Sie sind auf Seite 1von 8

Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830

Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019


https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT


DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP

Iskandar Markus Sembiring1, Novita Br Ginting Munthe2

Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam


Jl. Sudirman No.38 Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang-Sumatera Utara
e-mail : iskandar_sembiring@ymail.com

DOI: https://doi.org/10.35451/jkf.v1i2.170

Abstract
Good communication between nurses and patients is one thing in meeting
patient needs. Communication in question is therapeutic communication in
providing nursing care to patients. The low therapeutic communication carried
out by nurses has an impact on patient dissatisfaction. New patients will be
satisfied if the performance of the health services they obtain is the same or
exceeds their expectations. The general objective of this study is to analyze
the relationship between therapeutic communication of nurses and the
satisfaction of inpatients. This type of research is quantitative research with
the design of the study is descriptive correlation and how to collect data by
distributing questionnaires. Sampling technique with purposive sampling
technique. The statistical test used is spearman's rho. The results showed that
there was a relationship between therapeutic communication of nurses and
patient satisfaction, of 36 respondents there were 22 people (61.1%) patients
who were dissatisfied with nurse therapeutic communication with a value of P
= 0.043, p <α (0.05), with a value R = 0.339, then the relationship between
therapeutic communication nurses with patient satisfaction is a strong
category. Based on the results of this study, it is expected that the deli
hospital will improve and conduct training on the implementation of nurse
therapeutic communication so that the patient's satisfaction level increases.

Keywords: Therapeutic communication, nurses, patient satisfaction.

1. PENDAHULUAN mereka harapakan. ketidakpuasan


Execelent service merupakan pasien terjadi jika kinerja petugas
pelayanan yang menjadi prioritas kesehatan yang diharapkan tidak
utama dalam pelayanan rumah sakit, sesuai (Imbalo, 2013 dalam Ike,
pasien menjadi puas saat mereka 2014).
dilayani dengan sesuai dengan Pelayanan petugas kesehatan
kebutuhan mereka. Hal tersebut dikatakan baik dikarenakan mereka
dirasakan oleh pasien khususnya untuk ramah dan juga empati kepada pasien.
pasien rawat inap yang menghabiskan Keberhasilan yang diperoleh layanan
banyak waktu menginap di rumah sakit kesehatan dalam meningkatkan mutu
untuk proses penyembuhannya. pelayanan kesehatan berhubungan erat
Mereka puas jika kinerja dari petugas dengan kepuasan pasien (Putri, 2014).
kesehatan dalam melayani pasien sama Salah satu indikator untuk menilai
atau jauh lebih besar dari apa yang kinerja dari layanan kesehatan suatu

