Sie sind auf Seite 1von 25
SPESIFIKASI TEKNIS. BAGIANA SPESIFIKASI UMUM 44. Umum ‘a. Pekerjaan ini adalah PEMBANGUNAN DAPUR RUMAH DINAS PEGAWAI b.Isflah *Pekerjaan” mencakup penyediaan semua tenaga kerja (tenaga ahii, tukang, buruh dan lainnya), bahan bangunan dan peralataniperlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan termaksud. ¢. Pekerjaan_harus diselesaikan seperti yang dimaksud dalam RKS, Gambar-gambar Rencana, Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan serta Addendum yang disampaikan selama pelaksanaan 1.2, Batasan/Peraturan Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor harus tunduk kepada ‘@._Undang — Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruks! b. _Undang - Undang Republik Indonesia No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung ¢, Peraturan Presiden Republi Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. O7/PRT/MV2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi @. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Ri No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan ‘Teknis Bangunan Gedung { Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 488/KPTS/1998 tentang Persyaratan TTeknis Aksesibiltas pada Bangunan Umum dan Lingkungan 9. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan ‘. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Ri 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan i. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wiayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Petunjuk Teknis Rencana ‘Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung. |. Peraturan umum Pemerksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56) k. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUB! 1982) |. Peraturan Perburunan i Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) m. Peraturan-peraturan di indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) n. SKSNIT-15-1991-03 ©, SNI_(Standar Nasional indonesia) p. ASTM (Standar Persatuan Amerika untuk pengujian dan bahan) q. _AISC (Institut Amerika mengenai Konstruksi Baja) 1. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI-1971) - NI-2. Ss. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) -N-3. 1.3. DOKUMEN KONTRAK a. Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Kontraktor terdiri atas ‘© Surat Perjanjian Pekerjaan ‘+ Surat Penawaren Harga dan Perincian Penawaran ‘© Gambar-gambar KerjalPelaksanaan © Rencana Kerja dan Syarat-syarat ‘Addendum yang disampaikan oleh Pengawas Lapangan selama masa pelaksanaan (bila ada) b. Kontraktor wali untuk meneliti gambar-gambar, RKS dan dokumen kontrak lainnya yang berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan ‘gambar-gambar peleksanaan, atau antera gambar satu dengan lainnya, Kontraktor ‘ajib untuk memberitahukan/melaporkannya kepada Pengawas Lapangen. Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah 1. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan gambar detail, maka gambar detail yang dikuti 2. Bila skala gambar tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti, Kecuali bila terjadi kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan_ ketidaksempuraaniketidaksesuaian Konstruksi, harus mendapatkan kepulusan Konsultan Pengawas lebih dahulu 3. Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang dilkuti xecuali bila hal tersebut terjadi karen kesalahan penulisan, yang _jelas _mengakibatkan kerusakarvkelemahan konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas. 4. RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan lengkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya, 8. Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah ‘mendapatkan perubahanipenyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjean Bila akibat kekurang telitan Kontraktor Pelaksana dalam melakukan pelaksanan ekerjaan, terjadi ketidaksempurmaan konstruksi atau kegagalan struktur bangunan, maka Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pembongkaran terhadap konstruksi yang sudah dilaksanakan tersebut dan memperbaikiimetaksanakannya kembali setelah ‘memperoleh keputusan Konsultan Pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain, Spes'fikasi Teknis ini digunakan untuk semua pekerjaan pelaksanaan konstruksi yang akan dilaksanakan baik untuk bangunan baru maupun yang bersifat rehabiltasi dan peningkatan serta penambahan ‘Semua hal yang menyangkut pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi teknis ini kecuali Apabila terjadi Kebakaran, Kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya, baik yang berupa barang-barang | maupun keselamatan jiwa. Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat kebakaran siap dipakai, yang ditempatkan ditempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh DireksiKonsultan Pengawas, dan dianjurkan Untuk mengansuransikan terhadap bahaya kebakaran 4.46. Perlindungan Lingkungan % —_Lingkungan sekitar pekerjaan harus selalu dijaga dari segala macam gangguan dan kerusakan sebagai akibat dari kegiatan pekerjaan ini ‘6 Pekerjaan galian maupun timbunan tanah tidak diizinkan melebihi areal pekerjaan ‘yang telah duzinkan olen Dizeksi/Konsultan Pengawas. % —Semua bahan cairan, kotoran-Kotoran dan sampah yang dianggap membahayakan pada tanah dan air permukaan dilarang untuk dibuang kebadan air maupun permukaan tanah, % —Pengendalian air hujan harus diusahakan sebaik-baiknya untuk menghindari dari banjirfokal % 4.47. & & 1.48, 1.18, 1 Pengendalian terhadap Kebisingan, debu, tanah yang tercecer akibat kegiatan kegiatan dilokasi pekerjaan agar diamankan dengan sebaik-baiknya Kontraktor harus menjaga lingkungan di luar proyek tetap bersih dan terhindar dari kerusakan akibat keluar masuknya pengangkutan bahan masuk maupun keluar lokasi proyek. . Jaminan dan Keselamatan Peker Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) dalam keadaan siap digunakan dilapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dan pekerja tapangan. Kontraktor wajid menyediakan K3 yang memenuhi syarat Kesehatan bagi semua petugas dan pekerja yang ada dibawan kekuasaan kontraktor. Kontraktor wajid menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersin bagi semua petugas dan pekerja. Tidak diperkenankan membuat tempat penginapan dilapangan pekerjaan untuk para pekerja, kecuali untuk penjaga keamanan. ‘Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja wajib diberikan oleh kontraktor sesual dengan peraturan perundangan yang berlaku, Bahan Bangunan 4. Pemeriksaan Bahan Bangunan ‘Semua bahan/material yang didatangkan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Direksi/Konsultan Pengawas berwenang menanyakan asal bahan/ material, dan kontraktor walib memberitahukan Semua bahan/material yang akan digunakan harus diperiksa dahulu kepada ‘Direksi/Konsuktan Pengawas untuk mendapat persetujuan, Bahan/material yang teich didatangkan oleh Kontraktor dilapangan pekerjaan, tetapi ditolak pemakaiannya oleh DireksvKonsultan Pengawas, harus segera dikeluarkan selambat-jambatnya dalam waktu 2 x 24 jam terhitung dai jam penolakan. Pekerjaan atau kegiatan pekerjaan yang telah dilakukan Kontraktor ternyata ditolak Direksi/Konsultan Pengawas, harus segera dihentikan dan untuk selanjutnya dibongkar atas biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetaokan oleh Direksi/Konsultan, Pengawas. Apabila Direksi/Konsultan Pengawas merasa perlu menelii suatu bahanimaterial lebih fanjut, DireksiMonsuitan Pengawas berhak mengirimkan bahan tersebut kepad Balai Peneiitian Bahan-Bahan (Laboratorium) yang terdekat untuk dite. Biaya pengiriman dan Penelitian ditanggung Kontraktor, apapun hasii peneiiian bahan/materia tersebut. 