Sie sind auf Seite 1von 15

Nama : Wulanning Siti Muthia

Kelas : X-1

Unregelmässige Verben (kata kerja tak beraturan)


Kata kerja yang termasuk kata kerja tak beraturan/kata kerja kuat adalah kata
kerja yang mengalami perubahan stamm pada bentuk konjugasinya baik dalam
bentuk Präsens, Präteritum dan Perpekt. Perubahan verbstamm dapat dilihat pada
Subyek orang kedua tunggal (du) dan orang ketiga tunggal (er,sie,es) sedang
Subyek (ich,wir,ihr,Sie/sie) tetap sama seperti kata kerja beraturan/kata kerja lemah.
Tipp : kata kerja unregelmässige Verben pada umumnya tidak mempunyai pedoman khusus
cara pembentukannya sehingga perlu di hapal.

Contoh : sprachen = sprech(verbstamm) + en (endung)

Präsens Präteritum Perpekt 


ich spreche ich sprach ich habe gesprochen
du sprichst du sprachst du hast gesprochen
er,sie,es spricht er,sie,es sprach er,sie,es hat gesprochen
wir sprechen wir sprachen wir haben gesprochen
ihr sprecht ihr spracht ihr habt gesprochen
sie/Sie sprechen sie/Sie sprachen sie/Sie haben gesprochen

 KONJUGASI KATA KERJA TAK BERATURAN (unregelmässige Verben)


1. Konjugasi kata kerja Infinitiv yang berubah vokal “o” menjadi “ö”.

stossen usw.
Subjekt stossen Endung
ich stosse e
du stösst st
er,sie,es stösst t
wir stossen en
ihr stosst t
Sie/sie stossen en

2. Konjugasi kata kerja Infinitiv yang berubah vokal “au” menjadi “äu”.

laufen, saufen usw.


Subjekt laufen Endung
ich laufe e
du läufst st
er,sie,es läuft t
wir laufen en
ihr lauft t
Sie/sie laufenen en
3. Konjugasi kata kerja Infinitiv yang berubah vokal “e” menjadi “i”.

geben, essen, helfen nehmen,usw.


Subjekt geben Endung
ich gebe e
du gibst st
er,sie,es gibt t
wir geben en
ihr gebt t
Sie/sie geben en

4. Konjugasi kata kerja Infinitiv yang berubah vokal “e”,menjadi “ie”.

lesen, sehen, stehen, befehlen, usw.


Subjekt lesen Endung
ich lese e
du liest st
er,sie,es liest t
wir lesen en
ihr lest t
Sie/sie lesenn en

5. Konjugasi kata kerja Infinitiv yang berubah vokal “a” menjadi “ä”.

fahren, lassen, schlafen, wachsen usw.


Subjekt fahren Endung
ich fahre e
du fährst st
er,sie,es fährt t
wir fahren en
ihr fahrt t
Sie/sie fahren en
Nominativ dan Akkusativ
Bentuk artikel ditentukan oleh posisi dari kata bendanya, yaitu apakah
bertindak sebagai subjek (Nominativ Case) atau objek (Akkusativ Case). Posisi
sebagai subjek berarti bahwa kata benda tersebut bertindak sebagai pelaku atau
“tokoh utama” dalam pembicaraan. Misalnya adalah pada kalimat berikut:

Das ist eine Stühle – Itu adalah sebuah kursi

Pada kalimat tersebut, kursi bertindak sebagai subjek karena menjadi


“tokoh utama” atau katakanlah fokus yang dibicarakan dalam kalimat. Oleh karena
itu aturan yang berlaku adalah aturan untuk nominativ case. Sedangkan pada
kalimat:

Ich esse einen Hamburger – Saya makan sebuah hamburger

maka aturan yang berlaku pada hamburger adalah aturan untuk akkusativ case,
karena pada kalimat tersebut, hamburger bertindak sebagai objek bukan pelaku.

Untuk definite articles *definite articles dlm bhs inggris –> The*:

Nominativ case Akkusativ case


Maskulin* der den
Feminin die die
Netral das das

Contoh kalimat :

Nominativ

1. Der Fisch schmeckt gut – Ikan itu rasanya enak.

2. Der Tisch ist schwarz.

3. Die Frau ist schön.

4. Das Haus ist gross.

5. Die Häuser sind schön und hell.

Akkusativ
1. Ich nehme den Fisch – Saya pilih ikan yang itu.

