Sie sind auf Seite 1von 129

Curriculum Vitae

EDY RIZAL WACHYUDI


PENDIDIKAN
Dokter : Universitas Indonesia
Penyakit Dalam : Universitas Indonesia
Konsultan Geriatri : Universitas Indonesia

PEKERJAAN
Koordinator Pelayanan dan Operasional IPD RSCM-FKUI
Kepala Divisi Geriatri, Departemen IPD RSCM-FKUI

ORGANISASI
Anggota MPPK IDI
Wakil Ketua II PB PAPDI
Sekjen PAPDI Jaya
Sekjen Kolegium IPD
Sekjen PB Pergemi
Wakil Ketua Pergemi Jaya
‘KONSEP’
Proses Menua

dr EDY RIZAL WAHYUDI, SpPD, KGer, FINASIM

Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM)


Jakarta, 25 April 2019
Proses Menua
Proses Menua
PROSES MENUA ADALAH
PROSES YANG NORMAL (PASTI) TERJADI

berkembang Degeneratif / berkurang

Dalam dewasa tua


kandungan

usia
Menua
• Proses normal
• Dewasa sehat “frail” (rapuh)
• Cadangan sistem fisiologis berkurang
• Menurun kemampuan usila berespon
terhadap stres
• Rentan terhadap penyakit
MENGENAL
‘USIA LANJUT’
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
• Proses normal
• Dewasa sehat “frail” (rapuh)
• Cadangan sistem fisiologis berkurang
• Menurun kemampuan usila berespon
terhadap stres
• Rentan terhadap penyakit

Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia


• WHO (2002)
 Meningkatnya orang berusia
> 60 tahun
 kisah kesuksesan terbesar
manusia

” A Giant, Geriatric Tsunami”


Mengenal ‘usia Lanjut’

• Jumlah pasien usia lanjut


bertambah
• Perlu pemahaman dan perhatian
khusus agar tidak terjadi salah-
kelola (mismanagement/
mistreatment)
Indonesia 414
Co lo mb ia 349
Kenya 347
Sing ap o re 340
Thailanda 337
Co st a Rica 327
321
Lib eria 303
295
M exico 290
279
Zimb ab we 271
257
B razil 255
254
M o ro cco 250
247
Ind ia 242
242
Sri Lanka 238
238
China 220
219
M alawi 194
146
Canad a 141
137
Cub a 130
129
Jamaica 126
121
Israel 120 Projected percentage increase
101
New Zealand 100 in the elderly population, 1990-2025
97
Luxemb urg 96
82
Greece 66
66
France 65
63
Developing country
Hung ary 63
59
B elg ium 54
Developed country
50
Denmark 47
45
No rway 40
35
(Kinsella K & Taeuber, 1993)
Swed en 33

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450


Fertility decline and population
ageing in Asia, 1950-2050

Percenrage of total population aged 65+


7 18
16
6
Total fertility rate (TFR)

14
5
12
4 10

3 8
6
2
4
1 2
0 0
1950 1960 1970 1980 1990 2000 2010 2020 2030 2040 2050

TFR % 65+
Regional Distribution of Population aged > 60 in millions

700

millions
600

1950
500
1990

2025
400

300

200

100

0
Oceania Nth Sth Africa Europe Asia
america america
Prediksi Persentasi usia lanjut Indonesia
Total fertility rate
1975-80 2000-05 2045-50
Japan 1.8 1.3 1.8
Singapore 1.9 1.5 1.9
China 3.3 1.8 1.9
Indonesia 4.7 2.3 2.1
Vietnam 5.9 2.3 2.1
Usia harapan hidup (thn)
1950-1955 2000-2005 2025-2030
Japan 63.9 81.5 88.0
Singapore 60.4 78.1 82.9
China 40.8 71.2 79.0
Indonesia 37.5 67.3 87.0
Vietnam 40.4 78.7 86.9
 Populasi usia lanjut 
 Dampak kemajuan bidang kesehatan
 Peningkatan usia harapan hidup

Seiring dengan pertambahan usia, terjadi;


proses yang menyebabkan penurunan tingkat
produktivitas dan fungsi sistem organ serta
perubahan psikologis dan sosial

Berpotensi menimbulkan masalah diberbagai


bidang tidak terkecuali kesehatan
Transisi Epidemiologi
• Jumlah usia lanjut meningkat 
– Jenis penyakit yang sering pada usia lanjut juga
akan meningkat
• Misalnya: DM, hipertensi, PJK, kanker dsb.
• Dibutuhkan teknologi kedokteran yang lebih tinggi
• Biaya tak cukup
• Masih terbebani masalah gizi kurang dan infeksi pada
bayi-balita-bumil

