Sie sind auf Seite 1von 7

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP DURASI

KEMBALINYA PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI


SECTIO CAESARIA RUANG FLAMBOYAN DI RSUD MARDI WALUYO
BLITAR
Imam Aprianto1), Ika Cahyaningrum2), Yuyud Wahyudi3)
1)
Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, STIKes Widya Cipta Husada Malang, Imam Aprianto
Email : imamaprianto96@gmail.com
2)
Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, STIKes Widya Cipta Husada Malang, Ika Cahyaningrum
Email : ikacahyaku@gmail.com
3)
Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, STIKes Widya Cipta Husada Malang, Yuyud Wahyudi
Email : kianishtar@gmail.com

ABSTRACT
Surgery or surgery is anmedical treatment invasive that is performed to diagnose or treat disease,
injury , or deformity of the body. Surgery will injure tissue that can cause physiological changes in the body
and affect other organs. Most of the SC usingsurgery. anasteri spinal Spinal anesthesia is regional anesthesia
techniques by means of the injection of local anesthetic into the subarachnoid space, analgesia high specific
dermatomes. Spinal anesthesia effects on intestinal peristalsis paralysis will take place on postoperative SC
up to 12-24 hours so that the patient is not allowed to consume food before recovering peristaltic
characterized by hearing the bowel. This study design using this type of research quasy experiment study
designwithmethod. purposive sampling There are 12 respondents were divided into 2 groups: 6 respondents
to a control group and 6 respondents were given the experimental group intervention chewing gum.test
results IndependentSimple T Test showed that there are differences in the duration of the return of intestinal
peristalsis. it is characterized by significant values (Sig = 0.027). conclusions of this study is there are
differences in the duration of the return of intestinal peristalsis.

Keywords: Chewing Gum, Seksio Caesaria (SC), Peristaltic Intestine

ABSTRAK
Operasi atau pembedahan adalah suatu penanganan medis secara invasive yang dilakukan untuk
mendiagnosa atau mengobati penyakit, injuri, atau deformitas tubuh. Tindakan pembedahan akan
mencederai jaringan yang dapat menimbulkan perubahan fisiologis tubuh dan mempengaruhi organ tubuh
lainnya. Sebagian besar operasi SC menggunakan anasteri spinal. Anastesi spinal yaitu teknik anastesi
regional dengan cara penyuntikan obat anastesi local kedalam ruang subaraknoid, analgesia setinggi
dermatom tertentu.Efek anastesi spinal pada kelumpuhan peristaltik usus akan berlangsung pada pasca
operasi SC hingga 12-24 jam sehingga pasien belum diperbolehkan mengkonsumsi makanan sebelum
peristaltik pulih yang ditandai dengan terdengarnya bising usus. Desain penelitian ini menggunakan jenis
penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan penelitian metode Purposive Sampling.Terdapat 12 responden
yang dibagi 2 kelompok yaitu 6 responden menjadi kelompok kontrol dan 6 responden menjadi kelompok
eksperimen yang diberikan intervensi mengunyah permen karet. Hasil uji Independen Simple T Test
menunjukkan bahwa ada perbedaan durasi kembalinya peristaltik usus .hal tersebut ditandai dengan nilai
signifikan (Sig=0.027). kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan durasi kembalinya
peristaltik usus.

