Sie sind auf Seite 1von 5

PENGARUH PIJAT PERINEUM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA

IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III

Elly Dwi Masita

Fakultas Keperawatan dan Kebidanan


Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Jl. Smea 57 Surabaya
Email: ellydm@unusa.ac.id

Abstrack: Physical changes and psychology in pregnancy is one stressor in


pregnancy. Preliminary studies showed that 98% of pregnant women experience
anxiety third trimester. As a result of the pregnancy is maternal anxiety will experience
periods of abnormal labor so as to improve maternal and infant mortality. Objective:
This study aimed to determine the effect of perineal massage in primiparous mothers
anxiety in the third trimester to the third trimester pregnant women in the BPS.
Istiqomah, S.Keb.Bid. Methods: This research is pre-experimental design with a
population statistical comparison group of pregnant women in the third trimester of
BPS. Istiqomah. S.Keb.Bid premises sample of 20 pregnant women were divided into
10 groups of 10 samples of treated and control groups. Sampling nonprobality sample
with quota sampling technique. The instrument of this study using a questionnaire
anxiety. Results: Of the 10 treatment group gained 9 (90%) of the study subjects
experienced a lower level of anxiety while the control group of 10 4 (40%) of research
subjects experienced lower levels of anxiety and test results Mann - Whitney was
obtained p = 0.005 (p < 0.05), which means there is perineal massage effect on the level
of anxiety in the third trimester pregnant women. Conclusion: There is the effect of
perineal massage on the level of anxiety in the third trimester pregnant women with p =
0.005

Abstrak : Perubahan fisik dan psikolgi pada kehamilan merupakan salah satu
stressor pada kehamilan. Studi pendahuluan didapatkan bahwa 98 % ibu hamil
trimester III mengalami kecemasan. Akibat dari kecemasan kehamilan adalah ibu akan
mengalami periode persalinan abnormal sehingga dapat meningkatkan angka kematian
ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat perineum pada
ibu primipara trimester III terhadap kecemasan pada ibu hamil trimester III di BPS.
Istiqomah, S.Keb.Bid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperimental dengan
desain statistic group comparison dengan populasi ibu hamil trimester III di BPS.
Istiqomah. S.Keb.Bid denga jumlah sampel 20 ibu hamil yang terbagi menjadi 10
kelompok sampel perlakuan dan 10 kelompok kontrol. Sampling nonprobality sample
dengan tekhnik quota sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner
kecemasan. Dari 10 kelompok perlakuan didapatkan 9 (90 % ) subjek penelitian
mengalami tingkat kecemasan rendah sedangkan dari 10 kelompok kontrol 4 ( 40 % )
subjek penelitian mengalami tingkat kecemasan rendah dan hasil uji Mann – Whitney
diperoleh nilai p = 0,005 ( p < 0,05 ) yang berarti ada pengaruh pijat perineum terhadap
tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Kesimpulannya ada pengaruh pijat
perineum terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dengan p = 0.005
Kata kunci: pijat perineum, tingkat kecemasan

