Sie sind auf Seite 1von 19

“PENGGUNAAN RAGAM BAHASA

MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JERMAN”

Kunu Hanna Grietje


Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP Unpatti
Marina Rut Madarch Warkor
Alumnus Program Studi pendidikan Bahasa Jerman FKIP Unpatti

Abstrak.Diese Forschung untersucht zuerst welche Sprachvarietäten die


Studenten an der Deutscheabteilung verwenden. Danach wird untersucht
welche Faktoren die Sprachvarietäten der Studenten beeinflussen. Die
Studie wurde an der Fakultӓt für Lehrerausbildung und
Erziehungswissenschaft an der Pattimura Universitӓt in Ambon im Lehrjahr
2015/2016 durchgeführt. Forschungsdaten wurden mithilfe von Fragebögen
von 20 Studierenden erhoben, die am Unterrichtsfach Linguistik I bis
Linguistik III teilnahmen. Die Daten wurden durch eine Analyse-Technik
nach folgenden Schritten bearbeitet: Daten Reduktion, Daten Form (Daten
Entfaltung) und Daten-Verifikation bzw. Datenzusammenfassung. Die
Ergebnisse der Forschung zeigen, dass die Studenten und Studentinnen
Schwierigkeiten haben Sprachvarietäten zu verwenden. Aus den
Analyseergebnissen laesst sich ablesen, dass (1) die Muster der
Sprachvarietäten von den Studenten und Studentinnen oft einen offiziellen
Charakter haben (Sprachstil). In Alltagssituationen oder innerhalb der
Peergroups verwenden sie aber auch die Alltagssprache und Jugendsprache
als Sprachvarietät. Erkennbar war, dass in Alltagssituationen und
Situationen in der Peergroup es Generalisierungen gab.(2) Welche Faktoren
beeinflussen die Verwendung von Sprachvarietäten. Die Untersuchung hat
gezeigt, dass das sprachliche Vorwissen der Studenten und Studentinnen
eingeschraenkt ist und deshalb werden wenig Sprachvarietäten benutzt. Der
kulturelle Hintergund vieler Studenten von den Molukken beeinflusst die
Verwendung von Sprachvariaetaeten. Als Beispiel wird das Bergruessungs-
Ritaual auf den Molukken gegeben. Bei der Begrüβungen werden die
aelteren Leute sehr geachtet, deswegen verwenden die Studenten und
Studentinnen oft eine offizielle Sprachvarietät und keine Jugendsprache. Die
Ergebnisse zeigen auch, dass bei der Verwendung der Jugendsprache
Generalisierungen stattfinden, weil es keine Begrenzungen bei der
Verwendung gibt.
Schlüsselwörter : Sprachvariaetaet, Kentextualisierte Sprachanwendung

Pendahuluan
Bahasa merupakan sarana untuk saling memahami. Dengan adanya
komunikasi yang digunakan manusia bahasa, terjadilah interaksi yang akan
42 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

menimbulkan sosialisasi sebagai akibat sopan adalah bahasa yang digunakan


dari rasa paham pada maksud dan tujuan pada konteks resmi, karena secara
setiap individu.Sebagai alat komunikasi gramatikal ujaran yang digunakan
yang utama, bahasa hendaknya dapat adalah benar dan secara konteks sudah
dipahami dengan baik. Sebuah tepat karena sesuai dengan konteks
komunikasi yang baik, bergantung pada penggunaannya.
dua unsur yang harus dipahami oleh Untuk dapat memahami unsur
pihak yang berkomunikasi, baik bahasa yang baik dan benar tersebut,
pembicara maupun lawan bicara, bahwa maka pembicara dan lawan bicara harus
bahasa itu sendiri jika digunakan dalam memahami konteks dan ujaran yang
berkomunikasi haruslah merupakan digunakan dalam berkomunikasi.Ujaran
bahasa yang “baik dan benar”. Bahasa adalah bentuk dasar dari bahasa yang
yang baik artinya bahasa yang merupakan tutur kata atau tuturan yang
digunakan sesuai dengan aturan tata kita gunakan sehari-hari, sedangkan
bahasa yang berlaku dalam bahasa itu konteks adalah situasi tuturan saat
sendiri, sedangkan bahasa yang benar berkomunikasi.Untuk memahami kedua
artinya bahasa yang digunakan sesuai hal tersebut, diperlukan pemahaman
dengan konteks pembicaraan saat itu. bagaimana penggunaan ragam bahasa
Sebagai ilustrasi konsep bahasa yang yang baik dan benar dalam ber-
baik dan benar dalam berkomunikasi komunikasi.Ragam bahasa sendiri ada
dapat jelaskan melalui contoh berikut: sebagai akibat dari adanya keberagaman
Pada konteks auf der Straβe, seseorang sosial penutur bahasa itu sendiri,
sedang berada di kota yang belum keragaman fungsi bahasa, serta dapat
pernah ia datangi sebelumnya dan diklasifikasikan berdasarkan adanya
sedang mencari alamat sebuah pusat keragaman sosial dan fungsi kegiatan
perbelanjaan, dia hendak bertanya pada dalam masyarakat sosial. Ada begitu
orang yang ditemui di jalan tersebut, banyak ragam bahasa, namun penulisan
maka harusnya ia menggunakan Ragam ini hanya difokuskan pada penggunaan
resmi; Entschuldigen Sie, ich mӧchte ragam bahasa dari segi keformalan, yang
zum Einkaufzentrum gehen, aber ich terdiri dari lima ragam, namun hanya
weiβ nicht wo es ist, könnten Sie mir dibatasi pada tiga ragam saja yaitu;
zeigen, wo die Einkaufzentrum ist? Hal Ragam resmi, ragam santai, ragam akrab.
ini demikian karena dalam konteks ini, Ragam resmi adalah ragam bahasa yang
jika kita meminta seseorang melakukan dipakai dalam pidato-pidato resmi, rapat
sesuatu kepada kita, kita harus dinas, ceramah keagamaan, buku-buku
memintanya dengan sopan, apalagi jika pelajaran atau rapat resmi pimpinan
kita belum saling mengenal dan baru suatu badan. Ragam santai adalah ragam
pertama kali bertemu, kita harus bahasa santai antarteman atau dengan
menggunakan ragam resmi, karena jika keluarga dalam berbincang-bincang,
kita menggunakan ragam akrab atau berekreasi, berolahraga, dan sebagainya.
santai pada orang yang belum kita kenal Ragam akrab adalah ragam bahasa yang
dianggap tidak sopan, bahasa yang biasa digunakan oleh penutur yang
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 43