Kata Kunci : Permen Karet, Seksio Caesaria (SC), Peristaltik Usus

1
2

PENDAHULUAN melakukan operasi seksio sesaria (SC) diperoleh


pada bulan Desember 2016 memiliki jumlah 25
Pembedahan merupakan cara dokter untuk pasien post op SC, pada bulan Januari 2017
mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin jumlah pasien post op SC mencapai 22 pasien,
disembuhkan hanya dengan obat-obatan dan pada bulan Februari 2017 jumlah pasien post
sederhana dan menjaditerapi pilihan pada op SC sebanyak 26 pasien. Berdasarkan
berbagai kondisi[1].Operasi atau pembedahan wawancara yang dilakukan kepada kepala ruangan
adalah suatu penanganan medis secara invasive diperoleh tindakan non farmakologis yang
yang dilakukan untuk mendiagnosa atau dilakukan oleh perawat pada pasien post operasi
mengobati penyakit, injuri, atau deformitas tubuh. SC pada ruang Flamboyan adalah mobilisasi
Tindakan pembedahan akan mencederai jaringan dengan cara setelah pasien sadar dan pasien dapat
yang dapat menimbulkan perubahan fisiologis berorientasi dengan baik pasien diharuskan
tubuh dan mempengaruhi organ tubuh mobilisasi (miring kiri dan miring kanan), namun
lainnya[2].Pada pasien yang akan dilakukan dengan tindakan mobilisasi ini pasien tidak dapat
tindakan pembedahan harus dilakukan anestesi[1]. melakukannya dengan sempurna dikarenakan
Anestesi adalah suatu keadaan narkosis, analgesia, posisi luka operasinya dan menyebabkan nyeri
relaksasi, dan hilangnya refleks yang dapat walaupun kembalinya peristaltik usus dan flatus
diberikan dengan cara inhalasi, parenteral, atau pertama kali ±10 jam setelah post operasi seksio
kombinasi. Dengan ditemukannya anestesi dan sesaria. Selaras dengan peran perawat sebagai
berkembangnya gas anestetik yang lebih aman peneliti, advokad, dan kolaborasi. Peneliti ingin
memudahkan ahli bedah untuk melakukan mengetahui pengaruh mengunyah permen karet
prosedur pembedahan dalam waktu yang lebih terhadap durasi kembalinya peristaltik usus pada
lama dan anestesi berpengaruh terhadap seluruh pasien post op SC, dari hasil penelitian ini
sistem fisiologi tubuh, terutama mempengaruhi diharapkan menjadi masukan bagi perawat dalam
sistem saraf pusat, sistem sirkulasi dan respiratori. memberikan alternatif atau intervensi tambahan
Efek anestesi akan memperlambat motilitas untuk mempercepat kembalinya peristaltik usus
gastrointestinal dan menyebabkan muntah [3] pada pasienpost op SC.
Berdasarkan World Health Organization Beberapa treatment saat ini telah
(WHO), standar rata-rataoperasi sectio caesareadi dilakukan untuk mempersingkat terjadinya
sebuahNegara yaitu sekitar 5-15%.Presentase postoperative ileus, salah satunya adalah
operasi sectio caesarea diIndonesia sekitar 5%, di penggunaan NGT bertujuan untuk mengurangi
rumah sakitpemerintah rata-rata 11%, sementaradi distensi dari abdomen pasca pembedahan,
rumah sakit swasta bisa lebih dari30%. Angka mencegah terjadinya aspirasi apabila terjadi
kematian ibu di Indonesiamasih sangat muntah.Pemberian nutrisi baik secara oral
tinggi.Menurut Survey Demografi dan Kesehatan maupun enteral sedini mungkin, melakukan
Indonesia(SDKI), Angka Kematian Ibu(AKI) di mobilisasi secara dini [4]. Treatment memberikan
Indonesia masih 359 per 100.000 kelahiran nutrisi secara oral maupun enteral pada saat bising
hidup.Sebagian besar kematian ibu (60%) terjadi usus mulai terdengar merupakan memiliki
selama nifas yakni masa sesudah bersalin sampai kelemahan dimana dilaporkan bahwa pada
6-8 minggu, setelah alat-alat kandungan pulih intervensi ini kejadian kembung, mual dan
kembali. Tercatat dari 17.665 angka kelahiran muntah paling banyak dialami oleh pasien yang
terdapat 35,7%-55,3% ibu melahirkan dengan tidak toleran terhadap adanya makanan dalam
proses section caesarea di Jawa Timur. AKI pada lambungnya [5]Mengunyah permenkaretadalah
tahun 2012 sebesar 97,4 per 100.000 kelahiran suatu treatment yang dipercayamemberikan
hidup di Jawa Timur. Jumlah tersebut mengalami hasildalammenstimulasi usushalusuntuk
penurunan dari tahun 2011 yaitu sebesar 104 per kembalibekerjanormalkembali pasca pembedahan.
100.000 kelahiran hidup (Dinkes Jawa Timur, Mengunyah permenkaret
2012).Berdasarkan studi pendahuluan yang adalahsuatuprosessepertimakandimana adamassa
dilakukan oleh peneliti pada tanggal 20 Maret didalammulut, adaproses mengunyah. Mekanisme
2017 sampai dengan 25 Maret 2017 melalui vagalcholinergic (parasimpatis) menstimulasi
wawancara kepada perawat ruang Flamboyant saluranpencernaan,halini samadengan
(ruang nifas) RSUD Mardi Waluyo Blitar. Pada prosesmakan secaraoral, namunsecarateori, proses
ruang Flamboyan didapatkan data yang inilebih jarang menimbulkan respon muntah pada
3

pasien danmencegahterjadinyaaspirasi(Suranto, normal atau tidak normal dan Uji Statistik


