Sie sind auf Seite 1von 12

Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No.

1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

GAMBARAN PENGETAHUAN WUS TENTANG KB IMPLANT


DI KLINIK ELA AZMI TAHUN 2018

Debi Novita Siregar1;Siti Patimah2


1
Dosen FKK Universitas Prima Indonesia, 2Mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan

ABSTRACT

Keluarga Berencana (KB) is a way to adjust the interval between


pregnancies and determine the number of children in the family. There are
several methods of contraception that can be used for women such as birth
control pills, KB injections, implants or implants, contraceptive devices (IUDs)
and women's surgical methods (MOW), whereas men usually have periodic
abstinence, condoms, intercourse, and male surgery method. The current National
Keluarga Berencana (KB) Program is not only moving on the issue of family
planning but also participating in other population programs that support the
success of the Keluarga Berencana (KB) Program which will further result in
improving family welfare. The purpose of this study is to know the description of
knowledge of EFA women in the Ela Azmi Clinic in 2018. This type of research
uses descriptive research method with a population jumped by 50 people.
Sampling technique by way of saturated sampling. Result of research got majority
of WUS have knowledge less about KB implant as much 22 people (44%). While
the knowledgeable enough WUS as many as 18 people (36%), and good
knowledge as many as 10 people (20.0%). It is recommended that WUS In order
to always increase the knowledge of Implant Contraception so that aware of the
use of Implant Contraception and to understand about function, benefit and
effectiveness of contraception Implant so that KB / society become more familiar
with and use of Implant Contraception is increasing.

Keywords: Knowledge, WUS, KB Implan

1
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

PENDAHULUAN Device), terutama di negara-negara


berkembang. Persentase penggunaan
Program Keluarga Berencana
alat kontrasepsi suntik yaitu 35,3% ,
Nasional pada saat ini tidak hanya
pil 30,5%, IUD 15,2%, sedangkan
bergerak pada masalah keluarga
implant dibawah 10% yaitu 7,3% dan
berencana saja tetapi juga ikut serta
alat kontrasepsi lainnya sebesar
dalam program-program
11,7% (BKKBN, 2013).
kependudukan lainnya yang
Menurut data Riskesdas
menunjang keberhasilan Program
(2013) menunjukkan pada wanita
Keluarga Berencana yang
usia subur (WUS) usia 15-49 tahun
selanjutnya akan memberikan hasil
dengan status kawin sebesar 59,3%
pada peningkatan kesejahteraan
menggunakan metode KB modern
keluarga (Handayani, 2016).
(implan, MOP, MOW, kondom,
Program KB sejak tahun 1970-an
suntikan, pil), 0,4% menggunakan
telah menekan angka kelahiran per
KB tradisional (MAL, senggama
wanita usia subur (Total Fertility
terputus, berkala/kalender, lainnya),
Rate/ TFR) sebesar 50 % dari sekitar
24,7% pernah melakukan KB dan
5,6 anak menjadi sekitar 2,2 anak per
15,5% tidak pernah melakukan KB.
wanita usia subur saat ini. Selain itu
program KB juga berperan besar Jenis metode yang termasuk
untuk mencapai pengurangan AKI ke dalam MKJP adalah kontrasepsi
melalui perencanaan keluarga mantap pria dan wanita (tubektomi
dengan mengatur kehamilan yang dan vasektomi), Implant dan IUD
aman, sehat dan diinginkan. (Intra Uterine Device) Berdasarkan
(Kemenkes RI, 2013). PMA 2020, pencapaian Peserta KB
Data World Health Aktif MKJP di tahun 2015 adalah
Organization (WHO) (2013) 21,3 %. Jika dibandingkan dengan
menunjukkan bahwa pengguna alat target 2015, maka pencapaian
kontrasepsi implant diseluruh dunia Indikator Kinerja Utama (IKU) ini
masih dibawah alat kotrasepsi suntik, adalah sebesar 103,9%. Pencapaian
pil, kondom, dan IUD (Intra Uterine yang baik ini juga didukung oleh

