Sie sind auf Seite 1von 17

Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No.

02 | Juli 2017

Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami


Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

Irene Hasian
irene@mediakomtrisakti.ac.id

Program Studi Desain Komunikasi Visual


Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

ABSTRACT

Novel in Indonesia became a popular reading, one by novelist Ayu Utami. However, it turns
out Ayu Utami create her own cover design of her novels. Writer interested to examine how to
determine the cover design visualization contained in Ayu Utami’s novel that affect she make
their own novel’s cover. The method used in this study include observational data collection,
interviews, and literatures. The results of the study began seeing Ayu Utami’s novels that
tell about the history, culture, sex and myths. In addition to getting entertainment, reading
novels Ayu Utami also could add insight and information about the history and culture that
has not been known. Each novel is written always do research beforehand. Almost the entire
cover of the novel made by Ayu Utami. Researchers then describe what elements are there in
Ayu Utami covers novel, includes illustrations, color, typography, and layout, and then analyze
it. Conclusions from this research that works Ayu Utami’s novel illustrations is not entirely
explanation contents story, but it contains meanings associative relationship exciting to be a
conceptual work.

Keywords: Ayu Utami, Cover Design, Art, Design Elements

157
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

ABSTRAK

Novel di Indonesia menjadi bacaan yang digemari, salah satunya karya novelis Ayu
Utami. Namun, ternyata Ayu Utami membuat sendiri desain sampul dari novel-novelnya.
Penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana untuk mengetahui visualisasi desain sampul
yang terkandung dalam karya novel Ayu Utami yang mempengaruhi penulisnya membuat
sendiri sampul novelnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian dimulai dari
melihat novel-novel Ayu Utami yang bercerita tentang sejarah, kebudayaan, seks dan mitos-
mitos. Selain mendapatkan hiburan, membaca novel-novel Ayu Utami juga bisa menambah
wawasan dan informasi tentang sejarah maupun budaya yang belum banyak diketahui. Setiap
karya novel yang ditulis selalu dilakukan riset-riset terlebih dahulu. Hampir seluruh cover
novel dibuat sendiri oleh Ayu Utami. Peneliti kemudian mendeskripsikan elemen-elemen apa
saja yang ada pada cover-cover Ayu Utami, meliputi ilustrasi, warna, tipografi, dan layoutnya,
kemudian menganalisanya. Simpulan dari penelitian ini yakni karya-karya novel Ayu Utami
ini ilustrasinya bukan sepenuhnya penjelasan cerita isi, namun mengandung makna-makna
hubungan asosiatif yang menarik untuk menjadi karya yang konseptual.

Kata Kunci: Ayu Utami, Desain Sampul, Seni Lukis, Elemen Desain

158
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

I. PENDAHULUAN novelis wanita kelahiran Bogor, yang dikenal


sejak novelnya Saman memenangkan
Desain sampul merupakan media yang sayembara penulisan roman Dewan
memberikan informasi secara visual tentang Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga
isi dari sebuah buku yang diterbitkan. tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar,
Secara umum, terdapat kriteria desain yang dan membuat Ayu Utami mendapat Prince
baik, yakni inovatif, sederhana, dan mampu Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund.
menyampaikan bagian dari isi cerita suatu Beberapa novel lain yang telah ditulis oleh
buku. Desain suatu sampul buku menjadi Ayu Utami, di antaranya: Larung, Bilangan
bagian penting dalam menyampaikan bagian Fu, Manjali dan Cakrabirawa, Cerita Cinta
dari isi buku yang diterbitkan. Elemen- Enrico, Lalita, Maya, Si Parasit Lajang, dan
elemen desain seperti ilustrasi, layout, Pengakuan: Eks Parasit Lajang serta Simple
warna dan tipografi akan membuat suatu Miracle. Novel-novel karangan Ayu Utami
visual desain yang baik sehingga menarik kebanyakan masih memiliki keterkaitan
minat masyarakat untuk membelinya. satu sama lain. Misalnya novel Saman
Novel merupakan karya fiksi yang dengan Larung, Bilangan Fu dengan Manjali
mengungkapkan aspek kemanusiaan yang dan Cakrabirawa dann lain-lain. Ada juga
lebih mendalam dan disajikan secara halus. beberapa judul novel yang merupakan kisah
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang nyata dari Penulis.
ditulis secara naratif, biasanya dalam bentuk Ada keunikan tersendiri dari sampul-
cerita. Novel tak ubahnya cerita pendek sampul novel Ayu Utami, dikarenakan
(cerpen), hanya saja cerpen disajikan lebih sampul novel dibuat dari ilustrasi yang
singkat dan tidak terlalu mendalam. Kata tidak biasa yang dibuat dari hasil lukisan
novel berasal dari bahasa Italia novella yang Ayu Utami. Di saat tren sampul buku novel
berarti “sebuah kisah atau sepotong berita” sekarang banyak menggunakan teknik
Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 fotografi, ilustrasi vektor, dan digital
kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan imaging, namun Ayu Utami lebih memilih
tidak dibatasi keterbatasan struktural dan melukis sendiri sampul-sampul bukunya
metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya yang ia lukis di atas kanvas, kertas dan kaca.
sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh Berdasarkan uraian latar belakang di
dan kelakuan mereka dalam kehidupan atas, maka penulis melakukan penelitian
sehari-hari, dengan menitik beratkan pada dengan masalah bagaimana desain sampul
sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. novel karangan Ayu Utami ditinjau dari
Novel dan cerita pendek di kalangan perspektif Desain Komunikasi Visual?
masyarakat Indonesia sudah menjadi bahan
bacaan yang digemari. II. METODOLOGI PENELITIAN
Ada banyak penulis novel yang dimiliki
oleh Indonesia. Ayu Utami adalah salah satu Metode yang digunakan dalam penelitian