2. Ich kaufe den Tisch.

3. Er mag die Frau.

4. Wir verlassen das Haus.

5. Der Lehrer unterrichtet die Kinder.


Untuk indefinite articles *indefinite articles dlm bhs inggris –> a/an*:

Nominativ case Akkusativ case


+ - + -
Maskulin* ein kein einen keinen
Feminin eine keine eine
Netral ein kein ein kein

Contoh kalimat dapat melihat dua kalimat yang diberikan sebagai contoh di awal.
Untuk bentuk negatif, bentuk tersebut bermakna “tidak ada”. Misalnya:

(N): Da ist ein Elektroherd. Aber da ist kein Tisch.


(Disana ada sebuah kompor listrik. Tapi disana tidak terdapat sebuah
meja)

(A): Und jetzt noch einen Teller Suppe! (Mari tambah sepiring sup lagi!)
Nein danke, bitte keine Suppe mehr. (Tidak usah, terimakasih, saya
tidak ingin sup lagi)

Untuk possessive articles *kepunyaan, sep: yours, my, dll*:

Nominativ case Akkusativ case


Ich Maskulin* mein meinen
Feminin meine meine
(Saya) Netral mein mein
du Maskulin* dein deinen
Feminin deine deine
(Kamu, informil) Netral dein dein
Sie Maskulin* Ihr Ihren
Feminin Ihre Ihre
(Anda) Netral Ihr Ihr
er Maskulin* sein seinen
Feminin seine seine
(dia laki2) Netral sein sein
sie Maskulin* ihr ihren
Feminin ihre ihre
(dia perempuan/
mereka) Netral ihr ihr

Contoh kalimat (nominative case):

Ist das deine Kamera? Nein, das ist seine Kamera.


Apakah itu adalah kamera mu? Bukan, itu adalah kamera miliknya (nya disini
merujuk pada dia laki2)
*Perhatikan bahwa perubahan bentuk artikel dari nominativ menjadi akkusativ
hanya terjadi pada benda yang bersifat maskulin, lainnya tidak mengalami
perubahan bentuk artikel.

A. Nominativ

Kata benda atau kata ganti dinamakan Nominativ apabila :

 Sebagai pokok kalimat dan pelengkap kata kerja dalam kalimat. (Subjekt)

Frau Hadi wohnt in Jakarta

Morgen fliegt der Mann nach Indonesien.

 Sebagai pelengkap predikat subyek setelah kata kerja “bleiben”, “sein”,


“heißen“ , dan “werden”. (Prädikativ zum Subjekt)

Die Frau heißt Maria.

Maria ist die Frau von Ahmad.

 Sebagai pelengkap sapaan. (die Anrede)

Guten Morgen, Frau Schmidt !

Maria, bitte hilfst du mir !

 Untuk memberikan keterangan yang lebih detail tentang element yang lain
dalam kalimat yang dinamakan “keterangan tambahan” (Apposition).

Rita, eine Modedesignerin, kommt aus Indonesien.

 Selain itu, Nominativ dapat juga disebut “kasus pertama” (der Werfall),
sebab dalam aturan, kasus Nominativ dapat ditanyakan dengan
menggunakan “wer atau was”. Contoh :

Frau Hadi wohnt in Jakarta.

Wer wohnt in Jakarta ? Frau Hadi.

Das Magazin liegt auf dem Sofa.

Was liegt auf dem Sofa? das Magazin.

B. Akkusativ

Kata benda atau kata ganti dinamakan Akkusativ apabila :

 Sebagai objek langsung dari sebuah kata kerja yang selalu memerlukan
Akkusativ.
Ich habe ein Auto.

Wir hören einen Dialog.

 Berikut kata kerja yang selalu memerlukan obyek Akkusativ :

anrufen haben lesen

brauchen essen sehen

begrüßen kennen lernen kochen usw.

 Apabila dipergunakan bersama dengan kata depan (Präposition) “bis”,


“durch”, “entlang”, “für”, “gegen”, “ohne”, “um”, “um…herum”, dalam
sebuah kalimat.

Rita kauft Rosen für Ihre Mutter.

