Sie sind auf Seite 1von 41

HASIL UAS PKN KLS X

NO Timestamp Score Nama Lengkap Kelas / Jur kesadaran mengatur


1 12/8/2020 9:30:04 18 / 135 Revriyansyah Nasibu X / TKJ Genootschap
2 12/8/2020 9:30:50 14 / 135 Aisa Yasin Abas X / TKJ Democratishe natie
3 12/8/2020 9:31:22 12 / 135 Freska Octavianto Adam X / TKJ Reich
4 12/8/2020 9:32:09 10 / 135 MOH.NOVAL HASAN X / TKJ Staat
5 12/8/2020 9:40:05 8 / 135 Indramin abdullah X / TKRO Genootschap
6 12/8/2020 9:48:43 10 / 135 Rafli mooduto X / TKRO Staat
7 12/8/2020 9:49:17 24 / 135 Syarif Yusuf Dalanggo X / TKJ Staat
8 12/8/2020 9:51:25 14 / 135 Aldi Sigu X / TKRO De jure
9 12/8/2020 9:51:52 30 / 135 firman saima X / TKJ Reich
10 12/8/2020 9:54:00 14 / 135 Juriyati hudi X / TKJ Democratishe natie
11 12/8/2020 9:56:32 12 / 135 ILHAM TADULO X / TKRO De jure
12 12/8/2020 9:59:26 38 / 135 Nur Liyani Lagandja X / TKJ Staat
13 12/8/2020 9:59:57 12 / 135 Meilan antuke X / TKJ Staat
14 12/8/2020 10:01:56 18 / 135 Moh duta ariel yasin X / TKRO De jure
15 12/8/2020 10:05:17 38 / 135 Sahrul Ramadan Abudi X / TKJ Staat
16 12/8/2020 10:07:20 34 / 135 Virend adisastro igirisa X / TKRO De jure
17 12/8/2020 10:07:44 34 / 135 Irna s kilo X / TKJ Staat
18 12/8/2020 10:08:35 14 / 135 Nursela Rasyid X / TKJ De jure
19 12/8/2020 10:10:20 26 / 135 Musa y ibrahim X / TKRO De jure
20 12/8/2020 10:11:18 10 / 135 Ferdi y. Hursan X / TP Genootschap
21 12/8/2020 10:15:32 20 / 135 Amin Ahmad X / TKRO Genootschap
22 12/8/2020 10:16:38 16 / 135 Dion Musa X / DPIB Genootschap
23 12/8/2020 10:17:37 10 / 135 Abdul karim ahili X / BKP Staat
24 12/8/2020 10:19:12 12 / 135 Usman Raditya Mohamma X / BKP Genootschap
25 12/8/2020 10:20:19 4 / 135 Abdullah R Gani X / BKP Reich
26 12/8/2020 10:21:48 20 / 135 Idris djuma X / TKRO Democratishe natie
27 12/8/2020 10:22:56 4 / 135 Khairunnisa Moito X / DPIB Genootschap
28 12/8/2020 10:23:32 14 / 135 Ferdinan Mustapa X / BKP Democratishe natie
29 12/8/2020 10:24:16 18 / 135 Riyon Abdullah X / BKP Reich
30 12/8/2020 10:25:20 18 / 135 Moh Andreyansah Radjak X / TKRO Reich
31 12/8/2020 10:25:55 24 / 135 Wahyu N. Djafar X / TKRO Staat
32 12/8/2020 10:28:19 22 / 135 ishak ismail X / TKRO De jure
33 12/8/2020 10:28:28 12 / 135 NASIR HASAN X / DPIB De jure
34 12/8/2020 10:30:23 18 / 135 ADRIAN USMAN X / TP Reich
35 12/8/2020 10:31:27 10 / 135 Ismail musa X / BKP Staat
36 12/8/2020 10:32:19 20 / 135 FERDIYANTO ABAS X / TP Staat
37 12/8/2020 10:32:21 14 / 135 Roy Ahaya X / BKP De jure
38 12/8/2020 10:34:06 22 / 135 Nofrin Ali X / BKP Reich
39 12/8/2020 10:34:41 16 / 135 Annisa safitri tomayahu X / TKJ Staat
40 12/8/2020 10:35:49 34 / 135 Paramita Sahrain X / TKJ Democratishe natie
41 12/8/2020 10:36:05 14 / 135 Natalia abas X / TKJ Staat
42 12/8/2020 10:36:40 16 / 135 Satrio Yusuf X / BKP De jure
43 12/8/2020 10:37:09 14 / 135 Abdul Thalib Husain X / BKP De jure
44 12/8/2020 10:40:23 22 / 135 ADAM R ALI X / TP De jure
45 12/8/2020 10:40:57 26 / 135 Rifaldi R Ishak X / TKRO Democratishe natie
46 12/8/2020 10:42:10 36 / 135 Ismail lakoro X / TP Staat
47 12/8/2020 10:42:45 18 / 135 Melki pulubolo X / TP Democratishe natie
48 12/8/2020 10:43:40 16 / 135 Ismail Y. Djafar X / TKRO Staat
49 12/8/2020 10:43:58 12 / 135 Alya arbie X / DPIB Staat
50 12/8/2020 10:44:55 18 / 135 Abdul Rahman Lasoma X / BKP Reich
51 12/8/2020 10:45:32 18 / 135 Abd arif tahir X / TKRO Democratishe natie
52 12/8/2020 10:46:31 6 / 135 Rifli Kadir X / BKP Staat
53 12/8/2020 10:46:32 24 / 135 Shintiya kai X / TKJ Staat
54 12/8/2020 10:47:00 22 / 135 Ishak moohulalo X / TKRO Staat
55 12/8/2020 10:47:04 8 / 135 Usman Raditya Mohamma X / BKP De jure
56 12/8/2020 10:47:48 28 / 135 Rifkiyanto Mosolo X / BKP Democratishe natie
57 12/8/2020 10:48:01 20 / 135 Algian ikano X / TP De jure
58 12/8/2020 10:49:19 20 / 135 Marsanda R Mohamad X / DPIB Staat
59 12/8/2020 10:49:29 10 / 135 Julham Tahir X / BKP Democratishe natie
60 12/8/2020 10:49:39 16 / 135 Abdul Gani pipii X / TP Staat
61 12/8/2020 10:49:48 10 / 135 Iskandar kaluku X / TP De jure
62 12/8/2020 10:49:58 8 / 135 Moh nazril ilham yusuf X / BKP Genootschap
63 12/8/2020 10:50:12 30 / 135 Rismawan imran X / BKP Staat
64 12/8/2020 10:51:09 12 / 135 Akmal hamzah X / BKP Reich
