Sie sind auf Seite 1von 338

Continuing Transformation

Laporan Tahunan
2010

Laporan Tahunan
Annual Report
Expanding Access to World Markets

Annual Report
Laporan Tahunan
Annual Report

2010

2010
Expanding Access to World Markets
Continuing Transformation
Indonesia Eximbank
Indonesia Stock Exchange Building
Tower II, 8th Floor, Sudirman CBD
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 52-53
Jakarta 12190, Indonesia
Tel. : (62-21) 515 4638
Fax. : (62-21) 515 4639
www.indonesiaeximbank.go.id
Daftar Isi
Contents

Continuing Transformation 1 Continuing Transformation


Ikhtisar Keuangan 2 Financial Highlights
Profil Lembaga 3 Institution Profile
Enhancing Quantity 4 Enhancing Quantity
Exploring Quality 6 Exploring Quality
Memperkokoh Pijakan, Melangkah ke 8 Strengthening the Foundation, Moving
Depan Forward
Visi, Misi, dan Budaya Lembaga 12 Vision, Mission, and Corporate Culture
Rangkaian Peristiwa Penting 18 Significant Events
Laporan Dewan Direktur 20 Report from The Board of Directors
Profil Dewan Direktur 26 Profile of the Board of Directors
Profil Direktur Pelaksana 28 Profile of Managing Directors
Laporan Manajemen 30 Management Report
Menggerakkan Ekonomi dengan Dukungan 32 Supporting Economic Development Through
Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi Financing, Guarantee and
Insurance Services
Memperkuat Daya Saing UKM Ekspor 46 Strengthening the Competitiveness of Export
Melalui Peningkatan Kapasitas SMEs through Capacity Building
Menggerakkan Ekonomi Melalui Penetrasi 50 Economic Development Through
Pasar Non Tradisional Penetration into Non Traditional Export
Markets
Buyer’s Credit 52 Buyer’s Credit
Pembahasan dan Analisis Manajemen 54 Management Discussion and Analysis
Informasi Bagi Pemegang Saham 77 Information for Shareholders
Tata Kelola Perusahaan 80 Good Corporate Governance
Laporan Komite Audit 122 Audit Committee Report
Infrastruktur 124 Infrastructure
Pengelolaan Sumber Daya Manusia 126 Human Resources Management
Teknologi Sistem Informasi 130 Information Technology System
Pengembangan Kantor Wilayah 132 Development of Regional Office
Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan 134 Responsibility for Annual Reporting
Laporan Keuangan 135 Financial Statement Report
Informasi Lembaga 323 Institution Information
Sejarah Singkat 324 Brief History
Struktur Organisasi 325 Organization Structure
Manajemen Senior 326 Senior Executive
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar 327 Capital Market Institution & Supporting
Modal Profession
Alamat Kantor Pusat dan Kantor Wilayah 328 Addresses of Head Office and Regional
Offices
Produk dan Jasa 329 Products and Services
Indonesia Eximbank At A Glance 1

Continuing
Transformation
Expanding Access to World Markets

Dalam menjalankan kegiatannya Indonesia Eximbank


wajib menerapkan prinsip kehati-hatian yang meliputi
tata kelola perusahaan, penerapan Manajemen
Risiko dan pengenalan nasabah. Selain itu, Indonesia
Eximbank wajib menerapkan transparansi dan
memenuhi kewajiban akuntabilitas publik. Berbagai
prinsip yang akan dijalankan di dalam organisasi
Indonesia Eximbank pada hakekatnya sejalan dengan
upaya pembaharuan dalam kebijakan pengelolaan
keuangan negara yang sedang dijalankan oleh
Kementerian Keuangan sebagai Lembaga Pembina.
Pembaharuan tersebut antara lain akan diterapkan
dalam skema Transformasi Manajemen-
Indonesia Eximbank.
In carrying out its activities Indonesia Eximbank is obliged to implement prudence
principle which covers corporate governance, implementation of Risk Management
and Know Your Customer (KYC). In addition, Indonesia Eximbank is also obliged to
be transparent and fulfill its public accountability. Various principles that shall be
implemented within Indonesia Eximbank organization is essentially in line with efforts
of the Ministry of Finance as the Supervising Institution to reform the state financial
management policy. The new wave of changes to be implemented is part of Indonesia
Eximbank Management Transformation.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


2
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

Angka-angka pada seluruh tabel dan grafik Numerical notations in all tables and graphs
2010 2009
menggunakan notasi Inggris are in English
NERACA BALANCE SHEET
Jumlah Aktiva 20,638,602 12,972,436 Total Assets
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain 4,985,246 2,556,941 Placements with The Central Bank of Republic of
Indonesia and Other Banks
Efek-Efek Yang Dimiliki 489,212 1,328,564 Securities
Tagihan Derivatif 673 5,851 Derivative Assets
Pembiayaan dan Piutang 15,736,824 9,279,122 Financing and Receivables
Tagihan Akseptasi 72,169 244,116 Acceptances Receivable
Efek-Efek Yang Diterbitkan 5,331,305 3,169,157 Securities Issued
Pinjaman Yang Diterima 8,474,818 4,948,707 Borrowings
Ekuitas 6,501,828 4,356,746 Equity
LAPORAN LABA (RUGI) STATEMENTS OF INCOME
Pendapatan (Beban) Bunga dan Bagi Hasil-Bersih 618,121 169,202 Interest Income (Expenses)-Net
Pendapatan (Beban) Operasional-Bersih 247,262 50,300 Operating Income (Expenses)-Net
Pendapatan (Beban) Non Operasional-Bersih (1,191) (2) Non Operating Income (Expenses)-Net
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 246,071 50,298 Profit (Loss) Before Tax
Laba (Rugi) Setelah Pajak 195,645 35,160 Profit (Loss) After Tax
KOMITMEN COMMITMENT
Irrevocable L/C Masih Berjalan 74,421 90,755 Outstanding Irrevocable L/C
KONTIJENSI CONTINGENCIES
Penjaminan Yang Diberikan 13,964 302,782 Guarantees Issued
Asuransi Ekspor 1,350 - Export Insurance
INFORMASI LAIN OTHER INFORMATION
Kualitas Aktiva Produktif: Earning Assets Quality:
- Lancar 21,833,665 13,844,310 - Current
- Dalam Perhatian Khusus 234,335 742,980 - Special Mention
- Kurang Lancar 36,464 61,640 - Substandard
- Diragukan 67,347 330,694 - Doubtful
- Macet 1,542,063 669,074 - Loss
Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif 869,194 606,228 Established Allowance for Earning Asset Losses
Yang Wajib Dibentuk
Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif 872,396 629,955 Compulsory Allowance for Earning Asset Losses
Yang Telah Dibentuk
Kecukupan Modal: Capital Adequacy:
- Modal Inti 6,399,772 4,368,898 - Core Capital
- Modal Pelengkap 140,682 127,864 - Supplementary Capital
- Aktiva Tertimbang Menurut Risiko Kredit 16,335,679 10,361,917 - Credit Risk-Weight Asset
- Aktiva Tertimbang Menurut Risiko Kredit dan Pasar 16,397,792 10,654,180 - Market and Risk-Weight Asset
RASIO KEUANGAN (%) FINANCIAL RATIOS (%)
Kecukupan Modal (CAR)-Risiko Kredit 40.04 43.40 Credit Risk-Capital Adequacy Ratio (CAR)
Kecukupan Modal (CAR)-Risiko Kredit dan Pasar 39.89 42.11 Credit and Market Risk Capital Adequacy Ratio
(CAR)
NPL Gross 10.14 10.42 NPL-Gross
NPL Netto 5.88 5.77 NPL-Net
PPAP Terhadap Aktiva Produktif - - Allowance for Earning Assets Losses to
Earning Assets
Pengembalian Atas Aktiva (ROA) 1.55 1.29 Return on Assets (ROA)
Pengembalian Atas Ekuitas (ROE) 4.24 2.41 Return on Equity (ROE)
Pendapatan Bunga Bersih Terhadap Aktiva Produktif 3.81 4.21 Net Interest Margin (NIM)
(NIM)
Beban Operasional Terhadap Pendapatan 80.11 85.90 Operating Expenses to Operating Revenues
Operasional (BOPO) (BOPO)
Posisi Devisa Neto 3.09 6.50 Net Open Position

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 3
Profil Lembaga
Institution Profile

Nama
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank)
Name

Penyediaan fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi, serta


Bidang Usaha jasa konsultasi bagi eksportir
Line of Business Providing financing facilities, guarantees and insurance, and
consulting services for exporters

Kepemilikan 100% Pemerintah Republik Indonesia


Ownership 100% Government of the Republic of Indonesia

Tanggal Pendirian
1 September 2009
Date of Establishment

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009


Dasar Hukum tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Legal Foundation Act of the Republic of Indonesia No.2 Year 2009
concerning Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Modal Dasar
Rp4.375.675,82 juta | million
Authorized Capital

Indonesia Stock Exchange Building, Tower II, 8th Floor


Alamat Kantor Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
Office Address Tel. (021) 515 4638
Fax. (021) 515 4639

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


4

Enhancing Quantity

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


5

69.86%
Segmentasi 2010 2009 Segmentation
Rp juta Rp juta
Rp million Rp million

Korporat 15,100,024 9,225,418 Corporate


Usaha Kecil 636,800 38,910 Small Medium
Menengah Enterprise
Jumlah 15,736,824 9,264,328 Total

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


6

Pada tahun 2010,


Indonesia Eximbank telah
melakukan pelatihan
kepada UKM Ekspor
sebanyak 48 kali dengan
jumlah peserta
2.400 orang.

Exploring Quality

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


7

In 2010, Indonesia Eximbank conducted


48 training sessions for 2,400 participants
from Export SMEs.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


8
Memperkokoh Pijakan,
Melangkah ke Depan
Strengthening the Foundation, Moving Forward

Salah satu tonggak penting yang dipancangkan oleh


Indonesia Eximbank di tahun pertama beroperasinya
secara penuh sebagai Eximbank adalah dimulainya
pelaksanaan program Transformasi Manajemen.
A key milestone by Indonesia Eximbank in its first full year of operation as an
Eximbank is the implementation of a Management Transformation program.

Dicanangkan pada awal 2010, program Transformasi Launched in early 2010, Management Transformation
Manajemen ini mengarahkan seluruh unit organisasi program is directing all of Indonesia Eximbank
Indonesia Eximbank untuk mengembangkan suatu organizational units to develop a framework that
kerangka kerja yang menerjemahkan visi dan misi represent the vision and mission of Indonesia Eximbank
Indonesia Eximbank ke dalam bentuk yang lebih praktis in a more practical and scalable form, both at
dan terukur, baik di level korporat maupun di level the corporate and business level. The framework
unit kerja. Pengembangan kerangka kerja tersebut development is expected to align the entire Indonesia
diharapkan dapat menggerakkan keseluruhan sumber Eximbank resources into measurable and well
daya Indonesia Eximbank dalam suatu proses kerja orchestrated work processes that move Indonesia
yang terukur dan terarah, menuju kepada terwujudnya Eximbank toward realizing its vision and mission.
visi dan misi Indonesia Eximbank.

Dalam menjalankan kegiatannya Indonesia Eximbank In carrying out its activities Indonesia Eximbank is
wajib menerapkan prinsip kehati-hatian yang meliputi obliged to implement prudence principle which
tata kelola perusahaan, penerapan manajemen covers corporate governance, implementation of
risiko dan pengenalan nasabah. Selain itu, Indonesia risk management and Know Your Customer (KYC).
Eximbank wajib menerapkan transparansi dan In addition, Indonesia Eximbank is also obliged to be
memenuhi kewajiban akuntabilitas publik. Berbagai transparent and fulfill its public accountability. Various
prinsip yang akan dijalankan di dalam organisasi principles that shall be implemented within Indonesia
Indonesia Eximbank pada hakekatnya sejalan dengan Eximbank organization is essentially in line with efforts
upaya pembaharuan dalam kebijakan pengelolaan of the Ministry of Finance as the Supervising Institution
keuangan negara yang sedang dijalankan oleh to reform the state financial management policy. The
Kementerian Keuangan sebagai Lembaga Pembina. new wave of changes to be implemented is part of
Pembaharuan tersebut antara lain akan diterapkan Indonesia Eximbank Management Transformation.
dalam skema Transformasi Manajemen-Indonesia
Eximbank.

Didukung kontribusi positif dari pelaksanaan Program The Management Transformation Program has
Transformasi Manajemen tersebut, kinerja tahun 2010 contributed positively as can be seen in Indonesia
menunjukkan pencapaian yang membanggakan. Eximbank excellent performance in 2010. Total
Dibandingkan dengan tahun 2009, jumlah pembiayaan financing disbursed to exporters have increased from
yang disalurkan kepada Eksportir melonjak dari Rp9,28 Rp9.28 trillion in 2009 to Rp15.74 trillion, equivalent
triliun menjadi Rp15,74 triliun atau setara dengan to an increase of almost 70%. In the midst of recent
kenaikan sebesar hampir 70%. Di tengah kondisi global economic crisis, the achievement is something
perekonomian yang baru saja mengalami guncangan
akibat krisis keuangan global, pencapaian tersebut

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 9

merupakan sesuatu yang patut digarisbawahi. Lebih that should be underlined. Especially, when taking
lagi bila mengingat bahwa rata-rata pertumbuhan into account that the average credit growth of the
kredit perbankan yang menjadi benchmark tercatat banking industry as the benchmark recorded only
hanya sebesar 22,1% yoy. Melonjaknya jumlah 22.1% yoy growth. The huge increase in the amount
pembiayaan yang disalurkan kemudian mendorong of financing disbursed has lead to the growth of Net
tumbuhnya perolehan Laba Bersih (Net Profit) menjadi Profit of Rp195.65 billion, an increase of 456% when
Rp195,65 miliar, naik sebesar 456% dibandingkan compared to 2009 Net Profit of Rp35.16 billion. The 2009
dengan Laba Bersih tahun 2009 yang tercatat sebesar Net Profit was calculated from the start of Indonesia
Rp35,16 miliar. Laba bersih tahun 2009 dihitung sejak Eximbank operation of 1 September 2009 or a period of
tanggal operasionalisasi Indonesia Eximbank tanggal 4 months in accordance with the Decree of the Minister
1 September 2009 atau dalam kurun waktu 4 bulan of Finance (KMK) No.336/KMK.06/2009 on the subject of
sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) LPEI Operation Date.
No.336/KMK.06/2009 tentang Penetapan Tanggal
Operasionalisasi LPEI.

Angka-angka tersebut pada gilirannya juga membuat These figures lead to improving financial ratios of
rasio-rasio keuangan Indonesia Eximbank membaik Indonesia Eximbank when compared with the previous
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 31 year. As of 31 December 2010 Return On Equity jumped
Desember 2010 tercatat Return On Equity melonjak from 2.41% in 2009 to 4.24%, Return On Assets has also
dari 2,41% pada tahun 2009 menjadi 4,24%, Return On increased significantly from 1.29% in 2009 to 1.55%. In
Asset juga meningkat signifikan dari 1,29% di tahun 2009 2010, the NPL ratio stood at 5.88% increase from the
menjadi 1,55%. Pada tahun 2010, rasio NPL tercatat previous year of 5.77%.
sebesar 5,88% naik dari tahun sebelumnya sebesar
5,77%.

Disamping kontribusi dari Program Transformasi In addition to the Management Transformation


Manajemen, tidak kalah penting kontribusinya dalam Program, other strategies implemented throughout
pencapaian tersebut adalah strategi-strategi yang the year also contributed significantly to the overall
diterapkan pada 2010. Di sisi pendanaan misalnya, achievement in 2010. On the funding side, for example,
Indonesia Eximbank berupaya mengoptimalkan Indonesia Eximbank seeks to capitalize its sovereign
kapasitas yang dimilikinya sebagai lembaga yang institution status. The status allows Indonesia Eximbank
berstatus sovereign. Bermodalkan status tersebut to build a strong funding base which is consisted of
Indonesia Eximbank mulai membangun basis partner Eximbanks/Export Credit Agencies (ECA) of
pendanaan yang berasal dari mitra Eximbank/Export other countries and multilateral institutions with strong
Credit Agency (ECA) negara lain maupun lembaga- interest to conduct business with the Government or
lembaga multilateral yang memang karakternya quasi Government institution status. From these sources,
cenderung berbisnis dengan Pemerintah atau lembaga Indonesia Eximbank has successfully obtained funding
yang berstatus quasi Pemerintah. Dari sumber-sumber and commitments for long tenured funds and relatively
ini, Indonesia Eximbank berhasil memperoleh dana serta inexpensive (for a long tenor) which otherwise can not
komitmen dana yang bertenor panjang dan berharga be obtained from commercial sources.
relatif murah (untuk tenor panjang) yang tidak dapat
diperoleh dari sumber-sumber dana komersial.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


10 Sekilas Indonesia Eximbank

Sampai dengan akhir 2010 tercatat beberapa Up to the end of 2010, the implementation of the above
deal yang mewakili strategi tersebut misalnya, mentioned strategy has resulted in a number of deals.
penandatanganan Untied Two Step Loan Agreement These include the signing of an Untied Two Step
dengan Korea Eximbank dengan nilai sebesar USD50 Loan Agreement with Korea Eximbank for
juta, komitmen penyediaan dana dari China Eximbank USD50 million, funding commitments from China
dan Industrial Commercial Bank of China (ICBC) Eximbank and Industrial Commercial Bank of
masing-masing sebesar USD100 juta dan USD250 juta, China (ICBC) for USD100 million and USD250 million,
dan komitmen penyediaan dana dari US Eximbank respectively, and funding commitment from US
sebesar USD100 juta. Eximbank for USD100 million.

Di pasar komersial, status sovereign juga memberikan In the commercial market, the sovereign status has
dorongan bagi para kreditur untuk menyediakan provided the impetus for lenders to provide funds with
dana dengan terms and conditions yang lebih baik lenient terms and conditions than previously received.
dibandingkan dengan sebelumnya. Baik dari segi harga Both in terms of pricing and tenor.
maupun jangka waktu.

Meningkatnya competitive advantage Indonesia Increased competitive advantage of Indonesia


Eximbank di sisi pendanaan juga muncul dari Eximbank on its funding sources has also arised from the
terealisirnya komitmen Pemerintah untuk menyuntikkan realization of Government commitment to add State
dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) Paid Up Capital (PMN) of Rp2 trillion at the end of 2010.
sebesar Rp2 triliun pada akhir 2010. Dengan tambahan With the additional PMN, Indonesia Eximbank equity
PMN tersebut, jumlah ekuitas Indonesia Eximbank increased significantly from Rp4.36 trillion in 2009 to
meningkat signifikan dari tahun 2009 sebesar Rp4,36 Rp6.50 trillion in 2010. The increase in paid up capital will
triliun menjadi Rp6,50 triliun di tahun 2010. Peningkatan in turn shift the Cost of Funds to be more efficient, which
ini pada gilirannya akan menggerakkan profil Biaya is expected to provide more benefits to exporters using
Dana (Cost of Fund) yang dimiliki menjadi lebih efisien, Indonesia Eximbank products/services.
yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
para eksportir yang memanfaatkan produk/jasa
Indonesia Eximbank.

Di sisi aset, sebagai lembaga yang menyandang On the asset side, as an institution with sovereign
status sovereign dan merupakan kepanjangan status and representing the Government in supporting
tangan Pemerintah dalam mendukung pertumbuhan the national export growth, one of many strategies
ekspor nasional, salah satu strategi yang dijalankan implemented is to lead Indonesia Eximbank activities in
adalah mengarahkan aktivitas Indonesia Eximbank accordance with the priorities set by the Government.
sesuai dengan prioritas-prioritas yang ditetapkan For example, in relation to 10 – 10 – 3 program, which
oleh Pemerintah. Misalnya, terkait dengan program gives priority to the export on 10 Champion Products,
10 – 10 – 3, yang memberikan prioritas ekspor pada 10 Potential Products, and 3 Service Sector, Indonesia
10 Produk Unggulan, 10 Produk Potensial dan 3 Sektor Eximbank gives priority to finance the export products
Jasa, Indonesia Eximbank menerapkan strategi and services included in the program. This is depicted
dengan memberikan prioritas pembiayaan kepada in the establishment of cooperation with export
segmen pasar yang mengekspor produk dan jasa yang stakeholders such as the Ministry of Trade, the Ministry
termasuk dalam Program tersebut. Bentuknya adalah of Industry, industry associations, and other various
dengan cara mengembangkan kerja sama, dengan parties to support each other in various means to reach
stakeholders ekspor seperti Kementerian Perdagangan, potential exporters who are within range of each
Kementerian Perindustrian, asosiasi industri, dan party mentioned. The cooperation established take
berbagai pihak lainnya untuk saling mendukung
dalam berbagai upaya untuk menggapai eksportir-
eksportir potensial yang berada dalam jangkauan
masing-masing pihak tersebut di atas. Kerja sama yang
diadakan dapat berupa sharing informasi, sosialisasi

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 11

bersama, pemasaran bersama, maupun pemecahan shape in the form of information sharing, networking,
masalah secara bersama antara stakeholders dengan joint marketing, and joint problem solving among
Indonesia Eximbank. stakeholders with Indonesia Eximbank.

Contoh kerja sama tersebut adalah Memorandum of Examples of such cooperation is the Memorandum
Understanding (MoU) yang ditandatangani dengan of Understanding (MoU) signed with the Indonesian
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Textile Association (API) and the Indonesian Footwear
Perusahaan Sepatu Indonesia (APRISINDO) yang Association (APRISINDO) which are directed to disburse
diarahkan pada kerja sama pemasaran dana dari funds obtained from the China Eximbank and ICBC to
China Eximbank maupun ICBC untuk dimanfaatkan be used by exporters in the industry.
oleh para eksportir di kedua industri tersebut.

Strategi lain yang dirasakan masih tetap relevan untuk Another strategy considered to be relevant to be
diterapkan adalah fokus pemasaran kepada eksportir applied is the marketing focus of top 10 exporters in
yang masuk dalam kategori 10 terbesar di setiap each respective industry. This strategy provides ample
industri. Strategi ini menyediakan ruang cukup luas bagi space for Indonesia Eximbank to manage the targets
Indonesia Eximbank untuk mengelola target-target as exporters in this category generally have good risk
yang ditetapkan karena para eksportir di kategori ini rating, as evidenced by good track record in the eyes
umumnya adalah eksportir yang memiliki risk rating of its stakeholders.
yang baik, yang dibuktikan dengan track record yang
baik di mata stakeholders-nya.

Melalui proses implementasi program-program The implementation of Management Transformation


Transformasi Manajemen, pemilihan strategi yang programs, the selection of appropriate strategy and
tepat, dan kinerja keuangan yang solid, keseluruhan solid financial performance, have overall created
hal tersebut menciptakan pijakan kuat bagi Indonesia a strong foundation to realize the trust assigned to
Eximbank untuk menjalani langkah-langkah panjang Indonesia Eximbank.
dalam mewujudkan amanah yang dibebankan pada
keberadaannya.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


12
Visi, Misi dan Budaya Lembaga
Vision, Mission, and Corporate Culture

Visi Vision
Menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor/ Being trusted and capable Eximbank to
Indonesia Eximbank yang terpercaya boost national export performance by
dan mampu mendorong peningkatan providing well planned and sustainable
kinerja ekspor nasional melalui financing, guarantees, insurance, and
penyediaan pembiayaan, penjaminan, advisory services.
asuransi, dan jasa konsultasi yang
terencana dan berkesinambungan.

Misi Mission
• Membantu meningkatkan dan • Assist to improve and develop export
mengembangkan produk ekspor oriented products to be a leading
nasional menjadi unggul dan berdaya national export oriented products
saing tinggi melalui pemberian and high competitiveness through
pembiayaan, penjaminan di dalam the provision of financing, guarantee
dan di luar negeri, asuransi ekspor, in domestic and abroad, and the
serta jasa konsultasi bagi eksportir. provision of export insurance.
• Turut mendorong pengembangan • Participate in encouraging small and
usaha kecil dan menengah yang medium enterprises export oriented.
berorientasi ekspor.

Salah satu ciri dari negara-negara yang mengandalkan One of many characteristics of countries that rely on
ekspor sebagai salah satu motor penggerak export as one of the driving forces for growth is the
pertumbuhannya adalah keberadaan lembaga existence of financial institution called the Eximbank/
keuangan yang disebut dengan Eximbank/Export Export Credit Agency (ECA) which play strategic role in
Credit Agency (ECA) yang berperan strategis dalam efforts to encourage further export growth in particular
upaya-upaya mendorong pertumbuhan ekspor pada and economic growth in general.
khususnya dan pertumbuhan ekonomi pada umumnya.

Belajar dari karakter dan peran Eximbank/ECA di Learning from the character and role of Eximbanks/
negara-negara lain, Indonesia Eximbank diidealkan ECAs in other countries, Indonesia Eximbank is expected
sebagai suatu lembaga yang akan menjadi Eximbank/ to become a leading and reliable Eximbank/ECA
Export Credit Agency (ECA) yang terkemuka, which is able to encourage national export. Therefore,
terpercaya dan mampu mendorong peningkatan Act No.2/2009 provides Indonesia Eximbank with
kinerja ekspor nasional. Untuk itu, UU Nomor 2/2009 many advantages that do not exist in other financial
membekali Indonesia Eximbank dengan berbagai
kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga (keuangan)

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 13

lain seperti bank atau asuransi misalnya, statusnya institutions such as banks and insurance institutions. Its
sebagai sovereign entity, kedudukannya yang bersifat status as a sovereign entity, its place as sui generis, fully
sui generis, dukungan penuh Pemerintah dalam kondisi supported by the Government in a state of insolvency,
insolvency, dan wewenang untuk melaksanakan and the authority to implement a very broad spectrum
kegiatan yang sangat luas yang mencakup of activities that include financing, guarantee,
pembiayaan, penjaminan, asuransi serta jasa konsultasi. insurance and consulting services.

Dalam kerangka pikir bagaimana ekspor Indonesia In the framework to drive more exports to grow in an
dapat tumbuh dalam situasi perdagangan global increasingly competitive global trade, a mission is to
yang semakin kompetitif, idealnya diterjemahkan encourage the improvement and development of
ke dalam misi untuk mendorong peningkatan dan export excellence and highly competitive export.
pengembangan ekspor yang unggul dan berdaya In addition to aiming at exporters with adequate
saing tinggi. Selain diarahkan kepada para pelaku self financing, Indonesia Eximbank’s mission is also
yang mampu mengekspor dengan kekuatan sendiri, specifically directed at efforts to produce new exporters
misi Indonesia Eximbank juga diarahkan secara khusus drawn from the Small and Medium Enterprises (SMEs)
pada upaya untuk melahirkan eksportir-eksportir baru community, which indeed is one of the main economic
yang berasal dari kalangan Usaha Kecil Menengah backbones of this country.
(UKM) yang memang merupakan salah satu tulang
punggung utama perekonomian negeri ini.

Budaya Lembaga Corporate Culture


Di tahun 2010, Indonesia Eximbank memperkenalkan In 2010, Indonesia Eximbank introduced corporate
budaya lembaga yang merupakan perumusan kembali culture, a concept that reformulates work culture of
budaya kerja sejak masih bernama PT Bank Ekspor the bank under the previous name; PT Bank Ekspor
Indonesia (Persero). Indonesia Eximbank memiliki 5 Indonesia (Persero). The concept has been translated
nilai budaya lembaga yang disingkat TRUST yang into 5 values and has been put into one word; TRUST,
merupakan singkatan dari Teamwork, Reliable, Unique, which stands for Teamwork, Reliable, Unique, Service
Service Excellent, dan Trustworthy. Excellent and Trustworthy.

Teamwork Teamwork
Memiliki sikap kerja efektif dan kooperatif dengan orang Having an effective and cooperative attitude of
lain dalam mencapai tujuan. working with others to achieve goals.

Reliable Reliable
Memiliki sikap positif terhadap profesinya dan mampu Having a positive attitude toward his profession and
mengerjakan tugas sesuai dengan standar yang telah capable of completing the task at hand in accordance
ditetapkan. with established standards.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


14 Sekilas Indonesia Eximbank

Unique Unique
Mendukung pencapaian kinerja lembaga secara Support the achievement of optimum performance
optimal sesuai dengan misi lembaga. by the Institution in accordance with the mission of the
Institution.

Service Excellent Service Excellent


Memberikan pelayanan dan solusi yang optimal Provide optimum services and solutions to internal and
kepada internal dan eksternal pelanggan. external customers.

Trustworthy Trustworthy
Bertindak berdasarkan kode etik lembaga dan Behave according to the Institution’s code of ethics and
menunjukan konsistensi dalam menjalankan komitmen consistency in carrying out a commitment to the job
terhadap fungsi pekerjaannya. function.

Bidang Usaha Line of Business


UU Nomor 2/2009 memberikan peran sangat strategis Act No.2/2009 provides Indonesia Eximbank with a
kepada Indonesia Eximbank. Pertama, sebagai very strategic role. First, as a means for the Indonesian
perpanjangan tangan Pemerintah dalam penerapan government to implement its foreign trade policy that
politik perdagangan luar negeri Pemerintah yang also depict the government’s economic development.
merupakan bagian dari politik pembangunan, Second, as a communication bridge between the
khususnya ekonomi. Kedua, sebagai jembatan banking system and other financial institutions with
komunikasi antara sistem perbankan dan lembaga government agencies involved in the drafting of export
keuangan lainnya dengan lembaga-lembaga and international trade policies in general.
Pemerintah yang terlibat di dalam pembuatan
kebijakan ekspor dan perdagangan internasional
secara umum.

Untuk menjalankan peran tersebut, Indonesia Eximbank To fulfill those roles, Indonesia Eximbank is provided
diberi ruang gerak yang tidak hanya terbatas pada ample of room, not only limited to providing financing
aktivitas pembiayaan, melainkan juga penjaminan, facilities, but it can also provide guarantee, insurance,
asuransi, dan jasa konsultasi. and consulting services.
1. Pembiayaan 1. Financing
Sebagai lembaga keuangan, bidang usaha utama As a financial institution, the main business Indonesia
dari Indonesia Eximbank adalah pembiayaan. Di Eximbank in to provide a range of financial service.
bidang usaha ini, Indonesia Eximbank menyediakan In this business sector, Indonesia Eximbank provides
berbagai bentuk pembiayaan yang pada dasarnya various forms of financing basically also offered by
juga disediakan lembaga keuangan lain seperti other financial institutions such as commercial banks.
bank komersial. Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Working Capital Loans, Investment Loans, Trade
Pembiayaan Perdagangan (Trade Finance), Project Finance, Project Financing, Non Cash Loan, as well
Financing, Non Cash Loan, serta berbagai varian as variants of these financing products and services.
dari bentuk pembiayaan tersebut.

Yang membedakannya dengan bank komersial What distinguishes it from other commercial banks
lain adalah bahwa Indonesia Eximbank dapat is that Indonesia Eximbank can provide financing to
membantu memberikan pembiayaan ke area areas which are not accessible to other commercial

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 15

yang tidak dapat dimasuki oleh bank atau banks or financial institutions known as Fill the Market
lembaga keuangan komersial atau yang dikenal Gap concept. This concept was conceived as a
sebagai konsep Fill in the Market Gap. Konsep ini solution to overcome limitations of other commercial
dimunculkan sebagai solusi atas keterbatasan bank banks or financial institutions as governed by specific
atau lembaga keuangan komersial sehubungan regulations or by specific interests of its respective
dengan ketentuan perundangan maupun shareholders. Financing with Fill the Market Gap
kepentingan pemegang saham. Pembiayaan concept is aimed to enter financing object whose
dengan konsep Fill in the Market Gap dikontsruksikan risk can yet be absorbed by commercial banks
sebagai pembiayaan kepada objek yang risikonya and financial institutions, by continuing to provide
tidak mampu diserap oleh perbankan dan lembaga competitive terms and conditions, including
keuangan komersial dengan tetap memberikan competitive interest rate.
terms and conditions termasuk bunga yang
kompetitif.

Indonesia Eximbank juga dapat memberikan Indonesia Eximbank can also provide financing to
pembiayaan kepada pihak pembeli di luar negeri non-resident, in order to import products and services
(non resident), dalam rangka mengimpor barang produced in Indonesia. Financing products that fall
dan jasa yang diproduksi di Indonesia. Produk into this group is known as the Buyer’s Credit or Export
pembiayaan yang masuk dalam kelompok ini Credit.
dikenal dengan Buyer’s Credit atau Kredit Ekspor.

Lebih jauh, Indonesia Eximbank juga dapat Furthermore, Indonesia Eximbank can also provide
menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau financing for commercially difficult to implement
proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, transaction or project, either by other commercial
baik oleh bank atau lembaga keuangan komersial banks or financial institutions as well as Indonesia
maupun Indonesia Eximbank, tetapi dinilai perlu Eximbank, but considered to be of at most important
oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau by the Government to support national export policy
program ekspor nasional. Konsep ini dikenal dengan or program. This concept is known as the National
National Interest Account. Interest Account.

2. Penjaminan 2. Guarantee
Bidang usaha lain yang diamanahkan untuk Another business sector mandated to be
dilaksanakan oleh Indonesia Eximbank adalah implemented by Indonesia Eximbank is a Guarantee.
Penjaminan. Di bidang usaha ini, Indonesia In this business line, Indonesia Eximbank provides
Eximbank memberikan jaminan kepada para Guarantee to business actors engaged in export
pelaku usaha yang bergerak di bidang ekspor, activities, to cover for various default potential
atas berbagai jenis wan prestasi (default) dari from various parties involved in the transaction with
pihak-pihak yang bertransaksi dengan pemegang the Beneficiary. Business actors, referred hereto,
jaminan (Beneficiary). Pelaku usaha yang dimaksud are exporters and banks that provide financing to
disini adalah eksportir maupun perbankan yang exporters. Risks covered in this segment, for example,
memberikan pembiayaan kepada eksportir. the default payment by the buyers or the default of
Sedangkan wan prestasi yang termasuk dalam hal exporters to meet its obligations to the bank or any
ini misalnya, kegagalan bayar dari pembeli atau other parties.
kegagalan eksportir untuk memenuhi kewajiban-
kewajibannya kepada bank atau pihak lainnya.

Rincian dari produk-produk dalam kelompok bidang Guarantee product details are as follows:
usaha penjaminan adalah sebagai berikut:
• penjaminan bagi eksportir Indonesia atas • guarantee for Indonesian exporters of payments
pembayaran yang diterima dari pembeli barang received from buyers of goods and/or services
dan/atau jasa di luar negeri; overseas;

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


16 Sekilas Indonesia Eximbank

• penjaminan bagi importir barang dan jasa • guarantee for importers of Indonesian goods and
Indonesia di luar negeri atas pembayaran yang services overseas for the payment made or will be
telah diberikan atau akan diberikan kepada given to Indonesian exporters to finance export
eksportir Indonesia untuk pembiayaan kontrak contracts on the sale of goods and/or services or
ekspor atas penjualan barang dan/atau jasa the fulfillment of work or services performed by an
atau pemenuhan pekerjaan atau jasa yang Indonesian registered company;
dilakukan oleh suatu perusahaan Indonesia;
• penjaminan bagi bank-bank yang menjadi mitra • guarantee for banks that provide export financing
penyediaan pembiayaan transaksi ekspor yang granted to Indonesian exporters; as well as
telah diberikan kepada eksportir Indonesia; serta
• penjaminan dalam rangka tender terkait dengan • guarantee in project tender process, both partially
pelaksanaan proyek seluruhnya atau sebagian or entirely, for export activities.
yang merupakan kegiatan dalam menunjang
ekspor.

3. Asuransi 3. Insurance
Salah satu pembeda Indonesia Eximbank dengan One of the distinguishing factor of Indonesia
bank adalah kewenangannya untuk juga dapat Eximbank from commercial banks is it is authorized
menyediakan asuransi. Di dunia, selain bergerak to provide insurance service. Other than financing,
di bidang pembiayaan, lembaga-lembaga sejenis institutions similar to Indonesia Eximbank are also
dengan Indonesia Eximbank juga ada yang engaged in either insurance or both financing and
bergerak di bidang asuransi atau bergerak di kedua insurance service. These references and the fact
bidang tersebut. Rujukan ini dan fakta bahwa that the need for export insurance have not been
kebutuhan akan asuransi ekspor belum digarap optimally fulfilled lead the Government to establish
secara optimal membuat Pemerintah berketetapan an additional institution that can provide insurance
untuk membentuk satu lagi lembaga yang dapat services related to risk in export activity. Another
menyediakan jasa asuransi yang terkait dengan consideration is the strong capital structure of
risiko dalam aktivitas ekspor. Pertimbangan lain Indonesia Eximbank, which is believed to be able to
adalah kuatnya struktur modal yang dimiliki oleh leverage its capacity to cover the insurance required
Indonesia Eximbank, yang diyakini akan mampu by exporters.
meningkatkan kapasitasnya untuk menutup asuransi
yang dibutuhkan oleh para eksportir.

Berpijak pada kapasitas yang dimilikinya, produk- Based on the institution’s capacity, Indonesia
produk asuransi Indonesia Eximbank mencakup hal- Eximbank insurance products include the following:
hal sebagai berikut:
• asuransi atas risiko kegagalan ekspor; • insurance of export performance risk;
• asuransi atas risiko kegagalan bayar; • insurance on non payment risk;
• asuransi atas investasi yang dilakukan perusahaan • insurance on overseas investment risk for
Indonesia di luar negeri; dan/atau Indonesian companies; and/or
• asuransi atas risiko politik di suatu negara yang • insurance for political risk in the export destination
menjadi tujuan ekspor. country.

4. Jasa Konsultasi 4. Consulting Services


Di samping ketiga bidang usaha tersebut, Indonesia Other than the three business fields already
Eximbank juga melaksanakan aktivitas jasa mentioned, Indonesia Eximbank is also providing
konsultasi. Aktivitas ini dimunculkan berdasarkan consulting services. The service is offered based
pertimbangan bahwa selain kebutuhan yang on the consideration that in addition to direct
terkait langsung dengan aspek keuangan dan needs of financing and risks, exporters can utilize

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 17

risiko, eksportir juga masih membutuhkan dukungan support in the form of soft skill such as knowledge
yang bersifat soft skill seperti pengetahuan tentang of export destination, understanding of export
pasar tujuan ekspor, pemahaman tentang tata import mechanism, skills to manage export import
cara ekspor-impor, keterampilan dalam mengelola processes, skills in managing financial aspect and
proses ekspor-impor, keterampilan dalam mengelola risks, and many others. In practice, the need to
aspek finansial dan risiko, dan banyak lagi develop these skills in place would require significant
lainnya. Di dalam prakteknya, kebutuhan untuk amount of money. For businesses to develop their
mengembangkan hal-hal tersebut membutuhkan own skills, would simply consume large sum of
biaya yang tidak sedikit. Lebih lagi bagi pelaku their entire resources. Especially harder for small to
usaha yang skalanya masih tergolong UKM. medium enterprises.

Kegiatan jasa konsultasi ini didesain sebagai bagian The consulting services are designed to become an
dari sisi developmental dimana pemberian jasa integral part of client development and non profit,
konsultasi tidak dilakukan untuk tujuan komersial focusing on building client’s capacity to manage
atau motif profit, namun lebih merupakan upaya their respective export activities. Hence, the activities
untuk membantu para eksportir mengembangkan range from training, technical assistance, market
kemampuannya dalam mengelola aktivitas intelligent, etc.
ekspornya. Terkait dengan itu, maka bentuk-bentuk
aktivitas di bidang ini sangat beragam mulai dari
training, technical assistance, market inteligent, dsb.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


18
Rangkaian Peristiwa Penting
Significant Events

6 January 2010 15 March 2010 19 May 2010

Pelantikan Bapak I Made Gde Erata Lepas Sambut Ketua Dewan Direktur Penandatanganan Kesepakatan
sebagai Ketua Dewan Direktur Merangkap Direktur Eksekutif Bersama antara Indonesia
Merangkap Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank dari Bapak Eximbank dengan Asosiasi Industri
Indonesia Eximbank oleh Menteri Mahendra Siregar kepada Bapak Permebelan dan Kerajinan
Keuangan RI, Sri Mulyani I Made Gde Erata Indonesia (ASMINDO) untuk
Inauguration of I Made Gde Erata Chairman and concurrently as CEO Penyediaan Pembiayaan Pekerjaan
as a Chairman and concurrently of Indonesia Eximbank welcomes Industri Permebelan dan Kerajinan
as CEO of Indonesia Eximbank by and farewell from Mahendra Siregar, Ekspor Indonesia
Minister of Finance of the Republic of to I Made Gde Erata Signing of Agreement between
Indonesia, Sri Mulyani Indonesia Eximbank and the
Association of Indonesian Furniture
and Handicraft Industry (ASMINDO)
for the Provision of Industrial Works
9 June 2010 Financing of Indonesian Furniture and
Handicraft

15 June 2010

16 June 2010

Public Expose Emisi Obligasi


Indonesia Eximbank I Tahun 2010 di
Hotel Ritz Carlton Pacific Place
Public Expose Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank meluncurkan
I Year 2010 Bonds at the Hotel Ritz CD Database 5000 Reliable
Carlton Pacific Place Indonesia Exporter di Kementerian
Perdagangan RI dan diluncurkan Penandatanganan Perjanjian
secara resmi oleh Menteri Kerja sama Capacity Building
Perdagangan RI Exporter Waralaba Nasional antara
Indonesia Eximbank dengan Kamar
Indonesia Eximbank launched CD Dagang Indonesia (KADIN)
18 June 2010 Database 5000 Reliable Indonesia
Signing of Capacity Building of the
Exporter at the Ministry of Trade and
National Franchisee Agreement
officially launched by Minister for
between Indonesia Eximbank
Trade
and the Indonesian Chamber of
Commerce (KADIN)

28 July 2010
Penandatanganan Fasilitas
Pinjaman sebesar USD265 juta dari 21 July 2010
Bank-bank Singapore, diantaranya
Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ,
Standard Chartered Bank-
Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia,
ING Bank N.V., Bank of China
Limited, Intesa Sanpaolo S.p.A.
Singapore Branch, PT Bank Mizuho
Indonesia, Citibank N.A. Jakarta Pelatihan Bagi Mitra Binaan PKCSR
Branch, dan OCBC Indonesia Eximbank bekerja sama
Signing of Loan Facility amounting Co-Branding Indonesia Eximbank dengan Balai Besar Pendidikan
to USD265 million from the banks in dan Gabungan Pengusaha Karet dan Pelatihan Ekspor Kementerian
Singapore including Bank of Tokyo- Indonesia (Gapkindo) pada Acara Perdagangan di Pendidikan dan
Mitsubishi UFJ, Standard Chartered Business Dinner Rakernas Gapkindo Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI)
Bank-Indonesia, PT Bank ICBC di Bali
Training for Indonesia Eximbank
Indonesia, ING Bank NV, Bank of Co-Branding Indonesia Eximbank PKCSR partnership in cooperation
China Limited, Intesa Sanpaolo SpA and the Indonesian Rubber with the Center for Education and
Singapore Branch, PT Bank Mizuho Association (Gapkindo) in Congress Training Export Trade Ministry of
Indonesia, Citibank N.A. Jakarta Business Dinner at Bali Education and Training Exports in
Branch, and OCBC Indonesia

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Indonesia Eximbank At A Glance 19

29 July 2010 1 September 2010 23 September 2010

Penandatanganan Kesepakatan Perayaan Hari Jadi Indonesia Eximbank Diskusi Panel Indonesia Eximbank
Bersama Kerja sama Pembiayaan yang ke-1 dengan mengundang anak dengan Tema Mendorong Ekspor
Investasi dan Perdagangan antara yatim piatu dan mahasiswa penerima Nasional Menjadi Motor Penggerak
Indonesia Eximbank dengan beasiswa dari PTN terkemuka di Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Indonesia. Indonesia Eximbank Panel Discussion
dan Asosiasi Persepatuan Indonesia Celebration of Indonesia Eximbank first with the theme of Promoting National
(APRISINDO) disaksikan oleh Anniversary by inviting orphans and Export drives the Indonesia Economic
Menteri Perdagangan RI Mari Elka students who obtained scholarships from Growth 2011
Pangestu dan Menteri Perindustrian leading educators in Indonesia.
M.S. Hidayat
Signing of Trade and Investment 20 October 2010
Cooperation Agreement between
Indonesia Eximbank and Indonesian 5 October 2010
Textile Association (API) with
Indonesian Footware Association
(APRISINDO) witnessed by Minister
of Trade Mari Elka Pangestu and
Minister of Industry, MS Hidayat

Penandatanganan Perjanjian Kerja sama


antara Indonesia Eximbank dengan
3 October 2010 Penandatanganan MoU antara Industrial and Commercial Bank of China
Indonesia Eximbank dengan SACE (ICBC) disaksikan oleh Wakil Presiden RI
S.p.A Boediono dan Wakil Presiden RRC
Xi Jinping
Signing of the MoU between
Indonesia Eximbank and SACE SpA Signing Agreement between Indonesia
Eximbank and the Industrial and
Commercial Bank of China (ICBC)
witnessed by Vice President of RI,
Boediono and Vice President of RRC,
26 November 2010 Xi Jinping
Indonesia Eximbank Super Sunday
sebagai acara puncak
1st Anniversary Indonesia Eximbank 17 December 2010
di Taman Bunga TMII
Indonesia Eximbank Super Sunday
as a top event on 1st Anniversary
Indonesia Eximbank at Taman Bunga
TMII
Seminar Indonesia Eximbank di
Makassar dengan Tema Peran
Strategis Indonesia Eximbank
21 October 2010 dalam Mendorong Pertumbuhan
Ekspor Nasional Indonesia Eximbank Investor Meeting
Indonesia Eximbank held a seminar di Singapore dalam rangka Updating
in Makassar with the theme of Kinerja dan Sosialisasi Penambahan
Indonesia Eximbank Strategic Role in Modal Negara (PMN)
Promoting National Export Growth Indonesia Eximbank Investor Meeting
in Singapore in order to Update the
Performance and Socialization of the
State Capital Participation (PMN)
Penandatanganan MoU antara
Indonesia Eximbank dengan
PT Bank Mizuho Indonesia 9 December 2010
Signing of MoU between Indonesia Indonesia Eximbank menerima
Eximbank and PT Bank Mizuho penghargaan dari Bank Indonesia
Indonesia sebagai Pelapor LLD Terbaik Tahun 2010
Kategori Perusahaan Pembiayaan
Indonesia Eximbank awarded by The
Central Bank of Republic of
Indonesia in the LLD Reporting Year
2010, Best Finance Company Category

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


20
Laporan Dewan Direktur
Report from the Board of Directors

I Made Gde Erata


Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif
Chairman and Concurrently as Executive Director (CEO)

Tahun 2010 tercatat sebagai titik awal perjalanan transformasi


Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia
Eximbank. Pada periode ini, seluruh jajaran Manajemen dan
Pegawai Indonesia Eximbank senantiasa melakukan konsolidasi
guna memperkuat landasan untuk mencapai visi dan misi
lembaga.
The year 2010 was a starting point of the transformation journey of Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) or Indonesia Eximbank. During this
period, the management and employees of Indonesia Eximbank at all
levels of the organization continues to consolidate in order to strengthen the
foundation for achieving the vision and mission of the institution.

Seluruh stakeholders yang terhormat, Dear Stakeholders,


Tahun 2010 tercatat sebagai titik awal perjalanan 2010 was considered as a starting point of Lembaga
transformasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) or Indonesia
(LPEI) atau Indonesia Eximbank. Pada periode ini, Eximbank transformation journey. During this period, the
seluruh jajaran Manajemen dan pegawai Indonesia management and employees of Indonesia Eximbank
Eximbank senantiasa melakukan konsolidasi guna at all levels of the organization continues to consolidate
memperkuat landasan untuk mencapai visi dan misi in order to strengthen the organization’s foundation
lembaga. Dengan dilengkapi karakter dan perangkat to achieve its vision and mission. Equipped with a
dengan kapasitas yang lebih dibandingkan dengan unique character and means with more capacity than

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Report from the Board of Directors 21

lembaga keuangan lainnya termasuk bank, Indonesia other financial institutions including banks, Indonesia
Eximbank yang menjadi tumpuan Pemerintah dalam Eximbank, which is relied on by the Government to
mendukung kegiatan pembiayaan ekspor nasional support national export financing activities, continues
terus melaksanakan amanat Undang-Undang untuk with its mandated function under the Act in support of
mendukung ekspor Indonesia, terutama di tengah Indonesia’s exports, especially in the middle of global
momentum pemulihan ekonomi global. Karakter dan economic recovery momentum. The special character
perangkat khusus tersebut diharapkan dapat memiliki and special supporting means are expected to provide
kelenturan dan kemampuan untuk menyikapi secara flexibility and the ability to respond positively to the
positif keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi limitations faced by exporters to obtain access to
oleh para pelaku ekspor dalam memperoleh akses financing while upholding the principle of prudence
pembiayaan namun tetap memegang prinsip kehati- and good corporate governance. By holding on to
hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan these characteristics and through the hard work of all
memegang karakteristik tersebut dan kerja keras members of management and employees, Indonesia
bersama seluruh jajaran Manajemen dan pegawai, Eximbank has achieved success in its first full year of
Indonesia Eximbank telah membuahkan keberhasilan operations as reflected in the significantly improved
di tahun pertamanya ini yang tercermin dari kinerja financial performance.
keuangan yang meningkat signifikan.

TONGGAK AWAL PERJALANAN TRANSFORMASI FIRST TRANSFORMATION MILESTONE


Indonesia Eximbank pada Tahun 2010 memiliki kinerja In 2010, Indonesia Eximbank achieved positive
yang positif ditandai oleh membaiknya fundamental performance as marked by improved fundamentals
lembaga. Pada 31 Desember 2010, Indonesia Eximbank of the institution. On 31 December 2010, Indonesia
berhasil membukukan aktiva sebesar Rp20,64 triliun, Eximbank successfully booked assets of Rp20.64 trillion,
meningkat sebesar Rp7,67 triliun dari Rp12,97 triliun an increase of Rp7.67 trillion from Rp12.97 trillion in the
pada tahun sebelumnya. Pembiayaan meningkat previous year. Loans increased by Rp6.46 trillion from the
sebesar Rp6,46 triliun dari Tahun 2009 menjadi sebesar level in 2009 to Rp15.74 trillion in 2010. Funding increased
Rp15,74 triliun di Tahun 2010. Sumber pendanaan by 70% to Rp13.81 trillion due to increased borrowings
meningkat sebesar 70% menjadi Rp13,81 triliun seiring and securities issued. Shareholders’ equity at the end of
dengan meningkatnya pinjaman yang diterima the period was Rp2.15 trillion, an increase of
dan surat berharga yang diterbitkan. Posisi ekuitas Rp2.15 trillion, compared with the position at
pada periode yang sama tercatat sebesar Rp6,50 31 December 2009 of Rp4.36 trillion. The increase
triliun, meningkat sebesar Rp2,15 triliun dibandingkan in equity was driven by additional State Capital
dengan posisi 31 Desember 2009 sebesar Rp4,36 Investment (PMN) of Rp2 trillion on 22 December 2010
triliun. Peningkatan ekuitas terutama karena adanya as a form of support from the Government of Indonesia
tambahan Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar to Indonesia Eximbank. Net Profit also increased to
Rp2 triliun pada tanggal 22 Desember 2010 sebagai reach Rp195.65 billion for the financial year. Indonesia
bentuk dukungan Pemerintah terhadap Indonesia Eximbank fundamental improvement have lead
Eximbank. Peningkatan juga terjadi pada laba bersih to improvement in the financial ratios. Indonesia
yang mencapai Rp195,65 miliar pada tahun laporan. Eximbank capital is stronger as depicted by Capital
Membaiknya fundamental Indonesia Eximbank juga Adequacy Ratio (CAR) of 39.89%, significantly higher
diikuti dengan rasio-rasio keuangan perusahaan yang than the minimum capital adequacy requirement of
baik. Rasio permodalan Indonesia Eximbank semakin 8%. Profitability has also improved with ROE (Return On
kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar Equity) of 4.24% and ROA (Return On Asset) of 1.55%.
39,89%, lebih tinggi dari kecukupan modal yang However, the NPL (non performing loans) ratio was
disyaratkan yaitu sebesar 8%. Rentabilitas juga semakin recorded at 5.88%.
membaik dengan ROE (Return On Equity) sebesar 4,24%
dan ROA (Return On Asset) sebesar 1,55%. Namun
demikian, rasio NPL (Non Performing Loan) tercatat
sebesar 5,88%.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


22 Laporan Dewan Direktur

Pencapaian tersebut juga dilengkapi dengan The achievement is also followed by fundamental
transformasi berbagai aspek fundamental yang akan transformation of various aspects that will influence
mempengaruhi kesinambungan Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank sustainability in the long term.
dalam jangka panjang. Dari sisi infrastruktur hukum, In terms of legal infrastructure, the implementation
peraturan pelaksanaan UU Nomor 2/2009 dituangkan of Act No.2 of 2009 is set forth in the Regulation of
dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan, the Minister of Finance, the Decision of Minister of
Keputusan Menteri Keuangan, Peraturan Dewan Finance, Regulation of the Board of Directors, the
Direktur, Keputusan Dewan Direktur sampai dengan Decision of the Board Directors up to the Decision of
Peraturan Direktur Eksekutif yang berisikan ketentuan- the Executive Director on the subject of Indonesia
ketentuan mengenai berbagai aktivitas di Indonesia Eximbank activities. While organizational development
Eximbank. Sementara pengembangan organisasi is tailored to the scope of the institution’s activities,
disesuaikan dengan ruang lingkup kegiatan lembaga, namely financing, guarantee, insurance and various
yaitu pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan activities that follow current business development with
berbagai aktivitas dengan mengikuti perkembangan the sole aim of achieving the institution’s objective
bisnis saat ini agar tujuan lembaga dapat tercapai with more effective and efficient system. In terms of
dengan sistem yang semakin efektif dan efisien. Dari Human Resources (HR), qualified human resources is
sisi Sumber Daya Manusia (SDM), pemenuhan SDM key to Indonesia Eximbank’s success in performing its
dengan kompetensi yang mumpuni merupakan kunci role. Hence, Indonesia Eximbank will continue to recruit
keberhasilan Indonesia Eximbank dalam melakukan qualified employees while adhering to the principle
perannya. Untuk itu, Indonesia Eximbank akan terus of developing a slim and agile organization. Human
merekrut tenaga kerja yang kompeten dengan tetap resources fundamental aspect lies in the philosophy of
mengacu kepada prinsip bahwa organisasi yang ingin ‘TRUST’ as the culture or values of Indonesian Eximbank,
dikembangkan adalah organisasi yang slim dan agile. namely 1) Teamwork, effective work attitudes and
Aspek fundamental SDM memegang falsafah ‘TRUST’ cooperation with fellow employees in achieving goals,
sebagai nilai-nilai budaya Indonesia Eximbank, yaitu 1) 2) Reliable, has a positive attitude toward his profession
Teamwork, memiliki sikap kerja efektif dan kooperatif and capable of doing the task in accordance with
dengan orang lain dalam mencapai tujuan, 2) Reliable, the established standards, 3) Unique, supports the
memiliki sikap positif terhadap profesinya dan mampu achievement of maximum institution performance in
mengerjakan tugas sesuai dengan standar yang accordance with its mission, 4) Service Excellence, to
telah ditetapkan, 3) Unique, mendukung pencapaian provide maximum services and solutions to internal
kinerja lembaga secara optimal sesuai dengan and external customers, and 5) Trustworthy, acting
misi lembaga, 4) Service Excellence, memberikan based on the code of ethics and shows consistent
pelayanan dan solusi yang optimal kepada internal behavior in its commitment. Meanwhile, as the business
dan eksternal pelanggan, dan 5) Trustworthy, bertindak become increasingly complex, Indonesia Eximbank
berdasarkan kode etik lembaga dan menunjukan needs to take improvement, monitoring and risk
sikap konsisten dalam menjalankan komitmen management actions to allow Indonesia Eximbank
terhadap fungsi pekerjaannya. Sementara itu, dengan grow its role in supporting national export. As a newly
semakin kompleksnya bisnis, Indonesia Eximbank established institution, Indonesia Eximbank strives to
perlu melakukan langkah-langkah peningkatan, obtain support through intensive socialization process
pemantauan, dan pengelolaan risiko sehingga pada to all stakeholders, both domestically and overseas. It is
gilirannya pelaksanaan peran Indonesia Eximbank expected that such activity will enable the institution to
dapat berkontribusi untuk mendukung kinerja ekspor establish strong support for the existence of Indonesia
nasional. Sebagai lembaga yang masih terhitung baru, Eximbank and to realize the institution’s vision and
Indonesia Eximbank berupaya memperoleh dukungan mission statement.
atas keberadaannya dengan melakukan proses
sosialisasi yang intensif ke seluruh stakeholders, baik di
dalam negeri maupun di luar negeri. Diharapkan, hal ini
akan menciptakan dukungan kuat bagi keberadaan
serta upaya Indonesia Eximbank untuk mewujudkan visi
dan misinya.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Report from the Board of Directors 23

KONDISI EKONOMI DAN PERBANKAN 2010 2010 ECONOMY AND BANKING ENVIRONMENT
Kinerja Indonesia Eximbank tidak terlepas dari kondisi Indonesia Eximbank performance can not
makro ekonomi global dan domestik di tahun 2010. be separated from developments in global
Sepanjang 2010 ekonomi dunia dan domestik diwarnai macroeconomic and domestic economy in 2010.
oleh tren pemulihan ekonomi pasca resesi yang terjadi Throughout 2010, the world and domestic economy
di 2009. were characterized by post 2009 economy recession
recovery.