hubungannya sudah akrab, seperti antar dan bertanya tentang tugas yang
anggota keluarga atau antar teman yang diberikan oleh dosen karena dia absen di
sudah karib, sehingga sudah ada saling hari sebelumnya.Dalam situasi ini,
pengertian dan pengetahuan satu sama ragam yang harusnya digunakan adalah
lain, karenanya ragam ini ditandai ragam akrab; Hausaufgabe, haben
dengan penggunaan bahasa yang tidak wir?Karena percakapan terjadi hanya
lengkap, pendek-pendek dan dengan antar teman sehingga sudah seharusnya
artikulasi yang seringkali tidak jelas. menggunakan ragam akrab.Namun
Program Studi Pendidikan Bahasa terkadang mahasiswa juga mengguna-
Jerman ber-upaya membantu mahasiswa kan ragam resmi dalam situasi tersebut;
memahami ragam bahasa serta Guten Morgen liebe Freunde, dürfte ich
pemahaman konteks dan cara eine frage stellen, haben wir gestern
mengaplikasikannya dalam Hausaufgabe?Tentu saja penggunaan
berkomunikasi melalui mata kuliah ragam ini tidak tepat karena tidak sesuai
linguistik. Meskipun sudah diupayakan konteks pembicaraan dan juga sangat
mata kuliah yang diharapkan mampu tidak berterima karena secara gramatikal
meningkatkan kemampuan berkomu- ujaran tersebut benar, namun secara
nikasi yang sesuai dengan konteks konteks ragam tersebut tidak tepat.Hal
pembicaraan, namun pada kenyataannya inilah yang menyebabkan sehingga
mahasiswa Program Studi Pendidikan penulis tertarik untuk meneliti tentang
Bahasa Jerman belum mampu berkomu- “Penggunaan Ragam Bahasa di Kala-
nikasi dengan baik sesuai dengan ngan Mahasiswa Program Studi Pen-
konteks.Ini terlihat dalam situasi didikan Bahasa Jerman Universitas
misalnya, saat mahasiswa bertemu Pattimura Ambon”.
dengan teman seangkatannya di kampus

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan ragam bahasa mahasiswa Program Studi
pembatasan masalah di atas, maka Pendidikan Bahasa Jerman? 2. Faktor-
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai faktor apa saja yang mempengaruhi pola
berikut: 1. Bagaimana pola penggunaan penggunaan ragam bahasa mahasiswa?

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah kalangan Mahasiswa Program Studi
untuk mengetahui dan menganalisis Pendidikan Bahasa Jerman dalam
sejauh mana penggunaan ragam bahasa berkomunikasi.
yang tepat sesuai konteks ujaran di

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan tipe berdasarkan kuisioner yang dikumpul-
penelitian deskriftif analitik, yakni kan dari mahasiswa tentang penggunaan
mendeskripsikan, menggambarkan, ragam bahasa.Teknik pengumpulan data
menjabarkan serta menguraikan data yang digunakan untuk penelitian ini
44 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

adalah non-test, yaitu melalui kuisioner Jerman semesterVI, Tahun Akademik


yang dibagikan kepada Mahasiswa 2015/2016, dengan jumlah 20 responden.
Program Studi Pendidikan Bahasa

Landasan Toeri
Ada beberapa hal yang penulisanini, yakni Bahasa, komunikasi,
berhubungan dengan landasan teori yang Ragam Bahasa, tindak Tutur dan
digunakan dalam mendukung kesantunan.

