Sie sind auf Seite 1von 10

ANALISIS JURNAL

HUBUNGAN ANTARA PENDAMPING PERSALINAN

DENGAN KELANCARAN PROSES PERSALINAN KALA II

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI MATA KULIAH MATERNITAS

DI SUSUN OLEH :

AHMAD SUTRISNA

KHGC18113

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARSA

HUSADA GARUT

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN NON REG

2019
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841
HUBUNGAN ANTARA PENDAMPING PERSALINAN DENGAN KELANCARAN
PROSES PERSALINAN KALA II DI PUSKESMAS TAMBUSAI KECAMATAN
TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU
Masdi Janiarli1, Yuyun Fewelli Fahmi2
1,2
Dosen Universitas Pasir Pengaraian

ABSTRACT

Maternal mortality rates (MMR) in Indonesia is the highest compared with MMR in
other ASEAN countries. One reason is the lack of family roles, especially their husbands in
the delivery process. Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) in 2007, maternal
mortality rate 228 per 100,000 live births. The direct causes of maternal deaths related to
pregnancy and childbirth in particular are bleeding (28 percent). While the maternal
mortality rate in DIY in 2007 that is 105/100.000 live births and is targeted to be 87.5 /
100,000 live births in 2013. To determine the relationship between labor companion to the
smooth process of second stage of labor in di Puskesmas Tambusai. The study deskriptif
analytic. The study design was cross sectional. The number of samples is 45 samples using
total sampling technique. The data collected, processed and analyzed using the statistical test
Chi Square (X2) with 95% confidence level. Complementary delivery most husbands
(53,33%). Second stage of labor process most current (57,78%). There is a relationship
between labor companion to the smooth process of second stage of labor in di Puskesmas
Tambusai p <0.05 (p = 0.002) with the closeness of the relationship is (KK = 0.420).
There is a relationship between the companion labor with phase II of labor process in di
Puskesmas Tambusai.

Keywords: Complementary delivery, the second stage of labor


PENDAHULUAN Sedangkan angka kematian ibu di DIY
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia tahun 2007 yaitu 105/100.000 kelahiran
merupakan yang tertinggi dibandingkan hidup dan ditargetkan menjadi
dengan AKI di negara- negara ASEAN 87,5/100.000 kelahiran hidup pada
lainnya. Direktur Bina Kesehatan Ibu tahun 2013.2
Direktoral Jenderal Bina Kesehatan Penyebab langsung kematian ibu
Masyarakat Kementerian Kesehatan Sri adalah perdarahan, preeklamsi/eklamsia
Hermiyanti mengatakan, dari Survei dan infeksi. Selain itu dari data dan
Demografis dan Kesehatan Indonesia (SDKI) informasi kesenjangan gender di
tahun 2007, Angka Kematian Ibu 228 per Indonesia (2001) terdapat beberapa
100.000 kelahiran hidup. Tahun 2008, 4.692 permasalahan yaitu: kesehatan
ibu meninggal pada masa kehamilan, reproduksi yang masih diwarnai oleh
persalinan, dan nifas. Penyebab langsung adanya kesenjangan gender terutama
kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan dalam perawatan kehamilan yang
terutama adalah perdarahan (28 persen). belum memadai dan penyebabnya ada 4
Sebab lain, yaitu eklamsi (24 persen), infeksi yaitu terlalu muda (< 20 tahun), terlalu
(11 persen), partus lama (5 persen), dan tua (> 35 tahun), terlalu dekat jarak
abortus (5 persen) (Kompas, 2010).
68
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841
kehamilan (< 2 tahun) dan terlalu banyak membantu proses persalinan, ternyata
3
anak (> 3 orang). banyak mendatangkan kebaikan bagi
Dalam rangka menurunkan AKI di proses persalinan itu sendiri. Kehadiran
Indonesia, pada tahun 2000 pemerintah suami di samping istri, membuat istri
merancangkan Making Pregnensi Safer merasa tenang dan lebih siap dalam
(MPS) yang merupakan strategi sektor menghadapi proses persalinan.6
kesehatan secara terfokus pada pendekatan Sebagian dari para calon ibu tidak
dan perencanaan yang sistematis dan terpadu. memerlukan obat penghilang rasa sakit
Salah satu strategi MPS adalah mendorong ketika melahirkan, bila didampingi oleh
pemberdayaan perempuan dan keluarga. suami. Pengalaman menyaksikan proses
Output yang diharapkan dari strategi tersebut kehadiran sang buah hati itu membuat
adalah menetapkan keterlibatan suami dalam para suami menjadi bertambah sayang
mempromosikan kesehatan ibu dan kepada istrinya, serta meningkatkan
meningkatkan peran aktif keluarga dalam rasa percaya diri pada para ayah baru
kehamilan dan persalinan. 3 ketika membantu merawat bayinya.6
Dukungan psikologi dan perhatian akan Di negara maju, wanita yang
memberi dampak terhadap pola kehidupan bersalin sering merasa terisolasi di
sosial, keharmonisan, penghargaan, dalam ruangan bersalin di RS besar
pengorbanan, kasih sayang dan empati pada yang dikelilingi oleh peralatan teknis
wanita hamil dan dari aspek teknis, dapat serta tanpa dukungan dari pasangan
mengurangi aspek sumber daya misalnya: atau anggota keluarganya. Di negara
tenaga ahli, cara penyelesaian persalinan berkembang, beberapa RS besar terlalu
normal, akselerasi, kendali nyeri dan asuhan dipadati oleh persalinan resiko rendah
neonatal.7 sehingga dukungan personal dan privasi
Kehadiran suami merupakan salah satu tidak dapat diberikan. Di Indonesia,
dukungan moral yang dibutuhkan, karena tidak semua RS mengizinkan suami
pada saat ini ibu sedang mengalami stres atau anggota keluarga lainnya
yang berat sekali. Walaupun faktor tunggal menemani ibu di ruang bersalin.
terbesar yang dapat memodifikasi proses Hampir seluruh persalinan berlangsung
persalinan dan kelahiran dalam kebudayaan tanpa didamping oleh suami atau
kita adalah para personil medis serta anggota keluarga lainnya. Pendamping
situasinya. Dimana hal ini dapat berpengaruh persalinan hanya dapat dihadirkan jika
besar terhadap bentuk kecemasan dan depresi ibu bersalin di beberapa RS swasta,
yang dirasakan ibu selama dan sesudah rumah dokter praktik swasta atau bidan
persalinan.5 praktik swasta. Dalam hal ini ibu bebas
Kehadiran suami di ruang bersalin untuk memilih siapa saja yang ia inginkan.8
memberi dukungan kepada istri dan