Ekonomi dunia terus ekspansi ditopang oleh solidnya The world economy continued to expand supported
ekonomi di kawasan negara berkembang terutama by strong economies of the developing countries, most
Cina dan India yang merupakan negara tujuan utama notably China and India which are two main export
ekspor Indonesia. Kebijakan moneter yang akomodatif destination for Indonesian exporters. Accommodative
dan dukungan dari kebijakan stimulus fiskal di masing- monetary policy and fiscal stimulus policy in each
masing negara mendorong peningkatan aktivitas country have encouraged increased economic
ekonomi tersebut. Sejalan dengan recovery ekonomi activity. In line with the global economic recovery,
global, permintaan barang dan jasa juga mengalami demand for goods and services have also experienced
pertumbuhan yang signifikan, termasuk Indonesia. significant growth, including Indonesia. World inflation
Tekanan inflasi dunia meningkat akibat naiknya pressures have increased driven by increased domestic
aktivitas ekonomi domestik dan tren kenaikan harga economic activities and increasing trend of global
komoditas pangan dan energi global. Sebagai respon food commodities and energy prices. In response
tren kenaikan laju inflasi, otoritas moneter terutama to increasing trend of inflation, monetary authorities,
di emerging Asia melakukan normalisasi kebijakan especially in emerging Asia have implemented
moneternya terutama di penghujung tahun 2010. normalization of monetary policies especially toward
Namun demikian, pemulihan ekonomi global juga end of 2010. However, the global economic recovery
diwarnai oleh krisis fiskal yang melanda negara-negara was also marred by fiscal crises that hit several
Eropa (PIIGS-Portugal, Ireland, Italy, Greek, Spain) yang European countries (PIIGS-Portugal, Ireland, Italy, Greek,
sempat menimbulkan tekanan pada pasar keuangan Spain) which could lead to increased pressure on global
global pada paruh pertama 2010. financial markets in the first half of 2010.

Sementara itu, perekonomian Indonesia di tahun 2010 Meanwhile, the Indonesian economy remained
tetap solid didorong oleh meningkatnya konsumsi dan solid in 2010 driven by increased consumption and
kinerja investasi yang semakin baik. Inflasi Indonesia improved investment performance. Inflation is relatively
sepanjang tahun 2010 cukup stabil walaupun harus stable throughout 2010 despite increased pressure
menghadapi tekanan pada Desember 2010 dan in December 2010 and exceeded the Central Bank
melampaui target Bank Sentral (5±1% yoy) sebagai target (5±1% yoy) as driven by increased prices of
imbas kenaikan harga dari kelompok volatile foods, volatile foods, especially rice and chili, due to weather
terutama beras dan cabai, akibat pengaruh anomali anomalies. After reducing the benchmark interest rate
cuaca. Setelah memangkas suku bunga kebijakan by 275bps in 2009, Bank Indonesia maintained its interest
sebesar 275 bps di tahun 2009, Bank Indonesia rate at 6.5% throughout 2010 in order to maintain the
menahan suku bunga kebijakan di level 6,5% yoy economic growth momentum amid controlled inflation.
di 2010 guna menjaga momentum pertumbuhan On the fiscal side, the Government launched a stimulus
ekonomi di tengah laju inflasi yang masih terkendali. package to maintain economic growth. The conducive
Sementara dari sisi fiskal, Pemerintah tetap meluncurkan macroeconomic of Indonesia is also characterized
paket stimulus untuk tetap mendorong pertumbuhan by relatively stable Rupiah exchange rates. The world
ekonomi. Kondusifnya makro ekonomi Indonesia juga economic recovery and solid domestic economy are
ditandai dengan relatif stabilnya pergerakan nilai expected to continue in 2011 despite uncertainty of
tukar Rupiah. Pemulihan ekonomi dunia dan solidnya weakening industrial performance and employment
ekonomi domestik diperkirakan tetap berlanjut di tahun conditions in developed countries by end of 2010.
2011 meskipun diliputi ketidakpastian akibat mulai
melemahnya kinerja industri dan masih buruknya kondisi
ketenagakerjaan di negara-negara maju pada akhir
2010.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


24 Laporan Dewan Direktur

Selama tahun 2010, kinerja perbankan Indonesia During 2010, Indonesian banking sector as the dominant
sebagai industri yang mendominasi sektor keuangan element of the domestic financial sector has shown
domestik menunjukkan kinerja yang positif. Penyerapan positive performance. Third party funds (TPF) as well
dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran kredit as lending have improved significantly in 2010 when
di tahun 2010 mengalami perbaikan dibandingkan compared to the previous year. Third party funds
tahun sebelumnya. DPK tumbuh 15% yoy sementara grew by 15% yoy while lending grew by 22.1% yoy.
penyaluran kredit tumbuh 22,1% yoy. Meningkatnya The increase in bank lending was mainly supported
penyaluran kredit perbankan terutama didukung oleh by declining loan interest rates. The growth of credit
suku bunga kredit yang bergerak turun. Pertumbuhan is higher than the growth of third party funds, which
kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan in turn increased the loan to deposit ratio (LDR) to
DPK pada gilirannya meningkatkan loan to deposit 75.5%. Increasing volume of world trade have also
ratio (LDR) menjadi 75,5%. Meningkatnya volume resulted in increased export credit that reached Rp65.3
perdagangan dunia juga berdampak pada kenaikan trillion. Meanwhile, banks’ liquidity risk appeared to
kredit ekspor perbankan yang mencapai Rp65,3 be moderate during 2010. In general, banks still have
triliun. Sementara itu, risiko likuiditas perbankan selama sufficient liquidity means to meet their obligations.
2010 terlihat moderat. Secara umum, perbankan
masih memiliki alat likuid yang cukup memadai untuk
memenuhi kewajibannya.

Meningkatnya volume perdagangan dunia, termasuk Increasing world trade volume, including Indonesia,
Indonesia, mendorong ekspor nasional tumbuh have encouraged national exports to grow significantly,
signifikan sehingga meningkatkan penjualan eksportir leading to increasing sales from domestic exporters
domestik termasuk para debitur Indonesia Eximbank. including clients of Indonesia Eximbank. Good progress
Perkembangan yang baik selama tahun 2010 ini during much of 2010 has encouraged existing borrowers
mendorong debitur ‘existing’ untuk meningkatkan to increase their financing as well as inviting new
pinjaman serta bertambahnya debitur baru selama borrowers. In the midst of this positive momentum,
periode laporan. Di tengah momentum yang Indonesia Eximbank strives to provide comprehensive
positif ini, Indonesia Eximbank terus berupaya untuk facilities/schemes/products to support the corporate
menyediakan fasilitas/skim/produk yang komprehensif sector and export-oriented SMEs. In addition,
untuk mendukung sektor korporasi maupun UKM yang Indonesia Eximbank has also provided options for debt
berorientasi ekspor. Selain itu, Indonesia Eximbank restructuring for borrowers with viable business prospects
juga menyediakan ataupun melakukan restrukturisasi and maximize recovery efforts with the use of collateral
atas fasilitas debitur yang memiliki prospek bisnis serta or other means of recovery for those borrowers that do
memaksimalkan upaya untuk melakukan recovery not have sufficient business prospect.
dengan memanfaatkan agunan atau sumber-sumber
pengembalian lain yang memungkinkan bagi debitur
yang diperkirakan sudah tidak memiliki prospek bisnis.

MELANGKAH KE DEPAN DENGAN PASTI CONFIDENT STEP FORWARD


Indonesia Eximbank tetap optimis dalam menjalankan Indonesia Eximbank remains optimistic in pursuing
perannya meski disadari akan menghadapi sejumlah its function despite a number of challenges. As an
tantangan. Sebagai lembaga yang diberi amanat institution with a mandate to support the Government
untuk menunjang kebijakan Pemerintah dalam rangka policy to encourage exports, Indonesia Eximbank strives
mendorong program ekspor nasional, Indonesia to continue to improve its performance by continuing to
Eximbank akan terus berupaya untuk meningkatkan consolidate the role and function of Indonesia Eximbank
kinerjanya dengan terus melakukan konsolidasi to operate optimally. Optimism is growing as Indonesia
agar peran dan fungsi Indonesia Eximbank dapat Eximbank has the required legal infrastructure, human
berjalan dengan optimal. Optimisme tersebut tumbuh resources, organization and a very strong balance
mengingat Indonesia Eximbank memiliki infrastruktur sheet whereby these elements form the foundation for
hukum, sumber daya manusia, organisasi, dan Indonesia Eximbank to operate and carry out its tasks in
neraca yang cukup solid dimana unsur-unsur tersebut order to achieve its vision and mission. Understandably,
merupakan landasan bagi Indonesia Eximbank dalam this is not as easy as it seems, considering that in

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Report from the Board of Directors 25

beroperasi dan melaksanakan tugas-tugasnya guna addition to internal factors, Indonesia Eximbank is also
mewujudkan visi dan misinya. Namun demikian, influenced by external factors. In 2011, the global
pencapaian tersebut tidak semudah membalikkan economic recovery have showed signs of uncertainties
telapak tangan mengingat selain faktor internal mainly in the developed countries. However, Indonesia
Indonesia Eximbank juga bergantung pada faktor Eximbank will continue to monitor the progress of the
eksternal. Di tahun 2011, pemulihan ekonomi global global economy, particularly in countries of traditional
mulai diliputi ketidakpastian terutama datang dari export destinations and will monitor the economic
negara-negara maju. Untuk itu, Indonesia Eximbank development of non-traditional export countries to
akan terus memonitor perkembangan ekonomi global diversify exports into new markets.
khususnya negara-negara tujuan ekspor tradisional dan
akan memantau perkembangan ekonomi negara-
negara non-tradisional yang memiliki prospek ekspor
sehingga diversifikasi ekspor ke pasar baru ke depan
dapat terus ditingkatkan.

Setelah memiliki rating untuk tingkat nasional, Indonesia After obtaining a rating at the national level, Indonesia
Eximbank berencana untuk memperoleh rating Eximbank plans to obtain an international rating in
internasional di tahun 2011. Sejak tahun 2010 telah 2011. Beginning in 2010, Indonesia Eximbank has
dilakukan serangkaian langkah termasuk dengan made a series of actions that include appointing two
menunjuk dua lembaga pemeringkat internasional credible and trustworthy international rating agencies
yang kredibel dan terpercaya untuk melakukan to conduct an international rating which will measure
rating internasional bagi Indonesia Eximbank. Rating the ability of Indonesia Eximbank, which will greatly
internasional akan mengukur kemampuan Indonesia affect its capability particularly in raising funding from
Eximbank, yang hasilnya terutama akan sangat the international markets as a means to diversify and
mempengaruhi kegiatan penggalangan dana di strengthen its capital structure in foreign currencies.
pasar internasional dalam rangka diversifikasi dan By having an international rating, Indonesia Eximbank
memperkuat struktur dana dalam valuta asing. Dengan expect that its financing, guarantee and insurance
memiliki rating internasional, pelaksanaan pembiayaan, services as its mandated duties and function would be
penjaminan, dan asuransi yang merupakan amanat more acceptable worldwide.
dan tugas Indonesia Eximbank diharapkan semakin
dapat diterima di kancah dunia.

Akhirnya atas nama Dewan Direktur, kami Finally, on behalf of the Board of Directors, we
menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang would like to extend our highest appreciation to the
setinggi-tingginya kepada Direktur Pelaksana dan Managing Directors and all employees for excellent
seluruh pegawai atas pencapaian yang baik achievement throughout 2010. We hope that the
sepanjang tahun 2010. Kami mengharapkan agar spirit, dedication and good cooperation can be
semangat, dedikasi dan kerja sama yang baik ini dapat further improved to cope with greater challenges in
terus ditingkatkan untuk mengatasi tantangan yang 2011. The same appreciation is also extended to all
lebih besar di tahun 2011. Hal yang sama juga layak stakeholders, counterparts, investors and debtors who
diberikan kepada seluruh stakeholders, counterpart, have contributed to the success of Indonesia Eximbank
investor dan debitur Indonesia Eximbank yang turut during 2010. Going forward, Indonesia Eximbank hopes
mendukung kinerja Indonesia Eximbank selama Tahun to realize our shared passion and dream.
2010. Semoga ke depan Indonesia Eximbank dapat
mewujudkan harapan dan cita-cita bersama.

I Made Gde Erata


Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif
Chairman and Concurrently as Executive Director (CEO)

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


26
Profil Dewan Direktur
Profile of the Board of Directors

I Made Gde Erata Hadiyanto


Ketua Anggota
Chairman Member

Warga Negara Indonesia. Menyelesaikan pendidikan Warga Negara Indonesia. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana dari Institut Ilmu Keuangan, pada tahun 1979, terakhir dari Harvard University Law School, USA tahun
S-2 Ekonomi dari Vanderbilt University, Amerika pada 1993.
tahun 1985 dan S-3 Ekonomi dari Vanderbilt University,
Amerika pada tahun 1987. Beberapa jabatan penting:
• Komisaris Utama PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)
Beberapa jabatan penting: (2008-2009)
• Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, • Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian
Kementerian Keuangan (2008-2010) Keuangan RI (2006-sekarang)
• Pgs. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan • Kepala Biro Hukum, Departemen Keuangan RI
Keuangan, Departemen Keuangan RI (2007-2008) (2005-2006)
• Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan • Alternate Executive Director World Bank, Washington
Negara (2003-2008) D.C. (2003-2005)
• Direktur Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Tidak • Kepala Biro Hukum dan Humas, Departemen
Langsung lainnya DJP, Departemen Keuangan RI Keuangan RI (1998-2003)
(2001)

Indonesia citizen. Graduated from Harvard Law School,


Indonesia citizen. Graduated from Institut Ilmu USA, in 1993.
Keuangan, in 1979, Master degree in Economics from
Vanderbilt University, USA in 1985 and Doctoral degree Previous positions included:
in Economics, USA in 1987. • Chairman of PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)
(2008-2009)
Previous positions included: • Director General of State Assets Management,
• Head of Education and Training in Finance, Ministry of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia
Finance of the Republic of Indonesia (2008-2010) (2006-present)
• Acting Head of Education and Training in Finance, • Head of Legal Bureau, Ministry of Finance of the
Ministry of Finance of the Republic of Indonesia (2007- Republic of Indonesia (2005-2006)
2008) • Alternate Executive Director of World Bank,
• Advisor to the Minister for State Revenue (2003-2008) Washington D.C. (2003-2005)
• Director of Value Added Tax (VAT) and other Non • Head of Legal Bureau and Public Relations, Ministry of
Direct Tax, DJP, Ministry of Finance of the Republic of Finance of the Republic of Indonesia (1998-2003)
Indonesia (2001)

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


27

Ngalim Sawega Hesti Indah Kresnarini


Anggota Anggota
Member Member

Warga Negara Indonesia. Menyelesaikan pendidikan Warga Negara Indonesia. Menyelesaikan pendidikan
terakhir Master of Science in Economic dari University terakhir Master of Public Management dari University
of Ilinois, USA, tahun 1992. of Carnegie Mellon Pittsburgh, USA tahun 2003.

Beberapa jabatan penting: Beberapa jabatan penting:


• Komisaris PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) • Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional,
(2008-2009) Kementerian Perdagangan RI (2009-sekarang)
• Sekretaris Badan Pengawas Pasar Modal dan • Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang
Lembaga Keuangan, Kementerian Keuangan RI Pengembangan Promosi Ekspor (2008-2009)
(2007-sekarang) • Kapus Dagang Kecil dan Menengah, Departemen
• Direktur Pembiayaan dan Penjaminan, Departemen Perdagangan RI (2007-2008)
Keuangan RI (2006-2007) • Sekretaris Badan Pengembangan Ekspor Nasional,
• Direktur Perbankan dan UJP, Departemen Keuangan Departemen Perdagangan RI (2005-2007).
RI (2005-2006)
• Koordinator Direktorat Perbankan dan UJP,
Departemen Keuangan RI (2004) Indonesia citizen. Graduated with a Master’s degree in
• Direktorat Perbankan dan UJP, Kepala Subdirektorat Public Management from Carnegie Mellon University,
Bank Umum, Departemen Keuangan RI (2000-2005). Pittsburgh, USA in 2003.

Previous positions included:


Indonesia citizen. Graduated with a Master of Science • Director General of National Export Development,
degree in Economics from the University of Illinois, USA, Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
in 1992. (2009-present)
• Expert Staff to the Minister of Trade for Export
Previous positions included: Promotion Development (2008-2009)
• Commissioner of PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) • Head of Micro and Medium Trade, Ministry of Trade of
(2008-2009) the Republic of Indonesia (2007-2008)
• Secretary of the Capital Market Supervisory Board- • Secretary of National Agency for Export
Financial Institution, Ministry of Finance of the Republic Development, Ministry of Trade of the Republic of
of Indonesia (2007-present) Indonesia (2005-2007)
• Director of Funding and Guarantee, Ministry of
Finance (2006-2007)
• Director of Banking and UJP, Ministry of Finance
(2005-2006)
• Coordinator for Directorate Banking and UJP, Ministry
of Finance (2004)
• Head of Sub Directorate of Public Bank, Ministry of
Finance (2000-2005)

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


28
Profil Direktur Pelaksana
Profile of Managing Directors

kiri ke kanan left to right: I Made Gde Erata, Arifin Indra, Dwi Wahyudi, Suharsono, Omar Baginda Pane, Basuki Setyadjid

Arifin Indra Dwi Wahyudi


Direktur Pelaksana Senior Direktur Pelaksana
Senior Managing Director Managing Director

Warga negara Indonesia. Menyelesaikan pendidikan Warga negara Indonesia. Menyelesaikan pendidikan
terakhir Doktoral di Universitas Gadjah Mada, terakhir Master of Business of Administration di
Yogyakarta tahun 2009. Oklahoma City University, USA tahun 1995.

Beberapa jabatan penting: Beberapa jabatan penting:


• Direktur Utama PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) • Kepala Divisi Korporasi 1 dan 2, PT Bank Ekspor
(2004-2009) Indonesia (Persero) (2008-2009)
• Direktur (merangkap Direktur Kepatuhan), PT Bank • Kepala Departemen Pemasaran dan Jasa,
Ekspor Indonesia (Persero) (1999-2004) PT BankEkspor Indonesia (Persero) (2001-2006)
• Wakil Kepala Divisi Urusan Internasional Kantor Pusat, • Officer Kredit Senior, Divisi Manajemen Risiko Kredit,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (1998) PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (1999-2001)
• Acting Deputi General Manager, cabang New York,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (1997)
Indonesia citizen. Graduated with an MBA degree from
Oklahoma City University, USA in 1995.
Indonesian citizen. Graduated with a Doctoral degree
from Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia in Previous positions included:
2009. • Vice President, Head of Corporate Banking 1 and 2
Division,
Previous positions included: PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), 2008-2009
• President Director of PT Bank Ekspor Indonesia • Assistant Vice President, Department Head of
(Persero) (2004-2009) Marketing and Services Division, PT Bank Ekspor
• Director (also as Compliance Director), PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (2001-2006)
Indonesia (Persero) (1999-2004) • Senior Credit Officer in Credit Risk Management
• Deputy Head of International Division, Head Office, Divisions, PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (1998) (1999-2001)
• Acting Deputy General Manager, New York Branch,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (1997)

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


29

Suharsono Basuki Setyadjid Omar Baginda Pane


Direktur Pelaksana Direktur Pelaksana Direktur Pelaksana
Managing Director Managing Director Managing Director

Warga negara Indonesia. Warga negara Indonesia. Warga negara Indonesia.


Menyelesaikan pendidikan Menyelesaikan pendidikan terakhir Menyelesaikan pendidikan terakhir
terakhir Magister Management di Magister Keuangan di Saint Louis di Bidang Akuntansi di Universitas
Universitas Indonesia, Indonesia, University, USA, tahun 1991. Indonesia, tahun 1987.
tahun 2000.
Beberapa jabatan penting: Beberapa jabatan penting:
Beberapa jabatan penting: • Kepala Divisi Bisnis Internasional, • Kepala Divisi Internal Audit,
• Direktur Bidang Claim dan SDM, PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Ekspor Indonesia
PT Askrindo (Persero) (2007-2009) (Persero) Tbk. tahun 2009 (Persero) (2006-2009)
• Direktur Bidang Pemasaran & • Kepala Divisi Treasury, PT Bank • Kepala Divisi Operation dan
Pertanggungan, PT Askrindo Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Akunting, PT Bank Ekspor
(Persero) (2002-2007) (2008-2009) Indonesia (Persero) (2004-2005)
• Kepala Divisi Asuransi Kredit, • Pj. Kepala Divisi Treasury, PT Bank • Kepala Divisi Operation, PT Bank
PT Askrindo (Persero) (2000-2002) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Ekspor Indonesia (Persero)
• Kepala Divisi Pertanggungan, (2006-2008) (2001-2004)
PT Askrindo (Persero) (1996-2000) • Kepala Divisi Operation dan IT,
PT Bank Ekspor Indonesia
Indonesia citizen. Graduated with (Persero) (1999-2001)
Indonesia citizen. Graduated with an MBA degree from Saint Louis
a Magister Management degree University, Missouri, USA in 1991.
from University of Indonesia in 2000. Indonesia citizen. Graduated
Previous positions included: in Economics (S-1) majoring
Previous positions included: • Head of International Business in Accountancy, Faculty of
• Director of Claim and Human Division, PT Bank Rakyat Economics, University of Indonesia,
Resources, PT Askrindo (Persero) Indonesia (Persero) Tbk., 2009 in 1987.
(2007-2009) • Head of Treasury Division, PT Bank
• Director of Marketing and Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Previous positions included:
Guarantee, PT Askrindo (Persero) (2008-2009) • Senior Vice President , Head of
(2002-2007) • Acting Head of Treasury Division, Internal Audit Division, PT Bank
• Head of Credit Insurance PT Bank Rakyat Indonesia Ekspor Indonesia (Persero)
Division, PT Askrindo (Persero) (Persero) Tbk. (2006-2008) (2006-2009)
(2000-2002) • Vice President, Head of
• Head of Guarantee Division, Operation and Accounting
PT Askrindo (Persero) (1996-2000) Division, PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero) (2004-2005)
• Vice President, Head of
Operation Division, PT Bank
Ekspor Indonesia (Persero)
(2001-2004)
• Vice President, Head of
Operation and IT Division,
PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero) (1999-2001)

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


30

Laporan
Manajemen
Management Report

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


31

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


32
Menggerakkan Ekonomi dengan Dukungan
Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi
Supporting Economic Development Through Financing, Guarantee and
Insurance Services

Di tengah geliat dinamika sektor ekspor yang tumbuh mengikuti


pemulihan ekonomi global, pembiayaan ekspor yang
disalurkan meningkat pesat dari Rp9,28 triliun pada akhir tahun
2009 menjadi Rp15,74 triliun pada akhir tahun 2010. Secara
persentase hal tersebut berarti peningkatan sebesar hampir
70%, jauh di atas angka pertumbuhan kredit perbankan.
Amid the dynamics of the export sector, which grew following the global
economic recovery, disbursement of export financing has increased from
Rp9.28 trillion by end of 2009 to Rp15.74 trillion at the end of 2010. In terms
of percentage, it represents an increase of almost 70%, well above the rate
of credit growth of the banking industry.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 33

Kondisi perekonomian global di tahun 2010, walaupun Global economic conditions during 2010, while falling
tidak sebagaimana yang diharapkan, pada short of prior expectations, nevertheless continued in
umumnya terus menunjukkan proses pemulihan dari general to recover from the financial crisis of 2008/2009.
krisis keuangan tahun 2008/2009. Pendorong utama The main driver of this recovery process are countries
dari pemulihan tersebut tentunya adalah negara- in the Asian region, particularly China, India and
negara Asia, khususnya Cina, India dan Indonesia, Indonesia, which showed positive growth even in
yang, bahkan pada saat krisis, terus mencatatkan times of crisis. Other Asian countries, which recorded
pertumbuhan positif. Di luar ketiga negara tersebut, a recession in 2008/2009, have also showed signs of
negara-negara Asia lain yang pada 2008/2009 regaining economic recovery momentum. Singapore,
mencatatkan resesi, kembali meraih momentum Malaysia, Thailand, Korea, Taiwan and several other
pertumbuhan ekonominya. Singapura, Malaysia, countries have recorded unprecedented growth rate.
Thailand, Korea, Taiwan, dan beberapa negara lain
bahkan mencatatkan tingkat pertumbuhan yang tidak
pernah dicapai sebelumnya.

Kontras dengan situasi optimis di Asia, perekonomian In contrast with optimistic condition in Asia, most of
Eropa masih tertatih-tatih untuk berupaya keluar Europe’s fledgling economies are still attempting to
dari jeratan resesi. Permasalahan defisit neraca dan get out of prolonged recession. Problems with deficit
tingginya rasio hutang Pemerintah, tampaknya masih balance sheet and high government debt ratio, are
akan menjadi permasalahan yang menggantung likely to remain as the key issues for several European
di beberapa negara di kawasan Uni Eropa. Negara- Union countries. Countries such as Portugal, Ireland,
negara seperti Portugal, Irlandia, Italia, Greek dan Italy, Greek and Spanish (PIIGS) have been or are in
Spanyol (PIIGS) bahkan telah ataupun sedang the process of obtaining bailout from the International
berproses untuk mendapatkan dana talangan dari Monetary Fund (IMF).
International Monetary Fund (IMF).

Amerika Serikat, titik awal dari krisis keuangan The United States of America, where the 2008/2009
2008/2009, terus berupaya keras untuk memulihkan financial crisis all began, continues to improve its
dirinya. Walaupun kadang diselingi sinyal-sinyal negatif, economy. Although at times interspersed with negative
pada umumnya Amerika Serikat telah melewati masa signals, in general the United States has gone through
resesi dan sedang berada dalam tahap pemulihan. the recession and is in the recovery phase.

Pada saat yang bersamaan, terjadi peningkatan At the same time, there is significant increase of energy
yang signifikan dari harga energi dan komoditas and food commodities prices. The huge demand
pangan. Besarnya permintaan yang diakibatkan oleh was driven by the long winter season and the huge
panjangnya musim dingin serta besarnya kebutuhan consumption of the two giants (China and India) to
dua raksasa (Cina dan India) untuk mempertahankan maintain its growth rate, which combined hoisted the
tingkat pertumbuhannya, mengerek harga minyak bumi oil price beyond psychological figure of USD100/barrel.
sampai ke angka psikologis mendekati USD100/barrel. Likewise, the price of food commodities were driven by
Demikian juga dengan harga komoditas pangan. crop failures, followed by export restrictions by countries
Kegagalan panen, yang diikuti dengan pembatasan of the world’s major food producers, poses a threat
ekspor oleh negara-negara produsen pangan utama never seen to have happened before.
dunia, menimbulkan ancaman kenaikan pangan yang
belum pernah terjadi sebelumnya.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


34 Laporan Manajemen

Keseluruhan kondisi tersebut menghadirkan peluang The overall condition present opportunities and
sekaligus ancaman bagi perekonomian Indonesia. threats for the Indonesian economy. The ever strong
Tetap kuatnya permintaan dari Cina dan India, demand from China and India, increases in commodity
peningkatan harga-harga komoditas (khususnya prices (especially energy), economic recovery in
energi), pulihnya ekonomi negara-negara Asia yang Asian countries previously affected by the crisis, the
sebelumnya terimbas dampak krisis, pemulihan yang recovery that occurred in the United States of America
terjadi di Amerikan Serikat (negara-negara yang (Indonesia’s main export market), provide new energy
notabene adalah pasar utama ekspor Indonesia), for economic growth in Indonesia, particularly through
memberikan suntikan tenaga baru bagi pertumbuhan increased exports. In 2010 the carrying value of exports
ekonomi Indonesia, khususnya melalui peningkatan reached USD12,511 million, an increased of 24.80%
nilai ekspor. Tahun 2010 tercatat nilai ekspor compared with 2009 figure.
mencapai USD12,511 juta. Meningkat sebesar 24,80%
dibandingkan dengan tahun 2009.

Komponen pertumbuhan lain yang juga terimbas Another factor that was also affected by the global
kondisi global tersebut adalah komponen investasi. condition was the investment component. Rapid
Tahun 2010 mencatatkan derasnya arus investasi yang investment flows to countries which still yielded positive
mengalir ke negara-negara yang masih mencatatkan economic growth, including Indonesia, was recorded
pertumbuhan ekonomi positif, termasuk Indonesia. for much of 2010. Indeed, the bulk of these funds are still
Memang bagian terbesar dari arus dana tersebut targeting investment portfolio, however there are others
masih menyasar investasi portofolio, namun sebagian flowing into the real sector categorized as Foreign
lainnya mengalir ke sektor riil yang dapat dikategorikan Direct Investment. Supported by strong consumption as
sebagai Foreign Direct Investment. Ditambah dengan its major foundation of growth, Indonesia’s economy
dukungan konsumsi yang memang merupakan pondasi recorded a growth of 6.1% in 2010.
utama pertumbuhan, ekonomi Indonesia mencatatkan
pertumbuhan sebesar 6,1% pada tahun 2010 ini.

Kontribusi terhadap tingkat pertumbuhan tersebut The growth rate was also contributed by the expansion
juga disumbangkan oleh ekspansi di sektor perbankan. in the banking sector. 2010 recorded a relatively high
Pada tahun 2010 tercatat penyaluran kredit tumbuh lending growth of 22.1% yoy, mainly driven by lower
relatif tinggi yaitu 22,1% yoy, terutama dipicu oleh mortgage interest rates in line with stable SBI interest
suku bunga kredit yang bergerak turun seiring dengan rate of 6.5% throughout the year. Credit expansion is
dipertahankannya tingkat bunga SBI sebesar 6,5% also supported by the issuance of a variety of policies
sepanjang tahun. Ekspansi kredit tersebut juga didukung that are intended to encourage banks to extend credit
oleh diterbitkannya berbagai instrumen kebijakan more aggressively.
lain yang dimaksudkan untuk mendorong perbankan
menyalurkan kredit secara lebih agresif.

PROFIL PEMBIAYAAN EKSPOR EXPORT FINANCING PROFILE


Indonesia Eximbank turut berbagi optimisme tersebut. Indonesia Eximbank also shares this optimism. Amid the
Di tengah geliat dinamika sektor ekspor yang tumbuh dynamics of the export sector which grew following the
mengikuti pemulihan ekonomi global, pembiayaan global economic recovery, export financing increased
ekspor yang disalurkan meningkat pesat dari Rp9,28 from Rp9.28 trillion at the end of 2009 to Rp15.74 trillion
triliun pada akhir tahun 2009 menjadi Rp15,74 triliun by the end of 2010. In percentage terms it means an
pada akhir tahun 2010. Secara persentase hal tersebut increase of almost 70%, well above banks credit growth
berarti peningkatan sebesar hampir 70%, jauh di atas rate.
angka pertumbuhan kredit perbankan.

Seberapa besar kontribusi Indonesia Eximbank The significance of Indonesia Eximbank’s contribution
terhadap ekonomi tentunya tidak dapat diukur sekedar to the overall economy certainly can not be measured
dengan melihat seberapa besar pembiayaan yang simply by looking at how much funding had been
telah disalurkan. Sebagai lembaga yang mengemban disbursed. As institutions that carry out special missions,

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 35

misi khusus, yang dapat dipandang sebagai salah satu which can be viewed as one of the Government’s
instrumen politik ekonomi Pemerintah, kontribusinya economic policy instrument, its contribution should
harus jauh lebih bermakna dari sekedar jumlah. be far more meaningful than just in numbers. In fact,
Faktanya, UU Nomor 2/2009 memang mengamanatkan Act No.2 Year 2009 does mandated several things to
beberapa hal kepada Indonesia Eximbank. Salah Indonesia Eximbank. One of them is to prioritize small
satunya adalah amanat untuk menjadikan Usaha and medium enterprise in the distribution of financing.
Kecil Menengah sebagai salah satu prioritas dalam
penyaluran pembiayaan.

Terkait dengan amanat untuk memprioritaskan UKM Related to the mandate to prioritize SMEs, serious
ini maka upaya-upaya untuk mengembangkan efforts have been taken to develop the capacity to
kapasitas penyaluran pembiayaan kepada UKM telah distribute financing to SMEs, such as: the establishment
dilakukan dengan serius, antara lain: pembentukan of SME Division, empowerment of regional offices,
Divisi Pembiayaan UKM, pemberdayaan kantor-kantor increasing cooperation with other SME stakeholders,
di wilayah, peningkatan kerja sama dengan pemangku and other initiatives. These efforts, in late 2010, resulted
kepentingan UKM lainnya, dan inisiatif-inisiatif lainnya. in the achievement of SME financing amounting to
Upaya-upaya tersebut, pada akhir 2010, menghasilkan Rp637 billion, or 4.05% of total financing, which was
pencapaian pembiayaan kepada UKM sebesar Rp637 contributed by SME Financing Division at 2.967% and the
miliar atau mencapai 4,05% dari total pembiayaan other finance units of 1.083%.
yang dikelola oleh Divisi Pembiayaan UKM sebesar
2,967% serta unit pembiayaan lainnya sebesar 1,083%.

Total Saldo • Total Balance


%
Segmentasi Rp Juta • Rp Million Segmentation
Korporat 15,100,024 95.95 Corporate
UKM 636,800 4.05 SME
Jumlah 15,736,824 100 Total

Selain prioritas untuk menyalurkan pembiayaan Other than the priority to channel financing to SMEs, as
kepada UKM, yang notabene diamanatkan oleh mandated by the Act, the disbursement of financing
UU tentang LPEI, pembiayaan yang disalurkan juga must also be directed to be in line and in alignment
diarahkan untuk dapat seiring dan selaras dengan with other Government programs. One Government
program-program Pemerintah lainnya. Salah satu di program used as a reference is the 10 – 10 – 3, which
antara program Pemerintah yang dijadikan acuan gives priority to export on 10 Priority Products, 10
adalah program 10 – 10 – 3, yang memberikan prioritas Potential Products and 3 Service Sectors. This year,
ekspor pada 10 Produk Unggulan, 10 Produk Potensial efforts to develop a portfolio that illustrates the
dan 3 Sektor Jasa. Pada tahun ini, upaya untuk Government’s priorities began to be implemented. In
mengembangkan portofolio yang menggambarkan addition to maintaining existing portfolio, new financing
prioritas Pemerintah tersebut mulai dilaksanakan. has begun to be distributed to the above mentioned
Dengan tetap mempertahankan portofolio yang telah prioritized industries.
ada, penyaluran pembiayaan mulai dilakukan dengan
mengutamakan aktivitas pemasaran ke industri produk-
produk yang diprioritaskan tersebut.

Walaupun portofolio tahun 2010 belum menunjukkan Although the 2010 portfolio have not yet shown the
komposisi yang sesuai dengan program 10 – 10 – 3 10 – 10 – 3 composition as mentioned above, some
tersebut di atas, namun beberapa produk yang of the products listed have appeared and recorded
tercantum didalamnya telah muncul dan mencatatkan a substantial portion of the industrial sector portfolio
porsi yang cukup besar dalam portofolio sektor industri in 2010. The palm oil industry, for example, recorded
di tahun 2010. Industri minyak kelapa sawit, misalnya, a 9.36% portion of the total portfolio. Other favourite
mencatatkan porsi sebesar 9,36% dari total portofolio. product that has registered sizable portion in Indonesia

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


36 Laporan Manajemen

Produk unggulan yang juga mencatatkan porsi Eximbank financing portfolio is textiles, which recorded
cukup besar dalam portofolio pembiayaan Indonesia 7.28% of the total portfolio. Other products such as
Eximbank adalah tekstil, yang tercatat sebesar 7,28% rubber, food, fish processing, construction also appear in
dari total portofolio. Produk-produk lainnya seperti karet, the portfolio, although not in large quantities.
makanan, pengolahan ikan, konstruksi juga memiliki
bagian di dalam portofolio, walaupun dalam jumlah
yang belum besar.

Total Saldo • Total Balance


%
Sektor Industri Rp Juta • Rp Million Industry

Industri Minyak Kelapa Sawit Mentah 1,472,628.41 9.36 Crude Palm Oil Industry
Pengangkutan Umum-Laut 1,237,170.23 7.86 General Transportation-Sea
Industri Textil 1,145,754.54 7.28 Textile Industry
Jasa Dunia Usaha-Lainnya 990,889.40 6.30 Business Services-Other
Tanaman Perkebunan-Kelapa sawit 961,874.43 6.11 Plantation crops-Coconut palm
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi 901,786.17 5.73 Mining Oil and Gas
Industri Peralatan dengan Komp. LN-Ind. 862,995.68 5.48 Industrial Equipment-Maritime Industry
Maritim
Industri Crumb Rubber 834,343.94 5.30 Crumb Rubber Industry
Pertambangan Batubara 637,760.54 4.05 Coal Mining
Tanaman Perkebunan-Kopi 539,128.86 3.43 Plantations-Coffee
Industri Perabot 538,306.27 3.42 Furniture Industry
Industri Makanan Lainnya 522,947.93 3.32 Other Food Industry
Industri Pembuatan Komponen- 475,902.22 3.02 Manufacturing Industry-
Ind. Otomotif Automotive Industry
Jasa Dunia Usaha Lainnya-Leasing 416,464.13 2.65 Other Business Services-Leasing
Industri bahan kertas (pulp) 341,978.13 2.17 Paper Industry (pulp)
Perdagangan Ekspor Barang 1/2 jadi-Kopi 324,027.73 2.06 Trade Exports of half finished Goods-Coffee
Bubuk Powder
Industri Hasil Kimia Lain & Pengolahan Bahan 320,379.51 2.04 Other Chemical Product Industry & Chemical
Kimia Untuk Industri Processing Industry
Konstruksi-Lainnya 303,344.36 1.93 Construction-Other
Listrik, Gas dan Air-Listrik Lainnya 297,368.67 1.89 Electricity, Gas and Water-Other
Industri Besi Baja 279,671.62 1.78 Steel Iron Industry
Industri Pembuatan Komponen-Industri 224,985.61 1.43 Manufacturing Industry-Other Industry
Lainnya
Industri Bahan Kayu 191,733.76 1.22 Manufacture of Wood Materials
Pertambangan Barang Tambang Lainnya 182,081.05 1.16 Other Minerals Mining Goods
Pergudangan 170,257.03 1.08 Warehousing
Perdagangan Ekspor Bahan Baku-Kayu 148,756,58 0.95 Export Trade of Raw Materials-Wood
Industri Makanan Ternak dan Ikan 146,961.37 0.93 Fish Food Industry
Pengangkutan Umum-Udara 134,991.37 0.86 General Transportation-Air
Industri Plastik 130,101.11 0.83 Plastics Industry
Industri Peralatan dengan Komp. LN-Industri 120,023.19 0.76 Industrial Equipment-Industry
Otomotif Automotive
Perikanan Laut Lainnya 104,404.65 0.66 Other Sea Fishing
Lain-Lain-Alat Rumah Tangga 101,380.86 0.64 Home Appliances-Other
Perdagangan Ekspor Bahan Baku-Hasil 94,167.98 0.60 Export Trade of Raw Materials-Plantation
Tanaman Pangan Perkebunan Food Plantation
Industri Kulit 80,337.83 0.51 Leather Industry
Industri Perakitan dengan Komputer LN- 76,568.23 0.49 Industrial Assembly with Computer-Industry
Industri Otomotif Automotive
Industri Kayu Lainnya 73,623.29 0.47 Other Wood Industries
Industri Hasil Karet Lainnya 65,190.29 0.41 Other Rubber Product Industry
Listrik, Gas dan Air-Gas 55,996.42 0.36 Electricity, Gas and Water-Gas
Industri Lainnya 54,436.03 0.35 Other Industry
Tanaman Perkebunan-Karet 49,941.13 0.32 Plantations-Rubber
Distribusi-Bahan Bakar Minyak 47,477.60 0.30 Distribution-Fuel Oil
Industri Semen 31,290.54 0.20 Cement Industry
Industri Peralatan Komputer LN-Lainnya 31,067.23 0.20 Computer Equipment Industry-Other
Industri Sandang 7,091.67 0.05 Clothing Industry
Konstruksi-Listrik Lainnya 2,796.71 0.02 Construction-Electrical
Perikanan-Udang 2,752.77 0.02 Fishing-Shrimp
Perdagangan Ekspor Bahan Baku-Lainnya 2,488.18 0.02 Export Trade of Raw Materials-Others
Industri Tembakau 1,198.59 0.01 Tobacco Industry
Jumlah 15,736,824.00 100 Total

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 37

Di level sektor, pembiayaan yang disalurkan ke sektor At the economic sector level, financing to the industrial
industri tercatat sebesar 51% dari total portofolio. Hal ini sector stood at 51% of the total portfolio. This needs to
perlu digarisbawahi karena sektor industri juga menjadi be underlined because the industrial sector is also a
prioritas Pemerintah yang menginginkan agar dalam priority for the Government, which directed that within
kerangka ekspor, sebanyak mungkin nilai tambah harus the export framework, as much added value should be
dinikmati oleh para eksportir Indonesia. enjoyed by exporters in Indonesia.

Total Saldo • Total Balance


%
Sektor Ekonomi Rp Juta • Rp Million Economic Sector
Perindustrian 8,029,517 51.02 Industry
Pertambangan 1,721,628 10.94 Mining
Pertanian, perburuan, dan sarana pertanian 1.658,102 10.54 Agriculture, animal husbandry and
agricultural facilities
Pengangkutan, Pergudangan, dan 1,542,419 9.80 Transportation, Warehousing, and
Komunikasi Communication
Lain-lain 1,508,735 9.59 Others
Perdagangan, Restoran, dan Hotel 616,918 3.92 Trade, Restaurants and Hotels
Listrik, Gas, dan Air 353,365 2.25 Electricity, Gas, and Water
Konstruksi 306,141 1.95 Construction
Jumlah 15,736,824 100 Total

Ditinjau dari segi distribusi berdasarkan wilayah, bagian In terms of distribution by region, the biggest
terbesar pembiayaan yang disalurkan masih jatuh di financing are still disbursed in around Jakarta. This was
DKI Jakarta. Hal ini tampaknya bisa dimengerti karena understandable as most large exporters usually reside
domisili hukum dari eksportir-eksportir besar biasanya in Jakarta, even though their businesses’ operations
adalah Jakarta, walupun sebenarnya operasional are spread across Indonesia. Outside of Jakarta, areas
perusahaan berada di berbagai tempat di penjuru such as East Java, Riau, West Java, East Kalimantan,
Indonesia. Di luar Jakarta, wilayah-wilayah yang Lampung and North Sumatera are also covered in the
banyak menerima penyaluran pembiayaan adalah financing distribution.
Jawa Timur, Riau, Jawa Barat, Kalimantan Timur,
Lampung, dan Sumatera Utara.

Kedepan tampaknya distribusi penyaluran pembiayaan In the future, the distribution of financing by regions
berdasarkan wilayah akan menjadi salah satu hal yang would receive more attention. The concept of equal
menjadi perhatian. Konsep distribusi yang semerata distribution is a key consideration to ensure fair
mungkin tentunya akan turut berkontribusi pada proses distribution of economic development opportunities
pemerataan kue pembangunan di seluruh tanah air. across the country.

Tolok ukur lain yang juga ingin dilihat dari kinerja Other measures of Indonesia Eximbank performance
Indonesia Eximbank adalah kontribusinya terhadap include its contribution to increase production capacity
peningkatan kapasitas produksi yang pada which in turn will increase export volume. This is
gilirannya akan meningkatkan volume ekspor. Salah signified by the amount of financing allocated for new
satu penanda dari hal ini adalah seberapa besar investment projects, grouped under Project Financing
jumlah pembiayaan yang disalurkan untuk proyek- mechanism. As an institution with unique capacities,
proyek investasi baru, yang dikelompokkan dalam Indonesia Eximbank is perceived as an institution fit to
pembiayaan dengan mekanisme Project Finance. provide Project financing scheme with relatively higher
Sebagai lembaga dengan berbagai kekhususan risk compared with other financing mechanisms.
Indonesia Eximbank juga dipersepsikan merupakan
lembaga yang cocok untuk menjalankan pembiayaan
dengan skema Project Finance yang notabene
mengandung risiko relatif lebih tinggi dibandingkan
dengan mekanisme pembiayaan lainnya.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


38 Laporan Manajemen

Sampai dengan akhir tahun 2010 nilai pembiayaan Up to end of 2010, the value of lending disbursed under
yang disalurkan dengan mekanisme Project Financing Project Financing mechanism amounted to Rp570,425
tercatat sebesar Rp570.425 juta. million.

OS * OS *
Total OS *
Jenis Pembiayaan (Rp) (USD) Type of Financing
Project Financing 454.038.850.832 12.917.456 570.425.133.537 Project Financing
Bidang Pembangkit Listrik 297.718.126.096 - 297.718.126.096 Power Plant Sector
Bidang Perkebunan 124.993.412.496 - 124.993.412.496 Plantation Field
Bidang Pengolahan Gas Alam - 12.917.456 116.386.282.705 Natural Gas Field
Processing
Bidang Pengolahan Semen 31.327.312.240 - 31.327.312.240 Cement processing field
Selain Project Financing 6.922.457.189.902 917.029.383 15.184.891926.227 Other than Project
Financing
Jumlah 7.376.496.040.734 929.946.839 15.755.317.059.763 Total
* OS bersifat gross, belum dikurangkan dengan amortized upfront fee OS is gross, not deducted with amortized upfront fee

PEMBIAYAAN SYARIAH SHARIA FINANCING


Pembiayaan Syariah didefinisikan sebagai suatu Sharia financing is defined as financing activity based
aktivitas pembiayaan kepada nasabah berdasarkan on sharia principles or contractual agreement to
prinsip syariah yaitu penyediaan dana atau tagihan provide business financing between two parties for a
yang dipersamakan dengan itu berdasarkan specified period of time and based on specified return/
persetujuan atau kesepakatan para pihak yang profit-sharing margin.
mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan
uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu
tertentu dengan imbalan/margin atau bagi hasil.

Pembiayaan Syariah Indonesia Eximbank diatur oleh: Indonesia Eximbank Sharia Financing is governed by:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 1. Act of the Republic of Indonesia No.2 Year 2009
Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor concerning Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia. Indonesia.
2. Surat Dewan Syariah Nasional MUI No.U-394/ 2. Letter of National Sharia Council No.MUI. U-394/DSN-
DSN-MUI/XII/2010 tanggal 09 Desember 2010 Hal MUI/XII/2010 dated 9 December 2010 concerning
Rekomendasi Dewan Pengawas Syariah. Sharia Supervisory Board Recommendation.
3. Keputusan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan 3. Decision of the Executive Director of Lembaga
Ekspor Indonesia Nomor: 0034/KDE/07/2010 tentang Pembiayaan Ekspor Indonesia No.0034/KDE/07/2010
Keanggotaan Dewan Pengawas Syariah Lembaga concerning Membership of Sharia Supervisory Board
Pembiayaan Ekspor Indonesia. of Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.
4. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. 4. Selected Fatwa of MUI National Sharia Board.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 39

Total Pembiayaan Divisi Syariah berdasarkan Sektor Industri Total Pembiayaan Divisi Syariah berdasarkan Sektor Industri
Syariah Division Total Financing by Industry Syariah Division Total Financing by Industry

2009 2010

20% 18%
Manufaktur Manufacture Manufaktur Manufacture
28% 26%

Perkebunan Plantation Perkebunan Plantation

Trading Perdagangan Trading Perdagangan

Mining Pertambangan Mining Pertambangan

15% 13%
37% 43%

Outstanding Pembiayaan Syariah Sharia Financing Outstanding

1. Berdasarkan Sektor Ekonomi 1. By Economic Sector

Porsi Porsi
2010 Portion 2009 Portion
Sektor Ekonomi % % Economic Sector
Manufaktur 263,840,916,113.92 26 57,187,192,35.90 28 Manufacture
Perkebunan 138,676,962,535.97 14 30,668,932,824.94 15 Plantation
Pedagangan 433,867,999,786.80 43 75,000,000,000.00 37 Trading
Pertambangan 179,647,027,399.00 18 41,920,000,000.00 20 Mining
Jumlah Pembiayaan 1,016,032,905,835.69 100 204,776,125,182.84 100 Total Financing

2. Berdasarkan Geografis 2. By Geographics


Total Pembiayaan Divisi Syariah berdasarkan Wilayah Geografis Total Pembiayaan Divisi Syariah berdasarkan Wilayah Geografis
Syariah Division Total Financing by Geographic Region Syariah Division Total Financing by Geographic Region

2009 2010
6%
20%
Jawa Barat West Java 12% Jawa Barat West Java

DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta


43% 25%
8% Kalimantan Timur East Kalimantan
Kalimantan Timur East Kalimantan

Jawa Tengah Central Java

Riau
28%
37% 21% Palembang

Porsi Porsi
2010 Portion 2009 Portion
Wilayah Geografis % % Geographic Region
Jabar 258,299,878,648.92 25 87,856,125,182.84 43 West Java
DKI Jakarta 285,378,885,275.80 28 75,000,000,000.00 37 DKI Jakarta
Kalimantan Timur 207,726,582,999.98 20 41,920,000,000.00 20 East Kalimantan
Jawa Tengah 78,853,000,000.00 8 - - Central Java
Riau 120,409,558,910.00 12 - - Riau
Palembang 65,365,000,000.00 6 - - Palembang
Jumlah Pembiayaan 1,016,032,905,834.70 100 204,776,125,182.84 100 Total Financing

Realisasi penyaluran dana syariah sampai dengan 31 Sharia financing realization up to 31 December 2010
Desember 2010 yaitu sebesar Rp1,02 miliar. amounted to Rp1.02 billion.

Selain melakukan Pembiayaan Ekspor Nasional Besides implementing the National Export Financing
dengan prinsip konvensional, sesuai Pasal 5 ayat (2), with conventional principles, in accordance with Article
5 paragraph (2), Indonesia Eximbank also carry out

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


40 Laporan Manajemen

Indonesia Eximbank juga melaksanakan pembiayaan financing based on Sharia principles. The target market
berdasarkan prinsip Syariah. Target market pembiayaan are for export-oriented corporate financing either
korporasi berorientasi ekspor baik langsung maupun directly or supporters engaged in export trade and
pendukung ekspor yang bergerak di bidang trade & project financing and supporting industries, such as:
project financing dan industri pendukungnya, seperti:
• Pertambangan; • Mining;
• Agribisnis; • Agribusiness;
• Minyak & Gas Bumi; • Oil & Gas;
• Transportasi berorientasi ekspor; • Export-oriented transportation;
• Infrastruktur; • Infrastructure;
• Dan lain-lain. • Others.

Keunikan Indonesia Eximbank Islamic Banking adalah Indonesia Eximbank Islamic Banking uniqueness is in
memberikan layanan yang hanya fokus kepada its focus to provide financing to productive sector
pembiayaan di sektor produktif khususnya pembiayaan especially export trade and project financing and
trade & project financing ekspor serta industri other supporting businesses. This sets it apart from most
pendukungnya. Berbeda dengan bank-bank syariah sharia banks which focus on sharia retail and consumer
lainnya yang pada umumnya berorientasi kepada financing. The presence of Indonesia Eximbank Islamic
sektor ritel maupun konsumtif. Hadirnya Islamic Banking Banking is expected to provide real contribution
di Indonesia Eximbank diharapkan dapat memberi to encourage further growth in sharia banking in
kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan Indonesia.
industri perbankan syariah di Indonesia.

PENJAMINAN DAN ASURANSI GUARANTEE AND INSURANCE


Selain pembiayaan, kontribusi Indonesia Eximbank di Other than financing products, Indonesia Eximbank
dalam menggerakkan sektor ekspor juga dilakukan contribution to further encourage export sector can be
dalam bentuk penyediaan layanan penjaminan dan seen from its export guarantee and insurance products.
asuransi (ekspor). Sebagaimana diatur dalam Pasal 7 As stipulated in Article 7 and 8 of Act No.2/2009,
dan 8 UU Nomor 2/2009, bentuk-bentuk penjaminan other forms of guarantees and insurance that can be
dan asuransi yang dapat disediakan adalah: provided are:

• Penjaminan • Guarantee
1. Penjaminan atas pembayaran yang diterima dari 1. Guarantee of payment from overseas buyers of
pembeli barang dan/atau jasa di luar negeri products and/or services.
2. Penjaminan bagi importir barang dan jasa 2. Guarantee for importers of products and services
Indonesia di luar negeri atas pembayaran yang from Indonesia for payment that has been
telah diberikan atau akan diberikan kepada granted or will be given to Indonesian exporters to
Eksportir Indonesia untuk pembiayaan kontrak finance export contracts on the sale of products
ekspor atas penjualan barang dan/atau jasa and/or services or the fulfillment of work or services
atau pemenuhan pekerjaan atau jasa yang performed by an Indonesian business entity.
dilakukan oleh suatu perusahaan Indonesia
3. Penjaminan bagi bank yang menjadi mitra 3. Guarantee for partner banks that provide export
penyediaan pembiayaan transaksi ekspor yang financing to Indonesian exporters.
telah diberikan kepada eksportir Indonesia
4. Penjaminan dalam rangka tender terkait dengan 4. Guarantee for tender related to the
pelaksanaan proyek yang seluruhnya atau implementation of a project that entirely or partly
sebagian merupakan kegiatan yang menunjang represents an activity that support exports.
ekspor

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 41

• Asuransi • Insurance
1. Asuransi atas risiko kegagalan ekspor; 1. Insurance of export performance risk.
2. Asuransi atas risiko kegagalan bayar; 2. Insurance on non payment risk.
3. Asuransi atas investasi yang dilakukan oleh 3. Insurance on overseas investment risk for
perusahaan Indonesia di luar negeri; Indonesian companies;
4. Asuransi atas risiko politik suatu negara yang 4. Insurance for political risk in the export destination
menjadi tujuan ekspor. country.

Bentuk-bentuk tersebut kemudian diterjemahkan ke The above forms are then translated into practical
dalam produk-produk yang lebih praktis dan sesuai products that fit with the needs of the market.
dengan kebutuhan yang ada di pasar.

Pengembangan infrastruktur pendukung untuk Development of supporting infrastructure to facilitate


melaksanakan aktivitas penjaminan dan asuransi ini these insurance and guarantee activities began in early
dapat dikatakan baru dimulai awal 2010. Fokus utama 2010. In its early stage, the development work focused
proses pengembangan adalah penyusunan aturan on establishing policy, manual and standard operating
main (Kebijakan, Manual dan SOP), pemenuhan procedure, human resources and the establishment
kebutuhan sumber daya manusia dan pembentukan of network institutions needed to minimize risks in
jejaring lembaga yang dibutuhkan untuk meminimalkan conducting insurance and guarantee transactions.
risiko dalam menjalankan transaksi penjaminan dan
asuransi.

Walaupun belum sempurna, apa yang dihasilkan Even though it is still being perfected, the work
pada tahun 2010, telah memampukan Indonesia produced in 2010 has enabled Indonesia Eximbank
Eximbank untuk mulai menawarkan produk-produk to begin offer guarantee and insurance products to
penjaminan dan asuransi ke pasar. Dapat dimengerti the market. It is therefore comprehensible that the
jika kemudian pencapaian angka untuk transaksi figures achieved do not show its maximum potential.
penjaminan dan asuransi belumlah besar. Diharapkan, As the infrastructure needed mature, it is expected to
pada tahun-tahun ke depan, semakin siapnya encourage further growth of guarantee and insurance
infrastruktur pendukung yang dimiliki akan mendorong significantly.
pertumbuhan angka penjaminan dan asuransi ke
tingkat yang lebih signifikan.

A. Kegiatan Penjaminan Bagi Bank A. Guarantee for Banks


Fasilitas Penjaminan bagi bank adalah amanah Guarantee Facility for the banks is the mandate of
Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor Act of the Republic of Indonesia No.2/2009 dated 12
2/2009 tanggal 12 Januari 2009 tentang Lembaga January 2009 concerning Lembaga Pembiayaan Ekspor
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Penyelenggaraan Indonesia (LPEI). Organizing products specifically for
produk Penjaminan bagi Bank secara khusus the Bank Guarantee is part of the provisions of Article
merupakan bagian dari ketentuan Pasal 7a dan 7c UU 7a and 7c the Act which states the goals Guaranteed
tersebut yang menyebutkan sasaran-sasaran terjamin in transactions for the Bank Guarantee which covers
dalam transaksi-transaksi Penjaminan bagi Bank yang exporters who receive payments from overseas buyers
meliputi eksportir yang menerima pembayaran dari and exporters who receive financing from the bank in
pembeli di luar negeri serta eksportir yang menerima domestic and overseas bank.
pembiayaan dari bank di dalam negeri maupun bank
di luar negeri.

Ragam penjaminan bagi bank yang dapat diberikan Bank guarantee variety on offer is as follow:
meliputi:
1. Penjaminan untuk Bankability Enhancement, dengan 1. Guarantee for Bankability Enhancement, with the
kondisi-kondisi sebagai berikut: following conditions:

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


42 Laporan Manajemen

a. Manfaat a. Benefits
• Meningkatkan bankability eksportir di mata • Improve the bankability of exporter
perbankan
• Menambah keyakinan bank terhadap kinerja • Improve bank’s confidence of credit
kredit eksportir performance of exporters
b. Target pasar b. Target market
• Terjamin adalah eksportir/proyek yang feasible • Guarantee for exporter/project considered to
tetapi kurang bankable be feasible but less bankable
• Penerima Jaminan adalah bank yang • The recipient of guarantee is a bank that
memberikan pembiayaan kepada eksportir provides financing to exporter
tersebut
• Penjamin adalah Indonesia Eximbank • Guarantor is Indonesia Eximbank
c. Coverage Penjaminan c. Guarantee Coverage
Maksimum nilai Penjaminan adalah 70% dari Maximum guarantee value is 70% of the total
total pembiayaan yang diberikan oleh Penerima financing provided by the Collateral Beneficiary
Jaminan
d. Kondisi yang dicontohkan d. Example Situation
Penjaminan bagi pembiayaan yang diberikan Guarantee for financing provided to an exporter
kepada eksportir yang feasible tetapi agunan considered to be feasible but has insufficient
yang dimiliki tidak mencukupi collateral.