A. 2011).Berdasarkan penelitian terdahulu yang Independen Simple T Testuntuk menggetahui
dilakukan oleh Thomas, T. et al di india (2016). perbedaan antara kelompok control dan kelompok
Diperoleh Pada kelompok eksperimen mayoritas eksperimen. Etika penelitian meliputi Right to full
sampel, yaitu, 10 (66,7%) mengalami kembalinya disclosure (hak untuk mendapat jaminan dari
bising usus 24 jam setelah dilakukan bedah perlakuan yang diberikan, Informed consent
abdomen sedangkan pada kelompok kontrol data (lembar persetujuan), Anonymity (tanpa nama),
menunjukkan bahwa 8 sampel (53,3%) bising Confidentiality (kerahasiaan).
usus kembali setelah 32 jam pasca
pembedahan.Dalam kelompok eksperimen, data HASIL DAN PEMBAHASAN
yang mengungkapkan bahwa 10 sampel (66,7%) a. Motilitas usus pasien setelah operasi sectio
mengalami flatus pertama 24 jam setelah operasi caesariadi ruang Flamboyan RSUD Mardi
perut, sedangkan pada kelompok kontrol, Waluyo Blitar
mayoritas sampel yaitu, 9 (60% ) melewati flatus
Tabel 4.1 : Hasil ObservasiDurasi Kembalinya Peristaltik
pertama pada 32 jam setelah operasi Usus Pada Pasien Post Operasi SC
perut.Mayoritas sampel di kedua kelompok, yaitu, Durasi kembalinya peristaltik usus
No
9 (60,0%) mengalami kembalinya nafsu makan 24 responden
Kelompok Kelompok
jam post operasi. Kontrol Eksperimen
Berdasarkan latar belakang tersebut dan 1 11 jam 10 jam
2 13 jam 12 jam
hasil studi pendahuluan di RSUD Mardi Waluyo 3 13 jam 11 jam
Blitar di ruang Flamboyan tentang jumlah pasien 4 12 jam 10 jam
dan tindakan non farmakologis yang dilakukan 5 14 jam 10 jam
diruangan maka peneliti tertarik melakukan 6 11 jam 11 jam
Total 74 jam 64 jam
penelitian tentang “apakah ada pengaruh
Rata-rata 12jam 11 jam
mengunyah permen karet terhadap durasi Sumber : Data Primer Pada Tanggal 20 mei – 17 Juni 2017
kembalinya peristaltik usus pada pasien post Diketahui waktu yang paling cepat
operasi sectio caesaria di ruang Flamboyan pada kelompok kontrol adalah 14 jam dan
RSUD Mardi Waluyo Blitar”. durasi yang paling lambat adalah 11 jam
dengan nilai rata-rata kembalinya peristaltik
METODE PENELITIAN usus adalah 12 jam. Padakelompok
Jenis penelitian yang digunakan dalam eksperimen durasi yang paling cepat adalah
penelitian ini adalah Pre Eksperimen dengan 10 jam dan durasi yang paling lambat adalah
rancangan penelitian metode Intact Group 12 jam dengan nilai rata-rata kembalinya
Comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah peristaltik usus adalah 11 jam. Hasil
seluruh pasien post op SCdiruang Flamboyan observasi yang didapat antara kedua
RSUD Mardi Waluyo Blitar 3 bulan terakhir kelompok mempunyai selisih 1 jam namun
sejumlah99 orang.Pengambilan sampel durasi kembalinya peristaltik usus kedua
menggunakan Purposive Samplingyang sesuai kelompok masih dalam batas normal.
dengan kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 12 Penelitian ini didukung dengan
Responden.Kriteria inklusi dalam penelitian ini penelitian yang dilakukan oleh Farideh et al
adalah Pasien yang bersedia menjadi responden, (2008) yang mempunyai hasil Dalam permen
Responden yang sadar sepenuhnya,berorientasi karet dan kelompok kontrol ada perbedaan
dan mampu mengikuti instruksi, Responden yang yang signifikan. Hasil penelitian
tidak memiliki alergi permen karet, dan menunjukkan bahwa motilitas usus setelah
Responden yang tidak memerlukan ventilator. operasi seksiocaesar pada wanita nulipara
Penelitian ini dilakukan di RSUD Mardi dapat dipercepat dengan permen karet yang
Waluyo Blitar dilaksanakan pada bulan Februari merupakan metode yang berguna, murah dan
sampai Juli 2017.Alat pengumpulan data yang ditoleransi dengan baik untuk ibu di bagian
digunakan dalam penelitian ini adalah permen Post-seksio Caesar[7].
karet dan stetoskop untuk observasi bising usus. Di dukung juga oleh penelitian yang
Pengolahan dan analisa data melalui program dilakukan oleh Atkinsonet al
SPSS menggunakan uji Statistik P Plotsuntuk uji (2003)Melakukan penelitian tentang
normalitas mengatahui data yang diperoleh
4