54
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

rumah sakit adalah melalui kepuasan serikat (Depkes, 2008 dalam Putri,
pasien. Jika persentase kepuasan 2014).
pasien yang diperoleh tinggi berarti Hasil penelitian Ike Wahyuli
layanan kesehatan rumah sakit Putri, diperoleh hasil bahwa kepuasan
tersebut baik, dan sebaliknya jika pasien merasa kurang puas (52,9%),
tingkat kepuasan pasien rendah, maka dan (57,1 %) menyatakan petugas
layanan rumah sakit tersebut perlu berkomunikasi secara terapeutik, dan
dibenahi khususnya dalam hal diantara 40 responden yang
berkomunikasi. mengatakan perawat berkomunikasi
Berdasarkan penelitian secara terapeutik terdapat 2 orang
Rachmadan dan Darmawansyah (2013) yang merasa sangat puas (5,0%)
mengidentifikasi hubungan pelayanan dengan pelayanan kesehatan, 30
kesehatan dengan kepuasan pasien responden yang mengatakan perawat
rawat jalan di Puskesmas Batua kota tidak terapeutik, dan tidak ada pasien
Makasar tahun 2013, dimana 68 % yang merasa sangat puas (0%).
responden mengatakan kurang puas Hasil Penelitian Musrin, dkk
terhadap pelayanan kesehatan dan (2021) diperoleh 41 (78%) orang
32% merasa puas pada layanan menggunakan Komunikasi terapeutik
kesehatan di Puskesmas Batua kota dengan baik, sedangkan jumlah
Makasar. Keluhan yang disampaikan perawat yang tidak baik sebanyak
pasien mengenai kurangnya perhatian 22,0%. Dan untuk pelayanan perawat
perawat terhadap kondisi pasien dan diperoleh diantara 41 responden,
juga perawat yang kurang ramah terdapat 78,0% yang menilai baik
terhadap pasien saat memberikan terhadap pelayanan perawat dalam hal
pelayanan kesehatan (Putri, 2014). berkomunikasi dan 22% yang kurang
Kewajiban perawat adalah baik. Selebihnya diantara segi kualitas
membantu pemulihan pasien melalui dan mutu dari perawat, aspek empathy
suatu tindakan keperawatan dan (perhatian) yang diberikan perawat
komunikasi terapeutik (Nugroho dan kepada pasien dinyatakan tidak baik.
Aryati, 2009). Namun seseorang yang Begitu juga halnya dilihat dari mutu/
memiliki softskill yang tinggi belum aspek assurance (jaminan) perawat
tentu dikatakan seseorang yang juga menunjukkan hasil yang tidak baik
profesional dalam melaksanakan peran karena mengecewakan pasien.
dan fungsinya sebagai perawat jika Dari segi assurance, yang yang
pasiennya tidak puas (Musrin, dkk, menjadi keluhan utama adalah kurang
2012). ramahnya perawat kepada pasien dan
Penelitian di Amerika Serikat kurangnya penjelasan tentang kondisi
mengidentifikasi kepuasan pasien pasien dari para perawat. Dari aspek
terhadap komunikasi terapeutik empati, sikap dan tindakan perawat,
perawat dalam pelayanan kesehatan di khususnya kepada pendamping pasien
rumah sakit sebanyak 68 % pasien selama dirawat menunjukkan
kurang puas terhadap pelayanan ketidakmampuan mengelola emosi,
kesehatan dikarenakan petugas yang sehingga kelihatan bahwa perawatnya
kurang ramah, informasi yang kurang tidak sabar dan kasar. Hal ini juga
jelas dari tenaga kesehatan terhadap menunjukkan suatu nilai yang sangat
pasien, dan 42 % pasien yang tidak puas. Peneliti berasumsi bahwa
mengatakan puas terhadap pelayanan komunikasi terapeutik yang dilakukan
kesehatan rumah sakit di Amerika perawat terhadap pasien sangat
berkaitan dengan apa yang diharapkan