Hakikat Bahasa Sebagai Alat Komunikasi


Bahasa merupakan sistem wa suatu pikiran, suatu makna, atau
lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, suatu pesan dianut secara sama. Menurut
produktif, dinamis, beragam dan manu- Chaer dan Leonie (2010: 17) dalam
siawi (Chaer dan Leonie “Sosiol- setiap proses komunikasi harus terdapat
inguistik”, 2010: 11).Sosiolinguistik tiga komponen, yakni: (1) Pihak yang
memandang bahasa sebagai tingkah laku berkomunikasi (partisipan), (2) Infor-
sosial (social behavior) yang dipakai masi yang dikomunikasikan, (3) Alat
dalam komunikasi sosial.Bahasa yang digunakan dalam komunikasi.
mempunyai dua aspek mendasar yaitu Sebuah komunikasi dapat terjadi bila
bentuk, baik bunyi dan tulisan maupun ada pengirim pesan, penerima pesan,
strukturnya dan makna, baik leksikal serta pesan yang akan disampaikan.
maupun fungsional dan struktural Sebuah komunikasi hanya dapat ber-
(Nababan 1984: 13).Komunikasi terima apabila pengirim dan penerima
(communication “Inggris) berasal dari pesan dapat saling memahami dan itu
kata Latin communis yang berarti hanya terjadi jika pengirim dan pe-
“sama” communico,communicatio, co- nerima pesan menggunakan bahasa yang
mmunicare yang berarti membuat yang sama. Secara umum dapat disimpulkan
sama(to make common).Istilah-istilah bahwa bahasa merupakan alat vital
tersebut selanjutnya dikembangkan dalam berkomunikasi dan merupakan
untuk memberikan sebuah pengertian sarana agar pihak yang berkomunikasi
tentang komunikasi. Komunikasi di- dapat saling memahami sehingga antar
definiskan secara luar sebagai sebuah pengirim pesan dan penerima pesan
proses pertukaran informasi antar dapat mengkomunikasikan pesan yang
individual melalui bahasa, baik bahasa akan disampaikan dengan baik dan
lisan, tulisan maupun melalui bahasa benar.
isyarat. Komunikasi menyarankan bah-

Hakikat Ragam Bahasa


Dalam praktek pemakaiannya, berbeda-beda. Mustakim dalam (Rokh-
pada dasarnya memiliki bermacam man 2013:15). Kartomihardjo (1988: 23)
ragam.Maksud ragam dalam konteks ini menyebutkan ragambahasa sebagai
adalah variasi pemakaian bahasa yang suatu piranti untuk menyam-
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 45

paikan makna sosial atau artistik yang ragam santai, ragam akrab. Keempat,
tidak dapat disampaikan melalui kata- variasi dari segi sarana, yang dibedakan
kata dengan makna harafiah (Rokhman menjadi ragam lisan dan ragam tulis
2013: 15). Hartman dan Stork (1972) (Sosiolingustik Chaer dan Leonie,( 2010;
dalam Chaer dan Leoni,( 2010: 62) 62-72). Menurut Martin Joos (1967)
membedakan variasi bahasa berdasarkan dalam bukunya The Five Clocks yang
kriteria; (a) latar belakang geografi dan dikutip dari Nababan “Sosio-ligustik”
sosial penutur (b) medium yang (1984; 22) membagi fungsiolek bahasa
digunakan dan (c) pokok pembicaraan. inggris berdasarkan tingkat formalitas
Halliday (1990) dalam Chaer dan Leoni atas lima tingkat atau yang disebut
(2010: 62), mem-bedakan variasi bahasa sebagai style (gaya bahasa) yaitu: a)
berdasarkan (a) pemakai yang disebut Frozen (ragam beku) ragam bahasa yang
dialek dan (b) pemakaian yang disebut paling resmi digunakan dalam situasi-
register.Sedangkan Mc David (1969) situasi khidmat dan upacara-upacara
dalam Chaer dan Leonie (2010: 62), resmi; b) Formal (ragam resmi) ialah
membagi variasai bahasa berdasarkan (a) ragam bahasa yang dipakai dalam pidato
dimensi regional (b) dimensi sosial dan resmi, rapat dinas atau rapat resmi
(c) dimensi temporal.keempat teori di pimpinan satu badan; c) Consultative
atas digunakan sebagai penunjang dalam (ragam usaha) adalah ragam bahasa
penulisan ini. Faktor-faktor yang me- yang sesuai dengan pembicaraan-
nyebabkan timbulya keragaman ba-hasa, pembicaraan biasa di sekolah, per-
diantaranya: a) Faktor budaya atau letak usahaan dan rapat-rapat usaha; d)
geografis, b) Faktor ilmu penge-tahuan, Casual (ragam santai) adalah ragam
c) Faktor sejarah.Hal inilah yang bahasa santai antar teman dalam
menyebabkan ragam bahasa sangat berbincang-bincang, rekreasi, berolah-
banyak. Ragam bahasa atau variasi raga dan sebagainya; e) Intimate (akrab)
bahasa dapat dibedakan berdasarkan: adalah ragam bahasa antar anggota yang
Pertama, variasi dari segi penutur, yang akrab dalam keluarga atau teman-teman
mencakup; idiolek, dialek, kronolek dan akrab yang tidak perlu berbahasa secara
sosiolek yang di dalamnya terdapat lengkap dengan artikulasi yang terang
variasai bahasa yang berkenan dengan tetapi cukup dengan ucapan yang
tingkat, golongan, status dan kelas sosial pendek-pendek.Karena ada begitu
penuturnya, yaitu; akrolek, basilek, banyaknya ragam bahasa yang sudah
vulgar, slang, kolokial, jargon, argot dan dijabarkan diatas, maka penulisan ini
ken. Kedua, variasi dari segi pemakai, hanya difokuskan pada bentuk tiga
yang berkenan dengan peng-gunaannya ragam saja yakni; Ragam resmi, ragam
atau fungsinya yang disebut fungsiolek santai, ragam akrab. Ragam resmi
atau yan lazim disebut register. Ketiga, adalah ragam bahasa yang dipakai
variasi dari Segi Keformalan, yang dalam pidato-pidato resmi, rapat dinas,
dibagi ke dalam lima bentuk, yaitu; ceramah keagamaan, buku-buku
Ragam baku, ragam resmi, ragam usaha pelajaran atau rapat resmi pimpinan
atau disebut juga ragam konsultatif, suatu badan.Ragam santai adalah
46 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