1.18, 1 Untul 2, Penyimpanan Bahan Bangunan Penyimpanan Bahan bangunan harus disimpan sedemikian agar mutunya tak menjadi berkurang maupun mengalami kerusakan. Tempatokasi penyimpanan hendaknya dilandasi dengan lantai yang keras, bersih dan dimana perly, diberi atap (dilindungi) dan atau dinding. Cara menumpuk Bagian lengah dari lantai gudang atau lentai dari suatu timbunan bahan bangunan hendaknya dibuat minng melandai ke tepitepi agar mudah dilakukan pembersihan Cara menumpuk bahan bangunan hendaknya sedemikian rupa, agar tmbunan tidak berbentuk kerucut dan tidak menyebabkan pemisahan bahan (segregation). Jk penumpukan material besi harus dihindarkan terjadinya karat dan fama penumpukan di tempat terbuka tidak lebih dari 1 bulan. 1.18 3. Ganti Rugi Penyedia Jasa Pemborongan bertanggung jawab atas segala biaya gant rugi / Kompensasi sehubungan dengan pendatangan / pengambilan bahan baku / bahan bangunan tersebut di atas. Tidak diadakan mata pembayaran khusus untuk pembayaran ganti rugikompensasi tersebut, tetapi harus sudah termasuk dalam biaya yang diajukan di dalam Dokumen Kontrak. 1.49, Pemeriksaan 1.” Sebelum memulai pekerjaan lanjutan apabila bagian pekerjaan ini telah selesai, akan tetapi belum diperiksa oleh Direksi/Konsultan Pengawas, Kontraktor diwajibkan meminta persetujuan kepada Direksi/Konsultan Pengawas. Apabila Direks/Konsuitan Pengawas telah menyetujui bagian pekerjaan tersebut, Kontraktor dapat melanyutkan ekerjaannya. 2, Bila permohonan pemeriksaan itu dalam batas waktu 2 x 24 jam dihitung dari jam diterimanya surat permohonan pemeriksaan, tidak terhitung hari libur/hari raya, tidak dipenuhi olen Direksi/Konsutan Pengawas, Kontraktor dapat _melanjutkan Pekerjaannya dari bagian yang seharusnya diperiksa dianggap telah disetujui DireksiiKonsultan Pengawas, Kecuali bila DireksiKonsultan Pengawas minta erpanjangan waktu. 3. Bila kontraktor melanggar ayat 1 pasal ini, Direksi/Konsultan Pengawas berhak menyurun membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk diperbaik Biaya pembongkaran dan pernasangan kemibaii ditanggung Kontraktor. 1.20. Kualitas Pekerjaan 1. Setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan kualitas pengerjaan yang terbaik dan dikerjakan oleh tenaga-tenaga kerja terbaik, kualitas pengerjaan maupun kuailtas hasil pekerjaan yang kurang memenuhi syarat akan ditolak dan dilarang untuk diteruskan kegiatannya, 2. Selama pekerjaan berlangsung Direksi/Konsultan Pengawas berhak sewaktu-waktu ‘memerintahkan secara tertulis kepada kontraktor, ‘@) Untuk menyingkirkan dari teripat pekerjaan dalam waktu tertentu bahan/material yang dianggap tidak sesuai dengan kontrak. b) Penggantian bahan/material yang cocok dan sesuai ‘¢)Pembongkaran serta pembuatan baru yang sesual (terlepas dari test-test terdahulu atau pembayaran dimuka) dari sembarang pekerjaan yang menurut Direksi/Konsuttan Pengawas secara material maupun keahliannya tidak cocok dengan kontrak Kegagalan wakil Direksi/Konsultan Pengawas untuk menolak pekerjaan atau material tidak menutup Kemungkinan Direksi untuk cikemudian hari menoiak sesuatu pekerjaan atau material yang dianggap tidak cocok dengan kontrak serta memerintahkan untuk membongkar atas tanggungan kontraktor 4.21, Pengujian hasil pekerjaan 1. Kecuali persyaratan tain secara khusus, maka semua pekerjaan akan diuji dengan care dan tolok ukur pengujian yang dipersyaratkan dalam referensi yang ditetapkan. 2. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka SadanLembaga yang akan melakukan pengujian dipiih atas persetujuan Direksi/Konsultan Pengawas dari Badan/Lembaga Pengujian milik pemerintah atau yang diakui pemerintah atau badan tain yang dianggap memiti! objektiftas dan integritas yang meyakinkan. Atas hal yang terakhir ini, Kontraktor/Supplier tidak berhak mengajukan sanggahan. 3. Semua biaya pengujian dalam jumlan seperti dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. 4. Dalam hal dimana salah satu pitak tidak menyetujui hasi! pengujian dari bahan penguii tersebut, maka pihak tersebut berhak mengadakan pengujian tambahan pada Badan/l embaga lain yang memenuhi persyaratan badan pengujitersebut diatas. 5. Apabila ternyata bahwa kedua hasi! pengujian dari kedua Badan/Lembaga tersebut memberikan kesimpulan yang sama, maka semua biaya untuk pengujian tambahan ‘menjadi beban pihak yang mengusuikan 6 Apabila temyata Kedua hasil pengujian dari kedua badan tersebut_memberikan kesimpulan yang berbeda, maka dapat diplih untuk a) Memilin BadarvLembaga penguji ketiga atas kesepakatan bersama b)Melakukan pengulian ulang pada BadaniLembaga penguji pertama atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagi berikut Pelaksanaan ujian ulang —_harus_disaksikan olen _DireksiKonsultan Pengawas dan Kontraktor/Supplier ataupun wakil-wakiinya, ii, Pada _pengujian ulang harus dikonfirmasikan penerapan dari alat-alat engut ii, Hast dari pengujian ulang harus dianggap final kecuali bilamana kedua belah pihak sepakat untuk tidak menganggapnya demikian. iv. Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan kesimpulan dari hasil Pengufian yang pertama, maka semua biaya untuk semua pengujian ulang ‘menjadi tanggung jawab pihak yang mengusulkan diadakannya penguin tambahan. Bila ternyata pinak Direksi/Konsultan Pengawas yang mempunyai pendapat salah, maka atas segala penundaan pekerjaan akibat adanya penambahan/pengulangan pengujian akan diberkan tambahan waktu peleksanaan pada bagian pekerjaan bersangkutan dan bagian—bagian lain yang terkena akibatnya, penambahan besamya sesuai dengan penundaan yang terjadi 1.22, Pelaporan Laporan harian dan mingguan tentang kemajuan pekerjaan harus dibuat oleh Kontraktor, sesuai dengan pasal yang bersangkutan pada Persyaratan Umum dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut harus menggambarkan banyaknya pekerjaan yang telah diselesaikxan, bahan yang terpakai sebenamya, bahan di dalam gedung, jumiah Pegawai dan pekerja yang melaksanakan pekerjaan di lapangan, dan jumlah akumulatif ‘semua kegiatan yang telah diselesaikan atau yang sedang dilaksanakan yang hasil akhirnya dihitung dalam presentasi ternadap seluruh pekerjaan. Bersamaan dengan penyampaian laporan mingguan, rencana kerja yang akan dilaksanakan dalam minggu berikutnya juga disampaikan. Semua laporan-laporan harus disampaikan kepada Direksi untuk pemeriksaan dan penandatanganan sebelum disampaikan secara resmi kepada pemberi tugas. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi setiap halangan yang tidak terduga itemui dalam pelaksaneannya yang dapat menjurus pada perubahan perencanaan. Kontraktor akan memberixan catatan dan sketsa perubahan dilapangan yang dapat dibuat selama pelaksanaan kepada Direksi yang mungkin perlu untuk pembuatan gambar sesuai pelaksanaan (as-built drawing) 1.23. Penyerahan Pekerjaan Penyerahan pekerigan terakhir kepada Pemberi Tugas hanya dapat dilaksanakan apabila seiuruh pekerjaan telah dapat berfungsi secara sempurma dan dapat diterima oleh Pemberi Tugas. Selain itu seluruh kewaliban Kontraktor seperti member latinan operasi kepade petugas yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas dan kewajiban lainnya telah dilaksanakan dan dapat diterima oleh Pemberi Tugas, 1.24, Penutupan Kontrak ‘A. Kontraktor harus mengikuti semua ketentuan seperti disebutkan dalam Syarat-syarat Kontrak dan Spesifkasi yang menyangkut Penutupan Kontrak. 