Sie sind auf Seite 1von 95

BIMBINGAN

KONSULTASI
PELATIHAN
Jakarta, 24 Februari – 2 Maret 2019
PERKENALAN

• Nama
• Kota Asal
AGENDA
NO MATERI JP

1 Pengenalan Bimbingan Karir 3


2 Karir dan tuntutan dalam Industry 4.0 4
Kompetensi dan Tuntutan Kompetensi dalam
3
Pekerjaan 3
4 Kode Etik Konselor 4
5 Persiapan Proses Konseling & Pemetaan Karir 6
6 Metode Bimbingan Karir 8
7 Komunikasi dalam Bimbingan Karir 8
8 Praktek Melakukan Bimbingan Karir 12
48
PEMATERI
• Endang Retno Wardhani
• Pendidikan Psikologi – UNIV Padjadjaran
• MBA – Univ Georgia on Tiblishi
• PhD – Ketowise Univ
• Sertifikat untuk Change Management, ReAttach Dipl, Coach, HA Trainer
dan Gamification
• Pengalaman kerja 32 tahun sebagai Psikolog, praktisi Industri dan
Organisasi, Bimbingan dan Konseling, Pengelola Lembaga Pelatihan dan
Pengelola Lembaga Pendidikan
• Peneliti dan Praktisi dibidang Psikologi untuk Perilaku, pengembangan
Modifikasi Perilaku dan Kompetensi Perilaku
• Mengembangkan Gamification di bidang Pendidikan dan
Pengembangan perilaku
PEMATERI – Dra. BEA ERLINA
EDUCATION :
• PSYCHOLOGIST, Faculty of Psychology – Gadjahmada University, Yogyakarta, MAGISTER IN MARKETING, Faculty of Economic
(Magister Management) – Diponegoro University, Semarang
• Course & Certification Program in HR Strategy, People & Organization Development, Training Management,, Marketing & Sales,
Communication & Interpersonal Skill, Coaching for Performance
P R O F E S S I O N AL E X P E R I E N C E S
A Professional who is passionate in people, HR Strategy and Organization Development.
SENIOR MANAGERIAL LEVEL in Training & OD, HR Management & GA at PT. Grafika Multi Warna - Femina Group, Jakarta, PT. Supra
Aluminium Industri, Pasuruan, PT. Sakatani Semilas Indonesia, Surabaya, PT. Maitland Smith Indonesia, Semarang
SENIOR CORPORATE TRAINER & BUSINESS PARTNER, conduct training and following up by Coaching at(PT. Infomedia Nusantara,
Jakarta) & trading of agribusiness (PT. Selektani, Surabaya)
OPERATION SECTION HEAD & MARKET & PRODUCT DEVELOPMENT, facilitating the well run of Tourism Business (PT. Ganesha
Dwipaya Bhakti/ Purawisata, Yogyakarta) & youth hostel & homestay for traveler (Ella Homestay, Yogyakarta)
MANAGING PARTNER & CONSULTANT at StellarHR/ Premysis Group, PT. Kinarya, Excellence Plus Indonesia, Cakram Event
Management, PT. Mobile 123 (Icar Asia), RS. Islam Network-Surabaya, RS. Pelabuhan-Surabaya and RS Onkologi/ Kanker)-Surabaya.
LECTURER at Sekolah Tinggi Media Komunikasi & Desain-Trisakti, Jakarta (for Graphic Business) & Universitas Merdeka, Malang
(Industrial Engineering), Subject : Organization & Industrial Management, HR Management, Quality Management, Organization
Behaviour.
INTRODUKSI K3
• Informasi Keadaan Darurat

• Alat Pelindung Keselamatan


TATA ADMINISTRATIF
• Jadwal Kegiatan
• Toilet
• Mushola
• Kesepakatan Dalam Kegiatan
• Informasi tambahan dan Konsultasi
TATA ADMINISTRATIF
• Jadwal Kegiatan
• Toilet
• Mushola
• Kesepakatan Dalam Kegiatan
• Informasi tambahan dan Konsultasi
PENGANTAR
BIMBINGAN KARIR
DAY 1
PENGANTAR

• Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang


diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang
secara terus menerus dan sistematis oleh pembimbing
agar atau kelompok individu menjadi pribadi yang
mandiri (Sukardi dan Sukmawati: 2008:2).
PENGANTAR BIMBINGAN KARIR

• Bimbingan karir merupakan salah satu ragam


bimbingan. Istilah ragam bimbingan menunjuk pada
bidang kehidupan tertentu atau aspek-aspek
perkembangan tertentu yang menjadi faktor
perhatian dalam pelayanan bimbingan
PENGANTAR BIMBINGAN KARIR
Secara khusus bimbingan karir membantu para individu
untuk:
(1) membantu kebutuhan pengembangan karir pada
keragaman pendapat tentang kehidupan mereka,
(2) memahami proses dari pilihan efektif tentang karir,
(3) mengklarifikasi tujuan masa depan mereka,
(4) mengambil tindakan sesuai untuk menyelaraskan
sasaran
PENGANTAR BIMBINGAN KARIR

Dalam bimbingan karir harus memperhatikan :

‘fitting man-to-the-job’ (FMJ) and ‘fitting job-to-


the-man’ (FJM).

The National Institute of Industrial Psychology (NIIP)


PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
MINAT Minat peserta rendah
• Minat rendah karena tidak sesuai dengan paket pelatihan yg bisa diikuti
• Tidak tepatnya penempatan vs minat
• Belum tepat menempatkan peserta → minat menjadi menurun

INFORMASI Kurang penyebaran info BLK


• Penyebaran informasi BLK masih kurang
• Kebutuhan informasi untuk peserta yang masih terbatas
• Informasi tidak hanya untuk siswa tp orangtua/keluarga

PENEMPATAN Penempatan Peserta Pelatihan, magang dan kerja


• Kurang mitra yang mau menyerap tenaga kerja lulusan
• Mendorong wirausaha susah & kurang modal
• Peserta ingin penempatan yang berbayar
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
MOTIVASI Motivasi peserta rendah
• Motivasi rendah karena factor jarak ke lokasi
• Minat rendah untuk pelatihan yang menggunakan fisik
• Motivasi rendah karena tidak ada tujuan
• Tuntutan uang saku untuk pelatihan dan penempatan

SIKAP Kurang sikap yang baik


• Sulit mengolah sikap
• Malas, tidak disiplin
• Tidak gigih
• Minat rendah maka sikap ikut kurang positif

TENAGA PEMBIMBING Tantangan Kompetensi Tenaga Pembimbinga


• Minim kompetensi
• Kemampuan mengkomunikasikan informasi yang masih kurang
• Sulit meyakinkan
PENGANTAR BIMBINGAN KARIR
• Tahapan dalam bimbingan
karir
• Pengenalan diri
• Pengenalan Karir
• Peluang karir bagi individu
• Pertimbangan dan keputusan
pemilihan karir
• Penentuan Targetmasa depan
individu
• Perencanaan persiapan karir
ELEMEN BIMBINGAN KARIR
• Informasi Karir : memberikan informasi tuntutan pasar di dunia
kerja, pekerjaan dan kebutuhan sebagai tuntutan, peluang karir,
program pelatihan terkait dengan karir.
• Pendidikan Berhubungan dengan Karir : Pendampingan dalam
mengambil keputusan dan tahapan dalam pencapaian jenjang karir
kedepannya
• Konseling; merupakan langkah lanjutan setelah bimbingan bila
dibutuhkan konseling

Watts, A.G (2013) Career Guidance and Orientation in Revisiting global trends in TVET: Reflections on Theory
and Practice, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)
KOMPETENSI PEMBIMBING DALAM BIMBINGAN KARIR
• Pengembangan Kesadaran diri
• Membangun konsep diri yang positif, berinteraksi positif,
berkembang positif dalam langkah kehidupan
• Kesadaran akan peluang (Eksplorasi peluang)
• Melihat sasaran kerja, Penggalian informasi secara effektif
memahami hubungan pekerjaan, tata sosial dan perekonomian
• Keputusan dan tindakan
• Kemampuan pertimbangan dan keputusan, hubungan keputusan
karir dan perencanaan tindakan, bertindak dengan tanggung jawab
terhadap pilihan karir
KOMPETENSI TEKNIS DAN PERILAKU
SUITABILITY ELIGIBILITY