– Jumlah warga muda / usia produktif tetap


• Tingkat beban / 1 orang usia produktif bertambah
Transisi Epidemiologi

• Jenis masalah kesehatan pada pasien


geriatri akan >>>
– Acute confusional state
– Postural instability / falls
– Pressure ulcer
– Immobilization
– Demensia, Parkinson
– Depression
– Incontinence
Sepakat / Sepaham untuk :
 Mau tahu tentang usia lanjut

Belajar

‘Mengenal’ usia lanjut


Program Nasional Geriatri

PENYELENGGARAAN PELAYANAN
KESEHATAN GERIATRI

Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia


PENYELENGGARAAN PELAYANAN
KESEHATAN GERIATRI di Puskesmas
• RESOLUSI PBB NOMOR 46 TAHUN 1991
HIMBAUAN UNTUK SELURUH NEGARA DI
DUNIA MEMBERIKAN HAK YANG LAYAK PADA
LANJUT USIA
• UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 1998
TENTANG KESEJAHTERAAN LANJUT USIA
• UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 39 TAHUN 1999
TENTANG HAK ASASI MANUSIA

Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia


PENYELENGGARAAN PELAYANAN
KESEHATAN GERIATRI di Puskesmas
• UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN
• PERMENKES 79 TAHUN 2014
PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN
LANJUT USIA DI PUSAT KESEHATAN
MASYARAKAT dan RUMAH SAKIT
• PERMENKES NOMOR 67 TAHUN 2015
PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN
LANJUT USIA DI PUSAT KESEHATAN
MASYARAKAT
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
PENYELENGGARAAN PELAYANAN
KESEHATAN GERIATRI di Puskesmas
• PERMENKES NOMOR 43 TAHUN 2016
TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL
BIDANG KESEHATAN

Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 1998
TENTANG KESEJAHTERAAN LANJUT USIA
BAB III (HAK DAN KEWAJIBAN)
Pasal 5

(1) Lanjut usia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bemasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
(2) Sebagai penghormatan dan penghargaan kepada lanjut usia diberikan
hak untuk meningkatkan kesejahteraan sosial yang meliputi:
a. pelayanan keagamaan dan mental spiritual;
b. pelayanan kesehatan;
c. pelayanan kesempatan kerja;
d. pelayanan pendidikan dan pelatihan;
e. kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum;
f. kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum;
g. perlindungan sosial;
h. bantuan sosial.
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 39 TAHUN 1999
TENTANG HAK ASASI MANUSIA
BAB III
HAK ASASI MANUSIA DAN KEBEBASAN DASAR MANUSIA
BAGIAN Ketujuh
Hak Atas Kesejahteraan
Pasal 41

1. Setiap warga negara berhak atas jaminan sosial yang dibutuhkan untuk
hidup layak serta untuk perkembangan pribadinya secara utuh.
2. Setiap penyandang cacat, orang yang berusia lanjut, wanita
hamil, dan anak-anak, berhak memperoleh kemudahan dan perlakuan
khusus.

Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN
BAB VII
KESEHATAN IBU, BAYI, ANAK, REMAJA, LANJUT USIA, DAN
PENYANDANG CACAT
Bagian Kesatu
Kesehatan ibu, bayi, dan anak
Bagian Kedua
Kesehatan Remaja
Bagian Ketiga
Kesehatan Lanjut Usia dan Penyandang Cacat
Pasal 138
(1) Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga
agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan
martabat kemanusiaan.
2) Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan
memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif
secara sosial dan ekonomis.
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN
BAB XV
PEMBIAYAAN KESEHATAN
Pasal 171
(1) Besar anggaran kesehatan Pemerintah dialokasikan minimal sebesar 5% (lima
persen) dari anggaran pendapatan dan belanja negara di luar gaji.
(2) Besar anggaran kesehatan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota
dialokasikan minimal 10% (sepuluh persen) dari anggaran pendapatan dan belanja
daerah di luar gaji.
(3) Besaran anggaran kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2) diprioritaskan untuk kepentingan pelayanan publik yang besarannya sekurang-
kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari anggaran kesehatan dalam anggaran
pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Pasal 172
(1) Alokasi pembiayaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (3)
ditujukan untuk pelayanan kesehatan di bidang pelayanan publik, terutama bagi
penduduk miskin, kelompok lanjut usia, dan anak terlantar.
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
TERMINOLOGI
Gerontologi
The scientific approach to all aspects of aging (health,
sociological, economic, behavioural, environmental, and
others). (WHO, 1974)
Pendekatan keilmuan semua aspek menua
(kesehatan, sosial, ekonomi, perilaku,
lingkungan)

The study of the aging. (Hazzard, 1990)


Ilmu yang mempelajari hal mengenai menua.
Sejarah

Gerontologi :
GERONT (bhs Yunani)
= orang BERUSIA LANJUT

Elie Metchnikoff (1903)


Geriatri
Kecabangan dari gerontologi dan kedokteran yang
berkaitan dengan kesehatan usia lanjut pada
semua aspek; pencegahan, klinik, pengobatan,
rehabilitasi dan pengawasan yang trus menerus.
(WHO, 1974)

The health and social care of the elderly.


