Sie sind auf Seite 1von 1

Gold Mine

Emas merupakan benda yang mahal karena merupakan logam mulia atau logam yang langka.
Sejak zaman dahulu emas digunakan sebagai alat transaksi dan perhiasan. Untuk mendapatkan emas
tersebut pastilah harus diadakan kegiatan penambangan yang membutuhkan biaya yang sangat besar
dan rancangan yang besar. Sebuah penambangan emas haruslah terletak di daerah yang memiliki
potensi emas yang sangat besar, sehingga tidak semua daerah bisa dijadikan tempat penambangan
emas. Setiap kegiatan pasti memiliki dampak negatif dan dampak positif. Dan pasti semakin besar
kegiatan yang dilakukan akan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Dampak pertama yang ditimbulkan adalah Acid Mine Drainage. Dirty gold mining often leads to a
persistent problem known as acid mine drainage. The problem results when underground rock
disturbed by mining is newly exposed to air and water. Iron sulphides (often called “fool’s gold” in the
rock can react with oxygen to form sulfuric acid. Acidic water draining from mine sites can be 20 to 300
times more concentrated than acid rain, and it is toxic to living organisms.

Dampak kedua adalah Mercury Pollution. The use of mercury in gold mining is causing a global
health and environmental crisis. Mercury, a liquid metal, is used in artisanal and small-scale gold mining
to extract gold from rock and sediment. Unfortunately, mercury is a toxic substance that wreaks havoc
on miners’ health, not to mention the health of the planet. When mercury enters the atmosphere or
reaches rivers, lakes, and ocean, it can travel across great distance. About 70 percent of the mercury
deposited in the United States is from international sources. Once it reaches a resting place, mercury is

Dampak ketiga adalah Toxic Waste. Modern industrial gold mining destroys landscapes and
creates huge amounts of toxic waste. Due to the use of dirty practices such as open pit mining and
cyanide heap leaching, mining companies generate about 20 tons of toxic waste for every 0,333-ounce
fold ring. The waste, usually a grey liquid sludge, is laden with deadly cyanide and toxic heavy metals. In
Lihir Gold Mine in Papua New Guinea dumps over 5 million tons of toxic waste into the Pacific Ocean
each year, destroying corals and other ocean life. Companies mining for gold and other metals n total
dump at least 180 million tons of toxic waste into rivers, lakes, and oceans each year, more than 1,5
times the waste that U.S. cities send to landfills on a yearly on a basis.

Emas memang menjadi hal yang sangat mewah dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-
hari. Untuk mendapatkannya kita harus melakukan pertambangan. Akan tetapi, dalam prosesnya
menimbulkan dampak negatif terhadap alam. Kita sebagai manusia yang pada dasarnya hidup di alam,
sudah sewajarnya kita menjaga alam kita. Apakah kegiatan pertambangan harus dihentikan? Iya, harus
diberhentikan jikalaupun masih bekerja harus memiliki proses yang tidak mencemari alam sekitar. Dan
untuk proses pengembalian fungsi alam ke fungsi awalnya membutuhkan waktu yang lama, mulai dari
reboisasi, penanggulangan logam berat, dan lain-lain. Oleh karena itu berhentilah membuat
pencemaran dan mulai melakukan perbaikan.