Kecenderu Pengalaman,
ngan Pelatihan
Perilaku dan
Pendidikan

Eligibility – can do the task/work (dapat dikerjakan) – Kompetensi teknis


Suitability – will perform (kesediaan mengerjakan) – Kompetensi perilaku
1 KOMPETENSI DASAR
1.1 Etika praktis
1.2 Mengenali dan berespons positif terhadap keragaman keinginan
KETERAMPILAN
DAN NILAI-NILAI 1.3 Terintegrasinya teori dan hasil riset dalam aplikasi praktis
PRAKTISI
1.4 Dapat memberi pemahaman akan kemampuan dan keterbatasan diri

1.5 Keterampilan berkomunikasi dan memfasilitasi


1.6 Informasi dan keterampilan menggunakan komputer
2 KOMPETENSI BERINTERAKSI DENGAN KANDIDAT
2.1 Pemahaman aktivitas pengembangan karir
2.2 Dapat mengakses informasi KOMPETENSI
BEKERJA
BERSAMA 2.3 Dapat melakukan assessments PEMBIMBING KARIR
KANDIDAT/KLIEN
2.4 Dapat memberikan panduan pengembangan karir
2.5 Dapat memberikan rujukan dan bimbingan
2.6 Memfasilitasi dalam kegiatan pengembangan pelatihan dan dunia kerja

3 KOMPETENSI MEMBERI DUKUNGAN/ SUPPORT


3.1 Mengelola informasi mengenai layanan peluan kerja
3.2 Mengoperasikan jaringan dan membangun kerjasama dengan fihak industri
KETERAMPILAN
DAN NILAI- 3.3 Mengelola data dan system data
NILAI PRAKTISI
3.4 Mengarahkan dalam desain karir
3.5 Melakukan evaluasi dan termutakirkan dari hasil kajian industry dan dunia kerja)

3.6 Mengembangkan wawasan dan keterampilan diri


TUJUAN
• Pemahaman mengenai TANTANGAN

dunia kerja • Tuntutan dan tantangan


Industri 4.0
• Mengetahui informasi karir • Perubahan profesi dan
• Memiliki sikap positif tuntutan perilaku kerja

terhadap dunia kerja


• Mengetahui karakteristik PROFIL INDIVIDU
pekerjaan • Mengenal profil perilaku
• Memahami kompetensi individu
yang dipersyaratkan pada • Mengenal minat dan
pemetaan minat
profesi/fungsi pekerjaan
• Memahami tuntutan DUNIA KERJA
kematangan sikap kerja
• Identifikasi kesempatan
• Memiliki pemahaman kerja dan jenis profesi
pilihan karir • Persyaratan Kompetensi
teknis dan perilaku
• Jaringan dalam Industri
ANALISA PRIBADI – SWOT PEMBIMBING

S STENGTHS

W WEAKNESES

O OPPORTUNITIES

T THREATS
ANALISA PRIBADI – SWOT PEMBIMBING

S STENGTHS

W WEAKNESES PERENCANAAN
PRIBADI

O OPPORTUNITIES

T THREATS
INDUSTRY 4.0
DAY 2
ERA INDUSTRI 4.0
TRANSFORMASI INDUSTRY 4.0
INDUSTRI 4.0
75 -375 juta
Pegawai secara Global beralih Profesi

Indonesian needs to improve the


quality of workforce skills with digital
technology and innovative
(Parray, ILO-2017)
INDUSTRI 4.0
9 PILAR TECHNOLOGI – Industry 4.0
INDUSTRY 4.0

Cost Complexity
▪ Eliminate waste & losses ▪ Sub-Nano technology
▪ Eliminate hidden cost ▪ Cyber Physical System
▪ Cost reduction ▪ Exponential technologies

▪ Personalize ▪ Digitalization
▪ Fast, Cheap, Quality ▪ Increase competitiveness
▪ Total Customer Satisfaction ▪ Globalization

Customer Competition
INDUSTRY 4.0

Profesi apa saja yang akan


terpengaruh?

Adakah Profesi yang akan hilang?