55
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

pasien selama mereka rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk


Dengan terjalinnya komunikasi yang mengetahui hubungan komunikasi
efektif dan bekerja secara profesional, terapeutik perawat dengan kepuasan
maka akan memberikan kenyamanan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah
dan kepuasan tersendiri untuk pasien. Sakit Umum Daerah Deli Serdang.
Berdasarkan data Sensus
Nasional bahwa rumah sakit 2. METODE PENELITIAN
pemerintah adalah rumah sakit yang Jenis dan Desain Penelitian
paling besar digunakan untuk pasien Rancangan penelitian pada
yang dirawat inap sebanyak 37.1% dan hakekatnya merupakan suatu strategi
dan rumah sakit swasta sebanyak untuk mencapi tujuan penelitian yang
34,3%. Selebihnya masyarakat telah ditetapkan dan berperan sebagai
memilih layanan kesehatan di Klinik pedoman atau penuntut peneliti pada
bersalin dan puskesmas dengan alasan seluruh proses penelitian (Nursalam,
lokasi lebih dekat dijangkau dari rumah 2008).
mereka. Harapan dari setiap pasien Desain penelitian yang digunakan
adalah mendapatkan pelayanan terbaik dalam penelitian ini adalah deskriptif
dan dapat berkomunikasi dengan baik korelasi dengan tujuan untuk
dimana pasien merasa nyaman ketika mengetahui hubungan komunikasi
berkomunikasi dengan perawat. terapeutik perawat dan kepuasan
Hasil wawancara yang dilakukan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah
penulis kepada beberapa pasien rawat Deli Serdang.
inap di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Populasi Penelitian
Serdang menunjukkan bahwa Populasi dalam penelitian ini
ketidakpuasan mereka dalam adalah seluruh pasien yang di rawat
menerima asuhan keperawatan, seperti inap di Rumah Sakit Umum Daerah Deli
perawat yang memiliki kesibukan Serdang mulai bulan Januari-April 2018
tersendiri sehingga waktu yang sebanyak 144 orang. Jadi rata-rata
digunakan untuk menyapa dan pasien rawat inap dalam satu bulan
mendengarkankan keluhan pasien adalah 36 orang.
tentang tanda dan gejala penyakit yang Sampel Penelitian
dirasakannya tidak terlalu banyak dan Polit dan Hungler (1993) yang di
kesannya terburu-buru oleh waktu dan, kutip oleh Setiadi (2007) menyatakan
dan kurangnya keyakinan dan bahwa semakin besar sampel semakin
penguatan yang diberikan perawat baik dan reprensentatif hasil yang
dalam setiap asuhannya untuk diperoleh. Namun demikian
mengurangi keluhan pasien sesuai penggunaan sampel jika kurang dari
diagnosis penyakitnya. Perawat 100 maka keseluruhan dijadikan
terkesan tidak memfasilitasi secara sampel, maka sampel dalam penelitian
penuh misalnya mengganti infus yang ini sebanyak 36 orang. Sampel diambil
terkadang terlalu lama merespon. dengan menggunakan teknik sampling.
Berdasarkan studi di atas maka (Arikunto, 2010). Teknik yang
penulis tertarik untuk mengadakan digunakan dalam penelitian ini dengan
penelitian tentang “Hubungan purposive sampling. Jadi sampel yang
komunikasi terapeutik perawat dengan akan diteliti di RSUD Deli Serdang
kepuasan pasien di ruang rawat inap sebanyak 36 orang. Jadi jumlah
Rumah Sakit Umum Daerah Deli keseluruhan sampel adalah 36
Serdang”. responden.

56
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

Kriteria inklusi adalah diteliti 𝑅𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔


(2002) dengan rumus: P =𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 ,
(Notoatmodjo, 2010), antara lain:
Dimana P= panjang kelas. Maka
a. Klien bersedia menjadi
didapatkan panjang kelas atau P=11
responden tanpa ada
dan nilai terendah 15 sebagai batas
paksaan dari pihak manapun
bawah kelas interval pertama. Maka
b. Klien yang di rawat inap
keterampilan perawat dalam
minimal tiga hari
komunikasi terapeutik sebagai berikut:
c. Klien yang kooperatif, sadar,
1) 15-26 = komunikasi kurang
dan komunikatif
2) 27-38 = komunikasi cukup.
d. Klien dengan usia 17-70
3) 39-50 = komunikasi baik
tahun dengan asumsi klien
4) 51-60 = komunikasi sangat baik
dapat memahami/menilai
komunikasi yang dilakukan
b. Kuesioner Kepuasan Pasien
oleh perawat
Untuk kepuasan pasien
e. Pasien tidak buta huruf.
berdasarkan tinjauan pustaka indikator
kepuasan pasien terdiri dari
Lokasi dan Waktu Penelitian
responsiveness, assurance, reliability,
Penelitian ini dilaksanakan pada
empaty dan tangible perawat dalam
bulan Januari-Juni 2018 di Ruang
komunikasi terapeutik. Instrumen
Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah
penelitian dibuat dalam bentuk
Deli Serdang.
kuesioner. Maka keseluruhan terdiri
dari 20 pernyataan yang terdiri dari
Instrumen Penelitian
responsiveness 4, assurance 4,
Pada penelitian ini instrumen
reliability 4, empati 4, dan tangible 4.
yang digunakan adalah dua bagian
Untuk kepuasan pasien peneliti
kuesioner yaitu kuesioner yang berisi
menggunakan skala likert dengan
tentang komunikasi terapeutik perawat
rentang 1-4, skor terdiri dari : sangat
dan kuesioner tentang kepuasan
puas (SP)=4, puas (P)=3, tidak puas
pasien.
(TP)=2, sangat tidak puas (STP)=1.
a. Kuesioner Komunikasi Terapeutik
Total skor diperoleh nilai terendah 20
Perawat
dan nilai tertinggi 80. jadi semakin
Kuisioner berupa pernyataan
tinggi skor maka semakin tinggi
tentang variabel komunikasi terapeutik
kepuasan pasien. Maka berdasarkan
perawat terdiri dari 15 pernyataan
statistik dapat diukur berdasarkan
yang terdiri dari fase orientasi 5, fase
rumus Sudjana (2002) dengan rumus:
kerja 5, dan fase terminasi 5. 𝑅𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔
P =𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 Dimana P=Panjang
Kuesioner komunikasi terapeutik
perawat menggunakan skala likert kelas. Maka didapatkan panjang kelas
dengan range 1–4. Untuk pilihan atau P=15 dan nilai terendah 20
jawaban pada pernyataan yang sebagai batas bawah kelas interval
tersedia, yaitu selalu (SL)=4, sering pertama. Maka tingkat kepuasan
(SR)=3, jarang (JR)=2, tidak pernah pasien sebagai berikut:
(TP)=1. Total skor nilai terendah 15 1) 20-35 = Sangat Tidak Puas
dan nilai tertinggi 60. Jadi semakin 2) 36-50 = Tidak Puas
tinggi skor semakin baik komunikasi 3) 51-65 = Puas
terapeutik yang diterapkan perawat 4) 66-80 = Sangat Puas.
saat berkomunikasi dengan pasien.
Maka berdasarkan statistik dapat Analisa Data
diukur berdasarkan rumus Sudjana

57
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

Penelitian ini merupakan penelitian Total 36 100


untuk mengetahui gambaran
komunikasi terapeutik perawat dan Berdasarkan hasil analisa dari tabel 1
kepuasan pasien maka analisa datanya mengenai komunikasi terapeutik
dilakukan secara komputerisasi dengan perawat terhadap 36 responden di
menggunakan program tertentu. Rumah Sakit Umum Daerah Deli
Adapun tahap-tahap analisa data Serdang bahwa responden mengatakan
sebagai berikut: komunikasi terapeutik yang diterapkan
a. Analisa univariat oleh perawat saat berkomunikasi
Analisa ini dilakukan terhadap dengan pasien keterampilannya cukup
variabel dari hasil penelitian, pada sebanyak 27 orang (75,0%), sangat
umumnya analisa ini hanya baik 2 orang (5.6%), baik 2 orang
menghasilkan distribusi dan persentase (5.6%), dan kurang 5 orang (13.9%).
dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2010).
Analisa univariat dalam penelitian ini Kepuasan Pasien
dilakukan untuk mengidentifikasi Pada variabel kepuasan pasien
variabel komunikasi terapeutik perawat yang di rawat inap didapatkan hasil
dan kepuasan pasien di ruang rawat penelitian pada tabel di bawah ini:
inap Rumah Sakit Umum Daerah Deli
Serdang. Tabel 2. Distribusi Frekuensi
Kepuasan Pasien Rawat Inap di
b. Analisa bivariat Rumah Sakit Umum Daerah Deli
Bivariat adalah suatu prosedur Serdang Tahun 2018
untuk menganalisa kekuatan hubungan Kepuasan F %
kedua variabel digunakan uji korelasi Sangat Puas 2 5.6
Spearman’s Rho dengan tingkat Puas 6 16.7
kepercayaan 95% (α=0,05). Maka hasil Tidak Puas 22 61.1
diinterpretasikan dengan Sangat Tidak Puas 6 16.7
membandingkan nilai p dengan nilai α. Total 36 100
Bila nilai p<α maka keputusannya Ho Berdasarkan tabel 2 menunjukkan di
ditolak yang akan dihubungkan adalah Rumah Sakit Umum Daerah Deli
hubungan komunikasi terapeutik Serdang bahwa responden yang tingkat
perawat dengan kepuasan pasien di kepuasaannya Tidak Puas sebanyak 22
ruang rawat inap Rumah Sakit Umum orang (61,1%), sangat puas 2 orang
Daerah Deli Serdang (5.6%), puas 6 orang (16.7), dan
sangat tidak puas 6 orang (16.7%).
3. HASIL
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tabel 3. Hubungan Komunikasi
Komunikasi Terapeutik Perawat di Terapeutik Perawat dengan
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Kepuasan Pasien di Ruang Rawat
Umum Daerah Deli Serdang Tahun Inap Rumah Sakit Umum Daerah
2018 Deli Serdang
Komunikasi f % Signifikan Korelasi
Terapeutik Kom.Terapeutik 0.043 0.339
Sangat Baik 2 5.6 Kepuasan 0.043 0.339
Baik 2 5.6 Berdasarkan hasil uji analisa
Cukup 27 75 korelasi Spearman's rho pada
Kurang 5 13.9 penelitian ini di Rumah Sakit Umum