ragam bahasa santai antar teman atau b)Entschuldigung, ich möchte auf die
dengan keluarga dalam berbincang- Toilette gehen (ragam santai), c)
bincang, berekreasi, berolahraga, dan Dringend, ich muss auf dem Klo gehen.
sebagainya. Ragam akrab adalah ragam (ragam akrab). Dari ketiga contoh ujaran
bahasa yang biasa digunakan oleh di atas dapat kita lihat ketiga bentuk
penutur yang hubungannya sudah akrab, ujaran berdasarkan masing-masing
seperti antar anggota keluarga atau antar ragam, dimana dalam situasi ini,
teman yang sudah karib, sehingga sudah harusnya ujaran a) yang digunakan
ada saling pengertian dan pengetahuan karena situasinya resmi.Dalam situasi
satu sama lain, karenanya ragam ini ini, jika komunikasi terjadi antar
ditandai dengan penggunaan bahasa mahasiswa dengan mahasiswa saja,
yang tidak lengkap, pendek-pendek dan maka dapat digunakan ujaran b) yaitu
dengan artikulasi yang seringkali tidak ragam santai, jika mereka tidak terlalu
jelas. akrab dan c) yaitu ragam akrab, jika
Penggunaan ujaran pada ketiga mereka adalah teman baik.Namun
ragam tersebut, jika berada dalam karena komunikasi yang terjalin antar
sebuah konteks atau situasi, misalnya mahasiswa dengan dosen, maka sudah
pada situasi di dalam kelas saat jam seharusnya ragam resmi yang di-
kuliah dan anda harus ke toilet, ujaran gunakan.Teori Joos digunakan dalam
yang harus anda gunakan saat meminta penulisan ini sebagai acuan untuk
izin pada dosen anda; a) Entschuldigen menentukan penggunaan bahasa yang
sich mich bitte Herr/Frau, darf ich auf tepat dan benar dalam menggunakan
die Toilette gehen? (ragam resmi), variasi bahasa itu sendiri.

Hakikat Tindak Tutur


Tindak tutur merupakan gejala act), tindak ilokusi (ilocutionary act),
individual, bersifat psikologis dan dan tindak perlokusi (perlocutionary
keberlangsungannya ditentukan oleh act). Wijana, 1996: 17-20 (dalam F.X
kemampuan bahasa si penutur dalam Nadar “Pragmatik dan Pengajaran
menghadapi situasi tertentu (Chaer dan Pragmatik”, 2013: 15) mengemukakan
Leoni, 2010: 50). Dalam buku Speech bahwa pada hakekatnya ketiga tindakan
Act and Essay in the Philosophy of tersebut dapat dijelaskan sebagai
Language, Searle (1969; 23-24), tindakan untuk menyatakan sesuatu ‘an
mengemukakan bahwa secara prakmatis act of saying something,tindakan untuk
setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan melakukan’sesuatu ‘an act of doing
yang dapat diwujudkan oleh seorang something’dan tindakan
penutur, yaitu tindak lokusi (locutionary untukmempengaruhi ‘an act of effecting
someone’. Dari ketiga jenis tindak tutur dalam arti berkata atau tindak tutur
yang telah diidentifikasi di atas, maka dalam bentuk kalimat yang bermakna
akan dijabarkan satu per satu sebagai dan dapat dipahami. b. Tindak Tutur
berikut: a. Tindak Tutur Lokusi Tindak Ilokusi Tindak ilokusi adalah tindak
lokusi adalah tindakan yang menyatakan tutur yang biasanya diintifikasikan
sesuatu (an act of saying something) dengan kalimat performatif yang
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 47

