Sie sind auf Seite 1von 7
MKROPIPET 5.1 Pendahuluan Pada penelitian biologi molekuler umumnya digunakan volume-volume kecil, dengan skala ikroliter. Untuk pengambilan vol mye Kecil ini, dignnakan mikropipet (Gambar 6.1). Prinsip pengambilan larutan dengan mikropipet adalzh pergantian volume udara yang dikeluarkan oleh mikropipet dengan Jarutan, Untuk pengambilan cairan, pada ujung mikropipet dipasang “tip Mikropipet merupakan alat yang memiliki presisi (ketepatan) yang tinggi, dengan demikian dalam menggunakan alat ini harus hati-hati ‘Ada beberapa hal yang harus diperhatikan: 1 Pada setiap mikropipet tereantum angka yang menunjukkan volume yang dapat diambit (misalnya 0.5-10 yl, 10-100 yl, 100-1000 1). Jangan mengambil volume di Ivar volume yang tercantum pada mikropipet. Bila hal ini dilakukan, volume yang terambil tidak akan ‘tepat lagi dan presisi mikropipet dapat rusak ‘Ada tiga macam "tips" yang digunakan pada mikropipet. Tips berwama putih untuk mikropipet dengan volume maksimal 10 yi, tips berwama kuning untuk mikropipet dengan volume maksimat 100 atau 200 pl dan tips berwarna bint untuk mikropipet dengan volume ‘maksimal 1000 yt Selalu simpan mikropipet pada posisi tegek Pada saat mengambil/mengeluarkan larwtza, mikropipet harus selalu pada posisi tegak, jangan dimiringkan, apalagi sampai posisi horizontal. Pada waktu bekerja secara steril, gunakan "tips" dan tabung Eppendorf yang steril. Pada waktu bekerja, harus selalu bekerja dekat api tetapi mikropipet dan "tips" jangan dibakar ! “ Tips" merupakan alat yang seharusnya dibuang setelah digunakan, Untuk menghemat biaya penelitian, "tips" dapat juga digunakan berulang kali. Untuk “tips” yang akan digunakan Kembali, bila selesai menggunakan “tips", masukkan "tips" ke dalam akuades. "Tips" dicuci ‘dengan merendamnya dalam air detergen (permukaan dalam dari “tips” harus terendam juga) dan membilasnya dengen air. "Tips" mula-mula dibilas dengan air ledeng, kemudian dengan akuades dan dikeringkan dalam oven. Apabila larutan yang diambil mengandung mikroorganisme, masukkan “tips” ke dalam Jarutan desinfektan. "Tips" kemudian diautoklaf dan dibuang Jangan membiarkan "tips" berserakan di atas meja. Wadah tips bekas harus selalu disediakan. sebelum mulai bekerja, Apabila pada satu percobaan ketepatan pengambilan sampel sangat penting, maka harus digunakan "tips" yang baru, Penggunaan tips yang telah digunakan dan dicuci berkali-kali akan mengurangi ketepatan pengambilan sampel 10. Apabila melakukan percobaan yang menggunakan enzim, misalnya pemotongan DNA dengan enzim restriksi atau penyambungan DNA dengan ligase, harus menggunakan "tips" yang baru, "Tips" yang kurang bersih dapat menghambat kerja enzim, ‘Tombol pengatur volume: stop pertama: volume yang diherapkan “stop kedua: mengeluarkan sisa cairan dalam tips CCincin pengatur volume ‘Tombol untuk melepaskan tips ‘Angka penunjuk volume, dibaca dari atas ke bawah ses ‘Tempat menempatkan tips Gambar 6.) Mikropipet Eppendorf 5.2 Cara pengambilan iarutan ‘Ada dua cara pengambilan larutan yang dapat dilakukan, tergantung pada kekentalan Jarutan/cairan tersebut. 