69
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk HASIL DAN PEMBAHASAN
mengetahui hubungan antara pendamping Dalam penelitian ini responden
persalinan dengan kelancaran proses mencakup seluruh responden yang
persalinan kala II Puskesmas Tambusai bersalin dengan didampingi suami atau
Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan keluarganya di Puskesmas Tambusai
Hulu. Kecamatan Tambusai Kabupaten
Rokan Hulu.
METODE PENELITIAN
Dari hasil penelitian diketahui
Penelitian ini menggunakan metode
sebagian besar responden berusia 25-29
deskriptif analitik dengan menggunakan
tahun sebanyak 31 responden (68,89%),
pendekatan cross sectional, data yang diambil
sebanyak 22 responden (48,89%)
adalah data primer dan data sekunder.
berpendidikan SLTA, sebanyak 19
Pengumpulan data menggunakan lembar
responden (42,22%) bekerja sebagai
pengamatan. Teknik pengambilan sampel
IRT, sebanyak 16 responden (35,56%)
yang digunakan adalah total sampling.
berparitas anak pertama, dan sebanyak
Sampel penelitian yaitu ibu bersalin yang
24 responden (53,33%) bersalin dengan
didampingi oleh suami atau keluarganya di
didampingi suami.
Puskesmas Tambusai yang sesuai dan
Hasil analisis univariat untuk
memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 45
mengetahui pendamping persalinan dan
orang. Teknik analisis hasil penelitian
kelancaran proses persalinan kala II di
menggunakan program komputer.
Puskesmas Tambusai bahwa
Jalannya penelitian dimulai dari
pendamping persalinan sebagian besar
persiapan penelitian meliputi pengumpulan
adalah suami sebanyak 24 responden
bahan pustaka, pengajuan judul, setelah
(53,33%). Sedangkan pendamping
disetujui kemudian melakukan studi
persalinan dengan selain suami yaitu
pendahuluan dan dilanjutkan dengan
sebanyak 21 responden (46,67%).
penyusunan proposal penelitian dan
Proses persalinan kala II responden
konsultasi dengan dosen pembimbing,
sebagian besar adalah lancar sebanyak
kemudian mengadakan seminar proposal.
26 responden (57,78). Sedangkan
Kemudian tahap pelaksanaan meliputi
proses persalinan kala II tidak lancar
pengurusan izin penelitian, pengumpulan
yaitu sebanyak 19 responden (42,22).
data, editing, tabulasi data dan analisis data.
Hasil analisis bivariat untuk
Lalu tahap akhir penelitian yaitu
mengetahui hubungan antara
menyimpulkan hasil penelitian, membuat
pendamping persalinan dengan
hasil penelitian, mengadakan seminar hasil
kelancaran proses persalinan kala II di
penelitian dan kemudian perbaikan laporan
Puskesmas Tambusai bahwa
penelitian dan publikasi.
pendamping persalinan dengan suami