65 12/8/2020 10:52:32 32 / 135 Arul Nusi X / TKJ De jure
66 12/8/2020 10:55:40 28 / 135 Firman Bilontalo X / TP De jure
67 12/8/2020 10:55:53 14 / 135 Rahmawati Abdulhalim X / TKRO De jure
68 12/8/2020 10:55:59 30 / 135 Nurain abdullah X / TKJ De jure
69 12/8/2020 10:57:35 8 / 135 Ariel s, amalale X / TKJ Staat
70 12/8/2020 10:58:25 34 / 135 Rabia saban X / TKJ Democratishe natie
71 12/8/2020 10:59:26 12 / 135 Yahya ali X / BKP Democratishe natie
72 12/8/2020 10:59:35 34 / 135 RAFIKA DJIBU X / TKJ De jure
73 12/8/2020 11:02:08 26 / 135 Haikal Ahmad X / BKP De jure
74 12/8/2020 11:05:12 24 / 135 Ahmad Hasan X / BKP Staat
75 12/8/2020 11:06:06 34 / 135 Novi Nyome X / TKJ Genootschap
76 12/8/2020 11:09:19 26 / 135 Rifaldi Husain Antuke X / BKP Staat
77 12/8/2020 11:09:50 24 / 135 Adriansyah kiu X / TP Genootschap
78 12/8/2020 11:10:27 30 / 135 Mohamad akbar muhayat X / TP De jure
79 12/8/2020 11:11:58 38 / 135 Yuyun Ahmad X / BKP Democratishe natie
80 12/8/2020 11:13:07 36 / 135 Moh. Sidik Arifin X / DPIB Staat
81 12/8/2020 11:14:41 14 / 135 ABDUL WAHAB A AHMADX / TP De jure
82 12/8/2020 11:14:52 32 / 135 Landra Rahim X / DPIB De jure
83 12/8/2020 11:16:07 16 / 135 Rahmemito yusuf X / TP Staat
84 12/8/2020 11:19:42 34 / 135 Mohamad Aditya Hasan X / TKJ De jure
85 12/8/2020 11:20:03 34 / 135 Putri patrisia kei X / TKJ De jure
86 12/8/2020 11:20:23 34 / 135 Aliya Beu X / TKJ De jure
87 12/8/2020 11:20:44 12 / 135 Sartin Rauf Tangoi X / TKJ Genootschap
88 12/8/2020 11:21:53 28 / 135 FAHMID HASAN X / DPIB De jure
89 12/8/2020 11:22:06 4 / 135 Nursucia dunggio X / TKJ Staat
90 12/8/2020 11:23:13 36 / 135 ROMAN ABUBAKAR X / BKP De jure
91 12/8/2020 11:23:34 20 / 135 Dion nusi X / BKP Democratishe natie
92 12/8/2020 11:29:26 26 / 135 Delvi puluhulawa X / DPIB Staat
93 12/8/2020 11:31:46 30 / 135 ABDUL RAHIM ISHAK X / DPIB Staat
94 12/8/2020 11:31:47 26 / 135 Sandi Abdjul X / TKRO Staat
95 12/8/2020 11:33:00 30 / 135 ABDUL RAHIM ISHAK X / DPIB Staat
96 12/8/2020 11:38:34 12 / 135 FITRA MOLINGGOLOR X / DPIB De jure
97 12/8/2020 11:41:34 18 / 135 NurSinta Blongkod X / DPIB Staat
98 12/8/2020 11:42:45 24 / 135 Rafly Yanino X / DPIB Reich
99 12/8/2020 11:45:20 24 / 135 uyun mahadjani X / TP Reich
100 12/8/2020 11:45:21 28 / 135 Yusran Mikradji X / TP Reich
101 12/8/2020 11:50:45 14 / 135 Dimaswit Suleman X / DPIB Genootschap
102 12/8/2020 11:57:22 12 / 135 SONIAWATY Y DJAFAR X / TKJ Democratishe natie
103 12/8/2020 12:03:19 16 / 135 Ekowahyuni Ali X / DPIB Staat
104 12/8/2020 12:22:20 10 / 135 Ibrahim Ali X / DPIB Genootschap
105 12/8/2020 12:22:46 22 / 135 Taufik Djakatara X / TKRO Staat
106 12/8/2020 12:50:06 14 / 135 Rivaldi tui X / BKP Staat
107 12/8/2020 13:01:35 36 / 135 PEWIN RADJIKU X / DPIB De jure
108 12/8/2020 14:18:25 36 / 135 Ibrahim nango X / TKRO Staat
109 12/8/2020 14:19:05 32 / 135 Laraswati tomis X / TKJ Staat
110 12/9/2020 1:04:45 34 / 135 Saira d Japar X / DPIB Staat
Menurut logeman negarasalah satu fungsi umum Berdasarkan ruang lingksalah satu lembaga nega
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s Hukum publik dan hukum pr
ICMI
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum material dan hukumKPU
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KONTRAS
Pemerintahan dan merdek Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant ICMI
Pemerintah dan hukum Mengawasi aturan agar di thukum internasional ELSAM
Pemerintah dan hukum Mengawasi aturan agar di tIus constitutum dan ius co ICMI
Pemerintah dan penduduk Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Menjamin kesejahteraan fak
Hukum satu golongan, ant ICMI
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Melindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KONTRAS
Hukum dan pengakuan dariMelindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum satu golongan, ant KPU
Menegakkan keadilan dan Hukum material dan hukumKPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Ius constitutum dan ius co KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPK
Hukum dan pengakuan dariMembuat dan melaksanakaHukum material dan hukumKONTRAS
Pemerintahan dan merdek Menegakkan keadilan dan Hukum material dan hukumKONTRAS
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPK
Pemerintah dan hukum Menjamin kesejahteraan fak
Ius constitutum dan ius co KPU
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum publik dan hukum pr
KPK
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum publik dan hukum pr
KPU
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum material dan hukumKPK
Pemerintah dan penduduk Melindungi hak milik dari s hukum internasional ICMI
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan hukum internasional KONTRAS
Hukum dan pengakuan dariMembuat dan melaksanakaHukum satu golongan, ant KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum material dan hukumICMI
Pemerintahan dan merdek Membuat dan melaksanakaIus constitutum dan ius co KONTRAS
Hukum dan pengakuan dariMelindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Hukum material dan hukumKPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPU
Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPU
Pemerintahan dan merdek Membuat dan melaksanakahukum internasional KONTRAS
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum publik dan hukum pr
KONTRAS
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum publik dan hukum pr
KPK
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di thukum internasional ICMI
Perasaan senasib dan se Melindungi hak milik dari s Hukum material dan hukumKPK
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum material dan hukumKONTRAS
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum satu golongan, ant KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan penduduk Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Hukum dan pengakuan dariMelindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s Hukum material dan hukumELSAM
Pemerintahan dan merdek Menjamin kesejahteraan fak
Hukum material dan hukumKPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KPK
Hukum dan pengakuan dariMelindungi hak milik dari s Ius constitutum dan ius co KPK
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum publik dan hukum pr
KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Ius constitutum dan ius co KONTRAS
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintahan dan merdek Membuat dan melaksanakaHukum material dan hukumKONTRAS
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Ius constitutum dan ius co KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPU
Melindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Hukum dan pengakuan dariMenjamin kesejahteraan fak
Hukum publik dan hukum pr
ELSAM
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Ius constitutum dan ius co ELSAM
Perasaan senasib dan se Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s Ius constitutum dan ius co KONTRAS
Pemerintah dan penduduk Melindungi hak milik dari s Hukum publik dan hukum pr
KPK
Pemerintahan dan merdek Mengawasi aturan agar di thukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum material dan hukumKPK
Hukum dan pengakuan dariMelindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Hukum dan pengakuan dariMenjamin kesejahteraan fak
Hukum satu golongan, ant ICMI
Hukum dan pengakuan dariMelindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s hukum internasional KONTRAS
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPU
Hukum dan pengakuan dariMengawasi aturan agar di tHukum satu golongan, ant KPK
Hukum dan pengakuan dariMembuat dan melaksanakahukum internasional KPU
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan hukum Menjamin kesejahteraan fak
Hukum material dan hukumKPK
Hukum dan pengakuan dariMenegakkan keadilan dan hukum internasional KPU
Pemerintah dan hukum Menjamin kesejahteraan fak
hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Menjamin kesejahteraan fak
Hukum satu golongan, ant ELSAM
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPK
Pemerintah dan hukum Mengawasi aturan agar di tHukum satu golongan, ant KPK
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s hukum internasional KONTRAS
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s hukum internasional KONTRAS
Pemerintahan dan merdek Melindungi hak milik dari s hukum internasional KONTRAS
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di thukum internasional KONTRAS