PENYESUAIAN TERHADAP ADANYA INDUSTRY 4.0

Attitude Skill
GOVERNMENT

Expertise Knowledge

• Peran

INDUSTRY
EDUCATION & TRAINING
INDUSTRY FRAGMENTED LAYOUT BIG DATA
• Proses Kerja
• Persyaratan Kerja

DATA SECURITY & PRIVACY CORPORATE


POLICIES (CULTURE, FINANCIAL, STRUCTURE)
PENYESUAIAN TERHADAP ADANYA INDUSTRY 4.0

High Skilled Technical (Engineer) High Skilled Innovator (Engineer)

Local Local (Existing)


Mid Skilled Mid Skilled
(Technician) (Specialist)
Foreign Local (Upgrade)

Local Robotics
Low Skilled Low Skilled
(Operator) (Operator)
Foreign Automation
PENYESUAIAN TERHADAP ADANYA INDUSTRY 4.0

High Skilled Technical (Engineer) High Skilled Innovator (Engineer)

Mid Skilled
Local Local (Existing)
Mid Skilled
• DISKUSIKAN
(Technician) (Specialist)
Foreign Local (Upgrade)

Local Robotics
Low Skilled Low Skilled
(Operator) (Operator)
Foreign Automation
PROFESI YANG TERBAIK

• Mengapa profesi-
profesi ini menjadi
yang banyak
dibutuhkan dan
mendapatkan
bayaran tertinggi
• Bagaimana di
Indonesia?
Kompetensi dan
Tuntutan Kompetensi
dalam Pekerjaan
DAY 2
KOMPETENSI TEKNIS & KOMPETENSI PERILAKU JOB
SUITABILITY ELIGIBILITY

Kecenderu Pengalaman,
ngan Pelatihan dan
Perilaku Pendidikan

Eligibility – can do the task/work (dapat dikerjakan) – Kompetensi teknis


Suitability – will perform (kesediaan mengerjakan) – Kompetensi perilaku
KOMPETENSI TEKNIS JOB

SUITABILITY ELIGIBILITY Eligibility – can do the task/work (dapat


dikerjakan) – Kompetensi teknis
• CONTOH : OPERATOR LAS

Proses kerja ?
Pengalaman, Lingkungan kerja ?
Pelatihan dan Pendidikan/Pelatihan/ Pengalaman?
Pendidikan

Persyaratan Teknis ?
KOMPETENSI PERILAKU JOB
Suitability – will perform (kesediaan
SUITABILITY ELIGIBILITY
mengerjakan) – Kompetensi perilaku
• CONTOH : OPERATOR LAS

Proses kerja ?
Kecenderu Lingkungan kerja ?
ngan Tuntutan perilaku ?
Perilaku

Persyaratan Kompetensi Perilaku ?


PERSYARATAN KOMPETENSI JOB

ELIGIBILITY SUITABILITY

Kelompok Teknis
KOMPETENSI KOMPETENSI
Hospitality DASAR DASAR

Administrasi & Bisnis KOMPETENSI KOMPETENSI


FUNGSIONAL FUNGSIONAL

Desain
ASSESSMENTS INDIVIDU

Pengenalan diri:
• Self Assessments
• Penilaian SWOT
• Assessments Minat – (Southern State Community College)
• Assessments Profil Diri-1
• Assessments Profil-2
✓ Pengenalan diri
▪ Pengenalan Karir
▪ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
ASSESSMENTS INDIVIDU

Pengenalan diri:
• Sasaran penggunaan perangkat assessments :
• Pemahaman diri terkait dengan kekuatan dan area kelemahan
• Pemahaman akan penerimaan diri
• Memahami Potensi Pengembangan
• Sasaran prioritas pengembangan ✓ Pengenalan diri
• Perencanaan personal ▪ Pengenalan Karir
▪ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
ASSESSMENTS INDIVIDU

Pengenalan diri:

Mengadministrasi Pengenalan Profil diri dan karir


Memahami profil individu
Assessments

✓ Pengenalan diri
▪ Pengenalan Karir
▪ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
ASSESSMENTS INDIVIDU

Pengenalan diri:

Mengadministrasi Pengenalan Profil diri dan karir


Memahami profil individu
Assessments

✓ Pengenalan diri
▪ Pengenalan Karir
ROLE PLAY ▪ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
PENGENALAN KARIR INDIVIDU