70
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841
sebanyak 24 responden (53,33%) dengan masih didominasi oleh pihak suami. Itu
proses persalinan kala II lancar sebanyak 19 merupakan alasan lain mengapa ibu
responden (42,22%) dan proses persalinan mengharapkan kehadiran suami atau
kala II tidak lancar sebanyak 5 responden pendamping pada saat persalinan.
(11,11%). Pendamping persalinan dengan Suami sebagai pendamping istri
selain suami yaitu sebanyak 21 responden ikut memegang peranan penting dalam
(46,67%) dengan proses persalinan kala II mengikuti seluruh proses ini. Berbagai
lancar sebanyak 7 responden (15,56%), dan cara yang dilakukan suami saat istrinya
proses persalinan kala II tidak lancar melahirkan antara lain : mengukur
sebanyak 14 responden (31,11%). Hasil uji lamanya waktu kontraksi, bernafas
X2 didapat p value 0,002 (p < 0,05) sehingga seirama dengan istrinya, membantu
ha diterima terdapat hubungan yang menopang istrinya pada detik-detik
signifikan antara hubungan antara kontraksi, memijit-mijit punggung
pendamping persalinan dengan kelancaran istrinya, menyuguhkan minuman,
proses persalinan kala II di Puskesmas menyampaikan pesan istrinya kepada
Tambusai Kecamatan Tambusai Kabupaten perawat atau dokter, memberikan
Rokan Hulu. perhatian yang terus menerus dan
Tingkat keeratan hubungan ditunjukkan mendorong semangat. 9
oleh nilai koefisien kontingensi (KK) yang Keberhasilan sebuah proses
besarnya 0, 420. Dimana nilai KK sebesar persalinan sangat dipengaruhi oleh
0,420 termasuk dalam interval 0,40 – 0,599 kondisi psikis maupun penolong yang
yang termasuk dalam kategori sedang. membantu proses persalinan. Faktor –
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada faktor yang mempengaruhi persalinan
hubungan yang sedang antara pendamping itu sendiri adalah power, passage,
persalinan dengan kelancaran proses passanger, psikis ibu, dan penolong.
persalinan kala II di Puskesmas Tambusai Faktor psikis ibu dan penolong juga
Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan tidak kalah penting untuk kelancaran
Hulu. proses persalinan. Dengan adanya
Ibu bersalin sangat memerlukan orang pendamping dalam persalinan,
yang mendukung dan membantu diharapkan proses persalinan akan
1
meringankan beban psikis dan fisik. berjalan lancar.
Disamping itu kehadiran suami sangat Dukungan psikologi dan perhatian
berharga bila dibutuhkan dalam keadaan akan memberi dampak terhadap pola
darurat karena peristiwa melahirkan tergolong kehidupan sosial, keharmonisan,
keadaan yang darurat. Dalam keadaan penghargaan, pengorbanan, kasih
demikian diperlukan pengambilan keputusan sayang dan empati pada wanita hamil
yang cepat dan tepat yang pada umumnya dan dari aspek teknis, dapat mengurangi

71
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841
aspek sumber daya misalnya: tenaga ahli, Berdasarkan hasil penelitian
cara penyelesaian persalinan normal, dan sesuai dengan manfaat penelitian,
akselerasi, kendali nyeri dan asuhan neonatal. maka ada beberapa hal yang disarankan
Hal ini juga mendukung penelitian yaitu:
Handayani (2010) yang menyatakan bahwa 1. Bagi Institusi Pendidikan
untuk memperoleh persalinan normal dan Sebagai referensi baru dan bahan
cepat, tentunya membutuhkan pendampingan bacaan di perpustakaan untuk
menjelang persalinan. Dengan adanya menambah wawasan mahasiswa
dukungan dan pendampingan dari suami, tentang ilmu kebidanan khususnya
keluarga dan lingkungan yang akan berperan tentang hubungan antara
dalam proses persalinan. Semakin ibu tenang pendamping persalinan dengan
dalam menghadapi proses persalinan maka kelancaran proses persalinan kala II.
persalinan akan berjalan lancar, normal, dan 2. Bagi Profesi Bidan
4
cepat. Sebagai informasi dalam
meningkatkan peran serta keluarga
KESIMPULAN
dalam mendukung proses kehamilan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di
dan persalinan seorang ibu dengan
Puskesmas Tambusai Kecamatan Tambusai
cara memberikan penyuluhan pada
Kabupaten Rokan Hulu dapat disimpulkan
calon ibu bersalin dan keluarga pada
antara lain:
saat kunjungan ANC tentang
1. Pendamping persalinan dalam proses
pentingnya dukungan keluarga
persalinan kala II di Puskesmas Tambusai
selama masa kehamilan dan
Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan
persalinan ibu oleh suami.
Hulu sebagian besar suami (42,22%).
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
2. Proses persalinan kala II di Puskesmas
Sebagai informasi dalam
Tambusai Kecamatan Tambusai
meningkatkan pengetahuan dalam
Kabupaten Rokan Hulu sebagian besar
penelitian sehingga dapat dijadikan
lancar (15,56%).
pedoman dalam penelitian
3. Terdapat hubungan antara pendamping
selanjutnya.
persalinan dengan kelancaran proses
persalinan kala II di Puskesmas Tambusai DAFTAR PUSTAKA
Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Asrinah, Putri, S.S, Sulistyorini, D,
Hulu p < 0,05 (p = 0,002). Muflihah, I. S, Sari, D.N. 2010.
4. Tingkat keeratan hubungan termasuk Asuhan Kebidanan Masa
dalam kategori sedang (KK = 0,420) Persalinan. Yogyakarta: Graha
Ilmu.