58
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

Daerah Deli Serdang. Hasil penelitian Hasil penelitian yang didapat


antara komunikasi terapeutik perawat sesuai dengan penelitian Ibrahim
dengan kepuasan pasien di Rumah tentang hubungan pelaksanaan
Sakit Umum Daerah Deli Serdang komunikasi teraupetik perawat dengan
menunjukkan nilai P=0,043 dimana tingkat kepuasan pasien di Ruangan
nilai tersebut (P<0,05), dengan nilai Rawat Inap Melati di RSUD Subang
r=0,339 maka artinya ada hubungan tahun 2011 menjelskan lebih dari
antara komunikasi terapeutik perawat setengah responden yang merasa puas
dengan kepuasan pasien di Rumah (70,3%) terhadap komunikasi yang
Sakit Umum Daerah Deli Serdang diterapkan oleh perawat, perawat
tahun 2018 dengan kekuatan korelasi masuk ruangan dengan mengucapkan
lemah. salam, perawaat menayakan keadaan
pasien dan pada fase terminasi perawat
4. PEMBAHASAN membuat kontrak waktu untuk
Komunikasi Terapeutik Perawat pertemuan selanjutnya (Ibrahim,
Berdasarkan hasil penelitian 2011).
menunjukkan komunikasi terapeutik Menurut asumsi peneliti
yang dilakukan perawat terhadap komunikasi terapeutik yang banyak
Pasien yang dirawat inap dengan dilaksanakan perawat adalah
jumlah responden sebanyak 36 orang mengucapkan salam ketika masuk
bahwa mayoritas kategori cukup yaitu kamar pasien, menyapa/tersenyum
sebanyak 27 orang (75,0%). ketika bertemua pasien, menanyakan
Menurut Hidayat (2008), Yang keadaan pasien, dan memberikan
sangat memiliki peran penting dalam saran pada pasien tentang tindak lanjut
membepelayanan keperawatan, yaitu yang akan dilakukan. Hal tersebut
bagaimana seorang perawat dilakukan perawat karena berhubungan
menyampaikan informasi dan dengan keramahan dan tatakrama
memberikan tanggapan atas keluhan- perawat dengan pemberian asuhan
keluhan pasien dan bagaimana cara keperawatan, sehingga mereka sudah
perawat dalam mengatasi keluhan- terbiasa mengucapkan salam ketika
keluhan pasien, seperti memberikan masuk kamar pasien, tersenyum dan
informasi atas penyakit yang diderita menanyakan keadaan pasien. Perawat
pasien serta tindakan keperawatan juga memberikan saran kepada pasien
yang akan dilakukan. Dalam tentang tindakan lanjut yang akan
berkomunikasi sikap juga sangat dilakukan sebagai bentuk peran dari
berpengaruh terhadap keberhasilan perawat sebagai tempat konsultasi bagi
komunikasi terapeutik. Hal ini dilihat para pasien sehingga pasien
dari perawat masih jarang mendapatkan layanan yang prima.
memperkenalkan diri sebelum memulai
tindakan keperawatan, dan jarang Kepuasan Pasien
tersenyum. Tingkat kesuksesan suatu Berdasarkan hasil penelitian
rumah sakit, dapat dilihat dari segi tentang kepuasan pasien, sebagian
komunikasi anatara perawat dengan besar pasien merasa tidak puas dengan
pasien dan keluarga yang asuhan keperawatan yang diberikan
mendampingi, dimana ketika pasien oleh perawat kepada responden
bertanya tentang keluhan tentang apa ssejumlah 22 orang (61,1%).
yang dialami pasien, maka perawat Menurut Pohan (2007) kategori
akan memberikan feedback yang dapat yang bisa mempengaruhi tingkat
mengurangi rasa khawatir pasien. kepuasan pasien khususnya pada