Randomized clinical trial of post operative 24 jam. Untuk mengetahui kembalinya


chewing gum versus standard care after peristaltik usus dapat dilakukan pemeriksaan
colorectal resection. Penelitian ini dilakukan bising usus dan flatus.Sebelum terdengarnya
pada rumah sakit di Inggris dengan tujuan bising usus dan flatus pasien tidak boleh
untuk mengevaluasi efektivitas permen karet makan ataupun minum karena beresiko tinggi
pada motilitas usus antara pasien yang telah muntah jika tidak ada gerakan peristaltik usus
menjalani operasi perut. Hasil data dari 402 maka dari itu durasi kembalinya peristaltik
dari 412 pasien, di antaranya 199 (49⋅5 usus harus dipercepat agar waktu puasa
persen) dialokasikan untuk permen karet, dalam menunggu peristaltik usus kembali
tersedia untuk analisis. Sekitar 40 persen tidak terlalu lama dan pasien cepat
pasien di kedua kelompok menjalani operasi mendapatkan nutrisi secara oral. Maka
laparoskopi, dan semua lokasi penelitian tingkat kesebuhan pasien akan lebih cepat
yang digunakan ditingkatkan program sehingga waktu tinggal dirumah sakit lebih
pemulihan.Dapat disimpulkan jika permen pendek.
karet tidak mengubah kembalinya fungsi usus b. Identifikasi durasikembalinya peristaltik usus
atau LOS setelah reseksi kolorektal[8]. pada kelompok yang diberikan intervensi
Berdasarkan Pada teori jika tindakan mengunyah permen karet di ruang
pembedahan harus dilakukan anestesi[1]. Flamboyan RSUD Mardi Waluyo Blitar.
Anestesi adalah suatu keadaan narkosis, Tabel 4.2 : Hasil Observasi Durasi Mengunyah Permen
analgesia, relaksasi, dan hilangnya refleks KaretTerhadap Kembalinya Peristaltik Usus Pada Pasien
yang dapat diberikan dengan cara inhalasi, Post Operasi SC
parenteral, atau kombinasi. Dengan No Durasi kembalinya peristaltik usus