2. Penjaminan untuk Legal Lending-Limit/Appetite 2. Guarantee for Legal Lending Limit/Appetite Limitation
Limitation
a. Manfaat a. Benefits
• Mengatasi keterbatasan Legal lending-Limit/ • Overcoming the limitations of Legal Lending
Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Limit
• Mengatasi keterbatasan appetite bank • Overcoming the limitations of appetite for
terhadap sektor bisnis/eksportir tertentu banks to the particular business sector/
exporters
b. Target pasar b. Target market
• Terjamin adalah eksportir/proyek yang • Exporter/projects that face maximum legal
berhadapan dengan kendala BMPK atau lending or sectoral appetite limitation
berhadapan dengan kendala appetite
sektoral bisnisnya
• Penerima Jaminan adalah bank yang • Recipient Guarantee is a bank that provides
memberikan pembiayaan kepada eksportir financing to exporters
tersebut
• Penjamin adalah Indonesia Eximbank • Guarantor is Indonesia Eximbank
c. Coverage Penjaminan c. Guarantee Coverage
Maksimum nilai Penjaminan adalah 70% dari Guarantee maximum value is 70% of the total
total pembiayaan yang diberikan oleh Penerima financing provided by the Beneficiary Security
Jaminan
d. Kondisi yang dicontohkan d. Example Situation
Penjaminan bagi pembiayaan yang diberikan Guarantee for financing for exporters which face
kepada eksportir yang feasible tetapi limitation due to maximum legal lending limit or
berhadapan dengan kendala keterbatasan bank’s appetite limitation.
BMPK atau appetite sektoral bank

3. Penjaminan Proyek/Pinjaman Bank di Indonesia bagi 3. Guarantee Project/Indonesian Bank Loan to


Bank di Luar Negeri Overseas Bank
a. Manfaat a. Benefit
Memberikan enhancement berupa sovereign risk Provide enhancement in the form of sovereign risk
bagi eksportir/bank yang menerima pembiayaan for the exporter/bank that receive financing from
dari bank di luar negeri an overseas bank

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 43

b. Target pasar b. Target market


• Terjamin adalah eksportir/proyek atau bank • Guarantee the exporter/project or bank that
yang menerima pembiayaan dari bank di luar receive financing from overseas bank
negeri
• Penerima Jaminan adalah bank di luar negeri • Guarantee recipient is an overseas bank that
yang memberikan pembiayaan kepada provide financing to the exporter or domestic
eksportir atau bank di dalam negeri tersebut bank
• Penjamin adalah Indonesia Eximbank • Guarantor is Indonesia Eximbank
c. Coverage Penjaminan c. Guarantee Coverage
Maksimum nilai Penjaminan adalah 70% dari Maximum guarantee value is 70% of the total
total pembiayaan yang diberikan oleh Penerima financing provided by the Collateral Recipient
Jaminan
d. Kondisi yang dicontohkan d. Example Situation
Penjaminan bagi pembiayaan yang diberikan Guarantee for financing to exporter or domestic
kepada eksportir atau bank di dalam negeri oleh bank by an overseas bank to enhance exporter’s
bank di luar negeri untuk meningkatkan rating or the bank’s rating to Indonesia sovereign rating.
eksportir atau bank tersebut menjadi Indonesian
sovereign rating

4. Risk Participation 4. Risk Participation


a. Manfaat a. Benefit
• Mengambil alih risiko yang ditanggung oleh • Take over the risk borne by the bank
bank
• Meningkatkan potensi pendapatan bank • Improve the bank’s revenue potential without
tanpa menambah risiko terhadap obligor yang increasing the risk of the same obligor
sama
• Meningkatkan potensi antar-bank • Increase inter bank potential
• Membantu eksportir untuk mengakses • Assist exporter to access financing or additional
pembiayaan atau pembiayaan tambahan financing from banks
dari bank
b. Target pasar b. Target market
• Terjamin adalah obligor (eksportir/bank) yang • Guarantee the obligor (exporter/bank) that
memiliki kewajiban pembayaran kepada bank has a payment due to the bank
• Penerima Jaminan adalah bank yang • Guarantee recipient is a bank that offer
memberikan talangan pembayaran bagi payment for the obligor (exporter/bank) in a
obligor (eksportir/bank) dalam suatu transaksi transaction
• Penjamin adalah Indonesia Eximbank • Guarantor is Indonesia Eximbank
c. Coverage Penjaminan c. Guarantee Coverage
Maksimum nilai Penjaminan adalah 70% dari total Maximum guarantee value is 70% of the total
tagihan kepada obligor. invoice to the obligor.
d. Kondisi yang dicontohkan d. Example Situation
Penjaminan yang diberikan kepada bank yang Guarantee is provided to banks that purchase
melakukan transaksi pembelian tagihan yang exporters account receivables.
dimiliki eksportir kepada obligor tertentu.

Penjaminan bagi bank adalah unit bisnis di Indonesia Guarantee for the bank is an Indonesia Eximbank
Eximbank yang mulai dijalankan sejak bulan April 2010 business unit which commenced its operation in April
dengan line of business yang sama sekali baru bagi 2010 with an entirely new line of business for what
Indonesia Eximbank yang awal mulanya adalah Bank once was Bank Ekspor Indonesia. The early days of
Ekspor Indonesia. Masa-masa awal berdirinya unit bisnis this business unit is filled with activities in the form
ini diisi dengan kegiatan-kegiatan berupa penyiapan of preparation of infrastructure and procurement/
infrastruktur dan pengadaan/penyiapan produk-produk preparation of the products that will be offered. Eight

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


44 Laporan Manajemen

yang akan dijual. Waktu delapan bulan terlalu pendek months is considered to be a very short to produce
untuk menghasilkan perkembangan berupa realisasi meaningful development. However, this business
angka-angka pemasaran produk. Namun unit usaha unit strives to prepare the infrastructure and new
ini tetap mengupayakan yang terbaik terutama untuk products.
penyiapan infrastruktur dan produk-produk baru.

Strategi yang dilakukan untuk pengembangan unit Strategies being undertaken to develop this business
bisnis ini meliputi kategori-kategori sebagai berikut: unit include the following categories:

1. Pengembangan ke Dalam, berupa: 1. Internal Development such as:


a. Sosialisasi dan penyamaan persepsi di seluruh a. Socialization and shaping of perceptions for all
personel yang terlibat di dalam line of transaction personnel involved in line of transactions for
untuk produk-produk Penjaminan di Indonesia Indonesia Eximbank guarantee products.
Eximbank
b. Memulai transaksi dalam skala kecil, sebagai cara b. Started small scale transaction as a means to
untuk membangun skill, knowledge, expertise, build skills, knowledge, expertise, and experience
dan experience (pilot projecting) (pilot projecting)
c. Seleksi dan review terhadap proposal yang c. Selection and review of proposals submitted
diajukan oleh klien dilakukan berdasarkan prinsip- by the client based on disciplined prudence
prinsip kehati-hatian yang dijalankan secara principles.
disiplin

2. Pengembangan ke Luar, berupa: 2. External Development such as:


a. Membangun kerja sama dengan bank-bank di a. Building cooperation with banks at home and
dalam dan di luar negeri abroad
b. Membangun kerja sama dengan lembaga- b. Building cooperation with nonbank financial
lembaga keuangan non bank (dalam rangka institutions (in the framework of risk sharing and
sharing dan spreading risk) spreading)
c. Mengutamakan lembaga-lembaga keuangan c. Giving priority to financial institutions with good
yang memiliki reputasi bagus. reputation.
Realisasi dalam pengertian pencapaian angka Actual sales achievement in 2010 was not significant.
pemasaran pada tahun 2010 memang belum Full concentration should be directed to the efforts to
signifikan. Itu dikarenakan konsentrasi penuh yang build and equip the infrastructure and new products.
harus diarahkan kepada upaya-upaya membangun However, optimism should be developed for future
dan melengkapi infrastruktur serta produk-produk contributions and a more significant role from Bank
baru. Namun demikian, kedepan optimisme boleh Guarantee unit.
dikembangkan untuk kontribusi dan peran yang
lebih signifikan dari unit Penjaminan bagi Bank.

B. Penjaminan Dalam Rangka Tender B. Guarantee for Project Tender


Fasilitas Penjaminan dalam rangka tender yang Guarantee Facility for project tender provided by
diberikan oleh Indonesia Eximbank dapat diberikan Indonesia Eximbank can be provided to exporter who
kepada eksporti yang melaksanakan proyek di dalam undertake projects within and outside the country. The
dan di luar negeri. Ragam fasilitas dalam rangka tender variety of facilities include:
yang dapat diberikan meliputi:
• jaminan penawaran (bid guarantee), • bid guarantee
• jaminan pelaksanaan (performance guarantee), • performance guarantee
• jaminan uang muka (advance payment guarantee), • advance payment guarantee
• jaminan pemeliharaan (maintenance guarantee), • maintenance guarantee, and
dan
• jaminan supplier. • supplier guarantee.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 45

C. Jaminan Eximbank dalam rangka Kepabeanan C. Eximbank Customs Guarantee


Pemberian fasilitas Jaminan Indonesia Eximbank The provision of Eximbank Guarantee facility is based on
didasarkan kepada Peraturan Menteri Keuangan the Regulation of the Minister of Finance
(PMK) Nomor 259/PMK.04/2010 tentang Jaminan No.259/PMK.04/2010 for importers who have obtained
Dalam Rangka Kepabeanan untuk importir yang telah recommendation from the Directorate General of
mendapatkan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Customs and Excise for the deferral of import costs.
Bea dan Cukai dalam hal penangguhan biaya masuk
impor.

D. Kegiatan Asuransi Ekspor D. Export Insurance Activities


Fasilitas asuransi bagi kegiatan ekspor ditujukan kepada Export insurance facility for export activities is provided
eksporti runtuk melindungi dari risiko kegagalan ekspor, to exporters to protect them from the risk of export
risiko kegagalan bayar, asuransi atas investasi yang failure, the risk of payment failure, insurance on overseas
dilakukan oleh perusahaan Indonesia di luar negeri, investment made by Indonesian company, and the risk
dan risiko atas kondisi politik di negara tujuan ekspor. of political conditions in destination countries.

Untuk menyukseskan amanat UU dan memberikan To successfully deliver its mandate under the Act and
dukungan bagi kegiatan ekspor di awal tahun pertama to support export activities in its first year, Lembaga
berdirinya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Pembiayaan Ekspor Indonesia is focused on preparing
difokuskan kepada penyiapan infrastruktur dan jaringan the infrastructure and network of cooperation with
kerja sama dengan lembaga-lembaga asuransi dan insurance agencies and underwriters in the country and
penjaminan di dalam negeri dan di luar negeri yang abroad with well known international reputation such as
mempunyai reputasi Internasional seperti Coface, Coface, Atradius, and Euler Hermes.
Atradius, dan Euler Hermes.

Dengan kemampuan dan fasilitas yang sudah tersedia, With the capacity and the facility already available,
maka pemberian fasilitas asuransi telah dimulai dengan insurance facility is offered by identifying and
mengindentifikasi dan sekaligus memberikan dukungan simultaneously provide support to companies with
kepada perusahaan yang mempunyai profil kegiatan export activities such as:
dalam rangka ekspor seperti:
1. Perusahaan eksportir dengan skema trade credit. 1. Exporter with trade credit scheme.
2. Eksportir yang memulai pengembangan ekspor ke 2. Exporter to new export destinations.
negara-negara tujuan ekspor baru.
3. Perusahaan yang mempunyai proyek di luar negeri 3. Companies with overseas projects.
4. Importir bahan baku untuk diolah untuk tujuan di 4. Importer of raw materials to be processed for export
ekspor kembali. purposes.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


46
Memperkuat Daya Saing UKM Ekspor
Melalui Peningkatan Kapasitas
Strengthening the Competitiveness of Export SMEs through Capacity Building

Sejalan dengan politik ekonomi Pemerintah yang meletakkan


UKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian yang
harus didukung penuh, Indonesia Eximbank pun berkomitmen
tinggi pada upaya penyaluran pembiayaan ekspor kepada
UKM.
In line with Government economic policy that puts SMEs as one of the
economic backbones that must be fully supported, Indonesia Eximbank is
also highly committed to the effort of providing export financing to SMEs.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 47

Sejalan dengan politik ekonomi Pemerintah yang In line with government economic policy that puts
meletakkan UKM sebagai salah satu tulang punggung SME as one of the backbone of the economy that
perekonomian yang harus didukung penuh, must be fully supported, Indonesia Eximbank is also
Indonesia Eximbank pun berkomitmen tinggi pada highly committed to provide export financing to SMEs.
upaya penyaluran pembiayaan ekspor kepada The commitment has even appeared on article 4 of
UKM. Komitmen tersebut bahkan tercantum pada Act No.2/2009 which states that “the Government
Pasal 4 UU Nomor 2/2009 yang mengatur bahwa sets a basic policy for the National Export Financing
“Pemerintah menetapkan kebijakan dasar Pembiayaan to encourage the development of micro, small and
Ekspor Nasional untuk mendorong pengembangan medium enterprises and cooperatives to develop
usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi untuk export-oriented products”. For the record, according
mengembangkan produk yang berorientasi ekspor.” to article 9 of Act No.2/2009, Indonesia Eximbank is
Sebagai catatan, menurut Pasal 9 UU Nomor 2/2009, an institution established specifically to implement the
Indonesia Eximbank adalah lembaga yang didirikan National Export Financing.
khusus untuk melaksanakan Pembiayaan Ekspor
Nasional (PEN).

Menterjemahkan amanat UU tersebut, salah satu In interpreting the Act, one of many policies undertaken
kebijakan yang kemudian diambil oleh Indonesia by Indonesia Eximbank is to set target to achieve a
Eximbank adalah menetapkan target untuk mencapai certain proportion of total financing extended to SME
proporsi tertentu jumlah pembiayaan yang disalurkan compared to the total portfolio. Although it is not yet
kepada UKM dibandingkan dengan total portofolio. officially established, the target in its second year of
Walaupun belum ditetapkan secara resmi, pada operations is ± 10% of the total portfolio.
tahun kedua Indonesia Eximbank beroperasi secara
penuh, persentase yang disasar adalah ±10% dari total
portofolio.

Permasalahannya adalah desain organisasi dan sistem The problem faced was the organizational design and
pengelolaan pembiayaan di Indonesia Eximbank financing management system of Indonesia Eximbank
sangatlah berbeda dengan desain yang umumnya has little in common with the ones used by agencies
digunakan oleh lembaga yang menangani UKM. managing SMEs. Indonesia Eximbank does not have
Indonesia Eximbank tidak memiliki banyak outlet yang enough outlets to reach SMEs scattered in various
mampu menggapai UKM yang tersebar di berbagai corners of the country, it also does not have thousands
pelosok negeri ini, tidak memiliki ribuan sumber daya of human resources capable to interact with SMEs.
manusia yang akan menangani interaksi dengan setiap Indonesia Eximbank simply was not designed to handle
nasabah UKM. Indonesia Eximbank tidak didesain SMEs.
seperti itu.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, selain As a solution to these problems, in addition to
menyalurkan pembiayaan secara langsung kepada channeling financing directly to individual SMEs (Direct
masing-masing UKM (Direct Lending), Indonesia Lending), Indonesia Eximbank is also leveraging other
Eximbank juga melakukan mekanisme leveraging agencies that have a range of more distant and larger
dengan lembaga-lembaga lain yang memiliki handling capacity. Several mechanisms implemented
jangkauan lebih jauh dan kapasitas penanganan lebih include:
besar. Beberapa mekanisme yang diterapkan antara
lain adalah:

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


48 Laporan Manajemen

1. Linkage Program 1. Linkage Program


a. Channeling a. Channeling
Indonesia Eximbank, menyediakan dana untuk Indonesia Eximbank provides funds to be
disalurkan dalam bentuk pembiayaan ekspor disbursed in the form of export financing to SMEs
kepada UKM oleh lembaga yang menjadi mitra. by the partner institution.
b. Executing b. Executing
Indonesia Eximbank menyalurkan pembiayaan Indonesia Eximbank provide export financing
ekspor kepada UKM yang telah dievaluasi oleh for SMEs that have been evaluated by partner
lembaga yang menjadi mitra. agencies.

2. Co-financing 2. Co-financing
Indonesia Eximbank menyalurkan pembiayaan Indonesia Eximbank channels export financing to
ekspor kepada UKM bersama-sama dengan SMEs together with partner agencies.
lembaga yang menjadi mitra.

Selain mekanisme leveraging seperti itu, sebagaimana In addition to leveraging existing mechanism, as
umumnya, Indonesia Eximbank juga menyalurkan generally accepted, Indonesia Eximbank also provide
pembiayaan ekspor secara langsung kepada UKM export financing directly to SMEs (direct lending).
(direct lending).

Sampai dengan akhir 2010, pembiayaan yang masuk Up to end of 2010, SME financing amounted to Rp636.8
dalam kategori pembiayaan kepada UKM adalah billion or 4.05% of total financing portfolio. The amount is
sebesar Rp636,8 miliar atau sebesar 4,05% dari total distributed to approximately 1,417 SMEs, either directly
portofolio pembiayaan. Jumlah tersebut tersalurkan or through a linkage program or co-financing.
kepada sekitar 1.417 unit UKM, baik secara langsung
maupun melalui Linkage Program atau Co-financing.

Jika dirinci, jumlah pembiayaan yang disalurkan If specified, the total financing disbursed are spread
tersebut tersebar di berbagai sektor. Sektor terbesar across different sectors. The biggest sector is in the
adalah di sektor furnitur, diikuti oleh perkebunan, furniture sector, followed by plantation, fishery and
perikanan dan rumput laut. Sisanya tersebar secara seaweed. The rest are spread evenly to various other
merata ke berbagai sektor yang lain. sectors.

Proporsi Sektor Komoditas Pembiayaan UKM


Proportion Commodity Sector of SME Financing

2010
4% 4%
4%
9% 4%
Alumunium Alumunium Pembiayaan Ventura Ventura Financing
4%
Coklat Chocolate Perdagangan Trading

Fashion Busana Muslim Fashion Moslem Garment Perikanan Fishery


13% 25%
Furnitur Furniture Perkebunan Plantation

Garmen Garment Plastik Plastic

9% Makanan Food Rumput Laut Seaweet


4% Kontraktor Contractor Tembakau Tobacco
4% 4%
4% 4% 4%
Lembaga Keuangan Financial Institution

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 49

Jasa Konsultasi CONSULTANCY SERVICE

Selain dukungan yang bersifat finansial, Indonesia In addition to financial support, Indonesia Eximbank
Eximbank juga memberikan dukungan untuk also provide support to develop knowledge and
mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan. skills. Its commitment to provide support in this form is
Komitmen untuk menyediakan dukungan dalam bentuk regulated in the Act No.2/2009 article 13 paragraph
seperti ini memang juga diatur di dalam UU Nomor (2). The forms of consulting services provided include
2/2009 Pasal 13 ayat (2). Bentuk-bentuk jasa konsultasi Training and Technical Assistance and the target of this
yang disediakan mencakup Training dan Technical activity are banks, financial institutions, exporters, and
Assistance dan target dari aktivitas ini adalah bank, manufacturers of export goods, especially micro, small
lembaga keuangan, eksportir, dan produsen barang and medium enterprises and cooperatives.
ekspor, khususnya usaha mikro, kecil, menengah, dan
koperasi.

Menyesuaikan dengan kapasitas target yang disasar, In line with the targeted capacity, the bulk of
bagian terbesar dari aktivitas jasa konsultasi pada tahun consultancy service in 2010 was aimed to serve
2010 ditujukan kepada pelaku ekspor yang termasuk export oriented small and medium enterprises and
dalam kategori usaha kecil, menengah, dan koperasi. cooperatives. The basic concept used in the provision
Konsep dasar yang digunakan dalam pemberian jasa of consulting service to this target is how to direct small
konsultasi kepada target tersebut adalah bagaimana and medium enterprises and cooperatives to be able
mengarahkan usaha kecil, menengah dan koperasi to become successful exporters (if they previously have
ini untuk dapat menjadi eksportir yang berhasil (jika done export) and create capacity to become new
mereka sebelumnya sudah melakukan ekspor) dan exporters (if they have never done exports).
menciptakan eksportir-eksportir baru (jika belum pernah
melakukan ekspor).

Berpijak pada konsep tersebut maka materi Training Based on this concept, the Training materials and
dan mekanisme Technical Assistance disusun Technical Assistance mechanism were arranged in
sedemikian rupa mengarah pada aspek-aspek yang such a way that lead to various aspects needed for the
memang dibutuhkan agar target yang disasar sedikit target to gradually increase its capacity in managing
demi sedikit meningkat kapasitasnya dalam mengelola export activity. Training materials for example, many
aktivitas ekspor. Materi training misalnya, banyak were directed to build the knowledge and skills
diarahkan pada pengetahuan dan ketrampilan related to production processes to produce goods
menyangkut proses produksi untuk menghasilkan or services with export quality, knowledge and skills
barang/jasa dengan kualitas ekspor, pengetahuan dan to handle export documents and customs, financial
keterampilan menangani dokumen-dokumen ekspor management, marketing and so forth. Technical
dan kepabeanan, manajemen keuangan, pemasaran Assistance process was directed to serve as mentor or
dan sebagainya. Proses Technical Assistance juga advisory processes for SME continuously following their
diupayakan merupakan proses pendampingan yang relevant training to be able to handle their own export
sifatnya berkesinambungan sejak UKM mengikuti activities.
training sampai dengan yang bersangkutan mampu
menangani aktivitas ekspornya secara mandiri.

Pada tahun 2010 ini, Indonesia Eximbank In 2010, Indonesia Eximbank held 48 training sessions
menyelenggarakan 48 kali training dengan total jumlah with a total number of participants of 2,400 people.
peserta sebanyak 2400 orang. Umumnya para peserta Generally the participants are SMEs that supply
adalah UKM yang memasok kepada eksportir dan exporters and have desire to be able to export directly
memiliki keinginan untuk dapat melakukan ekspor without going through intermediaries.
langsung tanpa melalui perantara.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


50
Menggerakkan Ekonomi Melalui Penetrasi
Pasar Non Tradisional
Economic Development Through Penetration into Non Traditional Export
Markets

Dengan berbagai keistimewaan dan karakternya sebagai


agent of development, Indonesia Eximbank sebagai lembaga
yang tidak berorientasi profit memiliki jejaring di Eximbank dan
ECA global. Indonesia Eximbank diharapkan menjadi solusi dan
memberikan dukungan kepada para eksportir untuk melakukan
penetrasi ke pasar non tradisional.
With the various privileges and unique character as an agent of
development, Indonesia Eximbank as a not-for-profit institution has a
network of global Eximbanks and ECAs. Indonesia Eximbank is expected
to be the solution and provide support to exporters to penetrate into non-
traditional markets.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 51

Krisis 2008 yang terutama menghantam keras negara- The 2008 crisis which particularly hit the developed
negara maju seperti Amerika Serikat, AS, kawasan EU dan countries such as United States, Europe, and Japan,
Jepang semakin menyadarkan pelaku bisnis khususnya has led business players and especially exporters to be
eksportir mengenai urgensi melakukan diversifikasi pasar increasingly aware of the urgency to diversify export
tujuan ekspor. Di sisi lain perekonomian beberapa negara destination markets. On the other hand, a number
yang selama ini dipandang sebelah mata, menunjukkan of countries that previously were underestimated,
tanda-tanda untuk tumbuh menjadi pasar potensial bagi had shown signs of growing potential as a market for
produk dan jasa dari Indonesia, ditandai dengan terus products and services from Indonesia, marked by the
meningkatnya pangsa ekspor ke negara-negara tersebut increasing share of exports to these countries (often
(sering disebut Non Traditional Market). Sebaliknya, porsi called Non-Traditional Market). Conversely, export to
beberapa negara-negara tujuan ekspor “Tradisional” ”Traditional” export destination have declined.
semakin menurun.

Dengan adanya pergeseran pangsa tersebut, With the shift in market share, the government has
Pemerintah berupaya untuk terus melakukan penetrasi ke continued to promote penetration into non-traditional
non tradisional market. Dan salah satu upayanya adalah markets. One of the measures taken is to entrust
dengan memberi kepercayaan kepada Indonesia Indonesia Eximbank to become a leader in penetrating
Eximbank untuk menjadi salah satu yang terdepan dalam the markets of these countries.
menembus pasar negara-negara tersebut.

Pasar non tradisional bagaimanapun adalah pasar baru Non-traditional market is a new market that expose
yang menghadapkan para pelaku bisnis ke risiko yang exporters to new form of risk, which have the potential
baru, yang notabene lebih tinggi dibandingkan dengan to be higher than the risk of doing business in Traditional
risiko berbisnis di pasar tradisional. Negara-negara Market. The countries included in the Non Traditional
yang masuk dalam kelompok Non Traditional Market Market are indeed countries with generally less
ini memang umumnya adalah negara-negara yang developed business infrastructure, an unstable political
infastruktur bisnisnya masih lemah, sistem politik yang system, weak law enforcement, newly emerging
belum stabil, hukum yang lemah, ekonomi yang baru economies, limited infrastructure, and various other
tumbuh, infrastruktur terbatas, dan berbagai hal lainnya. constraints.

Dalam kondisi demikian, sangatlah sulit untuk In such circumstances, it is difficult to expect
mengharapkan bank komersial maju mendampingi commercial banks to assist exporters to enter such
eksportir-eksportir kita memasuki wilayah tersebut. arena. This is where the various privileges of Indonesia
Dengan berbagai keistimewaan dan karakternya Eximbank are expected to be the solution. Its character
sebagai agent of development, lembaga yang tidak as an agent of development, not-for-profit institution,
berorientasi profit, memiliki jejaring di Eximbank dan ECA has a network of Eximbank and ECA around the globe,
global, Indonesia Eximbank diharapkan menjadi solusi these are expected to make Indonesia Eximbank able
dan memberikan dukungan kepada para eksportir untuk to provide support to exporters to penetrate into non-
melakukan penetrasi ke pasar non tadisional. traditional markets.

Dalam rangka mengemban amanah tersebut Indonesia In order to carry out the mandate, Indonesia Eximbank
Eximbank memulai dengan mengikuti nasabah-nasabah starts with clients who are targeting this market
yang memang menyasar segmen pasar tersebut. Bentuk segment. Support may begin in the form of working
dukungannya diawali dengan memberikan Kredit Modal capital loan to enhance SMEs capacity to penetrate
Kerja kepada mereka untuk meningkatkan kapasitasnya into non-traditional market. In the future, Indonesia
menjual ke pasar non tradisional. Ke depan, Indonesia Eximbank would go further. For example, by taking over
Eximbank harus melangkah lebih jauh lagi. Misalnya the risks faced by clients who enter these countries.
dengan mengambil alih risiko yang dihadapi oleh Insurance products such as Export Insurance, Export
nasabah yang menjual ke negara-negara tersebut. Bill Take Over or even financing the overseas buyers
Produk-produk seperti Asuransi Ekspor, Pengambilalihan of export product/services, seem to be the product/
Tagihan Ekspor atau bahkan membiayai pembeli dari activity that must be developed.
produk/jasa ekspor, tampaknya menjadi produk/aktivitas
yang harus dikembangkan.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


52
Buyer’s Credit
Buyer’s Credit

Indonesia Eximbank dapat memberikan pembiayaan kepada


Non Resident (pihak yang domisili hukumnya di luar negeri).
Hal ini membuat Buyer’s Credit menjadi produk yang dapat
dikatakan khas Indonesia Eximbank.

Indonesia Eximbank can provide financing to Non-Resident (the party with


an overseas legal domicile). This makes Buyer’s Credit an exclusive product
of Indonesia Eximbank.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Management Report 53

Buyer’s Credit secara umum dapat didefinisikan Buyer’s Credit in general can be defined as financing
sebagai fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada facilities granted to the importer in another country to
Importir di negara lain untuk digunakan mengimpor/ be used to import/buy products/services from exporting
membeli produk/jasa dari negara eksportir. Konsep countries. The concept of Buyer’s Credit comes from the
Buyer’s Credit muncul dari asumsi bahwa selain dengan assumption that in addition to increasing the capacity
meningkatkan kapasitas eksportir untuk menjual ke of exporters to sell overseas, efforts to increase exports
luar negeri, upaya meningkatkan ekspor juga dapat can also be done by improving the ability of buyers to
dilakukan dengan meningkatkan kemampuan pembeli import the product/service from Indonesia. It is this last
untuk mengimpor produk/jasa Indonesia. Pendekatan approach that underlies the concept of Buyer’s Credit.
terakhir inilah yang melandasi konsep Buyer’s Credit. In Indonesia, there is a rule prohibiting commercial
Di Indonesia, adanya ketentuan yang melarang bank banks to provide financing to Non-Resident (any party
komersial untuk memberikan pembiayaan kepada Non with overseas legal domicile), that make Buyer’s Credit
Resident (pihak yang domisili hukumnya di luar negeri), a special product of Indonesia Eximbank.
membuat Buyer’s Credit menjadi produk yang dapat
dikatakan khas Indonesia Eximbank.

Saat ini, Indonesia Eximbank tengah berupaya untuk Currently, Indonesia Eximbank is working to develop this
mengembangkan produk/aktivitas ini. Fokus utama products/activities. The main focus of the development
proses pengembangan adalah penyusunan aturan process is the preparation of the Policy, Manual and
main (Kebijakan, Manual, dan SOP) dan pembentukan SOP and the establishment of network of institutions
jejaring lembaga yang dibutuhkan untuk meminimalkan required to minimize the risk in applying this transaction.
risiko dalam menjalankan transaksi ini. Sejalan dengan In line with the development process undertaken,
proses pengembangan yang dilakukan, Indonesia Indonesia Eximbank has also launched several pilot
Eximbank juga meluncurkan beberapa pilot project projects to assess the real situation of this activity. For
untuk menjajagi situasi riil aktivitas ini. Untuk tahap its initial stage, the target is buyers who are directly
awal, target yang disasar adalah pembeli yang secara or indirectly affiliated with the client of Indonesia
langsung maupun tidak langsung terafiliasi dengan Eximbank. Other elements being considered as part
nasabah Indonesia Eximbank. Sisi lain yang juga of this basic strategy are to target buyers whose funds
dijadikan bagian dari strategi dasar adalah menyasar originated from the State budget or loans from donor/
pembeli-pembeli yang dana untuk pembayarannya multilateral agencies.
berasal dari anggaran negara ataupun pinjaman dari
donor/lembaga multilateral.

Beberapa potensi yang sedang terus dijajaki adalah Some of the potential that is constantly being explored
penjualan produk-produk BUMN industri strategis ke is the sale of products of strategic industries to foreign
negara asing seperti produk-produk dari PT Dirgantara countries such as the products of PT Dirgantara
Indonesia dan PT PINDAD. Produk-produk dari 2 BUMN Indonesia and PT PINDAD. The products of these two
industri strategis ini memang banyak diminati oleh state-owned strategic industries are indeed in great
negara-negara berkembang di Asia Selatan, Timur demand by developing countries in South Asia, Middle
Tengah maupun Amerika Selatan. Negara-negara East and South America. These countries potential
tersebut sangat potensial untuk membutuhkan Buyer’s require Buyer’s Credit in connection with limited budget
Credit sehubungan dengan keterbatasan anggaran that they have.
yang dimilikinya.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


54

Pembahasan
dan Analisis
Manajemen
Management Discussion and Analysis

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


55

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


56
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

Pertumbuhan Pengelolaan Aktiva, Kewajiban, dan Growth in Asset, Liabilities, and Equity
Ekuitas

Tahun ini adalah tahun pertama Indonesia Eximbank The year 2010 is the first full year of operations for
beroperasi penuh sebagai eximbank. Besarnya Indonesia Eximbank as an eximbank. The high
harapan yang diletakkan dipundaknya membuat expectations for Indonesia Eximbank has made 2010
tahun 2010 ini diisi dengan kerja keras untuk into a year of hard work for Indonesia Eximbank to
membuktikan bahwa harapan tersebut tidaklah sia-sia. prove its worth. Supported by improving economic
Didukung oleh kondisi ekonomi yang semakin membaik conditions following the 2008-2009 financial crises,
pasca krisis keuangan 2008-2009, maka pengelolaan the management of assets and liabilities are directed
aktiva dan kewajiban diarahkan untuk membangun toward building a solid portfolio as the platform for
portofolio yang dapat menjadi landasan yang kokoh Indonesia Eximbank to grow in the future.
bagi perjalanan Indonesia Eximbank di tahap-tahap
selanjutnya.

• Total Aktiva • Total Assets


Total aktiva tahun 2010 tercatat sebesar Rp20,64 In 2010, total assets grew to Rp20.64 trillion or an
triliun atau tumbuh 59,10% dari Rp12,97 triliun pada increase of 59.10% from Rp12.97 trillion in 2009. The
tahun 2009. Peningkatan aktiva sebesar Rp7,67 triliun increase of Rp7.67 trillion was primarily driven by
tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan dari significant growth of various components such as
Pembiayaan, Surat Berharga dan Penempatan Financing, Marketable Securities and Placement in
Pada Bank Lain. Pembiayaan tahun 2010 tercatat Other Banks. Total financing in 2010 amounted to
sebesar Rp15,74 triliun, tumbuh 69,59% dari Rp9,28 Rp15.74 trillion, an increase of 69.59% from Rp9.28
triliun pada tahun 2009. Sedangkan Penempatan trillion in 2009. Meanwhile, Placement in Other Banks
Pada Bank juga meningkat dari Rp2,48 triliun pada have also increased significantly from Rp2.48 trillion in
tahun 2009 menjadi Rp4,86 triliun pada tahun 2010. 2009 to Rp4.86 trillion in 2010.

• Aktiva Produktif • Earning Assets


Total aktiva produktif tahun 2010 tercatat sebesar Total earning assets in 2010 stood at Rp23.64 trillion
Rp23,64 triliun yang terdiri dari aktiva pembiayaan which consisted of financing of Rp15.74 trillion
sebesar Rp15.74 triliun (66,56%), aktiva tresuri sebesar (66.56%), treasury assets of Rp5.48 trillion (23.16%) and
Rp5,48 triliun (23,16%), dan rekening administratif administrative accounts of Rp2.43 trillion (10.28%).
sebesar Rp2,43 triliun (10,28%). Pembiayaan tahun In 2010 financing grew significantly by 69.59% or
2010 tumbuh signifikan yaitu sebesar 69,59% atau an increase of Rp6.46 trillion when compared to
meningkat Rp6,46 triliun dibandingkan tahun 2009. 2009. The growth is three (3) times more than the
Persentase peningkatan tersebut hampir tiga kali average credit growth of the banking industry in
lipat angka pertumbuhan kredit perbankan pada 2010 which was 22.1% yoy. The growth is influenced
tahun 2010 yaitu sebesar 22,1% yoy. Hal tersebut by the improving economies of major export
dipengaruhi oleh pulihnya perekonomian negara- destinations, stable macro national economy and
negara tujuan ekspor utama, kondisi makro stable Bank Indonesia benchmark interest rate,
ekonomi nasional yang relatif stabil dan tetap that together drove the growth of the real sector.
dipertahankannya suku bunga Bank Indonesia, Significant business expansion occurred mainly
yang membuat sektor riil menggeliat kembali. in the commodities sector, both agricultural and
Ekspansi bisnis cukup signifikan terutama di sektor mining commodities. Business expansion, although
komoditas, baik komoditas pertanian maupun not as high as the commodity sector, also occurred
tambang. Ekspansi bisnis, walaupun tidak setinggi in the industry sector. The expansion even occurred
sektor komoditas, juga terjadi di sektor perindustrian. in sectors considered as “sunset industries” such
Ekspansi bahkan terjadi di industri yang dianggap as Textiles and Shoes. These have led to increased
sebagai “sunset industry” seperti tekstil dan sepatu. demand for financing, including from Indonesia
Hal ini mendorong naiknya permintaan untuk Eximbank. The biggest financing growth was
memperoleh pendanaan, termasuk pendanaan recorded in Industry sector which grew by 61.17%
dari Indonesia Eximbank. Peningkatan Pembiayaan
terbesar terjadi di sektor Perindustrian yang naik
tumbuh sebesar 61,17% dari Rp4,98 triliun pada

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 57

tahun 2009 menjadi Rp8,03 triliun pada tahun 2010. from Rp4.98 trillion in 2009 to Rp8.03 trillion in 2010.
Sektor berikutnya adalah sektor pertambangan yang The next sector is mining which grew by 123.39%
tumbuh 123,39% yaitu dari Rp770,68 miliar pada from Rp770.68 billion in 2009 to Rp1.72 trillion in 2010.
tahun 2009 menjadi Rp1,72 triliun pada tahun 2010. Whereas the agriculture, logistic and warehousing,
Sementara itu sektor pertanian, pengangkutan dan others, trade and electricity, water, gas grew
pergudangan, lain-Lain, perdagangan dan listrik, by 60.49%, 47.41%, 490.26%, 18.13% and 91.32%
air, gas masing-masing tumbuh sebesar 60,49%, respectively with total outstanding financing of
47,41%, 490,26%, 18,13% dan 91,32% dengan total Rp5.68 trillion.
outstanding sebesar Rp5,68 triliun.


Sektor Industri 2010 2009 Industry
Perindustrian 8,029,517 4,982,000 Industrial
Pertambangan 1,721,628 770,678 Mining
Pertanian 1,658,102 1,033,178 Agriculture
Pengangkutan dan Pergudangan 1,542,419 1,046,341 Transportation and Warehousing
Lain- lain 1,508,735 255,606 Others
Perdagangan 616,918 522,234 Trading
Listrik, Air, Gas 353,365 184,694 Electricity, Water, Gas
Konstruksi 306,141 484,391 Construction
Jumlah 15,736,824 9,279,122 Total

Kedepan, di samping mempertahankan portofolio In the future, in addition to maintaining the current
yang ada saat ini, Indonesia Eximbank akan portfolio, Indonesia Eximbank will further develop
mengembangkan profil portofolio Pembiayaan yang financing portfolio that matches Government Export
disesuaikan dengan arah kebijakan Pengembangan Development policy and direction.
Ekspor Nasional.

• Total Kewajiban • Total Liabilities


Total kewajiban pada tahun 2010 tercatat sebesar Total liabilities of Indonesia Eximbank stood at
Rp14,14 triliun tumbuh 64,08% dibandingkan dengan Rp14.14 trillion, an increase of 64.08% compared to
akhir tahun 2009 sebesar Rp8,62 triliun. Pertumbuhan 2009 which stood at Rp8.62 trillion. The increase in
kewajiban tersebut terutama disebabkan liabilities was primarily driven by additional Borrowings
peningkatan perolehan pinjaman yang diterima obtained which grew from Rp4.95 trillion in 2009 to
dari Rp4,95 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp8,47 Rp8.47 trillion in 2010 as well as securities issued which
triliun pada tahun 2010 serta peningkatan efek-efek grew from Rp3.17 trillion in 2009 to Rp5.33 trillion in
yang diterbitkan dari Rp3,17 triliun pada tahun 2009 2010.
menjadi Rp5,33 triliun pada tahun 2010.

Pinjaman Yang Diterima, baik secara bilateral Borrowings are mostly denominated in USD currency,
maupun sindikasi, dari perbankan nasional maupun both raised through bilateral and syndication means,
perbankan luar negeri, sebagian besar dalam both national and foreign banks. Amongst others are
bentuk USD. Diantaranya terdapat pinjaman dari loans from Japan Bank for International Cooperation
Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Hal (JBIC). This displayed confidence of the creditors,
ini menunjukkan kepercayaan dari para kreditur, baik both nationally and internationally to Indonesia
nasional maupun internasional kepada Indonesia Eximbank.
Eximbank.

Kontributor lain peningkatan jumlah kewajiban Other contributing factors to the increase in total
tersebut adalah diterbitkannya Obligasi I Indonesia liabilities include the issuance of Rp3 trillion of
Eximbank dalam denominasi Rupiah sebesar Indonesia Eximbank Bond I.
Rp3 triliun.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


58 Tinjauan Keuangan

2010 2009
Kewajiban (Rp juta • Rp million) (Rp juta • Rp million) Liabilities

Kewajiban Segera 11,171 5,837 Current Liabilities


Kewajiban Akseptasi 72,169 244,116 Acceptance Payables
Hutang Pajak 13,631 42,516 Taxes Payable
Efek-Efek yang Diterbitkan 5,331,305 3,169,157 Marketable Securities Issued
a. Rupiah 5,331,305 3,154,747 a. Rupiah
b. Valuta Asing - 14,410 b. Foreign Exchange
Kewajiban Derivatif - - Derivative Liabilities
Pinjaman Yang Diterima 8,474,818 4,948,707 Loans Received
a. Rupiah 200,000 - a. Rupiah
b. Valuta Asiing 8,274,818 4,948,707 b. Foreign Currency
Hutang Asuransi dan Penjaminan - - Debt and Guarantee Insurance
Premi/Fee yang Belum Merupakan - - Premium/Fee Unearned
Pendapatan
Estimasi Kerugian Komitmen & Kontijensi 884 44,281 Estimated Losses on Commitments &
Contingencies
Estimasi Klaim Retensi Sendiri/Penjaminan - - Estimated Retention Claims Self/
Guarantee
Bunga Yang Masih Harus Dibayar 92,344 27,149 Accrued Interest
Taksiran Pajak Penghasilan - - Estimated Income Tax
Kewajiban Pajak Tangguhan - - Deferred Tax Liabilities
Kewajiban Lain-lain 140,451 133,927 Other Liabilities
Jumlah 14,136,773 8,615,690 Total

• Ekuitas • Equity
Pada tanggal 22 Desember 2010, Indonesia On 22 December 2010, Indonesia Eximbank
Eximbank menerima tambahan modal disetor dari received additional paid up state capital from the
Pemerintah sebesar Rp2 triliun. Dengan demikian Government of Rp2 trillion. Therefore by end of 2010
pada akhir tahun 2010 Indonesia Eximbank memiliki Indonesia Eximbank has an equity of Rp6.50 trillion
ekuitas sebesar Rp6,50 triliun yang terdiri dari which consisted of Government paid up capital
kontribusi modal Pemerintah sebesar Rp6,32 triliun of Rp6.32 trillion and retained earnings of Rp180.72
dan laba ditahan sebesar Rp180,72 miliar. billion.

2010 2009
Keterangan (Rp juta • Rp million) (Rp juta • Rp million) Description

Kontribusi Modal Pemerintah 6,321,586 4,321,586 Government Capital Contribution


Modal Saham Dengan Nominal - - Nominal Share Capital
Rp1.000.000 per saham Rp1,000,000 per share
Modal Dasar Ditempatkan Dan - - Issued and Authorized
Disetor Penuh-3.000.000 Saham Fully Paid-3,000,000 shares
Rugi Yang Belum Direalisasi Atas (473) - The Unrealized Loss On
Efek- Efek Dalam Kelompok Securities in Groups
Tersedia Untuk Dijual Setelah Available For Sale After
Pajak Tangguhan Tax Deferred
Saldo Laba Retained Earnings
Telah Ditentukan Penggunaannya: Its use has been defined:
a. Cadangan Umum - - a. General Reserve
b. Cadangan Tujuan - - b. Reserve
Belum Ditentukan 180,715 35,160 Not Determined
Penggunaannya Its use
Jumlah Ekuitas 6,501,828 4,356,746 Total Equity

• Pendapatan, Beban, dan Laba • Revenues, Expenses, and Profit

Pendapatan Income
Jumlah pendapatan bunga dan bagi hasil tahun The amount of interest income and profit sharing
2010 sebesar Rp1.234,5 miliar, yang terdiri dari income in 2010 amounted to Rp1,234.5 billion, which
pendapatan bunga sebesar Rp1.176,5 miliar dan consisted of interest income of Rp1,176.5 billion and
bagi hasil secara syariah sebesar Rp57,97 miliar. sharia profit sharing income of Rp57.97 billion. Other
Sedangkan pendapatan operasional lainnya tahun operating income in 2010 amounted to Rp8.34 billion
2010 sebesar Rp8,34 miliar berupa provisi dan komisi which consisted of provision and commission income
selain kredit, keuntungan transaksi surat berharga, other than from credit, profit from securities trading

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 59

serta pendapatan lainnya. Pada tahun 2009 as well as other income. In 2009 interest income and
pendapatan bunga dan bagi hasil tercatat sebesar profit sharing amounted to Rp342.72 billion whereas
Rp342,72 miliar sedangkan pendapatan operasional operating income amounted to Rp14.13 billion.
lainnya tercatat sebesar Rp14,13 miliar.

2010 2009 Perubahan


Rp juta Rp juta Changes
Keterangan Rp million Rp million % Description
Keuntungan Transaksi Mata Uang (11,243) 11,004 -202.17% Foreign Currency Transaction gains
Asing
Provisi dan Komisi Selain Dari 10,282 3,250 216.37% Fees and Commissions other than
Pembiayaan, Asuransi, dan from Financing, Insurance , and
Penjaminan Guarantee
Pendapatan Lain-Lain 4,203 (126) -3435.71% Other Income
Pendapatan Investasi - - - Investment Income
Keuntungan (Kerugian) Transaksi 5,099 - - Gains (Loss) on Securities
Surat Berharga Transactions
Jumlah 8,344 14,128 40.94% Total

Beban Expenses
Beban bunga tahun 2010 sebesar Rp616,40 miliar Interest expense in 2010 amounted to Rp616.40 billion
yang merupakan kewajiban bunga yang harus which consisted of payable interest expenses for
dibayarkan atas Pinjaman Yang Diterima dan Surat Borrowings received and securities issued. Apart from
Berharga Yang Diterbitkan. Selain Beban Bunga, interest expenses, Indonesia Eximbank also booked
Indonesia Eximbank juga membukukan Beban other operating income of Rp201.33 billion which
Operasional lainnya sebesar Rp201,33 miliar, yang consisted of General and Administrative Expenses of
terdiri dari Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp100.75 billion, Personnel Expenses of Rp89.39 billion
Rp100,75 miliar, Beban Tenaga Kerja sebesar Rp89,39 as well as other Expenses of Rp11.19 billion.
miliar serta Beban lainnya sebesar Rp11,19 miliar. Interest Expenses in 2009 amounted to Rp173.52
Beban Bunga tahun 2009 sebesar Rp173,52 miliar billion whereas Operating Expenses amounted to
sedangkan Beban Operasional lainnya sebesar Rp46.32 billion.
Rp46,32 miliar.

Laba Profit
Laba Sebelum Pajak yang dibukukan pada Profit Before Tax at the end of 2010 amounted
akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp246,07 miliar to Rp246.07 billion, while net profit amounted to
sedangkan Laba Bersih adalah sebesar Rp195,65 Rp195.65 billion.
miliar.

2010 2009
Rp juta Rp juta
Keterangan Rp million Rp million Description

Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil 1,234,524 342,724 Interest Income and Profit Sharing
Beban Bunga 616,402 173,522 Interest Expense
Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Bersih 618,122 169,202 Interest Income and Net Profit Sharing
Pendapatan Operasional Lainnya 8,344 14,128 Other Operating Income
Pembalikan (beban) Penyisihan Kerugian (219,837) (82,197) Reversal (expense) Allowance Losses on
Aktiva Produktif dan non Produktif Earning and non Earning Assets
Penyisihan Kerugian Komitmen 41,965 (4,510) Allowance for Losses on Commitments
Beban Operasional Lainnya 201,328 (46,323) Other Operating Expenses
Laba Operasional 247,262 50,300 Operating Profit
Pendapatan (Beban) Bukan - (2) Non Operational Income (Expenses)-Net
Operasional-Bersih
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 246,071 50,298 Profit Before Income Taxes
Beban Pajak Penghasilan-Bersih 50,426 (15,138) Income Tax Expense-Net
Laba Bersih 196,645 35,160 Net Income

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


60 Tinjauan Keuangan

• Kualitas Aktiva Pembiayaan • Earning Asset Quality


Pertumbuhan ekspansi Pembiayaan pada tahun The growth in credit expansion in 2010 of 69.59%
2010 sebesar 69,59% dibandingkan tahun 2009 compared to the position in 2009 was followed
menyebabkan NPL gross turun dari 10,42% pada by the decline of gross NPL from 10.42% in 2009 to
tahun 2009 menjadi 10,14% pada tahun 2010. Namun 10.14% in 2010. However, the implementation of
dengan diimplementasikannya PSAK 50 & 55 (revisi PSAK 50 & 55 (2006 revision) had resulted in an
2006) menyebabkan NPL netto meningkat 0,11% dari increase of net NPL by 0.11% from 5.77% in 2009 to
5,77% pada tahun 2009 menjadi 5,88% pada tahun 5.88% in 2010. The total loan loss reserve (CKPN)
2010. Total Cadangan Kerugian Penurunan Nilai established had increased from Rp629.96 billion in
(CKPN) yang telah dibentuk tahun 2010 mengalami 2009 to Rp872.40 billion in 2010.
peningkatan dibandingkan tahun 2009 yaitu dari
Rp629,96 miliar menjadi Rp872,40 miliar.


2010 2009
Rp juta Rp juta
Kolektibilitas Rp million Rp million Collectibility

Lancar 13,906,613 7,574,415 Current


Dalam Perhatian Khusus 234,335 737,639 Special Mention
Kurang Lancar 36,464 11,640 Substandard
Diragukan 67,347 286,354 Doubtful
Macet 1,492,065 669,074 Loss
Jumlah 15,736,824 9,279,122 Total

Rasio Keuangan FINANCIAL RATIOS


Seiring dengan membaiknya kinerja Indonesia In line with the improving business activities of Indonesia
Eximbank, rasio-rasio keuangan juga menunjukkan Eximbank, the financial ratios also showed improving
perbaikan sebagai indikator keuangan yang solid. trend that demonstrate solid financial performance.

Rasio-Rasio Keuangan 2010 2009 Financial Ratios

Permodalan: Authorized Capital:


CAR Risiko Kredit 40.04% 43.40% CAR Credit Risk
CAR Risiko Kredit dan Pasar 39.89% 42.21% CAR Credit Risk and Market Risk
Aktiva Produktif: Current Assets:
Aktiva Produktif Bermasalah 6.94% 6.78% Non Performing Current Assets
NPL-Gross 10.14% 10.42% NPL-Gross
NPL-Net 5.88% 5.77% NPL-Net
Pemenuhan CKPN Produktif 100.37% 103.91% Fulfillment of Allowance for Earning Assets
Losses to Earning Assets
Rentabilitas: Rentabilities:
ROA 1.55% 1.29% ROA
ROE 4.24% 2.41% ROE
NIM 3.81% 4.21% NIM
BOPO 80.11% 85.90% BOPO

Profit Margin 15.74% 9.85% Profit Margin

Capital Adequacy Ratio (CAR) Capital Adequacy Ratio (CAR)


Rasio kecukupan modal (CAR) Indonesia Eximbank Capital Adequacy Ratio (CAR) of Indonesia Eximbank
dengan risiko pasar dan kredit tahun 2010 sebesar which include market and credit risks has declined to
39,89% turun dibandingkan tahun 2009 sebesar 42,21%. 39.89% in 2010 from 42.21% in 2009. The decline in CAR
Penurunan CAR tersebut disebabkan meningkatnya was related to an increase of risk-weighted assets that
aktiva tertimbang menurut risiko dari Rp10,65 triliun pada amounted to Rp10.65 trillion in 2009 to Rp16.40 trillion in
tahun 2009 menjadi Rp16,40 triliun pada tahun 2010. 2010.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 61

Dengan rasio CAR jauh di atas kebutuhan modal With a CAR ratio well above the minimum requirement
menurut regulasi (8%) tersebut memungkinkan Indonesia of 8%, Indonesia Eximbank will be able to expand its
Eximbank terus mengembangkan ekspansi pembiayaan export-related financing.
ekspornya.

Net Interest Margin (NIM) Net Interest Margin (NIM)


Rasio Net Interest Margin Indonesia Eximbank pada Indonesia Eximbank Net Interest Margin (NIM) ratio
tahun 2010 mengalami penurunan menjadi 3,81% has declined to 3.81% in 2010 from 4.21% in 2009. The
dari tahun 2009 sebesar 4,21%. Penurunan tersebut decline was primarily driven by efforts of Indonesia
sebagai konsekuensi dari fungsi Indonesia Eximbank Eximbank to provide efficient interest rates or lower
untuk memberikan efisiensi suku bunga atau margin tipis margins for the benefit of exporters.
kepada eksportir.

BOPO Ratio of Operating Expenses to Operating Income


Upaya efisiensi yang dilakukan Indonesia Eximbank Efforts to improve Indonesia Eximbank’s efficiency
menyebabkan terjadinya penurunan rasio Biaya resulted in declining Operating Expenses over
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Operating Income ratio (BOPO) from 85.90% in 2009 to
yang cukup baik dari 85,90% pada tahun 2009 menjadi 80.11% in 2010 which can be considered to be good.
80,11% pada tahun 2010. Rasio BOPO tersebut masih di The BOPO ratio is well below the average BOPO ratio of
bawah rata-rata rasio BOPO bank umum sebesar 86,14%. commercial banking industry of 86.14%.

Return on Assets (ROA) Return on Assets (ROA)


ROA tahun 2010 sebesar 1,55% masih di atas ROA bank In 2010 ROA stood at 1.55% which is well above healthy
sehat sebesar 1,25%. Sedangkan ROA tahun 2009 sebesar ROA of 1.25%. in 2009 ROA stood at 1.29%.
1,29%.

Kemampuan Membayar Utang Debt Repayment Capability


Debt Equity Ratio (DER) tahun 2010 sebesar 228,32% lebih In 2010 Debt Equity Ratio (DER) stood at 228.32% which is
tinggi dari tahun 2009 sebesar 157,75%. Rasio tersebut higher than 2009 figure which stood at 157.75%. The ratio
masih di bawah maksimum yang diperkenankan yaitu is well below maximum allowable DER ratio of 600%.
maksimal sebesar 600%.

2010 2009
Efek-efek Hutang yang Diterbitkan Rp Juta • Rp million Rp Juta • Rp million Securities Issuance
Rupiah Rupiah
Obligasi Bank II-2005 Bank Bonds II-2005
Seri B - 200,000 Series B
Obligasi III-2006 Bonds III-2006
Seri A - - Series A
Seri B - 200,000 Series B
Seri C 149,846 150,000 Series C
Obligasi Bank IV-2009 Bank Bonds IV-2009
Seri A - 309,000 Series A
Seri B 156,756 157,000 Series B
Seri C 605,602 607,000 Series C
Seri D 1,423,179 1,427,000 Series D
Obligasi LPEI I- 2010 LPEI Bonds I- 2010
Seri A 1,248,806 Series A
Seri B 424,351 Series B
Seri C 249,588 Series C
Seri D 1,073,177 Series D
Efek-Efek Hutang (Korporasi) - 112,225 Marketable Debt Securities (Corporate)
Dollar Amerika Serikat Dollar Amerika Serikat
Efek-Efek Hutang (Korporasi) - 14,410 Marketable Debt Securities (Corporate)
5,331,305 3,176,635
Dikurangi Beban Emisi Obligasi - (7,478) Bond Issuance Cost Less
Yang Belum Diamortisasi Unamortized
Jumlah 5,331,305 3,169,157 Total

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


62 Tinjauan Keuangan

2010 2009
Pinjaman yang Diterima Rp Juta • Rp million Rp Juta • Rp million Loans Received
Rupiah Indonesia Rupiah Indonesia
Interbank Money Market Interbank Money Market
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 100,000 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 100,000 - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
200,000 -
Dollar Amerika Serikat Dollar Amerika Serikat
Pinjaman Loan
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd Jakarta 2,638,971 281,850 The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd Jakarta
Overseas Chinese Banking 1,865,821 427,534 Overseas Chinese Banking
Corporation Bank OCBC Ltd. Singapura Corporation Bank OCBC Ltd. Singapura
PT Bank Panin Tbk Jakarta 1,261,400 234,875 PT Bank Panin Tbk Jakarta
Japan Bank for International Cooperation 901,000 187,900 Japan Bank for International Cooperation
Wachovia Bank N.A. 360,400 375,800 Wachovia Bank N.A.
Bank DBS Indonesia 360,400 187,900 Bank DBS Indonesia
Standard Chartered Bank, Jakarta 243,270 234,875 Standard Chartered Bank, Jakarta
Standard Chartered Bank, Malaysia 117,130 - Standard Chartered Bank, Malaysia
Bank Ekonomi Raharja, Tbk 135,150 - Bank Ekonomi Raharja, Tbk
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 90,100 - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
Pinjaman Sindikasi dengan Facility Agent Syndicated Loan with Facility Agent
Sumitomo Mitsui Banking - 1,972,950 Sumitomo Mitsui Banking
Corporation, Singapura Corporation, Singapura
Standard Chartered Bank, Singapura - 563,700 Standard Chartered Bank, Singapura
Sumitomo Mitsui Banking - 281,850 Sumitomo Mitsui Banking
Corporation, Singapura Corporation, Singapura
PT Bank Bukopin Tbk - - PT Bank Bukopin Tbk
Citibank, Jakarta 90,100 - Citibank, Jakarta
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk 90,100 - PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
ABN AMRO Bank N.V., Singapura - - ABN AMRO Bank N.V., Singapura
8,153,842 4,749,234
Interbank-Money Market Interbank-Money Market
PT Bank Sinarmas 90,100 - PT Bank Sinarmas
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Cabang - 187,900 PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Cabang
Cayman Island Cayman Island
90,100 187,900
Euro Eropa Euro Europe
Pinjaman Loan
Pemerintah Republik Indonesia Melalui 30,876 11,573 The Government of the Republic of
Kementerian Keuangan Indonesia through the Ministry of Finance
Jumlah 8,474,818 4,948,707 Total

Arus Kas Cash Flow


• Arus kas dari aktivitas operasi • Cash Flow from Operating Activities
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas Net cash flow used for operation in 2010 amounted
operasi untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp5.980 to Rp5.980 billion which was sourced mostly from
miliar terutama berasal dari Penerimaan Bunga, Interest Income, Provision and Commission as well
Provisi dan Komisi serta Pendapatan Bagi Hasil as Sharia Profit Sharing Income that amounted to
Syariah sebesar Rp1.250 miliar. Arus kas bersih Rp1,250 billion. Net cash flow from operation is mostly
tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh ekspansi derived from loan expansion of Rp6,457 billion.
pembiayaan sebesar Rp6.457 miliar.
• Arus kas dari aktivitas investasi • Cash Flow from Investing Activities
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas Net cash flow used for investment activities in 2010
investasi selama tahun 2010 sebesar Rp678 miliar amounted to Rp678 billion as mostly driven by
terutama disebabkan adanya kenaikan atas increasing securities purchased that amounted to
Efek-Efek yang dibeli sebesar Rp436 miliar dan Rp436 billion and the purchase of fixed asset that
perolehan aktiva tetap sebesar Rp10,6 miliar, dan amounted to Rp10.6 billion and securities yield of
Hasil Penerimaan Efek-Efek yang telah jatuh tempo Rp1,125 billion.
sebesar Rp1.125 miliar.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 63

• Arus kas dari aktivitas pendanaan • Cash Flow from Financing Activities
Selama tahun 2010 arus kas bersih yang digunakan During 2010 net cash flow used for financing
untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp7.670 miliar activities amounted to Rp7,670 billion, among other
antara lain untuk pembayaran pinjaman yang things used for the payment of borrowings that
diterima sebesar Rp4.777 miliar yang diimbangi amounted to Rp4,777 billion which is compensated
dengan penerimaan atas pinjaman yang diterima by borrowings received that amounted to Rp8,303
sebesar Rp8.303 miliar serta penerimaan kontribusi billion as well as the receipt of additional paid
modal dari Pemerintah Republik Indonesia sebesar up capital of the Government of the Republic of
Rp2.000 miliar. Arus kas bersih tersebut juga Indonesia that amounted to Rp2,000 billion. Net cash
digunakan untuk pembayaran efek-efek yang jatuh flow generated was also used to pay for securities on
tempo, pembayaran dividen dan pembayaran emisi their due date, pay for dividend and to pay for the
efek-efek hutang yang diterbitkan sebesar Rp856 securities emissions that amounted to Rp856 billion.
miliar.

Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan dan Conflict of Interest Transaction and Transactions with
Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Related Parties
Istimewa
Dalam menjalankan usahanya, Indonesia Eximbank In conducting its business, Indonesia Eximbank engages
melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang in transactions with related parties as defined in
mempunyai hubungan istimewa seperti yang PSAK No.7 on the subject of “Disclosure of Related
didefinisikan dalam PSAK No.7 tentang “Pengungkapan Parties”.
Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

Semua transaksi signifikan dengan pihak yang All significant transaction with related parties,
mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan unconditional or qualified terms and conditions as
dengan atau tidak dengan syarat dan kondisi performed with third parties, must be disclosed on Notes
sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak of the Financial Statement. Transactions carried out
mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan dalam between Indonesia Eximbank and other state owned
Catatan atas Laporan Keuangan. Transaksi Indonesia enterprises and other companies owned or controlled
Eximbank dengan BUMN/D lainnya dan perusahaan- by the Government, including parties related to the
perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan Pemerintah, Banks and Indonesia Banking Restructuring Agency
termasuk pihak yang terkait dengan Bank dan Badan or Government Guarantee Agency and Savings
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) atau unit Guarantee Agency are not categorized as transactions
Pelaksanaan Penjaminan Pemerintah dan Lembaga with related parties in accordance to PSAK No.7.
Penjamin Simpanan tidak dikategorikan sebagai
transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa sesuai dengan PSAK No.7.

Struktur Modal dan Likuiditas Capital Structure and Liquidity


Sesuai dengan Undang-undang Nomor 2/2009 tanggal In accordance with Act No.2/2009 dated
12 Januari 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor 12 January 2009 concerning Lembaga Pembiayaan
Indonesia, modal awal Indonesia Eximbank ditetapkan Ekspor Indonesia, an initial paid up capital of
paling sedikit Rp4.000.000.000.000,- (empat triliun Indonesia Eximbank is stated to amount at least
rupiah). Modal tersebut merupakan kekayaan negara Rp4,000,000,000,000 (four trillion Rupiah). The Paid Up
yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham. Dalam Capital is constituted as the State asset separated and
hal modal LPEI berkurang dari Rp4.000.000.000.000,00 not divided into shares. In the case LPEI paid up capital
(empat triliun rupiah) Pemerintah menutup kekurangan is less than Rp4,000,000,000,000 (four trillion Rupiah) then
tersebut dari dana APBN berdasarkan mekanisme yang the Government may complete any shortfall in the
berlaku. Penambahan modal Indonesia Eximbank Paid Up Capital from the State Budget (APBN) through
untuk menutup kekurangan modal ditetapkan dengan prevailing funding mechanism. The additional paid up
Peraturan Pemerintah. capital of Indonesia Eximbank is used to cover short fall
in the capital is stipulated by Government Regulation.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


64 Tinjauan Keuangan

Pada tanggal 22 Desember 2010, Indonesia Eximbank On 22 December 2010 Indonesia Eximbank received
menerima kontribusi modal dari Pemerintah Republik additional paid up capital from the Government of
Indonesia sebesar Rp2 triliun. Dengan demikian, pada the Republic of Indonesia amounted to Rp2 trillion.
tanggal 31 Desember 2010, Indonesia Eximbank memiliki Therefore, as at 31 December 2010, Indonesia Eximbank
modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh sebesar has a fully paid up capital of Rp6,321,586 million.
Rp6.321.586 juta.

Indonesia Eximbank dimiliki sepenuhnya oleh Indonesia Eximbank is fully owned by the Government
Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal of the Republic of Indonesia. As of 31 August 2009,
31 Agustus 2009, Indonesia Eximbank memiliki modal Indonesia Eximbank has authorised capital and fully
dasar, ditempatkan dan disetor penuh sebesar paid capital of Rp3 trillion consisted of 3,000,000 shares
Rp3.triliun yang terdiri dari 3.000.000 lembar saham with a nominal value of Rp1,000,000 per share (full
dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000 per saham amount).
(angka penuh).

Transaksi Lindung Nilai Hedging Transactions


Dalam melakukan usaha bisnisnya, Indonesia Eximbank In conducting its business, Indonesia Eximbank
melakukan transaksi instrumen keuangan derivatif frequently make transaction using derivative financial
seperti kontrak berjangka mata uang asing dan swap instruments such as foreign currency forward contract
mata uang asing untuk mengelola risiko pasar seperti and swap contract to manage market risk such as
risiko mata uang dan risiko tingkat suku bunga. currency and interest rate risks.

Instrumen keuangan derivatif diakui di neraca pada Derivative financial instrument is recognised in the
nilai wajar dikurangi penyisihan kerugian penurunan balance sheet at fair value less value impairment
nilai. Setiap kontrak derivatif dicatat sebagai aset reserve. Each derivative contract is recognized as an
apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai asset when it has positive fair value and as a liability
kewajiban apabila memiliki nilai wajar negatif. when it has negative fair value.

Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak The changes in derivative instrument fair value which
ditujukan sebagai instrumen lindung nilai atau tidak is not meant to be the hedging instrument or does not
memenuhi kriteria atau diklasifikasi sebagai instrumen meet the criteria or classified as hedging instrument,
lindung nilai, diakui atau dibebankan sebagai laba recognized as current year’s profit and loss. For
rugi tahun berjalan. Untuk tujuan akuntansi, transaksi accountancy purpose, Indonesia Eximbank derivative
derivatif Indonesia Eximbank bukan merupakan lindung transaction is not an effective hedging instrument in
nilai yang efektif menurut PSAK No.55 (Revisi 2006). reference to PSAK No.55 (Revision 2006).

Sejak Januari 2010, transaksi derivatif diakui sesuai Since January 2010, derivative transaction is recognized
dengan PSAK No.55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: by PSAK No.55 (2006 Revision), “Financial Instrument:
Pengakuan dan Pengukuran”. Tagihan dan kewajiban Recognition and Measurement”. Derivative invoice and
derivatif diklasifikasikan sebagai aset dan kewajiban payables are classified as financial asset and liability
keuangan yang diukur nilai wajar melalui laporan laba which are measured based on their fair value through
rugi. profit and loss statement.

Sebelum 1 Januari 2010, transaksi derivatif diakui Prior to 1 January 2010, derivative transaction is
sesuai PSAK No.55 (Revisi 1999), “Akuntansi Instrumen recognized by PSAK No 55 (1999 Revision), ”Derivative
Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. Keuntungan atau Instrument Accountancy and Hedging Activities”.
kerugian yang terjadi dari perubahan nilai wajar diakui Profit or loss take emerge from changes in fair value
dalam laporan laba rugi. Nilai wajar instrumen derivatif is recognized in profit and loss statement. Fair value
ditentukan berdasarkan Diskonto Arus Kas dan modal of a derivative instrument is determined based on
penentu harga atau harga yang diberikan oleh broker Discounted Cash Flow and capital that determine
(qouted price) atas instrumen lainnya yang memiliki its price or the price quoted by the broker for other
karakteristik serupa. instruments with similar characteristics.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 65

Kebijakan Pembagian Surplus Surplus Distribution Policy


Berdasarkan Pasal 21 Undang-Undang Republik In reference to Clause No 21 Act of the Republic of
Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Lembaga Indonesia Number 2 Year 2009 concerning Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia, surplus yang diperoleh Pembiayaan Ekspor Indonesia, any surplus earned by
Indonesia Eximbank dalam kurung waktu 1 (satu) Indonesia Eximbank within 1 (one) financial year is to
tahun kegiatan digunakan untuk cadangan umum, be used as general reserve, reserve, production service
cadangan tujuan, jasa produksi, dan tantiem, dan and tantiem and Government’s share of the profit.
bagian laba Pemerintah. Persentase alokasi surplus Surplus is allocated using the following percentage:
ditetapkan: cadangan umum dan cadangan tujuan general provisioning and reserve 90% (ninety percent)
sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari surplus from surplus and production service and tantiem
dan jasa produksi dan tantiem serta bagian laba whereas Government’s share of the profit is 10%
Pemerintah 10% (sepuluh persen) dari surplus. Besar (ten percent) of the surplus amount. The size of the
persentase untuk cadangan umum, cadangan percentage for general reserve, reserve, production
tujuan, jasa produksi dan tantiem, serta bagian laba service and tantiem, whereas Government’s share is
Pemerintah ditetapkan oleh Menteri Keuangan. determined by the Minister of Finance.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Based on the resolution of the Extraordinary General
Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Ekspor Indonesia Meeting of Shareholders of PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero) No.16 Tanggal 31 Agustus 2009, pemegang (Persero) No.16 dated 31 August 2009, the shareholders
saham Bank menyetujui antara lain penggunaan laba have agreed to approve, among others, the utilization
bersih periode 1 Januari sampai dengan 31 Agustus of net profit for the period of 1 January to 31 August
2009 untuk pembayaran deviden sebesar 20%, progam 2009 as follows: 20% for dividend payment, 2% for
kemitraan sebesar 2%, progam bina lingkungan sebesar partnership program, 2% for community development
2% dan laba ditahan sebesar 76%. and 76% for retained earnings.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Based on Annual General Meeting of Shareholders
yang diadakan pada tanggal 28 Mei 2009, pemegang that took place on 28 May 2009, the shareholders of
saham Bank menyetujui antara lain penggunaan laba the Bank have agreed to approve the utilization of net
bersih tahun buku 2008 untuk pembayaran deviden profit of 2009 financial year as follows: Rp24.165 billion
sebesar Rp24.165 miliar, cadangan umum besar for dividend payment, Rp199.504 billion for general
Rp199.504 miliar, cadangan tujuan sebesar Rp8.313 reserve, Rp8.313 billion for reserve, Rp4.833 billion for
miliar, progam kemitraan sebesar Rp4.833 miliar dan partnership program and Rp4,833 billion for community
program bina lingkungan sebesar Rp4,833 miliar. development.

Penggunaan Dana Hasil Obligasi Use of Proceeds from Bonds Issuance


Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi, Funds raised from the Bond’s Public Offering, after
setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi seluruhnya deducting all costs of issuance will be used entirely
akan dipergunakan oleh Indonesia Eximbank untuk by Indonesia Eximbank to finance earning assets in
pembiayaan aset produktif yaitu pembiayaan ekspor the form of export financing that consisted of direct
dengan komposisi pembiayaan langsung sebesar financing of approximately 90% and indirect financing
kurang lebih 90% dan pembiayaan tidak langsung (refinancing) of approximately 10%.
(refinancing) sebesar kurang lebih 10%.

Apabila Indonesia Eximbank bermaksud untuk In the case Indonesia Eximbank intends to amend the
melakukan perubahan penggunaan dana hasil use of proceeds raised from the public offering referred
Penawaran Umum sebagaimana dimaksud di atas atau above or utilize the proceeds from the offering other
menggunakan dana hasil Penawaran Umum ini selain than the planned use of proceed as mentioned above,
daripada rencana penggunaan dana sebagaimana Indonesia Eximbank must first report to Bapepam-LK
dimaksud di atas, maka Indonesia Eximbank terlebih to present the rationale and considerations and must
dahulu harus melaporkan kepada Bapepam-LK obtain prior written approval of the Trustee, upon
dengan mengemukakan alasan dan pertimbangannya approval by the General Meeting of Bond holders.
dan harus memperoleh persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari Wali Amanat setelah disetujui oleh Rapat
Umum Pemegang Obligasi.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


66 Tinjauan Keuangan

Kebijakan Akuntansi dan Informasi Keuangan Luar Biasa Accounting Policy and Extraordinary Financial
Information
Laporan keuangan Indonesia Eximbank disajikan Indonesia Eximbank Financial Statement is presented
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum based on the principles of generally accepted
di Indonesia, baik Peraturan Badan Pengawas Pasar accounting practices of Indonesia, the rules of the
Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No.VIII.G.7 BAPEPAM-LK No.VIII.G.7 which is an attachment of
yang merupakan Iampiran Surat Keputusan Ketua BAPEPAM Chairman Decision No.KEP-06/PM/2000 dated
BAPEPAM No.KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 13 March 2000 concerning “Guidelines of Financial
tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”, Statement Presentation”, Circular Letter No.SE-02/
Surat Edaran No.SE-02/BL/2008 tentang “Pedoman BL/2008 concerning “Guidelines to Present and Disclose
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Financial Statement of a Public Company in the Field
Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan of General Mining, Oil and Gas and Banking” dated
Umum, Minyak dan Gas Bumi, dan Perbankan” 31 January 2008, the Decree of the Minister of Finance
tanggal 31 Januari 2008, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.140/PMK.010/2009 concerning the Guidance
(PMK) No.140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan and Supervision of LPEI and PMK No.161/PMK.010/2010
Pengawasan LPEI dan PMK No.161/PMK.010/2010 on the subject of Amendment to PMK No.140/
tentang Perubahan atas PMK No.140/PMK.010/2009 PMK.010/2009 concerning Guidance and Supervision
tentang Pembinaan dan Pengawasan LPEI. of LPEI.

PSAK No.31, “Akuntansi Perbankan”, telah diterapkan PSAK No.31, ”Banking Accountancy” has determined
untuk laporan keuangan Indonesia Eximbank periode that for Indonesia Eximbank financial report for the
empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember period of the last four months ending 31 December
2009 dan PT Bank Indonesia (Persero) pada periode 2009 and PT Bank Indonesia (Persero) for the period
delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus of eight months ending 31 August 2009, Indonesia
2009. Efektif tanggal 1 Januari 2010, Indonesia Eximbank Eximbank has implemented PSAK No.55 (2006 Revision),
menerapkan PSAK No.55 (Revisi 2006), “Instrumen “Financial Instrument: Recognition and Measurement”,
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dan PSAK and PSAK No.50 (2006 Revision), “Financial Instrument:
No.50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian Presentation and Disclosure”.
dan Pengungkapan”.

Sementara itu, untuk unit usaha syariah laporan Meanwhile for Sharia business unit, the financial
keuangannya disajikan sesuai dengan PSAK No.101 statement is presented in reference to PSAK No.101
tentang “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”, concerning “Presentation of the Sharia Financial
PSAK No.102 tentang “Akuntansi Murabahah” dan Statement”, PSAK No.102 concerning “Murabahah
PSAK No.106 tentang “Akuntansi Musyarakah”, Accountancy”, and PSAK No.106 concerning
yang menggantikan PSAK No.59 tentang “Musyarakah Accounting)”, that replaced PSAK
“Akuntansi Perbankan Syariah”, yang berhubungan No.59 concerning “Sharia Banking Accountancy”, that
dengan pengakuan, pengukuran, penyajian dan relate to recognition, measurement, presentation and
pengungkapan terhadap topik-topik tersebut dan disclosure of the relevant topics and Sharia Banking
Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia Accountancy Guidelines of Indonesia.
(PAPSI).

Aspek Pemasaran Marketing Aspect


Sebagai lembaga yang menerima mandat untuk turut As an institution with a mandate to take part in
meningkatkan ekspor nasional, Indonesia Eximbank increasing national export, Indonesia Eximbank has
memiliki fokus pasar yang karakternya berbeda dengan different market focus from that of commercial banks.
pasar perbankan komersial. Kriteria utama pasar yang The main criteria of Indonesia Eximbank target market
menjadi target Indonesia Eximbank adalah nasabah are clients with direct export or export supporting
yang memiliki aktivitas ekspor atau aktivitas mendukung activities. Included in the export supporting group are
ekspor. Termasuk dalam kelompok nasabah pendukung suppliers to the exporters, service providers to exporters,
ekspor misalnya adalah pemasok kepada eksportir, infrastructure provider needed by exporters
penyedia jasa bagi eksportir, pengelola infrastruktur (e.g. electricity, ports).
yang dibutuhkan oleh eksportir (listrik, pelabuhan).

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 67

Secara umum, pasar tersebut sebenarnya juga dilayani In general, the market is actually well served by
oleh perbankan komersial. Untuk itu, agar tidak commercial banks. Therefore, to avoid overlapping
terjadi overlapping dengan perbankan komersial, with commercial banking, Indonesia Eximbank focuses
Indonesia Eximbank diarahkan untuk mempertajam on targeting customer group whose needs can not be
fokus, menyasar kelompok nasabah yang memiliki served/fulfilled by commercial banks. This concept is
kebutuhan yang tidak dapat dilayani/dipenuhi oleh known as Fill the Market Gap concept. The concept
perbankan komersial. Konsep ini dikenal dengan can be further defined, ranging from customers who
konsep Fill the Market Gap. Pemahaman market gap need financing with competitive interest rates, longer
ini cukup luas, mulai dari nasabah yang butuh term, higher risk, even customers whose business
pembiayaan dengan bunga lebih kompetitif, jangka actually classified as non-bankable but feasible.
waktu lebih panjang, risiko lebih tinggi, bahkan sampai
dengan nasabah yang sebenarnya tergolong non
bankable namun secara bisnis feasible.

Untuk tahun 2010, pasar yang disasar oleh Indonesia In 2010, the markets being targeted by Indonesia
Eximbank adalah eksportir yang bergerak di industri Eximbank are businesses whose export grew rapidly
yang ekspornya tumbuh pesat seperti komoditas such as as agriculture, mining commodities, and several
pertanian, komoditas tambang, dan beberapa jenis other industries that have gained momentum to grow
industri yang sedang meraih momentum untuk tumbuh rapidly. Among them are exporters of palm oil, rubber,
pesat diantaranya adalah eksportir di industri minyak cocoa, coal, oil and gas, shipbuilding, textiles, fish
sawit, karet, coklat, batubara, minyak dan gas bumi, processing, etc. Furthermore, Indonesia Eximbank gives
perkapalan, tekstil, pengolahan ikan, dll. Lebih lanjut, priority for its corporate clients who are main players
di level korporat, Indonesia Eximbank memberikan in each industry by considering their contribution to
prioritas kepada para pemain utama di masing-masing the export volume and manageable level of risk. At
industri dengan pertimbangan kontribusi mereka the level of SMEs, the targeted market is businesses in
terhadap volume ekspor dan tingkat risiko yang the value chain of exporters financed by Indonesia
manageable. Di level UKM, sasaran yang dituju adalah Eximbank or exporters in general. This could mean
pelaku usaha yang berada di value chain dari para suppliers, service providers, etc.
eksportir yang dibiayai atau dari eksportir pada
umumnya seperti pemasok, penyedia jasa, dsb.

Industri-industri yang disasar tersebut sedikit demi The industries being targeted are directed to conform
sedikit memang diarahkan untuk disesuaikan dengan with the Government program that gives priority to the
program Pemerintah yang memberikan prioritas export of 9 commodities and 1 service sector, namely:
kepada komoditas ekspor yang terdiri dari 9 komoditas
dan 1 bidang jasa yaitu:
1. CPO 1. CPO
2. Kakao 2. Cacao
3. Kopi 3. Coffee
4. Udang 4. Shrimp
5. Karet dan Produk Karet 5. Rubber and Rubber Products
6. Perikanan dan Produk Kelautan 6. Fisheries and Ocean Products
7. Tekstil dan Produk Tekstil 7. Textile and Textile Products
8. Makanan Olahan 8. Processed Food
9. Alas kaki, dan 9. Shoes, and
10. Jasa Konstruksi Luar Negeri 10. Overseas Construction Services

Prospek Usaha Business Prospects


Terdapat beberapa indikasi yang meyakinkan There are some indications that convinced Indonesia
Indonesia Eximbank bahwa prospek pembiayaan Eximbank of the strong prospects for export financing
ekspor sedang memiliki momentum kuat untuk tumbuh in future years. First is the recovery process that occurs
di tahun-tahun mendatang. Pertama proses pemulihan in countries affected by the crisis of 2008-2009, and
yang terjadi di negara-negara yang terkena krisis 2008 – continuation of strong growth in large populous
2009, serta tetap kuatnya pertumbuhan negara-negara

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


68 Tinjauan Keuangan

berpenduduk besar seperti India dan Cina, akan countries such as India and China, that will increase
meningkatkan atau setidaknya mengembalikan tingkat or at least restore the level of demand for goods and
permintaan akan barang dan jasa secara global. IMF services globally. IMF trough the World Economic
melalui World Economic Outlook memproyeksikan Outlook has projected that the global economy will
bahwa perekonomian global akan tumbuh 4,2% grow by 4.2% In 2011, accompanied by the growth
pada tahun 2011 yang diiringi oleh pertumbuhan in world trade by 7%. This will gain momentum for the
perdagangan dunia sebesar 7%. Hal ini tentunya akan growing demand for Indonesian goods and services, at
menjadi momentum bagi meningkatnya permintaan least from the traditional market which had stopped or
akan barang dan jasa Indonesia, setidaknya dari reduce demand during the crises.
negara-negara pembeli tradisional yang pada saat
krisis menghentikan atau mengurangi permintaannya.

Kedua, berlangsungnya proses relokasi industri dari Second, the ongoing process of relocation of industries
negara-negara yang semakin tidak efisien dan stabil from countries which have become increasingly
ke negara-negara yang lebih efisien dan stabil. efficient and stable to countries which are more
Kondisi ini tampak misalnya pada industri padat karya efficient and stable. This condition appears for example
seperti tekstil dan sepatu yang hengkang dari Cina ke on labor-intensive industries such as textiles and shoes
negara-negara dengan upah buruh lebih kompetitif that leave China to countries with competitive labor
dan karakter buruh yang lebih kooperatif, yang salah costs and more cooperative labor character, one of
satunya adalah Indonesia. which is Indonesia.

Ketiga, kondisi perekonomian dan politik nasional yang Third, economic conditions and national political
stabil. Didukung oleh kuatnya struktur perekonomian stability. Supported by strong economic structure of
Indonesia, tampaknya pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia, seems to national economic growth will
akan memiliki pijakan kuat untuk terus tumbuh di have a strong footing to continue to grow in coming
tahun-tahun mendatang. Derasnya aliran modal yang years. The swift flow of incoming capital, which reflects
masuk, yang mencerminkan tingkat keyakinan investor, the level of investors’ confidence, the ability of Bank
kemampuan Bank Indonesia untuk mengelola likuiditas Indonesia to manage its liquidity within safe limits,
dalam batas-batas yang aman, ketersediaan tenaga the availability of skilled labor and more conducive
kerja trampil dan semakin kondusifnya hubungan industrial relations between employers and workers
industrial antara pengusaha dan pekerja menjadi are factors that support a conducive business
faktor-faktor pendukung iklim usaha yang baik. environment. These factors increase confidence of
Perkembangan tersebut meningkatkan keyakinan Indonesia Eximbank that business prospects will improve,
Indonesia Eximbank akan membaiknya prospek usaha especially in the field of export.
khususnya di bidang ekspor.

Pengembangan Usaha Business Development


Tahun 2010 ini ditandai dengan upaya pengembangan The year 2010 saw efforts in product development
berbagai produk dan aktivitas yang diamanatkan oleh as well as other activities that are mandated by Act
UU Nomor 2/2009. Melengkapi produk pembiayaan No. 2/2009. Complementing the variety of financing
yang telah dikelola sejak periode PT Bank Ekspor products that have been offered since the period of
Indonesia (Persero), Indonesia Eximbank memulai PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), Indonesia Eximbank
langkah pengembangan produk dan jasa penjaminan, then started with development of guarantee, insurance
asuransi, dan jasa konsultasi. and consultation products and services.

Fokus utama proses pengembangan adalah The primary focus during the development process is
penyusunan aturan main (kebijakan, manual, dan the establishment of governing rules (policies, manuals
SOP), pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia and SOPs), fulfillment of the required human capital,
dan pembentukan jejaring lembaga yang dibutuhkan and developing the institutional networking that is
untuk meminimalkan risiko dalam menjalankan transaksi necessary to minimize risks in guarantee and insurance
penjaminan dan asuransi. transactions.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Financial Review 69

Selain untuk melengkapi produk, pengembangan In addition to complete product development efforts
usaha juga diarahkan kepada pendalaman dan are also directed to deepen and expand supply to
perluasan pemenuhan kebutuhan eksportir. Baik meet the needs of exporters. Whether by offering
dengan menawarkan produk-produk yang telah ada existing products that have never been sold, or by
namun belum dimanfaatkan, maupun menawarkan offering specially developed products to serve the
produk-produk yang dikembangkan secara khusus special needs of exporters.
untuk melayani kebutuhan-kebutuhan khusus eksportir.

Di kelompok yang terakhir ini, beberapa aktivitas yang The latter group includes initiatives in the development
disasar misalnya pengembangan produk Buyer’s Credit, of products such as Buyer’s Credit, Export Credit, Non-
Kredit Ekspor, Pembelian Tagihan Non LC, dan produk- L/C Receivables Purchase, and other products that are
produk khas eximbank lainnya. typical for eximbanks.

Bagaimanapun, Indonesia Eximbank masih berada di However, Indonesia Eximbank still at a very early stage
tahap yang sangat awal dari perjalanannya. Untuk itu, of its journey. Therefore, opportunities are still wide open
masih terbuka lebar kesempatan untuk tumbuh dan for it to grow and develop, to accompany the dynamic
berkembang, mengiringi dinamika perkembangan di development of the national export industry.
industri ekspor nasional.

Perubahan Regulasi Changes in Regulations


Sepanjang tahun 2010 satu-satunya perubahan Throughout 2010, the only regulatory change
regulasi terkait dengan Indonesia Eximbank tertuang associated with Indonesia Eximbank is contained
di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.161/ in the Regulation of the Minister of Finance No.161/
PMK.010/2010 tanggal 1 September 2010 tentang PMK.010/2010 dated 1 September 2010 concerning
Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Amendments to the Regulation of the Minister of
No.140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Finance No.140/PMK010/2009 on Guidance and
Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Supervision of Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Dengan adanya perubahan PMK tersebut ada With the amendment in Regulation of the Minister of
beberapa perubahan terkait operasional bisnis Finance was related to some changes in Indonesia
Indonesia Eximbank antara lain sebagai berikut: Eximbank business operations are as follows:
a. Dalam melakukan kegiatan penjaminan dan a. In conducting insurance and guarantee activities,
asuransi, Indonesia Eximbank harus memiliki retensi Indonesia Eximbank must have its own retention for
sendiri untuk setiap penutupan risiko yaitu paling each risk the closure of at most 10% of any capital
tinggi 10% dari modal setiap terjamin atau dua kali guaranteed or capital twice and two times the
modal dan jumlahnya paling tinggi dua kali modal, highest amount of capital, which these figures give
yang mana angka tersebut lebih memberikan ruang more room for Indonesia Eximbank operation.
gerak bagi Indonesia Eximbank dalam menjalankan
kegiatan usahanya.
b. Dalam melakukan kegiatan asuransi dan b. In conducting insurance activities and the Indonesia
penjaminan Indonesia Eximbank harus memiliki Eximbank guarantee must have policies, manuals,
kebijakan, manual, dan standar operating and standard operating procedure (SOP) and
procedure (SOP) dan sistem informasi akuntansi system accounting information for each product
untuk setiap produk penjaminan dan asuransi. guarantees and insurance.
c. Keharusan untuk melakukan penilaian kelayakan c. The requirement to assess the feasibility of the
tertanggung, lawan transaksi (counter party) insured, as opposed to the transaction (counter
dari pihak tertanggung investor atau terjamin party) from the insured or assured investors that
yang meliputi prospek usaha, kinerja usaha, dan include business prospects, business performance,
kemampuan membayar. and ability to pay.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


70 Tinjauan Keuangan

d. Keharusan untuk bekerja sama dengan partner d. The requirement to cooperate with international
internasional yang memiliki keahlian dan partners who have expertise and experience in
pengalaman di bidang penjaminan dan atau guarantee and/or insurance in case the insured’s
asuransi dalam hal kedudukan tertanggung, lawan position, opposite transaction (counter party) of
transaksi (counter party) dari pihak tertanggung, the insured, investors, guaranteed, or insured or
investor, terjamin, atau lokasi objek pertanggungan guarantee the location of objects outside Indonesia.
atau penjaminan berada di luar Indonesia.
e. Mengatur tentang hal-hal yang harus di muat dalam e. Set up about things that should be loaded in the
perjanjian penutupan penjaminan atau asuransi. closing agreement or an insurance guarantee.
f. Kewajiban menyampaikan laporan keuangan, f. The obligation to submit financial statements,
laporan kegiatan usaha semesteran, laporan business activity report semi-annual, annual financial
keuangan tahunan yang diaudit oleh akuntan reports audited by public accountants, and other
publik, dan laporan lain yang dapat mempengaruhi reports that may affect the business or financial
kegiatan usaha atau keadaan keuangan Indonesia condition Indonesia Eximbank.
Eximbank.
g. Pengaturan mengenai pembentukan cadangan g. Settings on the formation of a provision in a collective
kerugian penurunan nilai secara kolektif impairment as stated in the PSAK that generally
sebagaimana dinyatakan dalam PSAK yang berlaku accepted on Recognition and Measurement of
umum mengenai Pengakuan dan Pengukuran Financial Instruments with reference to the general
Instrumen Keuangan dengan mengacu pada reserve and special reserve.
pembentukan cadangan umum dan cadangan
khusus.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


71
Melayani Masyarakat
Serving the Community

Sebagai lembaga yang keberadaannya juga As an institution whose existence is also dependent
bergantung pada dukungan dari lingkungannya, on support from its environment, Indonesia Eximbank
Indonesia Eximbank juga memberikan perhatian also pay attention to activities that serve the needs
kepada aktivitas-aktivitas melayani komunitas of the surrounding communities. These activities
di lingkungannya. Aktivitas tersebut termasuk include implementing Capacity Building, running the
melaksanakan Capacity Building, menjalankan Pola Partnership, and Community Development.
Kemitraan, dan Bina Lingkungan.

Capacity Building Capacity Building


Kegiatan dalam pelaksanaan Program Corporate Activities in the implementation of CSR programs
Social Responsibility (CSR) Indonesia Eximbank terfokus at Indonesia Eximbank are focused on education/
pada program pendidikan/pelatihan (capacity training (capacity building). Capacity Building aims
building). Capacity Building bertujuan untuk membantu to assist government programs in reducing the
program Pemerintah dalam menurunkan tingkat unemployment rate. Participants of this capacity
pengangguran. Peserta dari program ini adalah lulusan building program is a graduate of high school/
SMA/SMK/sederajat dari keluarga kurang mampu vocational school or equivalent from poor families but
namun memiliki prestasi yang dapat dikembangkan have the performance that can be developed so that
sehingga para alumni memiliki skills yang cukup di dunia the alumni have sufficient skills in the workforce or to be
kerja atau membuka peluang usaha berwiraswasta. entrepreneurial by developing business opportunities.

Program pelatihan di tahun 2010 relatif sama dengan The training program in 2010 is relatively the same as
pelatihan di tahun 2009, hanya saja di tahun 2010 training in 2009, but in 2010, Indonesia Eximbank has
ini, Indonesia Eximbank menambah beberapa jenis added some types of training that include: diving
pelatihan antara lain: instruktur selam, pelatihan instructor, TV & Radio broadcasting training, and
penyiaran TV & Radio, dan pelatihan piping training in piping drafting. The followings are training
drafting. Berikut ini kerja sama pelatihan yang telah cooperation organized by Indonesia Eximbank:
diselenggarakan oleh Indonesia Eximbank:

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


72 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Lembaga Pelatihan Jumlah Penerima Beasiswa


Training
Training Institution Number of Scholarships Beneficiary
Mekanik Industri 130 orang
Solo Technopark
Advance Welder 20 orang
International Garment Training Centre MMQ, PMF, PDD dan SOP 470 orang
Hartomo Mechanic Training Centre Mekanik Sepeda Motor 302 orang
Meranti Magsaysay Kapal Pesiar 30 orang
Trade Finance Pelatihan Ekspor 2400 orang
Asosiasi Diving Instructor Lombok Instruktur Selam 10 orang
Andalan Education Penyiar TV & Radio 20 orang
Recare Piping Drafting Autocad 20 orang

Untuk pertama kalinya Indonesia Eximbank melakukan For the first time Indonesia Eximbank to cooperate with
kerja sama dengan Asosiasi Diving Instructor Lombok the Association of Diving Instructor of Lombok (ADIL)
(ADIL) pada pelatihan Instructor Diving Course (IDC) on Diving Instructor Diving Course (IDC) held by PADI
yang diselenggarakan oleh Professional (Professional Association Diving Instructor).
Association Diving Instructor (PADI).

Pelatihan ini diperuntukan bagi penyelam tingkat The training is intended for divers at master level who
master diving yang belum memiliki sertifikat international do not yet have international certification located in
di lokasi Gili Air dan Gili Trawangan. Hal ini bertujuan Gili Air and Gili Trawangan. The aim is to train capable
untuk merebut kembali peluang profesi sebagai instructors whose jobs were filled in by professionals from
instruktur penyelam yang selama ini mengkaryakan Australia, France, UK and Germany who came on tourist
instruktur asing dari Australia, Perancis, Inggris, dan visa and work freelance.
Jerman dengan memakai visa turis dan bekerja secara
freelance.

Dengan telah memiliki sertifikasi international dari PADI, With internationally recognized certification from PADI,
diharapkan dapat menaikan pendapatan Penyelam divers are expected to raise local revenues significantly.
lokal secara signifikan. Selama ini mereka menerima So far they can accept payments in Rupiah, nowadays
pembayaran dalam mata uang rupiah dan kini dibayar they accept payments US Dollars with a much greater
dalam bentuk dollar Amerika dengan nilai yang jauh value.
lebih besar.

Indonesia Eximbank bekerja sama dengan Andalan In an effort to meet the manpower needs of the field of
Education memberikan pelatihan kepada 20 peserta broadcasting Indonesia Eximbank in cooperation with
lulusan SMK jurusan penyiaran untuk meningkatkan Andalan Education provided training to 20 graduates
profesionalisme serta memenuhi kebutuhan dan kriteria of vocational school majoring in broadcasting which is
yang dipersyaratkan oleh industri televisi dan radio. intended to bridge the gap between supply of trained
Setelah mengikuti pelatihan, para alumni ditempatkan manpower with the needs, criteria and requirements
sebagai tenaga magang di TVRI, JakTV, dan Production of broadcasting companies, both television as well as
House TFA (Think Feel Act). radio. After the training was completed, the alumni was
taken to internship at the Public Broadcasting Institution
TVRI, JakTV, and Production House TFA (Think Feel Act).

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Corporate Social Responsibility 73

Kerja sama Indonesia Eximbank dengan Recare Indonesia Eximbank’s cooperation with Recare to
dalam pelatihan Piping Drafting Autocad diarahkan provide Piping Drafting Autocad training was directed
untuk memenuhi adanya peningkatan permintaan to meet increasing demand for skilled manpower
tenaga kerja ahli gambar pada kegiatan proyek to perform engineering drawing drafting in the EPC
pembangunan dalam bidang industri EPC (Engineering, (Engineering, Procurement and Construction) sector
Procurement and Construction) yang cukup pesat saat which experience rapid growth lately, especially
ini, khususnya pada industri Petrokimia, Pembangkit in the petrochemical industry, power plants (PLTU,
Listrik (PLTU, PLTG, PLTGeothermal), serta Oil and Gas, PLTG, PLTGeothermal), as well as Oil and Gas, both in
baik di Indonesia maupun dunia pada umumnya. Hal Indonesia and in the rest of the world. This is driven by
ini dikarenakan 60% SDM yang diperlukan berkaitan the fact that over 60% of human resources required in
dengan perpipaan, penggambaran pipa (piping this industry are related to the piping, piping drafting
drafting), dan konstruksi perpipaan. and piping construction.

Pola Kemitraan Partnership Scheme


Program Kemitraan dengan Usaha Kecil merupakan Small Business Partnership Program is a continuation
kelanjutan dari program kemitraan sebelumnya of the previous partnership program of PT Bank
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), dengan tujuan untuk Ekspor Indonesia (Persero), with the aim to provide
memberikan peluang kepada kalangan usaha kecil opportunities for small businesses to become more
agar menjadi lebih tangguh dan mandiri. Cara yang resilient and to be more independent. The way in which
ditempuh untuk mewujudkan tujuan ini adalah dengan this goal can be achieved is to provide soft loans with
memberikan pinjaman lunak dengan suku bunga an interest rate of 6% per year to finance the purchase
sebesar 6% per tahun untuk membiayai pembelian of fixed assets and working capital with the hope to
aktiva tetap dan modal kerja dengan harapan dapat increase sales and expand its marketing network.
meningkatkan nilai penjualan dan memperluas jaringan
pemasaran.

Pada perkembangan selanjutnya dan sejalan dengan In further developments and Indonesian missions in line
misi Indonesia Eximbank, maka program kemitraan Eximbank, the partnership program is expected to give
diharapkan dapat melahirkan usaha rintisan eksportir birth pioneering efforts of exporters among small and
dari kalangan usaha kecil dan menengah, yang dapat medium enterprises, which can be increased through
terus ditingkatkan melalui pembinaan intensif agar intensive training to become entrepreneurs new
menjadi pengusaha eksportir baru. exporters.

Disamping bantuan pembiayaan, Indonesia Eximbank Other than financial assistance, Indonesia Eximbank
juga melakukan pembinaan yang meliputi berbagai partnership program also give coaching which covers
aspek diantaranya peningkatan penguasaan aspek various aspects such as increased control of financial
keuangan, peningkatan kemampuan Manajemen aspects, improving business management skills, market
dalam mengelola usaha, perluasan pemasaran, dan expansion and efforts to raise productivity and product
upaya-upaya peningkatan produktifitas & kualitas quality.
produk.

Untuk mengoptimalkan penyaluran pembiayaan To optimize the distribution of financing with the
dengan Pola Kemitraan, antara lain dapat ditempuh Partnership, taken by several methods such as:
melalui beberapa metode yaitu antara lain:
a. Outsourcing Model a. Outsourcing Model
Pembiayaan Kemitraan bekerja sama dengan Partnership financing is carried out in cooperation
Lembaga Mitra (PMVD, BPR, Koperasi). with partner institutions (regional venture capital,
rural banks, cooperative).

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


74 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

b. Business Linkage Model b. Business Linkage Model


Pembiayaan Kemitraan melalui kerja sama dengan Partnership financing is conducted in cooperation
Perusahaan Inti yang menerima supply bahan baku with the nucleus company which receives supply of
dari UKM Mitra Binaan. raw materials from the partnering SMEs.
c. Direct Lending Model c. Direct Lending Model
Pembiayaan Kemitraan yang seluruh proses kredit Partnership financing of the entire process is
dilakukan oleh Indonesia Eximbank. facilitated by Indonesia Eximbank.

Outstanding pembiayaan Program Kemitraan sampai The financing outstanding of Partnership Program up
dengan tahun 2010 mencapai Rp20,6 miliar dengan to 2010 has reached Rp20.6 billion to a total of 300
jumlah mitra binaan mencapai 300 mitra, yang partners, which is distributed to small businesses in
disalurkan kepada usaha kecil di berbagai propinsi dan various provinces and districts ranging from DKI Jakarta,
kabupaten di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, West Java, Central Java, Yogyakarta, East Java, Bali,
Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa West Nusa Tenggara (NTB) and South Kalimantan.
Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Selatan.

Pada tahun 2010, realisasi penyaluran model In 2010, Actual distribution of the outsourcing model
outsourcing dilaksanakan melalui Perusahaan implemented through the Regional Venture Capital
Modal Ventura Daerah (PMVD) dengan jumlah yang Company with amounted to Rp9.5 billion to 95 partners
disalurkan sebesar Rp9,5 miliar kepada 95 mitra binaan with the following details:
dengan rincian sebagai berikut:

PMVD Jumlah UKM Nilai (Rp Juta) Lokasi


Number of SME Amount (Rp million) Location
PT Sarana Bali Ventura 18 2,000 Bali
PT Sarana Jatim Ventura 19 2,000 Jawa Timur
PT Sarana Jabar Ventura 15 1,500 Jawa Barat
PT Sarana Surakarta Ventura 11 1,000 Jawa Tengah
PT Sarana Kalsel Ventura 12 1,000 Kalimantan Selatan
PT Sarana NTB 10 1,000 Nusa Tenggara Barat
PT Sarana Jogya Ventura 10 1,000 Yogyakarta
Jumlah 95 9,500 Total

Realisasi penyaluran pola Sinergi dengan perusahaan The realization of distribution in synergy with state
BUMN dilaksanakan melalui kerja sama dengan PTPN X owned enterprise PTPN X in East Java with a total fund
di Jawa Timur dengan jumlah pembiayaan sebesar of Rp2 billion distributed to 38 farmer groups
Rp2 miliar yang disalurkan kepada 38 kelompok tani representing 600 plasma sugar cane farmers.
yang mewakili 600 petani tebu plasma.

Adapun sejumlah Rp1 miliar diberikan secara direct About Rp1 billion of partnership channeling is in the
lending melalui pegawai Indonesia Eximbank, anggota form of Direct Lending, which is channeled through
Asosiasi Diving Lombok Instructor (ADIL) dan siswa Indonesia Eximbank employee relations, members of
pelatihan kapal pesiar Meranti Magsaysay. the Association of Diving Instructor of Lombok (ADIL)
and trainees of Meranti Magsaysay cruise ship.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Corporate Social Responsibility 75

Komposisi Penyaluran Program Kemitraan Indonesia The largest of Composition of Partnership Program of
Eximbank terbesar adalah sektor perdagangan (share Indonesia Eximbank is in the trade sector by 42% or
42%) dengan nilai Rp5,29 miliar. Sementara itu sektor Rp5.29 billion. While the agriculture 20%, fisheries and
industri penyaluran (share 20%) pertanian, perikanan farming by 19% and services sector (19%) or
dan peternakan (share 19%) dan sektor jasa (share 19%) Rp2.51 billion, Rp2.34 billion, and Rp2.35 billion
masing-masing senilai Rp2,51 miliar, Rp2,34 miliar, dan respectively.
Rp2,35 miliar.

Wilayah Perdagangan Jasa Industri Pertanian Total
%
Region Trading Services Industry Agriculture Total
Bali 1,135,000,000 475,000,000 390,000,000 0 2,000,000,000 16%
Jabar 750,000,000 800,000,000 450,000,000 0 2,000,000,000 16%
Jakarta 75,000,000 83,750,000 0 0 158,750,000 1%
Jateng 697,000,000 - 303,000,000 0 1,000,000,000 8%
Jatim 850,000,000 345,000,000 600,000,000 2,275,000,000 4,070,000,000 33%
Kalsel 620,000,000 80,000,000 300,000,000 0 1,000,000,000 8%
NTB 360,000,000 455,645,000 365,000,000 75,000,000 1,255,645,000 10%
Yogyakarta 800,000,000 100,000,000 100,000,000 0 1,000,000,000 8%
5,287,000,000 2,339,395,000 2,508,000,000 2,350,000,000 12,484,395,000
42% 19% 20% 19%

Bina Lingkungan Community Development


Ruang lingkup pelaksanaan Program Bina Lingkungan The scope of the implementation of Community
Indonesia Eximbank dalam wujud kepedulian sosial Development/Corporate Social Responsibility (CSR) of
diterapkan antara lain dengan memberikan bantuan Indonesia Eximbank include the followings:
melalui:
• Kepedulian terhadap Bencana Alam/Kejadian Luar • Care for Natural Disaster/Extraordinary Events;
Biasa;
• Pendidikan/Pelatihan (khususnya yang terkait • Education/Training (especially related to education
dengan pendidikan dan peningkatan capacity and increased capacity building in the field of export
building di bidang ekspor impor); and import);
• Pembangunan/pengembangan sarana dan • Construction/development of public facilities and
prasarana umum, sarana ibadah dan sarana infrastructure, religious facilities and health facilities;
kesehatan;
• Pelestarian alam. • Preservation of nature.

Kepedulian sosial Indonesia Eximbank dalam bentuk Indonesia Eximbank social care in the form of CSR
Program CSR diselenggarakan dalam upaya programs are maintained in an effort to help improve
membantu perbaikan kondisi sosial masyarakat the social conditions of society and community
dan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk empowerment in the form of assistance/grants, among
pemberian bantuan/hibah antara lain kepada korban others, to victims of natural disasters, education and
bencana alam, pendidikan dan atau pelatihan untuk or training for high school graduates, improving public
lulusan SLTA, peningkatan kesehatan masyarakat, health, development/improvement of facilities and
pengembangan/perbaikan sarana dan prasarana infrastructure general, religious facilities repair and
umum, perbaikan sarana ibadah dan menjaga maintain the continuity of nature conservation.
kesinambungan pelestarian alam.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


76 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pelaksanaan Bina Lingkungan (CSR ) yang telah Implementation of Community Development (CSR),
disalurkan sebesar Rp3,41 miliar atau 70% dari target which has disbursed Rp3.41 billion or 70% of the
RKA 2010 sebesar Rp5 miliar. Program Bina Lingkungan/ targeted RKA 2010 of Rp5 billion. The implementation
CSR yang difokuskan pada program Pendidikan/ of Community Development Program/CSR activities
Pelatihan atau capacity building yang mendapat are still focused on Education/Training or capacity
tanggapan positif dari masyarakat serta membantu building program that received positive response
program Pemerintah dalam menurunkan tingkat from the communities in which it is aimed to assist the
pengangguran. Government program to reduce unemployment rate.

Jumlah (Rp)
%
Uraian Amount (Rp) Description

Pelatihan 2,681,098,050 79% Training


Kesehatan 70,500,000 2% Health
Infrastruktur & Pelestarian Alam 374,607,00 11% Infrastructure & Nature Preservation
Bencana Alam 151,655,000 4% Natural Disaster
Sarana & Prasarana 128,258,280 4% Infrastructure
Jumlah 3,406,114,330 100% Total

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


77
Informasi Bagi Pemegang Saham
Information for Shareholders

Komposisi Kepemilikan Saham Shareholders Composition


Indonesia Eximbank adalah lembaga yang didirikan Indonesia Eximbank is an institution established by the
oleh Pemerintah berdasarkan UU Nomor 2/2009. government under the Act No.2/2009. In contrast to the
Berbeda dengan konsep kepemilikan berdasarkan concept of ownership based on shares, referring to the
saham, merujuk kepada ketentuan tentang provision of capital as laid down in Article 19 of the Act,
Permodalan sebagaimana tercantum di dalam Pasal Indonesia Eximbank capital is considered as the State’s
19 UU tersebut maka modal Indonesia Eximbank property which is separated and not divided into shares.
merupakan kekayaan negara yang dipisahkan dan Based on this provision, the ownership of Indonesia
tidak terbagi atas saham. Berpijak pada ketentuan ini Eximbank is entirely in the hands of the Government of
maka kepemilikan Indonesia Eximbank seluruhnya the Republic of Indonesia.
berada di tangan Pemerintah Republik Indonesia.

Modal dasar Indonesia Eximbank ditetapkan paling Authorized capital of Indonesia Eximbank is stated at
sedikit Rp4 trilun. Dalam hal modal menjadi berkurang least Rp4 trillion. In the case the capital amounted to be
dari Rp4 triliun, Pemerintah wajib menutup kekurangan less than Rp4 trillion, the Government has the obligation
tersebut dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja to top it up from the State Budget using the prevailing
Negara (APBN) berdasarkan mekanisme yang berlaku. mechanism.

Untuk memperkuat modal, salah satu mekanisme yang To strengthen the capital, one of the mechanisms
diatur berdasarkan UU tersebut adalah kapitalisasi governed by the law is the capitalization of General
Cadangan Umum dan Cadangan Tujuan (Pasal 20 UU Reserve and Appropriated Reserve (article 20 of Act
Nomor 2/2009) dimana dalam hal akumulasi Cadangan No.2/2009) where in the case General Reserve and
Umum dan Cadangan Tujuan telah melebihi 25% dari Appropriated Reserve has accumulated to more than
Modal Awal Indonesia Eximbank, maka 75% dari 25% of Initial Paid Up Capital of Indonesia Eximbank,
kelebihannya dapat digunakan untuk kapitalisasi then 75% of the excess can be used for capitalization of
modal. capital.

Komposisi Penerbitan Obligasi Composition of Bond Issuance


Selain modal, salah satu sumber dana Indonesia In addition to paid up capital, one of Indonesia
Eximbank adalah penerbitan obligasi. Sampai Eximbank funding sources is the issuance of bonds.
dengan akhir tahun 2010, Indonesia Eximbank telah Up to the end of 2010, Indonesia Eximbank has
menerbitkan beberapa obligasi. Beberapa diantaranya issued several bonds. Some of them are listed are still
yang tercatat masih outstanding adalah sebagai outstanding are as follows:
berikut:

Nominal (Rp) Tanggal Jatuh


Tanggal Terbit Coupon Rates
Amount (Rp) Tempo
Date of Issuance Coupon Rates
Jenis Due Date Type

Obligasi BEI III Seri C 150,000,000,000 28 Sep 2006 28 Sep 2011 12.80% BEI Bonds III Series C
Obligasi BEI IV Seri B 157,000,000,000 19 Jun 2009 18 Jun 2012 11.63% BEI Bonds IV Series B
Obligasi BEI IV Seri C 607,000,000,000 19 Jun 2009 18 Jun 2014 12.00% BEI Bonds IV Series C
Obligasi BEI IV Seri D 1,427,000,000,000 19 Jun 2009 18 Jun 2016 12.75% BEI Bonds IV Series D
Obligasi Indonesia Eximbank 1,250,000,000,000 8 Jul 2010 13 Jun 2011 7.55% Indonesia Eximbank
Seri A Bonds Series A
Obligasi Indonesia Eximbank 425,000,000,000 8 Jul 2010 8 Jun 2013 8.55% Indonesia Eximbank
Seri B Bonds Series B
Obligasi Indonesia Eximbank 250,000,000,000 8 Jul 2010 8 Jul 2015 9.60% Indonesia Eximbank
Seri C Bonds Series C
Obligasi Indonesia Eximbank 1,075,000,000,000 8 Jul 2010 8 Jul 2015 10.00% Indonesia Eximbank
Seri D Bonds Series D

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


78 Informasi Bagi Pemegang Saham

Hubungan Investor Investor Relations


Sebagai lembaga keuangan khusus yang berdiri As a specialized institution established based on special
berdasarkan UU dengan status sovereign, Indonesia Act with sovereign status, Indonesia Eximbank becomes
Eximbank menjadi institusi yang memperoleh dukungan an institution that has received strong support from
kuat dari banyak investor seperti perbankan, many investors, including banks, eximbank/export credit
Eximbank/ECA, dan multilateral agensi. Berbagai agencies and multilateral agencies. Various forms of
bentuk dukungan yang diberikan misalnya adalah support received, to name just a few, the provision of
dukungan penyediaan dana, penyediaan credit line, funding, provision of credit lines, technical assistance,
technical assistance, training, dsb. Dengan dukungan training, etc. With that kind of support, Indonesia
tersebut, Indonesia Eximbank dapat melayani Eximbank is able to serve the needs of exporters
kebutuhan para eksportir dengan lebih efisien dan efficiently and comprehensively.
menyeluruh.

Perbankan komersial, baik bank nasional maupun bank Commercial banking, both national banks and foreign
luar negeri, adalah salah satu investor utama yang banks, are major investors who provide funding to
menyediakan dana untuk Indonesia Eximbank. Indonesia Eximbank. The provision of funds is either
Penyediaan dana diberikan baik secara bilateral bilaterally or through syndication/club deal. Generally
maupun secara sindikasi/club deal. Umumnya the provision of funds intended to meet the funding
penyediaan dana tersebut ditujukan untuk memenuhi requirements in order to finance expansion and on
kebutuhan dana dalam rangka ekspansi pembiayaan a clean base. Some are provided in the framework
dan diberikan secara clean basis. Beberapa of Trade Finance, which indeed is one of Indonesia
diantaranya diberikan dalam kerangka Trade Finance, Eximbank’s main business.
yang memang merupakan salah satu bisnis utama
Indonesia Eximbank.

Sejauh ini, Indonesia Eximbank menikmati terms and So far, Indonesia Eximbank enjoys relatively lenient terms
condition penyediaan dana yang relatif baik dari and conditions from commercial bank creditors. As of
kreditur perbankan komersial. Sampai dengan akhir the end of 2010, the total loans received both bilateral
tahun 2010 tercatat nilai pinjaman dalam valuta asing and syndication, from both national and foreign banks
yang diperoleh, baik secara bilateral maupun sindikasi, amounted to USD907 million.
dari bank nasional maupun luar negeri adalah sebesar
USD907 juta.

Kelompok investor lain yang juga menjadi pendukung Another investor group, which is also a major supporter
utama Indonesia Eximbank adalah mitra eximbank of Indonesia Eximbank are eximbanks partner from
negara lain, dimana sebagai sesama lembaga dengan various other countries and multilateral agencies. As
misi developmental, lembaga-lembaga tersebut a fellow institution with developmental mission these
memiliki kepentingan dengan Indonesia Eximbank institutions share common interests with Indonesia
dalam hal bermitra untuk mendukung program- Eximbank to form partnership to support their respective
program mereka. Program-program kerja sama tersebut programs. The programs of cooperation must also be
tentunya juga harus sejalan dengan kepentingan dan in line with the interests and mandate of Indonesia
mandat Indonesia Eximbank. Di bidang pendanaan, Eximbank. For funding, the cooperation is generally in
kerja sama ini umumnya berupa penyediaan dana the form of provision of loans with lenient terms and

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Information for Shareholders 79

pinjaman dengan terms and conditions yang relatif conditions (both in terms of price and tenor) which are
lunak (baik dari segi harga maupun jangka waktu) used for specific purposes. This gives Indonesia Eximbank
yang digunakan untuk tujuan tertentu. Manfaat yang benefit of relatively economical long-term funding
diperoleh adalah ketersediaan dana jangka panjang which is difficult to obtain from commercial banks.
yang relatif murah, yang sulit untuk diperoleh dari
perbankan komersial.

Salah satu bentuk kerja sama pendanaan sebesar One form of funding cooperation that has been
USD100 juta dengan tenor 5 tahun, dan dapat conducted in 2010 is USD100 million direct credit
digunakan untuk membiayai pengembangan facilities from Japan Bank for International Cooperation
perdagangan intra ASEAN dan ASEAN-Jepang. Selama with a tenor of 5 years, to finance the development of
tahun 2010, dana pinjaman tersebut telah disalurkan intra-ASEAN and ASEAN-Japan trade. During 2010, the
seluruhnya kepada eksportir-eksportir yang eligible. Di fund has been distributed entirely to finance eligible
samping itu, sumber pendanaan juga diperoleh dari exporters. In addition, funding was also obtained from
berbagai institusi keuangan di dalam dan luar negeri various financial institution domestically and abroad
baik bilateral maupun sindikasi antara lain: Bank Panin, both bilateral and syndicated among others: Bank
Bank Danamon, Standard Chartered Jakarta Branch, Panin, Bank Danamon, Standard Chartered Bank
Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Jakarta Branch, Citibank Jakarta Branch, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Jakarta
Jakarta, DBS Jakarta, Wachovia, OCBC Singapore, BNI Branch, Citibank Jakarta, DBS Jakarta, Wachovia,
Singapura, dan Standard Chartered Malaysia. OCBC Singapore, BNI Singapore, and Standard
Chartered Malaysia.

Selain dalam bentuk dana tunai, Indonesia Eximbank Apart from the cash, Indonesia Eximbank also gained
juga memperoleh dukungan dalam bentuk penyediaan support in the form of Credit Line from Eximbank
Credit Line dari eximbank mitra, yang dapat digunakan partners, which can be used if there is potential for an
jika terdapat potensi transaksi yang eligible. Beberapa eligible transaction. Some who have expressed Credit
yang telah menyatakan menyediakan Credit Line Line is providing by China Eximbank, U.S. Eximbank, and
tersebut adalah China Eximbank, US Eximbank, dan Korea Eximbank.
Korea Eximbank.

Mata Uang Jumlah Suku Bunga Jangka Waktu


Lenders Currency Amount Interest Tenor
Korea Eximbank USD 50,000,000 Pada saat transaksi
At the transaction Sampai dengan 5 tahun
Up to 5 years
China Eximbank USD 100,000,000 Pada saat transaksi Sampai dengan 15 tahun
At the transaction Up to 15 years
US Eximbank USD 100,000,000 Pada saat transaksi Sampai dengan 15 tahun
At the transaction Up to 15 years

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


80

Tata Kelola
Perusahaan
Good Corporate Governance

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


81

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


82
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance Report

Dalam mencapai visi dan misinya, Indonesia Eximbank In achieving its vision and mission, Indonesia Eximbank
menerapkan prinsip-prinsip ”Good Corporate applies the principles of Good Corporate Governance
Governance” (GCG) sebagaimana ditegaskan pada (GCG), as stipulated in Act No.2 Year 2009 Article
Pasal 17 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik 17 paragraphs 1 and 2, that in conducting its task,
Indonesia Nomor 2 tahun 2009 yang menyatakan Indonesia Eximbank should apply the principles
bahwa dalam menjalankan tugasnya, Indonesia of good corporate governance, the principles of
Eximbank wajib menerapkan prinsip tata kelola risk management, and the principles of Know Your
perusahaan yang baik, prinsip penerapan Manajemen Customers. The aforementioned application of the
Risiko, dan prinsip mengenal nasabah. Penerapan principles of good corporate governance includes the
prinsip tata kelola perusahaan yang baik sebagaimana principles of openness, accountability, responsibility,
dimaksud di atas adalah mencakup prinsip independence, and fairness.
keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban,
independensi, dan kewajaran.

