Sie sind auf Seite 1von 16

1.

KOMPONEN RACK SYSTEM

● Preamp
Tabung : ADA MP-1, Marshall JMP-1, Peavey TubeFex, Mesa Boogie TriAxis, HK
Access

Solistate : SansAmp PSA-1 ato PSA-1.1

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


● FootController
Preamp support MIDI : BOSS FC-50, ADA MC1, ADA MXC, Rocktron Midimate,
Behringer FCB1010.
Tujuan : agar bisa pindah preset di preamp

● Unit Rack Effect


Multieffect : BOSS SE-70, Zoom 9050, Alesis Midiverb, Alesis Quadraverb, TC
Electronic G-Sharp, TC Electronic G-major, Lexicon MPX1, Lexicon MPX G2, TC
Electronic G-System
Stombox :

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


● Solusi rack & preamp dalam satu unit + MIDI Controller
Contoh : Roland GP100, Digitech ValveFX, Peavey ProFex ato BOSS GX700
Digitech GSP2120, POD XT Pro, POD X3 Pro

● Poweramp
kalo pake poweramp ya otomatis HARUS dicolok ke speaker cabinet, dan pake todong.
kecuali sinyal di-split jadi 2 dari out xpression, yang 1 direct ke mixer, yg 1 ke poweramp
trus ke speaker buat todong pake mic.

● PowerDistributor/Conditioner
Contoh : Furman,Samson ato Phonic
220-240Volt AC....sesuai listrik Indonesia

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


● Rack Case

2. MATERI

● Routing
Perangkat (contoh) : Multieffect & Preamp
Serial routing → dari output preamp masuk ke input multiefek
Serial routing + FX loop preamp → FX-send Preamp ke input multieffect, output
multieffeck masuk ke FX-Return Preamp

● Looper/switching system
Digunakan bila :
- Menggunakan 2 preamp secara bergantian
- Menggabungkan preamp dengan stombox

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


- Contoh : VooDoo Lab GCX, Rocktron Patchmate, Rocktron Bradshaw Switching
System, Custom Audio Electronics 4x4, RJM RG-16

● Perpindahan Preset dengan MIDI

- Analoginya dengan Channel TV.


- Defaultnya semuanya ada di MIDI channel 1, ato gunakan OMNI channel.
- MIDI footcontroller biasanya memiliki preset change sebesar 128 (entah preset 0 -
preset 127 ato preset 1 - preset 128).
- MIDI footcontroller bukanlah tempat buat menyimpan preset, setiap preset disimpan di
masing² unit, MIDI controller hanyalah sarana untuk memanggil preset tersebut.

Contoh :
Perangkat : 2 unit rack + MIDI support, midi controller
Routing MIDI :MIDI Out dari MIDI controller masuk ke MIDI In di unit rack pertama,
kemudian MIDI Thru dari rack unit pertama masuk ke MIDI In unit rack kedua.

MIDI Thru box (MIDI Solutions T8) :

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


MIDI Out dari controller masuk ke MIDI In dari T8 ini dan masing² MIDI Thru dari T8
dihubungkan ke tiap² rack unit.

● Preset Change
Secara default kalo kita memilih preset #26 dari controller maka unit kita secara otomatis
akan menuju preset #26 juga.

Contoh kasus:

Mr. Y pake Marshall JMP-1 untuk preamp dan TCE G-Major untuk efek²nya.
Dia butuh 4 preset utama untuk sound gitarnya, yaitu :
- Clean sound dengan sedikit reverb dan pake compressor,

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


- Crunch tone,
- Distorted sound dengan efek doubling, dan
- Lead sound dengan delay dan reverb.

Masing² berada di preset #21, #22, #23 dan #24.


Sehingga pengaturan pada masing² unitnya adalah sebagai berikut :

#21 di JMP-1 adalah clean sound dan


#21 di G-Major adalah compressor dan delay

#22 di JMP-1 adalah settingan crunch dan


#22 di G-Major tanpa efek

#23 di JMP-1 adalah distorsi dan


#23 di G-major adalah efek delay

#24 di JMP-1 adalah settingan lead tone dan


#24 di G-Major adalah delay dan reverb.

Gimana kalo kita pengen saat milih preset #1 di controller tapi di unit 1 menuju ke preset
#80 dan di unit 2 ke preset #44? Jawabannya gunakanlah fitur MIDI Mapping. Tapi gak
semua punya fitur MIDI Mapping.

