Sie sind auf Seite 1von 15

PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH MAHASISWA

Universitas Muhammadiyah Ponorogo

HUBUNGAN PENGETAHUAN KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU SADARI


(PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) PADA REMAJA PUTRI

Bima Samudra Wijayana*,Siti Munawaroh, Laily Isro’in


Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
e-mail : jurmas@umpo.ac.id

Abstract
Breast cancer is cancer of the breast issue that occurs when a number of cells in the
breast grow and develop uncontrollably. The lack of knowledge about breast cancer in
adolescent girls causes the low behavior of early detection of breast cancer (BSE). The
purpose of this study was to determine the relathionship of adolescent girls knowledge about
breast cancer with BSE behavior.
This study was an observational cross-sectional method, with a population of 208
female students in semester 6 of the Management study program, with a sample of 67
respondents obbtained from a purposive sampling technique. Data collection of breast cancer
knowledge with BSE behavior using a questionnaire. Data is processed throuugh the stage of
coding, scoring, tabulating, the analyzed using the Chi-Square test with alpha 0,05.
The Result showeds from 67 respondents found that more than half of the 45
respondents(67,2%) had good knowledge about breast cancer and 22 respondent (32,8%) had
poor knowledge about breast cancer. And more than half 37 respondents (55,2%) had
negative BSE behaviors, and 30 respondents or (44,8%) had positive BSE behaviors. From
the resutl of data analysis using Chi-Square with the analysis results obtained (p-value =
0.002, alpha = 0.05). Both variabels have a low correlation (contingency coefficient = 0.350).
So it can be concluded that there is a correlation between breast cancer knowledge and BSE
behavior in the management study program
From this study it can be concluded that knowledge with BSE behavior in young
women in management study programs, the behavior in question is a student response and
students responses to breast self examination. This it can be stated that the better the behavior
of female college students, in this case having positive behavior will increase understanding of
breast cancer.

Keywords: Breast Cancer, BSE (Breast Self Examination), Young Woman.

©2019Universitas Muhammadiyah Ponorogo.All right sreserved

Alternatif Email: bimanunoz@gmail.com


Abstrak
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara yang timbul ketika sejumlah
sel di payudara tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali. Rendahnya pengetahuan
tentang kanker payudara pada remaja putri menyebabkan rendahnya perilaku deteksi dini
kanker payudara (SADARI). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan
remaja putri tentang kanker payudara dengan perilaku SADARI.
Penelitian ini adalah observasional dengan metode cross sectional, populasinya 208
mahasiswi prodi manajemen semester 6, dengan sampel 67 responden yang diperoleh dari
teknik purposive sampling. Pengumpulan data Pengetahuan Kanker Payudara dengan Perilaku
SADARI menggunakan Kuesioner. Data diolah melalui tahap Coding, Skoring, Tabulating,
kemudian dianalisa menggunakan uji Chi-Square dengan ɑ 0,05.
Hasil Penelitian menunjukkan dari 67 responden didapatkan bahwa lebih dari
setengahnya 45 responden (67,2%) memiliki pengetahuan baik tentang Kanker Payudara dan
22 responden (32,8%) memiliki pengetahuan buruk tentang Kanker Payudara. Dan lebih dari
setengahnya 37 responden (55,2%) memiliki perilaku SADARI negatif, dan 30 responden atau
(44,8%) memiliki perilaku SADARI positif. Dari hasil analisa data menggunakan Chi-Square
dengan hasil analisis didapatkan (p value = 0.002, α = 0.05). Kedua variabel memiliki
keeratan hubungan yang rendah (Contingency coefficient = 0.350) sehingga dapat disimpulkan
bahwa ada hubungan antara pengetahuan kanker payudara dengan perilaku SADARI di Prodi
Manajemen Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan dengan Perilaku SADARI
pada remaja putri di prodi manajemen, perilaku yang dimaksud adalah respon mahasisiwi
serta tanggapan para mahasiwi terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri. Dengan demikian
dapat dinyatakan bahwa semakin baik Perilaku mahasiswi, dalam hal ini memiliki perilaku
positif akan meningkatkan pemahaman tentang penyakit Kanker Payudara.

Kata Kunci : Kanker Payudara, SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), Remaja


Putri.

How to Cite: Bima Samudra Wijayana (2019). Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara Dengan Perilaku
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri. Penerbitan Artikel llmiah Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Ponorogo,Vol (No) : Halaman doi: ........................