159
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

tugas akhir ini adalah metode kualitatif memudahkan untuk melakukan wawancara
dengan pendekatan deskriptif. Metode kepada subyek penelitian. Tujuan Penelitian
kualitatif adalah suatu metode penelitian adalah untuk menghasilkan analisa tentang
yang bersifat induktif guna mengukur nilai visualisasi desain sampul novel Ayu utami
atau sifat dari materi yang akan dibahas. dari perspektif Desain Komunikasi Visual,
Informasi yang lengkap mengenai data- serta mengetahui faktor-faktor yang
data yang berhubungan dengan objek yang mempengaruhi visualisasi sampul depan
dikumpulkan, setelah itu dilakukan metode novel Ayu Utami.
deskriptif. Dengan melakukan pencarian
informasi mengenai konsep visual pada III. TINJAUAN TEORITIS
sampul novel-novel Ayu Utami untuk diteliti
dan menemukan karakteristik visual dari A. Seni Lukis
sampul novel tersebut. Seni lukis merupakan salah satu
Metode kualitatif ini juga digunakan untuk cabang dari seni rupa yang berdimensi dua.
menggambarkan dan menginterpretasi detil Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat
visual pada 10 sampul novel yang dilukis (kental maupun cair) di atas bidang datar.
Ayu Utami ditinjau dari desain komunikasi Pembubuhan cat tersebut diharapkan dapat
visual. mengeskpresikan makna nilai subyektif
Pendeskripsian objek penelitian ini melukis lebih besar dalam menafsirkan
dimulai dari pikiran-pikiran utama dan obyek sesuai keinginan pelukisnya.
dikembangkan menjadi pikiran penjelas. Seni lukis merupakan ungkapan
Melalui metode deskriptif dilakukan analisa, pengalaman artistik dan ideologi. Seni lukis
diidentifikasikan berbagai karakteristik adalah karya seni rupa dua dimensional
objek penelitian secara objektif, sistematis, yang menampilkan unsur warna, bidang,
dan generalis sehingga mendapatkan garis, bentuk dan tekstur (Bahari, 2008:45).
kesimpulan secara keseluruhan. Susunan Seni lukis dapat diartikan bahwa seni
sistematis tersebut diolah dalam rancangan lukis adalah suatu pengucapan pengalaman
analisa berupa tabel yang isinya pikiran- artistik yang ditumpahkan dalam bidang
pikiran utama kemudian dianalisis secara dua dimensional dengan menggunakan garis
rinci menjadi pikiran penjelas pada bab dan warna (Soedarso Sp, 1990:11).
analisis. Seni lukis diartikan juga sebagai
Peneliti melakukan pengamatan ungkapan perasaan dan pikiran pada
beberapa unsur yang terdapat pada cover- suatu bidang datar melalui susunan garis,
cover novel Ayu Utami. Misalnya pengamatan bidang atau raut, tekstur, dan warna atas
tentang jenis ilustrasi, warna dan tipografi hasil pengamatan dan pengalaman estetis
yang digunakan. Observasi dilakukan agar seseorang (Sunaryo, 2006:3).
peneliti memperoleh gambaran yang jelas Seni lukis adalah kegiatan yang
tentang visualisasi cover novel Ayu Utami dan diungkapkan seseorang secara sengaja yang

160
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

di dalamnya menampilkan unsur-unsur seni 3. Aliran-aliran Seni Lukis


rupa seperti: garis, bentuk, warna, tekstur Seni lukis merupakan salah satu cabang
sebagai pengalaman estetis. dari seni rupa. Seni lukis yaitu seni yang
mengapresiasikan kreativitas seorang
1. Gaya Lukisan seniman melalui bidang dua dimensi,
Gaya yang sering juga disebut corak seperti kanvas, kertas, papan dan lain-lain.
seni lukis dikelompokkan menjadi corak Seni lukis memiliki beragam aliran yang
realistis, abstrak, dan simbolis. Corak semakin hari semakin berkembang. Berikut
realistis merupakan bentuk lukisan yang macam - macam aliran seni lukis (Nurhadiat,
menggambarkan objek-objek alam dalam 2004:61):
hubungan nyata atau wajar; corak abstrak
merupakan corak yang objek lukisannya a. Surealisme
tidak dapat diidentifikasi; sedangkan Aliran ini sudah banyak melekat di
corak simbolis merupakan corak yang beberapa seniman. Seniman bekreasi
menunjukkan penggambaran objek-objek dengan sebebasnya sesuai dengan
dalam hubungan simbol atau metafora pemikiran yang ada pada mereka.
(Sunaryo, 2006:9). Istilah Surealisme didefinisikan dengan
Selain corak seni lukis yang disebutkan istilah Pure Psychis Automatism atau
di atas, juga ada corak lain di luar corak otomatisme kejiwaan murni.
atau gaya yang telah disebutkan, yaitu corak Andre Breton mengatakan, Aliran
dekoratif yang banyak terdapat pada lukisan Surealisme ini banyak dipengaruhi
Bali dan lukisan tradisional Indonesia. oleh teori analisa psikologi Sigmund
Corak dekoratif memiliki ciri utama watak Freud mengenai ketidaksadaran dalam
kegarisan, pewarnaan yang datar tanpa anatomisme dan impian seniman
pengolahan ilusi ruang, dan kecenderungan Surealis, bahwa karya-karya mereka
ornamentik (Sunaryo, 2006:9). merupakan otomatisme psikis murni
dan bersandar pada realitas yang
2. Media seni lukis superior dari kebebasan asosiasinya
Media dalam seni lukis merupakan yang terbagi ke dalam dua jalur yaitu:
sarana yang digunakan dalam berkarya. surealisme ekspresif dan surealisme
Media atau sarana berkarya tersebut berupa murni (Kartika, 2004:92).
bahan, alat dan perlengkapan. Adapun media (1) Surealime ekpresif atau Amaorf
seni lukis yang biasa digunakan antara lain: Diciptakan melalui proses atau
cat minyak (oil color), cat air (water color), kondisi tidak sadar, objeknya
cat poster, pastel, cat akrilik, dan tinta berupa simbol-simbol yang tidak
(Sunaryo, 2006:10). terkait dengan bentuk alam dan
tidak realistik. Tokoh jenis ini adalah