(Hazzard, 1990)
Ilmu kesehatan dan asuhan sosial usia
lanjut.
Sejarah

Geriatri :

Ignatz Nascher/ Ignas Leo Vascher (1909)


Dr. Marjorie Warren (Inggris, 1935)
Geriatri
Kecabangan dari gerontologi dan kedokteran yang berkaitan
dengan kesehatan usia lanjut pada semua aspek;
pencegahan, pengobatan, rehabilitasi dan pengawasan
yang trus menerus. (WHO, 1974)
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
Geriatri
Kecabangan dari gerontologi dan kedokteran yang berkaitan
dengan kesehatan usia lanjut pada semua aspek;
pencegahan, pengobatan, rehabilitasi dan
pengawasan yang trus menerus. (WHO, 1974)
Kemenkes RI – Pelatihan Bagi Pelatih Pelayanan Kes Lansia
PROSES MENUA
Proses Menua
Proses Menua

• Akumulasi berbagai macam kerusakan


pada sel dan jaringan dengan
bertambahnya umur sehingga
MENINGKATKAN RISIKO TERJADINYA
PENYAKIT dan KEMATIAN
• BUKAN PENYAKIT
• Proses yang kompleks, dengan melibatkan
banyak faktor
Tosato, Zambini, Ferari, Cesari ; Clinical Interventions in Aging 2007:2(3) 401–412
Proses Menua

• Proses Menua; TIDAK DIMULAI saat/ lebih


dari usia lebih dari 60 tahun
• TERDAPAT PERBEDAAN saat terjadinya
proses menua pada berbagai sistim organ
tubuh
• Terjadi perubahan pada MORFOLOGI/
STRUKTUR dan atau FISIOLOGI
Tosato, Zambini, Ferari, Cesari ; Clinical Interventions in Aging 2007:2(3) 401–412
TEORI PROSES MENUA
• Berbagai macam TEORI PROSES
MENUA
• Tidak ada penyebab tunggal (MULTI
FAKTORIAL dan KOMPLEKS)
• Berbagai macam Teori Proses Menua;
SALING MELENGKAPI
Kowald A. A network theory of ageing: the interactions of defective mitochondria, aberrant proteins, free
radicals and scavengers in the ageing process. Mutat Res. 1996;316:209–36
Weinert BT. Theories of aging. J Appl Physiol. 2003;95:1706–16.
TEORI PROSES MENUA

• 300 teori
• Evolusi
• Free radikal
• Mitokondria
• Regulasi Gen
• Telomer
• Inflamasi
• Imunologi
Medvedev ZA. An attempt at a rational
• Neuroendokrin classification of theories of aging. Biol Rev.
1990;65:375–98
PROSES MENUA ADALAH
PROSES YANG NORMAL TERJADI

berkembang Degeneratif / berkurang

Dalam dewasa tua


kandungan

usia
TEORI PROSES MENUA

• Apapun teori yang dianut namun yang


jelas selalu ada unsur :
– Pengaruh / peran genetik
– Peran lingkungan (polusi, gaya hidup,
radiasi)
• Memperbaiki faktor eksternal:
– Upaya untuk menjadi tua dan sehat
– Upaya mencegah penyakit degeneratif
PROSES MENUA USIA

• Usia kronologis
• Usia biologis (fisiologis) --- penting
• Usia Psikologis --- Kematangan mental
IMPLIKASI KLINIS
Implikasi Klinis Proses Menua
Organ Perubahan
Neurologis • Atrofi
• Penurunan Fungsi serabut saraf
• Leptomeniges di spinal menebal
Hal tersebut dapat menyebabkan:
• Terganggunya fungsi memory
• Berkurangnya konduksi antar sinaps
• Parkinsonism
• Demensia
Kardiovaskular • Atrofi serat otot
• Aterosklerosis
• Peningkatan Tekanan Darah
• Menurunnya jumlah sel pacemaker
• hipertrofi/dilatasi ruang jantung
Hal tersebut dapat menyebabkan:
• Hipertensi
•Penurunan Kontraksi
•Hipotensi
• Aritmia
• Gagal Jantung
• Cardiac Arrest
Implikasi Klinis Proses Menua

Organ Perubahan
Respirasi •Penurunan complaince
• Penurunan otot respirasi
• Kekakuan tulang-tulang iga
• Atrofi Silia
Hal tersebut dapat menyebabkan:
• Peningkatan resiko infeksi
• Penurunan kemampuan ventilasi
Kulit • Penurunan lemak subkutan
• Penurunan proliferasi fibroblas
• Penipisan ketebalan dermis dan epidermis
• Kerusakan kelenjar keringat
• Penurunan elastisitas
Hal tersebut dapat menyebabkan
• Penipisan kulit
• Kering dan gatal
• Penurunan regulasi panas tubuh
• keriput
Implikasi Klinis Proses Menua