©2019Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Allright sreserved

Alternatif Email: bimanunoz@gmail.com


ISSN2598-1188 (Print)
ISSN2598-1196(Online)
1
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

PENDAHULUAN
Salah satu penyakit kanker yang untuk mengetahui secara sejak dini adanya
lebih banyak terjadi pada wanita adalah tumor atau benjolan pada payudara sehingga
kanker payudara yaitu tumor ganas yang bisa mengurangi tingkat kematian yang
tumbuh didalam jaringan payudara yang disebabkan penyakit kanker. Keuntungan
meliputi kelenjar susu, saluran susu, dari deteksi dini sangat berguna untuk
jaringan lemak maupun jaringan ikat pada meningkatkan kemungkinan harapan hidup
payudara (Rukiyah, 2012). Setiap tahun bagi wanita penderita kanker payudara.
lebih dari 185.000 wanita didiagnosa Tetapi terdapat hambatan dalam
menderita kanker payudara. Insiden perilaku SADARI yang salah satunya
penyakit ini semakin meningkat dinegara- rendahnya kewaspadaan dan rendahnya
negara maju. Sekitar 43.500 kematian akibat pengetahuan terhadap apa itu kanker
kanker payudara setiap tahunnya yang payudara, perempuan yang akan melakukan
menjadikan penyakit ini sebagai penyebab pemeriksaan payudara sendiri merasa bahwa
kematian terbesar kedua setelah kanker paru menemukan benjolan pada diri sendiri
pada wanita di Amerika Serikat (Kemenkes menyebabkan kecemasan pada diri sendiri
RI, 2015). sehingga perempuan khususnya remaja putri
Informasi tentang kanker payudara lebih memilih tidak melakukan SADARI
masih kurang dimengerti bagi sebagian setiap bulan. Pendidikan kesehatan tentang
besar wanita yang berusia produktif di pemeriksaan sendiri akan menambah
Indonesia. Hal ini sangat memprihatinkan pengetahuan perempuan tentang
mengingat kanker payudara merupakan pemeriksaan payudara sendiri sehingga akan
salah satu kanker yang dapat dicegah sejak meningkatkan status kesehatan perempuan
dini. Rendahnya pengetahuan tentang (Hidayati, 2011)
kanker payudara secara umum berhubungan Berdasarkan data WHO tahun 2013,
dengan masih tingginya angka kejadian insiden kanker meningkat dari 12,7 juta
kanker payudara di Indonesia. Pencegahan kasus tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus
serta deteksi dini merupakan hal yang sangat tahun 2012, dengan jumlah kematian
krusial dalam penatalaksaan kanker meningkat dari 7,6 juta orang tahun 2008
payudara secara keseluruhan, mengingat menjadi 8,2 juta pada tahun 2012. Kanker
dampak kanker payudara pada penderita, mejadi penyebab kedua kematian terbesar
keluarga, serta pemerintah (PNPK, 2015). didunia 13% setelah kardiovaskuler.
Tindakan deteksi dini merupakan Sedangkan secara prevalensi data di
langkah awal yang begitu sangat penting Indonesia diperkirakan terdapat 100
2
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

penderita baru per 100.000 penduduk setiap pada stadium lanjut yang dapat
tahunnya. Ini berarti dari jumlah 237 menyebabkan kematian (PNPK, 2015).
penduduk, ada sekitar 237.000 penderita Hal ini disebabkan karena ketidak
kanker baru setiap tahunnya (Kemenkes RI, tahuan masyarakat pada kanker secara
2015). Provinsi D.I. Yogyakarta memiliki umumnya memandang kanker sebagai
prevalensi tertinggi untuk penyakit kanker, penyakit yang mematikan dan tidak bisa
yaitu sebesar 4,1‰. Berdasarkan estimasi diobati. jika kanker ditangani dengan baik
jumlah penderita kanker Provinsi Jawa pada stadium dini, angka kesembuhannya
Tengah dan Provinsi Jawa Timur dapat mencapai 90%. Saat ini, sangat sedikit
merupakan provinsi dengan estimasi penyakit kanker yang terdeteksi pada
penderita kanker terbanyak, yaitu sekitar stadium dini sehingga angka kematian
68.638 dan 61.230 orang (Riskesdas 2013), akibat kanker masih tergolong tinggi.
sedangkan pada tahun 2018 terjadi kenaikan Pencegahan sekunder tentang kanker
angka kejadian pada penderita kanker payudara salah satunya melakukan skrining
sebesar 5% sekitar 65.831 (Riskesdas, kanker payudara. Skrining kanker payudara
2018). Di Ponorogo sendiri terdapat data merupakan pemeriksaan atau usaha yang
selama 2017 dari RSUD Harjono berjumlah untuk menemukan tanda abnormalitas yang
559 kunjungan penderita kanker payudara. mengarah kepada kanker payudara pada
Kanker payudara belum diketahui seseorang atau kelompok orang yang kurang
pasti penyebabnya dan yang berkaitan pengetahuan. Skrining dilakukan untuk
dengan faktor risiko yang erat yakni jenis mengetahui kanker payudara dini sehingga
kelamin wanita, berusia > 50 tahun, riwayat hasil pengobatan menjadi lebih efektif
keluarga serta genetik, riwayat menstruasi (PNPK, 2015). Salah satu upaya deteksi dini
dini (<12 tahun) atau menarche lambat (>55 yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri
tahun), riwayat reproduksi (tidak memiliki (SADARI). SADARI sebaiknya dilakukan
keturunan dan tidak menyusui), hormonal, setiap kali selesai menstruasi. Pemeriksaan
obesitas, dan mengkonsumsi alkohol. dilakukan setiap bulan mulai umur 20 tahun.
Keterlambatan penderita kanker payudara Oleh karena itu penting diadakan
melakukan pemeriksaan awal ke pelayanan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI
kesehatan di Indonesia mencapai lebih dari dengan promosi berupa mengajarkan teknik-
80%. Hal ini mengakibatkan kejadian teknik SADARI dan edukasi tentang kanker
kanker payudara banyak yang ditemukan payudara serta pencegahan SADARI kepada
masyarakat merupakan tindakan yang baik
3
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

