Sie sind auf Seite 1von 19

Building blocks

Jagat raya
Tata surya
Bumi
Benda
Atom
Partikel Elementer
Teori Atom
 Dalton: Atomos
 Thompson: Plum pudding
 Rutherford: Nucleus sbg
massa dan muatan atom
 Bohr: nukleus dikelilingi
elektron
Cakupan teori Fisika

SPEED OF
LIGHT RELATIVISTIC
QUANTUM RELATIVITY
PHYSICS PHYSICS
SPEED

QUANTUM
PHYSICS CLASSICAL
PHYSICS

10-15 10-10
SIZE
NUCLEUS ATOM
The Four Fundamental Forces

Strong Electromagnetic
1 10-2
Ikatan quark Gelombang radio, TV

Partikel
elementer Muatan listrik
Dipol magnet

Gravity Weak
10-39 10-5
Buah jatuh ke Reaksi
tanah fusi di
matahari
massa
atomik
We and all things around us
are made of atoms

Atom ~ 10-10 m
= 0.0000000001 m

Human Hair
~ 50 mm = 50 10-6 m

Sekarang zaman
Magritte nano technology
Rutherford: atoms are not elementary particles

1911
Rutherford found a nucleus in the
atom by firing alpha particles at gold
and observing them bounce back

Precursor of modern scattering experiments at accelerator


Bohr: nukleus dikelilingi elektron
Atoms are all similarly made of:
- protons and neutrons in the nucleus
- electrons orbiting around

proton

The electron was the


first elementary
particle to be
discovered
(JJ Thomson 1897)

electron
neutron
From the atom to the quark
How small are the smallest constituents of matter?

<10-18 m

<10-1 8 m

~ 10-14 m
~ 10-10 m ~ 10-15 m

Atoms and sub-atomic particles are much smaller than visible light wave-length
Therefore, we cannot really “see” them (all graphics are artist’s impressions)
To learn about the sub-atomic structure we need particle accelerators
Klasifikasi Partikel Elementer
Interaksi Lemah Interaksi Interaksi kuat
elektromagetik
e e 
m m K
  p
 K n
K p 
p n
n 

Klasifikasi Partikel Elementer
Lepton Meson Baryon
(ringan) (sedang) (berat)
e  p
m K n
 
Klasifikasi Partikel Elementer
𝟏 Spin 0
Spin
𝟐

e 
m K

p
n

Properties of some elementary particles

Hadron
Reaksi Inti

aX Yb
X(a,b)Y inti
hasil
inti target
partikel partikel
penembak ringan

Energi: Q  ( M X  m a )  ( M Y  m b )  c 2
Hukum kekekalan
Energi
Momentum
Massa
Muatan elektrik
bilangan kuantum
Bilangan kuantum partikel elementer
• Lepton (L)
Le =1, untuk elektron, e-neutrino, Le =-1 anti partikelnya
Lm =1, untuk muon, m-neutrino, Lm =-1 anti partikelnya
L =1, untuk tau, -neutrino, L =-1 anti partikelnya
• Barion (B)
Kelompok barion B=1, anti barion, B=-1, lainnya B=0
• Keanehan (S)
Bilangan kuantum untuk partikel yang tercipta berpasangan,
bernilai -3, -2, -1, 0, 1
• Hipermuatan (Y)
Merupakan jumlahan bilangan keanehan dan barion.
• Isospin (I)
Bilangan kuantum untuk partikel multirangkap, dinyatakan =
2I + 1
Reaksi partikel elementer
1. Reaksi partikel elementer dapat terjadi jika
memenuhi hukum kekekalan bilangan
kuantum.
2. Pada semua interaksi memenuhi hukum
kekekalan bilangan kuantum L dan B.
3. Dalam interaksi lemah I dan S tidak kekal,
tetapi perubahan S tidak boleh > ±1.
4. Dalam interaksi kuat: Y = S + B
Contoh
Di antara reaksi partikel elementer di
bawah ini manakah yang mungkin terjadi?

 
n  p e
0

 
n  p  e  e
0
Tugas 1
Kelompok kecil (2-3 orang)
Besi (26 Fe) memiliki sifat magnetik
lebih baik dibanding tembaga ( 29 Cu ),
tetapi tembaga memiliki sifat
kelistrikan lebih baik dibandingkan
besi. Mengapa?
Identifikasi unsur lain yang sifat
kelistrikannya lebih baik? Mengapa
bisa seperti itu?
a.  
e e    o Tugas
o

b. 
e  p  e    K
o  2
   
c. e  e    K  n
d. p  p  p  p  0

1. Apakah reaksi di atas dapat terjadi? Buktikan!


2. Untuk reaksi yang mungkin terjadi, tentukan
besar energi yang diperlukan atau dihasilkan!