161
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

Joan Miro, Andre Masson dan Marc b. Romantisme


Chagall. Seni lukis aliran romantisme adalah
(2) Surealisme murni atau Fotografis salah satu aliran yang paling tua dalam
Dilukis dengan teknik akademis sejarah dunia seni lukis, yang lahir pada
(khususnya teknik realistik untuk abad 18 akhir, dimana pada konsepnya
menciptakan ilusi absurd) yang lebih menekankan pada kedalaman
bentuknya seolah-olah realistik emosi atau perasaan yang dimiliki oleh
tetapi dalam hubungan atau manusia atau sang pelukis khususnya.
proporsi yang aneh. Tokoh yang Seniman atau pelukis yang berkarya
paling terkenal adalah Salvador dalam aliran romantisme memiliki
Dali. kedalaman pikiran yang tak terduga
karena itu dia mampu menonjolkan
Berkaitan teori di atas, dalam emosi dalam hasil akhir setiap
lukisannya seorang surealis lukisannya (Nurhadiat, 2004:63).
meggambarkan keadaan yang pernah Dalam dunia seni lukis, karya
dialaminya maupun yang ada dalam seniman dengan aliran romantisme
bayangan seseorang dilukiskan dengan memiliki beberapa ciri khusus yang
simbol-simbol tertentu. Selain simbol menjadi kekhasannya. Ciri tersebut
penggambaran tersebut juga bisa adalah memiliki sebuah komposisi
melalui warna yang ada dalam lukisan. lukisan yang sama sekali tidak statis.
Seni lukis Surealis sering tampil Komposisi terbesar dalam aliran
tidak logis dan penuh fantasi seakan romantisme adalah kesan yang
melukis alam mimpi. Aliran Surealis dramatis. Perpaduan warna-warna yang
dipegang oleh teori psikonalisis banyak menjadi dominan adalah warna
Sigmund Freud yang menyatakan bahwa gelap dan juga terang sehingga kesan
alam sadar (dalam kontrol kesadaran dramatis lebih terangkat jelas.
ingatan) dan bawah sadar (tidak dalam Lukisan dengan aliran ini berusaha
kontrol kesadaran atau terlupakan). membangkitkan kenangan romantis
Dalam karya-karya ini, alam nyata dan dan keindahan di setiap objeknya. Aliran
keterbatasan mimpi terpadu, sehingga ini melukiskan objek yang menyangkut
menampakkan kesan aneh atau perilaku kehidupan tentang perjuangan,
fantastik. tragedi, cinta kasih. Aliran seni lukis yang
Aliran Surealisme erat kaitannya mana seni lukisannya mengungkapan
dengan dunia fantasi, seolah - olah sebuah kejadian atau perisitiwa yang
kita melukis dalam dunia mimpi dan dianggap sangat menarik dan istimewa,
biasanya memiliki bentuk atau lukisan biasanya bertemakan tentang kejadian
yang tidak logis serta seperti khayalan. yang mengenaskan/ kegetiran yang
menyentuh perasaan. Jadi, aliran ini

162
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

melukiskan cerita-cerita romantis ini berusaha menunjukkan karakter


tentang tragedi yang dahsyat. dan suasana keseharian. Unsur yang
perlu terkandung dalam aliran realisme
c. Naturalisme ini adalah kejujuran, keaslian, dan
Naturalisme di dalam seni rupa kenyataan (Nurhadiat, 2004:68).
adalah usaha menampilkan objek Aliran Realisme ini berusaha
realistis dengan penekanan seting menampilkan karya lukis apa adanya
alam. Hal ini merupakan pendalaman seakurasi mungkin sebagaimana tampil
labih lanjut dari gerakan realisme pada dalam kehidupan sehari - hari agar
abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan lukisan seperti nyatanya tanpa ada
romantisme. Aliran Naturalisme tambahan lain. Kebanyakan dari aliran
melukiskan segala sesuatu sesuai realisme adalah menampilkan tentang
dengan nature atau alam nyata yang kehidupan sehari-hari.
disesuaikan dengan tangkapan mata
kita (Nurhadiat, 2004:65). e. Ekspresionisme
John Amos Comenius seorang filsuf Aliran ekspresionisme adalah
yang hidup pada abad ke-16, tepatnya kecenderungan seorang seniman
tahun 1592-1670, dianggap sebagai untuk mencurahkan kenyataan dengan
seorang filsuf yang memperkenalkan efek-efek emosional. Emosi disini
aliran naturalisme dalam pendidikan. cenderung menuju kepada emosi marah
Inilah mungkin awal sejarah munculnya atau depresi daripada emosi gembira
aliran naturalisme. Bidang seni lukis pun (Nurhadiat, 2004:72).
mengenal aliran naturalisme. Menurut Dalam teori, lukisan ekspresionisme
John Amos Comenius, aliran ini melihat menggambarkan atau melukiskan
manusia berkembang mengikuti alam. aktualitas yang sudah didistorsikan ke
Aliran Naturalisme adalah aliran arah suasana bentuk dan warna guna
yang berusaha menampilkan suatu melahirkan emosi ataupun sensasi
objek lukisan secara alami, aliran ini dari dalam berupa gambaran tragedi,
kebanyakan bertemakan tentang alam kekerasan serta berbagai dinamika dan
dan mengutamakan tentang keindahan. peristiwa yang direkam pelukis untuk
divisualisasi ke permukaan kanvas.
d. Realisme Teori lain tentang ekspresionisme
Aliran realisme dalam seni adalah juga menyebutkan, bahwa mazhab
suatu aliran yang memperhatikan detail- ini mengutamakan curahan batin
detail yang akurat dalam kenyataan sendiri secara bebas dan mengungkap
sebenarnya ketika hendak menghasilkan perwatakan atas suatu gejala, lebih jauh
suatu karya seni rupa sehingga hasilnya sampai kepada pengungkapan renungan
akan tampak seperti hidup. Realisme batin yang bebas dari kenyataan di luar