kepada masyarakat bahwa kanker payudara Kanker Payudara Dengan Perilaku SADARI
bila ditemukan pada stadium awal dan (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada
dilakukan operasi akan meningkatkan untuk Remaja Putri.
kemungkinan untuk sembuh dan waktu Penelitian ini dilakukan pada Prodi
untuk bertahan hidup juga lebih lama Manajemen semester 6 Fakultas Ekonomi
sehingga pada akhirnya akan meningkatkan karena sesuai dengan teori melakukan teknik
pencapaian tujuan dari deteksi dini tersebut SADARI dengan usia mulai 20 tahun. Dan
yaitu menurunkan angka kematian dan juga tidak menutup kemungkinan kanker
meningkatkan kualitas hidup dari penderita payudara terjadi pada usia remaja selain itu
kanker payudara sehingga dapat diharapkan pada mahasiswa fakultas kesehatan sudah
dari tehnik sederhana yang mempunyai efek sering mendengar istiah SADARI dan apa
samping yang lebih kecil dan mempunyai itu Kanker Payudara sehingga mahasiswa
peluang yang lebih besar untuk sembuh sudah membentuk pikiran positif terhadap
(Kemenkes RI 2015). tindakan tersebut, berbeda dengan
Berdasarkan data diatas maka perlu mahasiswa Fakultas Ekonomi yang
diadakan sebuah pendidikan kesehatan yang umumnya jarang mendengar istiah SADARI
mampu meningkatkan kesadaran dan juga kurangnya informasi tentang
masyarakat betapa pentingnya pemeriksaan Kanker Payudara sehingga dari sini
SADARI pada deteksi awal kanker didapatkan kesempatan untuk memberikan
payudara. Selain itu pendidikan kesehatan informasi dan juga membentuk pikiran
ini juga tidak cukup hanya meningkatkan positif serta membangun pengetahuan
kesadaran masyarakat tetapi juga mampu tentang kesehatan yang penting bagi
untuk mengurangi angka insiden dari kanker individu juga peran penting tindakan
payudara dan juga memberikan wawasan SADARI dan pengetahuan tentang Kanker
pada remaja tentang bahaya kanker serta Payudara sedini mungkin untuk mahasiswi
cara pemeriksaan SADARI itu sendiri non Fakultas Kesehatan.
sehingga semua kalangan masyarakat dapat METODE PENELITIAN
menerapkan SADARI ini secara mandiri. Berdasarkan tujuan dalam penelitian
Dengan upaya begitu dapat meningkatkan ini, jenis desain penelitian yang digunakan
pengetahuan dan menurunkan insiden adalah korelasi dengan pendekatan cross
kanker pada wanita terutama pada remaja sectional, dimana pendekatan yang
putri. Maka dari itu peneliti tertarik untuk digunakan untuk mempelajari dinamika
meneliti Hubungan Antara Pengetahuan korelasi antara faktor-faktor resiko dengan
4
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