Pengenalan karir:
• Sasaran pengenalan karir:
• Pemahaman fungsi/ profesi dalam organisasi
• Fungsi dan tugas
• Indikator keberhasilan
✓ Pengenalan diri
✓ Pengenalan Karir
▪ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
INFORMASI KARIR INDIVIDU

Pengenalan karir:
• Sumber informasi:
• Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia - 2014
• Booklet Informasi Profesi

✓ Pengenalan diri
✓ Pengenalan Karir
▪ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
ASSESSMENTS INDIVIDU

Peluang karir:
• Sasaran yang dituju:
• Membantu memberikan informasi
• Profil diri vs tuntutan pekerjaan
• Opsi profesi yang dapat dipilih
• Membantu dalam pertimbangan pilihan ✓ Pengenalan diri
profesi ✓ Pengenalan Karir
✓ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
PELUANG KARIR INDIVIDU

Peluang karir:
• Sasaran yang dituju:
• Membantu memberikan informasi
• Profil diri vs tuntutan pekerjaan
• Opsi profesi yang dapat dipilih
• Membantu dalam pertimbangan pilihan ✓ Pengenalan diri
profesi ✓ Pengenalan Karir
✓ Peluang karir bagi individu
▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
PELUANG KARIR INDIVIDU

Peluang karir: ROLE PLAY

• Sasaran yang dituju:


• Membantu memberikan informasi
• Profil diri vs tuntutan pekerjaan
• Opsi profesi yang dapat dipilih
• Membantu dalam pertimbangan pilihan ✓ Pengenalan diri
profesi ✓ Pengenalan Karir
✓ Peluang karir bagi individu
• Konsultasi dapat dilanjutkan dengan ▪ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
konseling (bila dibutuhkan) karir
▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
KEPUTUSAN KARIR INDIVIDU

Pertimbangan dan Keputusan Karir:


• Sasaran yang dituju:
• Pertimbangan terhada opsi karir
• Pemahaman alas an pilihan karir

✓ Pengenalan diri
✓ Pengenalan Karir
✓ Peluang karir bagi individu
✓ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
KEPUTUSAN KARIR INDIVIDU

1.Kekuatan Diri 4. Pembelajaran


Skill? 3.Pertimbangan transisi
Minat?
Faktor positif/ negatif ? Pelaksanaan
Keuntungan/ kerugian Keputusan
Jangka kedepan dan
kebutuhan saat ini
Kesempatan
yang tersedia
2.Kedasaran
Diri

✓ Pengenalan diri
✓ Pengenalan Karir
✓ Peluang karir bagi individu
✓ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ▪ Penentuan Targetmasa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
PENENTUAN TARGET INDIVIDU INDIVIDU

Penentuan Target Individu:


• Sasaran yang dituju:
• Keputusan Pilihan Karir
• Sasaran Pelatihan dan pengembangan diri
• Bimbingan tahapan pengembangan
diri ✓ Pengenalan diri
✓ Pengenalan Karir
• Bimbingan proses evaluasi diri ✓ Peluang karir bagi individu
✓ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ✓ Penentuan Target masa depan individu
▪ Perencanaan persiapan karir
PERSIAPAN KARIR INDIVIDU

Perencanaan Persiapan Karir:


• Sasaran yang dituju:
• Bimbingan sasaran pribadi
• Bimbingan untuk perencanaan karir
• Tahapan dalam perencanaan karir
• Standar pengembangan diri ✓ Pengenalan diri
✓ Pengenalan Karir
✓ Peluang karir bagi individu
✓ Pertimbangan dan keputusan pemilihan
karir
ROLE PLAY ✓ Penentuan Target masa depan individu
✓ Perencanaan persiapan karir
KODE ETIK
DAY 3
KODE ETIK
Prinsip dasar pelaksanaan bimbingan dan konseling
1. Setiap individu memiliki hak untuk dihargai, diperlakukan dengan
hormat dan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh layanan
bimbingan dan konseling.
2. Setiap individu berhak memperoleh informasi yang mendukung
kebutuhannya.
3. Setiap individu mempunyai hak untuk memahami arti penting dari
pilihan hidup dan pilihan yang akan mempengaruhi masa
depannya.
4. Setiap individu memiliki hak untuk dijaga kerahasiaan pribadinya.
KODE ETIK
Proses Layanan
• Hubungan dalam Pemberian Layanan
• Hubungan dengan Klien