2
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

kebijakan pemerintah yang tetap Berdasarkan data


mengarahkan kebijakan pada akseptor KB yang ada di klinik Ela
penggunaan kontrasepsi MKJP yang Azmi terdapat 50 akseptor KB.
lebih menyehatkan, diantaranya Berdasarkan wawancara yang di
untuk meminimalkan angka drop-out lakukan kepada 10 orang akseptor,
peserta KB khususnya KB implan diantaranya ibu-ibu tersebut tidak
(BKKBN, 2015). mengetahui tentang KB impant
sebanyak 7 orang.
Menurut penelitian Sari
Berdasarkan latar belakang
(2015) memperoleh hasil bahwa
diatas maka peneliti tertarik untuk
pengetahuan PUS terhadap alat
meneliti gambaran pengetahuan
kontrasepsi implant di BPM Haryati,
WUS tentang KB Implant di Klinik
Madiun masih kurang. Hasil
Ela Azmi tahun 2018.
penelitian juga menunjukkan bahwa
pengetahuan kurang tentang bentuk
METODOLOGI PENELITIAN
dari alat kontrasepsi implant yaitu
Penelitian ini menggunakan
sebanyak 62 responden (60,20%).
metode penelitian deskriptif dengan
Pengetahun cukup terhadap manfaat
menggunakan rancangan cross
alat kontrasepsi implant yaitu
sectional, yaitu penelitian yang di
sebanyak 45 responden (43,69%).
lakukan pada satu waktu dan satu
Pengetahun cukup tentang kerugian
kali untuk menggambarkan
dari alat kontrasepsi implant yaitu
pengetahuan WUS tentang KB
sebanyak 46 responden (44,67%).
implant.
Pengetahun cukup tentang efek
Populasi dan Sampel
samping dari alat kontrasepsi implant
Populasi dalam penelitian ini
yaitu sebanyak 45 responden
adalah seluruh WUS yang
(43,69%). Pengetahun baik tentang
menggunakan kontrasepsi di Klinik
cara pemasangan dari alat
Ela Azmi dengan jumlah 50 orang.
kontrasepsi implant yaitu sebanyak
Teknik pengambilan sampel ini
43 responden (41,75%)
adalah dengan cara total populasi

3
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

yaitu pengambilan sampel Tabel 1 Distribusi Frekuensi


Karakteristik WUS di
keseluruhan dengan jumlah 50 orang.
Klinik Ela Azmi Tahun
Metode Pengumpulan Data 2018 (n=50)
No Karakteristik Jumlah (n) Persentase
Metode pengumpulan data (%)
1 Umur
dimulai dari mengajukan surat
20-35 tahun 36 72,0
permohonan ijin pelaksanaan >35 tahun 14 28,0
Total 50 100
penelitian pada instansi pendidikan 2 Pendidikan
Tidak 3 6,0
Program Studi D-III Kebidanan, Sekolah
SD 12 24,0
kemudian surat ijin yang diperoleh SMP 10 19,6
diajukan kepada Pihak Klinik Ela SMA 18 36,0
Perguruan 7 14,0
Azmi. Tinggi
Total 50 100
Analia Data 3 Pekerjaan
IRT 11 22,0
Analisa data yang digunakan Petani 20 40,0
dalam penelitian ini menggunakan PNS 10 20,0
Wiraswasta 9 18,0
analisa univariat digunakan untuk Total 50 100
4 Paritas
mendiskripsikan data yang dilakukan 1 orang 10 20,0
2 orang 21 42,0
pada tiap variabel dari hasil > 2 orang 19 38,0
penelitian. Data yang terkumpul Total 50 100

disajikan dalam bentuk tabel


Berdasarkan tabel 4.1
distribusi frekuensi.
menunjukkan bahwa mayoritas PUS

HASIL DAN PEMBAHASAN berumur 20-35 tahun sebanyak 36

Hasil penelitian orang (72,0%), sedangkan WUS


Karakteristik Umur, Pekerjaan, yang berumur >35 tahun sebanyak
Pendidikan dan Paritas dapat dilihat 14 orang (28,0%). Berdasarkan
pada tabel berikut : pendidikan menunjukkan bahwa
mayoritas PUS berpendidikan SMA
sebanyak 18 orang (36%).
Sedangkan WUS yang berpendidikan
SD sebanyak 12 orang (24%), SMP
sebanyak 10 orang (19,6%),