Pemerintah dan hukum Mengawasi aturan agar di thukum internasional KONTRAS
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan hukum Menjamin kesejahteraan fak
hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPU
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KPU
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di thukum internasional KPU
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s Hukum satu golongan, ant KPU
Perasaan senasib dan se Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPK
Hukum dan pengakuan dariMengawasi aturan agar di thukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Membuat dan melaksanakahukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintah dan penduduk Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPU
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan Hukum material dan hukumKPU
Pemerintah dan penduduk Mengawasi aturan agar di tHukum publik dan hukum pr
KPU
Pemerintahan dan merdek Menegakkan keadilan dan Hukum satu golongan, ant KPU
Perasaan senasib dan se Mengawasi aturan agar di tHukum satu golongan, ant KONTRAS
Pemerintah dan penduduk Membuat dan melaksanakaIus constitutum dan ius co KONTRAS
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Menegakkan keadilan dan hukum internasional KPK
Pemerintah dan hukum Melindungi hak milik dari s hukum internasional KPK
Dibawah ini yang merup Pancasila sebagai petunIstilah konstitusi berasal Asas yang menentukan k
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Hukum dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran ideologi negara Hukum dasar opsi
penerimaan pengaduan darideologi negara Undang Undang Dasar ius soli
penciptaan perundang undperjanjian luhur OpsUndang Undang tidak te
ius soli
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Hukum dasar apatride
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Undang Undang Dasar ius soli
penyelesaian perkara melalu
sumber dari segala sumberUndang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Undang Undang ius soli
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Hukum dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran ideologi negara Undang Undang ius sanguinis
penciptaan perundang undsumber dari segala sumberUndang Undang Dasar opsi
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Undang Undang Dasar ius soli
penyelesaian pelanggaran ideologi negara Undang Undang opsi
penciptaan perundang undkepribadian bangsa Hukum dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang ius sanguinis
penciptaan perundang undsumber dari segala sumberUndang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberUndang Undang Dasar opsi
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran ideologi negara OpsUndang Undang tidak te
apatride
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberKonvensi opsi
penciptaan perundang undkepribadian bangsa Undang Undang Dasar opsi
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Konvensi ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Hukum dasar ius soli
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberKonvensi apatride
penciptaan perundang undperjanjian luhur Hukum dasar ius sanguinis
pelayanan konsultasi, pe perjanjian luhur Undang Undang dipatride
pelayanan konsultasi, pe perjanjian luhur Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa OpsUndang Undang tidak te
ius sanguinis
pelayanan konsultasi, pe pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
pelayanan konsultasi, pe pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penerimaan pengaduan darpandangan hidup bangsa OpsUndang Undang tidak te
ius soli
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Undang Undang Dasar dipatride
penciptaan perundang undideologi negara Undang Undang ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
sumber dari segala sumberOpsUndang Undang tidak te
ius sanguinis
pelayanan konsultasi, pe ideologi negara Undang Undang Dasar opsi
penyelesaian pelanggaran ideologi negara OpsUndang Undang tidak te
opsi
penyelesaian pelanggaran pandangan hidup bangsa Hukum dasar dipatride
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberHukum dasar dipatride
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar dipatride