ditemukannya anestesi dan berkembangnya 1 10 jam


gas anestetik yang lebih aman memudahkan 2 12 jam
3 11 jam
ahli bedah untuk melakukan prosedur
4 10 jam
pembedahan dalam waktu yang lebih lama 5 10 jam
dan anestesi berpengaruh terhadap seluruh 6 11 jam
sistem fisiologi tubuh, terutama Total 64 jam
mempengaruhi sistem saraf pusat, sistem Rata-rata 11 jam
sirkulasi dan respiratori. Efek anestesi akan Berdasarkan tabel 4.2 diketahuidurasi
memperlambat motilitas gastrointestinal dan kembalinya peristaltik usus pada pasien post
menyebabkan muntah[3]. op SC didapatkan hasil dari kelompok
Persiapan fisik sebelum tindakan eksperimen atau kelompok yang diberikan
operasi SC antara lain pasien harus intervensi mengunyah permen karet durasi
dipuasakan selama 6-8 jam, hal ini yang paling cepat adalah 10 jam dan durasi
difungsikan untuk mengosongkan isi perut yang paling lambat adalah 12 jam dengan
dan mencegah terjadinya gangguan pada nilai rata-rata kembalinya peristaltik usus
pencernaan pasca operasi dan di ganti dengan adalah 11 jam.
nutrisi parenteral yang dikarena kan efek dari Didukung oleh penelitian yang
anastesi spinal yaitu melumpuhkan dilakukan Tinu Thomas et aldi india (2016)
peristaltik usus [9]. Efek anastesi spinal pada jika data yang diperoleh Pada kelompok
kelumpuhan peristaltik usus akan eksperimen mayoritas sampel, yaitu, 10
berlangsung pada pasca operasi SC hingga (66,7%) mengalami kembalinya bising usus
12-24 jam sehingga pasien belum 24 jam setelah dilakukan bedah abdomen
diperbolehkan mengkonsumsi makanan sedangkan pada kelompok kontrol data
sebelum peristaltik pulih yang ditandai menunjukkan bahwa 8 sampel (53,3%) bising
dengan terdengarnya bising usus [1]. usus kembali setelah 32 jam pasca
Dari hasil penelitian dan teori yang ada pembedahan. Dalam kelompok eksperimen,
dapat disimpulkan jika tindakan operasi SC data yang mengungkapkan bahwa 10 sampel
dilakukan anastesi yang menyebabkan (66,7%) mengalami flatus pertama 24 jam
hilangnya peristaltik usus. Anastesi spinal setelah operasi perut, sedangkan pada
atau anastesi general area akanmenyebabkan kelompok kontrol, mayoritas sampel yaitu, 9
hilangnya gerakan peristaltik usus 12 hingga
5

(60% ) melewati flatus pertama pada 32 jam Tabel 4.3 : Hasil ObservasiDurasi Kembalinya Peristaltik
setelah operasi perut. Mayoritas sampel di Usus Pada Pasien Post Operasi SC
kedua kelompok, yaitu, 9 (60,0%) mengalami Durasi kembalinya peristaltik usus
No
kembalinya nafsu makan 24 jam post operasi. Kelompok Kelompok
responden
Kontrol Eksperimen
Perbedaan antara hasil penelitian ini sangat 1 11 jam 10 jam
jauh berbeda dalam jenis operasi yang 2 13 jam 12 jam
dilakukan namun sama-sama 3 13 jam 11 jam
menggunakanpermen karet sebagai alternatif 4 12 jam 10 jam
5 14 jam 10 jam
yangdigunakan dan sama-sama memberikan
6 11 jam 11 jam
hasil jika mengunyah permen karet dapat Total 74 jam 64 jam
mempercepat kembalinya peristaltik usus. Rata-rata 12jam 11 jam