Organ Perubahan
Gastrointestinal • Produksi enzim berkurang
• Penurunan tonus usus besar
• Atrofi mukosa
Hal tersebut dapat menyebabkan:
• Perubahan asupan dan nafsu makan
• Proses pencernaan melambat
• Absorpsi berkurang
• Konstipasi
Ginjal • Penurunan jumlah nefron dan glomerulus
• Penurunan fungsi filtrasi
• tonus otot berkurang
Hal tersebut dapat menyebabkan:
• berkurangnya GFR
• Turunnya kemampuan fungsi ginjal
• Penurunan klirens kreatinin
Implikasi Klinis Proses Menua

Organ Perubahan
Muskuloskeletal • Penurunan massa otot
• penurunan aktifitas ATP myosin
• Kekakuan kartilago sendi
• Penuruan massa tulang dan aktivitas osteoblast
• Penurunan fungsi proprioseptif
Hal tersebut dapat menyebabkan
• Kekuatan otot berkurang
• Kekuatan tulang berkurang
•Nyeri sendi dan kaku
• Meningkatnya resiko jatuh dan fraktur
USIA LANJUT; > 60 tahun

Proses Menua

IMPLIKASI KLINIS
USIA LANJUT yang SEHAT /
USIA LANJUT yang SAKIT

FAKTOR RISIKO
GENETIK LINGKUNGAN GAYA HIDUP
Proses Menua;
INDRA PENGLIHATAN
• Berkurangnya struktur penyokong kelopak
mata
keriput, resiko ptosis
• Berkurangnya produksi air mata
dry eyes, resiko infeksi
• Berkurangnya lengkungan dan sesitivitas
kornea dan meningkatnya fragilitas kornea
Penurunan kualitas penglihatan
Salvi, Akhtar, Currie ; Postgrad Med J2006;82:581–587
Proses Menua; INDRA PENGLIHATAN

PERUBAHAN PADA RETINA


Penurunan fungsi penglihatan
 Decreased visual
 Penurunan sensitivitas lapang pandang
 Berkurangnya sensitivitas terhadap kontras
 Peningkatan ambang batas gelap
Degenerasi Sel neuron
 Berkurangnya sel ganglion dan axon nervus
optikus
 Berkurangnya reseptor cahaya
Perubahan lain pada retina
 Penebalan membran basalis
 Peningkatan lipofucsin
Proses Menua; INDRA PENGLIHATAN

• Bertambahnya kekakuan pada lensa


sehingga fleksibilitas menurun (Presbyopia )
Proses Menua;
INDRA PENGLIHATAN
• Peningkatan pigmentasi dari jarin
trabekular dan resistesi aliran keluar dari
aquous humor
resiko GLAUKOMA
Proses Menua;
INDRA PENDENGARAN
Age Related Hearing Loss
(PRESBICUSIS)
• Terjadi pada 1/3 usia lanjut
• Simetrik
• Gradual
• Terutama dalam frekuensi nada tinggi
• Perubahan pada telinga dalam dan
persyarafan
Proses Menua; SISTEM IMUN
• Penurunan fungsi sistim imun
Non Spesifik
Spesifik
• Berkurangnya produksi Sel T dan B
• Terganggunya Maturasi sel limfost dan
jaringan limfoid

Respons imun menurun


Rentan terhadap infeksi
Vaksinasi
Rodriguez, Maoz, Dorshkind J Clin Invest. 2013;123(3):958–965.
Proses Menua; HORMON
BERKURANGNYA PRODUKSI HORMON
ESTROGEN DAN PROGESTERON
 MENOPAUSE DAN ANDROPAUSE
 Penurunan densitas Massa tulang
 Sarcopenia
 Disfungsi seksual
 Penurunan fungsi kognitif
BERKURANGNYA VITAMIN D
 Penurunan densitas massa tulanG
 Sarkopenia
 Penurunan respons imun
Proses Menua; HORMON

PENINGKATAN RESISTENSI INSULIN


Peningkatan resistensi insulin
Kecenderungan hiperglikemia
Peningkatan resiko diabetes
USIA LANJUT; > 60 tahun

Proses Menua

IMPLIKASI KLINIS
USIA LANJUT yang SEHAT /
USIA LANJUT yang SAKIT

FAKTOR RISIKO
GENETIK LINGKUNGAN GAYA HIDUP
USIA
LANJUT Vs GERIATRI

Sehat Usila sakit


Implikasi Klinis
• Variasi individu
• Ancaman dan mekanisme coping geriatrik
• Tanggung jawab dokter:
– Merawat dan menyembuhkan pasien
– Menciptakan suasana yang mendukung
kesembuhan pasien
• Meningkatkan compliance pengobatan
• Menghindarkan dari disfungsi akibat lingkungan
• Mencegah Immobilisasi karena perawatan
Berbagai perubahan tersebut mengakibatkan:

