Sie sind auf Seite 1von 3

Thirst of the Science

Look for learning up to China. Maybe the expression that we regularly hear by us as an
understudy of information. The expression was only a photo that we must look for learning
wherever we are. Not that China is turning into a benchmark we quit searching for science. In any
case, China nation serve as cases of nations that have the nature of work and have the switch era
exceptional contrasted with different nations.

Diligent work and control claimed Chinese individuals which makes it an in number state and a
bigger current contrasted and the superpower, similar to the United States and others. In this way,
the Chinese state utilized as a nation that has more appeal than different nations.

Not just that, for a Muslim, we are obliged to look for information from the support to the grave.
This has been God wrote in a hadist that peruses, “Look for information from the support to the
grave”. After we are conceived in this world, truth be told we as of now have a commitment to
mull over. It can be seen from the first occasion when we can talk, creep, walk, run, read,
compose, et cetera.

It all begins from the support of a mother who taught us to be a mixture of things until we go
through youth, youthfulness, adulthood, and old. Looking for information has no restrictions.
When we got more seasoned age, does not mean we stop to contemplate. Limits us to quit looking
for information is the point at which the breath has been in the throat. That is the minute when we
stop to look for learning.

At that point lost the for individuals who invest energy only for amusement only. Science ought
not we get in the formal environment, for example, schools, learning foundations, et cetera.
Nonetheless, the science we can get where we are. The individuals we have met and the spots that
we visit, even the earth around us can be a science for us in the event that we are mindful of it.

There is an anecdote that says that the rich are the individuals who have an extensive library, while
the poor are the individuals who have an extravagant house. Do you know what the reason for that
expression? See, the individuals who have the science will beat any individuals who own property
however not contemplating science.

Proficient individuals will be considering what he needs to utilize his insight while the individuals
who just own property yet which don’t have the learning, then he will be fulfilled by their got any
fortune. That is the contrast between the individuals who have information and not.

Be the individuals who hunger for information wherever you are and the individuals you meet
consistently. Since science is a pearl that if we find in this world. Without science, we would not
have the capacity to realize that the world was made by God to us as an understudy of learning in
the event that we could utilize it.

Artinya:
DAHAGA ILMU

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Mungkin ungkapan itu sering kita dengar oleh kita sebagai
penuntut ilmu. Ungkapan itu hanyalah sebuah gambaran bahwa kita harus mencari ilmu
dimanapun kita berada. Bukan berarti Cina menjadi patokan kita untuk berhenti mencari ilmu.
Akan tetapi, negara Cina dijadikan sebagai contoh negara yang memiliki kualitas kerja dan
memiliki generasi-generasi penerus yang luar biasa dibandingkan negara-negara lain.

Kerja keras dan kedisiplinan yang dimiliki rakyat Cina yang membuatnya menjadi negara yang
kuat dan besar saat ini dibandingkan dengan negara adidaya, seperti Amerika dan lainnya. Oleh
karena itu, negara Cina dijadikan sebagai negara yang memiliki kharisma yang lebih dibandingkan
negara-negara lain.

Bukan hanya itu saja, bagi seorang muslim, kita diwajibkan menuntut ilmu dari buaian ibu sampai
ke liang lahat. Hal ini telah Allah tuliskan di dalam sebuah hadist yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu
dari buaian sampai ke liang lahat”. Setelah kita dilahirkan di dunia ini, sebenarnya kita telah
memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu. Hal tersebut bisa kita lihat dari pertama kali kita bisa
berbicara, merangkak, berjalan, berlari, membaca, menulis, dan lain sebagainya.

Semuanya itu dimulai dari buaian seorang ibu yang mengajarkan kita akan berbagai hal hingga
kita melewati masa anak-anak, remaja, dewasa, dan tua. Menuntut ilmu tidak ada batasnya. Ketika
umur kita semakin tua, bukan berarti kita berhenti untuk menuntut ilmu. Batas kita untuk berhenti
mencari ilmu adalah ketika napas telah berada di kerongkongan. Itulah saat-saat dimana kita
berhenti untuk mencari ilmu.

Maka merugilah bagi orang-orang yang menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang
saja. Ilmu tidak harus kita dapatkan di lingkungan formal saja, seperti sekolah, lembaga belajar,
dan lain sebagainya. Akan tetapi, ilmu bisa kita dapatkan di manapun kita berada. Orang-orang
yang kita temui dan tempat-tempat yang kita kunjungi, bahkan lingkungan yang ada di sekitar kita
bisa menjadi ilmu bagi kita jika kita memanfaatkannya.

Ada sebuah perumpamaan yang mengatakan bahwa orang kaya adalah orang yang memiliki
perpustakaan yang besar sedangkan orang miskin adalah orang yang memiliki rumah yang
mewah. Tahukah anda apa maksud dari ungkapan tersebut? Bahwasanya, orang yang memiliki
ilmu akan mengalahkan orang yang memiliki harta saja tetapi tidak memiliki ilmu.

Orang yang berilmu akan memiliki apa saja yang dia inginkan dengan menggunakan ilmunya
sedangkan orang yang hanya memiliki harta saja tetapi tidak memiliki ilmu, maka dia akan puas
akan harta yang dimilikinya saja. Itulah perbedaan antara orang yang berilmu dan tidak.

Jadilah orang-orang yang haus akan ilmu di manapun anda berada dan dengan orang-orang yang
anda temui setiap hari. Karena ilmu adalah permata yang harus kita cari di dunia ini. Tanpa ilmu,
kita tidak akan bisa mengetahui bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah untuk kita sebagai penuntut
ilmu jika kita bisa memanfaatkannya.

Tidak perlu yang sulit-sulit untuk menulis sebuah karangan. Kita bisa menggunakan pengalaman
pribadi atau fenomena yang terjadi saat ini untuk dijadikan sebuah karangan.