Berdasarkan pada hasil dari penelitian
Nilai selisih 1
ini dan juga hasil dari penelitian terdahulu
didapatkan bahwa alternatif mengunyah Sumber : Data Primer Pada Tanggal 20
permen karet mampu mempercepat mei – 17 Juni 2017
kembalinya peristaltik usus dan aman untuk
dilakukan pada pasie post operasi. Berdasarkan tabel 4.1 analisis uji
Berdasarkan teori jika mengunyah beda terhadap durasi kembalinya peristaltik
permenkaretadalah suatu treatment yang usus pada pasien post operasi SC diruang
dipercayamemberikan Flamboyan RSUD Mardi Waluyo Blitar ini
hasildalammenstimulasi memperlihat selisih durasi kembalinya
usushalusuntukkembalibekerjanormalpasca peristaltik usus antara kelompok kontrol dan
pembedahan. Mengunyah permenkaret kelompok eksperimen adalah 1jam dan
adalahsuatuprosessepertimakandimana memperlihatkan durasi kembalinya peristaltik
adamassadidalammulut dan adanyaproses usus kelompok eksperimen lebih cepat
mengunyah sehingga timbulah mekanisme kembali sedangkan pada uji independent
vagalcholinergic (parasimpatis) simple t testdiperoleh nilai p value 0,027 (p
menstimulasi saluranpencernaan sehingga value <0.05) yang berarti ada perbedaan yang
dengan mengunyah permen karet dapat signifikan antara durasi kembalinya
merangsang munculnya gerakan peristaltik peristaltik usus antara kelompok kontrol dan
kembali,halini samadengan prosesmakan kelompok eksperimen.
secaraoral,namunsecarateori, proses inilebih Sejalan dengan penelitian yang
jarang menimbulkan respon muntah pada dilakukan oleh Hardono, et al. (2015) tentang
pasien danmencegahterjadinyaaspirasi[6]. pengaruh mengunyah permen karet terhadap
durasi waktu postoperative ileus pasca bedah
c. Identifikasi perbedaan durasi kembalinya abdomen di RSUD Pringsewu Lampung
peristaltik usus pada kelompok kontrol dan dengan tujuan Mengevaluasi pengaruh
kelompok eksperimen diruang Flamboyan mengunyah permen karet terhadap durasi
RSUD Mardi Waluyo Blitar. waktu postoperative ileus di RSUD
Berdasarkan tabel 4.2 diketahui Pringsewu Lampung dengan hasil penelitian
bahwa rata – rata kembalinya peristaltik usus ini terdapat perbedaan rerata durasi waktu
pada kelompok kontrol yaitu 12 jam setelah postoperative ileus pada kedua kelompok,
operasi. Pada kelompok eksperimen dimana ditunjukkan dengan angka
diketahui rata-rata kembalinya peristaltik significancy 0,000 dengan perbedaan rerata
usus yaitu 11 jam setelah operasiSC. sebesar 4,5. Intepretasi nilai IK 95% berarti
bahwa dengan tingkat kepercayaan 95%
Tabel 4.4 : Hasil Uji Independen Simple T Test Dari Hasil diyakini bahwa selisih penurunan durasi
Observasi Kelompok Kontrol Dan Kelompok Eksperimen
waktu postoperative ileus antara responden
Koevisien
korelasi
Mean P Value yang mengunyah permen karet dengan tidak
Kelompok mengunyah permen karet adalah antara 3,17
kontrol
12 sampai 5,90. Karena nilai ρ ˂ 0,005 maka
0.027 dapat diambil kesimpulan terdapat perbedaan
Kelompok
11 rerata durasi waktu postoperative ileus yang
eksperimen
6