Prinsip tata kelola tersebut kembali ditegaskan melalui Those principles of good governance are reaffirmed in
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/ the Decree of Minister of Finance No.141/PMK.010/2009
PMK 010/2009 yang mengatur tentang pelaksanaan concerning the implementation of good governance in
tata kelola yang baik di Indonesia Eximbank. Indonesia Eximbank. As the embodiment of compliance
Sebagai perwujudan kepatuhan terhadap Undang- with the Act No.2 Year 2009 and to ensure an effective
Undang Nomor 2 Tahun 2009 dan untuk memastikan implementation of the principles of Good Corporate
terlaksananya penerapan prinsip-prinsip GCG di Governance in Indonesia Eximbank, the Board of
Indonesia Eximbank, Dewan Direktur juga telah Directors has also established a Board Manual as a
menyusun Board Manual sebagai pedoman bagi guideline for the Board of Directors, Executive Director
Dewan Direktur, Direktur Eksekutif dan Direktur Pelaksana and Managing Director in carrying out their respective
dalam menjalankan masing-masing fungsinya. functions.

Tujuan Penerapan GCG The Objective of the Implementation of GCG


Penerapan GCG merupakan wujud kepatuhan The GCG implementation is the embodiment of
lembaga terhadap UU Nomor 2/2009 tentang Lembaga compliance with the Act No.2/2009 concerning
Pembiayaan Ekspor Indonesia. Praktik GCG di Indonesia the Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. GCG
Eximbank merupakan cara terbaik untuk mewujudkan practices in Indonesia Eximbank are the best way to
tujuan lembaga. Dalam mengembangkan tata kelola achieve the corporate objectives. In developing GCG,
perusahaan, Indonesia Eximbank juga memperhatikan Indonesia Eximbank also taking account the provisions
ketentuan dalam Pedoman Umum Good Corporate stipulated in the Code of GCG Indonesia issued by
Governance Indonesia yang dikeluarkan oleh Komite the National Committee on Governance Policies and
Nasional Kebijakan Governance serta memperhatikan applying the best business practices.
praktik-praktik bisnis terbaik.

Penerapan tata kelola perusahaan di lingkungan The implementation of corporate governance in


Indonesia Eximbank mempunyai tujuan utama untuk: Indonesia Eximbank serves the key objectives as follow:
1. Mengarahkan dan mengendalikan hubungan kerja 1. Directing and controlling the working relationship
antara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), between the General Meeting of Shareholders
Dewan Direktur dan Direktur Pelaksana; (GMS), the Board of Directors and Managing
Director;
2. Meningkatkan pertanggungjawaban pengelolaan 2. Improving institution management accountability to
lembaga kepada Pemegang Saham dengan tetap shareholders by taking into account the interests of
memperhatikan kepentingan para stakeholders; all stakeholders;
3. Menciptakan kejelasan hubungan kerja antara 3. Creating clear relationship between the institution
lembaga dengan para stakeholders; and stakeholders;
4. Mendorong dan mendukung pengembangan 4. Encourage and support effective business
usaha, pengelolaan sumber daya lembaga dan development, resource management and risk
pengelolaan risiko secara lebih efektif sehingga management to leverage institution’s value;
meningkatkan nilai lembaga;

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 83

5. Mengarahkan pencapaian visi dan misi lembaga; 5. Directing the effort to achieve vision and mission of
the Institution;
6. Meningkatkan profesionalisme sumber daya 6. Improving the professionalism of human resources;
manusia;
7. Menjadi dasar implementasi dan pengembangan 7. Serving as the foundation for the implementation
Budaya Lembaga; and development of Institution Culture;

Struktur Tata Kelola Structure of Governance


Sistem tata kelola/governance Indonesia Eximbank The Indonesia Eximbank adopts “One Board System” as
adalah ”One Board System”, dimana Dewan Direktur its system of Corporate Governance, in which the Board
merupakan organ tunggal organisasi. of Directors act as the sole organ for the organization.

Keterangan | Description

Dewan Direktur Ex Officio


Board of Directors • Fiskal | Fiscal (3 Orang | persons)
• Perdagangan | Trade (1 Orang | person)
• Perindustrian | Industry (1 Orang | person)
• Pertanian | Agriculture (1 Orang | person)

Profesional
• 4 Orang | persons

Chairman sekaligus CEO | Chairman concurrently as CEO


• adalah profesional | professional

Managing Director/Direktur Pelaksana


diangkat oleh Dewan Direktur untuk membantu Direktur
Eksekutif adalah para Profesional
Direktur Pelaksana appointed by the Board of Directors to assist the Executive
Managing Directors Director is the Professional

Dewan Direktur sebagai organ tunggal mempunyai As a single organ, the Board of Directors has the main
tugas pokok dan fungsi untuk merumuskan, duty and function to formulate, establish policies, and
menetapkan kebijakan, dan melakukan pengawasan oversee the operations of Indonesia Eximbank.
terhadap kegiatan operasional Indonesia Eximbank.
Dewan Direktur berjumlah paling banyak 10 (sepuluh) The Board of Directors shall be of maximum 10 (ten)
orang, yang terdiri dari: person comprising of:
1. 3 (tiga) orang pejabat yang berasal dari instansi 1. 3 (three) government officials from the institutions or
atau lembaga yang membidangi fiskal. department in charge in fiscal.
2. 1 (satu) orang pejabat yang berasal dari instansi 2. 1 (one) government official from the institutions or
atau lembaga yang membidangi perdagangan. department in charge in trade.
3. 1 (satu) orang pejabat yang berasal dari instansi 3. 1 (one) government official from the institutions or
atau lembaga yang membidangi perindustrian. department in charge in industry.
4. 1 (satu) orang pejabat yang berasal dari instansi 4. 1 (one) government official from the institutions or
atau lembaga yang membidangi pertanian. department in charge in agriculture.
5. Paling banyak 3 (tiga) orang yang berasal dari luar 5. Maximum of 3 (three) persons from external Indonesia
Indonesia Eximbank dan 1 (satu) orang dari dalam Eximbank and 1 (one) person is from internal Indonesia
Indonesia Eximbank. Eximbank.

Salah seorang dari anggota Dewan Direktur ditetapkan A member of the Board of Directors shall be appointed
oleh Menteri sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap as the Chairman of the Board of Directors and serve
Direktur Eksekutif. Dalam melaksanakan tugasnya, concurrently as the Executive Director. In order to
Direktur Eksekutif dibantu paling banyak 5 (lima) orang perform its duty, the Executive Director shall be supported
Direktur Pelaksana dimana paling banyak 4 (empat) by maximum of 5 (five) Managing Directors, of which
orang berasal dari dalam Indonesia Eximbank. Direktur a maximum of 4 (four) members shall be appointed
Pelaksana diangkat dan diberhentikan oleh Dewan from Indonesia Eximbank. The Managing Directors are
Direktur atas usul dari Direktur Eksekutif. appointed and discharged by the Board of Directors
upon the recommendation of the Executive Director.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


84 Tata Kelola Perusahaan

Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, Dewan In carrying out its functions and duties, the Board
Direktur harus selalu berlandaskan kepada prinsip- of Directors must adhere to the principles of good
prinsip Good Corporate Governance, etika jabatan corporate governance and ethical standards, uphold
dan berpegang pada etika bisnis serta Board Manual business ethics, and the Board Manual and the code
dan pedoman perilaku (code of conduct) yang telah of conduct that has been agreed upon, covering
disepakati yaitu keteladanan, kepatuhan terhadap role modelling, compliance with laws and regulations,
Peraturan Perundang-Undangan, keterbukaan dan transparency and information confidentiality, business
kerahasiaan informasi, peluang bisnis dalam lembaga, opportunities within the institutions and conflict of
dan benturan kepentingan. interest

Dewan Direktur The Board of Directors


Dewan Direktur merupakan organ tunggal Indonesia As the sole organ, the Board of Directors shall formulate
Eximbank yang berfungsi merumuskan dan and determine the policies and shall supervise
menetapkan kebijakan serta melakukan pengawasan Indonesia Eximbank operations. In addition the Board of
terhadap kegiatan operasional Indonesia Eximbank. Directors is also responsible to monitor the performance
Selain itu Dewan Direktur juga bertanggung jawab of management in achieving corporate goals as well
dalam memonitor kinerja Direktur Eksekutif dalam as to prevent any conflict of interest and also to monitor
pencapaian tujuan lembaga dan mencegah adanya the implementation of Good Corporate Governance in
konflik kepentingan serta memantau terselenggaranya all business activities.
pelaksanaan Good Corporate Governance dalam
setiap kegiatan usaha Indonesia Eximbank.

a. Jumlah Komposisi, dan Independensi Dewan Direktur a. Numbers, Composition, and Independency of the
Board of Directors
• Pada saat ini, jumlah anggota Dewan Direktur • Currently, the composition of the Board of
Indonesia Eximbank berjumlah 4 (empat) orang Directors of Indonesia Eximbank consists of 4 (four)
dan masih dibawah jumlah maksimal 10 (sepuluh) persons and still less than the maximum 10 (ten)
orang yang diperkenankan oleh Undang-Undang persons as allowed by the Act No.2/2009.
Nomor 2/2009.
• Susunan Dewan Direktur Indonesia Eximbank • The Composition of the Board of Directors of
tahun 2010 adalah sebagai berikut: Indonesia Eximbank are as follow:

Ketua Dewan Direktur & Direktur Eksekutif I Made Gde Erata Chairman of the Board of Directors and
concurrently as Executive Director
Anggota Dewan Direktur Hadiyanto Members of the Board of Directors
Ngalim Sawega
Hesti Indah Kresnarini

• Komposisi Dewan Direktur tersebut adalah 2 (dua) • The composition of the Board of Directors are
orang pejabat yang berasal dari instansi atau 2 (two) government officials from an institution
lembaga yang membidangi fiskal, 1 (satu) orang or department in charge in fiscal, 1 (one)
pejabat yang berasal dari instansi atau lembaga government official from an institution or
yang membidangi perdagangan dan 1 (satu) department in charge in trade and 1 (one) person
orang berasal dari luar Indonesia Eximbank. from external Indonesia Eximbank.
• Seluruh anggota Dewan Direktur tidak memiliki • All members of the Board of Directors have no
hubungan keluarga sampai dengan derajat family relationship to the second degree with
kedua dengan sesama anggota Dewan Direktur. fellow members of the Board of Directors.

b. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Direktur b. Duties and Responsibilities of the Board of Directors
Tugas dan tanggung jawab Dewan Direktur telah The duties and responsibilities of the Board of
diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor Directors have been set forth in the Minister
141/PMK.010/2009 tentang Prinsip Tata Kelola of Finance Regulation No.141/PMK.010/2009
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan concerning the Principles of Good Governance

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 85

dijabarkan kembali pada Peraturan Dewan Direktur of Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia and
No.0002/PDD/09/2009 yang meliputi: described in the Board of Directors Regulation
No.0002/PDD/09/2009 which includes:
• Memantau terselenggaranya pelaksanaan Good • Monitoring the implementation of Good
Corporate Governance dalam setiap kegiatan Corporate Governance in all Indonesia Eximbank
usaha Indonesia Eximbank. business activities.
• Melaksanakan pengawasan terhadap • Monitoring the performance of duties and
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direktur responsibilities of the Executive Director, and give
Eksekutif, serta memberikan nasihat kepada advice to the Executive Director.
Direktur Eksekutif.
• Mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi • Directing, monitoring, and evaluating the
pelaksanaan kebijakan strategis Indonesia implementation of Indonesia Eximbank strategic
Eximbank. policies.
• Menyelenggarakan hubungan kerja dengan • Working relationship with the Coordinating
Kementerian Koordinator, Kementerian Negara, Ministry, the Ministry of State, related ministry, Non-
Departemen terkait, lembaga Pemerintah Non Departmental Government Institutions, and other
Departemen, dan lembaga lain yang terkait. relevant institutions.

Ketua Dewan Direktur bertanggung jawab untuk The Chairman of the Board of Directors is responsible
mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi for coordinating the implementation of the duties and
Dewan Direktur dan tidak memiliki hak suara dalam functions of the Board of Directors and has no voting
rapat Dewan Direktur. Dalam melaksanakan rights in Board of Directors meetings. In performing its
tugasnya Dewan Direktur dibantu oleh Office of The duties, the Board of Directors is assisted by Office of the
Board of Directors yang bertanggung jawab atas Board of Directors, responsible for the smoothness of
terlaksananya kelancaran tugas-tugas Dewan Direktur the implementation of the Board of Directors duties in
dalam melaksanakan fungsi-fungsinya dalam carrying out its functions in formulating and determining
merumuskan dan menetapkan kebijakan serta policies as well as conducting surveillance on the
melakukan pengawasan terhadap operasional operational of Indonesia Eximbank, managed by the
Indonesia Eximbank oleh Direktur Eksekutif dan segenap Executive Director and staff.
jajarannya.

Office of The Board of Directors ini terdiri dari Office of The Board of Directors consists of:
1. Sekretaris Dewan Direktur 1. Secretary of the Board of Directors
2. Wakil Sekretaris Dewan Direktur 2. Vice Secretary of the Board of Directors
3. Tenaga ahli, paling sedikit 1 (satu) orang dan paling 3. Expert, at least 1 (one) and maximum 2 (two) persons
banyak 2 (dua) orang untuk setiap Anggota Dewan for each member of the Board of Directors.
Direktur.

c. Pelaksanaan Tugas c. Task Execution


Sebagai penjabaran dari UU Nomor 2/2009 tentang In order to spell out the Act No.2 concerning LPEI
LPEI dan Peraturan Pelaksanaan seperti Peraturan and Implementing Regulations, such as Government
Pemerintah, dan Peraturan Menteri Keuangan maka Regulation and the Ministry of Finance Regulation,
perlu disusun Peraturan Dewan Direktur. it is deemed necessary to setup a Regulation of the
Board of Directors.

Selama tahun 2010 Peraturan Dewan Direktur During the year 2010, the Board of Director has issued
(PDD) yang telah dikeluarkan oleh Dewan Direktur 10 Regulation of the Board of Director (PDD), as
sebanyak 10 (sepuluh) PDD, yang terdiri dari: follows:
1. Peraturan Dewan Direktur No.0008/PDD/11/2010 1. Regulation of the Board of Director No.0008/
tentang Kebijakan Business Continuity Plan (BCP) PDD/11/2010 concerning the Policy on Business
LPEI. Continuity Plan (BCP) of LPEI.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


86 Tata Kelola Perusahaan

2. Peraturan Dewan Direktur No.0009/PDD/11/2010 2. Regulation of the Board of Director No.0009/


tentang Kebijakan Asuransi Ekspor LPEI. PDD/11/2010 concerning the Policy on Export
Insurance of LPEI.
3. Peraturan Dewan Direktur No.0010/PDD/11/2010 3. Regulation of the Board of Director No.0010/
tentang Kebijakan Pelaksanaan Pengadaan PDD/11/2010 concerning the Policy on
Barang dan Jasa LPEI. Procurement of Goods and Services of LPEI.
4. Peraturan Dewan Direktur No.0011/PDD/11/2010 4. Regulation of the Board of Director No.0011/
tentang Kebijakan Penilaian Instrumen Keuangan PDD/11/2010 concerning the Policy on Assessment
LPEI. on Financial Instrument of LPEI.
5. Peraturan Dewan Direktur No.0012/PDD/11/2010 5. Regulation of the Board of Director No.0012/
tentang Kebijakan Pembiayaan LPEI. PDD/11//2010 concerning the Financing Policy of
LPEI.
6. Peraturan Dewan Direktur No.0013/PDD/12/2010 6. Regulation of the Board of Director No.0013/
tentang Perubahan Peraturan Dewan Direktur PDD/12/2010 concerning the Amendment of
No.0002/PDD/09/2009 tentang Struktur Organisasi Regulation of the Board of Director No.0002/
LPEI. PDD/09/2009 on the Organization Structure of LPEI.
7. Peraturan Dewan Direktur No.0014/PDD/12/010 7. Regulation of the Board of Director No.0014/
tentang Kebijakan Akuntansi LPEI. PDD/12/010 concerning the Accounting Policy of
LPEI.
8. Peraturan Dewan Direktur No.0015/PDD/12/2010 8. Regulation of the Board of Director No.0015/
tentang Kebijakan Penjaminan Ekspor LPEI. PDD/12/2010 concerning the Policy on Export
Guarantee of LPEI.
9. Peraturan Dewan Direktur No.0016/PDD/12/2010 9. Regulation of the Board of Director No.0016/
tentang Pedoman Kerja Dewan Direktur Dan PDD12/2010 concerning the Board Manual for the
Direktur Eksekutif (Board Manual). Board of Directors and Executive Director.
10. Peraturan Dewan Direktur No.0017/PDD/12/2010 10. Regulation of the Board of Director No.0017/
tentang Kebijakan Umum Organisasi PDD/12/2010 concerning the General Policy of
the Organization.

d. Prosedur Penerapan Remunerasi d. Remuneration Procedures


Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2/2009 As stipulated in the Article 26 Paragraph (3) of Act
maka gaji, penghasilan dan tunjangan lainnnya No.2/009, the salary, income and allowances for
untuk Dewan Direktur ditetapkan oleh Menteri the Board of Directors is decided by the Minister of
Keuangan. Finance.

e. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran e. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Dewan Direktur telah During the year 2010, the Board of Directors has met
melaksanakan Rapat Dewan Direktur sebanyak 12 12 times, with list of attendance as follows:
kali, dengan rincian kehadiran sebagai berikut:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
I Made Gde Erata 12 100%
Hadiyanto 12 100%
Ngalim Sawega 12 100%
Hesti Indah Kresnarini 6 50%

Direktur Eksekutif dan Direktur Pelaksana Executive Director and Managing Director
Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 29 ayat (1) Conforming to the Article 29 Paragraph (1) of Act
Undang-Undang No.2/2009, kegiatan operasional No.2/2009, the Executive Director carries out the
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dilakukan oleh operational activities of Lembaga Pembiayaan Ekspor
Direktur Eksekutif. Direktur Eksekutif dijabat rangkap oleh Indonesia. The Chairman of the Board of Directors
Ketua Dewan Direktur dan mempunyai tugas untuk concurrently holds the position of the Executive Director

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 87

mengkoordinasikan pelaksanaan seluruh kegiatan and is responsible for coordinating the implementation
operasional Indonesia Eximbank sesuai arah kebijakan of all operational activities of the Indonesia Eximbank in
strategis yang telah ditetapkan oleh Dewan Direktur. accordance with the strategic policy directions given
by the Board of Directors.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Direktur In carrying out its duties and functions, the Executive
Eksekutif dibantu oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Director is assisted by at least 3 (three) and maximum of
orang dan sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang Direktur 5 (five) Managing Directors.
Pelaksana.

Menunjuk Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Referring to the Article 26 Paragraph (3) of Act
No.2/2009 maka gaji, penghasilan dan tunjangan No.2/2009, the Minister of Finance decides the
lainnnya untuk Direktur Eksekutif ditetapkan oleh Menteri remuneration, earnings and other benefits for Executive
Keuangan. Director.

a. Jumlah, Komposisi dan Independensi Direktur a. The Structure, Composition and the independence of
Pelaksana the Executive Director
• Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank berjumlah • Managing Directors of Indonesia Eximbank
5 (lima) orang dan sesuai dengan jumlah consists of 5 (five) persons, in accordance with the
maksimal yang diperkenankan oleh Undang- maximum amount permitted by the Act
Undang Nomor 2/2009 yaitu 5 (lima) orang dan No.2/2009, namely 5 (five) persons and no more
paling banyak 4 (empat) orang dari dalam than 4 (four) from the internal of Indonesia
Indonesia Eximbank. Eximbank.
• Susunan Direktur Eksekutif dan Direktur Pelaksana • The structure of the Executive Director and
Indonesia Eximbank tahun 2010 adalah sebagai Managing Director of Indonesia Eximbank in 2010
berikut: are as follows:

Direktur Eksekutif I Made Gde Erata Executive Director


Direktur Pelaksana Arifin Indra Managing Director
Dwi Wahyudi
Suharsono
Basuki Setyadjid
Omar B. Pane

• Komposisi Direktur Pelaksana tersebut adalah • The composition of the Managing Director is 3
3 (tiga) orang pejabat berasal dari dalam (three) directors from Indonesia Eximbank and 2
Indonesia Eximbank dan 2 (dua) orang pejabat (two) other officers from external parties.
yang berasal dari luar Indonesia Eximbank.
• Direktur Pelaksana diangkat dan diberhentikan • The Managing Directors are appointed and
oleh Dewan Direktur atas usul Direktur Eksekutif. dismissed by the Board of Directors upon
recommendation from Executive Director.
• Seluruh anggota Direktur Pelaksana tidak memiliki • All Managing Directors have no family relationship
hubungan keluarga sampai dengan derajat up to the second degree with fellow members
kedua dengan Dewan Direktur dan sesama of the Board of Directors and other Managing
anggota Direktur Pelaksana yang lain. Directors.

b. Tugas dan Fungsi Direktur Eksekutif b. Duties and Responsibilities of the Executive Director
• Memastikan penerapan Good Corporate • Ensuring the implementation of Good Corporate
Governance dalam setiap kegiatan usaha Governance practices in each of business
Indonesia Eximbank pada seluruh tingkatan atau activities of the Indonesia Eximbank at every level
jenjang organisasi; of organization;

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


88 Tata Kelola Perusahaan

• Menyiapkan perumusan kebijakan pengawasan; • Preparing the surveillance policy formulation;


• Pelaksanaan pengawasan kinerja dan keuangan; • Monitoring financial performance;
• Melakukan hubungan kerja dengan stakeholders, • Maintaining relationship with stakeholders,
antara lain termasuk namun tidak terbatas among others including, but not limited to, the
pada Kementerian terkait, Departemen terkait, relevant Ministry, Departments, Non-Departmental
lembaga Pemerintah Non Departemen, Lembaga Government Agencies, other relevant institutions,
lain yang terkait, Bank Indonesia, perbankan, dan Bank Indonesia, banking, and export-oriented
sektor industri berorientasi ekspor. industrial sector.

c. Tugas dan Tanggung Jawab Direktur Pelaksana c. Duties and Responsibilities of the Managing Directors
Direktur Pelaksana bertanggung jawab kepada The Managing Director is responsible to the Executive
Direktur Eksekutif atas pelaksanaan operasional Director on the operational of the their subordinate
bidang yang di bawahinya. Berdasarkan Peraturan units. Pursuant to the Board of Directors Regulation
Dewan Direktur No.0013/PDD/12/2010 tentang No.0013/PDD/12/2010 concerning Lembaga
Struktur Organisasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Pembiayaan Ekspor Indonesia Organization
Indonesia, pembidangan tugas Direktur Pelaksana Structure, the job descriptions of Managing Directors
dibagi kedalam 5 (lima) kelompok bidang dengan are divided into 5 (five) groups, with each Managing
masing-masing Direktur Pelaksana membawahi Director is in charge of at most 4 (four) Divisions:
sebanyak-banyaknya 4 (empat) Divisi yaitu:
1. Direktur Pelaksana Senior 1. Senior Managing Director
Membawahi Divisi Internasional, Sumber Daya Supervising the International Division, Human
Manusia dan Umum, Manajemen Risiko dan Resources and General Affairs, Risk Management
Perencanaan Strategis, dan Teknologi Sistem and Strategic Planning, and Information Technology
Informasi. System.
2. Direktur Pelaksana I 2. Managing Director I
Membawahi Divisi Pembiayaan I, Pembiayaan II, Supervising the Finance I, Finance II, and Sharia
dan Pembiayaan Syariah. Financing Division.
3. Direktur Pelaksana II 3. Managing Director II
Membawahi Divisi Pembiayaan UKM, Penjaminan Supervising the SME Finance Division, Guarantee and
dan Asuransi, serta Jasa Konsultasi. Insurance, and Consulting Services.
4. Direktur Pelaksana III 4. Managing Director III
Membawahi Divisi Tresuri, Akunting dan Sistem Supervising the Treasury Division, Accounting and
Informasi Eksekutif, serta Operasi dan Settlement. Executive Information Systems, and Operations and
Settlement.
5. Direktur Pelaksana IV 5. Managing Director IV
Membawahi Divisi Analisa Risiko Bisnis, Hukum, Supervising Business Risk Analysis, Legal, Asset
Restrukturisasi Aset, dan Kepatuhan. Restructuring, and Compliance Division.

d. Prosedur Penetapan Remunerasi d. Remuneration Procedure


Menunjuk Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor Pursuant to Article 26 Paragraph (3) of Act No.2/2009,
2/2009 maka gaji, penghasilan dan tunjangan the remuneration, earnings and benefits for the
lainnnya untuk Direktur Pelaksana ditetapkan oleh Managing Director shall be determined by the
Menteri Keuangan. Minister of Finance.

e. Program Pelatihan e. Training Program

Nama Jabatan Program Pelatihan Waktu


Name Position Training Program Date

I Made Gde Erata CEO International Conference on Oil Palm and Environment 2010 22-24 February 2010
I Made Gde Erata CEO Asian Banker Summit 2010 19-20 April 2010
I Made Gde Erata CEO One Vision: Give The Best for Your Nation 5 May 2010
I Made Gde Erata CEO Seminar Human Capital Forum 2010 10 May 2010
I Made Gde Erata CEO Public Lecture “Ekonomi Politik Anggaran dan Dunia Usaha” 10 June 2010

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 89

Nama Jabatan Program Pelatihan Waktu


Name Position Training Program Date

I Made Gde Erata CEO Mengkaji Sistem Governance Pengawasan Jasa Keuangan Ideal di 14 July 2010
Indonesia
I Made Gde Erata CEO Seminar Nasional “Peran Bank Dalam Berkelanjutan Masa Depan” 20-22 July 2010
I Made Gde Erata CEO 35th FAEA Annual Conference: Towards Stronger ASEAN Economic 1-3 December 2010
Cooperation
Arifin Indra MD Asia Pacific Investor Conference 2010 3-6 February 2010
Arifin Indra MD Seminar Human Capital Forum 2010 10 May 2010
Arifin Indra MD International Palm Oil Conference 2010 1 June 2010
Arifin Indra MD ANZ Financial Institutions Conference 2010 30 September – 1 October
2010
Dwi Wahyudi MD Workshop “Upaya Perbankan mendorong Industri Keramik” 6 May 2010
Dwi Wahyudi MD Diskusi Panel “Mendorong Ekspor Nasional Menjadi Motor” 23 September 2010
Dwi Wahyudi MD European Cocoa Association (ECA) Conference 24-25 September 2010
Dwi Wahyudi MD 7th Mizuho Global Seminar 21-24 November 2010
Suharsono MD Roundtable Discussion “Outlook Ekonomi, Perkembangan International 25 February 2010
Trade Indonesia dan Prospek ke Depan”
Suharsono MD Roundtable Discussion “Sharing Knowledge mengenai Penerapan 22 March 2010
Balance Scorecard di Bank Indonesia”
Suharsono MD Roundtable Discussion “Sharing Knowledge mengenai Penerapan 29 March 2010
Balance Scorecard di Bank Mandiri”
Suharsono MD Seminar “Penguatan Daya Saing Ekspor Bali” 9 November 2010
Basuki Setyadjid MD Asia Pacific Fixed Income Conference 2-5 February 2010
Basuki Setyadjid MD Roundtable Discussion “Outlook Ekonomi, Perkembangan International 25 February 2010
Trade Indonesia dan Prospek ke Depan”
Basuki Setyadjid MD Roundtable Discussion “Sharing Knowledge mengenai Penerapan 22 March 2010
Balance Scorecard di Bank Indonesia”
Basuki Setyadjid MD Roundtable Discussion “Sharing Knowledge mengenai Penerapan 29 March 2010
Balance Scorecard di Bank Mandiri”
Basuki Setyadjid MD Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Emiten 7 April 2010
Basuki Setyadjid MD One Vision: Give The Best for Your Nation 6 May 2010
Basuki Setyadjid MD Seminar “Impacts of Revised PSAK’s to Financial Reporting and Taxation” 27 July 2010
Basuki Setyadjid MD Indonesia Debt Forum 2010 “Pembiayaan Luar Negeri Berbasis Syariah” 6 October 2010
Basuki Setyadjid MD Seminar Internasional Tahunan “Rethinking Macroeconomic and Financial 22 October 2010
Policies”
Basuki Setyadjid MD Diskusi Terbatas “Upaya Mendorong Sektor Tekstil dan Produk Tekstil untuk 18 November 2010
Tujuan Ekspor”
Basuki Setyadjid MD Seminar “Prospek Ekonomi dan Strategi Investasi Tahun 2011” 3-8 December 2010
Omar B. Pane MD Roundtable Discussion “Sharing Knowledge mengenai Penerapan 22 March 2010
Balance Scorecard di Bank Indonesia”
Omar B. Pane MD Roundtable Discussion “Sharing Knowledge mengenai Penerapan 29 March 2010
Balance Scorecard di Bank Mandiri”
Omar B. Pane MD Diskusi Panel “Mendorong Ekspor Nasional Menjadi Motor Penggerak 23 September 2010
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011”

Komite-Komite di Bawah Dewan Direktur Committees under the Board of Directors


a. Komite Audit a. Audit Committee
1. Struktur, Keanggotaan dan Independensi Komite 1. Structure, Composition, and Independency of the
Audit Audit Committee
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Direktur Based on the Decision letter of the Board of
No.0004/KDD/12/2009 tentang Keanggotaan Directors No.0004/KDD/12/2009 concerning the
Komite Audit Indonesia Eximbank, ditetapkan member of the Audit Committee, are as follows:
susunan keanggotaan Komite Audit sebagai
berikut:

Ketua Hesti Indah Kresnarini Chairman


Anggota Eddie M. Gunadi Member
Syahrial Noviananto

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


90 Tata Kelola Perusahaan

Seluruh anggota Komite Audit berasal dari pihak All the members of the Audit Committee
independen yang tidak memiliki hubungan are from independent parties that do not
keuangan, kepengurusan saham dan/atau have any connection in financial and stock
hubungan keluarga dengan Dewan Direktur, management and/or family relationship with the
Direktur Eksekutif, Direktur Pelaksana, dan/atau Board of Directors, Executive Directors, and/or
Pemegang Saham. Shareholders.

2. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit 2. Duties and Responsibilities of Audit Committee
Sesuai Pasal 35 ayat (1) sampai dengan ayat In accordance with Article 35 Paragraph (1) to
(3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/ (3) of the Regulation of the Minister of Finance
PMK.010/2009, tugas Komite Audit adalah No.141/PMK.010/2009, the tasks of the Audit
sebagai berikut: Committee are as follows:
• Membantu Dewan Direktur untuk memastikan • Assisting the Board of Directors for ensuring the
efektivitas sistem pengendalian intern dan effectiveness of internal control system and
efektivitas pelaksanaan tugas auditor ekstern performances of external and internal auditor’s
serta auditor intern dengan melakukan in carrying out their duties by monitoring and
antara lain pemantauan dan evaluasi evaluating the audit plan and execution, and
atas perencanaan dan pelaksanaan audit then the follow up of of audit results, in order
serta pemantauan atas tindak lanjut hasil to assess the adequacy of internal control,
audit dalam rangka menilai kecukupan including the adequacy of the financial
pengendalian intern termasuk kecukupan reporting process.
proses pelaporan keuangan.
• Dalam rangka melaksanakan tugasnya, • To carry out its duties, the Audit Committee at
Komite Audit paling kurang melakukan least do the monitoring and evaluation on the
pemantauan dan evaluasi terhadap: following:
i. Pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit i. Implementation of Internal Audit Unit;
Intern;
ii. Kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor ii. Conformity between the audit done by the
Akuntan Publik dengan standar audit yang accounting firm and the audit standards;
berlaku;
iii. Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direktur iii. Implementation of follow-up by the
Eksekutif atas hasil temuan Satuan Kerja Executive Director on the findings of the
Audit Intern dan Kantor Akuntan Publik. Internal Audit Unit and Public Accountants.
• Komite Audit wajib memberikan rekomendasi • The Audit Committee shall provide the Board
mengenai penunjukan Kantor Akuntan Publik of Directors with recommendations concerning
kepada Dewan Direktur. the appointment of the Public Accounting
Firm.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Sesuai dengan perjanjian yang telah Pursuant to the agreement signed between the
ditandatangani antara Divisi Sumber Daya Human Resources and General Affairs Division of
dan Umum dan anggota Komite Audit, diatur Indonesia Eximbank and members of the Audit
kehadiran anggota Komite Audit adalah dua Committee, members of the Audit Committee are
(2) kali dalam seminggu, dan selama tahun 2010 expected to be present two (2) times a week, and
Komite Audit telah mengadakan rapat sebanyak during the period of January to December 2010,
14 (empat belas) kali, yang terdiri dari Rapat the Audit Committee has met 14 (fourteen) times,
Internal Komite Audit sebanyak 4 (empat) kali, consists of the Internal Audit Committee Meeting
rapat dengan Divisi Audit Internal sebanyak of 4 (four) times, meeting with the Internal Audit

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 91

1 (satu) kali, rapat dengan KAP sebanyak 3 (tiga) Division 1 (one) time, meeting with the Public
kali, rapat dengan Direktur Pelaksana dan Divisi Accounting Firm 3 (three) times, meeting with
terkait sebanyak 3 (tiga) kali dan rapat dalam the Managing Director and the relevant Division
rangka proses pengadaan KAP sebanyak 3 3 (three) times and meetings for the purpose of
(tiga) kali. Tingkat Kehadiran Komite Audit dalam appointing the public accountant 3 (three) times.
kegiatan rapat sebagai berikut: The following is the attendance record of Audit
Committee members in committee meetings:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
Hesti Indah Kresnarini 4 28.6%
Eddie M. Gunadi 14 100%
Syahrial Noviananto 14 100%

4. Pelaksanaan Tugas 4. Implementation of Duties


• Pemantauan pelaksanaan tugas Divisi Audit • Monitoring the implementation of duties by
Internal melalui review terhadap Laporan reviewing the Audit Result as reported by
Hasil Audit yang dibuat Divisi Audit Internal, Internal Audit Division. In 2010, 6 (six) reports on
selama periode Tahun 2010 telah disampaikan the review results were submitted to the Board
6 (enam) laporan hasil review kepada Dewan of Directors.
Direktur.
• Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan • Monitoring and evaluating the audit performed
audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan by Public Accountant Firm using the prevailing
standar audit yang berlaku melalui pertemuan audit standards, through meetings with the firm
pembahasan audit planning, dan pertemuan to discuss audit planning, audit correction, and
pembahasan koreksi audit dan management management letter. During 2010, the I​nternal
letter dengan KAP, selama periode Tahun 2010 Audit Division held 3 (three) meetings with the
telah dilakukan 3 (tiga) kali pertemuan dengan Public Accountant Firm.
KAP.
• Pemantauan kesesuaian laporan keuangan • Monitoring conformity between financial
dengan standar akuntansi yang berlaku statement and accounting standards by
melalui review terhadap Laporan Keuangan reviewing monthly financial statement
bulanan secara rutin termasuk penelaahan on regular basis, include reviewing the
terhadap pencapaian Rencana Kerja dan achievement of the Annual Work Plan and
Anggaran Tahunan (RKAT), selama periode Budget (RKAT). During the period of 2010,
Tahun 2010 telah disampaikan 12 (dua belas) he ​Internal Audit Division has delivered 12
laporan hasil review Laporan Keuangan (twelve) reports on review results of the monthly
bulanan Indonesia Eximbank kepada Dewan Financial Statements of Indonesian Eximbank
Direktur. to the Board of Directors.
• Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tindak • Monitoring and evaluating the follow-up to
lanjut oleh Direktur Eksekutif atas temuan the audit findings from external and internal
hasil audit dari auditor ekstern dan auditor auditors by the Executive Director, by reviewing
intern melalui review terhadap pokok-pokok the main points in the audit results and the
hasil audit dan penyelesaian tindak lanjut follow-up settlement made by
​​ the Internal
yang dibuat oleh Divisi Audit Internal, selama Audit Division. During the Year 2010, 1 (one)
periode Tahun 2010 telah disampaikan 1 (satu) report on review results was submitted to the
laporan hasil review kepada Dewan Direktur. Board of Directors.
• Bersama-sama Tim Pengadaan Jasa • Together with the Public Accountant
melakukan penilaian dan merekomendasikan Selection Team assessing and providing
penunjukkan Kantor Akuntan Publik kepada recommendation about the appointment
Dewan Direktur of Public Accounting Firm to the Board of
Directors.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


92 Tata Kelola Perusahaan

b. Komite Pemantau Risiko b. Risk Monitoring Committee


1. Struktur dan Keanggotaan Komite Pemantau 1. Structure and Membership of the Risk
Risiko Monitoring Committee
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Direktur Pursuant to the Decision Letter of the Board of
No.0003/KDD/12/2009 tentang Keanggotaan Directors No.0003/KDD/12/2009 concerning LPEI
Komite Pemantau Risiko Indonesia Eximbank, Risk Monitoring Committee, the members are as
susunan keanggotaan Komite Pemantau Risiko follows:
Indonesia Eximbank adalah sebagai berikut:


Ketua Ngalim Sawega Chairman
Anggota Djoni Tatan Member
Supriyadi

Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko berasal All member of Risk Monitoring Committee come
dari pihak independen yang tidak memiliki from independent party and have no family
hubungan keuangan, kepengurusan saham dan/ relationship with the members of the Board of
atau hubungan keluarga dengan Dewan Direktur, Directors and/or Managing Director to the second
Direktur Eksekutif, Direktur Pelaksana, dan/atau degree.
Pemegang Saham.

Komite Pemantau Risiko ini dibentuk dalam The Risk Monitoring Committee was formed to
rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas support the effective performance of duties and
dan tanggung jawab Dewan Direktur dalam responsibilities in the implementation of supervision
pelaksanaan pengawasan dalam lingkup bidang within the scope of a particular field.
tertentu.

2. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau 2. Duties and Responsibilities of Risk Monitoring
Risiko Committee
Dalam Peraturan Menteri Keuangan No.141/ Pursuant to the Regulation of Minister of
PMK.010/2009 ditegaskan bahwa tugas dari Finance No.141/PMK.010/2009, the duties and
Komite Pemantau Risiko adalah melakukan responsibilities of Risk Monitoring Committee
penilaian secara berkala dan memberikan is to give assessment dan recommendation
rekomendasi tentang risiko usaha dalam on business risk in relation with national export
hubungannya dengan Pembiayaan Ekspor financing provided by Indonesia Eximbank,
Nasional yang diberikan oleh Indonesia Eximbank periodically, by:
dengan melakukan:
• Evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan • Evaluating conformity between risk
Manajemen Risiko dengan pelaksanaan management policies and its implementation;
kebijakan tersebut;
• Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas • Monitoring and evaluating the execution of
Manajemen Risiko. Risk Management duties.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Pemantau Risiko During 2010, the Risk Monitoring Committee
telah mengadakan pertemuan rutin setiap bulan held 12 regular meetings every month with list of
sebanyak 12 kali dengan jumlah kehadiran attendance as follows:
sebagai berikut:

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 93

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
Ngalim Sawega 12 100%
Djoni Tatan 12 100%
Supriyadi 12 100%

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


• Mengkaji laporan-laporan rutin meliputi • Reviewing the regular reports, which includes
Laporan Profil Risiko Indonesia Eximbank dan Indonesia Eximbank Risk Profile Report and Risk
Laporan Bulanan Manajemen Risiko. Management Monthly Report.
• Melakukan pertemuan dengan Ketua Komite • Conduct meetings with the Chairman of the
Pemantau Risiko. Risk Monitoring Committee.
• Melakukan pemantauan terhadap risiko-risiko • Monitoring certain risks faced by Indonesia
tertentu yang dihadapai Indonesia Eximbank. Eximbank.
• Melakukan pertemuan dengan Divisi • Conduct meetings with the Risk Management
Manajemen Risiko dan unit kerja lainnya untuk Division and other work units to obtain
memperoleh klarifikasi dan tambahan informasi clarification and additional information of the
atas laporan-laporan. reports.

c. Komite Remunerasi dan Nominasi c. Remuneration and Nomination Committee


1. Struktur dan Keanggotaan Komite Remunerasi 1. Structure and Membership of the Remuneration
dan Nominasi and Nomination Committee
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Direktur Based on the Decision Letter of Board of Directors
0002/KDD/05/2010 tanggal 31 Mei 2010 tentang No.0002/KDD/05/2010 dated
Keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi 31 May 2010 concerning the Membership of the
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, susunan Remuneration and Nomination Committee, the
keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi members are as follows:
sebagai berikut

Ketua Hadiyanto Chairman


Anggota Ngalim Sawega Member
Tri Utami R. Nugroho

Dalam Peraturan Menteri Keuangan No.141/ Minister of Finance Regulation No.141/
PMK.010/2009 ditegaskan bahwa ketua komite PMK.010/2009 determine that chairman can
hanya dapat merangkap jabatan sebagai be only appointed concurrently as committee
anggota komite paling banyak 1 (satu) komite members at most in 1 (one) other committee.
lainnya, sehingga dimungkinkan Ketua Komite It is possible that chairman of risk monitoring
Pemantau Risiko merangkap jabatan sebagai committee becoming a member of the
anggota dari Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee.
ini.

Keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi Membership of the Remuneration and Nomination
mengikutsertakan Pejabat Eksekutif yang Committee include the Executive Officer
membidangi Sumber Daya Manusia Indonesia in charge of Human Resource in Indonesia
Eximbank. Eximbank.

2. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi 2. Duties and Responsibilities of the Remuneration
dan Nominasi and Nomination Committee
Dalam Peraturan Menteri Keuangan No.141/ Pursuant to the Regulation of Minister of
PMK.010/2009 ditegaskan bahwa tugas dan Finance No.141/PMK.010/2009, the duties
tanggung jawab dari Komite Remunerasi dan and responsibilities of the Remuneration and
Nominasi adalah meliputi: Nomination Committee are as follows:

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


94 Tata Kelola Perusahaan

• Merekomendasikan kepada Dewan Direktur • Providing recommendations to the Board of


mengenai kebijakan remunerasi pegawai. Directors regarding the employee nomination
policy
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan • Providing recommendations to the Board
Direktur mengenai kebijakan remunerasi bagi of Directors regarding Board of Directors,
Dewan Direktur, Direktur Eksekutif dan Direktur Executive Director, and Managing Directors
Pelaksana untuk disampaikan kepada Menteri remuneration policies to be submitted to the
Keuangan. Minister of Finance
• Menyusun dan memberikan rekomendasi • Providing recommendations to the Board of
kepada Dewan Direktur mengenai sistem serta Directors regarding systems and procedures for
prosedur pemilihan dan/atau penggantian selecting and/or replacing of the Managing
Direktur Pelaksana dan pejabat eksekutif Director and executive officer to be submitted
Indonesia Eximbank. to the Executive Director
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan • Providing recommendation to the Board of
Direktur mengenai pihak independen yang Directors regarding the independent party
akan menjadi anggota Komite; who will be appointed as a member of the
Committee
• Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan • Evaluating the implementation of the
Kebijakan Remunerasi dan Nominasi. remuneration and nomination policy.

Komite Remunerasi dan Nominasi wajib Remuneration and Nomination Committee shall
memastikan bahwa Kebijakan Remunerasi dan ensure that the policy of the Remuneration and
Nominasi paling kurang sesuai dengan: Nomination at least is in accordance with:
• Kinerja keuangan dan pemenuhan cadangan • Financial performance and fulfillment
sebagaimana diatur dalam peraturan dan of reserve as stipulated in the prevailing
perundang-undangan yang berlaku; regulations and legislation;
• Prestasi kerja individual; • Achievement of individual;
• Kewajaran dengan peers group; dan • Fairness in peer group; and
• Pertimbangan sasaran dan strategi jangka • Consideration of long-term goals and strategies
panjang Indonesia Eximbank. of Indonesia Eximbank.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Nominasi dan During the year 2010, the Nomination and
Remunerasi telah mengadakan pertemuan rutin Remuneration Committee conducted 3 regular
setiap bulan sebanyak 3 kali dengan jumlah meetings with list of attendance as follows:
kehadiran sebagai berikut:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
Hadiyanto 3 100%
Ngalim Sawega 3 100%
Tri Utami R. Nugroho 3 100%

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


• Piagam Remunerasi dan Nominasi, • Remuneration and Nomination Charter
• Kebijakan Keanggotaan Komite Pemantau • Policy on the membership of Risk Monitoring
Risiko. Committee.

Komite-Komite dibawah Direktur Eksekutif Committees under the Executive Directors


Dalam rangka membantu pelaksanaan tugas In order to carry out its duties and responsibilities,
dan tanggung jawabnya, Direktur Eksekutif the Executive Director has established committees
berhak membentuk komite-komite serta mengatur and appoints the membership through Executive
keanggotaan dan ketentuan lainnya yang disahkan Director Regulation. The committees are Financing
melalui Peraturan Direktur Eksekutif. Adapun komite- Committee, Risk Management Committee, Personnel

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 95

komite tersebut yaitu Komite Pembiayaan, Komite Committee, Financing Policy Committee, Asset and
Manajemen Risiko, Komite Personalia, Komite Kebijakan Liability Management (ALMA) Committee, Technology
Pembiayaan, Komite Asset dan Liabilities Management and Information System Committee, and Product
(ALMA), Komite Teknologi Sistem Informasi, dan Komite Development Committee.
Pengembangan Produk.

a. Komite Pembiayaan a. Financing Committee


1. Komite Pembiayaan dan Pemegang 1. Financing Committee and Authority
Kewenangan The committee was established to provide
Komite ini dibentuk agar Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank with a mechanism of
memiliki mekanisme pengambilan keputusan making decision effectively and efficiently
yang efektif dan efisien tanpa mengabaikan without compromising the principles of GCG and
penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik prudence.
dan prinsip kehati-hatian.

Komite Pembiayaan I I Made Gde Erata-Direktur Eksekutif | Executive Director


Financing Committee I Direktur Pelaksana (sebanyak 3 orang termasuk Direktur Pelaksana Senior) | Managing Director (3
Managing Director including Senior Managing Director)
Komite Pembiayaan II Direktur Pelaksana Bidang Pengusul | Managing Director-Proponent
Financing Committee II Direktur Pelaksana Bidang Analisa Risiko Bisnis | Managing Director-Business Risk Analysis
Direktur Pelaksana Bidang Tresuri | Managing Director-Treasury
Komite Pelaksana III Direktur Pelaksana Bidang Pengusul | Managing Director-Proponent
Executive Committee III Direktur Pelaksana Bidang Analisa Risiko Bisnis | Managing Director-Business Risk Analysis
Komite Pelaksana IV Direktur Pelaksana Bidang Pengusul | Managing Director-Proponent
Executive Committee IV Kepala Divisi Pengusul | Division Head-Proponent
Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis | Division Head-Business Risk Analysis
Komite Pembiayaan V Kepala Divisi Pembiayaan I/Pembiayaan II/Pembiayaan Syariah/Pembiayaan UKM/Penjaminan
Kantor Pusat dan Asuransi/Tresuri/Internasional | Division Head-Financing I/Financing II/Islamic Banking/SME/
Financing Committee V Guarantee and Insurance/Treasury/International
Head Office Kepala Departemen Pengusul | Department Head-Proponent
Relationship Manager (RM) Pengusul | Relationship Manager-Proponent
Kantor Wilayah Kepala Kantor Wilayah | Head of Regional Office
Regional Office Pejabat yang berfungsi sebagai reviewer | Officer as reviewer
Relationship Manager (RM) Pengusul | Relationship Manager-Proponent

2. Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Komite 2. Duties, Authority and Responsibility of the
Pembiayaan Financing Committee
Adapun tugas dan wewenang Komite Duties and authority of the Financing Committee
Pembiayaan adalah sebagai berikut: include:
• Memberikan persetujuan atau penolakan • Provide financing approval or rejection in
pembiayaan sesuai dengan batas wewenang accordance with authorized limits decision on
memutus pembiayaan yang telah ditentukan; financing.
• Melakukan koordinasi dengan Sub Komite • Coordinating with the Asset Liability
Aktiva Pasiva (ALMA) dalam aspek pendanaan Management Sub-Committee (ALMA) in the
pembiayaan. financing funding aspect.

Komite Pembiayaan bertanggung jawab atas: The Financing Committee is responsible to ensure:
• Setiap pembiayaan yang diberikan telah • Each financing disbursed has fulfilled the
memenuhi norma-norma umum perbankan normal conditions for banking as well as the
dan telah sesuai asas-asas pembiayaan yang principle of sound financing
sehat
• Pelaksanaan pemberian pembiayaan/ • The disbursement of financing/guarantee/
penjaminan/asuransi/bank line/asuransi insurance/bank line/insurance line has
line telah sesuai dengan ketentuan pokok/ conformed with regulations/guidelines for
pedoman pemberian pembiayaan/ financing/guarantee/insurance applicable at
penjaminan/asuransi yang berlaku di Indonesia Indonesia Eximbank
Eximbank

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


96 Tata Kelola Perusahaan

• Pemberian pembiayaan/penjaminan/ • Disbursement of financing/guarantee/


asuransi telah didasarkan pada penilaian insurance facilities are based on honest,
yang jujur, objektif, cermat dan seksama objective, and diligent assessment that are
serta terlepas dari pengaruh pihak-pihak free from intervention by parties affiliated with
yang berkepentingan dengan pemohon potential debtors.
pembiayaan.
• Pembiayaan/penjaminan/asuransi yang akan • The disbursed financing/guarantee/insurance
diberikan dapat dilunasi pada waktunya, dan facilities can be settled in due course and
tidak akan berkembang menjadi pembiayaan does not become non-performing financing
bermasalah. facilities.

3. Jumlah Rapat 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Pembiayaan telah In 2010, the Financing Committee has met 282
melaksanakan rapat Komite sebanyak 282 kali. times.

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


• Memutuskan usulan limit pembiayaan/ • Determining the proposed limit for financing/
penjaminan/asuransi maupun perubahan guarantee/insurance facilities or changes
syarat dan ketentuan pembiayaan/ in the terms and conditions for financing/
penjaminan/asuransi. guarantee/insurance facilities.
• Memutuskan usulan limit bank line/asuransi line. • Determining the limit for bank lines/insurance
lines.

b. Komite Manajemen Risiko b. Risk Management Committee


1. Nama dan Jabatan Anggota 1. Name and Position of Committee Member

Ketua merangkap anggota Arifin Indra-Direktur Pelaksana Senior | Senior Managing Director
Chairman concurrently as a member
Wakil Ketua merangkap anggota Omar B. Pane-Direktur Pelaksana IV | Managing Director IV
Vice Chairman concurrently as member
Sekretaris merangkap anggota Arif Setiawan-Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis | Head of Business Risk Analysis Division
Secretary concurrently as member
Anggota Tetap Dwi Wahyudi-Direktur Pelaksana I | Managing Director I
Permanent Member Suharsono-Direktur Pelaksana II | Managing Director II
Basuki Setyadjid-Direktur Pelaksana III | Managing Director III
Anggota Tidak Tetap Seluruh Kepala Divisi | All of Division Head
Non Permanent Member

2. Tugas dan Wewenang Komite Manajemen Risiko 2. Duties and Authorities of Risk Management
Committee
Tugas dan wewenang Komite Manajemen Risk Management Committee provides
Risiko adalah memberikan rekomendasi kepada recommendation to the Executive Director as
Direktur Eksekutif atas: follows:
• Penyusunan kebijakan, strategi,dan pedoman • Formulating the policy, strategy and risk
Manajemen Risiko; management guidelines;
• Perbaikan atas dan penyempurnaan • Improving Risk Management implementation
pelaksanaan Manajemen Risiko berdasarkan based on the evaluation result; and
hasil evaluasi pelaksanaan; dan
• Penetapan (justification) terhadap hal- • Justification related to business decisions that
hal yang terkait dengan keputusan bisnis deviate from normal procedures.
yang menyimpang dari prosedur normal
(irregularities).

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Manajemen Risiko In 2010, Risk Management Committee has met
telah mengadakan pertemuan sebanyak 6 kali 6 times with list of attendance as follows:
dengan tingkat kehadiran sebagai berikut:

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 97

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
Arifin Indra 6 100%
Omar B. Pane 6 100%
Arif Setiawan 6 100%
Dwi Wahyudi 6 100%
Basuki Setyadjid* 5 83%
Suharsono* 3 50%
*Kehadiran disesuaikan dengan isi risiko yang dibahas|Attendance suited with the risk issues under disscussion

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


• Meninjau dan mensimulasikan portofolio profil • Reviewing and simulating the portfolio of risk
risiko calon nasabah Indonesia Eximbank. profile on prospective customers of Indonesia
Eximbank.
• Mengesahkan Kebijakan Penilaian Instrumen • Approving the Policy on the Assessment of
Keuangan sesuai PSAK 50&55 (r2006) Financial Instruments in accordance to the
PSAK 50 & 55 (r2006)
• Mengesahkan Manual Insurance Company • Approving Manual Insurance Company Rating
Rating System (ICRS) System (ICRS)

c. Komite Personalia c. Personnel Committee


1. Nama dan Jabatan Anggota 1. Name and Position of Committee Member

Ketua Arifin Indra-Direktur Pelaksana Senior | Senior Managing Director


Chairman
Sekretaris Tri Utami R. Nugroho-Kepala Divisi SDM & Umum | Head of Human Resources and General Affairs Division
Secretary
Anggota Dwi Wayudi-Direktur Pelaksana I | Managing Director I
Member Suharsono-Direktur Pelaksana II | Managing Director II
Basuki Setyadjid-Direktur Pelaksana III | Managing Director III

2. Tugas dan Wewenang Komite Personalia 2. Duties and Authorities of Personnel Committee
Komite ini bertanggung jawab atas penetapan This committee is responsible for determining
kebijakan, sistem manajemen, sasaran, strategi the policies, management systems, objectives,
pengelolaan SDM serta budaya kerja yang and human resource management strategy as
berkualitas, fleksibel dan adaptif terhadap well as quality, flexible and adaptive corporate
perkembangan lingkungan usaha. Dalam konteks culture towards business environment. In the
pengelolaan SDM, maka implementasinya context of the human resources management,
diarahkan kepada tersedianya instrumen the implementation of instrument is aim to support
pendukung prinsip-prinsip GCG yang sejalan the GCG principles in line with the employee
dengan ketentuan ketenagakerjaan yang provisions determined by the government. The
ditetapkan oleh Pemerintah. Komite Personalia Personnel Committee is the highest institution
adalah institusi tertinggi pengambil keputusan with authorities of making strategic decisions
strategis yang terkait dengan penetapan kebijakan related with the development of human resource
pengelolaan Sumber Daya Manusia di lembaga. management policies.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Jumlah rapat yang diselenggarakan oleh Komite In 2010, Personnel Committee has met 12 times
Personalia di tahun 2010 adalah sebanyak 12 kali with list of attendance as follows:
dengan tingkat kehadiran sebagai berikut:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
I Made Gde Erata 6 100%
Arifin Indra 6 100%
Dwi Wahyudi 6 100%
Suharsono 6 100%
Omar B. Pane 6 100%
Basuki Setyadjid 5 83%
Indonesia Eximbank Annual Report 2010
98 Tata Kelola Perusahaan

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


• Kebijakan remunerasi; • Remuneration Policy;
• Penilaian prestasi kerja pegawai dan • Appraisal on employee performance and its
implementasinya; dan implementation; and
• Kebijakan mutasi, dan penyusunan job • Mutation policy, and formulating job grading.
grading.

d. Komite Kebijakan Pembiayaan d. Financing Policy Committee


1. Nama dan Jabatan Anggota 1. Name and Position of Committee Member

Ketua merangkap anggota Omar B. Pane-Direktur Pelaksana IV | Managing Director IV


Chairman concurrently as member
Wakil Ketua merangkap anggota Dwi Wahyudi-Direktur Pelaksana I | Managing Director I
Vice Chairman concurrently as member
Sekretaris merangkap anggota Arif Setiawan-Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis | Head of Business Risk Analysis Division
Secretary concurrently as member
Anggota Arifin Indra-Direktur Pelaksana Senior | Senior Managing Director
Member Suharsono-Direktur Pelaksana II | Managing Director II
Basuki Setyadjid-Direktur Pelaksana III | Managing Director III
Intan Apriadi-Kepala Divisi Pembiayaan Syariah | Head of Islamic Banking Division
Heryanto Eko Purnomo-Kepala Divisi Internasional | Head of International Division
Dilan S. Batuparan-Kepala Divisi Pembiayaan II | Head of Financing Division II
Rudi Rinardi-Kepala Divisi Pembiayaan UKM | Head of SME Financing Division
Benny Santoso-Kepala Divisi Tresuri | Head of Treasury
Mulyatno Wibowo-Kepala Divisi Pembiayaan I | Head of Financing Division I

2. Tugas dan Wewenang Komite Kebijakan 2. Duties and Authorities of Financing Policy
Pembiayaan Committee
Komite ini dibentuk agar Indonesia Eximbank The committee was established to provide
memiliki kebijakan pembiayaan untuk Indonesia Eximbank with a policy on financing
mendukung efektivitas dan efisiensi dalam effectively and efficiently without compromising
pengambilan keputusan pembiayaan tanpa the principles of GCG and prudence.
mengabaikan penerapan prinsip-prinsip tata
kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian.
Tugas dan Wewenang Komite Kebijakan Responsibility, authority and duties of the
Pembiayaan adalah: Financing Policy Committee are:
• Menyetujui dan menetapkan Kebijakan • Approving and Financing Indonesia Eximbank
Pembiayaan Indonesia Eximbank; Policy set
• Melakukan pengawasan atas terlaksananya • Supervising the implementation of rules and
peraturan dan ketentuan dalam Kebijakan provisions of the Financing Policy Indonesia
Pembiayaan Indonesia Eximbank dengan baik Eximbank well and formulate a solution if there
dan merumuskan pemecahannya apabila are obstacles in implementation.
terdapat kendala dalam pelaksanaannya;
• Melakukan kajian secara berkala terhadap • Conducting periodic review of financing Policy
Kebijakan Pembiayaanan dan memberikan and advising the Board of Directors when it
saran kepada Direktur Eksekutif apabila is necessary to change/improvements to the
diperlukan perubahan/perbaikan atas policy.
kebijakan tersebut;
• Menetapkan struktur keanggotaan Komite • Defining the membership structure of the
Pembiayaan; Financing Committee.
• Menetapkan dan me-review Batas Wewenang • Setting and reviewing Terminate Financing
Memutus Pembiayaan (BWMP) Komite Authority Limit Financing Committee.
Pembiayaan.
• Memantau dan mengevaluasi: • Monitoring and evaluating:
o Perkembangan kualitas portofolio o The development of overall portfolio quality
pembiayaanan secara keseluruhan; financing.
o Kebenaran pelaksanaan kewenangan o The right implementation of the authority to
memutuskan Pembiayaan; decide Financing.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 99

o Kebenaran proses pemberian, o Truth granting process, progress and quality


perkembangan dan kualitas Pembiayaan of financing provided by banks to related
yang diberikan kepada pihak terkait parties and certain large debtors.
dengan bank dan debitur-debitur besar
tertentu;
o Kebenaran pelaksanaan ketentuan Batas o Proper implementation of the provisions of
Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPP); Granting Financing Limit.
o Ketaatan terhadap ketentuan dalam o Adherence to the provisions in law and
peraturan perundang-undangan dalam regulations in the implementation of
pelaksanaan pemberian Pembiayaan; financing.
o Penyelesaian Pembiayaan bermasalah o Settlement Financing problems are
sesuai dengan yang ditetapkan dalam determined in accordance with financing
Kebijakan Per Pembiayaan, dan Policy.
o Upaya Indonesia Eximbank dalam o Indonesia Eximbank efforts to fulfill the
memenuhi kecukupan jumlah adequacy of the elimination provision
pencadangan penghapusan pembiayaan. financing.