efek, dengan cara pendekatan observasi atau tidak ada hubungan yang bermakna antara
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat variabel independen.
(point time approach) (Notoatmodjo, 2010). HASIL DAN PEMBAHASAN
Populasi adalah setiap subyek (misalnya Penelitian ini dilakukan mulai bulan
manusia, pasien) yang memenuhi kriteria Maret sampai bulan Juni dengan responden
(Nursalam, 2009). Populasi pada penelitian sebanyak 67 orang. Proses pengambilan data
ini adalah seluruh Mahasiswi Semester 6 dilakukan mulai bulan Mei sampai Juni
Prodi Manajemen Universitas 2019. Penelitian ini dilakukan di Prodi
Muhammadiyah Ponorogo sejumlah 208 Manajemen Semester 6 Universitas
dibulan Maret 2019. Muhammadiyah Ponorogo Yang berada di
Penelitian ini dilakukan di Prodi Jl. Budi Utomo No.10 Kelurahan
Manajemen Semester 6 Universitas Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten
Muhammadiyah Ponorogo. Dalam Ponorogo Fakultas Ekonomi memiliki
penelitian ini sampel yang digunakan beberapa Prodi yaitu Manajemen, Akuntansi
adalah sebagian Mahasiswi Semester 6 S1 dan Akuntansi D3, Ekonomi
Prodi Manajemen Universitas Pembangunan. Mayoritas mahasiswa
Muhammadiyah Ponorogo. Teknik fakultas Ekonomi terutama di Prodi
pengambilan sampel menggunakan Manajemen adalah Mahasiswa perempuan,
purposive sampling. Besar sampel sesuai dengan responden dalam penelitian
sebanyak 67 responden, pengumpulan data ini jumlah mahasiwi angkatan 2016
menggunakan kuesioner yang dibagikan sebanyak 208 orang. Sementara itu di
kepada responden. Universitas Muhammadiyah Ponorogo juga
Analisis dalam penelitian ini terdapat Unit Kesehatan Kampus atau UKK
menggunakan aplikasi SPSS 16.0 dalam yang bertujuan untuk melayani pengobatan
menganalisis data sampel, dan hasilnya akan umum, rawat luka, konsultasi kesehatan,
menggeneralisasikan dalam populasi. pemeriksaan laboratorium sederhana (asam
Analisis antar variable dengan melihat urat, gula darah, kolesterol), permohonan
hubungan antara variable bebas dan variable surat keterangan sehat untuk civitas dan
terikat. Analisis dengan uji Chi-Square mahasiwa.
dengan interpretasi apabila p ≤ 0,05=Ho Data dalam penelitian ini diperoleh
ditolak, ada hubungan yang bermakna antara dari pengisian lembar kuesioner yang
variabel independen dengan variable diberikan kepada Mahasiswi Semester 6
dependen. Apabila p > 0,05=Ho diterima, Prodi Manajemen Universitas
5
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

Muhammadiyah Ponorogo. Hasil Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Responden


penelitian dikelompokan menjadi dua Berdasarkan sumber informasi
yaitu data umum dan data khusus Mengenai Kanker Payudara
Data umum yang disajikan dalam Sumber Frekuensi Prosentase
Informasi
penelitian ini berdasarkan beberapa
Media Sosial 40 59,7
karakteristik responden antara lain: Tenaga medis 22 32,8
Teman 5 7,5
berdasarkan karakteristik responden yang
Jumlah 67 100
meliputi usia, pendidikan terakhir, Sumber: Data angket 2019
informasi mengenai Kanker Payudara. Berdasarkan tabel 5.2 diatas dapat

Data khusus pada penelitian ini meliputi diinterprestasikan dari 67 responden

persentase pengetahuan responden, sebagian besar memperoleh sumber

perilaku sadari dan hasil analisis dari informasi dari Media Sosial sebanyak 40

kedua variabel tersebut. Kedua Data mahasiswi atau 59,7%, dan hampir

tersebut disajikan dalam bentuk tabel. setengahnya memperoleh sumber

Data Umum informasi dari Tenaga Medis (Dokter,

1. Karakteristik responden berdasarkan Perawat, Bidan) sebanyak 22 mahasisiwi

usia (32,8%), sebagian kecil sumber informasi

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Responden diperoleh dari teman sebanyak 5


Berdasarkan usia Mahasiswi mahasisiwi (7,5%).
Usia Frekuensi Prosentase
Responden 3. Karakteristik responden berdasarkan
20 Tahun 25 37,3 tingkat pendidikan terakhir
21 Tahun 42 62,7
Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Responden
Jumlah 67 100
Berdasarkan tingkat pendidikan
Sumber: Data angket 2019
terakhir Mahasiswi
Berdasarkan tabel 5.1 tersebut dapat
Tingkat Frekuensi Prosentase
diinterprestasikan dari 67 responden Pendidikan
SMA 33 49,3
hampir setengahnya berusia 20 tahun
SMK 34 50,7
sebanyak 25 mahasiswi atau 37,3%, Jumlah 67 100
sedangkan sebagian besar berusia 21 Sumber: Data angket 2019
Berdasarkan tabel 5.3 diatas dapat
tahun sebanyak 42 mahasiswi atau 62,7%.
diinterprestasikan dari 67 responden
2. Karakteristik responden berdasarkan
hampir setengahnya berpendidikan
sumber Informasi mengenai Kanker
terakhir SMA sebanyak 33 mahasiswi
Payudara
(49,3%), dan setengahnya berpendidikan
6
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