Du kannst ohne mich gehen.

 Apabila dipergunakan bersama dengan kata depan “an”, “auf”, “hinter”,


“in”, “neben”, “über”, “unter”, “vor”, “zwischen” dalam sebuah kalimat,
(apabila membicarakan tentang gerakan atau arah tujuan).

Mein Tochter geht heute nicht in die Schule.

Er legt das Buch auf den Tisch.

 Apabila dipergunakan bersama dengan kata sifat yang menunjukan berat


dan ukuran serta kata sifat yang memerlukan obyek akkusativ.

Das kleine Auto ist einen Meter breit.

Du bist mir noch 200 Euro schuldig.

Berikut daftar kata sifat yang sering dipergunakan dengan obyek akkusativ :

alt hoch gewohnt

breit lang schuldig

groß schwer

 menunjukan waktu

Meine Tochter spielt den ganzen Tag im Garten.


 untuk memberikan keterangan yang lebih detail tentang element yang lain
dalam kalimat yang dinamakan “keterangan tambahan” (Apposition).

Kennst du Madonna, die Sängerin ?

 Selain itu, Akkusativ dapat juga disebut “kasus keempat” (der Wenfall),
sebab dalam aturan, kasus Akkusativ dapat ditanyakan dengan menggunakan
“wen atau was”. Contoh :

Er liest ein Krimibuch.

Was liest er ? einen Krimibuch.

Ich brauche eine Lesebrille zum Lesen.

Was brauche ich zum Lesen ? eine Lesebrille.


Imperativsatz

Tujuan pada pembahasan ini adalah untuk mempelajari bagaimana untuk


meminta seseorang untuk a favour, to warn somebody, untuk membuat sebuah
permintaan, untuk memberikan seseorang suatu ijin, instruksi atau sebuah
perintah.

Bentuk Deutsch Englisch

Keramahan Bitte schreib mir. Please, write me.


Iss das nicht! Don't eat this!
Peringatan
Frag lieber noch mal. You'd better ask again.
Geben Sie mir bitte das Give me the form,
Nasihat
Formular. please.
Permintaan Nehmen Sie jeden Tag zwei

Perintah Tabletten. Take every day two pills.

Aba-aba Hören Sie zu! Listen to me!

Aturan

Kita dapat menyampaikan permintaan, suggestion, perintah dsb. kepada tiga


subjek yang berbeda:

 du (orang kedua tunggal; cara informal)

 Sie (orang kedua tunggal atau jamak; cara formal)

 ihr (orang kedua jamak; cara informal)


Bentuk Imperativ untuk "du"

1.) Hanya menggunakan bentuk konjugasi dari kat kerja untuk “du” tanpa
akhiran “st”. contoh: machen (Infinitiv) -> du machst -> mach! (Imperativ)

 Lern fleißig. (Learn diligently.)

 Komm mit. (Come with me.)

 Sag mal. (Tell me.)

2.) Kata kerja yang Stammnya berakhiran dengan "t", "d", "ig", "chn", "dn",
"fn", "gn" atau "tm" membutuhkan tambahan "e" setelah Stamm.

 Arbeite schneller! (Work faster!)

 Warte bitte. (Please, wait.)

 Entschuldige dich! (Apologise!)

3.) Kata kerja yang berakhiran dengan "ern" atau "eln" membutuhkan juga
tambahan "e" setelah Stamm.

 Erinnere dich! (Remeber!)

 Verbessere deine Leistung. (Improve your performance!)

 Lächle ! (Smile!)

4.) Kata kerja yang mengalami perubahan vokal dengan "e -> i" dan "e -> ie"
untuk bentuk Imperativ tetap menggunakan bentuk konjugasi sesuai perubahan
tersebut; sedangkan kata kerja yang mengalami perubahan vokal dari "a -> ä"
tidak. Disini "a" tidak dirubah menjadi "ä".

 Sprich bitte langsam. (Speak slowly, please.)

 Vergiss das nicht! (Don't forget this!)

 Schlaf schön. (Sleep well.)

5.) Untuk Trennbare Verben (kata kerja yang dipisah) menggunakan aturan
yang sama. Kita akan mempelajarinya lebih lanjut dalam pembahasan
Trennbare Verben.

 pisahkan awalan dari kata kerja


 bentuklah kata kerja kedalam bentuk imperativ
 letakkan awalan di akhir kalimat
 Steh bitte auf. (Stand up, please.)