– Daya cadangan faalinya menurun

– Tampilan kliniknya menyimpang

– Disertai gangguan status fungsional GERIATRI


– Multipatologi

– Gangguan nutrisi
KARAKTERISTIK ‘GERIATRI’

– MUTIPATOLOGI
– DAYA CADANGAN FAALI MENURUN
– STATUS FUNGSIONAL BERUBAH
– TAMPILAN KLINIKNYA MENYIMPANG
– STATUS NUTRISI TERGANGGU
MULTIPATOLOGI
• Perempuan usia 58 tahun, mulai DM
• Usia 60 tahun diketahui tekanan darah ↑
• Usia 65 tahun kolesterol naik
• Usia 68 tahun nyeri dada  serangan
jantung
• Usia 75 tahun: stroke, dirawat, lumpuh
kanan
• Usia 80 tahun  pneumonia, delirium,
imobilisasi, inkontinensia urin
MULTIPATOLOGI

• Perempuan 58 thn : DM • PENYAKITNYA BANYAK


• 60 tahun tekanan darah ↑ • Akumulatif dari waktu ke
• 65 tahun kolesterol naik waktu
• 68 tahun  jantung • Kronik, degeneratif
• 75 tahun: lumpuh kanan • Karena kondisi akut 
dirawat
• Usia 80 tahun  pneumonia,
delirium, imobilisasi,
inkontinensia urin • Terlalu banyak obat
(POLIFARMASI)
GERIATRI
• Mempunyai karakteristik tertentu
– MUTIPATOLOGI
– DAYA CADANGAN FAALI MENURUN
– STATUS FUNGSIONAL BERUBAH
– TAMPILAN KLINIKNYA MENYIMPANG
– STATUS NUTRISI TERGANGGU
DAYA CADANGAN FAALI MENURUN
• Berhubungan dengan perubahan fisiologis pada
semua organ
• Berhubungan dengan perubahan komposisi tubuh
sejalan dengan usia
• Contoh:
– Air  lemak
– Jaringan ikat >>
– Otot jantung kurang lentur, otot rangka
– Jumlah neuritransmiter, kecepatan hantar saraf
DAYA CADANGAN FAALI MENURUN

Massa otot menurun


Air menurun 45%
(usia 30  80
tahun) Kekuatan menurun

Lemak meningkat
Mudah
dari 16%  44%
imobilisasi

Mudah gagal jantung

Jaringan ikat bertambah Faal diastolik menurun

Kontraktilitas miokard
berkurang
DAYA CADANGAN FAALI MENURUN

Neurotransmiter:
asetilkolin menurun

Kecepatan hantar saraf <<

Koordinasi epiglotis
menurun
Refleks batuk menurun

Penyembuhan lambat Mudah aspirasi


Pemulihan lamban Mudah pneumonia
GERIATRI
• Mempunyai karakteristik tertentu
– MUTIPATOLOGI
– DAYA CADANGAN FAALI MENURUN
– STATUS FUNGSIONAL BERUBAH
– TAMPILAN KLINIKNYA MENYIMPANG
– STATUS NUTRISI TERGANGGU
STATUS FUNGSIONAL BERUBAH
• Status fungsional:
– Kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup
sehari-hari
– Kemampuan melakukan activities of daily living
(ADL)
– Duduk, berdiri, berjalan, menggunakan toilet, bab,
bak, membersihkan diri, mandi, berpakaian,
makan, minum, naik-turun tangga
STATUS FUNGSIONAL MENURUN

Peningkatan RESISTENSI INSULIN ↑


LEMAK dan
penurunan Gangguan metabolisme glukosa
OTOT
Kekuatan otot menurun

KONDISI
MOBILITAS BERKURANG
AKUT
GERIATRI
• Mempunyai karakteristik tertentu
– MUTIPATOLOGI
– DAYA CADANGAN FAALI MENURUN
– STATUS FUNGSIONAL BERUBAH
– TAMPILAN KLINIKNYA MENYIMPANG
– STATUS NUTRISI TERGANGGU
GANGGUAN NUTRISI
• ANAMNESIS