8. _ Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan dengan seksi it a) Syarat-Syarat Kontrak b) Pembayaran Sertitkat Bulanan ©) Prosedur Variasi 4d) Dokumen Rekaman Proyek ) _ Pekerjaan Pembersinan C. Berita Acara Penyelesaian Akhir a) Waktu Dalam batas waktu dan sesuai dengan ketentuan pada pasal-pasal yang berkaitan dengan Syarat-syarat Kontrak dan bilamana Kontraktor menganggap bahwa pekerjaan tersebut telah selesal, termasuk semua Kewajiban dalam Periode pemelinaraan, maka Kontraktor harus mengajukan permohonan untuk penyerahan akhir. Seteiah penyelesaian seluruh pekerjaan perbaikan (remedial work) yang diminta oleh Panitia Serah Terma, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan akhir dan pekerjaan tersebut dapat diterima, maka Direks! Pekerjaan harus menyiapkan dan menerbitken Berita Acara Penyelesaian Agi, b) SerahTerima Permohonan serah terima akhir harus memuat keterangan Kontraktor berikut : i. Dokumen Kontrak telah sepenuhnya ditelaah; ji, Pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Kontrak; ii, Pekerjaan telah sepenunnya dipenksa dan diuji sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kontrak, dan bahwa semua pemeriksaan dan hasii penguljan telah diterima oleh Direksi Pekerjaan; v. _ Pekerjaan telah lengkap dan siap untuk pemeriksaan akhir dan Serah Terima Akhir. Pengajuan Berita Acara Pembayaran Akhir a) Waktu Dalam batas waktu den sesuai dengan ketentuan pada pasal -pasal yang berkaitan dengan Syarat-syarat Kontrak, Kontrakior harus _mengajukan Permohonan pembayaran akhir bersama dengan semua detail pendukung sebagaimana dipertukan oleh Direksi Pekerjaan, Seteleh diperiksa oleh Direksi Pekerjaan dan jika pertu diamademen oleh Kontraktor, Direksi Pekerjaan akan menesbitkan Berita Acara Pembayaran Akhir oleh Pemilix Pekerjaan. b) IsiBerita Acara |i Berita Acara untuk Pembayaran Akhir yang diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan, harus termasuk, tetapi tidak terbatas pada hal - hal berikut i.dumlah Harga Kontrak seperti yang tercantum dalam kontrak. ii-Kuantitas akhir pekerjaan yang telah diselesaikan seperti yang dibuktixan dalam berita acara pengukuran dan hasil perhitungan pada pekerjaan yang bersangkutan. ii.Nilaisetiap pekerjaan tambah atau kurang seperti disahkan dalam ‘Addendum selama Periode Kontrak (@)Niai setiap penambanan atau pengurangan terhadap jumish Harga Kontrak sebagai akibat dari }) Deda akibat keterlambatan, bila ada il) Pekerjaan yang tidak lengkap atau tidak benar. i) Variasi yang telah disetujui tetapi masin harus dituangkan datam addendum. iv) Setiap penyesuaian lainnya yang diperukan pada ketentuan dan persyaratan dalam Dokumen Kontrak (b) Perhitungan Jumiah Harga Kontrak akhir (©) Ringkasan lembaran neraca yang menunjukan selesainya Pengembalian ‘semua Uang Muka dan Pencairan Semua Uang yang ditahan (Retention Money), (0) Jadwal tentang selurun pembayaran yang telah disahkan oleh Direksi Pekerjaan, (©) Jumieh yang menjadi hak atau yang harus dipotong dari Kontraktor ‘Addendum Penutup. Berdasarkan detail Berita Acara Pemibayaran Akhir yang dibuat oleh Direksi Pekerjaan ‘narus juga menyiapkan addendum penutup yang harus ditenda tangani Pemitk dan Kontraktor, ditengkap! dengan perhitungan akhir dari jumlah harga kontrak. Setelah memperoleh tanda tangan Kontraktor, selanjutnya Direksi Pekerjaan harus menyerahkan Addendum Penutup tersebut ke Pemitk untuk ditanda tangani bersama- sama dengan Berita