Konsultasi dan Hubungan dengan Rekan Sejawat atau Ahli Lain


• Konsultasi dengan Rekan Sejawat
• Alih Tangan/ Rujukan
KODE ETIK
HUBUNGAN KELEMBAGAAN
Prinsip Umum
• Prinsip-prinsip yang berlaku dalam layanan individual, khususnya
tentang penyimpanan serta penyebaran informasi tentang klien dan
hubungan konfidensial antara konselor dengan klien, berlaku juga bila
konselor bekerja dalam hubungan kelembagaan
• Apabila konselor bertindak sebagai konsultan pada suatu lembaga, maka
harus ada pengertian dan kesepakatan yang jelas antara dia dengan pihak
lembaga dan dengan klien yang menghubungi konselor di tempat lembaga
itu. Sebagai seorang konsultan, konselor harus tetap mengikuti dasar-
dasar pokok profesi dan tidak bekerja atas dasar komersial.
KODE ETIK
KETAATAN KEPADA PROFESI
Pelaksanaan Hak dan Kewajiban
1. Dalam melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai konselor,
konselor harus selalu mengaitkannya dengan tugas dan
kewajibannya terhadap klien dan profesi sebagaimana dicantumkan
dalam kode etik ini, dan semuanya itu sebesar-besarnya untuk
kepentingan dan kebahagiaan klien.
2. Konselor tidak dibenarkan menyalahgunakan jabatannya sebagai
konselor untuk maksud mencari keuntungan pribadi atau maksud-
maksud lain yang dapat merugikan klien, ataupun menerima komisi
atau balas jasa dalam bentuk yang tidak wajar
KODE ETIK
B. Pelanggaran terhadap Kode Etik
1. Konselor harus selalu mengkaji tingkah laku dan perbuatannya
tidak melanggar kode etik ini.
2. Konselor harus senantiasa mengingat bahwa pelanggaran
terhadap kode etik ini akan merugikan mutu proses dan hasil
layanan yang ia berikan, merugikan klien, lembaga dan pihak-
pihak lain yang terkait, serta merugikan diri konselor sendiri dan
profesinya.
3. Pelanggaran terhadap kode etik ini akan mendapatkan sanksi
berdasarkan ketentuan yang ditetapkan.
KODE ETIK
B. Pelanggaran terhadap Kode Etik
1. Konselor harus selalu mengkaji tingkah laku dan perbuatannya
tidak melanggar kode etik ini.
2. Konselor harus senantiasa mengingat bahwa pelanggaran
terhadap kode etik ini akan merugikan mutu proses dan hasil
layanan yang ia berikan, merugikan klien, lembaga dan pihak-
pihak lain yang terkait, serta merugikan diri konselor sendiri dan
profesinya.
3. Pelanggaran terhadap kode etik ini akan mendapatkan sanksi
berdasarkan ketentuan yang ditetapkan.
PROTOKOL BIMBINGAN
& KONSELING
DAY 4
PROSES KONSELING

PROSES
BIMBINGAN &
KONSELING

1. Tahap awal 2.Tahap inti 3.Tahap akhir


PROSES KONSELING
1. Tahap awal 1. Membangun hubungan konseling (rapport
positif) dan menjaga asas-asas konseling,
(kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan; dan
kegiatan).
2. Tahap inti
2. Memperjelas dan mendefinisikan masalah.
konselor membantu memperjelas masalah klien.
3. Tahap akhir 3. Proses assessments
Melakukan assessments dan merancang
bantuan yang mungkin dilakukan,
Menegosiasikan kontrak
4. Kontrak waktu, kontrak tugas, kontrak
kerjasama
PROSES DEBRIEFING
mengadakan tanya jawab dengan seseorang bertujuan
untuk membantu/ memperjelas sesuai kebutuhan. –
TUJUAN debriefing: tanya-jawab, wawancara