• ANTROPOMETRIK

• BIOKIMIAWI
GANGGUAN NUTRISI

• ANAMNESIS • Asupan makan <


• Minum <

• ANTROPOMETRIK • IMT < 18


• IMT < 17

• BIOKIMIAWI • Hemoglobin < 12 g/dL


• Albumin < 2,8 g/dL
GERIATRI
• Mempunyai karakteristik tertentu
– MUTIPATOLOGI
– DAYA CADANGAN FAALI MENURUN
– STATUS FUNGSIONAL BERUBAH
– TAMPILAN KLINIKNYA MENYIMPANG
– STATUS NUTRISI TERGANGGU
TAMPILAN KLINIK MENYIMPANG
• Pneumonia: • Acute confusional
– Demam state/ delirium
– Batuk • Instabilitas postural
– Sesak
• Jatuh
• Hilang nafsu makan
• Infeksi Saluran Kemih:
• Perubahan kebiasaan
– Sering b a k
– Terasa nyeri/ panas
• Malas/ lesu
– Demam
Sindrom Geriatri
• Sindrom = kumpulan gejala
• Banyak dialami oleh pasien geriatri
• Berkaitan dengan proses menua dan
multipatologi
• Tidak hanya berkaitan dengan masalah fisik
organobiologik tapi juga psikologik dan sosial
ekonomi
14 i
• Immobility (imobilitas) • Isolation (isolasi diri 
• Instability (instabilitas) depresi)
• Incontinence (inkontinensia • Inanition (malnutrisi)
urine dan alvi) • Impecunity (kemiskinan
• Intelectual impairment atau finansial yang
(gangguan fungsi intelektual berkurang)
dan kognitif, seperti
demensia) • Iatrogenesis (misalnya
polifarmasi)
• Infection (infeksi)
• Impairment of vision • Insomnia (gangguan tidur)
and hearing (gangguan • Immune deficiency
penglihatan dan (defisiensi sistem imun)
pendengaran) • Impotence (disfungsi
• Iritable colon (iritasi usus ereksi)
besar  perdarahan
saluran cerna atau diare)
• Sindrom geriatri
perlu ditemukenali, untuk mengetahui lebih
dini; penyakit atau masalah kesehatan yang
sesungguhnya

mencari penyakit yang menjadi penyebab atau


yang mendasarinya

sehingga dapat dilakukan pengelolaan yang


menyeluruh dan terpadu

serta menghindari dampak atau komplikasi


yang mungkin terjadi
GERIATRI
• Masalah kesehatannya kompleks
• Membutuhkan pendekatan yang khusus
• Tidak hanya memperhatikan
– Masalah medik
– Status fungsional
– Kondisi kognitif
– Kondisi afektif
– Dukungan sosial
Pendekatan khusus yang Dilakukan, adalah:

Comprehensive Geriatric Assessment


(CGA)Pasien Geriatri
Pengkajian Paripurna
(P3G)
Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri
(P3G)
Apakah P3G
Apakah komponen P3G
KONSEP PENGELOLAAN
PASIEN GERIATRI
• Pengkajian Paripurna dan ‘Terpadu’
 Comprehensive Geriatric Assesment
• Paripurna : aspek fisik ( termasuk fungsional ),
psikologik dan sosial
• Terpadu : diantara dokter, petugas paramedik dan
non medik
• Pendekatan interdisiplin  tim pelayanan terpadu
Komponen P3G (pasien)
• Pengkajian masalah medik (diagnosis medik)
• Pengkajian status fungsional (diagnosis fungsional)
• Pengkajian status kognitif
• Pengkajian status emosi/ afek
• Pengkajian kondisi sosial
Pengkajian masalah medik (diagnosis medik)
• ANAMNESIS SISTEM • Nyeri dada, berdebar2, terasa
berat
– Kardiovaskuler
• Sesak, nafas cepat
– Respirasi • Lekas lelah, tidak kuat
– Gastrointestinal • Mual, nafsu makan, gigi (palsu),
– Kulit dan kelamin mulut, bab
• Kulit kering, gatal
– Urogenital
• Bak, lancar, nyeri, sakit
– Hematologi pinggang
– Muskuloskeletal • Lebam, perdarahan, pusing
– Endokrinologik • Nyeri sendi, kesulitan jalan
• Keringat, gondok, letargi,
– Neuro-psikiatrik kesemutan, 3P
• Kelumpuhan, tersedak, cemas,
sedih
Pengkajian masalah medik (diagnosis medik)

• Riwayat alergi
• Riwayat penyakit dalam keluarga
• Riayat obat-obatan
• Riwayat perawatan sebelumnya
• Riwayat operasi
• Riwayat nutrisi
Teknik Komunikasi dengan Usia Lanjut
• Karena keterbatasan pendengaran
• Kadang-kadang kurang perhatian
• Mungkin secara kognitif sudah berkurang
• Faktor pendidikan

Bicara perlahan (jangan cepat-cepat, jangan terlalu pelan)


Tatap wajahnya
Biarkan ia membaca gerak bibir anda
Jangan berteriak; volume suara perlu SEDIKIT ditambah, namun
kalau agak keras anda akan disangka marah
Pengkajian Status Fungsional
– Menilai kemampuan seseorang untuk melakukan
aktivitas hidup dasar sehari-hari
– Merupakan gambaran umum derajat kesehatan
seseorang berusia lanjut.
– Dapat dijadikan patokan keberhasilan
pengobatan/ termasuk evaluasi
– Kalau sakit berat tentu tidak mandiri
– Jika makin membaik ketergantungannya akan
berkurang
ADL
Mengendalikan rangsang BAB 2
Mengendalikan rangsang BAK 2
Membersihkan diri (seka,sisir,skt gigi) 1
P(g)n WC[in/out,lepas/pakai celana,siram] 2
Makan 2
Transfer 3
Mobilisasi = ambulasi 3
Mengenakan pakaian 2
Naik turun anak tangga 2
Mandi 1