• Apabila diperlukan, menyampaikan laporan • Submitting a written report regularly to


tertulis secara berkala kepada Direktur Eksekutif the Board of Directors with copies to the
dengan tembusan kepada Dewan Direktur Commissioners on the results of supervision
mengenai hasil pengawasan atas penerapan over the implementation and execution
dan pelaksanaan Kebijakan Pembiayaan; of Financing Policy, whenever deemed
necessary.
• Menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya • Holding meetings at least 1 (one) time in a year
1 (satu) kali dalam setahun atau setiap saat or whenever deemed necessary.
apabila dipandang perlu.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Kebijakan In 2010, Financing Policy Committee has met
Pembiayaan mengadakan pertemuan sebanyak 5 times with list of attendance as follows:
5 kali dengan tingkat kehadiran sebagai berikut:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
Omar B. Pane 5 100%
Dwi Wahyudi 5 100%
Arif Setiawan 5 100%
Arifin Indra 5 100%
Suharsono 5 100%
Basuki Setyadjid 5 100%
Intan Apriadi 5 100%
Heryanto Eko Purnomo 5 100%
Dilan Sawalius Batuparan 4 80%
Rudi Rinardi 4 80%
Benny Santoso* 5 100%
Mulyatno Wibowo* 3 60%
* Yang Bersangkutan mengundurkan diri per tanggal 20 Juli 2010 | Has resigned effective 20 July 2010

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


• Merekomendasikan Kebijakan Pembiayaan • Recommending the Operational Guidelines for
UKM SMEs Financing
• Merekomendasikan Kebijakan Umum • Recommending the General Policy of
Pembiayaan Indonesia Eximbank Financing of Indonesia Eximbank
• Merekomendasikan Kebijakan Pembiayaan • Recommending the Operational Guidelines for
Corporate Corporate Financing

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


100 Tata Kelola Perusahaan

• Merekomendasikan Kebijakan Asuransi Ekspor • Recommending Indonesia Eximbank Export


Indonesia Eximbank Insurance Policy
• Merekomendasikan Kebijakan Penjaminan • Recommending Indonesia Eximbank Export
Ekspor Indonesia Eximbank Guarantee Policy

e. Assets & Liabilities Management Committee (ALMA) e. Assets & Liabilities Management Committee (ALMA)
1. Nama dan Jabatan Anggota 1. Name and Position of Committee Member

Ketua I Made Gde Erata-Direktur Eksekutif | Executive Director


Chairman
Wakil Ketua merangkap anggota Basuki Setyadjid-Direktur Pelaksana III | Managing Director III
Vice Chairman concurrently as Member Dwi Wahudi-DIrektur Pelaksana I | Managing Director I
Suharsono-Direktur Pelaksana II | Managing Director II
Arifin Indra-Direktur Pelaksana Senior | Senior Managing Director
Omar B. Pane-Direktur Pelaksana IV | Managing Director IV
Sekretaris merangkap anggota Kepala Divisi Tresuri | Head of Treasury
Secretary concurrently as Member
Anggota Dilan S. Batuparan-Kepala Divisi Pembiayaan II | Head of Financing II
Member Intan Apriadi-Kepala Divisi Pembiayaan Syariah | Head of Islamic Banking Division
Rudi Rinardi-Kepala Divisi Pembiayaan UKM | Head of SME Financing Division
Heryanto E. Purnomo-Kepala Divisi International | Head of International Division
Adipati Camma-Kepala Divisi Penjaminan & Asuransi | Head of Guarantee and
Insurance Division
Arif Setiawan-Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis | Head of Business Risk and Analysis
Division
Alan Yosid-Kepala Divisi Akunting dan Sistem Informasi Eksekutif | Head of
Accounting and Executive Information System
Agus Windiarto-Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Perencanaan Strategis | Head
of Risk Management and Strategic Planning
Edwin Darmasetiawan-Kepala Divisi Restrukturisasi Aset | Head of Restructured
Asset Division

2. Tugas dan Wewenang Komite ALMA 2. Duties and Authorities of the ALMA Committee
Komite ini dibentuk agar Indonesia Eximbank The committee was established to provide
memiliki mekanisme pengelolaan asset Indonesia Eximbank with a mechanism to
dan liabilities yang efektif dan efisien tanpa manage its assets and liabilities effectively and
mengabaikan penerapan prinsip-prinsip tata efficiently without compromising the principles of
kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian. GCG and prudence.

Tanggung jawab, wewenang dan tugas Komite Responsibility, authority and duties of the ALMA
ALMA adalah: Committee are:
• Menetapkan kebijakan pengelolaan risiko • Establish Indonesia Eximbank risk management
Indonesia Eximbank sebagai berikut: policies as follows:
o Mengembangkan, mengkaji ulang, serta o Developing, reviewing and modifying ALMA
memodifikasi strategi ALMA strategies
o Mengkaji ulang penetapan suku bunga o Reviewing interest rates (pricing) of assets
(pricing) aktiva dan pasiva untuk and liabilities to ensure that the pricing
memastikan bahwa pricing tersebut is able to optimize the results of capital
dapat mengoptimalkan hasil penanaman investment, minimizing the cost of funds and
dana, meminimumkan biaya dana dan maintaining an appropriate balance sheet
memelihara struktur neraca sesuai dengan structure with ALMA strategy;
strategi ALMA;
o Mengkaji ulang deviasi antara aktual o Reviewing the deviation between the
dengan Rencana Kerja dan Anggaran actualization and the Annual Work Plan and
Tahunan; Budget;
o Menyampaikan informasi mengenai setiap o Sharing information on any developments
perkembangan ketentuan dan peraturan of related rules and regulations that might
terkait yang mempengaruhi strategi dan affect ALMA strategies and policies.
kebijakan ALMA.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 101

• Menetapkan kebijakan, batasan-batasan dan • Establishing policies, restrictions and guidelines


pedoman strategi pengelolaan assets dan for asset and liability management strategy
liabilities dengan mempertimbangkan kondisi by taking into account internal and external
internal dan eksternal meliputi: conditions including:
1. Manajemen Likuiditas; 1. Liquidity Management
2. Manajemen GAP; 2. GAP Management
3. Manajemen Pricing; 3. Pricing Management
4. Manajeman Forex. 4. Forex Management
• Menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya • Held meetings at least 1 (one) time in a year or
1 (satu) kali dalam setahun atau setiap saat whenever deemed necessary.
apabila dipandang perlu.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite ALMA telah In 2010, ALMA Committee has met 12 times with
mengadakan pertemuan sebanyak 12 (dua list of attendance as follows:
belas) kali dengan jumlah kehadiran sebagai
berikut:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance

I Made Gde Erata 12 100%


Arifin Indra 11 92%
Dwi Wahyudi 11 92%
Suharsono 12 100%
Basuki Setyadjid 12 100%
Omar Baginda Pane 10 83%
Edwin Darmasetiawan 1 8%
Benny Santoso 5 42%
Mulyatno Wibowo 3 25%
Dilan Sawalius Batuparan 9 75%
Intan Apriadi 9 75%
Rudi Rinardi 8 67%
Djoko S. Djamhoer* 2 17%
Heryanto E. Purnomo 9 75%
Adipati Camma 7 58%
Alan Yazid 7 58%
Arif Setiawan 11 92%
Achmad Fauzi* 2 17%
Agus Windiarto 6 50%
Tri Utami R. Nugroho* 3 25%
* Yang Bersangkutan pernah menjabat sebagai Kepala Divisi anggota Komite ALMA | Previously has served as Division Head and member
of ALMA Committee

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


Selama tahun 2010, Komite ALMA telah In 2010, ALMA Committee determine pricing,
menetapkan pricing, mengelola likuiditas, gap, liquidity management, gap, Forex as well as
Forex serta mengelola earning and investment earnings and investment for optimum result.
untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


102 Tata Kelola Perusahaan

f. Komite Teknologi Informasi f. Information Technology Committee


1. Nama dan Jabatan Anggota 1. Name and Position of Committee Member

Ketua I Made Gde Erata-Direktur Eksekutif | Executive Director


Chairman
Wakil Ketua Arifin Indra-Direktur Pelaksana Senior | Senior Managing Director
Vice Chairman
Sekretaris Eddy Suswadi-Kepala Divisi Teknologi Sistem Informasi | Head of Technology and Information System Division
Secretary
Anggota Dwi Wahyudi-Direktur Pelaksana I | Managing Director I
Secretary Suharsono-Direktur Pelaksana II | Managing Director II
Basuki Setyadjid-Direktur Pelaksana III | Managing Director III
Omar B. Pane-Direktur Pelasana IV | Managing Director IV
Arif Setiawan-Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis | Head of Business Risk Analysis Division
Sulistyanto-Kepala Divisi Operasi & Settlement | Head of Operation and Settlement Division
Agus Windiarto-Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Perencanaan Strategis | Head of Risk Management and
Strategic Planning Division
Alan Yazid-Kepala Divisi Akunting & Sistem Informasi Eksekutif | Head of Accounting and Executive
Information System Division
Yoseph T.P.-Kepala Divisi Kepatuhan | Head of Compliance Division
Tri Utami R. Nugroho-Kepala Divisi SDM & Umum | Head of Human Resources and General Affairs Division

2. Tugas dan Wewenang Komite Teknologi Informasi 2. Duties and Authorities of the Information
Technology Committee
Komite ini dibentuk agar Indonesia Eximbank The committee is established to provide Indonesia
memiliki teknologi informasi yang memadai, tepat Eximbank with adequate information technology,
guna dan terkini untuk mendukung pelaksanaan appropriate and up to date in order to support
proses bisnis serta pengambilan keputusan the institution in implementing its business
yang efektif dan efisien tanpa mengabaikan processes and making effective and efficient
penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik decisions without compromising the principles of
dan prinsip kehati-hatian. GCG and prudence.

Tugas, tanggung jawab, dan wewenang Komite Duties, responsibilities, and authorities of the
Teknologi Informasi adalah: Information Technology Committee are:
• Menetapkan arah dan kebijakan • Establishing policies and direction of
pengembangan teknologi informasi jangka information technology development over the
menengah dan jangka panjang; medium term and long term;
• Merekomendasikan dan memutuskan investasi • Recommending and deciding on investment
teknologi informasi yang berdampak signifikan in information technology have a significant
pada Indonesia Eximbank; impact on Indonesia Eximbank;
• Memastikan pengembangan dan penerapan • Ensuring the development and implementation
teknologi informasi yang selaras dengan tujuan of information technology in line with its goal
Indonesia Eximbank; Indonesia Eximbank;
• Menentukan kebijakan yang berkaitan dengan • Determining the risk policies related to
risiko teknologi; technology;
• Memantau dan mengevaluasi pemanfaatan • Monitoring and evaluate the use of information
teknologi informasi pada seluruh kegiatan technology in all activities that have a major
yang berdampak besar bagi lembaga; impact on the Indonesia Eximbank;
• Menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya • Holding meetings at least 1 (one) year once or
1 (satu) tahun sekali atau setiap saat apabila whenever necessary.
dipandang perlu.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Teknologi Informasi In 2010, IT Committee has met 1 time attended by
mengadakan pertemuan sebanyak 1 kali yang all member of the IT committee:
dihadiri oleh seluruh anggota Komite TI.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 103

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


1. System Security 1. System Security
Mempresentasikan kondisi infrastruktur terkini Presenting the current condition of Indonesia
Indonesia Eximbank dan memaparkan strategi Eximbank infrastructure and explain the strategy
yang telah dilakukan dan akan dilakukan that has been and will be done in order to
dalam peningkatan aspek keamanan data improve the security aspects of data and network,
dan jaringan secara internal maupun eksternal. both internal and external. To continuously
Dalam mengevaluasi dan meningkatkan terus evaluate and improve this security aspect,
aspek keamanan ini, Indonesia eximbank akan Indonesia Eximbank will periodically test the
secara periodik melakukan uji kemanan data, security of data, internal and external networks
jaringan internal dan external serta bekerja sama and working together with network security
dengan network security provider untuk dilakukan providers to conduct assessment periodically.
assessment secara berkala.

2. Core Banking System 2. Core Banking System


Mempertimbangkan rencana pengembangan With due consideration of the development plan
core banking system dimasa mendatang dalam of the core banking system in the future in order to
rangka memenuhi kebutuhan atas: meet the needs of:
• Proses Transaksi Antar Cabang secara on line • Online Inter-Branch Transaction
• Interface dengan aplikasi SWIFT secara real • Real-Time Interface with SWIFT
time
• Peningkatan integritas sistem pada core • Improvement of system integrity at the core
banking dengan mengintegrasikan module banking by integrating modules such as Know
seperti Know Your Customer (KYC), Blacklist, Your Customer (KYC), Blacklist, Islamic Banking,
Islamic Banking, Treasury Dealing System (TDS) Treasury Dealing System (TDS), and Risk
dan Risk Management. Management.
• Pemenuhan atas pengembangan produk- • Accomplishing the development of new
produk baru Indonesia Eximbank di masa Indonesia Eximbank products.
mendatang.
Dengan pemenuhan atas kebutuhan tersebut By fulfilling those needs, the productivity and
diharapkan Core Banking System akan lebih effectiveness of the Core Banking System will be
meningkatkan produktivitas dan efektivitas serta enhanced, and the system will be aligned with
dapat menyelaraskan dengan strategic bisnis dan the business strategy, and vision and mission of
visi misi Indonesia Eximbank di masa mendatang. Indonesia Eximbank in the future.

g. Komite Pengembangan Produk g. Product Development Committee


1. Nama dan Jabatan Anggota 1. Name and Position of Committee Member

Ketua merangkap anggota I Made Gde Erata-Direktur Eksekutif | Executive Director
Chairman concurrently as member
Wakil Ketua merangkap anggota Arifin Indra-Direktur Pelaksana Senior | Senior Managing Director
Vice Chairman concurrently as member
Sekretaris merangkap anggota Agus Windiarto-Kepala Divisi Manajemen Risiko & Perencanaan Strategis |
Secretary concurrently as member Head of Risk Management and Strategic Planning Division
Anggota Dwi Wahyudi-Direktur Pelaksana I | Managing Director I
Member Suharsono-Direktur Pelaksana II | Managing Director II
Basuki Setyadjid-Direktur Pelaksana III | Managing Director III
Omar B. Pane-Direktur Pelasana IV | Managing Director IV

2. Tugas dan Wewenang Komite Pengembangan 2. Duties and Authorities of the Product
Produk Development Committee
Komite ini dibentuk agar Indonesia Eximbank The committee was established for the purpose
memiliki mekanisme pengembangan produk of providing Indonesia Eximbank with an effective
yang efektif dan efisien tanpa mengabaikan and efficient mechanism of product development
penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik without overlooking good governance and
dan prinsip kehati-hatian. prudential principles.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


104 Tata Kelola Perusahaan

Tugas, tanggung Jawab, dan wewenang Komite The Product Development Committee duties,
Pengembangan Produk adalah: responsibilities, and authorities are as follow:
• Menetapkan arah dan kebijakan • Setting the direction and policies on the
pengembangan produk-produk Indonesia development of Indonesia Eximbank products;
Eximbank;
• Menetapkan produk-produk Indonesia • Establishing Indonesia Eximbank products and
Eximbank dan merumuskan dalam manual formulating the product manual to serve as
produk sebagai pedoman operasi seluruh unit guidance for all operations related to business
kerja terkait; units;
• Melakukan pengkajian, penyempurnaan dan • Conducting assessment, improvement and
pengembangan produk untuk memenuhi development of products to meet market
kebutuhan pasar sebagai upaya penetrasi demands as an effort to penetrate the market;
pasar;
• Melakukan pemantauan atas perkembangan • Monitoring progress and effectiveness of the
dan efektivitas produk secara periodik; products periodically;
• Memberikan penjelasan tentang produk, • Providing explanations of the product,
manual produk, serta SOP; manuals, and SOPs;
• Menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya • Holding meetings at least 1 (one) year or any
1 (satu) tahun sekali atau setiap saat apabila time if whenever necessary.
dipandang perlu.

3. Jumlah Rapat dan Tingkat Kehadiran 3. Number of Meetings and Attendance


Selama tahun 2010, Komite Pengembangan In 2010, The Product Development Committee has
Produk mengadakan 17 kali rapat dengan tingkat met 17 times, with list of attendance as follow:
kehadiran sebagai berikut:

Nama Jumlah Kehadiran % Kehadiran


Name Attendance % of Attendance
I Made Gde Erata 17 100%
Arifin Indra 17 100%
Agus Windiarto 17 100%
Dwi Wahyudi 17 100%
Suharsono 17 100%
Omar B. Pane 17 100%
Basuki Setyadjid 17 100%

4. Pelaksanaan Kegiatan 4. Implementation Activities


a. SOP a. SOP
• Melakukan Penyesuaian seluruh SOP terkait • Conducting adjustments on all SOPs related to
dengan perubahan Struktur Organisasi the changes in Organization Structure
• Garansi Indonesia Eximbank, Credit Line, • Indonesia Eximbank Guarantee, Credit Line,
Negosiasi & Diskonto Tagihan Ekspor, Export Bill Negotiation & Discounts, Financing,
Pembiayaan, Pembiayaan UKM, Proteksi SME Financing, Accounts Receivable
Piutang Dagang, Pembiayaan Lembaga Protection, Financing Financial Institution,
Keuangan, Custom Bond, Penjaminan Bagi Custom Bond, Banks Guarantee.
Bank.
b. Manual b. Manual
Credit Line, Penjaminan Bagi Bank, Credit Lines, Banks Guarantee, Financial
Pembiayaan Lembaga Keuangan, Proteksi Institutions Financing, Accounts Receivable
Piutang Dagang, Garansi Indonesia Eximbank, Protection, Indonesia Eximbank Guarantee,
Pembiayaan, Custom Bond, Insurance Financing, Custom Bond, Insurance Company
Company Rating System. Rating System.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 105

Sekretaris Lembaga (Executive Office) Corporate Secretary (Executive Office)


Sekretaris Lembaga mempunyai fungsi serta tanggung The Corporate Secretary has the function and
jawab dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, responsibility in the Institution’s communication policies
dan pengendalian komunikasi lembaga serta formulation, planning, and control as well as secretarial
kesekretariatan dan keprotokolan. Sesuai dengan and communication protocol affairs. In accordance
peraturan Bapepam IX.I.4 tentang Pembentukan with the Bapepam Regulation IX.I.4 on the Establishment
Sekretaris Perusahaan, Indonesia Eximbank membentuk of the Corporate Secretary, Indonesia Eximbank
Divisi Executive Office (Sekretaris Lembaga) yang established the Division of Executive Office (Secretary of
memiliki fungsi antara lain: the Institute), which has the functions include:

• Menjalankan fungsi Corporate Secretary; • Executing the function of Corporate Secretary;


• Melaksanakan program Corporate Communication; • Implementing Corporate Communication program;
• Mengelola Stakeholders Engagement; • Managing Stakeholder Engagement;
• Melaksanakan Public Relations berorientasi • Implementing Public Relations oriented towards
Community Development; Community Development;
• Mengelola kesekretariatan dan keprotokolan • Managing secretarial and protocol of the Institute;
Lembaga; dan and
• Melaksanakan tugas-tugas pokok lainnya sesuai • Carrying out other tasks in the respective sectors.
dengan bidang tugasnya.

Sejak Januari 2010, Sekretaris Lembaga dijabat oleh Since January 2010, the Corporate Secretary position
Enny Listyorini. Sekretaris Lembaga yang juga disebut is held by Enny Listyorini. The Corporate Secretary shall
Kepala Divisi Executive Office membawahi 2 (dua) also called the Head of the Executive Office Division
Departemen, yaitu: overseeing 2 (two) Department, namely:
1. Departemen Komunikasi 1. Communication Department
2. Departemen Kesekretariatan dan Protokol 2. Secretarial and Protocol Department

Beberapa kegiatan terkait dengan stakeholders yang In 2010, the Corporate Secretary conducted several
dilakukan Sekretaris Lembaga di tahun 2010 antara lain: activities related to the stakeholders:
1. Menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah 1. Maintaining good communication with the
dan parlemen; Government and parliament;
2. Mengelola event Public Expose, Investor Meeting, 2. Managing Public Expose, Investor Meeting, Seminar,
Seminar, Exhibition; Exhibition events;
3. Mengelola tools komunikasi above the line dan 3. Managing communication tools above the line and
below the line; below the line;
4. Mengelola dan mengembangkan website dan 4. Managing and developing Website and Intranet;
intranet;
5. Menyelenggarakan press conference dan press 5. Holding press conference and press gathering;
gathering;
6. Membangun pencitraan yang berorientasi 6. Building Community Development-oriented image;
Community Development;
7. Dan lain-lain. 7. And others.

Unit Internal Audit Internal Audit Unit


Unit Internal Audit di Indonesia Eximbank adalah unit Internal Audit Unit in Indonesia Eximbank is a division-
setingkat divisi yang secara struktural kedudukannya level unit directly under the Executive Director (CEO).
berada langsung dibawah Direktur Eksekutif (CEO).
Tugas-tugas Unit Internal Audit ini adalah: The duties of Internal Audit Units are:
• Melakukan analisis dan penilaian di bidang • Conduct analysis and assessment on financial,
keuangan, operasional, dan manajerial; operational, and managerial;
• Berperan sebagai konsultan dan katalis dengan • Serve as consultant and catalyst by providing
memberikan saran perbaikan dan informasi yang suggestions for improvement and information on the
objektif atas kegiatan yang di-review kepada semua activities reviewed to all levels of management;
tingkatan Manajemen;

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


106 Tata Kelola Perusahaan

• Mengidentifikasikan segala kemungkinan • Identifies all possibilities to improve and increase the
untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi efficient use of resources and funds and to improve
penggunaan sumber daya dan dana serta existing activities in Indonesia Eximbank.
meningkatkan kegiatan yang ada di Indonesia
Eximbank.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan atas kegiatan In carrying out its supervisory functions over the business
usaha tersebut telah ditetapkan suatu pedoman dasar activities, Internal Audit Division established a basic
yang mengatur fungsi, kedudukan, ruang lingkup, guideline that regulate the function, status, scope,
kewenangan dan tanggung jawab, tanggung jawab authority and responsibility, professional responsibility,
profesi, metode kerja, dan pelaporan Divisi Internal methods, and reporting. The guideline is known as
Audit. Pedoman tersebut dikenal dengan Internal Audit Internal Audit Charter (Internal Audit Charter).
Charter (Piagam Audit Internal).

Piagam Audit Internal tersebut disusun dengan merujuk The Internal Audit Charter was established in pursuant
kepada: to:
• PDD No.0022/PDD/09/2009 tentang Kebijakan • PDD No.0022/PDD/09/2009 concerning the Policy
Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern on the Implementation of Standards of Internal
(SPFAI) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia- Audit Function (SPFAI) Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia Eximbank. Indonesia-Indonesia Eximbank.
• PDD No.0023/PDD/09/2009 tentang Manual Audit • PDD No.0023/PDD/09/2009 concerning the Internal
Intern. Audit Manual.

Didalam melaksanakan tugas-tugasnya Divisi Internal In carrying out its duties, the Internal Audit Division
Audit menggunakan Sistem Informasi Manajemen employs a risk-based and IT aided Audit Management
Audit (SIMA) yang berbasis Risiko dan berbantuan Information System to develop the Annual Audit Plan to
IT untuk menyusun Rencana Audit Tahunan (RAT) be submitted to the Board of Directors through the Audit
yang disampaikan kepada Dewan Direktur melalui Committee for approval and ratification.
Komite Audit untuk mendapat persetujuan dan
pengesahannya.

Tujuan dari penggunaan sistem tersebut adalah The purpose of using the system is to identify the risks of
untuk mengidentifikasi risiko dari setiap unit kerja. Hasil each business unit. The Internal Audit Division submits
pemeriksaan Divisi Internal Audit dilaporkan langsung the result directly to the Executive Director, with copies
kepada Direktur Eksekutif dengan tembusan kepada to the Board of Directors through the Audit Committee.
Dewan Direktur melalui Komite Audit. Dewan Direktur The Board of Directors through the Audit Committee
melalui Komite Audit memantau dan mengkonfirmasi monitors and confirms whether the auditee has follow
apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil up the audit findings.
langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan
audit tersebut.

Berdasarkan PDD No.00023/PDD/09/2009 Pasal 7 Pursuant to PDD No.00023/PDD/09/2009 Article 7 point


huruf d dan Pasal 8 ayat (4) dinyatakan bahwa (d) and Article 8 Paragraph (4), the Indonesia Eximbank
Indonesia Eximbank wajib menyampaikan laporan shall submit report to the Board of Directors through the
kepada Dewan Direktur melalui Komite Audit tentang Audit Committee regarding the implementation of the
pelaksanaan fungsi audit intern yaitu laporan hasil internal audit function that is reporting the results from
kaji ulang pihak ekstern yang memuat pendapat external review that includes opinions about the work
tentang hasil kerja Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) of Internal Audit Unit and its compliance with the SPFAI
dan kepatuhannya terhadap SPFAI serta perbaikan and improvements that might be made. The report
yang mungkin dilakukan. Laporan tersebut harus must be signed by the Executive Director and shall be
ditandatangani oleh Direktur Eksekutif dan wajib submitted to the Board of Directors through the Audit
disampaikan kepada Dewan Direktur melalui Komite
Audit sekurang-kurangnya sekali dalam 4 (empat)

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 107

tahun, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil Committee at least once in 4 (four) years, no later than
kaji ulang dari pihak eksternal diterima oleh Indonesia 1 (one) month after the results of external review is
Eximbank. received by Indonesia Eximbank.

Pengendalian Internal Internal Control


Selain berfungsi sebagai pengawas, Divisi Internal Audit In addition to functioning as a supervisory body,
(IAD) juga melakukan penilaian terhadap efektivitas the Internal Audit Division (IAD) also conducts an
Sistem Pengendalian Intern dalam penerapan assessment on the effectiveness of Internal Control
Manajemen Risiko yang berpedoman kepada PMK System in the implementation of the Risk Management,
No.142/PMK.010/2009 tentang Manajemen Risiko pursuant to the PMK No 142/PMK.010/2009 on Risk
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan PDD Management of Lembaga Pembiayaan Ekspor
No.0019/PDD/09/2009 tentang Kebijakan Sistem Indonesia and PDD No.0019/PDD/09/2009 on the
Pengendalian Intern yaitu dengan memastikan: Internal Control System Policies, by ensuring:
• Kepatuhan terhadap peraturan (baik intern maupun • Compliance with regulations (both internally and
ekstern) dan perundang-undangan yang berlaku; externally) and prevailing regulations;
• Tersedianya informasi keuangan dan manajemen • The availability of true, complete, and timely
yang benar, lengkap, dan tepat waktu; financial and management information;
• Efisiensiensi dan efektivitas dari kegiatan usaha bank • Efficiency and effectiveness of banking operations
(tujuan operasional); (operational objective);
• Meningkatkan efektivitas budaya resiko (risk culture) • Improve the effectiveness of risk cultures within the
pada organisasi secara menyeluruh. entire organization.

Pengadaan Barang dan Jasa Procurement of Goods and Services


Untuk menjaga tata kelolanya, pelaksanaan To maintain its corporate governance, the procurement
pengadaan barang dan jasa di Indonesia Eximbank of goods and services in Indonesia Eximbank is
diatur dengan Peraturan Dewan Direktur Nomor regulated by the Regulation of the Board of Directors
0004/PDD/09/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan No.0004/PDD/09/2009 concerning the guidance on
Pengadaan Barang dan Jasa Lembaga Pembiayaan the Procurement of Goods and Services for Lembaga
Ekspor Indonesia yang telah diubah dengan Peraturan Pembiayaan Ekspor Indonesia that is replace with
Dewan Direktur Nomor 0010/PDD/11/2010 tentang the Regulation of the Board of Directors No.0010/
Kebijakan Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa PDD/11/2010 concerning the Policy on the Procurement
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. of Goods and Services for Lembaga Pembiayaan
Ekspor Indonesia.

Secara garis besar, beberapa prinsip dasar pengadaan In general, some basic principles of procurement
barang dan jasa yang tercantum dalam PDD tersebut of goods and services listed in the PDD include the
antara lain adalah: followings:
a. Pengadaan barang dan jasa di Indonesia Eximbank a. Procurement of goods and services in Indonesia
dilaksanakan oleh unit kerja, baik di kantor pusat Eximbank are undertaken by the business units, both
maupun kantor wilayah. at headquarters and regional offices.
b. Pengadaan barang dan jasa dilaksanakan dengan b. Procurement of goods and services should be
menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut: carried out by applying the following principles:
1. Efisien 1. Efficient
Pengadaan Barang dan Jasa harus diusahakan The procurement of goods and services should be
untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sought to obtain optimal and best results in short
terbaik dalam waktu yang cepat dengan time, using proper amount of funds and resource,
menggunakan dana dan kemampuan seminimal and not merely based on the lowest price.
mungkin secara wajar dan bukan hanya
didasarkan pada harga terendah;
2. Efektif 2. Effective
Pengadaan Barang dan Jasa harus sesuai The procurement of goods and services should
dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan be conformed to the needs and should provide
memberikan manfaat yang sebesar-besarnya maximum benefits in line with the target;
sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


108 Tata Kelola Perusahaan

3. Kompetitif 3. Competitive
Pengadaan Barang dan Jasa harus terbuka bagi The Procurement of Goods and Services should
Penyedia Barang dan Jasa yang memenuhi be made open to eligible vendors of goods
persyaratan dan dilakukan melalui persaingan and is conducted through fair competition
yang sehat di antara Penyedia Barang dan among vendors that are equal and meet
Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria the requirements/criteria based on clear and
tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur transparent rules and procedures;
yang jelas dan transparan;
4. Transparan 4. Transparent
Semua ketentuan dan informasi mengenai All the provisions and information on the
Pengadaan Barang dan Jasa, termasuk syarat Procurement of Goods and Services, including
teknis administrasi pengadaan, tata cara technical requirements of procurement
evaluasi, hasil evaluasi, penetapan calon administration, evaluation of the bids, the results
Penyedia Barang dan Jasa, sifatnya terbuka of the evaluation, and the decision on the winner
bagi peserta Penyedia Barang dan Jasa yang of the bids are made open to all participants.
berminat;
5. Adil dan Wajar 5. Equal and Fair
Memberikan perlakuan yang sama bagi To give equal and fair treatment to all eligible
semua calon Penyedia Barang dan Jasa yang vendors of goods and services.
memenuhi syarat;
6. Akuntabel 6. Accountable
Harus mencapai sasaran dan dapat Should accomplish the targets and is accountable
dipertanggungjawabkan sehingga to avoid potential abuse and violation.
menjauhkan dari potensi penyalahgunaan dan
penyimpangan.

Manajemen Risiko Risk Management


a. Implementasi Manajemen Risiko a. Implementation of Risk Management
Indonesia Eximbank adalah lembaga keuangan Indonesia Eximbank is a special financial institution
khusus milik Pemerintah yang memiliki fungsi that has function to support national export program
mendukung Program Ekspor Nasional melalui through the National Export Financing by providing
Pembiayaan Ekspor Nasional dengan menyediakan several facilities in the form of financing, guarantees,
beberapa fasilitas dalam bentuk pembiayaan, and insurance. In addition, Indonesia Eximbank
penjaminan, dan asuransi. Disamping itu, Indonesia can also do advising and consultancy services to
Eximbank juga dapat melakukan bimbingan Banks, Financial Institutions, exporters, manufacturers
dan jasa konsultasi kepada Bank, Lembaga of export goods, and perform other activities that
Keuangan, Eksportir, produsen barang ekspor, support the tasks and authority. On the scope of
dan melakukan kegiatan lain yang menunjang these business activities, Indonesia Eximbank must
tugas dan wewenangnya. Atas cakupan kegiatan apply risk management principles as statutory
usaha tersebut, maka Indonesia Eximbank wajib provisions.
menerapkan prinsip Manajemen Risiko sebagaimana
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penerapan Manajemen Risiko Indonesia Eximbank The Application of Indonesia Eximbank risk
secara umum didasarkan pada Undang-Undang management in general is based on Act No.2/2009
Nomor 2/2009 tentang Lembaga Pembiayaan concerning Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Ekspor Indonesia Pasal 17 ayat (1) dan ayat (3), (Article 17 paragraph 1 and paragraph 3), namely
yakni ayat (1): ”Dalam menjalankan tugasnya, LPEI paragraph 1 states: “In carrying out its duties,
wajib menerapkan prinsip tata kelola perusahaan Indonesia Eximbank must apply the principles of
yang baik, prinsip penerapan Manajemen Risiko, good corporate governance, applying principles of
dan prinsip mengenal nasabah”; dan ayat (3): risk management, and the principles of know your
”Penerapan prinsip Manajemen Risiko sebagaimana customer, and paragraph 3 states:” Application of
dimaksud pada ayat (1) mencakup pemenuhan risk management principles referred to in paragraph
kecukupan modal minimum, pengawasan aktif, 1 includes the fulfillment of the minimum capital

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 109

dan pemenuhan disiplin pasar terhadap risiko yang adequacy, active supervision, market discipline
melekat”. Disamping itu, penerapan Manajemen fulfillment to the inherent risks.” It is also pursuant to
Risiko juga merujuk pada PMK No.142/PMK.010/2009 the PMK No.142/PMK.010/2009, dated 31 August
tanggal 31 Agustus 2009 tentang Manajemen Risiko 2009 concerning the Risk Management of Lembaga
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Dalam rangka menerapkan Manajemen Risiko, In the implementation of risk management, Indonesia
Indonesia Eximbank telah membentuk organisasi Eximbank has established a risk management
Manajemen Risiko yang mencakup Komite organization that includes risk monitoring committee,
Pemantau Risiko, Komite Manajemen Risiko dan risk management committee and risk management
Satuan Kerja Analisa Risiko Bisnis. work unit.

Ruang lingkup pengelolaan risiko di Indonesia The scope of risk management in Indonesia
Eximbank, sebagaimana ketentuan yang berlaku Eximbank includes:
sekurang-kurangnya mencakup:
1. Pengawasan aktif Dewan Direktur & Direktur 1. Actively Controlled by the Board of Directors and
Eksekutif; the Executive Director
2. Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan 2. Adequacy of policies, procedures and
limit risiko; determination of the risk limits
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, 3. Adequacy of the identification process,
pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem measurement, monitoring and risk control, risk
informasi Manajemen Risiko; dan management information systems, and
4. Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. 4. Adequacy of the internal control system.

Adapun cakupan jenis risiko yang harus dikelola oleh Coverage of risks that must be managed by
Indonesia Eximbank antara lain: risiko kredit, risiko Indonesia Eximbank includes credit risk; market risk;
pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, liquidity risk; operational risks; legal risk; reputational
risiko reputasi, risiko stratejik, dan risiko kepatuhan. risk; strategic risk and compliance risk.

Pelaksanaan Manajemen Risiko di Indonesia The implementation of risk management in Indonesia


Eximbank juga dicerminkan dengan penerapan Eximbank is also reflected by the application of
prinsip kehati-hatian dalam setiap kegiatan usaha, the prudence principle in every business activity,
yang meliputi antara lain: penyediaan modal yang which include: provision of sufficient capital,
mencukupi, pemenuhan ketentuan dan hukum compliance with applicable laws, implementation
yang berlaku, pelaksanaan early warning system, of early warning system, establishment of limits,
penetapan limit, pelaksanaan prinsip mengenal the implementation of the principle of know your
nasabah (Know Your Customer), risk transfer, dan customer (Know Your Customer), risk transfer and
pelaksanaan diversifikasi risiko. implementation of risk diversification.

Disamping itu, secara khusus bahwa prinsip utama In addition, the main principles of risk management
Manajemen Risiko di Indonesia Eximbank adalah in Indonesia Eximbank is covering aspects of capital,
mencakup aspek permodalan, transparansi, transparency, independence, consolidation,
independensi, konsolidasi, continues process, continues process, accountability, responsibility,
akuntabilitas, responsibilitas, fairness, objektif, fairness, objective, relevant, and comprehensive.
relevan, dan komprehensif.

Dalam rangka mendukung penerapan Manajemen To support the implementation of risk management,
Risiko Indonesia Eximbank memiliki budaya peduli Indonesia Eximbank has a caring culture of risk for
risiko bagi seluruh jajaran Manajemen dan Pegawai all management and employees that have been
yang telah dikomunikasikan secara efektif. communicated effectively.

Pengembangan budaya peduli risiko diwujudkan Risk regardless of cultural development is realized
dengan pengembangan lingkungan/tata kelola with the development of environmental/a conducive
yang kondusif dan framework pengelolaan governance and risk management framework

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


110 Tata Kelola Perusahaan

risiko yang efisien dan efektif. Setiap kepala unit for efficient and effective. Each work unit head is
kerja bertanggung jawab untuk memahami dan responsible for understanding and implementing risk
menerapkan Manajemen Risiko secara terbuka, pro- management in an open, pro-active, effective and
aktif, efektif dan efisien di unit kerjanya. efficient in his work unit.

Disamping itu, secara rutin dilakukan pemahaman In addition, routinely performed an understanding
mengenai teknik-teknik Manajemen Risiko melalui of risk management techniques through the
pelaksanaan e-learning topik-topik Manajemen implementation of e-learning through the media
Risiko melalui media Intranet Indonesia Eximbank. Intranet Indonesia Eximbank.

b. Penjelasan mengenai risiko-risiko utama yang b. The explanation of the main risks faced by institutions
dihadapi lembaga serta upaya-upaya yang telah and the efforts that have been made to manage
dilakukan untuk mengelola risiko tersebut. these risks
1. Risiko Kredit 1. Credit Risk
Pengelolaan risiko kredit telah dilakukan secara Credit risk management has been done
komprehensif melalui pelaksanaan kerangka kerja comprehensively through the implementation of
Manajemen Risiko kredit secara efektif. risk management framework credit effectively.
Untuk mendukung penerapan aspek To support the implementation of active
pengawasan aktif Dewan Direktur & Direktur surveillance aspect of the Board of Directors
Eksekutif, Indonesia Eximbank telah ditunjang and the Executive Director, Indonesia Eximbank
dengan keberadaan Komite Pemantau Risiko dan has supported the existence of Risk Monitoring
Laporan Sistem Informasi Manajemen Risiko, yang Committee and Report Risk Management
disampaikan secara bulanan kepada Dewan Information System, which is delivered monthly
Direktur dan Komite Pemantau Risiko. to the Board of Directors and the Risk Monitoring
Committee.

Selain itu aspek kecukupan kebijakan, prosedur In addition, policies adequacy aspects,
dan penetapan limit risiko kredit, Indonesia procedures and determination of credit risk
Eximbank telah menetapkan kebijakan yang limits, Indonesia Eximbank has established
mengatur ketentuan prinsip kehati-hatian financing policies governing the precautionary
dalam pembiayaan, penjaminan dan asuransi, principles of the financing, establishing Standard
menetapkan Standard Operating Procedure Operating Procedures (SOP) which are standard
(SOP) yang baku dalam proses pembiayaan, in the process of financing and setting limits of
penjaminan, dan asuransi, dan menetapkan portfolio management, such as core debtors
limit-limit manajemen portofolio, antara lain limit concentration limit, the limit concentration of
konsentrasi debitur inti, limit konsentrasi sektor industrial sectors, the limit concentration of the
industri, limit konsentrasi wilayah, limit konsentrasi region, the limit concentration of the internal
portofolio internal rating, limit konsentrasi obligor portfolio rating, obligor concentration limit group,
group, dan lain-lain. and others.

Aspek kecukupan proses Manajemen Risiko kredit, In the adequacy of credit risk management
Indonesia Eximbank menerapkan fungsi four process, Indonesia Eximbank has applied the
eyes principle dalam proses due diligence dan four eyes principle function in the process of due
dalam proses pengambilan keputusan di bidang diligence and in the process of decision making
pembiayaan, penjaminan, dan/atau asuransi in the field of financing, guarantee, and/or
oleh Komite Pembiayaan. insurance by the Finance Committee.

Disamping itu, Indonesia Eximbank telah In addition, Indonesia Eximbank has developed
mengembangkan garding system sebagai garding system as a quantitative credit risk
suatu penilaian risiko kredit secara kuantitatif assessment through an internal rating called
melalui suatu internal rating yang disebut Indonesia Eximbank Rating System (IERS). Credit
Indonesia Eximbank Rating System (IERS). Sistem ranking system combines the assessment of the
pemeringkatan kredit tersebut mengkombinasikan financial aspects and business aspects, which
penilaian aspek keuangan dan aspek bisnis, yang are distinguished by the type of financing, the

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 111

dibedakan menurut jenis pembiayaan, yaitu corporate rating, the bank rating and project
corporate rating, bank rating dan project finance finance to establish eight rating levels of
dengan menetapkan 8 tingkat granularity rating granularity, which has a positive and a negative
dimana setiap tingkat rating memiliki outlook outlook. Every individual of prospective debtor/
positif maupun negatif. Setiap individual calon debtors have the ratings for obligor rating and
debitur/debitur memiliki peringkat untuk obligor facility rating.
rating dan facility rating.

Dalam mendukung pengendalian risiko To support credit risk control, Indonesia Eximbank
kredit, Indonesia Eximbank telah menerapkan has applied common risk mitigation forms in
bentuk-bentuk mitigasi risiko yang lazim dalam the financing, which is commonly in financing,
pembiayaan, penjaminan, dan/atau asuransi, guarantees, and/or insurance, among others,
antara lain penerapan ketentuan kecukupan the application of the collateral adequacy, risk
agunan, asuransi kredit, risk sharing, risk transfer, transfer, reinsurance, counter guarantees and
reasuransi, counter guarantee dan lain-lain. others.

Dalam mengembangkan aspek pengendalian In developing the internal control aspects of
internal dalam pengelolaan risiko kredit, Indonesia credit risk management, Indonesia Eximbank
Eximbank menetapkan pengaturan segregation defines clear segregation of duties, which
of duties yang jelas, yang memisahkan fungsi separates the maker, checker and approval
maker, checker dan approval dalam setiap functions of every loan transaction financing,
transaksi pembiayaan, penjaminan, dan asuransi guarantees, and insurance as an embedded
sebagai pelaksanaan pengawasan melekat control implementation and improve the internal
dan meningkatkan fungsi audit internal dalam audit function to support the improvement in
menunjang peningkatan quality assurance dalam credit quality assurance in every business and
setiap kegiatan bisnis dan operasional Indonesia operational activities of Indonesia Eximbank,
Eximbank, peningkatan pelaksanaan Manajemen improvement of credit risk management
Risiko kredit dan pelaksanaan tata kelola bank implementation, and the implementation of good
yang baik (good corporate governance). bank governance (good corporate governance).

Dalam rangka proses analisa kelayakan kredit In order to process credit worthiness analysis
(credit worthiness) terhadap calon nasabah, (credit worthiness) to prospective borrowers,
dimana sekaligus sebagai wujud pelaksanaan as well as the implementation form of internal
fungsi pengendalian internal, maka Unit Bisnis dan control functions, therefore the Business Unit and
Unit Analisa Risiko Bisnis secara bersama-sama Credit Risk Management Unit conduct solitasi
melakukan solitasi kepada calon nasabah melalui to prospective borrowers through both direct
kunjungan langsung (on the spot) ke lokasi usaha. visits (on the spot) and to a business location. In
Dalam pelaksanaan proses analisa dimaksud, the implementation of financial analysis process
masing-masing pihak, baik Unit Bisnis dan Unit referred to, each party, both Business Unit and
Analisa Risiko Bisnis tetap mengedepankan aspek Credit Risk Management Unit, still promoting the
independensi. independence aspect of both parties.

2. Risiko Pasar 2. Market Risk


Secara umum risiko pasar yang dihadapi In general, the market risks faced by Indonesia
Indonesia Eximbank telah dapat dikelola dengan Eximbank has been properly managed, and
baik, dan didukung dengan ketentuan tentang supported by the provisions concerning the
penempatan dana oleh UU No 2/2009 tentang placement of funds by the Act No.2/2009 on LPEI
LPEI (Pasal 24) maka potensi risiko pasar dapat (Article 24) then the potential market risk can be
lebih dimitigasi secara efektif. mitigated more effectively.

Variabel pasar yang dapat mempengaruhi Market variables that can affect the Indonesia
portofolio Indonesia Eximbank antara lain Eximbank portfolio include interest rates and
suku bunga dan nilai tukar. Potensi kerugian exchange rates, Potential losses due to market

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


112 Tata Kelola Perusahaan

karena variabel pasar tersebut timbul, bila terjadi variables arise, when there is a decline in the
penurunan nilai aktiva/pendapatan maupun value of assets/income and the increase in the
kenaikan nilai pasiva/biaya. value of liabilities/expenses.

Pengelolaan risiko pasar telah dilakukan secara Market risk management has been done through
komprehensif melalui pelaksanaan kerangka kerja the implementation of comprehensive risk market
Manajemen Risiko pasar secara efektif, antara lain management framework effectively, including
melalui pengukuran Value at Risk, pelaksanaan through the measurement of value at risk, the
stress testing, dll. implementation of stress testing, etc.

Pemantauan dan pengendalian risiko pasar, Monitoring and controlling market risk, conducted
dilakukan melalui pengembangan Sistem Informasi through the development of Risk Management
Manajemen Risiko terkait risiko pasar, yang Information System, which reported to the Board
dilaporkan kepada Dewan Direktur dan Komite of Directors and the Risk Monitoring Committee
Pemantau Risiko secara berkala. Laporan Sistem periodically. Report Risk Management Information
Informasi Manajemen Risiko tersebut selanjutnya System then reviewed by the Risk Monitoring
dikaji kembali oleh Komite Pemantau Risiko. Committee.

3. Risiko Likuiditas 3. Liquidity Risk


Pengelolaan risiko likuiditas telah dilakukan secara Liquidity risk management has been done through
komprehensif melalui pelaksanaan kerangka kerja the effective implementation of comprehensive
Manajemen Risiko likuiditas secara efektif. liquidity risk management framework.

Sebagai upaya pengendalian risiko likuiditas dan As efforts to control liquidity risk and to avoid
untuk menghindari kesulitan likuiditas (liquidity liquidity problems (liquidity shortfall) which can
shortfall) yang dapat mengakibatkan Indonesia lead to failure to Indonesia Eximbank in payment
Eximbank mengalami kegagalan pembayaran to another party (the default), it has drawn up an
kepada pihak lain (default), maka telah disusun emergency funding plan (contingency funding
rencana pendanaan darurat (contingency funding plan).
plan).

Pemantauan dan pengendalian risiko likuiditas, Monitoring and controlling liquidity risk, conducted
dilakukan melalui pengembangan Sistem Informasi through the development of Risk Management
Manajemen Risiko terkait risiko likuiditas, yang Information Systems related to liquidity risk, which
dilaporkan kepada Dewan Direktur dan Komite was reported to the Board of Directors and the
Pemantau Risiko secara berkala. Laporan Sistem Risk Monitoring Committee periodically. Risk
Informasi Manajemen Risiko tersebut selanjutnya Management Information System reports are
dikaji kembali oleh Komite Pemantau Risiko. reviewed by the Risk Oversight Committee.

4. Manajemen Risiko Operasional dan Risiko Lainnya 4. Operational Risk Management and Other Risk
Pengelolaan risiko operasional dan risiko lainnya Management of operational risks and other risks
termasuk risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik include legal risk, reputation risk, strategic risk
dan risiko kepatuhan dilakukan melalui penerapan and compliance risk is conducted effectively by
kerangka kerja Manajemen Risiko secara efektif. applying risk management framework.

Dalam mendukung pengelolaan risiko operasional In order to support operational risk management
dan risiko lainnya, Indonesia Eximbank telah and other risks, Indonesia Eximbank has
mengembangkan alat bantu pengelolaan developed a loss event management and risk
database loss event management, key risk self-assessment database management tool on
indicator dan pelaksanaan risk self assessment atas the risks of an Operational Risk Management
risiko-risiko tersebut dalam suatu Sistem Informasi Information System (SIMRO).
Manajemen Risiko Operasional (SIMRO).

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 113

Upaya pengendalian risiko operasional, Operational risk control efforts, Indonesia


Indonesia Eximbank menetapkan kebijakan limit Eximbank established a policy of adequate risk
risiko secara memadai, melaksanakan konsep limit, implemented the concept of dual control in
dual control dalam setiap aktivitasnya, serta each activity, and increased the competence of
meningkatkan kompetensi SDM sebagai upaya human resources in order to build risk awareness
membangun risk awareness di seluruh jajaran throughout the Indonesia Eximbank organization.
organisasi Indonesia Eximbank.

Disamping itu, dalam mendukung pelaksanaan In addition, in supporting the implementation


Manajemen Risiko operasional, Indonesia of operational risk management, Indonesia
Eximbank telah menyusun Business Continuity Plan Eximbank has developed a Business Continuity
(BCP) dan pelaksanaan Disaster Recovery Plan Plan (BCP) and the implementation of Disaster
(DRP) secara reguler. Recovery Plan (DRP) on a regular basis.

c. Risiko spesifik yang dihadapi Indonesia Eximbank c. Specific Risk faced by Indonesia Eximbank
1. Indonesia Eximbank berdasarkan UU Nomor 1. Indonesia Eximbank under the Act No.2/2009 is
2/2009 diharapkan dapat membantu expected to provide funding to areas that are
memberikan pembiayaan pada wilayah-wilayah not accessible (fill the market gap) by a bank or
yang tidak dimasuki (fill in the market gap) commercial financial institution or do not have
oleh bank atau lembaga keuangan komersial the capability in terms of competitive financing
atau tidak memiliki kemampuan dalam hal and ability to absorb risk, for production business
pembiayaan yang kompetitif dan kemampuan development that produces exports goods and
menyerap risiko, guna pengembangan usaha services, and/or other business that support
produksi yang menghasilkan barang dan exports. Furthermore, to provide financing for the
jasa ekspor, dan atau usaha-usaha lain yang transactions or projects which are commercially
menunjang ekspor. Selanjutnya menyediakan difficult to be carried out by commercial financial
pembiayaan bagi transaksi-transaksi atau proyek- institutions or by Indonesia Eximbank. However, the
proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan Government considers it is important to support a
oleh lembaga keuangan komersial maupun oleh policy or National Export improvement program.
Indonesia Eximbank sendiri, namun dianggap
perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan
atau program kerja Peningkatan Ekspor Nasional.

Sebagaimana paparan diatas, dimana Indonesia So as stated above, Indonesia Eximbank focused
Eximbank berfungsi untuk dapat memberikan on providing financing to the exporters who are
pembiayaan pada eksportir yang berada pada in areas that can not be accessed by a bank
wilayah-wilayah yang tidak dapat dimasuki oleh or commercial financial institution, therefore,
bank atau lembaga keuangan komersial dan Indonesia Eximbank will face high enough credit
ditambah dengan kondisi perekonomian global risk.
yang belum stabil, maka sudah barang tentu
Indonesia Eximbank akan menghadapi risiko
kredit yang cukup tinggi.

2. Karakteristik sumber pendanaan Indonesia 2. Characteristics of Indonesia Eximbank funding


Eximbank bersifat wholesale sehingga sumber sources so that sources of wholesale funds is very
dana sangat terbatas yakni dalam bentuk limited which is in the form of securities issuance,
penerbitan surat berharga, pinjaman bilateral bilateral and multilateral loans, grants, and
dan multilateral, hibah, dan modal. Dalam capital. In controlling the potential risks, Indonesia
melakukan pengendalian potensi risiko tersebut, Eximbank taken several steps to broaden the
Indonesia Eximbank melakukan beberapa sources of funding to further enhance bilateral
langkah untuk memperluas sumber-sumber and multilateral cooperation, taking into account
pendanaan dengan semakin meningkatkan a more competitive pricing.
kerja sama bilateral dan multilateral, dengan
mempertimbangkan pricing yang lebih kompetitif.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


114 Tata Kelola Perusahaan

d. Improvement dan enhancement atas kebijakan dan d. Improvement and enhancement on policies and
prosedur Manajemen Risiko procedures of Risk Management in 2010
Dalam rangka peningkatan efektivitas penerapan In order to increase the effectiveness of risk
Manajemen Risiko, Indonesia Eximbank management application, Indonesia Eximbank
mengembangkan perangkat kebijakan Manajemen develops a risk management policy tools and risk
Risiko dan pengembangan SDM Manajemen Risiko management of human resources development
agar memiliki kompetensi tinggi dibidangnya. in order to have high competence in their field.
Pengembangan Manajemen Risiko di Indonesia Risk management development in Indonesia
Eximbak dilaksanakan secara bertahap dan Eximbak implemented gradually and adapted
disesuaikan dengan dengan karakteristik dan to the characteristics and the scope of business
cakupan kegiatan usaha Indonesia Eximbank activities that refers to Act No.2/2009 and
dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor Regulation of the Minister of Finance Number 142/
2/2009 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 142/ PMK.010/2009 concerning Application of Lembaga
PMK.010/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Pembiayaan Ekspor Indonesia Risk Management.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Adapun The improvements are carried out related to the
penyempurnaan yang dilakukan terkait dengan implementation of risk management in Indonesia
penerapan Manajemen Risiko di Indonesia Eximbank Eximbank include:
antara lain meliputi:

1. Penyusunan dan pengkinian Kebijakan 1. Compilation and updating of the Risk


Manajemen Risiko dan Manual Manajemen Risiko; Management Policy and Manual of Risk
Management.
2. Pengkinian Kebijakan Umum Pembiayaan; 2. Updating of Financing Policy
3. Pengkinian Kebijakan Pembiayaan Korporasi; 3. Updating of Financing Corporation Policies
4. Pengkinian Kebijakan Pembiayaan UKM; 4. Updating of SME Financing Policy.
5. Penyusunan Kebijakan Penilaian Instrumen 5. Compilation of Policy Development Assessment
Keuangan sesuai PSAK 50/55; of Financial Instruments in accordance
PSAK 50/55
6. Penyusunan Kebijakan Akuntansi sesuai PSAK 6. Compilation of Accounting Policies in
50/55; accordance PSAK 50/55
7. Pelaksanaan Analisa Penurunan Nilai Instrumen 7. Implementation analysis of impairment of
Keuangan PSAK 50/55; financial instruments PSAK 50/55
8. Penyusunan Kebijakan Asuransi Ekspor; 8. Compilation of Export Insurance Policy
9. Penyusunan Kebijakan Penjaminan Ekspor; 9. Compilation of Export Guarantee Policy
10. Penyempurnaan Manual Produk; 10. Completion of Product Manual
11. Penyempurnaan seluruh Standard Operating 11. Completion of the Standard Operating
Procedure (SOP); Procedure (SOP)
12. Penyempurnaan alat bantu pengukuran dan 12. Improvement of measurement tools and
pelaporan Profil Risiko; reporting Risk Profile,
13. Pengembangan Scoring System untuk penilaian 13. Development of Scoring System for the
pembiayaan segmen UKM dan Buyer Underwriting assessment of financing for SME segment and
kegiatan asuransi; Buyer Underwriting insurance activities.
14. Pengembangan rating system untuk lembaga 14. Development of rating system for financial
keuangan Asuransi; institutions insurance;
15. Pemisahan fungsi independen Manajemen Risiko 15. Separation of independent function of risk
portofolio dengan fungsi analisa risiko bisnis; management portfolio with the function of
business risk analysis;
16. Peningkatan kompetensi SDM Manajemen Risiko 16. Improving Risk Management HR competencies
melalui aktivitas pelatihan internal maupun through internal and external training activities.
eksternal secara reguler.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 115

e. Operasional Indonesia Eximbank e. Indonesia Eximbank Operations


1. Risiko spesifik Indonesia Eximbank 1. Indonesia Eximbank specific risks
Pengelolaan risiko di Indonesia Eximbank Risk management in Indonesia Eximbank as
sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan yang Minister of Finance Regulation in force covering
berlaku mencakup 8 jenis risiko (risiko kredit, risiko 8 types of risks (credit risk, market risk, liquidity
pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko risk, operational risk, legal risk, reputation risk,
hukum, risiko reputasi, risiko strategik, dan risiko strategic risk, and compliance risks). However, as
kepatuhan). Namun demikian seiring dengan the broad range of Indonesia Eximbank business
luasnya cakupan kegiatan usaha Indonesia activities and regulatory changes that underlie
Eximbank dan adanya perubahan peraturan the law, specifically Indonesia Eximbank will be
yang menjadi landasan hukum, maka secara exposed to several new types of risks that would
spesifik Indonesia Eximbank akan terekspos have the potential scope of a wider risk, such as:
beberapa jenis risiko baru yang akan mempunyai the risk of the country (country risk) that related
cakupan potensi risiko yang lebih luas pula, to the financing that can be given to the debtor
antara lain: risiko negara (country risk) kaitannya abroad; risks of business activity aspects of
dengan pembiayaan yang dapat diberikan insurance and assurance.
kepada debitur di luar negeri, risiko dari aspek
kegiatan usaha asuransi, dan risiko dari aspek
kegiatan usaha penjaminan.