 Ruf mich an!. (Call me!)

 Hör mir zu!. (Listen to me!)

Bentuk Imperativ untuk "Sie"


Hanya menggunakan bentuk Infinitiv dari kata kerja tersebut.

 Sprechen Sie bitte langsam. (Speak slowly, please.)

 Warten Sie! (Wait!)

 Nehmen Sie mein Buch. (Take my book.)

Perlu diperhatikan bahwa bentuk Imperativ untuk "Sie" selalu mengikutsertakan


Pronomen "Sie" dan selalu diletakkan setelah kata kerja.

Bentuk Imperativ untuk "ihr"


Hanya menggunakan bentuk konjugasi kata kerja untuk "ihr".

 Sprecht bitte langsam. (Speak slowly, please.)

 Antwortet ! (Answer!)

 Kommt zu mir. (Come to me.)

Bagaimana mengatakan "be something"?

Kata kerja “Sein” mempunyai aturan tersendiri dalam pembentukan


Imperativ. Jika kita ingin mengekspresikan bahwa seseorang semestinya be
punctual, honest, dsb. gunakanlah ujaran-ujaran ini:

Person Bentuk dari "Sein" Indonesisch

Du Sei ehrlich! (Be honest!)


Sie Seien Sie ehrlich! (Be honest!)

Ihr Seid ehrlich! (Be honest!)

wir * Seien wir ehrlich! (Let us be honest!)

* Perhatikan bahwa kita juga dapat memberikan nasihat/ajakan kepada satu


kelompok dimana kita termasuk didalamnya.

Bagaimana membuat sebuah bunyi perintah menjadi kurang sopan / keras /


meraja?

Jika mengatakan kepada seseorang: Warte! agar dia menunggu kamu misalnya,
ini kedengarannya sangat meraja. Tapi jika kita menambahkan sebuah "filling-
word" kita dapat membuat pernyataan tersebut lebih sopan. Tentu saja,
penambahan "Bitte" pada pernyataan itu selalu berbunyi sebih sopan.

Bagaimana menyatakan "wait for me"


filling word
dalam bentuk sopan?
Mal Warte mal! (wait for me!)

Doch Warte doch! (wait for me!)

bitte Warte bitte ! (Please, wait!)


Negation

Tujuan dari sesi ini adalah untuk mempelajari bagaimana membuat


pernyataan negativ dalam bahasa Jerman.

Deutsch Englisch Indonesisch

Saya tidak mendengarkanmu.


Ich höre dich nicht. I don't hear you.
Saya tidak mempunyai uang.
Ich habe kein Geld. I have no money.
Er ist nicht hier. He is not here.
Dia tidak berada disini.
Sie hat keine Schwester. She has no sister.
Dia tidak mempunyai saudara (pr).

Aturan

Ada 2 kata dalam bahasa Jerman untuk menegativkan sebuah kalimat yang
dalam bahasa Indonesia bisa bermakna ”tidak” atau ”bukan”, yaitu:

 kein
 nicht

Negativ dengan "kein"

Dengan "kein" kita menegativkan:

 kata benda dengan sebuah indefinit artikel di depan (ein, eine, einen)
 kata benda dengan tanpa artikel di depan

Jenis Pernyataan Negation Terjemah

indefinit Ini bukan rumah.


Das ist ein Haus. Das ist kein Haus.
artikel
indefinit Ich habe keine Saya tidak mempunyai
Ich habe eine Schwester.
artikel Schwester. saudara (Pr).

Indefinit Sie hat keinen Dia tidak mempunyai


Sie hat einen Hund.
artikel Hund. anjing.

Wir verkaufen keine Kami tidak menjual


tanpa artikel Wir verkaufen Autos.
Autos. mobil-mobil.

Ich habe kein Saya tidak demam.


tanpa artikel Ich habe Fieber.
Fieber.