20 : Mandiri
12-19 : Ketergantungan ringan
9-11 : Ketergantungan sedang
5- 8 : Ketergantungan berat
0- 4 : Ketergantungan total
Pengkajian Status Fungsional

• Makin tinggi derajat ketergantungan


– Risiko kematian ↑
– Risiko dimasukkan ke panti ↑
– Risiko abuse ↑
– Risiko imobilisasi ↑
– Risiko kekambuhan ↑
• Oleh sebab itu, selain pasien harus sembuh, juga
harus ditingkatkan status fungsionalnya
Pengkajian Status Kognitif
– Sejalan dengan usia; faal memori bisa berkurang
– Jumlah neurotransmiter di celah sinaps berkurang
– Jumlah sel di hipokampus berkurang
– Jumlah sel di amigdala juga bisa berkurang
– Pasien anak-anak belum mampu mengemukakan
keluhan dengan baik
– Pasien geriatri sudah mengalami kesulitan untuk
menyampaikan keluhan dengan benar

Sangat mempengaruhi tujuan pengobatan


Berperan pada proses pengobatan
Berpengaruh terhadap hasil pengobatan
AMT
Umur ............................... Tahun 1
Waktu / jam sekarang 1
Alamat tempat tinggal 1
Tahun ini 1
Saat ini berada di mana 1
Mengenali orang lain (dokter, perawat, dll) 1
Tahun kemerdekaan RI 1
Nama presiden RI sekarang 1
Tahun kelahiran pasien atau anak terakhir 1
Menghitung terbalik (20 s/d 1) 1

0-3 : Gangguan kognitif berat


4-7 : Gangguan kognitif sedang
8-10 : Normal
Pemeriksaan MMSE /
Pemeriksaan STATUS MENTAL MINI
NILAI MAKS NILAI ORIENTASI

5 ( ) Sekarang ini (tahun), (musim), (bulan), (tanggal),


(hari) apa?

5 ( ) Kita berada dimana? (negara), (propinsi), (kota),


(rumah sakit), (lantai/kamar)

REGISTRASI

3 ( ) Pewawancara menyebutkan nama 3 buah benda :


satu detik untuk setiap benda. Kemudian pasien
diminta mengulangi nama ketiga objek tadi. Berilah
nilai 1 untuk tiap nama objek yang disebutkan benar.
Ulangi lagi sampai pasien menyebut dengan benar :
(bola, kursi, buku) Hitunglah jumlah percobaan dan
catatlah : …………… kali
Pemeriksaan MMSE / Pemeriksaan STATUS MENTAL MINI

NILAI MAKS NILAI

ATENSI DAN KALKULASI

5 ( ) Pengurangan 100 dengan 7. Nilai 1 untuk setiap


jawaban yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban,
atau eja secara terbali kata “ W A H Y U” (Nilai diberi
pada huruf yang benar sebelum kesalahan: misal :
UYAHW = 2 nilai)

MENGENAL KEMBALI / RECALL

3 ( ) Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama objek


diatas tadi. Beirikan nilai 1 untuk tiap jawaban yang
benar.
BAHASA
2 ( ) Apakah nama benda ini? Perlihatkanlah pinsil dan
arloji
1 ( ) Pasien disuruh mengulangi kalimat berikut : “JIKA
TIDAK, DAN TAPI”
Pemeriksaan MMSE / Pemeriksaan STATUS MENTAL MINI
NILAI MAKS NILAI EKSEKUTIF, VISUOSPASIAL
3 ( ) Pasien disuruh melakukan perintah : “Ambil kertas itu
dengan tangan anda, lipatlah menjadi dua dan
letakkan di lantai”

1 ( ) Pasien disuruh membaca, kemudian melakukan


perintah kalimat “Pejamkan mata anda”
1 ( ) Pasien disuruh menulis kalimat lengkap dengan
spontan (tulis apa saja)
1 ( ) Pasien disuruh menggambar bentuk dibawah ini

JUMLAH NILAI : ( )
Pengkajian Status Afektif
– Perasaan sedih sering tidak diungkapkan secara
verbal
– Mimik wajah, sikap dalam berbicara
– Murung, mata berkaca-kaca, menangis
– Atau wajah menunjukkan amarah
– Ungkapan rasa tak puas
– Sikap merajuk, ‘ngambek’
Pengkajian Status Afektif

• Penting mengkaji status emosi pasien geriatri


karena:
– Sangat mempengaruhi kepatuhan
– Dapat merupakan latar belakang penyakitnya
– Mempengaruhi keberhasilan pengobatan
• Lama rawat
• Kemandirian, status fungsional
• Kematian
Pengkajian Status Afektif