1. Membantu mengorganisir pemikiran


2. Screening untuk melihat kebutuhan
Tahap inti pendampingan
3. Memberikan informasi untuk mengedukasi
4. Membantu memberikan perasaan positif dalam
Tahap akhir menghadapi situasi
PROSES DEBRIEFING
TUJUAN
1. Proses tanya jawab untuk memberikan klarifikasi
2. Membangun “rapport” positif
PRINSIP 3. Membantu klarifikasi untuk informasi yang ada
4. Belajar memahami pemikiran yang direfleksikan
dalam proses awal
PROSES DEBRIEFING

TUJUAN 1. Membangun suasana positif


2. Mengajukan sejumlah pertanyaan untuk
klarifikasi informasi
PRINSIP 3. Membantu pemahaman awal mengenai proses
dan pemahaman mengenai informasi yang
dibutuhkan
4. Menyampaikan konfirmasi kesiapan untuk
TAHAPAN tahapan selanjutnya dalam konseling
PROSES KONSELING
1. Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien
1. Tahap awal lebih dalam.
Konselor melakukan reassessment (penilaian
kembali), bersama-sama klien meninjau kembali
2.Tahap inti permasalahan yang dihadapi klien.
2. Menjaga hubungan konseling tetap terpelihara.
Hal ini bisa terjadi jika :
3.Tahap akhir • Klien merasa senang terlibat dalam konseling,
• Konselor mengembangkan teknik-teknik
konseling
3. Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak.
• Kesepakatan /kontrak tetap dijaga, baik oleh pihak
konselor maupun klien
PROSES KONSELING
1. Tahap awal

1. Konselor bersama klien membuat kesimpulan


mengenai hasil proses konseling
2.Tahap inti
2. Menyusun rencana tindakan yang akan
dilakukan berdasarkan kesepakatan yang
telah terbangun dari proses konseling
sebelumnya.
3.Tahap akhir
3. Mengevaluasi jalannya proses dan hasil
konseling (penilaian segera).
4. Membuat perjanjian untuk pertemuan
berikutnya
KETERAMPILAN DALAM
MELAKUKAN BIMBINGAN
& KONSELING
DAY 3
GAME
KETERAMPILAN DASAR KONSELING
ACTIVE
LISTENING

PROCESSING

RESPONDING

TEACHING
PROFIL KONSELOR Pengetahun
mengenai
Kesadaran diri sendiri
Kompetensi
Holisitk
■ Your name
Bebas atau
tidak Sehat Secara
terikat Psikologis

Dapat
Sabar
Dipercaya

Memberikan
Respon Yang Aktif
Jujur

Kekuatan
Hangat
atau Daya
BIMBINGAN KARIR VS KONSELING

BIMBINGAN Memberi informasi KONSELING Penggalian masalah

Penjelasan dan informasi Penjelasan dan informasi


pendukung pendukung

Pertimbangan dan keputusan Melakukan probing dan Proses


ada pada individu bersangkutan refleksi

Pertimbangan dan keputusan


ada pada individu bersangkutan
KOMUNIKASI EFFEKTIF
KOMUNIKASI EFFEKTIF
• Komunikasi dalam konseling

DO Don’t
PREJUDIS
OBJEKTIF
SIBUK DENGAN
MENDENGAR
PIKIRAN SENDIRI
AKTIF
MEMAKSAKAN
TERBUKA
PENDAPAT
TERHADAP
PEMIKIRAN LAIN
KETERAMPILAN MENGGALI INFORMASI
• Keterampilan menggali informasi dilakukan dengan teknik
probing
Bagaimana anda menilai hal
Apa pendapat anda dengan tersebut?
masalah ini?

Apa alasan anda dalam


Menurut anda apa yang akan tindakan tersebut?
terjadi bila anda …………?