4
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

perguruan tinggi sebanyak 7 orang tentang KB implant sebanyak 22


(14%), dan yang tidak sekolah orang (44%). Sedangkan WUS yang
sebanyak 3 orang (6%), Berdasarkan berpengetahuan cukup sebanyak 18
pekerjaan menunjukkan bahwa orang (36%), dan berpengetahuan
mayoritas WUS bekerja sebagai baik sebanyak 10 orang (20,0%).
petani sebanyak 20 orang (40%).
Sedangkan WUS yang bekerja PEMBAHASAN

sebagai IRT sebanyak 11 orang Hasil penelitian menunjukkan


(22%), sebagai PNS sebanyak 10 bahwa mayoritas WUS memiliki
orang (20%), dan sebagai wiraswasta pengetahuan kurang tentang KB
sebanyak 9 orang (18%). implant sebanyak 22 orang (44%).
Berdasarkan paritas menunjukkan Sedangkan WUS yang
bahwa mayoritas PUS memiliki anak berpengetahuan cukup sebanyak 18
2 orang sebanyak 21 orang (42%). orang (36%), dan berpengetahuan
Sedangkan WUS yang memiliki > 2 baik sebanyak 10 orang (20,0%).
orang anak sebanyak 19 orang Hasil yang diperoleh peneliti sesuai
(38%), dan yang memiliki 1 orang dengan penelitian Thoyyib dan
anak sebanyak 10 orang (20%). Windartik yang memperoleh hasil
Tabel 2 Distribusi Frekuensi bahwa sebagian besar responden
Pengetahuan PUS (60,5%) berpengetahuan kurang dan
Tentang KB Implant di
Klinik Ela Azmi Tahun hampir seluruh responden (89,5%)
2018 dan tidak menggunakan implant.
No Pengetahuan Jumlah (n) Berdasarkan
Persentase (%) rekapitulasi
1 Baik 10 kuesioner, diketahui masih banyak
20,0
2 Cukup 18 akseptor belum mengetahui tentang
36,0
3 Kurang 22 efektivitas
44,0 implant, hal ini
Total 50 100disebabkan karena beberapa akseptor
percaya bahwa bahwa kontrasepsi
Berdasarkan tabel 4.2 yang dipilih yaitu pil dan suntik
menunjukkan bahwa mayoritas WUS sangatlah efektif dibandingkan
memiliki pengetahuan kurang dengan kontrasepsi implant.

5
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

Akseptor juga tidak mengetahui dipengaruhi oleh pendidikan,


tentang pengembalian kesuburan, pekerjaan, usia, minat, pengalaman
lebih mempercayai bahwa apabila hidup, budaya dan informasi.
menggunakan implant waktu Berdasarkan tingkat
pengembalian kesuburan implant pendidikan responden, menunjukkan
sangat lama. bahwa
Pengetahuan pasangan sebagian besar responden memiliki
tentang KB implant meliputi pendidikan yang baik yaitu SMA.
pengertian, efektifitas, mekanisme Tingkat pendidikan responden
kerja, keuntungan, kerugian, efek tersebut tergolong baik yang mampu
samping dari KB implant. menopang kemampuan mereka untuk
Pemahaman responden tentang menangkap dan memahami
keuntungan dan kerugian dari KB informasi-informasi dari luar yang
implant menyebabkan adanya merupakan sumber pengetahua
perbedaan perilaku tentang KB. tentang KB. Informasi-informasi
Ketika responden memahami tentang tersebut diperoleh dari teman,
keuntungan pemakaian KB implant, petugas kesehatan, orang tua, media
maka ia cenderung untuk melakukan informasi, dan internet.
perilaku tersebut agar memperoleh Menurut asumsi peneliti,
manfaat dari KB tersebut. Dengan pengetahuan responden sangat
demikian semakin baik pengetahuan memengaruhi pengambilan
responden tentang KB, maka keputusan yang berkaitan dengan
partisipasinya dalam program KB pemenuhan kebutuhan kesehatan
juga semakin baik (Notoatmodjo, pada pasangan usia subur khususnya
2014) pengambilan keputusan dalam
Tingkat pengetahuan keikutsertaan menggunakan KB.
dipengaruhi oleh beberapa faktor Dari hasil yang sudah ditemukan,
seperti pendidikan, pekerjaan dan peneliti berpendapat bahwa
umur. Seementara itu Mubarak pegetahuan responden dipengaruhi
(2012) menyatakan bahwa secara oleh beberapa faktor seperti
umum pengetahuan seseorang pendidikan. Pendidikan sangat

