسكنبمِر ْنوُ ل مِ‬


‫ا ْنيِسعلنمِم ْنماَ ْنت س‬
‫صننمِعوُنن‬ ‫م ‪ْ (ْ ،‬نوُلنلذسكمِر ْ ل ل‬ ‫شك ؤؤرونه ؤ ع ييلى ن لعي ل‬
‫مهل ي يزلد نك ؤ ن‬ ‫عيباد ي اللهل ‪ :‬ا ؤذ نك ؤؤرنوا الل ي‬
‫ه ي يذ نك ؤنرك ؤ ن‬
‫م ‪ ،‬يوا ن‬ ‫ل‬