Untuk memitigasi risiko-risiko tersebut Indonesia To mitigate these risks Indonesia Eximbank has
Eximbank telah melakukan penyempurnaan made improvements to all policies, procedures
terhadap seluruh kebijakan, prosedur dan and risk management tools in accordance with
perangkat Manajemen Risiko sesuai dengan internal and external conditions that applied,
ketentuan internal dan eksternal yang berlaku and has increased the competence of the entire
serta telah meningkatkan kompetensi seluruh human resources on an ongoing basis.
sumber daya manusia secara berkesinambungan.

2. Gambaran ringkas profil risiko Indonesia Eximbank 2. Brief picture of Indonesia Eximbank risk profile
Profil risiko di Indonesia Eximbank dikelola dan Indonesia Eximbank’s risk profile is managed
diukur merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan and measured refer to the Minister of Finance
Nomor 142/PMK.010/2009 tentang Manajemen Regulation No.142/PMK.010/2009 concerning Risk
Risiko Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Management of Lembaga Pembiayaan Ekspor
yang mencakup 8 jenis risiko, dengan cakupan Indonesia, which includes 8 types of risk, with risk
risikonya akan lebih luas seiring dengan luasnya coverage will be wider as the broad range of
cakupan kegiatan usaha di Indonesia Eximbank, business activities in Indonesia Eximbank, which
yakni harus memperhitungkan risiko negara must take into account the country risk, risk
(country risk), risiko penjaminan dan asuransi serta insurance and guarantees and risks of financing
risiko-risiko kegiatan usaha pembiayaan yang activities provided to prospective exporters to
diberikan kepada calon eksportir pada wilayah- inaccessible areas by a bank or commercial
wilayah yang sulit dijangkau oleh bank atau financial institution.
lembaga keuangan komersial.

Dalam rangka meng-cover jenis risiko baru seiring In order to cover new types of risks in line
dengan kegiatan usaha asuransi dan penjaminan with insurance and guarantee business
serta penyempurnaan gradasi peringkat, activities and improving of rank, the risk profile
maka sistem pengukuran profil risiko Indonesia measurement system Indonesia Eximbank
Eximbank telah dilakukan penyempurnaan has made improvements by incorporating
dengan memasukkan aspek risiko asuransi dan aspects of insurance and guarantee risk into
penjaminan ke dalam alat bantu pengukuran the measurement tool of the current risk profile
profil risiko terkini serta mengubah gradasi and changing the gradation ranking into 5 (five)
pemeringkatan menjadi 5 (lima) peringkat. rating.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


116 Tata Kelola Perusahaan

Hasil penilaian predikat profil risiko komposit The Results of Indonesia Eximbank composite risk
Indonesia Eximbank periode Triwulan IV tahun profile assessment predicate for fourth quarter of
2010 menunjukkan predikat “Low”, dengan 2010 period showed the predicate of “Low”, with
komposisi risiko inheren (Inherent Risk) berada the composition of inherent risk (Inherent Risk) is
pada predikat “Low to Moderate” dan telah “Low to Moderate” and has been supported by
didukung oleh sistem pengendalian risiko (Risk the risk control system (Risk Control System) with
Control System) dengan predikat “Strong”. indicated of “Strong. “

Perkara Penting yang Dihadapi Material Litigation Cases

a. Perkara Kredit Bermasalah PT Tripanca Group a. Non Performing Loan Case of PT Tripanca Group
(Lampung) (Lampung)
1. Pokok perkara/gugatan: 1. Lawsuit case:
Bermula dari upaya Perlawanan/Verzet atas It began as an effort to resist/verzet
Penetapan Sita Eksekusi Pengadilan Negeri Tanjungkarang District Court Execution Decision
Tanjungkarang No.29/Eks.F/2008/PN.TK tertanggal No.29/Eks.F/2008/PN.TK dated 24 November 2008;
24 November 2008;
2. Kasus Posisi dan status penyelesaian Perkara/ 2. Position case and status of completion of lawsuit
Gugatan: case:
i. Berdasarkan Surat Penetapan Pengadilan i. Based on Tanjungkarang District Court
Negeri Tanjungkarang, telah dikeluarkan Surat Decision Letter No.W9.UI/1490/HT.04.10/
Nomor W9.UI/1490/HT.04.10/XI/2008 tanggal XI/2008 dated 24 November 2008 regarding
24 November 2008 perihal Pemberitahuan Notice of Foreclosure Parate Execution of
Penyitaan Parate Eksekusi Sertifikat Jaminan Fiduciary Security Certificate No.29/Eks.F/2008/
Fidusia Nomor 29/Eks.F/2008/PN.TK, dengan PN.TK, by taking into consideration Class I
pertimbangan Pengadilan Negeri Kelas I A A Tanjungkarang District Court to foreclose
Tanjungkarang untuk melakukan penyitaan di ASENDA Warehouse (ASK) Jalan H, Moh. Salim
Gudang ASENDA (ASK) Jalan H, Moh. Salim No No.26 Way Lunik Bandar Lampung, Lakop
26 Way Lunik Bandar Lampung, Gudang Lakop Warehouse Jalan Ir. Sutami Km.14.2 Way Laga
Jalan Ir.Sutami Km.14,2 Way Laga dan Gudang and Dharmala Warehouse Jalan Yos Sudarso
Dharmala Jalan Yos Sudarso Kuala Bandar Kuala Bandar Lampung as part of parate
Lampung tersebut adalah dalam rangka execution of Fiduciary Security Certificate filed
parate eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia by PT. Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”).
yang diajukan oleh PT. Bank Mega Tbk. (“Bank
Mega”).
ii. Upaya dari Bank Mega mengajukan proses ii. The efforts of Bank Mega to file foreclosure
penyitaan eksekusi terhadap persediaan process of Tripanca inventory (coffee) damage
barang (kopi) Tripanca merugikan hak-hak the rights of Indonesia Eximbank as object used
Indonesia Eximbank karena benda yang as fiduciary collateral pledged by Tripanca to
dijadikan jaminan fidusia oleh Tripanca dalam Indonesia Eximbank include all coffee inventory
Fidusia Indonesia Eximbank termasuk seluruh stored in the ASENDA (ASK) Warehouse Jalan H,
Persediaan Kopi di Gudang ASENDA (ASK) Moh. Salim No.26 Way Lunik Bandar Lampung,
Jalan H, Moh. Salim No 26 Way Lunik Bandar Lakop Warehouse Jalan Ir. Sutami Km. 14.2
Lampung, Gudang Lakop Jalan Ir.Sutami Way Laga and Dharmala Warehouse Jalan Yos
Km.14,2 Way Laga dan Gudang Dharmala Sudarso Kuala Bandar Lampung.
Jalan Yos Sudarso Kuala Bandar Lampung.
iii. Dengan adanya permasalahan hukum diatas iii. With the standing legal issues between
antara Indonesia Eximbank, Bank Mega Indonesia Eximbank, Bank Mega and
dan Tripanca, maka Indonesia Eximbank Tripanca, therefore Indonesia Eximbank
melalui Kuasa Hukumnya Aditomo Ariyanto through its legal counsel Aditomo Ariyanto
Perihantono Law Firm telah mengajukan Perihantono Law Firm has filed Resistance/
Perlawanan/Verzet atas Penetapan Sita Verzet against Foreclosure Execution Decision
Eksekusi Pengadilan Negeri Tanjungkarang of Tanjungkarang District Court dated 24
tanggal 24 November 2008 No.29/Eks.F/2008/ November 2008 No.29/Eks.F/2008/PN.TK on 9

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 117

PN.TK pada tanggal 9 Desember 2008 December 2008 and has been registered in
teregister dalam Perkara Perlawanan No.102/ Resistance Case No.102/Pdt.Plw/2008/PN.TK.
Pdt.Plw/2008/PN.TK.
iv. Pengadilan Menolak Perlawanan/Verzet iv. The District Court has decided to turn down the
atas Penetapan Sita Eksekusi Pengadilan Resistance/Verzet Tanjungkarang District Court
Negeri Tanjungkarang tanggal 24 November Foreclose Execution Decision No.29/Eks.F/2008/
2008 No.29/Eks.F/2008/PN.TK yang diajukan PN.TK dated 24 November 2008 as filed by
oleh Indonesia Eximbank tersebut, dengan Indonesia Eximbank with the issuance of Letter
dikeluarkannya Putusan PN Tanjung Karang of Decision No.PN Tanjung Karang. 102/Pdt.
No.102/Pdt.Plw/2008/PN.TK. dibacakan tanggal Plw/2008/PN.TK. which was announced on
21 Juli 2009. 21 July 2009.
v. Atas penolakan Perlawanan/Verzet Indonesia v. Following the refusal of the Resistance/Verzet,
Eximbank tesebut, Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank has applied for an appeal
mengajukan upaya hukum banding yang to the Tanjung Karang High Court as registered
teregister di Pengadilan Tinggi Tanjung Karang in No.63/Pdt/2009/PT.TK., the appeal has been
dengan No.Register: No.63/Pdt/2009/PT.TK., decided, but no confirmation has been sent to
Banding tersebut sudah diputuskan, namun the parties. The decision to refuse the appeal
belum dikirim ke para pihak. Pertimbangan was taken by considering that the coffee
Penolakan adalah bahwa kopi yang pledged to the Indonesia Eximbank can not
dijaminkan ke Indonesia Eximbank tidak be identified for its number, location and its
diketahui jumlah, letak, dan kualitasnya/ quality/type.
jenisnya.
vi. Selanjutnya dalam masa-masa antara tersebut vi. Furthermore, during the interval period
PT Tripanca Group dinyatakan “pailit” dengan PT Tripanca Group has been declared
segala akibat hukumnya berdasarkan putusan “bankrupt” with all the legal consequences
No.33/Pailit/2009/PN. Niaga.Jkt.Pst. pada on the basis of decision No.33/Pailit/2009/PN.
tanggal 3 Agustus 2009. Dengan demikian, Niaga.Jkt.Pst. dated 3 August 2009. Therefore,
maka seharusnya sesuai ketentuan hukum, in accordance with the prevailing law, all of
terhadap seluruh aset/kekayaan debitur (PT the assets/wealth of the debtor (PT Tripanca
Tripanca group) berada dalam penguasaan Group) are in control and authority of the
dan wewenang Kurator yang diangkat curator as appointed by bankruptcy.
berdasarkan putusan pailit tsb.
vii. Namun pada kenyataannya dengan vii. However, in reality based on the decision of
mendasarkan pada Penetapan PN Tanjung Tanjung Karang District Court No.29/Eks.F/2008/
Karang No.29/Eks.F/2008/PN.TK tanggal 1 PN.TK dated 1 September 2009, Tanjung Karang
September 2009, PN Tanjung Karang nyatanya District Court has in fact auctioned all of the
telah melaksanakan lelang eksekusi melalui collateral (coffee inventory) through KPKNL
KPKNL Bandar Lampung atas agunan berupa Bandar Lampung on 2 November 2009. All of
persediaan kopi dimaksud pada tanggal 2 the sales proceed from the execution of the
November 2009. Hasil penjualan eksekusi lelang auction has subsequently been surrendered to
tsb. selanjutnya telah diserahkan kepada Bank Bank Mega even though the law has stated it is
Mega walaupun secara hukum seharusnya still in status quo.
statusnya masih status Quo.
viii. Atas eksekusi lelang tersebut, selanjutnya viii. Following the auction of the collateral then the
Kurator, Indonesia Eximbank, dan Bank Mandiri curator, Indonesia Eximbank and Bank Mandiri
telah mengajukan gugatan terhadap Bank have all filed a lawsuit against Bank Mega
Mega yang teregister dalam perkara as registered in the case No.01/Pailit Lain-
No.01/Pailit Lain-Lain/2009/PN.Niaga.Jkt. Lain/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst jo. No.33/Pailit/2009/
Pst jo. No.33/Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst. Di PN.Niaga.Jkt.Pst. At the first level/Commercial
tingkat pertama/PN Niaga, berdasarkan District Court, according to decision No.01/
putusan No.01/Pailit Lain-Lain/2009/PN.Niaga. Pailit Lain-Lain/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst jo.
Jkt.Pst jo. No.33/Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt. No.33/Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst. dated
Pst. tanggal 17 Februari 2010 gugatan dari 17 February 2010 the lawsuit as filed by the

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


118 Tata Kelola Perusahaan

penggugat (Indonesia Eximbank, Kurator, dan plaintiff (Indonesia Eximbank, Curator and Bank
Bank Mandiri) dikabulkan oleh Majelis Hakim Mandiri) was granted by a panel of judges
yang memeriksa perkara di PN Niaga Jakarta who examined the case in Central Jakarta
Pusat atau dengan kata lain Penggugat Commercial Court or in other words, the
dimenangkan dalam perkara ini dan uang plaintiff have won the case and the proceeds
hasil lelang dinyatakan sebagai bagian from the auction is stated as part of the
dari boedel pailit dan oleh karenanya harus bankruptcy and therefore must be surrendered
diserahkan kepada Kurator. to the Curator.
ix. Terhadap putusan PN Niaga dimaksud, ix. In reference to the decision by the Commerce
kemudian pihak Bank Mega tidak District Court, Bank Mega has decided to
mengindahkan dan mengajukan Kasasi ke ignore it and filed an appeal to the Supreme
Mahkamah Agung RI yang teregister dalam Court and has registered it as the case No.306
perkara No.306 K/Pdt.Sus/2010. Di tingkat K/Pdt.Sus/2010. At the Cassation level, based
Kasasi, berdasarkan putusan Mahkamah on the decision of the Supreme Court dated
Agung RI tanggal 11 Mei 2010 No.306 K/Pdt. 11 May 2010 No.306 K/Pdt.Sus/2010 jo. No.33/
Sus/2010 jo. No.33/Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst. Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst. the appeal from
ternyata permohonan Kasasi dari Bank Mega Bank Mega was granted. In other words as
dikabulkan. Dengan kata lain di tingkat Kasasi the Cassation level Bank Mega has won the
Bank Mega dimenangkan dan sebaliknya case and in contrary, Indonesia Eximbank,
Indonesia Eximbank, Kurator, dan Bank Mandiri the Curator and Bank Mandiri have been
dikalahkan dalam perkara ini. defeated.
x. Atas putusan Kasasi tersebut. Indonesia x. Following the decision, Indonesia Eximbank
Eximbank (bersama-sama dan berkoordinasi (together and in coordination with the Curator
dengan Kurator dan Bank Mandiri) saat ini and Bank Mandiri) is currently applied for
sedang memproses untuk melakukan upaya a judicial review, as the last legal attempt
hukum Peninjauan Kembali, sebagai upaya to defend/protect the legal interests of the
hukum terakhir untuk membela/melindungi institution.
kepentingan hukum lembaga dalam perkara
ini

3. Upaya lain dalam kerangka Penyelesaian Kredit 3. Other efforts to settle non performing loan of
Macet PT Tripanca Group: PT Tripanca Group:
Selain dan terlepas dari perkara lelang agunan/ In addition to and apart from the auction of
jaminan kopi dengan Bank Mega, Indonesia coffee collateral involving Bank Mega, Indonesia
Eximbank juga telah dan sedang mengupayakan Eximbank has also been and is in the process
proses penyelesaian kredit macet PT Tripanca to resolve non performing loan of PT Tripanca
Group antara lain bersama-sama dengan Kurator Group, among others, together with the Curator
melakukan proses penjualan/lelang agunan to process of sale/auction of fixed asset collaterals
debitur berupa fix asset (tanah dan bangunan). (land and buildings) .

Dari upaya penjualan lelang yang telah The effort implemented (jointly with the curator)
dilaksanakan tersebut (bersama Kurator) telah has successfully managed to sell fixed assets
berhasil menjual aset debitur dan hasilnya of the debtor and has recovered Rp20.5 billion
memberikan masukan/terbuku senilai Rp20,5 for Indonesia Eximbank. Furthermore, Indonesia
miliar sebagai tambahan recovery bagi Eximbank together the Curator will continue
Indonesia Eximbank. Selanjutnya, Indonesia to pursue to auction the remaining assets of
Eximbank bersama-sama Kurator akan terus the debtor in the form of land and buildings to
mengupayakan proses penjualan lelang atas aset recover/settle debtor’s non performing loan.
debitur berupa tanah dan bangunan yang masih
tersisa hingga habis untuk dan dalam rangka
recovery/penyelesaian kredit macet debitur yang
bersangkutan.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 119

b. Eksekusi PT Daya Sakti Unggul Corporindo Tbk. b. Execution of PT Daya Sakti Unggul Corporindo Tbk.
(Banjarmasin): (Banjarmasin):
Pada tanggal 30 Juli 2009 Pengadilan Negeri Jakarta On 30 July 2009 the Central Jakarta District Court has
Pusat telah mengeluarkan Putusan No.48/Pailit/2009/ issued Decision No.48/Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst.
PN.Niaga.Jkt.Pst.yang menetapkan PT Daya Sakti that announced PT Daya Sakti Unggul Corporindo
Unggul Corporindo (PT. DSUC) dalam status Pailit (PT. DSUC) in receivership (bankruptcy) with all the
dengan segala akibat hukumnya. legal consequences.

Dengan statusnya dalam pailit, maka pengurusan With its status as bankrupt, then the management
seluruh harta kekayaan PT. DSUC diserahkan kepada of all assets of PT. DSUC has been submitted to the
Kurator yang telah ditunjuk oleh PN Jakarta Pusat Curator who had been appointed by the Central
yaitu tim Kurator Bernard Nainggolan, S.H., & Drs. Jakarta District Court that is Bernard Nainggolan, SH,
Joko Prabowo, S.H., M.H. untuk dilakukan pelunasan & Drs. Joko Prabowo, SH, M.H. who will manage the
terhadap seluruh hutang PT DSUC kepada para repayment of all debts of PT DSUC to its creditors.
Kreditornya.

Proses kepailitan saat ini masih berjalan dengan tahap The liquidation is still in process toward complete
pemberesan. Telah dilakukan proses lelang oleh settlement. The Curator has auctioned following full
Kurator atas boedel pailit. Namun hingga lebih dari liquidation. However, after more than 3 attempts to
3 kali proses lelang oleh Kurator tidak berhasil terjual auction the assets the Curator has not managed
karena tidak ada peminat. Saat ini Kurator sedang to sell any as there is no interested party. Currently
berupaya untuk melakukan pemberesan atas boedel the Curator is working to make under the table
pailit dengan jalan penjualan di bawah tangan settlement as sales through auction did not yield any
karena penjualan secara lelang tidak berhasil/selalu success. Under the table means in the liquidation
gagal. Adapun metode penjualan secara di bawah process is acceptable by the prevailing law.
tangan dalam kepailitan dimungkinkan secara hukum
berdasarkan ketentuan yang ada.

c. Eksekusi CV. Rose Indah: c. Execution of CV. Rose Indah:


Terhitung sejak tanggal 27 Januari 2009, CV. Rose Indah Effective 27 January 2009, CV. Rose Indah had
telah melalaikan kewajibannya untuk pembayaran neglected its obligation to pay over due interest of
bunga KMKE dan KIE yang telah jatuh tempo, KMKE and KIE facilities, therefore Indonesia Eximbank
sehubungan dengan hal tersebut Indonesia Eximbank has sent three reprimand letters No.BS.0018/
telah menyampaikan tiga surat teguran yaitu surat RSK/04/2009 dated 30 April 2009 as the First Letter of
No.BS.0018/RSK/04/2009 tanggal 30 April 2009 perihal Reprimand, No.BS.0022/RSK/06/2009 dated 9 June
Surat Teguran, No.BS.0022/RSK/06/2009 tanggal 9 2009 as the Second Letter of Reprimand and letter
Juni 2009 perihal Surat Teguran 2 (dua) dan surat No.BS.0031/RSK/06/2009 29 June 2009 as the Final
No.BS.0031/RSK/06/2009 tanggal 29 Juni 2009 perihal Letter of Reprimand. In the last letter of reprimand,
Surat Teguran Terakhir. Dalam Surat Teguran terakhir CV Rose Indah was given 7 (seven) working days to
tersebut CV Rose Indah diberikan waktu 7 (tujuh) hari fulfill its obligations in which CV. Rose Indah failed to
kerja terhitung sejak surat teguran terakhir tersebut comply.
untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang mana
dalam jangka waktu tersebut CV. Rose Indah tidak
juga memenuhi kewajiban-kewajibannya.

Tindak lanjut dari hal tersebut diatas adalah Indonesia Indonesia Eximbank then pursued full legal action
Eximbank menempuh upaya hukum yaitu dengan by auctioning the collateral. The public auction
pelelangan jaminan. Pelelangan umum tersebut baru had been conducted once, on 8 December 2009,
dilakukan satu kali, yaitu pada tanggal 8 Desember which took place at Kantor Pelayanan Kekayaan
2009 yang dilakukan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (Office of the State Property and
Negara dan Lelang Tasikmalaya. Dari hasil lelang Auction) in Tasikmalaya. The auction did not result in
tersebut belum ada jaminan yang terjual/tidak berhasil any collateral sold as there was no interested party.
dilaksanakan karena tidak ada pemintanya.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


120 Tata Kelola Perusahaan

Selanjutnya saat ini sedang dilakukan proses untuk Another auction is currently in the process by
melakukan lelang kembali oleh Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank through Auction Office to
melalui Kantor Lelang dalam rangka penyelesaian resolve the non performing loan.
kredit macet tersebut.

Akses Terhadap Informasi ACCESS TO INFORMATION
Indonesia Eximbank memberikan kemudahan bagi Indonesia Eximbank provides convenience to its
stakeholders-nya dalam mengakses informasi melalui stakeholders in accessing information through the
pengembangan teknologi informasi yang handal untuk development of a reliable information technology that
memberikan dukungan penyediaan informasi secara provide information in an integrated means via the
terintegrasi melalui website www.indonesiaeximbank. website www.indonesiaeximbank.go.id.
go.id.

Etika Perusahaan CORPORATE ETHICS


a. Code of Conduct a. Code of Conduct
Setiap pegawai Indonesia Eximbank diwajibkan Every employee of Indonesia Eximbank is required to
untuk menandatangani Code of Conduct yang sign the Code of Conduct, which basically contains
pada intinya berisi mengenai penjelasan tentang the explanation of the standard conflict of personal
standar pertentangan kepentingan pribadi, antara interests, including but not limited to relationships with
lain namun tidak terbatas pada hubungan dengan clients, relatives and/or partners; giving and receiving
nasabah, relasi dan/atau rekanan; pemberian dan of gifts; procurement of supplies and equipment
penerimaan bingkisan; pengadaan perlengkapan company; relationship family; the use of customer
dan peralatan perusahaan; hubungan keluarga; facilities, relationships and partnerships as well as
penggunaan fasilitas nasabah, relasi dan rekanan bank, entertainment, business travel and expenses,
maupun bank; entertainment; perjalanan dinas dan bribery, and cooperation with other companies. In
pengeluaran; penyuapan; dan bekerja dengan addition, in this policy, the management of Indonesia
perusahaan-perusahaan lain. Selain itu, dalam Eximbank has request all employees to obey the
kebijakan ini, pihak manajemen Indonesia Eximbank laws/regulations, does not allow any deviation
meminta kepada seluruh pegawai dalam bekerja for any reason. For that all employees will sign a
harus tunduk kepada hukum/peraturan yang berlaku, Statement in order to avoid conflicts of interest that
tidak memperkenankan adanya penyimpangan will be safe keep in a file of each employee. In 2010,
dengan alasan apapun. Untuk itu seluruh pegawai employee statement will be renewed, especially
akan menandatangani Surat Pernyataan untuk for employees who come from the Bank Ekspor
menghindari pertentangan kepentingan yang akan Indonesia.
disimpan dalam file masing-masing pegawai. Pada
tahun 2010, pernyataan pegawai tersebut diperbarui
kembali khususnya bagi pegawai yang berasal dari
PT. Bank Ekspor Indonesia (Persero).

b. Pakta Integritas b. Integrity Pact


Sebagai salah satu wujud penerapan etika bisnis, As one of the application of business ethics,
Indonesia Eximbank mewajibkan kepada seluruh Indonesia Eximbank requires to all parties involved in
pihak yang terlibat dalam pengadaan barang the procurement of goods and services to sign the
dan jasa untuk menandatangani pakta integritas integrity pact to prevent fraud and discrepancies in
untuk mencegah terjadinya kecurangan dan the process of procurement of goods and services.
ketidaksesuaian dalam proses pengadaan barang
dan jasa.

Panduan Tata Kelola GOVERNANCE GUIDANCE


Panduan Tata Kelola tidak terlepas dari fungsi kepatuhan Governance Guidelines can not be separated from the
lembaga terhadap seluruh peraturan dan perundang- compliance of the Institution with all regulations and
undangan yang berlaku. Kebijakan Kepatuhan sebagai legislation in force. Compliance Policy as Corporate
Pedoman Tata Kelola telah disusun oleh lembaga Governance Guidelines have been prepared by the
sebagai pedoman kepatuhan. Institution as a guidance of compliance.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Good Corporate Governance 121

Fungsi Kepatuhan, Know your Customer (KYC) dan Compliance, Know Your Customer (KYC) and Anti
Anti Money Laundering (AML) Money Laundering (AML) Function
a. Fungsi Kepatuhan a. Compliance Function
Indonesia Eximbank memiliki perangkat kebijakan, Indonesia Eximbank has current and adequate
peraturan, pengawasan dan Standard Operating policies, rules, supervision and Standard Operating
Procedures terkini dan memadai untuk memastikan Procedures to ensure compliance with all regulations
kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan and applicable legislation.
perundang-undangan yang berlaku

Fungsi-fungsi pokok Divisi Kepatuhan KYC & AML The principal functions of KYC and AML Compliance
adalah sebagai berikut: Division are as follows:
• Bertindak sebagai advisor bagi unit kerja lainnya • Acting as an advisor for other work units
terkait dengan pemenuhan ketentuan perundang- associated with compliance with applicable law
undangan yang berlaku dan etik. and ethics.
• Membantu unit kerja pembiayaan, penjaminan, • Assist the business unit of finance, insurance,
asuransi, treasury, internasional, dan treasury, international, and product development
pengembangan produk untuk memastikan bahwa to ensure that the activity is in compliance with
kegiatan yang berlaku telah memenuhi ketentuan applicable law which is applied.
perundangan-undangan yang berlaku.
• Mengikuti perkembangan dan perubahan • Following the development and changes in law
ketentuan perundangan yang mempengaruhi and regulations that affect to Indonesia Eximbank.
bisnis Indonesia Eximbank.
• Memastikan bahwa aliran dana yang masuk ke • Ensure that the flow of funds into Indonesia
Indonesia Eximbank telah sesuai dengan ketentuan Eximbank comply with the applicable legislation
perundang-undangan yang berlaku
• Monitoring pelaksanaan Good Corporate • Monitoring the implementation of Good
Governance di lingkungan Indonesia Eximbank. Corporate Governance in Indonesia Eximbank.

b. Ruang Lingkup Kepatuhan b. Scope of Compliance


Lingkup dari manajemen kepatuhan meliputi The scope of compliance management includes
pemantauan kepatuhan terhadap peraturan internal monitoring compliance with internal and external
dan eksternal serta perundang-undangan yang regulations and business activities Indonesia
berlaku yang terkait langsung dengan kegiatan Eximbank. Internal regulations shall include
bisnis Indonesia Eximbank. Peraturan internal tersebut policies, internal procedures and ethical standards
meliputi kebijakan, prosedur internal dan penerapan throughout the banking environment. External
standar etika di seluruh lingkungan bank. Peraturan regulation covers all the rules and regulations issued
eksternal mencakup seluruh peraturan maupun by the financial and banking authorities as well as
perundang-undangan yang dikeluarkan oleh otoritas other authorities concerned.
keuangan, perbankan dan otoritas lainnya yang
terkait.

Penyelenggaraan kegiatan terkait Tata Kelola/KYC Implementation of activities related to Corporate


Sesuai dengan PMK Nomor 143/PMK.010/2009 tentang Governance/KYC
Prinsip Mengenal Nasabah-LPEI Pasal 8 huruf b dan In accordance with the PMK No.143/PMK.010/2009
Lampiran V, Indonesia Eximbank wajib memberikan concerning Know Your Customer-Indonesia Eximbank
pengetahuan dan/atau pelatihan bagi karyawan Article 8 b and Appendix V, Indonesia Eximbank shall
mengenai penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. provide the knowledge and/or training for employees
on the implementation of Know Your Customer.

Indonesia Eximbank telah melakukan kegiatan pelatihan Indonesia Eximbank conducted training activities
terkait KYC pada tanggal 3 Agustus 2010 bekerja sama related to KYC on 3 August 2010 in cooperation with
dengan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi PPATK as a speaker.
Keuangan sebagai narasumber.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


122

Laporan Komite Audit


Audit Committee Report

Salah satu tujuan pembentukan Komite Audit di The Audit Committee had been established by
Indonesia Eximbank adalah untuk melaksanakan fungsi Indonesia Eximbank in order to strengthen the
pengawasan dan memastikan bahwa strategi dan supervisory function and ensure that the business
keputusan bisnis yang diambil oleh Direksi telah sesuai strategy decision taken by the Board of Directors are
dengan arahan yang ditetapkan oleh pemegang consistent with the direction set by the shareholders.
saham.

Adapun tugas-tugas Komite Audit dalam bidang In its supervisory function, The Audit Committee has the
pengawasan meliputi: following duties:
1. Memastikan keandalan Penyusunan Laporan 1. Ensuring the reliability of the preparation of Financial
Keuangan sebelum dipublikasikan Statements prior to publication.
2. Memastikan adanya Pengendalian Internal yang 2. Ensuring the effectiveness of internal control over the
efektif atas Penyusunan Laporan Keuangan Preparation of the Financial Statement
3. Ketaatan terhadap peraturan dan perundangan 3. Ensuring compliance with prevailing regulations and
yang berlaku ethical conduct
4. Memonitor efektivitas fungsi Internal Audit 4. Monitoring the effectiveness of Internal Audit
Function

Untuk tahun 2010, Komite Audit telah memiliki Rencana In 2010, the Audit Committee has a Work Plan has
Kerja yang telah disetujui oleh Dewan Direktur dan been approved by the Board of Directors. A Work Plan
Realisasi Rencana Kerja tersebut secara berkala telah Accomplishment Report has been regularly submitted
disampaikan dalam Laporan Pokok-pokok Kegiatan to the Board of Directors in the quarterly report of the
Komite Audit Triwulanan kepada Dewan Direktur. Audit Committee.

Komite Audit bertugas membantu Dewan Direktur The Audit Committee assists the Board of Directors
dalam memastikan efektivitas sistem pengendalian in ensuring the effectiveness of internal control and
internal dan efektivitas pelaksanaan tugas auditor external auditors and internal auditors performance of
ekstern dan auditor intern dengan melakukan duties to monitor and evaluate planning and executing
pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan audits and follow-up monitoring of audit results in order
pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak to assess the adequacy of internal control including
lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan financial reporting process.
pengendalian internal termasuk proses pelaporan
keuangan.

Dalam menjalankan tugas-tugas di atas, Komite Audit In addition to its main tasks specified above, the Audit
telah melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain: Committee also provided the following:
1. Pemantauan pelaksanaan tugas Divisi Audit Internal 1. Monitoring the duties performance of Internal Audit
melalui review terhadap Laporan Hasil Audit yang Division through review of the Audit Report. During
dibuat Divisi Audit Internal, selama periode Tahun 2010, has been submitted 6 (six) report to the Board
2010 telah disampaikan 6 (enam) laporan hasil of Directors.
review kepada Dewan Direktur.
2. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan audit oleh 2. Monitoring and evaluation of the audit performance
Kantor Akuntan Publik dengan standar audit yang by the public accountant firm through discussion of
berlaku melalui pertemuan pembahasan audit the audit planning meetings, and correction audit
planning, dan pertemuan pembahasan koreksi meetings and management letter with the public
audit dan management letter dengan KAP, selama accountant firm. During 2010 has been held 3 (three)
periode Tahun 2010 telah dilakukan 3 (tiga) kali meetings with the public accountant firm.
pertemuan dengan KAP.
3. Pemantauan kesesuaian laporan keuangan dengan 3. Monitoring the financial reporting with accounting
standar akuntansi yang berlaku melalui review standards through monthly financial reports routinely
terhadap Laporan Keuangan bulanan secara include a review of the level of accomplishment of
rutin termasuk penelaahan terhadap pencapaian the Business and Budget Plan.
Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT),

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


123

Kiri ke kanan Left to right:


Eddie M. Gunadi, Anggota • Member
Hesti Indah Kresnarini, Ketua • Chairman
Syahrial Noviananto, Anggota • Member

selama periode Tahun 2010 telah disampaikan 12 During 2010 has submitted 12 (twelve) report of
(dua belas) laporan hasil review Laporan Keuangan Indonesia Eximbank monthly Financial Report to the
bulanan Indonesia Eximbank kepada Dewan Board of Directors.
Direktur.
4. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tindak lanjut 4. Monitoring and evaluation of the Executive Director
oleh Direktur Eksekutif atas temuan hasil audit dari of the audit findings from external and internal
auditor ekstern dan auditor intern melalui review auditors through a review of the audit results and
terhadap pokok-pokok hasil audit dan penyelesaian follow-up settlement made by the Internal Audit
tindak lanjut yang dibuat oleh Divisi Audit Internal, Division. During 2010 has submitted 1 (one) report
selama periode Tahun 2010 telah disampaikan 1 results to the Board of Directors.
(satu) laporan hasil review kepada Dewan Direktur.
5. Bersama-sama Tim Pengadaan Jasa melakukan 5. Together with the Procurement Services team
penilaian dan merekomendasikan penunjukkan assesses and recommends the appointment of the
Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Direktur Public Accountant Firm to the Board of Directors

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi yang Based on the result of the monitoring and evaluation
dilakukan selama tahun 2010, Komite Audit tidak conducted during 2010, the Audit Committee did
menemukan masalah yang cukup material yang not find any significant issues that have a material
dapat mengganggu kinerja Lembaga. adverse impact on the Institution’s performance.

Hesti Indah Kresnarini


Ketua • Chairman

Eddie M. Gunadi Syahrial Noviananto


Anggota • Member Anggota • Member

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


124

Infrastruktur
Infrastructure

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


125

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


126
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resources Management

Konsep pengembangan pegawai yang berbasis kompetensi


atau Competency Based Human Resources Management
(CBHRM) selanjutnya akan menjadi basis untuk penerapan
kebijakan Sumber Daya Manusia.

The development of the Competency Based Human Resources


Management (CBHRM) concept will form the basis for the implementation
of Human Resources policies.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Infrastructure 127

Sebagai upaya mendukung pencapaian visi, misi, In an effort to support the achievement of the vision,
tujuan dan sasaran program kerja Indonesia Eximbank, mission, goals and targets of Indonesia Eximbank work
kualitas dari Sumber Daya Manusia yang ada akan program, the quality of human resources will be a major
menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan factor in determining the success of the institution’s
kinerja lembaga. Untuk memperoleh Sumber Daya performance. To obtain quality Human Resources as
Manusia yang berkualitas dimaksud, pihak manajemen required, management felt there is a need to give
merasa perlu untuk memberikan perhatian yang special attention through the implementation of a
khusus melalui penerapan suatu rangkaian proses series of management transformation process in its
transformasi manajemen di bidang Sumber Daya Human Resources (HR) that began in 2010. The concept
Manusia (SDM) yang dimulai pada tahun 2010. Konsep of human resources management transformation,
tranformasi manajemen bidang SDM, dirancang is designed or originated from the determination of
bermula dari penetapan atau standarisasi kompetensi competency standards required to be able to do each
yang diperlukan untuk dapat melakukan pekerjaan job (job requirement) according to the respective
(job requirement) sesuai posisi yang dijabatnya. Setiap position. Every employee must meet Indonesia
pegawai dilingkungan Indonesia Eximbank harus Eximbank’s core competency, competency of work
memenuhi kompetensi inti, kompetensi unit kerja unit and technical competency required for each
dan kompetensi teknis yang dipersyaratkan dalam position. Core competency is related to the values
menduduki posisi tersebut. Kompetensi inti terkait contained in the institutional culture and must be
unsur nilai yang terkandung dalam budaya lembaga owned by each employee, while the competency of
dan wajib dimiliki oleh seluruh pegawai, sedangkan work unit is related to the characteristic, type of work
kompetensi unit kerja terkait dengan karakteristik, jenis and expertise required of every work unit. Hence, the
pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan dari setiap functional and technical competence of work will vary
unit kerja. Dengan demikian, kompetensi fungsional dan between units, related to the job description and nature
teknis antar unit kerja akan berbeda, terkait dengan of each job. The ability of each competency among
job description dan sifat pekerjaannya. Kemampuan staff can be differentiated based on job position of an
terhadap setiap kompetensi antar pegawai akan employee within the organizational structure. The level
dibedakan berdasarkan posisi/jabatan seorang of each competency will be listed in the competency
pegawai di dalam struktur organisasi. Tingkatan dari dictionary.
setiap kompetensi tersebut akan tertera dalam kamus
kompetensi.

Dengan mengetahui standar kompetensi, seorang By knowing the standard competency, an employee
pegawai dapat diukur kesenjangan (gap) kompetensi can measure its own competency gap against the
yang dimiliki terhadap kompetensi yang dipersyaratkan required competency for a particular position. From this
oleh suatu posisi. Dari kesenjangan tersebut, dapat gap analysis, a focused development program for each
dirancang program pengembangan bagi pegawai, respective employee can be developed to ensure
sehingga kesenjangan antara kompetensi pegawai proper training and capacity is in place. The concept
dengan kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh suatu of Competency-Based Human Resource Management
posisi dapat diminimalisir. Konsep pengembangan (CBHRM) will form the basis for the application of
pegawai yang berbasis kompetensi tersebut atau Human Resources policies.
Competency Based Human Resource Management-
(CBHRM) selanjutnya akan menjadi basis untuk
penerapan kebijakan Sumber Daya Manusia.

a. Komposisi Jumlah Pegawai a. Composition of Employees


Jumlah pegawai pada tahun 2010 bertambah The number of employees in 2010 increased
dengan pesat dibandingkan dengan tahun-tahun substantially compared with previous years. In 2009
sebelumnya. Pada tahun 2009 jumlah pegawai employees numbered as many as 137 people
adalah sebanyak 137 orang dan pada tahun 2010

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


128 Infrastruktur

menjadi 175 orang atau bertambah 38 orang. and in 2010 it has increased to 175 people (up by
Penambahan pegawai tersebut sejalan dengan 38 people). The additional employees are in line
berkembangnya organisasi Indonesia Eximbank. with the development of Indonesian Eximbank
Namun demikian jumlah pegawai tersebut masih organization. However, the number of employees
belum mencukupi untuk mendukung program kerja is considered to be less than sufficient to support
Indonesia Eximbank sesuai harapan pemangku Indonesia Eximbank work program and to meet
kepentingan. Di waktu yang akan datang, Indonesia stakeholders’ expectations. In the future, Indonesia
Eximbank akan menambah pegawai sejalan Eximbank will proportionally increase the number
dengan berkembangnya kegiatan usaha Indonesia of its employees in line with the development of
Eximbank. Indonesia Eximbank business activities.

Berikut ini adalah tabel tentang perkembangan profil The following is employee profiles of Indonesia
pegawai Indonesia Eximbank pada tahun 2009 dan Eximbank in 2009 and 2010 based on the level of
2010 berdasarkan jenjang pendidikan: education:

Pendidikan 2010 2009 Education

S2 42 41 S2
S1 128 90 S1
D3 4 5 D3
SMU 1 1 High School

b. Peningkatan Kompetensi b. Competency Enhancement


Sebagai upaya untuk mencapai kinerja Indonesia In an effort to achieve the expected performance
Eximbank yang diharapkan oleh pemangku by stakeholders, Indonesia Eximbank then requires
kepentingan, maka dibutuhkan Sumber Daya qualified human resources in their respective fields.
Manusia yang mumpuni dalam bidangnya Hence, human resource development program
masing-masing. Untuk itu, dilakukan program focuses on the core competency and work unit
pengembangan Sumber Daya Manusia yang requirement for each position. If there is a gap
mengacu kepada kompetensi inti dan unit kerja between the individual’s competency and the job
dari masing-masing golongan jabatan. Jika ada requirement then specific enrichment or training will
kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki be provided to allow the respective person to reach
individu dengan kebutuhan jabatan maka kepada the required level of performance.
individu tersebut diberikan pengayaan atau
pendidikan keahlian tertentu untuk mencapai target
kinerja yang telah ditentukan.

Pelatihan dan pengembangan bagi pegawai Indonesia Eximbank employees’ training and
Indonesia Eximbank dapat diberikan dalam bentuk development are provided through various means
pelatihan dalam kelas, dalam pekerjaan (on the job such as in-classroom, on the job training as well as
training) maupun dalam bentuk pertukaran staf (staff in the form of staff exchange. In 2010, many training
exchange). Pada tahun 2010, program pelatihan programs are given in the form of classroom training
banyak diberikan dalam bentuk pelatihan dalam and on the job training.
kelas dan pelatihan langsung dalam pekerjaan.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Infrastructure 129

Kerja sama dengan lembaga pendidikan maupun Cooperation with educational institutions as well as
dengan eximbank di negara lain dan lembaga with the eximbank in other countries and multilateral
multilateral telah berjalan dengan lancar. Selama institutions have been running smoothly. During
tahun 2010 Indonesia Eximbank telah melakukan 2010, Indonesia Eximbank has undertaken some
beberapa program pengembangan bagi pegawai development programs for employees including
antara lain program beasiswa dan pelatihan scholarships and training programs conducted
yang diselenggarakan secara internal maupun internally as well as in cooperation with external
bekerja sama dengan pihak lembaga pendidikan educational institutions and eximbank parties in other
dan eximbank di negara lain. Program beasiswa countries. The scholarship program was given to 8
diikuti oleh 8 orang pegawai yang mayoritas employees who were mostly pursuing post-graduate
menyelesaikan program pendidikan jenjang (S2) education program.
pendidikan Strata 2 (S2).

Program pelatihan yang dilaksanakan secara Training programs conducted internally using
internal dan menggunakan tenaga pengajar teachers from Indonesia Eximbank has a purpose for
dari dalam Indonesia Eximbank sendiri memiliki standard of basic knowledge Indonesia Eximbank
tujuan agar terstandarisasinya pengetahuan Employees based on the needs and direction
dasar Pegawai Indonesia Eximbank berdasarkan for the development of Indonesia Eximbank in
kebutuhan dan arah pengembangan Indonesia achieving its stated vision and mission, and have
Eximbank dalam mencapai visi misi serta memiliki a good understanding about the product of
pemahaman yang baik mengenai produk Indonesia Eximbank. In 2010, Indonesia Eximbank
Indonesia Eximbank. Di tahun 2010 telah dilakukan conducted 22 internal training sessions in trade
sebanyak 22 kali pelatihan internal yang meliputi finance, insurance and credit guarantee, for 529
trade finance, asuransi dan penjaminan kredit employees. Meanwhile, training programs carried
yang melibatkan 529 orang pegawai. Sedangkan out in cooperation with external parties were
pelatihan yang dilaksanakan secara bekerja sama attended by 187 employees who participated in 86
dengan pihak eksternal telah diikuti oleh 187 orang training modules. In terms of current head count,
pegawai dengan ragam pelatihan sebanyak 86 each employee has attended an average of 4
modul. Sehingga jika dibandingkan dengan jumlah educational programs a year.
pegawai di tahun berjalan, maka rata-rata setiap
pegawai telah mengikuti program pendidikan
sebanyak 4 kali dalam setahun.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


130
Teknologi Sistem Informasi
Information Technology System

Pengembangan infrastruktur information & techology (IT)


dibutuhkan oleh Indonesia Eximbank antara lain untuk
efisiensi dan keamanan data baik untuk kegiatan bisnis
seperti pelayanan/transaksi kepada nasabah, perbankan,
koresponden, maupun non bisnis seperti kepada regulator dan
stakeholders lainnya.
The development of information & technology (IT) infrastructure is
important for Indonesia Eximbank, among others, for both efficiency
and data security in business activities such as services/transactions with
customers, banks, correspondents, as well as non-business transactions with
regulators and other stakeholders.

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Infrastructure 131

Keberadaan infrastruktur, khususnya di bidang teknologi The existence of infrastructure, particularly in the field of
dan sistem informasi merupakan unsur yang vital technology and information systems is a key element,
khususnya dalam jasa keuangan seperti Indonesia particularly in financial services such as Indonesia
Eximbank. Sesuai dengan tuntutan dari perkembangan Eximbank. In accordance with the demands of growth
dan kebutuhan bisnis, Indonesia Eximbank terus and business needs, Indonesia Eximbank continues
mengembangkan sistem dan infrastruktur IT melalui to develop systems and IT infrastructure through
pengelolaan platform teknologi dan operasional the management of technology and operational
yang terpadu, tersentralisasi, efektif dan efisien sesuai platforms that are integrated, centralized, effective
dengan perkembangan teknologi terkini. Selain itu juga and efficient in accordance with the latest technology
sistem IT yang handal dibutuhkan untuk jaringan inter trends. In addition, a reliable IT system is needed for
koneksi antara Kantor Pusat dengan Kantor Wilayah. inter-connection network between Head Office and
Arah pengembangan teknologi dan sistem informasi di Regional Office. The development of information
Indonesia Eximbank senantiasa diselaraskan dengan systems and technology in Indonesia Eximbank always
Business Continuity Plan yang dimiliki oleh lembaga ini. aligned with the Indonesia Eximbank Business Continuity
Plan.

Keberlangsungan usaha atau yang biasa disebut Business continuity or the Business Continuity Plan
Business Continuity Plan (BCP) merupakan prioritas (BCP) is a priority in achieving the vision and mission
dalam pencapaian visi dan misi lembaga. Bentuk BCP of the institution. BCP form developed from time to
yang dikembangkan dari waktu kewaktu diantaranya time including the Enabling corebanking, payment
adalah enabling corebanking, payment system, system, email, file sharing, document imaging, and
email, file sharing, document imaging, dan sistem archival information systems, network infrastructure, and
informasi kearsipan, infrastruktur jaringan, dan teknologi communications technologies.
komunikasi.

Pengembangan sistem yang dilakukan sepanjang The development of a system that performed
tahun 2010 adalah penyusunan IT Strategic Plan, throughout 2010 is a preparation of the IT Strategic
enhancement intranet dan website, mengembangkan Plan, intranet and website enhancement, developing
modul transaksi pada Core Banking baik konvensional a module on the Core Banking transactions both
maupun syariah, meningkatkan kapasitas jaringan conventional and Islamic, to increase network capacity
sistem aplikasi pembayaran internasional SWIFT, of international payment system SWIFT applications,
menyempurnakan perangkat komunikasi telephone improve telephone communication devices dealing
dealing dengan penerapan telephony trading system, with the application of telephony trading system,
mengimplementasikan Wide Area Network (WAN) implement Wide Area Network (WAN) with a Virtual
dengan Virtual Private Network (VPN) di 3 (tiga) Private Network (VPN) in 3 (three) Regional Office, and
Kanwil, dan meningkatkan kapasitas atas storage dan increase storage and bandwidth capacity for data
bandwith replikasi data dari Data Center ke Disaster replication from data center to the Disaster Recovery
Recovery Center (DRC). Center (DRC).

Saat ini Indonesia Eximbank memiliki infrastruktur TSI Currently, Indonesia Eximbank has a TSI infrastructure
yang memungkinkan terjadinya pengaktifan dan which allows remote activation and access to the
pengaksesan sistem secara remote, komunikasi telepon system, telephone communication between branches
antar kanwil via internet, sistem sekuriti jaringan untuk via Internet, a network security system for incoming and
akses keluar dan masuk, fasilitas wifi untuk tamu dan outgoing, and wi-fi facility for guests and internal use. As
internal. Semakin murahnya biaya koneksi leasedline leased lines become increasingly more affordable, they
dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas bandwith are used to enlarge the bandwidth capacity of backup
backup data dari/ke kantor pusat – DRP, wide area data from/to head office-DRP, wide area network and
network dan penggunaan internet. internet usage.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


132

Pengembangan Kantor Wilayah


Development of Regional Office

Dalam Pasal 11 ayat (2) UU LPEI, Indonesia Eximbank In LPEI Act, Article 11 paragraph (2), Indonesia Eximbank
dapat mempunyai kantor baik di dalam maupun luar can have offices both within and outside the territory
wilayah Indonesia. Mempertimbangkan fungsinya of Indonesia. Considering its function to support the
untuk mendukung program ekspor nasional melalui national export program through the national export
pembiayaan ekspor nasional, pendirian Kantor financing, the establishment of Regional Offices in
Wilayah di kantong-kantong ekspor yang strategis di the pockets of the strategic exports in Indonesia is
Indonesia dianggap perlu. Untuk itu Indonesia Eximbank considered necessary. Indonesia Eximbank has 3
mempunyai 3 Kantor Wilayah, yaitu: Regional Offices:
1. Kantor Wilayah Surabaya, dengan wilayah kerja DIY, 1. Surabaya Regional Office, including region of DIY,
Jateng, Jatim, Bali, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Central Java, East Java, Bali, Kalimantan, and Nusa
Tenggara
2. Kantor Wilayah Medan, dengan wilayah kerja Area 2. Medan Regional Office; including region of
Sumatera Sumatera area
3. Kantor Wilayah Makassar, dengan wilayah kerja 3. Regional Office of Makassar, including Sulawesi,
Sulawesi, Maluku, dan Papua. Maluku and Papua

Pembagian wilayah kerja Kantor Wilayah dioptimalkan The working area distribution of the Regional Office
untuk menggali potensi pembiayaan, penjaminan dan is optimized to explore the potential in financing,
asuransi ekspor sehingga dapat memberikan alternatif guarantee and export insurance so that it can provide
penyediaan fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan an alternative facilities for financing, guarantees, and
asuransi bagi eksportir yang mudah diakses dan insurance for exporters that are easily accessible and
kompetitif di wilayah kerja: competitive in the working area:
a. melakukan kerja sama dengan institusi terkait dalam a. cooperating with the related institutions in using
memanfaatkan informasi dan data base profil information and exporter profile data base
eksportir

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Infrastructure 133

b. melakukan koordiansi dengan unit terkait di kantor b. conduct coordination with related units at
pusat headquarters
c. memberikan Prospective Client Report kepada c. provide Prospective Client Report to the Head Office
Kantor Pusat untuk debitur di atas limit Kantor for the debtor in the above limit of the Regional
Wilayah atau di atas batas kewenangan yang Office or above limit of the authority given to the
diberikan kepada Kepala Kantor Wilayah. Head of Regional Office.

Apabila di tahun-tahun sebelumnya fungsi Kantor In the previous years, the function of the Regional Office
Wilayah hanya merupakan kepanjangan tangan dari representative from the Head Office, but in 2010 t​ he
Kantor Pusat, maka di tahun 2010 dilakukan revitalisasi revitalization of the Regional Office performed where
dari Kantor Wilayah dimana Kantor Wilayah diberikan the Regional Office is given the authority decision
kewenangan untuk memutus pembiayaan dengan for funding in a certain amount without having to be
jumlah tertentu tanpa harus dibawa ke Kantor Pusat, brought to the Head Office, while considering to the
tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip Good principles of of Good Corporate Governance.
Corporate Governance.

Kantor Wilayah mulai melakukan penyaluran dan Regional Office distributed a credit channeling and
pemberian kredit baik kredit modal kerja dan investasi working capital loans and investments in accordance
sesuai dengan limit yang diberikan kepada Kantor with the limits given to the Regional Office maximum in
Wilayah yaitu sebesar maksimal Rp3 miliar. Dan pada the amount of Rp3 billion. And in the early stages, the
tahap awal, Kantor Wilayah telah memiliki total Regional Office had a total outstanding of
outstanding sebesar Rp18,150 miliar. Rp18.150 billion.

Diharapkan, dengan diberikannya pendelegasian By the delegation of authority to decide on the


kewenangan memutus pembiayaan pada level Kantor financing at the Regional Office level, the need for
Wilayah, maka kebutuhan eksportir di daerah dapat exporters in the region to optimally served where in
terlayani secara optimal dimana pada gilirannya turn an increase in activity of the Regional Office can
adanya peningkatan aktivitas Kantor Wilayah ini dapat improve the quality of business sector in financing,
meningkatkan kualitas bisnis sektor pembiayaan, guarantees, and insurance.
penjaminan, dan asuransi.

Kegiatan lain yang juga dilakukan oleh Kantor Wilayah The Regional Office also conducted other activities by
adalah menyelenggarakan sosialisasi produk dan jasa organizing Indonesia Eximbank products and services
Indonesia Eximbank serta Pelatihan Trade Finance dissemination and Trade Finance Training to exporters,
kepada eksportir, lembaga, dan institusi bersama institutions, and related institutions with the related
Kementerian Teknis terkait, Kadinda, dll. Technical Ministry, Regional Chamber of Commerce,
etc.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


134
Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan
Responsibility for Annual Reporting

Laporan Tahunan ini berikut laporan keuangan dan This Annual Report and the accompanying financial
informasi lain yang terkait, merupakan tanggung statements and related financial information, are the
jawab Manajemen Indonesia Eximbank dan dijamin responsibility of the Indonesia Eximbank Management
keabsahannya oleh Dewan Direktur, Direktur Eksekutif, and have been approved by the Board of Directors,
dan Direktur Pelaksana dengan membubuhkan tanda Executive Director (CEO) and Managing Directors
tangan masing-masing di bawah ini. whose signatures appears below:

Dewan Direktur
Board of Directors

I Made Gde Erata Hadiyanto Ngalim Sawega Hesti Indah Kresnarini


Ketua Dewan Direktur Anggota Anggota Anggota
merangkap Direktur Eksekutif Member Member Member
Chairman and Concurrently as
Executive Director (CEO)

Direktur Pelaksana
Managing Directors

Arifin Indra Dwi Wahyudi Suharsono Basuki Setyadjid Omar Baginda Pane
Direktur Pelaksana Senior Direktur Pelaksana I Direktur Pelaksana II Direktur Pelaksana III Direktur Pelaksana IV
Senior Managing Director Managing Director I Managing Director II Managing Director III Managing Director IV

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Laporan
Keuangan
Financial Statement Report
136

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


140
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
NERACA BALANCE SHEETS
31 Desember 2010 dan 2009 dan 31 Agustus 2009 December 31, 2010 and 2009 and August 31, 2009
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Agustus/


Catatan/ December 31, December 31, August 31,
Notes 2010 2009 2009

ASET ASSETS

KAS 2a,2c 505 210 273 CASH

GIRO PADA BANK CURRENT ACCOUNTS


INDONESIA 2a,2c,2d,3 17.033 1.659 - WITH BANK INDONESIA

CURRENT ACCOUNTS
GIRO PADA BANK 112.698 76.693 383.255 WITH BANKS
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai 2a,2c,2d,2j,4 - (767) (3.833) impairment losses

112.698 75.926 379.422

PLACEMENTS WITH BANK


PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA AND
INDONESIA DAN BANK 4.855.515 2.478.589 46.218 BANKS
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai 2a,2c,2e,2j,5 - (24.786) (462) impairment losses

4.855.515 2.453.803 45.756

EFEK-EFEK 489.212 1.331.950 2.413.000 SECURITIES


Diskonto Unamortized
yang belum diamortisasi - (3.386) (20.562) discount
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai 2a,2c,2f,2j,6 (50.000) (9.724) (2.044) impairment losses

439.212 1.318.840 2.390.394

TAGIHAN DERIVATIF DERIVATIVES RECEIVABLE


Penyisihan kerugian 2c,2g,2j,7a 673 5.851 1.786 Allowance for
penurunan nilai 7b - (59) (18) impairment losses

673 5.792 1.768


PEMBIAYAAN DAN FINANCING AND
PIUTANG RECEIVABLES
Kredit yang diberikan Loans
Pihak ketiga 14.718.755 9.090.687 9.430.947 Third parties
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2.036 1.439 1.864 Related parties

Jumlah kredit yang diberikan 14.720.791 9.092.126 9.432.811 Total loans


Penyisihan kerugian 2b,2c,2h,2j, Allowance for
penurunan nilai 8,38 (810.630) (546.027) (510.936) impairment losses

13.910.161 8.546.099 8.921.875

Pembiayaan/piutang syariah Sharia financing/receivables


Pihak ketiga 1.016.033 186.996 143.407 Third parties
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai 2i,2j,8e (10.160) (1.870) (1.434) impairment losses

1.005.873 185.126 141.973

14.916.034 8.731.225 9.063.848

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. statements.

1
Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010
141
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
NERACA (lanjutan) BALANCE SHEETS (continued)
31 Desember 2010 dan 2009 dan 31 Agustus 2009 December 31, 2010 and 2009 and August 31, 2009
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Agustus/


Catatan/ December 31, December 31, August 31,
Notes 2010 2009 2009

ACCEPTANCES
TAGIHAN AKSEPTASI 2c,2j,2k,9 72.169 244.116 - RECEIVABLE
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai (722) (2.441) - impairment losses

71.447 241.675 -
ASET PAJAK TANGGUHAN - DEFERRED TAX
BERSIH 2y,13c 9.414 21.536 36.674 ASSETS - NET

PREMISES AND
ASET TETAP EQUIPMENT
Harga perolehan 2l,10 30.737 20.156 19.158 Cost
Akumulasi penyusutan (16.180) (13.346) (12.571) Accumulated depreciation

14.557 6.810 6.587

ASET LAIN-LAIN - BERSIH 2c,2m,11 201.514 114.960 92.019 OTHER ASSETS - NET

JUMLAH ASET 20.638.602 12.972.436 12.016.741 TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. statements.