163
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

dirinya. memiliki bentuk-bentuk geometris


Ciri-ciri lukisan ekspresionisme seperti segitiga, segi empat, lingkaran,
yaitu pengungkapannya merupakan silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-
gambaran angan misalnya tentang kotak.
warna, garis, dan kata-kata; penciptaan
seni dalam diri tanpa adanya kegiatan f. Impresionisme
jasmaniah keluar; dan penggambarkan Impresionisme adalah gerakan
aktualitasnya lebih ke arah sedih, seni yang muncul pada abad ke-19
kekerasan, amarah, dan tekanan batin. di Perancis. Istilah impresionisme
Aliran seni lukis ini memandang dan diciptakan oleh kritikus Louis Leroy
mengungkapan kebebasan jiwa sebagai saat menyindir “Impression”, sebuah
dasar ungkapan yang dituangkan dalam karya seni ciptaan Claude Monet, hingga
sebuah kanvas. Berikut contoh lukisan akhirnya Claude Monet kemudian diakui
ekspresionisme karya Affandi. sebagai pelopor lukisan impresionis di
Perancis (Nurhadiat, 2004:79).
e. Kubisme Seni impresionisme adalah gaya
Kubisme adalah sebuah gerakan lukisan yang ditandai dengan sudut
modern seni rupa pada awal abad ke-20 visual yang unik, sapuan kuas mencolok,
yang dipelopori oleh Pablo Picasso dan dan komposisi terbuka. Bentuk seni
Georges Braque. Pablo Picasso bersama ini menekankan pada perubahan pola
Georges Braque mengembangkan cahaya untuk menunjukkan berlalunya
gaya kubisme selama periode 1909- waktu. Lukisan impresionisme memberi
1912. Lukisan kubisme dibuat untuk kesan bahwa sebuah objek ditangkap
mewakili objek dari sudut yang berbeda dengan cara sambil berlalu, sehingga
(Nurhadiat, 2004:75). lukisan memiliki detail yang rendah
Prinsip dasar yang umum pada dengan lukisan sering berwarna cerah
kubisme yaitu menggambarkan bentuk dan melibatkan unsur gerakan.
objek dengan cara memotong, distorsi, Impresionsime adalah seni yang
overlap, penyederhanaan, transparansi, berusaha menampilkan kesan yang
deformasi, menyusun dan aneka ditangkap objek sehingga aliran
tampak. Kubisme pada dasarnya adalah Impresionisme biasanya memiliki
seni menciptakan bentuk abstrak dari gambar yang agak kabur dan tidak
benda tiga dimensi ke media lukis mendetail.
dua dimensi. Seniman kubisme harus
dapat merepresentasikan obyek dalam g. Abstrak
berbagai bidang. Seni abstrak adalah seni rupa
Aliran kubisme adalah aliran yang (lukis, gambar, grafis) yang tidak
mengungkapkan bahwa segala bentuk menggambarkan wujud yang ada di

164
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

dunia. Seni beraliran abstrak, baik molek; dekoratif; generalisme (lazim


seni lukis maupun seni rupa, dapat dan umum); kemegahan; idealisme
didefinisikan sebagai seni yang tidak dan homosentris; rasio menjadi titik
menggambarkan sesosok orang, benda, tolak seni; berkaitan dengan perasaan
tempat dan lainnya dalam bentuk yang seseorang; mendambakan yang sangat
alami, melainkan dilebih-lebihkan harmonis; berusaha memikat hati.
dengan sedemikan rupa (Nurhadiat,
2004:83). B. Desain Komunikasi Visual
Subjek dari seni abstrak ini Desain Komunikasi Visual memiliki
berdasarkan apa yang terlihat, baik dari peran mengomunikasikan pesan atau
komposisi warna, wujud, sapuan kuas, informasi kepada pembaca dengan berbagai
ukuran, maupun skala. Seni abstrak kekuatan visual, seperti tipografi, ilustrasi,
mengolah bahan yang ada menjadi warna, garis, layout, dan sebagainya dengan
suatu karya estetik, tanpa tujuan bantuan teknologi (Supriyono, 2010: 89).
membentuk sesuatu, dan tidak mewakili Desain Komunikasi Visual merupakan
bentuk apapun. Seni abstrak dikenal seni dalam menyampaikan informasi atau
pada abad ke-20, setelah muncul seni pesan dalam menggunakan bahasa rupa/
ekspresionisme yang dipelopori oleh visual yang disampaikan melalui media
Kandinsky. desain. Berdasarkan fungsinya, bertujuan
Aliran abstrakis ini merupakan seni menginformasi, mempengaruhi, hingga
lukis yang beranggapan bahwa dalam mengubah perilaku target sesuai dengan
setiap gambarnya tidak banyak bentuk tujuan yang ingin diwujudkan. Proses
yang tidak menyamai bentuk dari alam desain umumnya memperhitungkan aspek
melainkan imajinasi dari sang seniman fungsi, estetik, dan berbagai aspek lainnya,
sendiri. yang biasanya datanya didapatkan dari
riset, pemikiran, brainstorming, maupun
h. Klasikisme dari desain yang sudah ada sebelumnya.
Klasikisme adalah aliran pemikiran (Nathalia dkk, 2014:6)
yang muncul di Eropa yang ditandai Desain Komunikasi Visual memiliki
dengan gaya arsitektur klasik Eropa berbagai fungsi sarana media desain, salah
pada tahun 3000 SM sampai abad ke– satunya adalah komunikasi visual melalui
17 dan 18. Aliran ini berkembang pada media buku. (Kusrianto, 2007:12)
abad 19 di Perancis yang mengacu pada Prinsip dasar desain merupakan
kebudayaan Yunani Klasik dan Romawi pengorganisasian unsur-unsur dasar desain
Klasik (Nurhadiat, 2004:86). dengan memperhatikan prinsip-prinsip
Adapun ciri bangunan ataupun dalam menciptakan dan mengaplikasikan
karya seni aliran klasikisme yakni kreativitas. Prinsip-prinsip desain yaitu:
dibuat – buat dan berlebihan; indah dan kesatuan (unity), keberagaman (variety),