6
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

memengaruhi seseorang terhadap Dari rekapitulasi kuesioner,


pengetahuan yang dimilikinya akseptor yang menggunakan pil dan
dimana melalui pendidikan maka diantaranya memiliki alasan bahwa
seseorang akan dapat menggunakan pil karena murah,
mengambangkan potensi dirinya dan akseptor yang menggunakan suntik
memeroleh pengetahuan untuk diantaranya memiliki alasan bahwa
mampu mengenali kebutuhan dirinya menggunakan suntik karena praktis,
dan daa menghasilkan perubahan dan pengetahuan antara satu wanita
perilaku kearah yang yang lebih baik dengan wanita lain bervariasi,
sehingga setiap WUS bersedia pengetahuan dapat mempengaruhi
mengikuti KB implant dalam upaya dalam pemakaian kontrasepsi.
menjarangkan kehamilan. Berdasarkan hasil penelitian
Berdasarkan hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 22
diperoleh hasil bahwa mayoritas responden yang memiliki
WUS menggunakan KB suntik pengetahuan kurang hampir
(bukan akseptor KB implant) yaitu seluruhnya tidak menggunakan
22 orang (44%) dan yang merupakan implant. Tingkat pengetahuan yang
akseptor KB implant hanya sebagian kurang pada seorang wanita
kecil saja yaitu 11 orang (22%). Hal mempengaruhi pola pikir atau
tersebut menunjukkan bahwa pemahaman seseorang tentang
responden yang menggunakan implant rasa takut. Selain itu,
implant masih rendah. Rendahnya beberapa responden juga mengatakan
pemakaian implant disebabkan faktor biaya pemasangan yang relatif
beberapa faktor, yaitu usia, sikap, lebih mahal dari kontrasepsi jenis
pendidikan dan pengetahuan. lainnya menyebabkan mereka
Sebagian masyarakat disana memilih menggunakan kontrasepsi
mempercayai mitos bahwa implant jenis lain seperti pil, suntik dan lain-
dapat berpindah tempat, sehingga lain, serta responden takut merasa
mereka lebih memilih kontrasepsi kurang nyaman dalam melakukan
lain karena mengikuti riwayat kegiatan sehari-hari.
kontrasepsi terdahulu.

7
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

Dari 11 akseptor yang memilih untuk tidak menjadi


menggunakan implant 6 diantaranya akseptor KB implant.
memiliki alasan menggunakan Hal ini sesuai dengan
implant karena permintaan suami dan penelitian Selin tentang gambaran
5 yang lain memiliki alasan pengetahuan Akseptor KB tentang
menggunakan implant karena praktis. kontrasepsi Implant di Puskesmas
Seorang wanita multipara cenderung Ngampilan Yogyakartatahun 2016
lebih memilih menggunakan pil dan yang memperoleh hasil bahwa
suntik dibandingkan menggunakan Pengetahuan Akseptor KB tentang
implant, padahal implant memilki kontrasepsi implant dalam kategori
efektivitas lebih tinggi dibanding cukup (55,6%), pengertian
dengan suntik dan pil, serta implant kontrasepsi implant dalam kategori
dapat digunakan dalam jangka cukup (45,7%), jenis kontrasepsi
panjang untuk mengatur jarak implant dalam kategori kurang
kehamilan. Hal ini tidak sesuai (66,7%), keuntungan kontrasepsi
dengan teori yang menyatakan implant dalam kategori kurang
bahwa semakin tinggi paritas yaitu (38,3%), efek samping kontrasepsi
ibu yang memiliki anak lebih dari implant dalam kategori kurang (58%)
empat seorang wanita maka beberapa dan indikasi dan kontraindikasi
metode efektif jangka panjang kontrasepsi implant dalam kategori
(AKDR, implan, MOW, MOP) dapat baik (43,2%).
digunakan untuk menghentikan
KESIMPULAN DAN SARAN
terjadinya kehamilan di masa
mendatang (Glasier, 2012). Kesimpulan

Menurut asumsi peneliti, Pengetahuan WUS tentang KB

rendahnya penggunaan KB implant implant di Klinik Ela Azmi Tahun

disebabkan karena kurangnya 2018 mayoritas responden memiliki

pengetahuan dan anggapan-anggapan pengehuan kurang sebanyak 22

yang salah tentang KB implant orang (44%).