eksplisit. Tindak tutur ilokusi ini 2010:172). Oleh karena itu, etika
biasanya berkenan dengan pemberian berbahasa antara lain akan mengatur; (a)
izin, mengucapkan terima kasih, apa yang akan kita katakan pada waktu
menyuruh, menawarkan dan dan keadaan tertentu kepada lawan
menjanjikan.Kalau tindak tutur ilokusi bicara kita berkenan dengan status sosial
hanya berkaitan dengan makna, maka dan budaya dalam lingkungan
makna tindak tutur ilokusi berkaitan masyarakat tempat kita berinteraksi; (b)
dengan nilai, yang dibawakan Ragam bahasa apa yang paling wajar
preposisinya.c. Tindak Tutur Perlokusi kita gunakan dalam sosiolinguistik dan
Tindak tutur perlokusi adalah tindak budaya tertentu; (c) kapan dan
tutur yang berkenan dengan adanya bagaimana kita menggunakan giliran
ucapan orang lain sehubungan dengan bicara kita, dan menyela pembicaraan
sikap dan perilaku nonlingustik dari orang lain; (d) kapan kita harus diam: (e)
orang lain. bagaimana kualitas suara dan sikap fisik
Dalam berkomunikasi kita juga kita dalam berbicara. Kajian teori di atas
perlu memperhatikan etika atau dijadikan patokan untuk mendukung
kesantunan berbahasa.Etika berbahasa penulisani ini yang secara garis besar
juga berkaitan erat dengan pemilihan membahas tentang Ragam Bahasa yang
kode bahasa, norma-norma sosial dan benar dan tepat dalam berkomunikasi di
sistem budaya yang berlaku dalam satu kalangan mahasiswa Program Studi
masyarakat (Chaer dan Leonie, Pendidikan Bahasa Jerman.

Pembahasan
Deskripsi dan Analisis Data yang ragam bahasa tersebut, yakni ragam
dideskripsikan dalam hasil penelitian ini resmi, ragam santai dan ragam akrab.
adalah tentang data ragam bahasa Data ini dideskripkan berdasarkan data
menurut variasi dari segi keformalan, hasil analisis yang diperoleh dari
yaitu ragam baku, ragam resmi, ragam kuisioner berisi 15 pertanyaan dengan
usaha atau ragam konsultatif, ragam masing-masing 3 pilihan, yaitu: a)
santai dan ragam akrab, Martin Joos ragam akrab, b) ragam santai, dan c)
(1967:70-72). Mengingat tidak semua ragam resmi. Kuisioner ini diisi oleh 20
ragam bahasa ini selalu digunakan responden dan dianalisa menurut
dalam berkomunikasi, maka data yang konteks dan pernyataan yang digunakan.
dianalisis hanya berdasarkan tiga jenis
Ada delapan pernyataan yang penggunaannya. Ada sepuluh konteks
digunakan, yaitu: 1) memberi salam, 2) yang digunakan ini, yaitu: 1) saat di
meminta maaf, 3) bertanya, 4) rumah, 2) di jalan, 3) saat berbelanja, 4)
menyuruh, 5) menyarankan, 6) saat bertelpon, 5) di kafe, 6) di toko
menginformasikan, 7) meminta buku, 7) di restoran, 8) di kampus, 9)
perbaikan pada dosen, dan 8) memesan saat belajar di kelas, dan 10) pada
makanan di restoran, yang akan seminar.Deskripsi di atas digambarkan
disesuaikan dengan konteks dalam tabel berikut:
48 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

Tabel 1. Tabel Keterangan ragam Bahasa


Sprech- Nummer Sprach-
Nr Frage Konteks
handlung des frages varietät
1. Auffordern 1 1) Sie möchten ihre Zu Hause Intime
Hausaufgabe machen, aber Sprachvarietät
ihre kleine Geschwister
sind zu laut beim Spielen
und macht Lärm im
ganzen Haus. Sie können
nicht auf ihre
Hausaufgaben
Konsentrieren.Wie sollen
Sie für ihre Geschwister
auffordern?
a. Sei ruhig.
b. Ihr sollt ruhig sein.
c. Könntet ihr villeicht
einbischen ruhig, bitte!
2. Sich 2 2) Wenn Sie ihre beste Auf der Intime
begrüβen Freunde auf der Straβe Straβe Sprachvarietät
treffen, wie sollen Sie ihre
Freunde begrüβen. Wie
drücken Sie sich aus?
a. Hei, Kumpel!
b. Hallo, lange nicht
gesehen.
c. Hallo, lange nicht
gesehen. Es ist gut,
dass ich Ihnen wieder
zu sehen.
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 49