7
Masita: Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Primigravida 8
Trimester III

PENDAHULUAN gangguan pola tidur, gangguan


Kehamilan merupakan salah satu konsentrasi, rasa sakit pada otot dan
rangkaian siklus perkembangan tulang, berdebar- debar, gangguan
manusia. Setiap perubahan kehamilan pencernaan, sakit kepala (Hidayat,
merupakan stressor pada kehidupan. 2006)
Sebagian besar wanita hamil merasakan Adapun tingkat kecemaan dibagi
bahwa kehamilan merupakan saat menjadi empat yaitu tingkat satu (1)
meningkatnya kecemasan sekaligus yang ditandai dengan kelelhan, irritable,
kebahagiaan. persepsi meningkat, kesadaran tinggi,
Kehamilan merupakan suatu periode motivasi ada, tingkah laku sesuai
krisis maturitas yang dapat dengan kondisi. Tingkat dua (2) disebut
menimbulkan stress dikarenakan olehh sebagai tingkat sedang yang ditandai
perubahan psikologi pada saaat hamil. dengan memilki perhatian yang selektif
Pada trimester I kecemasan ibu hamil pada masalah, kelelahan yang
disebabkan karena ibu mulai meningkat, meningkatnya denyut
beradaptasi dengan kehamilannya, jantung dan pernafasan, mampu untuk
trimester II ibu menerima janini sebagai belajar tapi tidak optimal, menurunya
sesuatu yang terpisah dari tubuhnya konsentrasi, mudah tersinggung, tidak
sehingga membutuhkan perawatan yang sabar, mudah lupa dan marah. Tingkat
berbeda dari dirinya sndiri, sedangkan tiga ( 3 ) disebut sebagai kecemasan
trimester III kecemasan timbul karena tingkat berat yang ditandai dengan
ibu khawatir akan proses persalinan, memusatkansesuau pada masalah secara
nyeri persalinan dan perawatan bayi terinci, pusing, mual, insomnia, sering
baru lahir ( Bobak , 2006 ). Akibat dari kencing, diare, palpitasi, bingung,
kecemasan yang tidak tertangani dapat disorientasi dan tingkat empat ( 4 )
menyebabkan persalinan abnormal. ditandai dengan panic, disorganisasi
Kecemasan adalah gangguan alam kepribadian, menurunnya kemampuan
perasaan yang ditandai dengan perasaan untuk berhubungan dengan orang lain,
ketakutan atau kekhawatiran yang persepsi yang menyimpang, kehilangan
mendalam dan berkelanjutan, tidak pemikiran yang rasional ( Stuart, 2007 )
mengalami gangguan dalam menilai Secara fisiologi tubuh memiliki
realitas, kepribadian masih utuh, respon dalam menghadapi kecemasan,
perilaku dapat terganggu tetapi masih Mekanisme tersbut terdiri dari dua
normal, perasaan tidak pasti, keadaan mekanisme yaitu mekanisme koping
emosi yang tidak memiliki objek yang dan adaptasi. Koping adalah merupakan
spesifik ( Stuart, 2007 ) respon stress dengan berbagai reaksi
Adapun faktor yang menjadi tubuh sedangkan adaptasi adalah
penyebab kecemasan adalah faktor menyesuaikan diri dengan kebutuhan
internal yang meliputi tingkat atau tuntutan baru sebagai upaya
pendidikan, pengetahuan dan penyakit mencari keseimbangan ( Rasmun,
yang dialami. Faktor eksternal terdiri 2005).
dari dukungan keluarga, tenaga Massage/ pijat adalah tindakan
kesehatan, lingkungan fisik, biologis penekanan oleh tangan pada jaringan
dan sosial. lunak, biasanya otot tendon atau
Keluhan yang sering dialami oleh ligamen, tanpa menyebabkan
ibu hamil yang mengalami kecemasan pergeseran atau perubahan posisi sendi
adalah cemas, khawatir, mudah guna menurunkan nyeri, menghasilkan
tersinggung, tegang, gelisah, takut, relaksasi, dan/atau meningkatkan
9 Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 9, No. 1, Februari 2016, hal 7-11