● Control Change
Control change (selanjutnay disebut CC) adalah suatu fungsi yang memungkinkan kita
untuk mengubah parameter dari suatu efek, apakah ON/OFF efek, delay time, mix, wah,
whammy, volume control dan sebagainya. Semuanya dilakukan hanya dengan injak satu
tombol atau dengan expression pedal.

MIDI footcontroller yang digunakan juga harus mendukung fungsi CC ini, contohnya
Yamaha MFC10, Rocktron Midimate, ADA MXC, Behringer FCB1010 UnO.

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


Caranya adalah menentukan nomer CC dari efek yang akan diubah² parameternya.
Umumnya cara ini sering digunakan untuk 'Stompbox mode'.

Contoh kasus :
Kalo control change masing2 switch cuman bisa assign 1 stomp. Tapi pas di program
change bisa assign macem2.

Misal kita pake FCB1010 + uno chip.

Baris bawah buat program change, baris atas buat control change.
Looper pake RJM Effect Gizmo.
- loop 1 ada BB Preamp,
- loop 2 ada EVH Phase90,
- loop 3 ada MXR KFK 10band eq,
- loop 4 ada TCE SCF,
- loop 5 ada Maxon DD02.

Switch FCB baris atas masing2 udah kita assign buat masing2 stomp. Trus switch FCB
baris bawah buat program change. Anggeplah di program
#1 nyala SCF sama DD02,
#2 nyala BB sama Eq,
#3 nyala BB sama Phase,
#4 semua loop mati,
#5 nyala BB, Eq sama DD02.

Misal kita ada di program #1, trus pengen matiin delay, ya tinggal injek aja switch FCB
yang udah di-assign buat delay.

Skrg dari kasus itu gmn caranya:


1. di program #4 pengen nyalain DD02 sama BB?
2. di program #1 pengen matiin SCF sekaligus nyalain BB sama Eq?

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


● Control Preamp/effect unsupport MIDI

Gunakan switching system seperti RJM RG-16 atau VooDoo Lab GCX. Alat ini memiliki
relay switching untuk perpindahan channel preamp dan juga looper untuk 'ON/OFF' efek
(sebenarnya efek dalam posisi always ON, tapi bisa di-bypass dengan adanya looper
ini).

Andaikata preamp anda tidak memiliki fitur MIDI tapi efeknya mendukung MIDI dan
memiliki fitur relay switching (seperti Lexicon MPX G2 dan TCE G-major), maka
perpindahan channel preamp bisa juga dilakukan via MIDI footcontroller.

3. Penggunaan Rack System


● Rack system konvensional
Umumnya rack system digunakan sebagai pengganti head ampli dan juga stompbox
(80's era). Jadi gitaris punya tumpukan rack sampe hampir setinggi kulkas atau bahkan
lebih (malahan ada yang sampai lebih dari 2 unit ), yang semuanya dikontrol melalui
footcontroller mereka.

Rata² rack system seperti itu berisi Power Conditioner, Wireless, Preamp, Efek, Tuner,
sampe PowerAmp. Sistem seperti ini bisa kita sebut sebagai rack system konvensional.
Pengguna sistem konvensional ini seperti Akira Takasaki, Nuno Bettencourt (era
Pornograffitti), Ty Tabor, Roope Latvala, Adrian Smith. Karena rack itu bisa berisi apa
saja, mulai dari Power Conditioner, Switching System, Wireless, dsb maka dalam
perkembangannya pengguna rack system konvensional sudah mulai berkurang.
Contohnya Nuno yang sekarang beralih menggunakan ampli Randall signaturenya.

Meskipun demikian masih banyak yang mempertahankan rig dengan rack system
(ex: Ty Tabor, Roope Latvala), bahkan beberapa gitaris muda malah mengubah rig
mereka yang sebelumnya bergantung pada head amp menjadi rack system. Salah
satunya adalah Brad Delson yg sebelumnya memakai Marshal 1959 SLP dan Mesa
Dual Rectifier akhirnya memakai Randall RM4 untuk preamp dan RT2/50 untuk
powerampnya.