terakhir berasal dari SMK sebanyak 34 30 mahasiswi atau hampir setengahnya


mahasiswi atau 50,7%. 44,8%.
Data Khusus 3. Tabulasi silang pengetahuan dengan
1. Karakteristik Subjek Penelitian Perilaku SADARI (Pemeriksaan
Berdasarkan Pengetahuan Payudara Sendiri)
Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi responden Tabel 5.6 Tabulasi silang Hubungan
berdasarkan Pengetahuan Pengetahuan Kanker
Kanker Payudara Payudara Dengan Perilaku
Pengetahuan Frekuensi Prosentase SADARI (Pemeriksaan
Baik 45 67,2 Payudara Sendiri) Pada
Buruk 22 32,8 Mahasiswi Fakultas ekonomi
Prodi Manajemen semester 6
Jumlah 67 100
Universitas Muhammadiyah
Sumber: Data angket 2019 Ponorogo.
Berdasarkan tabel 5.4 diatas dapat
Peng Perilaku SADARI To %
diinterprestasikan dari 67 responden etah + % - % tal
uan
sebagian besar mahasiswi memiliki
Baik 26 38,8 19 28,4 45 67,2
pengetahuan Baik yaitu sejumlah 45
Buru 4 6 18 26,9 22 32,8
mahasiswi atau 67,2%, dan hampir
k
setengahnya yang memiliki pengetahuan 30 55,2 37 44,8 67 100
p =0,002 a=0.05
buruk sebanyak 22 mahasiswi (32,8%).
2. Karakteristik Subjek Penelitian Sumber: Data angket 2019
Berdasarkan tabel 5.6 diatas dapat
Berdasarkan Perilaku
diinterpretasikan dari 67 responden bahwa
Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi responden
berdasarkan Perilaku SADARI hampir setengahnya 38,8% atau 26

Perilaku Frekuensi Prosentase responden memiliki pengetahuan yang

SADARI Baik tentang Kanker Payudara disertai

Negatif 37 55,2 dengan Perilaku Positif. Dan hampir

Positif 30 44,8 setengahnya 28,4% atau sejumlah 19

Jumlah 67 100 responden memiliki pengetahuan yang


Sumber: Data angket 2019 Baik tetapi memiliki perilaku Negatif.
Berdasarkan tabel 5.5 diatas dapat di
Hampir setengahnya 26,9% atau 18
interprestasikan dari 67 responden
responden memiliki pengetahuan Buruk
memiliki perilaku SADARI (Pemeriksaan
disertai dengan perilaku SADARI yang
Payudara sendiri) negatif sebanyak 37
Negatif. Sedangkan sebagian kecil 6% atau
mahasiswi atau sebagian besar 55,2%,
4 responden memiliki pengetahuan buruk
sedangkan Perilaku sadari Positif sebanyak
disertai Perilaku SADARI yang positif.
7
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

Hasil analisis uji Chi-square didapatkan Tenaga Medis hampir setengahnya sebanyak
hubungan pada remaja putri (p value = 22 responden atau 32,8%. Menurut Potter
0.002, α = 0,05). Kedua variabel memiliki dan Perry (2009) hubungan peran petugas
keeratan hubungan (contingency kesehatan atau tenaga medis dalam
coefficient = 0.350, p = 0.002). Penarikan memberikan sumber informasi serta
kesimpulan dilakukan dengan melihat nilai pengetahuan diharapkan dapat mengubah
p, apabila nila p < α (0.05) maka variabel perilaku masyarakat menjadi lebih baik.
berhubungan (Ho Ditolak), artinya ada Peneliti berpendapat bahwa mahasiswi yang
hubungan antar variabel Pengetahuan mendapatkan informasi tentang kanker
Kanker Payudara dengan Perilaku payudara dari tenaga medis itu mungkin
SADARI pada remaja putri dengan tingkat kurang jelas atau kurang memahami tentang
keeratan yang Rendah. kanker payudara, hal ini dibuktikan dengan
1. Pengetahuan tentang Kanker Payudara jumlah 12 responden atau sebagian kecil
Sumber informasi pada hakekatnya 17,9% yang mendapatkan informasi dari
adalah alat bantu pendidikan untuk tenaga medis berpengetahuan buruk, atau
menyampaikan informasi kesehatan dan responden merasa malu untuk bertanya lebih
media tersebut diharapkan bisa lanjut tentang kanker payudara dan merasa
mempermudah penerimaan pesan-pesan tabu karena berbicara tentang payudara
kesehatan bagi masyarakat. Perkembangan kepada orang asing.
media informasi juga sebanding dengan Kemudian 6 responden atau sebagian
pengaruhnya yang semakin kuat terhadap kecil 9% berpengetahuan buruk berasal dari
dunia globalisasi saat ini. Pengaruh sumber Media Sosial, dan responden memiliki
informasi sekarang bahkan turut dalam pengetahuan baik memperoleh informasi dari
membentuk karakter, perilaku hingga gaya Media sosial sebanyak 34 responden atau
hidup sesorang. Fitri (2014). setengahnya 50,7%. Menurut pendapat
Sumber Informasi merupakan faktor Widyastari (2010) Media Website banyak
yang mempengaruhi pengetahuan digunakan oleh remaja sejak internet
Responden dalam penelitian ini, dari data menjangkau publik, sehingga waktu yang
yang didapat responden yang memiliki dipergunakan remaja untuk mengakses
pengetahuan buruk memperoleh informasi internet pun semakin meningkat karena
sebagian kecil berasal dari Tenaga medis mudah diakses dan murah serta bersifat
17,9% atau 12 responden. Sedangkan pribadi.
memperoleh informasi baik yang berasal dari
8
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