sirkulasi. Gerakan-gerakan dasar perineum, episiotomy dan nyeri karena


meliputi : gerakan memutar yang jahitan episiotomy. Apabila pijat
dilakukan oleh telapak tangan, gerakan perineum dilakukan secara tepat akan
menekan dan mendorong kedepan dan menurunkan nyeri persalinan karena
kebelakang menggunakan tenaga, robekan perineum dan jahitan sekaligus
menepuk- nepuk, memotong-motong, mengurangi kekhawatiran terhadap
meremas-remas, dan gerakan meliuk- persalinan yang akan dihadapinya
liuk. (Indivara, 2009, Aprilia, 2010)
Setiap gerakan gerakan
menghasilkan tekanan, arah, kecepatan, METODE
posisi tangan dan gerakan yang Jenis penelitian ini adalah
berbeda-beda untuk menghasilkan efek eksperimental dengan desain statistic
yang di inginkan pada jaringan yang group comparison. Populasi dalam
dibawahnya (Henderson, 2006). penelitian ini adalah ibu hamil trimester
Massage/ pijat merupakan intervensi III yang memeriksakan kehamilanya di
yang termasuk dalam pendekatan bidan Istiqomah, S.Keb.Bid.Teknik
nonfarmakologi yang bertujuan untuk pengambilan sampel menggunakan
analgesia psikologis yang dilakukan nonprobality sampling dengan quota
sejak awal kehamilan, relaksasi, sampling. Jumlah sampel dalam
massage, stimulasi kuteneus, aroma penelitian ini adalah 20 sample dengan
terapi, hipnotis, akupuntur dan yoga rincian 10 sampel ssebagai kelompok
(Gadysa, 2009). Tindakan ini dilakukan perlakuan dan 10 sampel dalam
secara lembut sehingga membantu ibu kelompok kontrol. Adapun instrumen
merasa lebih segar, rileks, dan nyaman yang dipakai dalam peneltian ini adalah
menjelang persalinan. Hal itu terjadi kuesioner kecemasan. Sebelum
karena pijat merangsang tubuh dilakukan pijat perineum kelompok
melepaskan senyawa endorphin yang kontrol dan perlakuan diberikan
merupakan pereda sakit alami sekaligus kuesioner kecemasan kemudian pada
dapat menciptakan perasaan nyaman kelompok perlakuan diberikan pijat
dan enak. Pijat juga membuat ibu perineum 2 minggu sebelum persalinan
merasa lebih dekat orang yang sebanyak 6 kali dengan jadwal minggu
merawatnya. Sentuhan seseorang yang pertama 3 menit dan minggu kedua 5
peduli dan ingin menolong merupakan menit. Analisa pengaruh pijat perineum
sumber kekuatan saat ibu sakit, lelah, terhadap tingkat kecemasan pada ibu
dan kuat. Banyak bagian tubuh ibu primigravida trimester III menggunakan
bersalin dapat dipijat, seperti kepala, uji statistic Mann- Whitney dengan
leher, punggung, perineum dan tungkai. tingkat kepercayaan 95% ( p= 0.005)
Saat memijat, pemijat harus
memperhatikan respon ibu, apakah HASIL
tekanan yang diberikan sudah tepat Hasil penelitian didapatkan bahwa
(Danuatmadja, dan Meiliasari, 2008). pada kelompok perlakuan tidak ada
Pijat perineum adalah tekhnik yang mengalami kecemasan sedang dan
memijat perineum yang dilakukan saat tinggi, tetapi pada kelompok kontrol
hamil atau 2 minggu sebelum persalinan terjadi kecemasan kehamilan tingkat
yang bermanfaat untuk melembutkan tinggi. Subjek penelitian pada kelompok
jaringan ikat, melancarkan pereadaran perlakuan didapatkan 9 ( 90 % ) subjek
darah, relaksasi. Tindakan ini akan penelitian yang mengalami kecemasan
mengurangi terjadinya rupture rendah dan pada kelompok kontrol
Masita: Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Primigravida 10
Trimester III

terdapat 4 ( 40% ) subjek penelitian tidak memperoleh pijat perineum.