165
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

keseimbangan (balance), irama (rhythm), fiktif dan tidak pernah terjadi. Tokoh,
keserasian (harmony), skala (scale), alur, dan latar belakangnya hanya rekaan
penekanan (emphasis) (Jefkins, 1997: 245). penulis saja. Contoh: Harry Potter dan
The Hunger Games.
C. Novel (2) Non Fiksi
Novel berasal dari bahasa Italia, Novella. Novel yang bercerita tentang hal nyata
Dalam bahasa Jerman, Novelle, dan dalam yang sudah pernah terjadi, biasanya
bahasa Yunani, Novellus. Novel adalah jenis jenis novel ini berdasarkan pengalaman
prosa yang mengandung unsur tokoh, alur, seseorang, kisah nyata, ataupun
dan latar belakang yang menggelarkan berdasarkan sejarah. Contoh: Laskar
kehidupan manusia atas dasar sudut Pelangi dan Pengakuan Eks Parasit
pandang pengarang dan mengandung nilai Lajang.
hidup (Rozak dkk, 1994:137).
H.E. Bates merumuskan bahwa novel b. Jenis Novel berdasarkan Genre Cerita
adalah sebuah roman, pelaku-pelaku mulai (1) Novel Romantis
dari waktu muda, hingga menjadi tua, dan Cerita novel yang berkisah seputar
bergerak dari setiap adegan ke adegan percintaan dan kasih saying dari
berikutnya dari suatu tempat ke tempat awal hingga akhir.
yang lain. (Melalui Hardjana, 2006 :13) (2) Novel Komedi
Novel mengandung pengertian sebagai Novel komedi adalah novel yang
karya prosa fiksi yang di dalamnya terdapat memuat cerita yang humoris (lucu)
cerita menarik yang menggambarkan dan menarik dengan diiringi gaya
kehidupan seseorang dengan orang-orang humoris.
di sekitarnya. (3) Novel Religi
Novel ini bisa saja merupakan kisah
1. Ciri-Ciri Novel romantis atau inspiratif yang ditulis
Novel memiliki ciri-ciri yang mudah lewat sudut pandang religi, atau
diketahui, di antaranya memiliki novel yang lebih mengarah kepada
jumlah halaman dan banyak kata yang religi meski tema tersebut beragam.
dipergunakan. Secara umum, karya novel (4) Novel Horor
atau roman panjangnya sekitar 35.000 kata Novel ini biasanya memiliki cerita
– tak terbatas dan isi dalam novel disusun yang menegangkan, seram, dan
sedemikian rupa dan dibagi menjadi dapat membuat pembacanya
beberapa bab (Hardjana, 2006:14). berdebar-debar, dan bercerita
tentang hal-hal yang mistis dan
a. Jenis Novel Fiksi dan Non Fiksi bersifat supranatural.
(1) Fiksi (5) Novel Misteri
Novel yang berkisah tentang hal yang Novel ini lebih rumit dan dipenuhi

166
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

teka-teki yang harus dipecahkan, gaya ilustrasi yang berbeda yang bisa
dan membutuhkan respon membangun komunikasi yang baik
pembaca untuk partisipasi dalam kepada pembaca melalui desain sampul
menyelesaikan masalah dalam tersebut.
cerita novel tersebut.
(6) Novel inspiratif (1) Fungsi Sampul
Novel inspiratif adalah jenis novel (a) Sebagai pengikat isi novel dan
yang dapat menginspirasi banyak sebagai pelindung halaman isi.
orang. Banyak mengandung nilai- Berdasarkan fungsinya sebagai
nilai moral dan hikmah yang dapat pelindung, sampul novel dibuat
dipetik dari novel ini. Biasanya novel lebih tebal dari isi novel agar dapat
inspiratif banyak yang berasal dari melindungi isi novel dengan baik.
cerita non fiksi atau kisah nyata. (b) Sebagai judul informasi,
(7) Novel dewasa judul novel menjadi penting untuk
Novel dewasa adalah jenis novel diketahui oleh calon pembaca
yang hanya diperuntukkan bagi karena judul novel menyiratkan isi
orang dewasa karena konten dan jenis novel tersebut.
ceritanya yang berisi seputar (c) Sebagai daya tarik utama,
percintaan yang mengandung unsur sampul novel menjadi penting
sensualitas orang dewasa. karena secara tidak langsung dapat
memengaruhi pembaca melalui
c. Sampul Novel visualisasi pada sampul novel
Sampul novel merupakan media tersebut, seperti ilustrasi, tipografi,
untuk mengkomunikasikan pesan layout, dan warna.
secara visual dan sebagai pembungkus
untuk melindungi isi novel. Dengan demikian, sampul novel
Desain sampul merupakan salah berperan penting dalam menjaga
satu cabang ilmu desain grafis yang kualitas novel yang diterbitkan. Adapun
diaplikasikan dalam bentuk media jenis sampul yang digunakan pada
cetak yang bersifat komersial. Kunci novel-novel Ayu Utami menggunakan
utama dalam membuat desain sampul softcover.
yang baik adalah desain sampul harus
sederhana (simple), fungsional, tahan D. Promosi
lama, dan dapat menciptakan respons Berdasarkan definisinya, promosi
emosional positif, serta dapat menarik pada hakikatnya adalah kegiatan yang
perhatian secara visual. dimaksudkan untuk menyampaikan atau
Sampul-sampul novel Ayu Utami mengkomunikasikan suatu produk atau
tentunya memiliki ciri khusus atau jasa kepada pasar sasaran untuk memberi