2
Indonesia Eximbank Annual Report 2010
142
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
NERACA (lanjutan) BALANCE SHEETS (continued)
31 Desember 2010 dan 2009 dan 31 Agustus 2009 December 31, 2010 and 2009 and August 31, 2009
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Agustus/


Catatan/ December 31, December 31, August 31,
Notes 2010 2009 2009

KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND


STOCKHOLDER’S EQUITY

KEWAJIBAN LIABILITIES

KEWAJIBAN SEGERA 2c,2n 11.171 5.837 3.085 CURRENT LIABILITIES

DEPOSITS FROM
SIMPANAN DARI BANK 2c,2p,12 - - 332.160 BANKS

KEWAJIBAN AKSEPTASI 2c,2k,9 72.169 244.116 - ACCEPTANCES PAYABLE

HUTANG PAJAK 2y,13a 13.631 42.516 45.132 TAXES PAYABLE

EFEK-EFEK HUTANG DEBT SECURITIES


YANG DITERBITKAN 2c,2q,14 5.331.305 3.176.635 3.400.916 ISSUED
Beban emisi obligasi yang Unamortized
belum diamortisasi - (7.478) (8.501) bonds issuance cost

5.331.305 3.169.157 3.392.415

KEWAJIBAN DERIVATIF 2c,2g,7c - - 354 DERIVATIVES PAYABLE

PINJAMAN YANG DITERIMA 2c,2s,15 8.474.818 4.948.707 3.615.913 FUND BORROWINGS

ESTIMASI KERUGIAN ESTIMATED LOSSES


KOMITMEN ON COMMITMENTS
DAN KONTINJENSI 2j,16 884 44.281 41.401 AND CONTINGENCIES

KEWAJIBAN LAIN-LAIN 2c,2w,17 232.796 161.076 242.532 OTHER LIABILITIES

JUMLAH KEWAJIBAN 14.136.774 8.615.690 7.672.992 TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. statements.

3
Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010
143
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
NERACA (lanjutan) BALANCE SHEETS (continued)
31 Desember 2010 dan 2009 dan 31 Agustus 2009 December 31, 2010 and 2009 and August 31, 2009
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Agustus/


Catatan/ December 31, December 31, August 31,
Notes 2010 2009 2009

EKUITAS EQUITY
Government contributed
Kontribusi modal pemerintah 18 6.321.586 4.321.586 - capital
Modal saham dengan nominal Capital stock - Rp1,000,000
Rp1.000.000 per saham 18 - - - par value per share
Modal dasar ditempatkan dan Authorized, issued and fully
disetor penuh - 3.000.000 saham 18 - - 3.000.000 paid - 3,000,000 shares
Rugi yang belum direalisasi Unrealized losses
atas efek-efek dalam kelompok on available-for-sale
tersedia untuk dijual setelah securities, net of
pajak tangguhan 6 (473) - - deferred tax
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya: Appropriated:
Cadangan umum - - 1.088.094 General reserve
Cadangan tujuan - - 140.470 Specific reserve

- - 1.228.564

Belum ditentukan penggunaannya 180.715 35.160 115.185 Unappropriated

TOTAL STOCKHOLDER’S
JUMLAH EKUITAS 6.501.828 4.356.746 4.343.749 EQUITY

JUMLAH KEWAJIBAN TOTAL LIABILITIES AND


DAN EKUITAS 20.638.602 12.972.436 12.016.741 STOCKHOLDER’S EQUITY

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. statements.

4
Indonesia Eximbank Annual Report 2010
144
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN LABA RUGI STATEMENTS OF INCOME
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ Satu Tahun (Tidak Diaudit)/
Catatan/ One Year Four Months Eight Months One Year (Unaudited)
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

PENDAPATAN DAN INCOME AND EXPENSES


BEBAN OPERASIONAL FROM OPERATIONS
Pendapatan bunga dan Interest income and income
bagi hasil from profit sharing
Bunga 2b,2t,20,35 1.176.549 318.892 720.668 1.039.560 Interest
Provisi dan komisi 2u - 14.419 34.446 48.865 Fees and commissions
Bagi hasil secara syariah 2v,20 57.974 9.413 16.541 25.954 Profit sharing from sharia

Jumlah pendapatan bunga dan Total interest income and income


bagi hasil 1.234.523 342.724 771.655 1.114.379 from profit sharing

Beban bunga dan Interest expense and


beban bonus syariah Sharia bonus expense
Beban bunga 2b,2t,21 (616.402) (158.170) (312.314) (470.484) Interest expense
Beban provisi dan komisi - (15.352) (16.692) (32.044) Fees and commissions expense
Beban bonus syariah 2v,21 - - (8) (8) Sharia bonus expense

Jumlah beban bunga dan Total interest expense and


beban bonus syariah (616.402) (173.522) (329.014) (502.536) sharia bonus expense

PENDAPATAN BUNGA DAN INTEREST INCOME AND INCOME


BAGI HASIL - BERSIH 618.121 169.202 442.641 611.843 FROM PROFIT SHARING - NET

PENDAPATAN OPERASIONAL OTHER OPERATING


LAINNYA INCOME
Keuntungan (kerugian) transaksi mata Gain on foreign exchange
uang asing-bersih 2x (11.243) 11.004 57.019 68.023 transactions - net
Provisi dan komisi selain Non-loan related fees and
dari kredit 2u 10.282 3.250 4.141 7.391 commissions
Keuntungan transaksi surat berharga 5.099 - - - Gain on sale of marketable securities
Lain-lain - bersih 4.203 (126) 587 461 Others - net

JUMLAH PENDAPATAN TOTAL OTHER


OPERASIONAL LAINNYA 8.341 14.128 61.747 75.875 OPERATING INCOME

*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only.

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

5
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN LABA RUGI (lanjutan) STATEMENTS OF INCOME (continued)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan Year ended December 31, 2010, four months period ended
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ Satu Tahun (Tidak Diaudit)/
Catatan/ One Year Four Months Eight Months One Year (Unaudited)
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

PENYISIHAN PROVISION
KERUGIAN PENURUNAN ALLOWANCE FOR IMPAIRMENT
NILAI ASET KEUANGAN LOSSES ON FINANCIAL AND
DAN NON-KEUANGAN 2j,22 (219.837) (82.197) (242.883) (325.080) NON-FINANCIAL ASSETS

PENYISIHAN (PEMBALIKAN) PROVISION FOR (REVERSAL OF)


KERUGIAN PENURUNAN IMPAIRMENT
NILAI KOMITMEN DAN LOSSES ON COMMITMENTS
KONTINJENSI 2j,16c 41.965 (4.510) (15.876) (20.386) AND CONTINGENCIES

BEBAN OPERASIONAL OTHER OPERATING


LAINNYA EXPENSES
Umum dan administrasi 23 (100.753) (24.400) (41.082) (65.482) General and administrative
Gaji dan tunjangan 2w,24,25 (89.385) (21.386) (59.681) (81.067) Salaries and benefits
Lain-lain (11.190) (537) (3.008) (3.545) Others

JUMLAH BEBAN TOTAL OTHER


OPERASIONAL LAINNYA (201.328) (46.323) (103.771) (150.094) OPERATING EXPENSES

LABA OPERASIONAL 247.262 50.300 141.858 192.158 INCOME FROM OPERATIONS

PENDAPATAN (BEBAN) BUKAN NON-OPERATING


OPERASIONAL - BERSIH (1.191) (2) 1.780 1.778 INCOME (EXPENSE) - NET

LABA SEBELUM PAJAK INCOME BEFORE


PENGHASILAN 246.071 50.298 143.638 193.936 INCOME TAX

Pendapatan (beban) pajak


penghasilan: Income tax (expense) benefit:
Kini 2y,13b (12.139) - (84.458) (84.458) Current
Tangguhan 2y,13b (38.287) (15.138) 33.163 18.025 Deferred

(50.426) (15.138) (51.295) (66.433)

LABA BERSIH 195.645 35.160 92.343 127.503 NET INCOME

LABA BERSIH PER SAHAM BASIC EARNINGS PER


DASAR (NILAI PENUH) 2aa,26 - - 30.781 - SHARE (FULL AMOUNT)

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

6
145
146
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDER’S EQUITY
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


Saldo laba/Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya/Appropriated
Kontribusi Modal
Pemerintah/ Belum ditentukan
Catatan/ Government Cadangan umum/ Cadangan tujuan/ penggunaannya/ Jumlah ekuitas/
Notes Contributed Capital General reserve Specific reserve Unappropriated Total equity

Saldo 31 Desember 2008 3.000.000 888.590 132.157 264.490 4.285.237 Balance as of December 31, 2008

Laba bersih delapan bulan - - - 92.343 92.343 Net income for eight months

Pembagian laba bersih: 19 Distribution of net income:


Deviden kas - - - (24.165) (24.165) Cash dividends
Program kemitraan dan Partnership and environmental
program bina lingkungan - - - (9.666) (9.666) development program
Pembentukan cadangan Appropriation for general and
umum dan cadangan tujuan - 199.504 8.313 (207.817) - specific reserves

Saldo 31 Agustus 2009 3.000.000 1.088.094 140.470 115.185 4.343.749 Balance as of August 31, 2009

Pembagian laba bersih: 19 Distribution of net income:


Deviden kas - - - (18.469) (18.469) Cash dividends
Program kemitraan dan Partnership and environmental
program bina lingkungan - - - (3.694) (3.694) development program

Modal tambahan 1.321.586 (1.088.094 ) (140.470) (93.022) - Additional capital

Saldo setelah Rapat Umum Balance after the Bank’s


Pemegang Saham Luar Stockholders’ Extraordinary
Biasa Bank No. 16 tanggal General Meeting No. 16
31 Agustus 2009 19 4.321.586 - - - 4.321.586 dated August 31, 2009

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

7
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (lanjutan) STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDER’S EQUITY (continued)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Laba yang belum


direalisasi atas
efek-efek dalam
kelompok
tersedia
untuk dijual - Saldo laba/Retained earnings
bersih setelah
Kontribusi pajak tangguhan Telah ditentukan penggunaannya/
Modal Unrealized Appropriated
Pemerintah/ losses on
Government available-for -sale Belum ditentukan
Catatan/ Contributed Securities, net of Cadangan umum/ Cadangan tujuan/ penggunaannya/ Jumlah ekuitas/
Notes Capital Deferred tax General reserve Specific reserve Unappropriated Total equity

Saldo setelah Rapat Umum Balance after the Bank’s


Pemegang Saham Luar Stockholders’ Extraordinary
Biasa Bank No. 16 tanggal General Meeting No. 16
31 Agustus 2009 (lanjutan) 19 4.321.586 - - - - 4.321.586 August 31, 2009 (continued)

Laba bersih empat bulan - - - 35.160 35.160 Net income for four months

Saldo 31 Desember 2009 4.321.586 - - - 35.160 4.356.746 Balance as of December 31, 2009

Pe nyesuaian saldo awal Adjustment on January 1, 2010


sehubungan dengan due to the implementation
penerapan PSAK No. 55 of SFAS No. 55
(Revisi 2006) 39 - - - (50.090) (50.090) (Revised 2006)

Modal tambahan 18 2.000.000 - - - - 2.000.000 Additional capital

Rugi yang belum direalisasi Unrealized losses


atas efek-efek dalam kelompok on available-for-sale
tersedia untuk dijual setelah securities, net of
pajak tangguhan 6a - (473) - - - (473) deferred tax

Laba bersih - - - - 195.645 195.645 Net income

Saldo 31 Desember 2010 6.321.586 (473) - - 180.715 6.501.828 Balance as of December 31, 2010

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

8
147
148
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Satu Tahun

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


(tidak diaudit)/
Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ One Year
One Year Four Months Eight Months (unaudited)
Catatan/
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM


OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan bunga, provisi Interests, fees and
dan komisi serta pendapatan commissions received
bagi hasil syariah 1.250.228 318.012 811.831 1.129.843 including sharia profit sharing
Pendapatan operasional
Iainnya - bersih 7.959 12.268 61.748 74.016 Other operating income - net
Pembayaran pajak penghasilan Payments of corporate
badan (38.304) (35.668) (53.872) (89.540) income tax
Beban operasional Iainnya - Other operating expenses
bersih (161.471) (59.547) (113.609) (173.156) - net
Pembayaran bunga, bonus syariah Interest, sharia bonus and
dan pembiayaan Iainnya (551.207) (112.868) (317.981) (430.849) other financing charges paid
Pendapatan bukan operasional
- bersih (1.192) (2) 1.780 1.778 Non-operating income - net
Pembayaran dana program Payments for partnership and
kemitraan dan program bina environmental development
lingkungan 19 (3.694 ) - (9.666) (9.666) program

Arus kas dari operasi sebelum Cash flows from operations


perubahan aset dan before changes in operating
kewajiban operasi 502.319 122.195 380.231 502.426 assets and liabilities

Perubahan dalam aset Changes in operating assets


dan kewajiban operasi and liabilities

*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only.

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

9
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Satu Tahun
(tidak diaudit)/
Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ One Year
One Year Four Months Eight Months (unaudited)
Catatan/
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING


OPERASI (lanjutan) ACTIVITIES (continued)
(Kenaikan) penurunan (Increase) decrease
aset operasi: in operating assets:
Kredit yang diberikan dan Loans and sharia financing
pembiayaan/piutang syariah (6.457.702) 297.097 869 297.966 receivables
Aset lain-lain (102.257) 19.932 (33.686) (13.754) Other assets
Tagihan derivatif 5.179 (4.065) 37.751 33.686 Derivatives receivable
Tagihan akseptasi 171.947 (244.116) 5.020 (239.096) Acceptances receivable
Penempatan pada Bank Placements with Bank Indonesia
Indonesia dan bank 89.196 (187.164) 16.163 (171.001) and banks

Kenaikan (penurunan) kewajiban Increase (decrease) in


operasi: operating liabilities:
Kewajiban akseptasi (171.947) 244.116 (5.019) 239.097 Acceptances payable
Kewajiban segera 5.334 2.753 (1.879) 874 Current liabilities
Kewajiban derivatif - (353) (17.067) (17.420) Derivatives payable
Hutang pajak (28.885) (2.286) 2.231 (55) Taxes payable
Kewajiban lain-lain 6.524 (164.273) 268.861 104.588 Other liabilities
Simpanan dari bank - (332.160) (365.290) (697.450) Deposits from banks
Simpanan nasabah: Deposits from customers:
Giro - - (27.029) (27.029) Demand deposits
Deposito berjangka - - (915.802) (915.802) Time deposits

Kas bersih digunakan untuk Net cash used in


aktivitas operasi (5.980.292 ) (248.324) (654.646) (902.970) operating activities

*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only.

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

10
149
150
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Satu Tahun

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


(tidak diaudit)/
Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ One Year
One Year Four Months Eight Months (unaudited)
Catatan/
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM


INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Hasil penerimaan efek-efek Proceeds from matured
yang telah jatuh tempo 1.124.975 418.692 240.000 1.321.050 securities
Perolehan aset tetap Acquisitions of premises
10 (10.640) (998) (2.639) (3.637) and equipment
Pembelian efek-efek (435.911) - (877.827) (1.690.000) Purchase of securities
Hasil penerimaan penjualan Proceeds from sale of
aset tetap 59 - 5 5 premises and equipment

Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by


(digunakan untuk) untuk (used in) investing
aktivitas investasi 678.483 417.694 (640.461) (372.582) activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM


PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan kontibusi modal Contributed capital received from
dari Pemerintah Republik Government of the Republic
Indonesia 2.000.000 - - - of Indonesia
Penerimaan pinjaman yang
diterima 8.303.326 - 3.351.600 3.351.600 Proceeds from borrowings
Penerimaan efek-efek hutang Proceeds from debt
yang diterbitkan 3.000.000 - 2.500.000 2.500.000 securities issued
Penerimaan efek yang dijual Proceeds from securities sold
dengan janji dibeli kembali - (383.243) (383.243) under repurchase agreements
Pembayaran pinjaman yang
diterima (4.777.215) 1.332.794 (3.688.167) (2.355.373) Payments of fund borrowings

*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

11
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Satu Tahun
(tidak diaudit)/
Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ One Year
One Year Four Months Eight Months (unaudited)
Catatan/
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

Pembayaran efek-efek yang Payments for matured


jatuh tempo (832.503 ) (224.281) - (224.281) Debt securities issued
Pembayaran deviden 19 (18.469 ) - (24.165) (24.165) Payments of dividends
Pembayaran emisi efek-efek Payments for issuance cost
hutang yang diterbitkan 14 (5.349 ) - (8.045) (8.045) of debt securities issued

Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by


aktivitas pendanaan 7.669.790 1.108.513 1.747.980 2.856.493 financing activities

(PENURUNAN) KENAIKAN NET INCREASE


BERSIH KAS DAN SETARA (DECREASE) IN CASH
KAS 2.367.981 1.277.883 452.873 1.580.941 AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS


AWAL PERIODE 2.507.555 1.229.672 776.799 1.194.298 AT BEGINNING OF PERIOD

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS


AKHIR PERIODE 4.875.536 2.507.555 1.229.672 2.775.239 AT END OF PERIOD

*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

12
151
152
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)) (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO))
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, periode empat bulan yang Year ended December 31, 2010, four months period ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan bulan yang December 31, 2009 and eight months period ended August 31, 2009
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Satu Tahun
(tidak diaudit)/
Satu Tahun/ Empat Bulan/ Delapan Bulan/ One Year

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


One Year Four Months Eight Months (unaudited)
Catatan/
Notes 2010 2009 2009 2009 *)

KAS DAN SETARA KAS COMPONENTS OF CASH AND


TERDIRI DARI: CASH EQUIVALENTS:

Kas 505 210 273 210 Cash

Current accounts with


Giro pada Bank Indonesia 3 17.033 1.659 - 1.659 Bank Indonesia

Giro pada bank 4 112.698 76.693 383.255 76.693 Current accounts with banks

Penempatan pada bank lain - Placements with other banks -


jangka waktu jatuh tempo tiga maturing within three
bulan atau kurang sejak months or less since
tanggal perolehan 5 4.745.300 2.279.178 33.971 2.279.178 the acquisition date

Sertifikat Bank Indonesia - Certificates of Bank Indonesia -


jangka waktu jatuh tempo tiga maturing within three
bulan atau kurang sejak months or less since
tanggal perolehan 6 - 149.815 812.173 149.815 the acquisition date

Jumlah kas dan setara kas 4.875.536 2.507.555 1.229.672 2.507.555 Total cash and cash equivalents

*) Disajikan semata-mata hanya untuk tujuan perbandingan. *) Presented solely for comparative purposes only

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

13
153
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION

a. Pendirian a. Establishment

PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (“Bank” atau PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (“Bank” or
“BEI”) didirikan berdasarkan Peraturan “BEI”) was established based on Government
Pemerintah No. 37 Tahun 1999 tanggal 25 Mei Regulation No. 37 of 1999 dated May 25, 1999,
1999 tentang Penyertaan Modal Negara Republik regarding the State Capital Participation of the
Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan Government of the Republic of Indonesia in the
(Persero) di Bidang Perbankan. Pendirian Bank Establishment of a Limited Liability Company
ditetapkan dengan akta No. 49 tanggal 25 Juni (Persero) in the Banking Sector. The
1999 oleh notaris Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H. establishment of the Bank was notarized under
Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri deed No. 49 dated June 25, 1999 of notary Siti
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Pertiwi Henny Singgih, S.H. The deed of
Keputusan No. C-13130.HT.01.01-TH.99 tanggal establishment was approved by the Ministry of
19 Juli 1999 serta diumumkan dalam Berita Justice of the Republic of Indonesia in its
Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal Decision Letter No. C-13130.HT.01.01-TH.99
8 Oktober 1999, Tambahan No. 6652. dated July 19, 1999 and was published in
Supplement No. 6652 dated October 8, 1999 of
the State Gazette No. 81 of the Republic of
Indonesia.

Pemegang saham menyetujui perubahan pasal 3 The stockholder approved the revision of article 3
anggaran dasar Bank tentang Maksud dan of the Bank's Articles of Association concerning
Tujuan serta Kegiatan Usaha Bank berdasarkan the Bank's objectives and scope of activities,
(i) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa based on (i) Shareholder’s Extraordinary General
tanggal 19 Mei 2003 yang diaktakan dengan akta Meeting held on May 19, 2003 as provided in the
No. 45 tanggal 21 Mei 2003 oleh notaris Imas deed No. 45 dated May 21, 2003 of notary Imas
Fatimah, S.H., yang telah mendapat persetujuan Fatimah, S.H., which was approved by the
dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Ministry of Justice and Human Rights of the
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Republic of Indonesia in its Decision Letter
No. C-11539.HT.01.04.TH.2003 tanggal 23 Mei No. C-11539.HT.01.04.TH.2003 dated May 23,
2003 dan diumumkan dalam Berita Negara 2003 and was published in Supplement No. 7838
Republik Indonesia No. 70 tanggal 2 September dated September 2, 2003 of the State Gazette
2003, Tambahan No. 7838 dan (ii) Rapat Umum No. 70 of the Republic of Indonesia and (ii)
Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 22 Maret Stockholder's Extraordinary General Meeting held
2007 yang diaktakan dengan akta No. 15 tanggal on March 22, 2007 as provided in the deed
10 Mei 2007 oleh notaris Imas Fatimah, S.H., No. 15 dated May 10, 2007 of notary Imas
yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Fatimah, S.H., which was approved by the
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Ministry of Law and Human Rights of the
Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7- Republic of Indonesia in its Decision Letter
05624.HT.01.04-TH.2007 tanggal 21 Mei 2007 No. W7-05624.HT.01.04-TH.2007 dated May 21,
dan diumumkan dalam Berita Negara Republik 2007 and was published in Supplement No. 7655
Indonesia No. 61 tanggal 31 Juli 2007, Tambahan dated July 31, 2007 of the State Gazette No. 61
No. 7655. of the Republic of Indonesia.

14

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


154
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

a. Pendirian (lanjutan) a. Establishment (continued)

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa In the Stockholder’s Extraordinary General
tanggal 18 Juli 2008, yang diaktakan dengan akta Meeting held on July 18, 2008 as mentioned in
No. 2 tanggal 1 Agustus 2008 oleh notaris deed No. 2 dated August 1, 2008 of notary
Sutjipto, S.H., MKn. yang telah mendapat Sutjipto, S.H., MKn. which has been approved by
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi the Ministry of Law and Human Rights of the
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Republic of Indonesia in its Decision Letter
Keputusan No. AHU-73679.AH.01.02.Tahun 2008 No. AHU-73679.AH.01.02.Year 2008 dated
tanggal 14 Oktober 2008, pemegang saham October 14, 2008, the stockholders approved the
menyetujui perubahan Anggaran Dasar entire changes in the Bank’s Articles of
Perseroan secara keseluruhan untuk disesuaikan Association to conform with Law No. 19 Year
dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2003, 2003, Law No. 40 Year 2007 and Government
Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Peraturan Regulation No. 45 Year 2005.
Pemerintah No. 45 Tahun 2005.

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Bank, According to article 3 of the Bank's Articles of
maksud dan tujuan Bank adalah turut Association, the Bank's objectives and scope are
melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan to execute and provide assistance to the
dan program pemerintah di bidang ekonomi dan government in the implementation of its policies
pembangunan nasional pada umumnya, and programs in the economic sector and in the
khususnya di bidang pembiayaan perdagangan national development in general, particularly in
ekspor impor melalui pemberian export and import trade financing through the
pinjaman/pembiayaan dan penjaminan serta jasa disbursement/financing of trade loans and
konsultasi yang berkaitan dengan pembiayaan providing guarantees as well as providing
perdagangan luar negeri, penerus pinjaman consultations on foreign trade financing, the
pemerintah, termasuk menghimpun dana pihak disbursement of two-step loans from the
ketiga dalam bentuk giro, simpanan berjangka government, including collecting third-party funds
atau bentuk Iainnya yang dipersamakan dengan in the form of demand deposits, time deposits or
itu, memperoleh pinjaman dan menerbitkan efek- other forms, obtaining borrowings and issuing
efek baik di dalam maupun di luar negeri serta securities in the local or foreign markets, and
melaksanakan kegiatan perbankan syariah. conducting sharia banking activities.

Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum The Bank has a business license to conduct
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank commercial banking activities based on the
Indonesia No. 1/12/KEP.GBI/1999 tanggal Decision Letter No. 1/12/KEP.GBI/1999 dated
18 Agustus 1999 dan beroperasi secara August 18, 1999 of the Governor of Bank
komersial sejak tanggal 10 September 1999. Indonesia and started commercial operations on
Berdasarkan Keputusan Deputi Gubernur Bank September 10, 1999. The Bank obtained its
Indonesia No. 2/6/KEP.DpG/2000 tanggal 24 April status as a foreign exchange bank based on the
2000, Bank memperoleh status sebagai bank Decision Letter No. 2/6/KEP.DpG/2000 dated
devisa. April 24, 2000 of the Deputy Governor of Bank
Indonesia.

Pada tanggal 21 September 2007, Bank telah On September 21, 2007, the Bank obtained its
mendapat izin usaha syariah dari Bank Indonesia sharia business license through Decision Letter
berdasarkan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 9/1494/BPbS from the Bank Indonesia.
No. 9/1494/BPbS.

15

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


155
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

a. Pendirian (lanjutan) a. Establishment (continued)

Gubernur Bank Indonesia memutuskan bahwa izin The Governor of Bank Indonesia decided that the
usaha PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)’s business
dicabut sebagai tindak lanjut dari Undang-undang license is revoked pursuant to the Law No. 2 Year
Nomor 2 Tahun 2009 tanggal 12 Januari 2009 2009 dated January 12, 2009 regarding Lembaga
tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Pembiayaan Ekspor Indonesia and stated that
dan menegaskan bahwa dengan dicabutnya izin accordingly, all legal assets, liabilities, rights and
usaha PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), maka obligations of PT Bank Ekspor Indonesia
seluruh aktiva dan pasiva serta hak dan kewajiban (Persero) will be transferred to LPEI as provided
hukum PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) in the Law No. 2 Year 2009 dated January 12,
beralih kepada LPEI sebagaimana diatur dalam 2009 regarding LPEI (Note 1d).
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tanggal
12 Januari 2009 tentang LPEI (Catatan 1d).

Kantor LPEI (dahulu Bank) berlokasi di Gedung LPEI (formerly the Bank)'s office is located at the
Bursa Efek Indonesia, JI. Jenderal Sudirman Indonesia Stock Exchange Building,
Kavling 52-53, Jakarta - 12190. Pada tanggal JI. Jenderal Sudirman Kavling 52-53, Jakarta -
31 Desember 2010, LPEI mempunyai tiga kantor 12190. As of December 31, 2010, the LPEI has
pemasaran yaitu di Surabaya, Medan dan three marketing offices located in Surabaya,
Makassar. LPEI tidak mempunyai kantor cabang. Medan and Makassar. LPEI does not have any
branch.

b. Penawaran umum obligasi b. Public offerings of the bonds

LPEI (dahulu Bank) telah menerbitkan obligasi LPEI (formerly the Bank) issued bonds from 2003
sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2010, until 2010, with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut:

Jumlah nominal/
Nominal amount Jatuh Tempo/ Tingkat bunga/
Nama Obligasi (IDR) Maturity Interest rate Name of Bonds
Tetap/Fixed -
Obligasi BEI I - 2003 300.000 8 Juli/July 2008 13,00% BEI Bonds I - 2003
Obligasi BEI II - 2005 Tetap/Fixed - BEI Bonds II - 2005
Seri A 285.000 22 Juni/June 2006 9,50% Series A
Obligasi BEI II - 2005 Tetap/Fixed - BEI Bonds II - 2005
Seri B 200.000 17 Juni/June 2010 12,50% Series B
Obligasi BEI III - 2006 28 September/ Tetap/Fixed - BEI Bonds III - 2006
Seri A 150.000 September 2009 12,50% Series A
Obligasi BEI Ill - 2006 28 September/ Tetap/Fixed - BEI Bonds III - 2006
Seri B 200.000 September 2010 12,70% Series B
Obligasi BEI Ill - 2006 28 September/ Tetap/Fixed - BEI Bonds III - 2006
Seri C 150.000 September 2011 12,80% Series C
Obligasi BEI IV - 2009 Tetap/Fixed - BEI Bonds IV - 2009
Seri A 309.000 28 Juni/June 2010 10,00% Series A
Obligasi BEI lV - 2009 Tetap/Fixed - BEI Bonds IV - 2009
Seri B 157.000 18 Juni/June 2012 11,63% Series B
Obligasi BEI lV - 2009 Tetap/Fixed - BEI Bonds IV - 2009
Seri C 607.000 18 Juni/June 2014 12,00% Series C
Obligasi BEI IV - 2009 Tetap/Fixed - BEI Bonds IV - 2009
Seri D 1.427.000 18 Juni/June 2016 12,75% Series D
Obligasi LPEI I - 2010 Tetap/Fixed - LPEI Bonds I - 2010
Seri A 1.250.000 13 Juli/July 2011 7,55% Series A
Obligasi LPEI I - 2010 Tetap/Fixed - LPEI Bonds I - 2010
Seri B 425.000 8 Juli/July 2013 8,85% Series B
Obligasi LPEI I - 2010 Tetap/Fixed - LPEI Bonds I - 2010
Seri C 250.000 8 Juli/July 2015 9,60% Series C
Obligasi LPEI I - 2010 Tetap/Fixed - LPEI Bonds I - 2010
Seri D 1.075.000 8 Juli/July 2017 10,00% Series D

16

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


156
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

b. Penawaran umum obligasi (lanjutan) b. Public offerings of the bonds (continued)

Seluruh penerbitan obligasi tersebut telah All the offerings of the above bonds have
mendapat pernyataan efektif berdasarkan Surat been declared effective based on Letters
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan No. S-1486/PM/2003 dated June 23, 2003 for BEI
Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) masing- Bonds I - 2003, No. S-1486/PM/2005 dated
masing No. S-1486/PM/2003 tanggal 23 Juni June 9, 2005 for BEI Bonds II - 2005,
2003 untuk Obligasi BEI I - 2003, No. S-1988/BL/2006 dated September 20, 2006
No. S-1486/PM/2005 tanggal 9 Juni 2005 untuk for BEI Bonds III - 2006, No. S-4940/BL/2009
Obligasi BEI II - 2005, No. S-1988/BL/2006 dated June 9, 2009 for BEI Bonds IV - 2009 and
tanggal 20 September 2006 untuk Obligasi BEI Ill No. S-5932/BL/2010 dated June 30, 2010 for
– 2006, No. S-4940/BL/2009 tanggal 9 Juni 2009 LPEI Bonds I - 2010 of the Chairman of the
untuk Obligasi BEI IV - 2009 dan No. S- Capital Market and Financial Institutions
5932/BL/2010 tanggal 30 Juni 2010 untuk Supervisory Board (BAPEPAM-LK) (Note 14).
Obligasi LPEI I - 2010 (Catatan 14).

c. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan c. Boards of commissioners and directors, audit
karyawan committee and employees

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Based on the Decree No. 346/KMK.06/2009
No. 346/KMK.06/2009 tanggal 26 Agustus 2009, dated August 26, 2009 of the Ministry of Finance,
susunan Dewan Direktur LPEI (dahulu Bank) the composition of the Board of Directors of the
pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 LPEI (formerly the Bank) as of December 31,
adalah sebagai berikut: 2010 and 2009, is as follows:

Ketua dewan direktur merangkap Chairman of the Board of Directors


direktur eksekutif* I Made Gde Erata concurrently chief executive officer*
Anggota dewan direktur Hadiyanto Member of board of directors
Anggota dewan direktur Ngalim Sawega Member of board of directors
Anggota dewan direktur Hesti Indah Kresnarini Member of board of directors
*) Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan *) Based on Ministry of Finance Decision Letter No. 525/KMK.06/2009
No. 525/KMK.06/2009 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Direktur regarding The Appointment of Chairman of Board of Directors
merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor concurrently Chief Executive Officer of Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia tanggal 30 Desember 2009, I Made Gde Erata diangkat Indonesia dated December 30, 2009, I Made Gde Erata was
sebagai komisaris utama dan direktur eksekutif LPEI sejak tanggal 1 appointed as president commissioner and executive director of LPEI
September 2009 dengan masa jabatan selama 5 (lima) tahun, since September 1, 2009 for the 5 (five) years, replacing Mahendra
menggantikan Mahendra Siregar. Siregar.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Direktur Based on the Decision Letter


No. 0001/KDD/09/2009 tanggal 1 September No. 0001/KDD/09/2009 dated September 1, 2009
2009, susunan Direktur Pelaksana LPEI pada of the Board of Directors, the composition of the
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, adalah Managing Directors of the LPEI as of December
sebagai berikut: 31, 2010 and 2009, is as follows:

Direktur pelaksana senior Arifin Indra Sulistyanto Senior managing director


Direktur pelaksana I Dwi Wahyudi Managing director I
Direktur pelaksana II Suharsono Managing director II
Direktur pelaksana III Basuki Setyadjid Managing director III
Direktur pelaksana IV Omar Baginda Pane Managing director IV

17

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


157
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

c. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan c. Boards of commissioners and directors, audit
karyawan (lanjutan) committee and employees (continued)

Peranan dan tanggung jawab Direktur Pelaksana The roles and responsibilities of the Managing
LPEI berdasarkan Surat Keputusan Dewan Director of LPEI based on the Board of Directors
Direktur Nomor 0001/KDD/09/2009 tanggal Decision Letter No.0001/KDD/09/2009 dated
1 September 2009 tentang Pengangkatan September 1, 2009 regarding The Appointment of
Direktur Pelaksana Lembaga Pembiayaan Ekspor Managing Director of Lembaga Pembiayaan
Indonesia adalah sebagai berikut: Ekspor Indonesia are as follows:

 Direktur Pelaksana Senior membidangi  Senior Managing Director is responsible for


Kelembagaan Internasional, Perencanaan, International Institution, Planning, Human
Sumber Daya Manusia dan Umum, dan Resource and General, and Information
Teknologi Informasi Sistem. Technology System.
 Direktur Pelaksana I membidangi Korporasi  Managing Director I is responsible for
dan Sindikasi, Komersial dan Pembiayaan Corporation and Syndicated, Commercial and
Syariah. Sharia Financing.
 Direktur Pelaksana II membidangi Kredit  Managing Director II is responsible for Small
Usaha Kecil Menengah, Penjaminan dan Medium Enterprise Financing, Pledging and
Asuransi dan Jasa Konsultasi. Insurance and Consultation Services.
 Direktur Pelaksana III membidangi Akuntansi  Managing Director III is responsible for
dan Sistem Informasi Elektronik, Operasi dan Accounting and Electronic Information
Settlement, Tresuri dan Jaringan Kantor. System, Operation and Settlement, Treasury
and Office Network.
 Direktur Pelaksana IV membidangi Internal  Managing Director IV is responsible for
Audit, Manajemen Risiko dan Portofolio, Internal Audit, Risk Management and
Hukum dan Kepatuhan. Portfolio, Law and Compliance.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Based on the State Ministry of State-Owned
BUMN No. KEP-96/MBU/2004 tanggal Enterprises Decision Letters No. KEP-
16 September 2004 dan No. KEP-109/MBU/2004 96/MBU/2004 dated September 16, 2004 and
tanggal 11 Oktober 2004 yang diaktakan dengan No. KEP-109/MBU/2004 dated October 11, 2004
akta No. 52 dan No. 51 Notaris Imas Fatimah, as provided in the deeds No. 52 and No. 51 both
S.H., tanggal 23 Februari 2005, beserta dated February 23, 2005 of Notary Imas Fatimah,
Surat Keputusan Menteri Negara BUMN S.H., and Decision Letter No. KEP-30/MBU/2008
No. KEP-30/MBU/2008 tanggal 25 Januari 2008 dated January 25, 2008 as provided in deed
yang diaktakan dengan akta No. 57 Notaris Imas No. 57 dated February 29, 2008 of Notary Imas
Fatimah, S.H., tanggal 29 Februari 2008, susunan Fatimah, S.H., the composition of the Boards of
Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal Commissioners and Directors of the Bank as of
31 Desember 2010 dan 2009, 31 Agustus 2009 December 31, 2010 and 2009, August 31, 2009
dan 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut: and December 31, 2008 is as follows:

Komisaris Utama* Hadiyanto President Commissioner*


Komisaris Utama Mukhlis Rasyid President Commissioner
Komisaris* Ngalim Sawega Commissioner*
Komisaris Adi Putra Hasan Commissioner
Komisaris Ratna Djuwita Wahab Commissioner

*) Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik *) Based on Decision Letter No. Kep-30/MBU/2008 dated January 25,
Negara No. Kep-30/MBU/2008 tanggal 25 Januari 2008, Hadiyanto 2008 of the State Ministry of State-Owned Enterprises, Hadiyanto and
dan Ngalim Sawega diangkat sebagai komisaris utama dan komisaris Ngalim Sawega were appointed as president commissioner and
Bank, masing-masing menggantikan Mukhlis Rasyid dan Ratna commissioner, respectively, of the Bank, replacing Mukhlis Rasyid
Djuwita Wahab. and Ratna Djuwita Wahab, respectively.

18

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


158
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

c. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan c. Boards of commissioners and directors, audit
karyawan (lanjutan) committee and employees (continued)

Direktur Utama Arifin Indra Sulistyanto President Director


Direktur - Bidang I Bambang Sabariman Director - Division I
Direktur - Bidang III Bambang Setijoprodjo Director - Division III

Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah The tasks and responsibilities of the Board of
sebagai berikut: Directors are as follows:

 Direktur Utama membidangi Divisi  President Director is responsible for


Internasional, Tresuri, Operasi dan International Division, Treasury, Operation
Akunting, SDM dan Umum, Perencanaan, and Accounting, Human Resources and
Penelitian dan Pengembangan. General, Planning, Research and
 Direktur I membidangi Divisi Korporasi I, Development.
Korporasi II, Syariah, Satuan Kerja Program  Director I is responsible for Corporation I
Kemitraan dan Bina Lingkungan serta Division, Corporation II Division, Sharia,
Kantor Pemasaran. Partnership and Environmental
Development Program Task Force, and
 Direktur III membidangi Divisi Komunikasi Marketing Office.
Perusahaan, Hukum, Teknologi dan Sistem  Director III is responsible for
Informasi, Manajemen Risiko, Satuan Kerja Communication Division, Legal, Information
Kepatuhan dan Satuan Kerja Technology and System, Risk
Restrukturisasi Kredit. Management, Compliance Task Force, and
Loan Restructuring Task Force.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris LPEI's Audit Committee as of December 31, 2010
No. 0004/KDD/12/2009 tanggal 1 Desember and 2009 based on the Board of Commissioners'
2009, susunan Komite Audit LPEI pada tanggal Decision Letter No. 0004/KDD/12/2009 dated
31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai December 1, 2009 is composed of the following:
berikut:

Ketua Hesti Indah Kresnarini Chairman


Anggota Eddie M. Gunadi Member
Anggota Syahrial Noviananto Member

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris The Bank's Audit Committee as of December
No. SK.0001/DKM/11/2004 tanggal 1 Nopember 31, 2010 and 2009, August 31, 2009 and
2004, susunan Komite Audit Bank pada tanggal December 31, 2008 based on the Board of
31 Desember 2010 dan 2009, 31 Agustus 2009 Commissioners' Decision Letter
dan 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut: No. SK.0001/DKM/11/2004 dated November
1, 2004 is composed of the following:

Ketua Adi Putra Hasan Chairman


Anggota Eddie M. Gunadi Member
Anggota *) Mochamad Iskandar Member *)
Anggota **) Syahrial Noviananto Member **)
*) Mochamad Iskandar mengundurkan diri efektif 1 Nopember 2008 *) Mochamad Iskandar resigned effective November 1, 2008, based on
berdasarkan pada surat keputusan Direksi No: SK.0017/DIR/03/2009 the Board of Directors decision letter No. SK.0017/DIR/03/2009 dated
pada tanggal 18 Maret 2009. March 18, 2009.
**) Syahrial Noviananto diangkat efektif 28 Februari 2009 berdasarkan ** ) Syarial Noviananto was appointed effective February 28, 2009, based
pada surat keputusan Direksi No: SK.0017/DIR/03/2009 pada tanggal on the Board of Directors’ decision letter No: SK.0017/DIR/03/2009
18 Maret 2009. dated March 18, 2009.

19

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


159
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)


c. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan c. Boards of commissioners and directors,
karyawan (lanjutan) audit committee and employees
(continued)

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi The composition of the Sharia Supervisory


No. SK.0040/DIR/11/2007 tanggal 5 Nopember Board as of December 31, 2010 and 2009,
2007, susunan Dewan Pengawas Syariah pada and August 31, 2009, based on the Board of
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 dan 31 Directors’ Decision Letter
Agustus 2009 adalah sebagai berikut: No.SK.0040/DIR/11/2007 dated November 5,
2007 is as follows:
Ketua H.M. Syafi’i Antonio Chairman
Anggota M. Gunawan Yasni Member

Jumlah karyawan LPEI (dahulu Bank) pada As of December 31, 2010 and 2009 and
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 dan 31 August 31, 2009, LPEI (formerly the Bank)
Agustus 2009 masing-masing adalah 138, 136, had 138, 136 and 122 employees, respectively
dan 122 (tidak diaudit). (unaudited).

d. Pengembangan Kegiatan Usaha d. Development of Business Activity

Gubernur Bank Indonesia memutuskan bahwa The Governor of Bank Indonesia decided that the
izin usaha Bank dicabut sebagai tindak lanjut dari Bank’s business license is revoked pursuant to
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tanggal Law No. 2 Year 2009 dated January 12, 2009
12 Januari 2009 tentang Lembaga Pembiayaan regarding Lembaga Pembiayaan Ekspor
Ekspor Indonesia (LPEI) dan menegaskan bahwa Indonesia (Indonesia Eximbank) and stated that
dengan pencabutan izin usaha Bank maka with the revocation of the Bank’s business
seluruh aktiva dan pasiva serta hak dan license, all legal assets, liabilities, rights and
kewajiban hukum BEI beralih kepada LPEI obligations of BEI will be transferred to LPEI as
sebagaimana diatur dalam Undang-undang provided in Law No. 2 Year 2009 dated
Nomor 2 Tahun 2009 tanggal 12 Januari 2009 January 12, 2009 regarding LPEI.
tentang LPEI.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tanggal Law No. 2 Year 2009 dated January 12, 2009
12 Januari 2009 tentang LPEI Pasal 48 regarding LPEI Article 48 stated that at the latest
menyebutkan bahwa paling lama 9 (sembilan) 9 (nine) months since the Law has been enacted,
bulan sejak Undang-undang ini diundangkan, LPEI should begin to operate. Therefore based
LPEI mulai beroperasi, sehingga berdasarkan on the Ministry of Finance Decision No. 336/
Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK.06/2009 dated August 24, 2009,
336/KMK.06/2009 tanggal 24 Agustus 2009, September 1, 2009 was decided as the operation
menetapkan bahwa tanggal 1 September 2009 date of LPEI.
sebagai tanggal operasionalisasi LPEI.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Based on the decision statement of the Bank’s
Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank yang Stockholder's Extraordinary General Meeting as
diaktakan No. 16 tanggal 31 Agustus 2009 oleh mentioned in the deed No. 16 dated August 31,
Notaris Ny. Anne Meyanne Alwie, S.H., 2009 of notary Ms. Anne Meyanne Alwie, S.H.,
pemegang saham memutuskan diantaranya: the stockholders decided among others to:

 Mengalihkan seluruh aktiva dan pasiva serta  Transfer all the legal assets, liabilities, rights
hak dan kewajiban hukum Bank menjadi aktiva and obligations of the Bank to become the
dan pasiva serta hak dan kewajiban hukum legal assets, liabilities, rights and obligations
LPEI. of LPEI.

20

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


160
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

d. Pengembangan Kegiatan Usaha (lanjutan) d. Development of Business Activity (continued)

 Mengalihkan semua pegawai Bank menjadi  Transfer all of the Bank’s employees to
pegawai LPEI termasuk namun tidak terbatas become employees of LPEI including but not
pada masa kerja, penghargaan masa kerja, limited to the working period, employee
dan jasa produksi pegawai yang telah benefits, and employee production service
dibiayakan sampai dengan 31 Agustus 2009. that had been expensed up to August 31,
 Pembubaran Bank tanpa likuidasi. 2009.
 Dissolve the Bank without liquidation.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES

a. Dasar penyajian laporan keuangan a. Basis of financial statements presentation

Laporan keuangan LPEI disajikan sesuai dengan LPEI’s financial statements have been prepared
prinsip akuntansi yang berlaku umum di in conformity with generally accepted accounting
Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas principles in Indonesia and Capital Market and
Pasar Modal - Lembaga Keuangan (BAPEPAM- Financial Institutions Supervisory Agency
LK) No. VIII.G.7 yang merupakan Iampiran Surat (BAPEPAM-LK) Regulation No. VIII.G.7 attached
Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP- to the Decision Letter No. KEP-06/PM/2000
06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang dated March 13, 2000 of the Chairman of
“Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”, Surat BAPEPAM-LK regarding “Guidelines for Financial
Edaran No. SE-02/BL/2008 tentang “Pedoman Statements Presentation”, Circular Letter
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan No. SE-02/BL/2008 dated January 31, 2008
Emiten atau Perusahaan Publik Industri regarding “Guidance on Presentation and
Pertambangan Umum, Minyak dan Gas Bumi, Disclosure of Financial Statements of Issuers or
dan Perbankan” tanggal 31 Januari 2008, Public Companies in the General Mining, Oil and
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Gas and Banking Industries”, the Ministry of
No. 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan Finance Regulation (PMK) No.
dan Pengawasan LPEI dan PMK 140/PMK.010/2009 on Supervision and
No. 161/PMK.010/2010 tentang Perubahan atas Monitoring of LPEI and PMK No.
PMK No. 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan 161/PMK.010/2010 on Changes of PMK No.
dan Pengawasan LPEI. 140/PMK.010/2009 on Supervision and
Monitoring of LPEI.

PSAK No. 31, “Akuntansi Perbankan”, yang telah SFAS No. 31, “Accounting for the Banking
diterapkan Bank dalam mempersiapkan laporan Industry”, which was applied by the Bank in the
keuangan periode empat bulan yang berakhir financial statements for the four months period
pada tanggal 31 Desember 2009 dan periode ended December 31, 2009 and the eight months
delapan bulan yang berakhir pada tanggal period ended August 31, 2009, has been revoked
31 Agustus 2009, telah dicabut efektif tanggal effective January 1, 2010 in connection with the
1 Januari 2010 berkaitan dengan penerapan adoption of SFAS No. 55 (Revised 2006),
PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen “Financial Instruments: Recognition and
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dan Measurement”, and SFAS No. 50 (Revised
PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen 2006), “Financial Instruments: Presentation and
Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”, efektif Disclosures”, also effective on January 1, 2010
pada 1 Januari 2010 (Catatan 2c). (Note 2c).

21

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


161
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)

a. Dasar penyajian laporan keuangan (lanjutan) a. Basis of financial statements presentation


(continued)

Untuk unit usaha syariah yang menjalankan For the sharia business units which operate their
usahanya berdasarkan prinsip perbankan syariah, business based on sharia banking principles,
laporan keuangannya disajikan sesuai dengan their financial statements have been prepared in
PSAK No. 101 tentang “Penyajian Laporan conformity with SFAS No. 101 concerning “Sharia
Keuangan Syariah”, PSAK No. 102 tentang Financial Statements Presentation”, SFAS
“Akuntansi Murabahah” dan PSAK No. 106 No. 102 concerning “Accounting for Murabahah”
tentang “Akuntansi Musyarakah”, yang and SFAS No. 106 concerning “Accounting for
menggantikan PSAK No. 59 tentang “Akuntansi Musyarakah”, which superseded SFAS No. 59,
Perbankan Syariah”, yang berhubungan dengan “Accounting for Sharia Banking”, in relation to the
pengakuan, pengukuran, penyajian dan recognition, measurement, presentation and
pengungkapan terhadap topik-topik tersebut dan disclosure for the above-mentioned subject
Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah matters and the Accounting Guidelines for
Indonesia (PAPSI) yang diterbitkan atas Indonesian Syaria Banks (PAPSI) issued by Bank
kerjasama IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dengan Indonesia in cooperation with the Indonesian
Bank Indonesia. Institute of Accountants (IAI).

Laporan keuangan telah disajikan berdasarkan The financial statements have been prepared on
nilai historis, kecuali disebutkan lain dan disusun a historical cost basis, unless otherwise stated,
dengan dasar akrual (kecuali tagihan bunga atas and under the accrual basis of accounting (except
aktiva produktif yang digolongkan sebagai non- for interest receivable from non-performing
performing sebelum 1 Januari 2010, pendapatan earning assets prior to January 1, 2010, revenue
dari istishna dan bagi hasil dari pembiayaan from istishna and profit sharing for mudharabah
mudharabah dan musyarakah). and musyarakah financing).

Laporan arus kas disajikan dengan metode The statements of cash flows are prepared
langsung yang dimodifikasi dengan based on the modified direct method by
mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas classifying cash flows into operating, investing
operasi, investasi dan pendanaan. Sejak 1 and financing activities. Since January 1, 2010,
Januari 2010, untuk keperluan laporan arus kas, for purposes of the statements of cash flows,
yang termasuk kas dan setara kas terdiri dari cash and cash equivalents consist of cash,
kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada current accounts with Bank Indonesia and
bank lain, penempatan pada bank lain dan current accounts with banks, placements with
Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo banks and Certificates of Bank Indonesia
dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal maturing within 3 (three) months from the date of
perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai acquisition, provided they are not pledged as
jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak collateral for borrowings nor restricted. Prior to
dibatasi penggunaannya. Sebelum 1 Januari January 1, 2010, cash and cash equivalents
2010, kas dan setara kas hanya terdiri dari kas, consisted only of cash, and current accounts
giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank with Bank Indonesia, current accounts with
lain yang tidak dibatasi dan tidak digunakan banks not restricted and not used as collateral.
sebagai jaminan. Perubahan tersebut terjadi These changes resulted from the revocation of
sehubungan dengan dicabutnya PSAK No. 31, SFAS No. 31, "Accounting for the Banking
“Akuntansi Perbankan”, efektif tanggal 1 Januari Industry", effective January 1, 2010, and PAPI
2010 dan PAPI tahun 2000. Untuk tujuan (2000 version). For comparative purposes, the
komparatif, laporan arus kas untuk tahun yang statements of cash flows for the year ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 telah
December 31, 2009 have been reclassified
direklasifikasi (Catatan 42).
(Note 42).

22

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


162
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)

a. Dasar penyajian laporan keuangan (lanjutan) a. Basis of financial statements presentation


(continued)

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam The reporting currency used for the financial
laporan adalah mata uang Rupiah (Rp). Angka- statements is the Indonesian Rupiah (Rp). Unless
angka yang disajikan dalam laporan keuangan, otherwise stated, all figures presented in the
kecuali bila dinyatakan secara khusus, adalah financial statements are rounded in millions of
dibulatkan dalam jutaan Rupiah. Rupiah.

b. Transaksi dengan pihak-pihak yang b. Transactions with related parties


mempunyai hubungan istimewa

Dalam menjalankan usahanya, LPEI melakukan In the normal course of its business, the LPEI
transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai transacts with related parties which have special
hubungan istimewa seperti yang didefinisikan relationships as defined under SFAS No. 7,
dalam PSAK No. 7 tentang "Pengungkapan "Related Party Disclosures".
Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa".

Semua transaksi signifikan dengan pihak yang All significant transactions with related parties,
mempunyai hubungan istimewa, baik yang whether or not made under the terms and
dilakukan dengan atau tidak dengan syarat dan conditions similar to those granted to third
kondisi sebagaimana dilakukan dengan pihak parties, are disclosed in the notes to the financial
yang tidak mempunyai hubungan istimewa, statements. Transactions of LPEI with state-
diungkapkan dalam Catatan atas laporan owned and region-owned entities and entities
keuangan. Transaksi LPEI dengan Badan Usaha owned or controlled by the government including
Milik Negara/Daerah lainnya dan perusahaan- entities related to the Bank and the Indonesian
perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan Bank Restructuring Agency or the Government
pemerintah, termasuk pihak yang terkait dengan Guarantee Implementation Unit and the
Bank dan Badan Penyehatan Perbankan Indonesia Deposit Insurance Corporation are not
Nasional (BPPN) atau Unit Pelaksanaan classified as transactions with related parties
Penjaminan Pemerintah dan Lembaga Penjamin under SFAS No. 7.
Simpanan tidak dikategorikan sebagai transaksi
dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa sesuai dengan PSAK No. 7.

c. Aset keuangan dan kewajiban keuangan c. Financial assets and financial liabilities

Aset keuangan LPEI terdiri dari kas, giro pada LPEI’s financial assets consist of cash, current
Bank Indonesia, giro pada bank, penempatan accounts with Bank Indonesia, current accounts
pada Bank Indonesia dan bank, efek-efek, with banks, placements with Bank Indonesia and
tagihan derivatif, pembiayaan dan piutang, tagihan banks, securities, derivatives receivable,
akseptasi dan aset lain-lain (piutang lain-lain dan financing and receivables, acceptances
piutang bunga). receivable and other assets (other receivables
and interests receivable).

23

Indonesia Eximbank Laporan Tahunan 2010


163
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)

c. Aset keuangan dan kewajiban keuangan c. Financial assets and financial liabilities
(lanjutan) (continued)

Kewajiban keuangan LPEI terdiri dari kewajiban The LPEI’s financial liabilities consist of current
segera, simpanan dari bank, kewajiban derivatif, liabilities, deposits from banks, derivatives
kewajiban akseptasi, efek-efek hutang yang payable, acceptances payable, debt securities
diterbitkan, pinjaman yang diterima, dan kewajiban issued, fund borrowings and other liabilities
lain-lain (setoran jaminan dan hutang bunga). (guarantee deposits and interests payable).

LPEI menerapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006), LPEI adopted SFAS No. 55 (Revised 2006),
“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan “Financial Instruments: Recognition and
Pengukuran”, dan PSAK No. 50 (Revisi 2006), Measurement”, and SFAS No. 50 (Revised
”Instrumen Keuangan: Penyajian dan 2006), “Financial Instruments: Presentation and
Pengungkapan”, efektif sejak 1 Januari 2010, yang Disclosures”, effective from January 1, 2010,
masing-masing menggantikan PSAK No. 55 which replaced SFAS No. 55 (Revised 1999),
(Revisi 1999), “Akuntansi Instrumen Derivatif dan “Accounting for Derivative Instruments and
Aktivitas Lindung Nilai”, dan PSAK No. 50 (Revisi Hedging Activities”, and SFAS No. 50 (Revised
1999), “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. LPEI 1999), “Accounting for Investments in Certain
juga mengacu pada Buletin Teknis No. 4, Securities Investments”, respectively. LPEI also
Ketentuan Transisi Penerapan Awal PSAK 50 referred to the Technical Bulletin No. 4 on the
(Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006). Initial Adoption of SFAS 50 (Revised 2006) and
SFAS 55 (Revised 2006) Transitional Provisions.

Dampak penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi The impact of the initial adoption of SFAS No. 50
2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dijelaskan (Revised 2006) and SFAS No. 55 (Revised
pada Catatan 39. 2006) is disclosed in Note 39.

(i) Klasifikasi (i) Classification

Sejak 1 Januari 2010, LPEI mengklasifikasikan Starting January 1, 2010, LPEI classifies its
aset keuangannya berdasarkan kategori financial assets in the following categories at
sebagai berikut pada saat pengakuan awal: initial recognition:

 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar  Financial assets at fair value through
melalui laporan laba rugi, yang memiliki 2 profit or loss, which have 2 (two) sub-
(dua) sub-klasifikasi, yaitu aset keuangan classifications, i.e. financial assets
yang ditetapkan demikian pada saat designated as such upon initial
pengakuan awal dan aset keuangan yang recognition and financial assets as held
diklasifikasikan dalam kelompok yang for trading;
diperdagangkan;
 Kredit yang diberikan dan piutang;  Loans and receivables;
 Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;  Held-to-maturity investments;
 Investasi tersedia untuk dijual.  Available-for-sale investments.

24

Indonesia Eximbank Annual Report 2010


164
The original financial statements included herein are in the Indonesian
language.

LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA


(DAHULU PT BANK EKSPOR INDONESIA (FORMERLY PT BANK EKSPOR INDONESIA
(PERSERO)) (PERSERO))
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Year ended December 31, 2010, four months
2010, periode empat bulan yang berakhir pada period ended December 31, 2009 and eight months
tanggal 31 Desember 2009 dan periode delapan period ended August 31, 2009
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali otherwise stated)
dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)

c. Aset keuangan dan kewajiban keuangan c. Financial assets and financial liabilities
(lanjutan) (continued)

(i) Klasifikasi (lanjutan) (i) Classification (continued)

Kewajiban keuangan diklasifikasikan ke dalam Financial liabilities are classified into the
kategori sebagai berikut pada saat pengakuan following categories at initial recognition:
awal:

 Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba  Fair value through profit or loss, which
rugi, yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, has 2 (two) sub-classifications, i.e. those
yaitu kewajiban keuangan yang ditetapkan designated as such upon initial
demikian pada saat pengakuan awal dan recognition and those classified as held
kewajiban keuangan yang telah for trading;
diklasifikasikan dalam kelompok
diperdagangkan;
 Kewajiban keuangan lainnya  Other financial liabilities

Kelompok aset dan kewajiban diukur pada nilai The sub-classification of financial assets and
wajar melalui laporan laba rugi adalah aset dan liabilities at fair value through profit or loss
kewajiban keuangan dimiliki untuk are financial assets or liabilities held for
diperdagangkan, yang diperoleh atau dimiliki trading which LPEI acquires or incurs
LPEI untuk dijual atau dibeli kembali dalam principally for selling or repurchasing in the
waktu dekat, atau dimiliki sebagai bagian dari near term, or holds as part of a financial
portofolio instrumen keuangan tertentu yang instrument portfolio that is managed together
dikelola bersama untuk memperoleh laba for short-term profit or position taking.