yang mengalami kecemasan tingkat Kondisi ini mengakibatkan
rendah dan 6 ( 60 % ) mengalami kekhawatiran, ketakutan dalam
kecemasan tingkat tinggi . Hasil uj menghadapi periode persalinan.
Mann- whitney didapatkan p = 0.005 ( p Kecemasan yang tinggi pada kelompok
< 0.05 ) maka dapat disimpulkan ada kontrol disebabkan karena kurangnya
pengaruh pijat perineum terhadap pengetahuan, dukungan keluarga yang
tingkat kecemasan pada ibu kurang, dan kurangnya kedekatan antara
primigravida trimester III tenaga kesehatan dengan subjek
penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil
Pada kelompok perlakuan didapatkan SIMPULAN
90 % subjek penelitian mengalami Pijat perineum berpengaruh
tingkat kecemasan rendah sedangkan terhadap tingkat kecemasan pada
pada kelompok kontrol sebesar 40 %. ibu hamil trimester III
Dari hasil uji analisis mann- Whiney
diperoleh p = 0.005 ( p = < 0.05 ) maka SARAN
ada pengaruh pijat perineum terhadap Berdaarkan hasil tersebut maka
tingkat kecemasan pada primigravida disarankan bagi petugas kesehatan
trimester III khusunya bidan untuk dapat
b. Pembahasan mengoptimalkan penyuluhan dan
Hasil penelitian menjelaskan bahwa sosialisasi pijat perineum kepada
pada kelompok perlakuan didapatkan 90 masyarakat guna menurunkan
% subjek penelitian mengalami keceamasan pada ibu hamil dan
kecemasan tingkat rendah. Hal ini mempertimbangkan serta
disebabkan karena pijat perineum dapat menggunakan langkah – langkah
menigkatkan endorphin sehingga ibu pijat perineum sebagai salah satu
hamil mengalami ketenangan dan rileks prosedur antenatal care pada ibu
sehingga perineum menjadi elastis hamil trimester III
(Aprilia, 2010 ).
Menurut Chapman (2006 ) pijat DAFTAR PUSTAKA
perineum merupakan salah satu Aprilia, Y, 2010. Hipnostetri: Rileks,
mekanisme koping bagi ibu sehingga Nyaman Dan Nyaman Saat
ibu berada dalam kenyamanan. Kondisi Hamil Dan Melahirkan. Jakarta.
ini menyebabkan perineum menjadi Gagas Media
elastis. Ditinjau dari segi psikologi pijat Bobak, 2006. Buku Ajar Keperawatan
perineum menimbulkan perasaan Maternitas. Jakarta. EGC
senang dan nyaman sehingga dapat Chapman. 2006. Perineum Massage
menurunkan kekhawatiran, ketakutan (http.//www.minoffchapman/vie
menghadapi persalinan serta dapat warticle) diakses tanggal 25
menurunkan nyeri. september 2013)
Hasil penelitian didapatkan bahwa Danuadmadja dan Meiliasari. 2008.
pada kelompok kontrol mengalami Persalinan Normal Tanpa Rasa
tingkat kecemasan rendah sebesar 40 %. Sakit . Jakarta: Puspa Swara
Hal ini disebabkan karena subjek Gadysa, G.(2009).Persepsi Ibu
penelitian masih belum berpengalaman Tentang metode message.
dalam menghadapi kehamilannya serta http://luluvikar.wordpress.com/
11 Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 9, No. 1, Februari 2016, hal 7-11

009/08/26/persepsi-ibu-tentan
metode-massage.diperoleh
tanggal 22 September 2010
Hawari, D.2004. Manajemen Stress,
Cemas Dan Depressi. Jakarta.
Balai penerbit fakultas
kedokteran Universitas
Indonesia
Hidayat. 2006. Pengantar Kebutuhan
Dasar Manusia Buku I. Jakarta:
Salemba Medika
Indivara.2009. Panduan Praktis Senam
Hamil. Jakarta : Rineka Cipta
Nursalam. 2008. Konsep Dan
Penerapan Metodologi
Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika
Rasmun, 2004. Stress, Koping Dan
Adaptasi. Jakarta : Sagung Seto
Stuart. 2007. Buku Saku Keperawatan
Jiwa. Jakarta: EGC
Vieten & Astin. 2009. Effect Of
Mindfulness Based Intervention
During Pregnancy On Prenatal
Stress And Mood : Result Of
Pilot Study Springer-
Verleg.2009