bermakna antara kelompok yang mengunyah SIMPULAN DAN SARAN


permen karet dengan kelompok yang tidak Berdasarkan hasil penelitian dan
mengunyah permen karet, dimana durasi pembahasan yang telah diuraikan diatas pada bab
waktu postoperative ileus pada kelompok sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil
yang mengunyah permen karet lebih rendah dari penelitian ini adalah didapatkan hasil jika
dari pada tidak mengunyah permen karet motilitas usus pada pasien post operasi SC
[10]. mengalami kehilangan peristaltik usus.
Didukung oleh penelitian yang Didapatkan durasi kembalinya peristaltik usus
dilakukan oleh Nimartaet al pada kelompok kontrol memiliki rata-rata 12 jam
(2013)Melakukan penelitian tentang baru kembali peristaltik usus, sedangkan pada
Effectiveness of chewing gum on bowel kelompok eksperimen yang diberikan intervensi
motility among the patients who have mengunyah permen karet didapatkan rata-rata
undergone Abdominal Surgery di rumah sakit kembalinya peristaltik usus adalah 11 jam setelah
Nehru dengan tujuan untuk mengevaluasi post operasi SC, antara kedua kelompok memiliki
efektivitas permen karet pada motilitas usus selisih waktu kurang lebih 1 jam dan Berdasarkan
antara pasien yang telah menjalani operasi hasil uji beda Independen T Test didapatkan hasil
perut. Hasil penelitian didapatkan signifikansi 0.027 (p value <0.05) sehingga dapat
menunjukkan bahwa durasi rata-rata untuk disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara
kembali suara air besar pertama , bagian dari durasi kembalinya peristaltik usus pada kelompok
flatus dan kembalinya nafsu makan lebih kontrol dan kelompok eksperimen. Dari hasil
pendek pada kelompok eksperimen. Oleh penelitian ini dapat dilihat jika mengunyah
karena itu hipotesis nol ditolak pada tingkat permen karet mampu mempercepat kembalinya
signifikansi 0,05. Jadi dapat disimpulkan peristaltik usus dan merupakan alternatif yang
bahwa penggunaan permen karet pada aman dan tidak memiliki efek samping dalam
periode pasca operasi setelah adalah metode mempercepat kembalinya peristaltik usus
yang aman dan murah untuk merangsang sehingga pasien post op SC cepat mendapatkan
motilitas usus dan mengurangi ileus pasca nutrisi secara oral dan waktu tinggal di rumah
operasi setelah operasi perut.Penelitian ini sakit lebih pendek.
merekomendasikan bahwa dapat direplikasi
pada sampel yang besar dan dalam variabel Saran yang dapat diambil dari hasil penelitian ini
yang lebih maju seperti bagian dari tinja, adalah :
panjang tinggal di rumah sakit dan tingkat 1. Bagi Responden
komplikasi pasca operasi. Implikasi dari studi Diharapkan pasien post operasi SC yang
ini adalah bahwa perawat dapat mendorong akan dilakukan alternatif menguyah permen
pasien pasca operasi untuk mengunyah karet ini bersedia dalam melakukan
permen karet untuk mengurangi stres, intervensi ini, karena alternatif ini betujuan
meningkatkan relaksasi dan rasa mempercepat kembalinya peristaltik usus
kesejahteraan dan juga bertindak sebagai sehingga responden cepat memdapatkan
terapi pengalihan, yang membantu dalam nutrisi secara oral dan mempercepat proses
pemulihan lebih cepat, mencegah komplikasi penyembuhan.
dan dengan demikian menyediakan biaya 2. Bagi Perawat
perawatan yang efektif dan kepuasan kepada Penelitian ini diharapkan dapat
klien [11]. memberikan masukan pada perawat untuk
Berdasarkan uraian diatas dapat dijadikan intervensi mengunyah permen
disimpulkan bahwa alternatif mengunyah karet pada pasien post operasi section
permen karet dapat dijadikan alternative caesaria dalam mempercepat kembalinya
untuk mempercepat kembalinya peristaltik peristaltik usus.
usus. Alternatif mengunyah permen karet 3. Bagi Peneliti Selanjutnya
tidak memiliki efek samping bagi pasien dan Diharapkan bagi peneliti selanjutnya yang
mempercepat pemenuhan nutrisi melalui oral. berminat untuk mengembangkan penelitian
ini agar ditambahkannya waktu penelitian
sehingga dapat memperbanyak responden
dikarenakan dalam penelitian ini angka
7

kejadian operasi SC didapatkan 12


responden dalam waktu < 1 bulan.

REFERENSI

[1] Grace, At a Glance Ilmu Bedah, Edisi 3.


erlangga, 2007.
[2] H. dalam H. Higgins, Naumann, Ilmu
Bedah. 2007.
[3] B. & Suddarth’s, Textbook of Medical-
surgical Nursing, Volume 1. 2010.
[4] et al Sindell, Expediting Return Of Bowel
Function After Colorectal Surgery. The
American Journal Of Surgery, 203(5).
http://dx.doi.org/10.1016/j.amjsurg.2011.1
2.007, 2017.
[5] Andersson at al, “Effects of chewing gum
against postoperative ileus after
pancreaticoduodenectomy – a randomized
controlled trial,” pp. 1–5, 2015.
[6] A. Suranto, terapi enzim. jakarta: penebar
plus, 2011.
[7] L. Craciunas, “Chewing gum in preventing
postoperative ileus in women undergoing
caesarean section : a systematic review and
meta-analysis of randomised controlled
trials,” pp. 13–20, 2014.
[8] S. J. at al Thomas, “Atkinson , C ., Penfold
, C . M ., Ness , A . R ., Longman , R . J .,
Thomas , S . J ., postoperative chewing
gum versus standard care after colorectal
resection . University of Bristol - Explore
Bristol Research This document is made
available in accorda,” vol. 103, 2016.
[9] H. & W. R. F. Oxorn, Ilmu Kebidanan
Patologi dan Fisiologi Persalinan.
yogyakarta: yayasan essentia medika
YEM, 2010.
[10] H. Ropi and I. Somantri, “Durasi Waktu
Postoperative Ileus Pasca Bedah Effect of
Chewing Gum To Reduce,” vol. II, 2015.
[11] Nimarta, Singh, Shruti, and Gupta,
“Effectiveness of chewing gum on bowel
motility among the patients who have
undergone Abdominal Surgery,” Nurs.
Midwifery Res. J., vol. 9, no. 3, pp. 108–
117, 2013.