3. Fragen 3, 4, 3) Sie wollen zu einer Party Beim Intime


6, 7, 10 gehen, aber Sie wissen Einkaufen Sprachvarietät
nicht, was Sie anziehen
sollen. Sie gehen mit ihrer
Freundin um Kleid zu
Kaufen, weil Sie Rat von
ihrer Freundin braucht.
Wie fragen Sie nach einem
Ratschlag?
a. Welches Kleid passt
gut zu mir?
b. Können Sie mir sagen,
welches Kleid zu mir
passt?
c. Könnten Sie mir
Vorschlag geben,
welches Kleid zu mir
passt?
4) Sie möchten mit ihrem
Schätzen am Wochenende Beim
in einen Café Rondewu Telefon
haben. Sie möchten ihrem Intime
Schätzen anrufen und Sprachvarietät
fragen, ob sie Zeit haben.
Wie drücken sie sich aus?
a. Hallo Schatzi, hast du
am Wochenende Zeit?
b. Hallo Scahtzi, hast du
am Wochenende Zeit,
willst du mit mir
gehen?
c. Hallo Schatzi, ich
hoffe, dass Sie am
Wochenende Zeit
haben? Wollen Sie mit
mir zum Café gehen?
6) Sie sind neue gekommen
in Ambon und möchten
zum Mardikamarkt gehen,
aber Sie wissen nicht wo
der Mardikamarkt ist. Sie Auf der
fragen die Leute, die Sie
50 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

auf der Straβe treffen, um Straβe


helfen zu bitten.
a. Hilfst mir!
b. Hallo, können Sie mir Casuale
Mardikamarkt zeigen? Sprachvarietät
c. Entschuldigen Sie mich
bitte, könnten Sie mir
Mardikamarkt zeigen?
7) Sie sind bei einer
Buchhandlung. Sie haben
sich an einem Buch darauf
interessieren und möchten
es kaufen, aber da steht
kein Preiszettel auf. Sie
möchten für die
Angestellte fragen. Wie In Buch-
drücken Sie sich aus? handlung
a. Was kostet es?
b. Entschuldigung, wie
viel kostet dieses Buch?
c. Entschuldigen Sie mich
bitte, könnten Sie mir Casuale
sagen, wie viel kostet Sprachvarietät
dieses Buch?
10) Sie möchten einen
Termin für eine Beratung
mit Ihrem Mentor haben.
Sie möchten wissen, ob
ihr Mentor Zeit hat. Wie
drücken Sie sich aus?
a. Haben Sie Zeit?
b. Entschuldigung
Herr/Frau, haben Sie An der Uni
Zeit?
c. Entschuldigungen Sie
mich bitte Herr/Frau,
haben Sie Zeit?

Casuale
Sprachvarietät
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 51

4. Su\ich 5, 12.14 5) Sie sind jetzt in Café mit im Café Intime


Entschuldigen ihrem Schätzen. Ihr seid Sprachvarietät
jetzt beim plaudern, aber
Sie haben plötzlich einen
Anruft und Sie mussen
diesen Anruft antworten.
Wie drücken Sie sich aus?
a. Eine Moment, bitte!
b. Entschuldigung, ich
habe einen Anruft. Eine
Moment, bitte.
c. Enschuldigung Sie
mich bitte, ich habe
einen Anruft. Ich werde
ihnen für einige
Minuten lassen.
12) Sie sind zu spät in die
Klasse gekommen. Wie
entschuldigen Sie sich Beim
bei Ihrem Dozenten? unterrichtht
a. Ich war im Stau, es Offizielle
tut mir leid. Sprachvarietät
b. Es tut mir leid, dass
ich zu spat komme.
Ich war im Stau
gespert.
c. Ich bitte um
52 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

Entschuldigung
Herr, ich bin zu spät
gekommen, weil ich
im Stau gespert.
14) Im Unterricht haben Sie
plötzlich
Bauchschmerzen und
mussen auf die Toilette
gehen. Wie drücken Sie
sich aus? Beim
a. Ich gehe Toilette. Unterricht
b. Herr/Frau, ich muss Offizielle
auf die Toilette gehen. Sprachvarietät
c. Entschuldigen Sie
mich bitte Herr/Frau,
ich muss auf die
Toilette gehen.
5. Essen 8 8) Sie haben Mittagsessen bei Im Casuale
bestellen einem Restaurant und Restaurant Sprachvarietät
möchten Essen bestellen.
Wie drücken Sie sich aus?
a. Die Speisekarte, bitte!
b. Entschuldigung, die
Speisekarte, bitte!
c. Entschuldigen Sie bitte,
ich möchte Essen
bestellen, die
Speisekarte bitte.
6. Informieren 9, 15 9) Gestern war ihre Freundin Beim Casuale
nicht zur Uni gekommen. Unterricht Sprachvarietät
Sie haben bei Ihrem
Dozent Hausaufgabe
gehabt, Sie möchten die
Information für ihre
Freundin ausrichten. Wie
drücken Sie sich aus?
a. Wir haben
Hausaufgabe.
b. Ich möchte nur
informieren, dass wir
von gestern
Hausaufgabe haben.
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 53

c. Entschuldigen Sie mich


bitte, ich möchte nur
informieren, dass wir
von gestern
Hausaufgabe haben.
15) Die Unterrichtszeit ist
um und Sie wollen
Ihren Dozenten darauf
aufmerksam machen. Beim 8Offizielle
Wie drücken Sie sich Unterricht Sprachvarietät
aus?
a. Die Zeit ist um.
b. Herr, ich glaube die
Zeit ist um.
c. Entschuldigen Sie
mich bitte Herr, ich
möchte nur sagen,
dass die Zeit schon
um ist.