Dan 4 responden atau sebagian kecil informasi tentang Kanker Payudara dan
6% mendapat informasi berasal dari teman SADARI. Sehingga informasi yang
memiliki pengetahuan buruk, dan 1 didapatkannya itu akan mempengaruhi
responden atau sebagian kecil 1,5% mereka untuk bertindak atau melakukan
memperoleh infomasi dari Teman memiliki praktik SADARI dan mengetahui lebih
pengetahuan baik. Dalam penelitian tentang Kanker Payudara.
Mochammad (2013) teman sebaya menjadi 2. Perilaku SADARI (Pemeriksaan
pilihan tempat untuk menceritakan masalah Payudara Sendiri)
atau mendapatkan sumber informasi, hal Hasil penelitian pada table 5.5 dari 67
tersebut dikarenakan teman sebaya mungkin responden didapatkan bahwa 37 responden
lebih mengerti kondisi yang dialami karena sebagian besar (55,2%) memiliki perilaku
mungkin sedang mengalami kondisi yang SADARI negatif dan 30 responden hampir
sama pada saat itu. setengahnya (44,8%) memiliki perilaku
Menurut pendapat Notoatmodjo SADARI positif tentang pemerikssan
(2007) bahwa semakin banyak memperoleh payudara sendiri. Tabel 5.5 menunjukkan
informasi maka dapat mempengaruhi atau bahwa sebanyak 37 responden sebagian
menambah pengetahuan seseorang dan besar (55,2%) memiliki Perilaku SADARI
dengan pengetahuan tersebut dapat yang negatif. Perilaku negatif tersebut
mempengaruhi perilaku seseorang sesuai ditunjukan dari hasil penilaian kuisioner
dengan pengetahuan yang dimilikinya. Hasil Perilaku SADARI yang telah diberikan dari
dari penelitian ini remaja putri lebih hasil penilaian.
dominan memilih informasi berasal dari Dalam hal ini peneliti menilai
Media Sosial. Peristiwa ini dikarenakan di kedepannya bagi mereka yang memiliki
zaman yang modern seperti ini remaja putri Perilaku SADARI yang negatif untuk selalu
lebih mudah memanfaatkan fasilitas internet melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri
yang ada dismartphone mereka untuk setiap bulannya guna mendeteksi gejala
memperoleh informasi apa saja yang mereka Kanker Payudara sejak dini. Menurut
inginkan. Maka berdasarkan teori dan hasil (Notoatmojo, 2010). Faktor perilaku
penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dianggap mempunyai peran yang paling
dengan adanya paparan media informasi besar dalam status kesehatan individu dan
menyebabkan remaja tersebut memperoleh juga masyarakat, kemudian diikuti dengan
informasi yang lebih banyak dibandingkan faktor lingkungan yang juga sangat
mereka yang tidak pernah terpapar media
9
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

dipengaruhi oleh faktor perilaku di faktor eksternal atau dari luar individu yang
masyarakat. mempengaruhi pengetahuan seperti
Dalam penelitian Ophi (2010) pendidikan, sumber informasi, lingkungan,
kemungkinan dengan adanya perilaku pekerjaan, tingkat ekonomi. dari sumber
SADARI menyebabkan persepsi mahasiswi diatas peneliti berpendapat bahwa pada
bahwa menemukan benjolan pada payudara responden yang berpengetahuan baik tentang
menyebabkan kekhawatiran pada mereka kanker payudara maka responden akan
dan berfikiran tidak dapat dicegah, serta menggunakan pengetahuan baik tersebut
rendahnya kewaspadaan wanita terhadap sebagai intelegensi tentang pemeriksaan
kanker payudara. Akibatnya, perilaku payudara sendiri dengan berperilaku positif
SADARI yang diharapkan dilakukan tiap dalam pemeriksaan payudara sendiri.
bulan secara teratur, tidak terlaksana dengan Berdasarkan tabel 5.6 dapat diketahui
baik. Sehingga peneliti dapat bahwa 4 responden atau sebagian kecil 6%
mengamsumsikan bahwa pendidikan berpengetahuan buruk dengan perilaku
kesehatan terutama tentang Kanker Payudara positif. Menurut pendapat Notoatmodjo
dan Pemeriksaan Payudara Sendiri akan (2007) bahwa semakin banyak memperoleh
mendorong remaja putri untuk dapat lebih informasi maka dapat mempengaruhi atau
mudah merubah sikap dan berperilaku yang menambah pengetahuan seseorang dan
lebih baik lagi. dengan pengetahuan tersebut dapat
3. Hubungan Pengetahuan Kanker mempengaruhi perilaku seseorang sesuai
Payudara Dengan Perilaku SADARI dengan pengetahuan yang dimilikinya.
(Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Peneliti berpendapat bahwa pengetahuan
Remaja Putri Di Prodi Manajemen buruk berpengaruh kepada perilaku
Semester 6 Universitas Muhammadiyah seseorang. Sehingga apabila remaja putri
Ponorogo berpengetahuan buruk untuk berperilaku
Bedasarkan tabel 5.6 pada penelitian positif sangat sedikit.
ini didapatkan bahwa dari 67 responden Berdasarkan tabel 5.6 didapatkan 18
bahwa sejumlah 26 responden atau hampir responden atau hampir setengahnya 26,9%
setengahnya 38,8% berpengetahuan baik memiliki pengetahuan buruk dengan perilaku
dengan berperilaku positif. Menurut negatif. Pengetahuan responden akan
Notoatmojo (2010) faktor internal yang mempengaruhi perubahan perilaku dalam
mempengaruhi pengetahuan seperti usia, mengambil keputusan. Menurut
intelegensi, pengalaman, minat, sedangkan (Notoatmojo, 2014) pengetahuan adalah
10
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