167
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

informasi tentang keistimewaan, kegunaan,


dan yang terpenting adalah tentang
keberadaannya sehingga akan mengubah
sikap ataupun mendorong konsumen untuk
bertindak. (Jefkins, 1997:8)
Promosi juga dinyatakan sebagai suatu
cara untuk mengkomunikasikan suatu
produk (Ardhi, 2013:5).
Kegiatan ini dilakukan untuk
memberikan informasi mengenai suatu
produk yang berguna untuk menambah
keuntungan dalam meraih konsumen baru
juga konsumen lama. Promosi yang baik
adalah promosi yang mampu membujuk
atau mendorong seseorang untuk suatu
tujuan tertentu.

a. Display Produk Gambar 1


Display produk didefinisikan sebagai Sampul Buku Novel Saman

banyak tidaknya variasi produk yang IV. PEMBAHASAN


didisplay yang memberikan kemudahan
bagi pelanggan dalam mencari produk 1. Analisis Sampul Buku Saman
yang dibutuhkan. (Pentecost dan Andrews, Sampul lukis ini berjudul Saman, karya
2009:43) Ayu Utami dari novel pertamanya. Material
Suatu produk yang baik tak lepas subjeknya merupakan gambar tentang
dari kemudahan pelanggan dalam melihat cerita Adam dan Hawa di Taman Eden dan di
dan memperoleh produk yang diinginkan. atasnya dilindungi malaikat yang membawa
(Kervenoael dkk, 2009:321) banner bertuliskan Saman, ada pula buah
Display produk berperan sebagai apel dan ular yang melingkar di ranting
pembeda bagi pelanggan terhadap antara pohon serta tanaman yang bersulur. Latar
produk perusahaan dengan produk pesaing belakangnya digambarkan sinar aurora dari
dalam suatu industri. Pada display produk- malaikat dan pemandangan gunung.
produk buku karangan Ayu Utami sendiri Konsep desain sampul novel Saman
ditempatkan dalam kategori novel sastra adalah kartu Tarot The Lovers yang
dan juga kategori buku novel best seller. menghubungkan cerita legenda Adam dan

168
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

Gambar 2
Inspirasi Cover Novel Saman

Hawa yang menjadi point of interest di dalam Gambar 3


cerita novel Saman. Hal ini disesuaikan Sampul Buku Novel Larung

dengan isi cerita tentang godaan dan


keputusan yang dihadapi seorang pastor 2. Analisis Sampul Buku Larung
mengenai perasaan cinta terlarangnya. Novel Larung merupakan dwilogi dari
Teknik pembuatan ilustrasi menggunakan novel Saman. Pada sampul lukisan Larung
teknik gambar manual yang digambar menunjukkan seorang laki-laki yang sedang
pada sebuah kaca dengan cat akrilik. Aliran tergantung dengan posisi kaki berada di atas
seni lukis dari karya Ayu Utami adalah terikat pada sebuah kayu, tangan berada di
romantisme dengan gaya surealisme. balik punggung, dan kepala berada di bagian
Arti tarot The Lovers sendiri adalah bawah dengan ekspresi muka misterius
penggambaran tentang cinta yang antara sedih atau bahagia seperti menikmati
sempurna. Kartu tarot The lovers menjadi hidup. Anatomi tubuh laki-laki tersebut
kartu tarot cinta nomor satu karena kartu dibuat seperti potongan-potongan. Latar
tarot ini melambangkan cinta kasih, hasrat, belakang dibuat seperti desain pada kaca
keharmonisan, dan persatuan. patri gereja.
Proses penciptannya sampul lukis Ayu Utami membuat lukisan sampul
Saman cukup rumit namun tertata. Ayu Larung terinspirasi dari kartu Tarot The
Utami sepertinya asyik bermain komposisi Hanged Man. Teknik pembuatan ilustrasi
yang menyiratkan kegelisahan asmara dan menggunakan teknik gambar manual yang
keyakinan melalui goresan dan pilihan digambar pada sebuah kaca dengan cat
warna yang menjadi karakter karya lukisnya. akrilik.