Untuk era sekarang sepertinya kebanyakan gitaris memilih menggunakan head amp
dengan beberapa unit rack sebagai pendampingnya, atau menggunakan rack hanya

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


untuk switchingnya saja. Dengan kata lain rack yang digunakan hanyalah sebagai
pendukung dari ampli yang digunakan, sehingga tidak akan ada preamp atau poweramp
lagi disana. Contohnya Jim Root-nya Slipknot, Michael Padge-nya BFMV, Mark
Tremonti-nya AlterBridge. Namun tidak menutup kemungkinan adanya penggunaan rack
preamp dan poweramp bersamaan dengan ampli untuk fleksibilitas sound. Sama halnya
seperti yang dilakukan Mike Mushok (Staind) yang mengkombinasikan antara preamp
Marshall JMP-1 dan poweramp Marshall EL34 100/100 dengan head ampli Diezel VH4.

Nantinya pemilihan antara rack preamp+poweramp dengan head ampli dilakukan


dengan menggunakan switching system (Mike Mushok menggunakan CAE 4x4). Akan
lebih mudah jika sang head amp dan beberapa unit rack mempunyai koneksi MIDI,
sehingga bisa dikontrol melalui MIDI footcontroller. Beberapa head amp yang sudah
mempunyai koneksi MIDI antara lain Randall RM100, HK Triamp (dengan modul MSM-
1), Marshall 6100, Marshall JVM, Framus Dragon, Diezel Herbert.

Contoh kasus :

roland gp100

digitech gnx4

1. koneksi audio sama kaya biasa aja, tergantung mau GP100 dulu ato GNX dulu
2. koneksi MIDI dari MIDI OUT GNX ke MIDI IN GP100

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


Contoh kasus :

Triaxis

pod xt pro

Simultan jalan parallel


- gitar displit jadi 2 channel, terus masing2 channel masukin ke preamp masing2
- poweramp yang stereo plus minimal kabinet 2x12 yang bisa stereo.
- bukan AB box tapi audio splitter.
- triaxis di preset 1 trus POD di preset 5 sih bisa2 aja. tinggal di-mapping aja tuh. mau
PODnya yg ngikut triaxis ato triaxisnya yg ngikut POD. cara MIDI mapping pasti ada di
manualnya.

Contoh Kasus MIDI Mapping :

Perangkat :
JMP-1

POD XT desktop...

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


Splitter audio menggunakan Y Cable, masuk k JMP-1.... satu lagi masuk ke POD XT
desktop.

Roland GR-33 (guitar synth)

MIDI out Roland GR33 → ke MIDI IN JMP, MIDI OUT JMP → MIDI IN POD XT
desktop.

Ketika ada perintah MIDI dari GR33 misal PC #1. maka JMP akan menerima PC #1...
(dimana d JMP bisa diassign bahwa incoming midi PC #1 itu patch 6) kmdian assign
juga klo di patch 6 itu dia ngirim PC #3 lewat MIDI OUT nya
Jadi signal ini diterusin ke PODXT... dan POD XT respond PC#3.

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


Skenario MIDI Thru

- MIDI THRU JMP ke MIDI IN POD xt.


- klo pake THRU.... mapping di JMP g berfungsi... krn cuman nerusin aja perintah dr
controller/midi device seblmnya....
- PC #1 dr GR33 masuk ke JMP (JMP respond Patch 6, krn Patch 6 gw assign buat
ngerespond PC #1) kmdian lgnsung perintah midi itu dikirim ke POD XT.. jadi POD XT
juga nerima perintah PC #1....
- PODXT keknya g bisa mapping , misal PC#1 → di patch 1, PC#2 → patch 2.... dst....

Contoh Kasus :

Perangkat :

POD xt

Pod XT Live

sama pake splitter..


A--> POD xt
B--> POD XT live..

- Midi out dari POD XT live kirim ke MIDI in POD XT

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


- Preset 1 POD XT live bakalan otomatis ntar ganti preset 1 POD XT, pencet preset 4
POD XTL otomatis ganti ke preset 4 POD XT

Contoh Kasus :
Pembelian Perangkat

Processor : BOSS GX700, Rocktron Replifex, Rocktron Intellifex, TCE G-Sharp, TCE G-
Force, Eventide Eclipse, EVentide H3000S
PowerAmp : Marshall 9100

4. IMPIAN

Preamp : PSA-1.1

Switching : VooDoo Lab GCX (400$US)

Multieffect : G-Major 2 (500$US)

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


Power Conditioner (200US$)

Foot Controller (400US$)

Reverb ($US 500)

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729


Sumber :
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729

I Wayan Novit MP - http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2459729