59
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

pasien rawat inap melalui tindakan petugas yang bersedia menawarkan


keperawatan yang dilakukan oleh bantuan ketika pasien mengalami
perawat, seperti memberi waktu kesulitan, dan kecepatan perawat
kepada pasien untuk bertanya seputar dalam menangani masalah pasien
keluhan yang dialami, perawat ketika sampai di ruangan.
melayani dengan sopan, ramah dan
tanggap, perawat selalu memberi obat Hubungan Komunikasi Terapeutik
pasien tepat waktu dan sesuai dengan Perawat dengan Kepuasan Pasien
standar operasional prosedur. Berdasarkan tabel 3 diperoleh
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Berdasarkan uji analisa korelasi
Dharminto (2011), yang menyatakan Spearman's untuk menganalisis
bahwa penilaian dari tingkat Kepuasan hubungan komunikasi terapeutik
pasien Rawat Inap sejsuai dengan perawat dengan kepuasan pasien di
asuhan yang diterima oleh pasien Rumah Sakit Umum Daerah Deli
sesuai. Menjelaskan masih ditemukan Serdang menunjukkan nilai P=0,043
beberapa rumah sakit tentang keluhan dimana nilai tersebut (P<0,05) dengan
pasien terhadap pelayanan kesehatan nilai r =0,339 maka artinya ada
dari 300 responden ditiga Rumah Sakit hubungan antara komunikasi terapeutik
yang ada di Jawa Tengah diperoleh perawat dengan kepuasan pasien di
hasil 68,6% kurang puas dan mengeluh Rumah Sakit Umum Daerah Deli
terhadap pemberian asuhan Serdang tahun 2018 dengan kekuatan
keperawatan di Rumah Sakit serta korelasi lemah.
keterlambatan dalam mendapatkan Pelaksanaan komunikasi
tindakan keperawatan, dan 31,4% terapeutik sangat berpengaruh
responden yang mengatakan puas terhadap kepuasan pasien sehingga
terhadap pelayanan kesehatan. Dengan dapat mempengaruhi jumlah pasien
demikian peneliti mendapatlan hasil yang bersedia dirawat di rumah sakit
yang sama dengan Dharmanto yaitu tersebut. Dengan meningkatnya
pasien Tidak Puas sebanyak 22 orang perhatian perawat kepada pasien yang
(61,1%), sangat puas 2 orang (5.6%), dirawat juga akan menambah
puas 6 orang (16.7), dan sangat tidak kesempurnaan dalam pemberian
puas 6 orang (16.7%). pasien asuhan keperawatan maupun tindakan
mengeluh terhadap pemberian asuhan keperawatan. Hal tersebut akan
keperawatan dan keterlambatan dalam berefek terhadap penambahan jumlah
mendapatkan tindakan keperawatan. pasien yang akan berobat sehingga
Menurut asumsi peneliti, target atau capaian yang telah dibuat
kepuasan daripada responden dalam rencana dan strategi seluruhnya
dipengaruhi oleh layanan keperawatan tercapai.
yang diterima oleh pasien dari perawat Menurut asumsi peneliti,
yang langsung melayani pasien pelaksanaan komunikasi terapeutik
tersebut. Apa yang mereka dapatkan oleh perawat mampu mendatangkan
sesuai dengan harapan untuk kepuasan pasien, karena dengan
mendapatkan pelayanan yang terbaik komunikasi yang baik tersebut, pasien
dari petugas. Kepuasan tersebut timbul akan merasa nyaman dan tentram
dari adanya keandalan dan tanggung berada di ruangan perawatan, sehingga
jawab perawat, misalnya perawat yang pada akhirnya mereka merasa puas
menangani masalah dengan tepat dan dengan apa yang didapatkan dalam
profesional, informasi tentang hal-hal pelayanan kesehatannya. Keberhasilan
yang harus dipatuhi dalam perawatan, pelaksanaan komuniaksi