169
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

Gambar 4 Gambar 5
Inspirasi Cover Novel Larung Sampul Buku Novel Bilangan Fu

Aliran seni lukis dari karya Larung parah di usianya yang menginjak 120
adalah aliran surealisme yang penyusunan tahun diyakini karena memiliki japa-japa di
objeknya tersusun melalui unsur-unsur tubuhnya yang membuatnya tidak mungkin
geometri seperti gaya kubisme. bisa mati, sehingga Larung membelah
Kartu Tarot The Hanged Man tubuh sang nenek dengan berbagai cara dan
menunjukkan seorang pria yang tergantung tahapan. Namun tak adanya satupun barang
dengan ekspresi wajah santai. Kartu ini di dalam tubuh sang nenek menjadikannya
diartikan seseorang yang melihat dunia kesan mistis dalam cerita dan lukisan karya
dengan cara yang berbeda, dan kebanyakan novel Larung.
memiliki wawasan mistis. Selain itu, pada
sisi positif kartu ini bermakna kebijakan, 3. Analisis Sampul Buku Bilangan Fu
kewaspadaan, cobaan dan pengorbanan, Karya sampul Bilangan Fu yang dilukis
sedangkan segi negatifnya kartu ini oleh Ayu Utami ini divisualisasikan dengan
bermakna egois, kepala batu, sulit diajak metafora sebuah benda cinderamata yang
bekerja sama dan enggan berusaha. biasa dijadikan jimat. Material subjeknya
Pada lukisan sampul Larung ini, Ayu merupakan gambar benda gantungan
Utami ingin menunjukkan keterkaitan bandul yang berbentuk bulatan berwarna
hal mistis dengan cerita novelnya yang hitam, dan putih biru pada bagian tengahnya.
mengisahkan tentang pengorbanan dan Jika diperhatikan sekilas, ilustrasi tersebut
keyakinan dari usaha Larung dalam menyerupai gambar sebuah mata. Di bagian
membunuh neneknya yang sudah sakit tengah bulatan hitam terdapat sebuah
parah namun tidak bisa meninggal. Nenek lubang dan tali. Ayu Utami melukis sampul
Larung yang masih hidup meski sakit tersebut berdasarkan sebuah cinderamata

170
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

Ayu Utami menginginkan sesuatu yang


bulat untuk menggambarkan ilustrasi
Bilangan Fu, kemudian dipilihlah simbol evil
eye. Evil eye merupakan sebuah cinderamata
yang berasal dari Turki yang dipercaya
sebagai sebuah jimat untuk mengusir atau
melindungi dari kekuatan-kekuatan jahat.

IV. SIMPULAN
Gambar 6
Inspirasi Cover Novel Bilangan Fu

Ilustrasi pada novelnya dibuat sendiri


oleh Ayu Utami. Hal ini dikarenakan Ayu
dari Turki yang biasa disebut dengan evil tidak pernah puas ketika cover novelnya
eye, yang bentuknya memang mirip seperti dibuat oleh orang lain. Bahkan sebagus
mata iblis. Teknik pembuatan ilustrasinya apapun karya dari ilustrator itu. Gaya lukis
menggunakan teknik gambar manual yang Ayu Utami menggunakan aliran surealisme
digambar di atas kanvas. Aliran seni lukis murni/fotografis yang menciptakan ilusi
dari karya Bilangan Fu adalah realistik realistik dari alam bawah sadarnya. Ayu
dengan gaya surealisme. Utami mempunyai pandangan tersendiri
Pada kisah novel Bilangan Fu, sang bagaimana sampul-sampul novelnya akan
tokoh Yuda bermimpi bertemu penunggu dibuat sehingga hanya tangannya sendiri
gunung di Watugunung yang membisikkan yang mampu mengeksekusi pembuatan
tentang bilangan Fu, yakni bilangan yang ilustrasi. Kemampuan melukisnya juga baik
menyerupai obat nyamuk bakar, melingkar terbukti dengan eksekusi besar kecilnya
keluar bagai labirin yang juga disebut Hu. obyek serta komposisi yang benar-benar
Dalam penjabarannya Fu atau Hu, ini diperhitungkan hingga menyerupai lukisan
adalah bilangan ke 13, dalam hitungan aslinya.
jawa kuno, ada hitungan; ji, ro, lu, pat, mo, Pada pemilihan warna, Ayu Utami lebih
nem, tu, wu, nga, luh, las, sin, hu (hal.304). menyukai warna-warna komplementer yang
(Ji=siji/1, ro=loro/2, lu=telu/3, pat=papat/4, memiliki kontras warna yang kuat pada
mo=limo/5, nem=enem/6, tu=pitu/7, desain sampul lukis buku novelnya. Ayu
wu=wolu/8, nga=sanga/9, luh=sepuluh/10, Utami terbukti menyukai dunia seni terlihat
las=sebelas/11, sin=lusin/12, Hu=13). dari kemampuan teknik pewarnaan dan
Angka 13 Yang biasanya di kepercayaan gradasi lukis yang cukup baik meski tidak
budaya Barat disebut-sebut sebagai angka memiliki background seni rupa.
sial. Sementara dalam kepercayaan China, Tipografi yang digunakan sesuai dengan
13 bisa berarti 1+3 = 4 atau bilangan Tsi, novelnya. Penggunaan font pada keterangan
angka sial di China. serial Seri Bilangan Fu, Ayu konsisten