Acara Pembayaran Akhir yang telah disetujui BAGIAN B SPESIFIKAS! TEKNIS PEKERJAAN SIPIL 4. Pekerjaan Tanah Umum 1A. 12, 13, 1 ‘Sebelum pekerjaan di fapangan dimulai, lokasi dari tempat pekerjaan harus ditinjau dahulu oleh tenaga abi. Kalau sekiranya tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dan Keadaan seperti yang ditunjukan dalam gambar, Penyedia barangjasa harus segera menyampaikan kepada Direksi secara tertulis untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut, juga Penyedia barang/jasa harus menentukan letak bangunan pelengkap seperti Direksi Keel, Gudang dan sebagainya, Pembersihan Tempat Pekerjaan 1 Seluruh pepohonan, semak belukar dan akar-akar pohon di dalam daerah batas pekerjaan untuk seluruh panjang dari bangunan harus dibersihkan dan ditebang, termasuk setiap pohon di luar batas-batas ini yang diperkirakan dapat jatun dan menghalangi bangunan, kecuali ada pemyataan lain yang tertera di dalam syarat-syarat itnusus dan gambar rencana. Bagian atas tanah tanaman harus tersendinidigali sampai kira-cira Kedalaman 20 em dan ditimbun di satu tempat yang layak, agar dapat diguniakan lagi. Pembersihan dan pengupasan di luar batas daeran pekerjaan tidak diberikan pembayaran kepada Penyedia barang/jasa, Kecuait pekerjaan tersebut atas permintaan dari Direksi dan persetujuan dari pengguna barang/jasa, Bila dinyatakan syarat-syarat knusus atau diperintahkan oleh Direksi bahwa Pepohonan rindang dan tanaman tertentu akan dipertahankan, (maka Pepohonan/tanaman tersebut harus dijaga betul dari Kerusakan atas biaya Penyedia barang/jasa. Pepohonan yang harus disingkirkan, harus ditebang sedemikian rupa dengan tidak merusak pepchonanitanaman jain yang dipertahankan, semua Pohon, batang pohon, akar dan sebagainya narus dibongkar dengan kedalaman minimal 20 em di bawah permukaan tanah asli dari pemmukaan akhir (dltentukan oleh permukaan mana yang ‘ebih rendah) Bersama-sama dengan seluruh jenis sampah dalam segala bentuknya harus dibuang pada tempat yang tidak terinat dari tempat pekerjaan menurut cara yang prakts atau dikubur. ‘Solurun kerusakan termasuk pagar, yang terjadi pada saat pembersihan, harus diperbaiki oleh Penyedia barangijasa atas tanggungannya sendin, Bila akan dilakukan pembakaran hasil penebangan, Penyedia barangijasa harus memberitahukan kepada penghuni terhadap milik-mitk yang berbatasan dengan pekerjaan minimal 48 jam sebelumnya. Penyedia barangijasa akan selalu bertindak sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai pembakaran i tempat terbuka. Pada peleksanaan pembersinan, Penyedia barangljasa harus berhati-nati nuk tidak mengganggu setiap patok-patok pengukuran, pipa-pipa atau tanda-tanda lainnya. Perhitungan pembiayaan untuk pekerjaan ini mencakup penyediaan peraiatan, tenaga dan pembuangan bahan-bahan sisa dibebankan kepada Penyedia barang/jasa dan dikerjakan sesuai dengan petunjuk Direksi Galian Tanah 13.4. Umum Galan tanah dilaksanakan pada 4. Semua bagian dari bangunan yang masuk dalam tanah 2, Semua bagian dari tanah yang harus dibuang, Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya, dan benar-benar waterpass. Kalau temyata akan menimbulkan kesultan-kesuiitan pelaksanaan kalau diiaksanakan menurut gambar, Penyedia barangljasa boleh mengajukan usul kepada Direksi mengenai cara pelaksanaannya 1.32, Klasifikas' Galian Galian akan diklasifikasikan dalam pengukuran dan pembiayaan sebagai berikut Galian tanah biasa 2. Galian tanah sedang, misainya : pasir, lempung, cadas muda, dan sebagainya 3. Galian batu terdiri dari galian material yang umumnya menurut direksi perlu ‘menggunakan bor dan atau bahan peledak atau alat-alat khusus lainnya, 4. Galian dimana timbul persoalan air tanah pada kedalaman lebih dari 20 cm dari permukaan air Konstan, dimana biasanya air tanah naik pada penggatian pondasi 1.3.3, Cara Pelaksanaan Pekenaan 1, Penyedia barangjasa harus memberitshukan kepada Direksi sebelum mulai mengerjakan pekerjaan galian, sehingga_penampang, peil, dan Pengukurannya dapat diiakukan pada keadaan tanah yang belum diganagu. 