60
Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), e-ISSN: 2655-0830
Vol. 1 No.2 Edisi November2018-April 2019
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php.JFK
===========================================================================================
Received: 29 April 2019 :: Accepted: 29 April 2019 :: Published 29 April 2019

terapeutikdapat dilihat dari jumlah Nunung, N. (2010). Ilmu Komunikasi


pasien yang bersedia dirawat dan dalam Konteks Keperawatan
kepuasan yang dirasakan pasien. Hal untuk Mahasiswa
Keperawatan/Ners, Edisi 1.
tersebut tidak lepas dari kewajiban
Jakarta: Cv. Trans Info Media.
perawat dalam menerapkan komunikasi Nursalam. (2008), Konsep Dan
terapeutik terhadap semua pasien. Penerapan Metodologi Penelitian
Komunikasi terapeutik yang bermutu Ilmu Keperawatan, Jakarta:
adalah komunikasi yang dilakukan Salemba Medika.
berdasarkan standar operasional dan Putri I.W. (2014). Hubungan
dapat memuaskan pasien. Komunikasi Terapeutik dengan
Kepuasan pasien Dalam
Pelayanan Kesehatan di RSUD
5. KESIMPULAN Teluk Kuantan Kabupaten
Berdasarkan hasil penelitian dan Kuantan Singingi Tahun 2014.
akhir dari pembahasan penelitian, Diambil 03 April 2018.
maka peneliti dapat mengambil Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan
kesimpulan bahwa ada hubungan Riset Keperawatan, Edisi 1,
antara komunikasi terapeutik perawat Yogyakarta: Graha Ilmu
dengan kepuasan pasien di Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah
Deli Serdang tahun 2018. Pengumpulan
data dilakukan dengan pembagian
kuesioner, dengan menggunakan uji
korelasi Spearman's rho. Berdasarkan
hasil menunjukkan nilai P=0,043
dimana nilai tersebut (P<0,05) yaitu Ha
diterima dan Ho ditolak, maka artinya
ada hubungan antara komunikasi
terapeutik perawat dengan kepuasan
pasien rawat inap di Rumah Sakit
Umum Daerah Deli Serdang.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2010), Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
Hidayat, AA. (2008), Riset
Keperawatan Dan Tehnik
Penulisan Ilmiah. Jakarta:
Salemba Medika.
Imbalo, SP. (2006), Jaminan Mutu
Layanan Kesehan. Jakarta:EGC
Napitupulu, J. (2010). Tingkat
Kepuasan Pasien Rawat Inap
Terhadap Pelayanan Keperawatan
di Rumah Sakit Umum Estomihi
Medan. Universitas Sumatera
Utara. Diambil pukul 15.00 WIB
tanggal 11 Juni 2018
Notoatmodjo, S. (2010), Metodologi
Penelitian Kesehatan, Jakarta:
Rineka Cipta.

61