SARAN Cpddokter, 2008. Kematian Ibu


Melahirkan Menurun. http://
72
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841
cpddokter.com/
home/index.php?option=com_content&ta
sk=view&id=323&Itemid=57. Diakses
tanggal 17 Januari 2011.
Depkes RI. 2001. Catatan Perkembangan
Dalam Praktek Kebidanan. Jakarta:
Depkes RI.
Handayani,N.F. 2010. Hubungan Tingkat
Pendampingan Dengan Lamanya
Persalinan Kala II Pada Ibu Bersalin
Normal di BPS Siti Utami Butuh
Purworejo Tahun 2010: Universitas
Respati Yogyakarta: KTI.
Handonowati, A. 2009. Hubungan
Pendampingan Suami Dengan
Kelancaran Proses Persalinan Kala I.
http:// skripsistikes.
wordpress.com/2009/05/01/hubungan-
pendampingan-suami-dengan-
kelancaran-proses-persalinan-kala-i-di-
bidan-delima-geneng/. Diakses 17
Januari 2011.
Musbikin, I. 2007. Persiapan Menghadapi
Persalinan. Yogyakarta: Mitra Pustaka
Saiffudin. 2001. Panduan Praktis Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta: Bina Pustaka
Subeki, B. 2003. Peran Pendamping Selama
Proses Persalinan. http://www.asuhan-
keperawatan-
kebidanan.co.cc/2009/09/peran-
pendamping-selama-proses_12.html.
Diakses Tanggal 17 Januari 2011.
Yanti. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan
Persalinan. Yogyakarta: Pustaka Rihama

73
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841

74
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 2, Oktober 2018
ISSN 2599-1841

75
ANALISIS JURNAL

HUBUNGAN ANTARA PENDAMPING PERSALINAN DENGAN KELANCARAN


PROSES PERSALINAN KALA II DI PUSKESMAS TAMBUSAI KECAMATAN
TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU

A. Implikasi
Hasil dari analisis jurnal di atas bahwa antara pendamping persalinan dengan
kelancaran proses persalinan kala II di puskesmas tambusai kecamatan tambusai
kabupaten rokan hulu melakukan penelitian dengan cara menggunakan metode
deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan croscecktional dengan cara
mendatangkan pendamping persalinan dengan di dampingi oleh
suaminya/keluarganya,terdapat hubungan antara pendamping persalinan dengan
kelancaran proses persalinan kala II
B. Manfaat
Keberhasilan proses persalinan sangat di pengaruhi oleh kondisi psikis maupun
penolong yang membantu persalinan faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan iu
sendiri adalah power ,passage,passenger,psikis ibu dan penolong. dukungan psikologi
dan perhatian akan memberi dampak pada pola kehidupan
sosial,keharmonisan,penghargian,pengorbanan,kasih sayang dan empati pada wanita
hamil dan dari aspek teknis,dapat mengurangi aspek sumber daya misalnya: tenaga
ahli,cara persalinan normal,akselerasi,kendali nyeri dan asuhan neonatal dengan
adanyta dukungan dan pendampingan dari suami keluarga da lingkungan yang akan
berperan dalam proses persalinan maka persalinan akan berjalan lancar,normal,dan
cepat.
C. Penerapan dalam ilmu maternitas
Dapat di lakukan untuk meningkatkan peran serta di keluarga dalam mendukung
proses kehamilan dan persalinan seorang ibu dengan cara memberikan penyuluhan
pada calon ibu bersalin dan keluarga pada saat kunjungan ANC (antenatal) tentang
pentingnya dukungan keluarga selama masa kehamilan dan persalinan ibu di
dampingi oleh suami kehadiran suami merupakan salah satu dukungan moral yang di
butuhkan karena saat ini ibu sedang mengalami stress yang berat sekali hal ini dapat
berpengaruh besar terhadap bentuk kecemasan dan depresi di rasakan ibu selama dan
sesudah persalinan.