7. Verbesserung 11 11) Sie haben bei der Prüfung An der Uni Offizielle
bitten schlechte Noten Sprachvarietät
bekommen und Sie
wollen die Noten
verbessern. Wie sollen
Sie um Verbesserung
bitten?
a. Ich möchte meine
Noten verbessern.
b. Herr/Frau, darf ich
meine Noten
verbessern?
c. EntschuldigenSie
mich bitte Herr/Frau,
ich habe schlechte
Noten bekommen.
Dürfte ich die
Notenverbessern.
8. Vorschlagen 13 13) Sie sind bei einem Bei Offizielle
Forschung Seminar von Seminar Sprachvarietät
ihre Senioren. Sie haben
54 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

nicht der Meinung von


ihre Senioren verstanden,
weil Sie zu schnell
geredet sind. Sie
möchten verbesserung
vorschlagen. Wie
drücken Sie sich aus?
a. Langsam bitte!
b. Redet bitte nicht zu
schnell.
c. Entschuldigen Sie
mich bitte, können Sie
vielleicht einbischen
langsamer sprechen.

Pembuatan kuisioner berdasar- bahasa, sehingga mudah


kan kenyataan riil yang terjadi di dipahami.Jumlah tabel yang dianalisa
lapangan, yakni dalam kehidupan sebanyak pertanyaan yang terdapat
sehari-hari mahasiswa, dimana dia dalam kuisioner, yaitu sebanyak 15 tabel
berkomunikasi, dengan siapa dia ber- yang dianalisis satu-persatu sesuai
komunikasi dan apa yang dikomu- Konteks dan Ausdrücke masing-masing
nikasikan, menjadi patokan utama dalam perta-nyaan.Namun dalam penulisan ini
penulisan ini. Data diuraikan dalam hanya akan ditampilkan 3 contoh yang
bentuk tabel, yang digambarkan dalam diambil dari masing-masing Ragam
tabel kecenderungan penggunaan ragam Bahasa.

Tabel 2.Kecenderungan pilihan Ausdrücke terhadap konteks di jalan atau auf


der Straβe.Menyapa teman baik saat bertemu dengannya di jalan.

Ausdrücke
Hallo, lange nicht
Responden Hallo, lange nicht gesehen. Es ist gut,
Hei, Kumpel!
gesehen. dass ich Ihnen wieder
zu sehen.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 55

8 
9 
10 
11 
12 
13 
14 
15 
16 
17 
18 
19 
20 
Jumlah 7 6 7

Tabel ini merupakan tabel dari berkonsentrasi karena adik-adiknya ribut


pertanyaan nomor 1 yang menggunakan sehingga dia menyuruh mereka diam
ragam akrab dengan konteks yang agar bisa berkonsentrasi.Pada konteks
dianalisis yaitu di rumah (zu Hause), ini, ragam yang seharusnya digunakan
Ausdruck yang digunakan yaitu me- adalah ragam akrab karena hubungan
minta supaya diam (auffordern). Situasi antar penutur sangat akrab yaitu
yang terjadi pada pertanyaan nomor 1 keluarga dan saat itu mereka sedang di
ini adalah suasana tenang karena sedang rumah.
belajar, namum responden tidak bisa

Tabel 3.Kecenderungan pilihan Ausdrücke terhadap konteks saat di toko buku


atau in Buchhandlung.Menanyakan harga buku.

Ausdrücke
Entschuldigen Sie
Responden Entschuldigung, mich bitte, könnten
Was kostet es? wie viel kostet Si emir sagen, wie
dieses Buch? viel kostet dieses
Buch?
1 
2 
3 
4 
5 
56 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 
14 
15 
16 
17 
18 
19 
20 
Jumlah 2 11 7

Tabel ini merupakan tabel si penjaga toko. Pada konteks ini, ragam
pertanyaan nomor 7 menggunakan ra- bahasa yang seharusnya digunakan
gam santai dengan konteks yang adalah ragam santai karena hubungan
dianalisis yaitu di toko buku (in antar penutur adalah orang asing, namun
Buchhandlung), Ausdruck yang diguna- dalam hal ini mereka hanya berbicara
kan yaitu bertanya (fragen). Pertanyaan seputar tentang harga sebuah buku,
nomor 7 ini dapat dilihat situasinya artinya bahawa hubungan mereka hanya
adalah dia sedang berada di toko buku sebatas urusan pembeli dan penjual,
dan tertarik untuk membeli sebuah buku, bukan sebatas hubungan antara bos
namun pada buku tersebut tidak tertera dengan bawahan sehingga dia tidak
harganya sehingga dia bertanya kepada perlu menggunakkan ragam resmi.