Apa yang akan anda lakukan


Apa dampak yang akan anda bila….?
alami dalam waktu dekat?
MENDENGAR AKTIF
TIPS MENDENGAR AKTIF
TAHAP MENDENGARKAN
Mendengar

Mengamati

TAHAP
MENDENGAR

Memahami

Mengingat
KOMUNIKASI TERAPEUTIK

EMPATI KEPERCAYAAN KEJUJURAN

KETERBUKAAN MENDENGAR AKTIF

SIKAP
POSITIF
ANALISA - ANTISIPASI
• Penting dalam ketajaman
analisa; menggunakan fakta,
bukan asumsi
• Antisipasi – gunakan evidence
dan contra evidance
KOMUNIKASI EFFEKTIF
METODE BIMBINGAN
KARIR
DAY 4
METODE BIMBINGAN KARIR
3 KOMPETENSI MEMBERI DUKUNGAN/ SUPPORT
3.1 Mengelola informasi mengenai layanan peluan kerja
3.2 Mengoperasikan jaringan dan membangun kerjasama dengan fihak industri

3.3 Mengelola data dan system data


3.4 Mengarahkan dalam desain karir
3.5 Melakukan evaluasi dan termutakirkan dari hasil kajian industry dan dunia kerja)

3.6 Mengembangkan wawasan dan keterampilan diri


PROTOKOL BIMBINGAN KARIR
• TAHAP AWAL

PEMBUKAAN

MENGGALI KEBUTUHAN

MEMBERIKAN PANDUAN &


FORM ISIAN
PROTOKOL BIMBINGAN KARIR
• TAHAP ANALISA

MENGADMINISTRASI DATA

ANALISA DAN PENGGALIAN


KEBUTUHAN

PENYAJIAN INFORMASI
PENDUKUNG
PROTOKOL BIMBINGAN KARIR
• TAHAP PERTIMBANGAN DAN KEPUTUSAN
MEMBERI PERTIMBANGAN
DENGAN DATA

MEMBERI OPSI

KEPUTUSAN
PROTOKOL BIMBINGAN KARIR
• TAHAP PENUTUP

KESIMPULAN

PERENCANAAN KARIR

PENUTUP
PROSES MELAKUKAN BIMBINGAN KARIR
PROFIL KONSELOR
DAY 4
PROFIL KONSELOR Pengetahun
mengenai
Kesadaran diri sendiri
Kompetensi
Holisitk
■ Your name
Bebas atau
tidak Sehat Secara
terikat Psikologis

Dapat
Sabar
Dipercaya

Memberikan
Respon Yang Aktif
Jujur

Kekuatan
Hangat
atau Daya
Pengetahun
PROFIL DIRI – PROFIL KONSELOR mengenai
diri sendiri

• Pengenalan diri dapat membantu pemahaman peran


sebagai konselor
• ‘Gap’ menjadi sasaran pengembangan
• Tindak lanjut adalah menerapkan dalam tindakan kerja
sesuai dengan tuntutan
PROFIL DIRI – PROFIL KONSELOR
Social extension (S) – Peran hubungan sosial
Memberikan
Respon Yang Aktif Need to be noticed (X) – Kebutuhan untuk diperhatikan
Theoretical type (R) – Peran orang yang teoritis
Need for rules and supervision (W) – Kebutuhan
mengikuti aturan dan pengawasan
Emotional resistant (E) – Peran pengendalian emosi
Sabar
Need to control others (P) – Kebutuhan mengatur orang lain

Need for change (Z) – Kebutuhan untuk berubah


Bebas atau Pace (T) – Peran sibuk
tidak terikat Ease in decision making (I) – Peran membuat keputusan

Kesadaran Interest in working with details (D) – Peran bekerja dengan hal – hal rinci
Holisitk Need for change (Z) – Kebutuhan untuk berubah
PROFIL DIRI – PROFIL KONSELOR
Need to achieve (A) – Kebutuhan berprestasi
Kekuatan atau
Daya Vigorous type (V) – Peran penuh semangat
Need to finish task (N) – Kebutuhan menyelesaikan tugas secara mandiri
Hard intense worked (G) – Peran pekerja keras

Emotional resistant (E) – Peran pengendalian emosi


Hangat Social extension (S) – Peran hubungan sosial
Need for closeness and affection (O) – Kebutuhan kedekatan dan kasih sayang
Need to belong to groups (B) – Kebutuhan diterima dalam kelompok
Rendah nilai untuk sifat berikut :

Need to control others (P) – Kebutuhan mengatur orang lain


Need to be forceful (K) – Kebutuhan untuk agresif
PRAKTEK
DAY 5