3. i Pengambilan larutan yang encer. Apabila volume tertentu dari larutan I akan dipindahkan ke tabung lain atau ke dalam larutan IL, maka langkah~langkah yang harus dilakukan adalah: 1. Atur volume yang akan diambil pada mikropipet. Pasangkan “tips’ pada ujung mikropipet. Tekan tombol sampai “stop” pertama. Masukkan ujung tips dalam larutan [ kira-kira sedalam 3 mm. 2. Lepaskan tombol perlahan-lahan sehingga lerutan I masuk ke dalam "tips". Jangan meiepaskan tomboi dengan tiba-tiba, karena akan merusak ketepatan volume lanitan yang diambil, Apabila larutan sudah terlihat berhenti mengalir ke dalam "tips", keluarkan jung "tips" dari larutan [ 3. Letakkan ujung tips pada dinding tabung baru atau ke dalam larutan IL 4, Tekan tombol perlahan-lahan sampai “stop” pertama, diamkan sebentar, falu tekan tombol sampai habis. 5. Keluarkan ujung "tips" dari tabung sambil menggeserkannya pada dinding tabung, ‘Dengan cara ini, larutan yang tertinggal di ujung "tips" diupayakan untuk menempel pada dinding tabung. 6. Lepaskan tombol. Letakkan ujung tips ke dalam akuades di beakerglas. Tekan tombol pelepas "tips" untuk melepaskan "tips" 5.2.2 Pengambilan iarutan yang kentai Cara pengambilan larutan seperti di atas tidak akan menghasilkan pengambilan volume yang tepat apabila diterapkan untuk pengambilan larutan yang kental. Pengambilan larutan yang 1. Atur volume yang akan diambil pada mikropipet. Pasangkan "tips" pada ujung mikropipet. Tekan tombol sampai habis dan masukkan ujung tips ke dalam larutan I 2. Lepaskan tombol perlahan-lahan sehingga larutan I masuk ke dalam "tips". Kel uujung “tips” dari farutan 1, Jangan keluarkan tips sebetum larutan di dal terlihat berhenti mengalir ke dalam "tips". Gunakan kertas tisu untuk mengusap ujung luar "tips". Letakkan ujung tips pada dinding tabung. ‘Tekan tombol perlahan-lahan sampai "stop' wian di datam “tips” terlihat berhenti mengalir keluar “tips’”. Setelah larutan berhenti mengalir keluar tips”, di dalam "tips" rnasih terdapat larutan. 6, Keluakan ujang tips dari tabung sambil menggeserkannya pada dinding tabung, 7. Bila smbi} farutan I lagi dengan volume yang sama, jangan lepaskan iangsung masukkan ujung "tips" ke dalam larutan I dan ulangi langkah 2-6. 8. Sia Jarutan I dikeluarkan dari tips dengan cara menekan tomhol sampai habis. Lepaskan tombol, Letakkan ujung tips ke dalam akuades di beakerglas. Tekan tomboi pelepas "tips" an kan a “tips” sudah Cara pengambilan larutan di atas dapat juga digunakan untuk pengembilan larutan yang encer, terutama bila Jarutan yang sama dengan volume yang sama akan diambil berkali—kali 5.3 Menilai Kelayakan sebuah Mikropipet : ‘Ada dua istilah yang berbeda dalam menilai sebuah mikropipet yaitu akurasi dan presisi. Akurat adalah iistilah untuk menunjukkan Ketepatan antara nilai pengukuran dengan nilai yang diharapkan. Pada contoh gambar ‘target’ sebelah kiri (Gambar 6.2), nilai pengukuran tidak selalu ‘epat seperti yang diharapkan (nilai persimpangan antara garis horizontal dengan vertikal), tetapi masih cukup dekat dengan yang diharapkan. Presisi yang baik ditunjukkan jika kesalahan acak Pengukuran selalu sama di setiap kali pengukuran, dengan kata lain jika nilai rata-rata pengukuran memiliki deviasi standard yang kecil maka ia akan presisi Gambar 5.2 Akurasi dan presi Jadi sebuah mikropipet musti akurat yaitu memiliki nilai pengukuran sesuai yang diharapkan (ertulis dalam spesifikasi alat) dan juga presisi yang mana setiap kali pengulcuran selalu memberikan hasil pengukuran yang relatif sama. Contoh akurasi dan Presisi yang diharapkan dari suatu mikropipet dapat dilihat pada Tabel 6.1. Akurasi dan Presisi suatu mikropipet harus