seperti mitos yang dipercayai PUS


yang mengakibatkan mereka

8
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

Saran Agustina, BSL. 2015. Gambaran


Tingkat Pengetahuan Pasangan
1. Bagi BKKBN dan Dinas
Usia Subur (PUS) Tentangkb
Kesehatan Implant Di Dusun Purworejo,
Desa Wonolelo, Kecamatan
Sebaiknya selalu
Pleret Kabupaten Bantul.
mensosialisasikan tentang alat http://repository.stikesayaniyk.ac
.id/296/1/Baiq%20Sayu%20Lest
kontrasepsi dan kelebihan serta
ari%20A_1112156_nonfull%20r
kekurangan alat kontrasepsi sehingga esize.pdf. Diakses tanggal 23
Januari 2018
masyarakat dapat dengan mudah
memilih alat kontrasepsi yang sesuai Aisyah, S., & Oktarini A, 2012.
Perbedaan kejadian ketuban
dengan keinginan yang diharapkan.
pecah dini antara primipara dan
2. Bagi masyarakat atau peserta multipara edisi 1 2012.
KB
BKKBN, 2013. Angka Kematian Ibu
Agar selalu meningkatkan Melahirkan. Kesehatan.
http://www.menegpp.go.id/v2/in
pengetahuan tentang kontrasepsi
deks.phhp/datadaninformasi/kes
Implant sehingga sadar akan ehatan. Diakses tanggal 2
Desember 2017
penggunaan kontrasepsi Implant dan
memahami tentang fungsi, manfaat BKKBN. 2015. Laporan Kinerja
Instansi Pemerintah 2015 Badan
serta efektivitas kontrasepsi Implant
Kependudukan Keluarga
sehingga peserta KB/masyarakat Berencana Nasional. 2015.
https://www.bkkbn.go.id/po-
semakin mengenal dan pemakaian
content/uploads/LAKIP_BKKB
kontrasepsi Implant semakin N_2016.pdf. Diakses tanggal 3
Desember 2017
bertambah.
3. Bagi peneliti berikutnya Depkes. (2014). Profil Kesehatan
Indonesia. 2012.
Agar dapat melakukan studi
http://www.depkes.go.id.
mengenai faktor- faktor lain yang Diakses tanggal 3 Desember
2017
berhubungan dengan rendahnya
pemilihan kontrasepsi Implant. Everett, Suzanne. 2015. Buku Saku
Kontrasepsi dan Kesehatan
DAFTAR PUSTAKA Seksual Reproduktif. Edisi 2.
Jakarta. EGC

Glasier, Anna. Gebbie Alisa.


Keluarga berencana &

9
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

kesehatan reproduksi. Jakarta: https://www.google.co.id/url?sa


EGC; 2012 =t&rct=j&q=&esrc=s&source=
web&cd=2&cad=rja&uact=8&v
Handayani, Sri. 2016. Buku Ajar ed=0ahUKEwiOiNL35-
Pelayanan Keluarga Berencana. _ZAhUjS48KHdCrBdcQFgg7M
Cetakan ke-2. Yogyakarta. AE&url=http%3A%2F%2Fww
Pustaka Rihama w.depkes.go.id%2Fdownload.ph
p%3Ffile%3Ddownload%2Fpus
Hakim, AR. Faktor-Faktor Yang datin%2Fbuletin%2Fbuletin-
Mempengaruhi Partisipasi kespro.pdf&usg=AOvVaw15p3
Pasangan Usia Subur (PUS) x3ffKkon2Wclb5cGtt. Diakses
Dalam Program KB Dan Untuk tanggal 3 Desember 2017
Mengetahui Faktor Manakah
Yang Kemenkes RI. 2016. Profil
Paling Berpengaruh Terhadap Kesehatan Indonesia. 2016.
Partisipasi Pasangan Usia Tersedia:http://www.depkes.go.i
Subur (PUS) Dalam Program d/resources/download/pusdatin/p
KB Di Kecamatan Kauman rofil-kesehatan-indonesia/profil-
Kabupaten Ponorogo. kesehatan-Indonesia-2015.pdf.
jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/art Diakses tanggal 3 Desember
icle/6507/40/article.pdf. Diakses 2017
tanggal 4 Desember 2017
Maiharti, RI. Kuspriyanti. 2016.
Hasmiatun. 2016. Hubungan Hubungan tingkat pengetahuan,
Pengetahuan, Dukungan Suami pendidikan dan pendapatan
Dan Budaya dengan penggunaan metode
Dengan Penggunaan Alat kontrasepsi pada PUS di
Kontrasepsi Implant Pada Kecamatan Jenu dan Kecamatan
Pasangan Usia Subur Di Jatirogo Kabupaten Tuban.
Wilayah Kerja Puskesmas Abeli http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.
Kecamatan Abeli Kota Kendari id/article/1796/40/article.pdf.
Tahun 2016. 2016. Diakses tanggal 4 Desember
http://sitedi.uho.ac.id/uploads_si 2017
tedi/F1D311072_sitedi_skripsi.p
df. Diakses tanggal 4 Desember Mubarak, IW. 2012. Ilmu Kesehatan
2017 Masyarakat. Jakarta: Salemba
Medika
Infodatin (2014). Situasi dan Analisis
Keluarga Berencana. Mulyani, NS. 2013. KB Keluarga
http://www.depkes.go.id. Berencana dan Alat
Diakses tanggal 2 Desember Kontrasepsi. Cetakan ke-1.
2017 Yogyakarta. Nuha Medika