• Mengkaji status afektif


– Misalnya dengan geriatric depression scale untuk
menapis
– Bukan alat diagnosis
– Yang penting menggali dari riwayat penyakit serta
pengamatan ekspresi saat pemeriksaan
Geriatric Depression Scale
1. Apakah anda sebenarnya puas dengan Ya TIDAK
kehidupan anda ?
2. Apakah anda telah meninggalkan banyak YA Tidak
kegiatan dan minat atau kesenangan anda ?
3. Apakah anda merasa kehidupan anda kosong ? YA Tidak
4. Apakah anda sering merasa bosan ? YA Tidak
5. Apakah anda mempunyai semangat yang baik Ya TIDAK
setiap saat ?
6. Apakah anda takut bahwa sesuatu yang buruk YA Tidak
akan terjadi pada anda ?
7. Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian Ya TIDAK
besar hidup anda ?
8. Apakah anda sering merasa tidak berdaya ? YA Tidak
9. Apakah anda lebih senang tinggal di rumah YA Tidak
daripada pergi ke luar dan mengerjakan sesuatu
hal yang baru ?
Geriatric Depression Scale
10. Apakah anda merasa mempunyai banyak YA Tidak
masalah dengan daya ingat anda dibandingkan
kebanyakan orang ?
11. Apakah anda pikir bahwa hidup anda sekarang Ya TIDAK
ini menyenangkan ?
12. Apakah anda merasa tidak berharga seperti YA Tidak
perasaan anda saat ini ?
13. Apakah anda merasa penuh semangat Ya TIDAK
14. Apakah anda merasa bahwa keadaan anda YA Tidak
tidak ada harapan ?
15. Apakah anda pikir bahwa orang lain lebih baik YA Tidak
keadaannya dari anda ?

- Setiap jawaban bercetak tebal mempunyai nilai 1


- Skor antara 5-9 menunjukkan kemungkinan besar depresi
- Skor 10 atau lebih menunjukkan depresi
Pengkajian Kondisi Sosial
– Erat kaitannya dengan mengapa pasien sakit
– Bagaimana rencana pengobatan di rumah sakit
– Bagaimana kalau nanti pulang ke rumah
– Siapa yang akan merawat sementara di rumah

Bagaimana keadaan pasien secara finansial?


Siapa yang selama ini menemani di rumah?
Bagaimana hubungan dengan orang-orang terdekat?
Cara Penerapan P3G
• Interdisiplin
• Berkesinambungan
Paradisiplin

INTERNIST

NEUROLOGI

PSIKIATRI
Multidisiplin
Ilmu
INTERNIST Penyakit
Dalam

Ilmu
NEUROLOGI Saraf

Ilmu
PSIKIATRI Kesehatan
Jiwa
Interdisiplin

PASIEN
NEUROLOGI
Cara Penerapan P3G
• Interdisiplin
• Berkesinambungan
Kesinambungan Sistem Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut

Hospital-based
RR Akut RR Kronik
Poliklinik Day-care
Karakteristik Pasien Geriatri:
• Multipatologi (akut, kronik-
degeneratif)
• Daya cadangan faali ↓
• Gejala tidak khas
• Malnutrisi
• Gangguan fungsional
Community-based
Puskesmas Panti Werdha
Home-care Comm Day-care
• Perubahan konsep :

– LIFE EXPECTANCY AT BIRTH


– HEALTH EXPECTANCY

• Warga usia lanjut harus selama mungkin


berada dalam kesehatan yang prima

• Jika sakit  pulihkan kesehatan dan


tingkat kemandirian
• Konsep sehat harus ditambah menjadi
konsep „MANDIRI‟.

• Konsep status kesehatan harus ditambah


dengan konsep „ STATUS FUNGSIONAL‟.

• Konsep sembuh ditambah menjadi


konsep „PENINGKATAN KUALITAS HIDUP‟
Penutup
• Proses Menua menjadi dasar lahirnya konsep
Pengelolaan Pasien Geriatri
• Karakteristik pasien geriatri berbeda dari
dewasa muda
• Pengelolaannya harus khusus (tenaga, sistem,
dan sarana) dan INTERDISIPLIN
• Pelayanan berkesinambungan
Berbasis komunitas; PKM
Berbasis Rumah Sakit
Penutup

• Pengelolaan disesuaikan dengan pentahapan


kondisi medik dan status fungsional
• Syarat mutlak sukses pengelolaan:
PARIPURNA dan INTERDISIPLIN

PENGKAJIAN PARIPURNA
PASIEN GERIATRI
Penutup

PENGKAJIAN PARIPURNA
PASIEN GERIATRI

Tercapai Kualitas Hidup Yang Baik dan


atau Kualitas Wafat Yang Baik
TANTANGAN
• Konsep geriatri masih belum
dipahami
• Pendekatan geriatri  masih organ
oriented bukan patient (human)
oriented
• Interdisiplin masih sulit dilaksanakan