2 Penyedia barang/jasa_harus menyediakan fasiitas yang diperiukan untuk inspeksi semacam itu, termasuk inspeksi untuk semua pekerjgan dalam air 3, Permukaan tanah yang berdekatan dengan konstruksi ini tidak dibenarkan Untuk diganggu tanpa sefin dari Direksi 4, Galian dari pondasi pada batas-batas kemiringan dan peil_ yang dicantumkan pada gambar rencana atau atas petunjuk Direksi, galian tersebut harus mempunyai ukuran yang cukup. ager penempatan konstruksi ‘atau lantai pondasi dengan dimensi yang sesuai dengan gambar rencana mudah dlaksanakan 5, Pell dasar lantai pondasi seperti yang tercantum pada gambar rencana, tidak boleh dianggap bersifat pasti. Direksi dapat menentukan perubatian dimensi peil dari lantai pondasi jika_dipandang-—perlu, agar pondasi_tersebut dapat berfungsi dengan sebaik-baknya, Batu-batu besar, kayu, serta rintangan-rintangan jain yang = mungkin ditemui dalam galian, harus dibuang 6 Sesudah galian selesai, Penyedia barangijasa_harus _memberitehukan Direksi akan hal ini, dan tidak diperkenankan untuk melaksanakan penikan tanah dasar pondasi dan melaksanakan lantai pondasi sebelum Direksi setyju dengan ukuran dan kedalaman galian —_materiakmaterial_ pondasi serta konstruksi-Konstruksi yang akan dipasang pada lubang galian tersebut 7. Semua retakan atau celah-celah yang ada harus dibersinkan dan diisi dengan spesi (injeksi), Serta semua material lepas, batu-batuan lapuk, lapisar-lapisan yang tipis harus dibuang 4.4. Urugan Tanah 1.4.41 Umum Urugan ditaksanakan pada: 1, Semua bekas lubang pondasi 2. Semua bagian yang harus ditinggikan, dengan jalan menimbun dengan urugan tanah harus dilaksanakan menurut gambar serta pei-peil yang telah ditetapkan, juga ‘termasuk perataan dan penyeiesaian tanah halaman di sekitarnya. 4.42. Penggunaan Material Bekas Galian 1. Penyedia barang/jasa harus menjamin bahwa semua material bekas galian yang akan dipergunakan —kembali_-—ditempatkan ~—ssecara.—terpisah dan dilindungi dari segala_pengotoran-pengotoran seperti bahan-bahan yang dapat merusak beton, akar dari pohon, kayu dan sebagainya 2, Berbagai_jenis material sebaiknya diletakkanterpisah, misalnya material yang sifatnya keras dipisahkan dari yang sifatnya lembek, seperti lempung ‘dan sebagainya, 3. Penggunaan jenis-jenis material yang akan dipakai untuk keperiuan penggunaan harus ada persetujuan dari Direksi 1.4.3. Urugan Tanah 4. Sema pekerjaan pengurugan harus dilaksanakan tapis demi lapis secara horizontal dan dipadatkan. 2. Tebal dari tiap lapis diambi 15 cm dan selama proses pemadatan, harus dibasahi dengan air untuk mendapatkan has pemiadatan yang maksimum. 3. Pemadatan harus ditakukan’ dengan alat_ pemadat mekanis (compactor) dan untuk pekerjaan yang besar sifatnya, dapat dipakei roller dan sebagainya, dengan kepasitas yang sesuai 4. Tanah harus dipisahkan terlebih dahulu dari bahar-bahan yang dapat membahayakan, misalnya dapat merusak permukaan beton ataupun lapisan finishing yang tain. 5. Pengurugan dilaksanakan sampai mencapai_peil yang ditetapkan dan diratakan sampai nantinya tidak akan timbul cacat-cacat seperti turunnya permukaan, bergelombang, dan sebagainya 1.5. Urugan Pasir Pada prinsipnya, pekerjaan pengurugan dengan pasir dilaksanakan sama seperti pada engurugan dengan tanah timbunan, 1.6. Laindain Pengurugan dengan bahan-bahan lain, misalnya dengan gravel, pecahan batu merah, dan sebagainya harus dilaksanakan menurut gambar rencana. Bahan-bahan tersebut harus ‘bersih, bebas dari kotoran-kotoran, serta mempunyai gradasi yang sesuai dengan yang diperuntukan. 