Kemenkes RI. 2013. Situasi Notoatmodjo, S. Ilmu Perilaku


Keluarga Berencana di Kesehatan. Jakarta: Rineka
Indonesia.Tersedia: Cipta : 2014

10
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

Purba, J. 2009. Faktor faktor yang Selin,Novia. 20016. Gambaran


Mempengaruhi Pemakaian Alat Pengetahuan Akseptor KB
Kontrasepsi PadaIstri PUS di Tentang Kontrasepsi Implant
Kecamatan Rambar Samo Di Puskesmas Ngampilan
Kabupaten Rokan Tahun 2008. Yogyakarta.
(Tesis)Program Pasca Sarjana http://repository.stikesayaniyk.ac
USU. Medan. 2012 .id/470/1/Novita%20Selim_1113
http://www.repository.usu.ac.id/ 136_nonfull%20resize.pdf.
bitstream/123456789/6641/1/09 Diakses tanggal 28 Februari
E01788.pdf. Diakses tanggal 4 Desember 2018
Desember 2017

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Setya Arum, DN. Panduan Lengkap


(2013). Badan Penelitian dan Palayanan KB Terkini. Cetakan
PengembanganKesehatan ke-2. Yogyakarta. Nuha Offset;
Kementerian RI tahun 2013. 2014
http://www.depkes.go.id/resourc
es/download/general/Hasil%20R Sulistyawati, Ari. Pelayanan
iskesdas%202013.pdf. Diakses Keluarga Berencana. Cetakan
tanggal 3 Desember 2017 ke-2. Jakarta. Salemba Medika.
2014
Rojabi, Afdan. 2014. Pasangan Usia
Subur (PUS) Dan Wanita Usia Suratun, Maryani, Sri., Hartini,
Subur (WUS). atien., Rusmiati., Pinem, Saroha.
https://www.slideshare.net/Afda Pelayanan Keluarga Berencana.
nPMIKabBogor/ppt-promkes. Cetakan ke-2. Jakarta. Trans
Diakses tanggal 4 Desember Info Media; 2016
2017
Wawan, A dan Dewi, M. 2016. Teori
Sari, RN. 2015. Gambaran dan Pengukuran Pengetahuan
Pengetahuan PUS tentang Alat Sikap dan Perilaku Manusia.
Kontrasepsi Implant di BPM Yogyakarta : Nuha Medika
Haryati, SST Madiun.
http://www.akbidmuhammadiya Thoyyib, TQ. Windarti, Yunik. 2012.
hmadiun.ac.id/backsite/file_dow Hubungan Antara Tingkat
nload/Penelitian%20Rury%20N Pengetahuan Tentang Implant
arulita%20Sari_PUS_Implant.pd Dengan Pemakaian Kontrasepsi
f. Diakses tanggal 4 Desember Implant Pada Akseptor Di BPS
2017 Ny. Hj. Farohah Desa Dukun
Gresik.
Saryono. Aggraini MD. 2016. journal.unusa.ac.id/index.php/jh
Metodologi Penelitian Kualitatif s/article/view/128. Diakses
dan Kuantitatif dalam Bidang tanggal 4 Desember 2017
Kesehatan. Yogyakarta:
Nuhamedika

11
Jurnal Maternitas Kebidanan, Vol 3, No. 1, April 2018
ISSN 2599-1841
http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php?journal=Jumkep

12