171
Irene Hasian, Analisis Desain Sampul Novel Karangan Ayu Utami
Ditinjau Dari Perspektif Desain Komunikasi Visual

menggunakan font berjenis sans serif. Pada diperoleh dari sampul-sampul novel Ayu
nama novelis, kecenderungan Ayu Utami Utami, misalnya informasi tentang tarot
menggunakan font serif yang memberi (yang tidak ada hubungannya sama sekali
kesan anggun, lembut, dan feminis. Adapun dengan isi novel, tidak ada cerita tentang
penggunaan judul buku beragam sesuai tarot pada isi novelnya), namun menjadi
dengan karakter isi novelnya. Namun pada inspirasi dari perumpamaan isi novelnya.
beberapa judul novel, seperti Saman dan Pada pembuatan sampul buku,
Manjali Cakrabirawa, font judulnya tingkat unsur desain tidak hanya bertumpu
keterbacaannya masih kurang efektif. pada ilustrasinya saja, tetapi juga ada
Layout pada sampul-sampul novel Ayu beberapa unsur lainnya, layout, warna, dan
Utami didominasi dengan prinsip layout tipografinya (pemilihan huruf).
penekanan (emphasis) dan keseimbangan Ayu Utami sebagai pengarangnya
(balance). Penerapan komposisi novel-novel lebih mempertimbangkan komposisi
Ayu Utami cukup baik dengan prinsip dasar layoutnya agar punya ruang lebih sehingga
desain yang seimbang dan fokus, namun ada jangan terlalu padat dan penuh sesak, juga
beberapa novelnya yang ilustrasinya terlalu pertimbangan terhadap tipografinya agar
penuh dan padat sehingga menyulitkan memiliki cukup ruang layoutnya dan tidak
peletakkan tipografi dan warnanya secra terkesan bertumpuk-tumpuk.[]
efektif.
Secara garis besar, sampul yang dilukis DAFTAR PUSTAKA
oleh Ayu Utami cukup menarik dengan
menampilkan ide-ide yang tidak biasa. Ardhi, Yudha. 2013. Merancang Media
Komposisi elemen-elemen desain pada Promosi Unik dan Menarik. Yogyakarta:
sampul-sampul novel Ayu Utami cukup baik Taka Publisher.
sebagai produk terbitan. Namun, beberapa Bahari, Nooryan. 2008. Kritik Seni: Wacana
sampul novel yang ilustrasinya dilukis Apresiasi dan Kreasi. Yogyakarta:
memenuhi bidang halaman menyulitkan Pustaka Belajar.
komposisi peletakkan elemen-elemen grafis Baines, Phil dan Andrew Haslim. 2005. Type
sebagai desain sampul yang baik. & Typhography. London: Laurence King
Secara keseluruhan, sampul-sampul Publishing.
novel Ayu Utami memiliki karakter yang Craig, James. 1999. Designing with Type:
kuat untuk menarik perhatian pembaca dan A Basic Course in Typography. United
sampul novelnya tidak hanya berdasarkan States: Crown Publishing Group.
nilai estetik semata, namun gagasannya Danger E.P. 1992. Memilih Warna Kemasan.
bisa dari unsur eksentrik novel yang Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
ternyata mampu membuat sampul novel Depdiknas.
yang konseptual. Selain itu juga ada banyak Hardjana H.P. 2006. Cara Mudah Mengarang
informasi di luar cerita dari novel yang bisa Cerita Anak-Anak. Jakarta: Grasindo.

172
Jurnal Magenta, STMK Trisakti - Vol. 1 | No. 02 | Juli 2017

Jeffkins, Frank. 1997. Periklanan, Alih Bahasa and Consumer Services, 17(1). pp. 43-
oleh Haris Munandar. Jakarta: Erlangga. 52.
Kervenoael, R; D. S. O. Aykac & M. Palmer. 2009. Rozak, Abdul Zaidan & Anita K. Rustapa.
Online Social Capital: Understanding 1994. Kamus Istilah Sastra Indonesia.
e-impulse buying in practice. Journal of Jakarta: Balai Pustaka.
Retailing and Consumer Services. Rustan, Surianto. 2009. Layout Dasar
Kusmiati, A, S. Pudjiastuti & P. Suptandar. dan Penerapannya. Jakarta: Kompas
1999. Teori Dasar Desain Komunikasi Gramedia Pustaka Umum.
Visual. Jakarta: Djambatan. Santo, Tris Neddy. 2012. Psikologi Warna.
Kusrianto, Adi. 2007. Pengantar Disain Jakarta: FSR IKJ Press.
Komunikasi Visual. Yogyakarta: Penerbit Schder, Georg. 1977. Perihal Cetak Mencetak.
Andi. Yogyakarta: Kanisius.
Miller, Michael. 1998. Webster’s New World Soedarso Sp. 1990 Tinjauan Seni, Sebuah
Vocabulary of Success. Korea: Acorn pengantar untuk apresiasi seni.
Publishing. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.
Mulyanta, Edi S. 2006. Dari Teori Hingga Sunaryo dan Sumartono. 2006. Seni Lukis
Praktik: Pengolahan Digital Image Dasar (Bahan Ajar Seni Lukis I). Buku
dengan Photoshop CS2. Yogyakarta: Ajar. UNNES.
Penerbit Andi. Supriyono, Rakhmat. 2010. Desain
Nathalia, Kirana & Lia Anggraini. 2014. Komunikasi Visual-Teori dan Aplikasi.
Desain Komunikasi Visual; Dasar-dasar Yogyakarta: Penerbit Andi.
Panduan untuk Pemula. Bandung: Suyanto, M. 2004. Aplikasi Desain Grafis
Penerbit Nuansa Cendekia. untuk Periklanan. Yogyakarta: Penerbit
Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Andi.
Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Wirya, Iwan. 1999. Kemasan Yang Menjual.
Mada University Press. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Nurhadiat, Dedi & Madasar Susanto. 2004. Paujan, Aji. (2015). “Seni Lukis Aliran
Seni Rupa SMA Kelas 3. Jakarta: Grasindo. Naturalisme”, Dalam http://www.
Pentecost, R., & Andrews, L. 2010. Fashion IINETKOMP.html, 23 Maret 2016.
retailing and the bottom line: The effects Suyono. (2003). “Seni Lukis Aliran
of generaional cohorts, gender, fashion Romantisme”, Dalam http://www.
fanship, attitudes and impulse buying on blogsuyono.com/Aliran Tertua dalam
fashion expenditure. Journal of Retailing Sejarah.html, 22 April 2016.

173