hasil dari tahu yang terjadi setelah seseorang mengakses berita maupun melalui proses
melakukan pengindraan atau pengamatan belajar formal maupun informal dalam
terhadap suatu objek dengan berbagai cara, pengalaman. Peneliti berpendapat bahwa
baik inisiatif sendiri ataupun dari orang lain pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku
dengan melihat, mendengar atau melalui seseorang, pengetahuan atau informasi bisa
komunikasi seperti media cetak, radio, didapat dari mana saja semakin banyak
telivisi, maupun dari tempat informasi yang pengetahuan atau informasi yang
lain untuk mengakses berita maupun melalui diterimanya maka akan semakin baik
proses belajar formal maupun informal perilaku seseorang tersebut, hal ini
dalam pengalaman. Peneliti berpendapat memungkinkan seseorang tersebut
bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi mengabaikan tentang informasi yang
perilaku seseorang, pengetahuan atau didapatkan sehinga memiliki pengetahuan
informasi dapat didapat dari mana saja baik dengan perilaku negatif.
semakin banyak pengetahuan atau informasi Berdasarkan hasil dan teori diatas
yang diterimanya maka akan semakin baik peneliti berpendapat bahwa remaja dengan
perilaku seseorang tersebut, hal ini pengetahuan yang baik dalam memperoleh
memungkinkan seseorang memperoleh informasi tentang pengetahuan kanker
infomasi yang kurang dipahami tentang payudara berpengaruh terhadap perilaku
pengetahuan sehingga berdampak kepada SADARI, dengan demikian dapat dinyatakan
perilaku yang negatif. bahwa semakin baik Perilaku mahasiswi,
Berdasarkan tabel 5.6 dapat diketahui dalam hal ini memiliki perilaku positif akan
bahwa dari 67 responden yang memiliki meningkatkan pemahaman tentang penyakit
pengetahuan baik dengan perilaku negatif Kanker Payudara.
adalah sejumlah 19 responden atau hampir Hasil analisis uji Chi-square
setengahnya 28,4%. Menurut (Notoatmojo, didapatkan hubungan pada Remaja Putri (p
2014) pengetahuan adalah hasil dari tahu value = 0.002, α = 0,05 ). Kedua variabel
yang terjadi setelah seseorang melakukan memiliki keeratan hubungan (contingency
pengindraan atau pengamatan terhadap suatu coefficient = 0.350, p = 0.002). Penarikan
objek dengan berbagai cara, baik inisiatif kesimpulan dilakukan dengan melihat nilai
sendiri ataupun dari orang lain dengan p, apabila nila p < α (0,05) maka variabel
melihat, mendengar atau melalui komunikasi berhubungan (Ho ditolak), artinya ada
seperti media cetak, radio, telivisi, maupun hubungan antar variabel Pengetahuan
dari tempat informasi yang lain untuk Kanker Payudara dengan Perilaku SADARI
11
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

pada remaja putri dengan tingkat keeratan 2. Perilaku SADARI (pemeriksaan payudara
yang Rendah. sedniri) pada remaja putri
Berdasarkan data yang telah diperoleh diinterprestasikan bahwa dari 67 responden
pada tabel 5.6 tersebut dapat dinyatakan didapatkan bahwa lebih dari setengahnya
bahwa Pengetahuan dengan Perilaku 37 responden sebagian besar (55,2%)
SADARI pada remaja putri di prodi memiliki perilaku SADARI negatif tentang
manajemen, perilaku yang dimaksud adalah pemeriksaan payudara sendiri dan 30
respon mahasisiwi serta tanggapan terhadap responden atau hampir setengahnya 44,8%
para mahasiwi prodi manajemen semester 6 memiliki perilaku SADARI positif tentang
terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri. pemeriksaan payudara sendiri.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa 3. Ada hubungan antara pengetahuan kanker
semakin baik Perilaku mahasiswi, dalam hal payudara dengan perilaku SADARI pada
ini memiliki perilaku positif akan remaja putri di prodi manajemen semester
meningkatkan pemahaman tentang penyakit 6 Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kanker Payudara. Dengan perhitungan p value (0,002) ˂
KESIMPULAN DAN SARAN alpha (0,05), berarti Ho Ditolak.
Berdasarkan hasil dan pembahasan SARAN
Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara 1.Bagi Mahasiswa Keperawatan
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Hasil penelitian ini diharapkan mampu
Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri di meningkatkan wawasan dan pengetahuan
Prodi Manajemen Semester 6 Universitas bagi mahasiswa keperawatan mengenai
Muhammadiyah Ponorogo. Dapat pengetahuan Kanker Payudara dengan
disimpulkan sebagai berikut : perilaku SADARI. Dengan menambah
1. Pengetahuan remaja putri tentang kanker membaca, lebih banyak wawasan dan
payudara diinterpretasikan bahwa dari 67 literasi, sehingga dapat memberikan
responden didapatkan bahwa lebih dari penyuluhan pada remaja putri tentang
setengahnya 45 responden sebagian besar Pengetahuan serta teknik SADARI pada
(67,2%) memiliki pengetahuan baik remaja.
tentang Kanker Payudara dan 22 2. Bagi Remaja Putri
responden atau hampir setengahnya 32,8% Hasil penelitian ini diharapkan mampu
memiliki pengetahuan buruk tentang meningkatkan pengetahuan dengan
Kanker Payudara. menjadi literasi bagi remaja putri sehingga
12
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