1.7. Cara Pengukuran Hasil Kerja dan Dasar Pembiayaan 4. Jumiah yang akan dibayar, adalah jumiah kubikasi dalam m? dari tanah galian yang diukur dalam keadaan asli dengan cara luas ujung rata-rata atau kubikasi dalam m? dari tanah yang dipadatkan pada pekerjaan urugan. 2, Volume tanah atau batu-batuan yang diukur adalah volume dari prisma yang dlbatasi bidang-bidang, sebagai berikut @ Bidang atas, adalah bidang horizontal seluas bidang pondasi yang melewati titk terendah dari pertokoan tanah asi, Di atas bidang horizontal ini galian tanah diperitungkan sebagai galian tanah biasa yang sesuai dengan sifatnya, '. Bidang bawah, adaiah bidang yang sesuai dengan sifatnya 2 24, . Bidang tegak, adalah bidang vertkal Kelling Pengukuran volume tidak diperhitungkan untuk galian yang dilakukan di bawah bidang dasat pondasi atau di bawah bidang bates bawah yang ditentukan oleh Direksi Juga tidak diperhitungkan untuk galian yang diakibalkan oleh pengembangan tanah, pemancangan, longsor, bergeser, runtuh atau karena sebab-sebab lain. Kedudukan dasar pondasi yang tercantum pada gambar, rencana, hanya bersifat pendekatan dan perubahan-perubahan sesuai dengan ketentuan Direks! dapat diadakan tanpa tambahan pembiayaan. Volume galian konstruksi untuk tanah-tenah di bawah muka air tanah, akan dibayar tersendir, yaitu untuk volume tanah gatian yang terletak minimum 20 cm di bawah ‘muka air tanah Konstan pada lubang gaiian. Jumlah yang diukur dengan cara seperti tersebut di ats tanpa mempertimbangkan cara dimana material tersebut akan dibuang, dibayar menurut harga satuan sesuai dengan mata pembiayaan yang akan disebut dibawat ini Harga tersebut harus telah mencakup semua pekerjaan yang peru dan hal- hal lain yang umum dikerjakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, Pekerjaan Beton Umum Beton harus merupakan campuran dari semen, agregat nalus, agregat kasar dan air, dengan perbandingan sedemikian schingga dalam beton yang dihasikkan, jumiah semen yang terdapat di dalamnya minimal sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi Hasil akhir pekerjaan harus berupa beton yang baik, padat dan tahan tema ‘serta memiki kekuatan dan sifat-sfat lain sebagaimana disyaratkan Perbandingan antara agregat halus dan agregat kasar tergantung dari gradasi bahannya, tetapi jumlah agregat halus etal. minimal dengan ketentuan bahwa bila dicampur dengan semen akan menghasilkan adukan yang cukup untuk mengisi ruang-ruang rongga-rongga di antara agregat kasar dan terdapat sedi sisa untuk finishing. ‘Untuk menjamin Kekuatan dan ketahanan beton yang optimal, jumah air yang_dipakai dalam adukan harus minimal sehingga menghasilkan kemudahan untuk dikerjakan dan konsistensi yang sesuai dengan kondisi dan cara pengecoran beton. Semua bahan, pengujian ain-lain yang diuraikan dalam spesifixasi ini mengikuti Acuan Normatf Indonesia yang telah diterapkan dengan tujuan menerapkan suatu Acuan Normatif yang dapat diterima. Acuan Normatif lokal atau Acuan Normatf lainnya dapat pula diterapkan asal sudan disetujui oleh direksi sebagai setara. Bahan Bangunan Secara Umum ‘Semua bahan harus merupakan mutu terbaik yang tersedia dan sesuai dengan *Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (N1 — 3)*, British Standar yang relevan atau yang setare, Penyedia barangljasa harus menyediakan contoh dari semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan beton. Untuk memperoleh persetujuan dari Direksi dan tidak boleh memesan bahan tersebut dalam jumiah besar sebelum