Tabel 4. . Kecenderungan pilihan Ausdrücke terhadap konteks pada seminar atau


bei Seminar.Memberi saran pada senior saat seminar.

Responden Ausdrücke
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 57

Entschuldigen Sie mich


Redet bitte nicht
Langsam bitte! bitte, können Sie
zu schnell.
vielleicht einbischen
langsamer sprechen.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
9 
10 
11 
12 
13 
14 
15 
16 
17 
18 
19 
20 
Jumlah 1 2 17

Pertanyaan nomor 13 mengguna- paian materi agak cepat sehingga tidak


kan ragam resmi dengan konteks yang dapat dimengerti.Dia ingin
dianalisis yaitu pada sebuah seminar menginterupsi untuk memberi saran
(beim Seminar), Ausdruck yang diguna- kepada narasumber yang sedang
kan yaitu menyarankan (Vorschlagen). berbicara.Pada situasi ini, ragam bahasa
Pada pertanyaan nomor 13 ini dapat yang seharusnya digunakan adalah
dilihat situasinya adalah dia sedang ragam resmi karena mereka sedang
mengikuti seminar dan seniornya berada dalam situasi resmi.
sebagai narasumbernya, namun penyam-
Setelah memaparkan dan diuraikan 3 contoh tabel dari pertanyaan
mengelompokkan hasil dari 15 nomor 1, nomor 7 dan nomor 13,
pertanyaan kuisioner yang telah ditemui bahwa responden masih salah
diuraikan dalam 15 tabel kecenderung- dalam menggunakan ragam bahasa. Ini
an,yang dalam penulisan ini hanya disebabkan karena kurangnya
58 Tahuri, Volume 14, Nomor 2, Agustus 2017

pemahaman tentang Ragam bahasa, penggunaan ragam bahasa mahasiswa


konteks pembicaraan dan apa yang sangatlah variatif, karena responden
dibicarakannya. Berdasarkan hasil olah belum mampu memilih Ausdrücke yang
data di atas, ditemukan bahwa pola tepat sesuai konteks penggunaannya.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data masing-masing ragam sangatlah
yang dilakukan, maka hasil penelitian variatif.
ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 2. Faktor yang mempengaruhi pola
1. Pola penggunaan ragam bahasa penggunaan ragam bahasa
mahasiswa sangatlah variatif karena responden adalah kurangnya
hampir sebagian besar mahasiswa pemahaman tentang ragam bahasa
belum dapat menggunakan ragam serta faktor budaya orang maluku
bahasa dengan baik dan benar yaitu harus menghormati yang lebih
sehingga ada yang lebih banyak tua sehingga mereka sering
menggunakan pola resmi pada menggunakan ragam resmi dan
konteks santai dan akrab tetapi ada mereka juga belum dapat
juga yang menggunakan ragam membedakan mana ragam akrab
akrab dan santai pada konteks resmi, dan mana ragam santai karena tidak
sehingga presentase pola ada pembatasan untuk kedua
penggunanaan ragam bahasa pada konteks ini dalam berkomunikasi.

Daftar Rujukan
Chaer Abdul dan Agustina Leonie, I Dewa Putu Wijana, 1996.Dasar –
2010.Sosiolinguistik; Dasar Pragmatik. Yogya-
Perkenalan Awal. Jakarta: PT karta: Andi Offset.
Rineka Cipta. Kunjana Rahardi,2005. Pragmatik;
Chaer Abdul,2010. Kesantunan Kesantunan Imperatif Baha-
Berbahasa. Jakarta: PT Rineka sa Indonesia . Jakarta: PT.
Cipta. Gelora Aksara Pratama.
F.X. Nadar, 2013. Pragmatik dan Linke, Nussbaumer und Portman.1991.
Penelitian Pragmatik. Reihe Germanistis-tische
Yogyakarta: Graha Ilmu. Linguistik – Studienbuch
Henry Guntur Tarigan, Linguistik. Tübingen: Max
1993.Pengajaran Gramatik. Niemeyer Verlag GmbH &
Bandung: Angkasa. Co.KG.
Mecham, Marjoe and Janie Rees- Rokhman Fathur, 2013. Sosiolinguis-
Miller.(2010). Language in tik; Suatu Pendekatan
social kontexts.In Pembelajaran Bahasa
linguistics.PP.537-590. dalamMasyarakat
Boston: Bedford/St Martin’s. Multikultural. Yogjakarta:
Graha Ilmu.
Kunu & Warkor, Penggunaan Ragam Bahasa ---- 59

Subyakto-Nababan, 1999.Analaisis Bahasa: Edisi pra


wacana dan Pengajaran penerbitanIKIPJAKARTA.