berperilaku positif dalam teknik SADARI Demak.. JKM Volume 6 Nomor 5


Oktober 2011.
(pemeriksaan payudara sendiri).
3. Bagi Universitas Kemenkes RI. (2015). Kanker Payudara.
Komite Penanggulangan Kanker
Penelitian ini dapat memberikan Nasional. Pedoman Nasional
masukan bagi Unit Kesehatan Kampus Pelayanan Kedokteran (PNPK).

(UKK) untuk memberikan kegiatan Kemenkes.RI. (2015). Panduan Nasional


Penanganan Kanker Kanker Payudara.
promosi kesehatan tentang Kanker
Komite Nasional Penanggulangan
Payudara dengan Perilaku SADARI Kanker. (KPKN).
(Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Riset
mahasiswi fakultas Non Kesehatan. Kesehatan Dasar. Jakarta : Badan
Penelitian Dan Pengembangan
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Kesehatan.
Demi tercapainya kesempurnaan dan
Mochammad, Iqbal N (2013). Peran Keluarga,
lebih meningkatkan pengetahuan tentang Masyarakat Dan Media Sebagai
Kanker Payudara dengan perilaku yang Sumber Informasi Kesehatan
Reproduksi Pada Mahasiswa. Jurnal
positif kepada remaja putri tentang teknik Kesehatan Reproduksi Vol. 3 No 1,
SADARI. Maka diperlukan penelitian April 2013 : 16 – 23.

lebih luas dengan pengumpulan data Notoadmodjo. (2014). Promosi Kedehatan dan
Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
dengan pengambilan populasi yang lebih Cipta.
luas, sehingga diharapkan didapat hasil Notoatmodjo. (2007). Promosi Kesehatan dan
Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
penelitian yang lebih baik.
Notoatmodjo. (2010). Pendidikan dan
DAFTAR PUSTAKA
Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Fitri Nurjanah. (2014). Hubungan Peran Cipta.
Petugas Kesehatan Dan Media
Informasi Dengan Perilaku Seksual Ibu Notoatmodjo. (2010). Pendidikan dan
Pascanifas Di Puskesmas Mergangsan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Yogyakarta. Skripsi Tidak di Cipta.
Terbitkan. Yogyakarta: Program Studi
Notoatmodjo. (2014). Kesehatan Masyarakat
D IV Bidan Pendidik STIKES
Ilmu dan Seni. Jakarta : PT Rineka
‘Aisyiyah Yogyakarta.
Nursalam. (2009). Konsep Dan Penerapan
Hidayati, A. (2011). Pengaruh Pendidikan
Metodologi Penelitian Ilmu. Jakarta:
Kesehatan Melalui Metode Ceramah
Salemba Medika.
Dan Demonstrasi Dalam
Meningkatkan Pegetahuan Tentang Ophi Indria Desanti Dkk. (2010). Persepsi
Kanker Payudara Dan Praktik Wanita Beresiko Kanker Payudara
SADARI Pada Siswi Kelas XII SMA Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri
Fatuhiyyah Mranggen Kabupaten Di Kota Semarang, Jawa Tengah.BKM
Volume. 26 No.3, September 2010
13
Artikel Ilmiah Mahasiswa Vol(No)(2019): Hubungan Pengetahuan Kanker Payudara
Dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri

Potter & Perry. (2009). Fundamental


Keperawatan. Edisi 7. Jakarta :
Salemba Medika.
Rukiyah, Ai Yeyeh, Yulianti, Lia. (2012).
Asuhan Kebidanan IV Patologi.
Jakarta: Salemba Medika.

Widyastari, Shaluhiyah, Widjanarko. (2010).


Adolescent in Peril : Internet and
other factors in influencing
adolescents’ sexual attitudes. Jurnal
Kesehatan Reproduksi, 1(1), 1-13.

Verwandte Interessen