Akhiran untuk "kein" tergantung pada gender (m, f, n), numerus (Sg, Pl) dan Kasus
(akk, Nom, Dat, Gen)

Negativ dengan "nicht"

Dengan "nicht" kita menegativkan:

 Verben (kata kerja)


 Adjektiv (kata sifat)
 Angabe (kata keterangan
 Nomen (nama orang, kota, dsb.)
 Nomen dengan sebuah definit artikel di depan (der, die, das)
 Nomen dengan sebuah possessivpronomen di depan (mein, meine)

Tipe Pernyataan Negation

Kata kerja Ich schlafe. Ich schlafe nicht.

Kata sifat Das Haus ist alt. Das Haus ist nicht alt.

Keterangan Sie fahren schnell. Sie fahren nicht schnell.

Kata benda Das ist Bernd. Das ist nicht Bernd.

Nomen dengan
sebuah Das ist der Professor. Das ist nicht der Professor.
definit artikel di depan

Nomen dengan sebuah


Das ist nicht meine
possessivpronomen di Das ist meine Freundin.
Freundin.
depan

Posisi "nicht" dalam sebuah kalimat

Posisi "nicht" dalam sebuah kalimat tergantung pada apa yang kita negativkan.
Saya harus mengakui bahwa sebenarnya ini agak rumit dan perlu praktek.

1.) "nicht" selalu mengikuti kata kerja "sein".


Ich bin Thomas. -> Ich bin nicht Thomas.

2.) "nicht" mengikuti kata kerja dari sebuah kalimat.


Ada satu pengecualian. Jika kata kerja itu termasuk trennbare verben,
maka "nicht" diletakkan di depan awalan.
Ich gehe. -> Ich gehe nicht.
Ich sehe fern. -> Ich sehe nicht fern.

jika konstruk kata kerja terdiri dari beberapa bagian, maka "nicht"
diletakkan di depan bagian kedua.
Modal verben : Ich muss jetzt gehen. -> Ich muss jetzt nicht gehen.
Futur : Ich werde jetzt gehen. -> Ich werde jetzt nicht gehen.
Perfekt : Ich habe dich gesehen. -> Ich habe dich nicht gesehen.

3.) "nicht" mengikuti sebuah pronomen (kata ganti) atau sebuah objek yang
dapat disubstitusikan oleh sebuah pronomen.
Ich sehe dich. -> Ich sehe dich nicht.
Sie kennt Mr Wolf. -> Sie kennt Mr Wolf nicht. (Mr Wolf dapat
disubstitusikan oleh "ihn".)
4.) "nicht" mengikuti kata benda dalam sebuah pertanyaan.
Wollen Sie gehen? -> Wollen Sie nicht gehen?
Sprichst du Deutsch? -> Sprichst du nicht Deutsch?

5.) "nicht" mengikuti sebuah waktu yang spesifik.


Wir kämpfen heute gegen euch. -> Wir kämpfen heute nicht gegen euch.
Ich gehe morgen ins Kino. -> Ich gehe morgen nicht ins Kino.
Ada sebuah pengecualian, bagaimanapun.
jika kita menggunakan sebuah preposisi seperti "um, am" untuk waktu
spesifik, maka "nicht" diletakkan di depan waktu yang spesifik tersebut.
Ich komme um 8.00 Uhr zu dir. -> Ich komme nicht um 8.00 Uhr zu dir.
Sie kommen am Montag hier an. -> Sie kommen nicht am Montag hier an.

Negativ yang spesial dengan "nicht"

Berlawanan dengan semua aturan tentang "nicht" dapat ditempatkan pada posisi
yang berbeda dari sebuah kalimat dengan komplit, sebagai contoh di awal.
kasus ini dipakai jika pembicara menginginkan penekanan pada aspek tertentu.
Anna singt gerne. -> Nicht Anna singt gerne.
penempatan "nicht" di awal kalimat berarti kita mengungkapkan bahwa bukan
Anna yg menyanyi melainkan orang lain.

Petunjuk terakhir

Jika kita mempunyai pilihan antara "nicht" dan "kein" dalam sebuah kalimat
yang kosong dengan pernyataan negativ, pertama-tama rubahlah kalimat ke
bentuk pernyataan positiv. Seringkali artikel menunjukan pada kita akan
jawabannya:
Er ist kein / nicht Junge. --> pernyataan positiv: Er ist ein Junge. --> indefiniter
Artikel
maka menjadi: Er ist kein Junge.