pelayanan konsultasi, pe kepribadian bangsa OpsUndang Undang tidak te
opsi
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius soli
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar opsi
penyelesaian pelanggaran kepribadian bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberHukum dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa OpsUndang Undang tidak te
opsi
pelayanan konsultasi, pe perjanjian luhur Undang Undang Dasar opsi
pelayanan konsultasi, pe pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar apatride
pelayanan konsultasi, pe pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Undang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undideologi negara OpsUndang Undang tidak te
opsi
penyelesaian pelanggaran kepribadian bangsa Undang Undang Dasar opsi
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Hukum dasar opsi
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberHukum dasar ius soli
penyelesaian pelanggaran ideologi negara Konvensi ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran ideologi negara Hukum dasar ius soli
penciptaan perundang undsumber dari segala sumberUndang Undang ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Hukum dasar apatride
penerimaan pengaduan darpandangan hidup bangsa Hukum dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undideologi negara Undang Undang ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa OpsUndang Undang tidak te
ius soli
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penerimaan pengaduan darpandangan hidup bangsa Undang Undang ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran perjanjian luhur Hukum dasar opsi
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar opsi
pelayanan konsultasi, pe perjanjian luhur Konvensi opsi
penerimaan pengaduan darpandangan hidup bangsa Undang Undang ius sanguinis
penciptaan perundang undkepribadian bangsa Hukum dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undideologi negara Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran kepribadian bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran kepribadian bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Undang Undang ius sanguinis
penerimaan pengaduan darkepribadian bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undideologi negara Hukum dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa OpsUndang Undang tidak te
opsi
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undkepribadian bangsa Hukum dasar opsi
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Hukum dasar opsi
penciptaan perundang undkepribadian bangsa Undang Undang Dasar opsi
penyelesaian perkara melalu
perjanjian luhur Hukum dasar opsi
penerimaan pengaduan darkepribadian bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undideologi negara Hukum dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
kepribadian bangsa Undang Undang ius soli
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Undang Undang Dasar apatride
penciptaan perundang undpandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar opsi
penyelesaian perkara melalu
ideologi negara Undang Undang Dasar apatride
penciptaan perundang undideologi negara Hukum dasar opsi
pelayanan konsultasi, pe pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar dipatride
penyelesaian perkara melalu
pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran pandangan hidup bangsa Konvensi opsi
penyelesaian pelanggaran pandangan hidup bangsa Hukum dasar opsi
penciptaan perundang undkepribadian bangsa Undang Undang Dasar opsi
penerimaan pengaduan darkepribadian bangsa OpsUndang Undang tidak te
opsi
penyelesaian perkara melalu
sumber dari segala sumberUndang Undang Dasar ius soli
pelayanan konsultasi, pe ideologi negara Undang Undang Dasar dipatride
penyelesaian pelanggaran sumber dari segala sumberOpsUndang Undang tidak te
ius sanguinis
pelayanan konsultasi, pe ideologi negara Undang Undang dipatride
penciptaan perundang undsumber dari segala sumberUndang Undang Dasar ius sanguinis
penyelesaian perkara melalu
sumber dari segala sumberUndang Undang Dasar ius sanguinis
penciptaan perundang undideologi negara Hukum dasar ius sanguinis
penyelesaian pelanggaran pandangan hidup bangsa Undang Undang Dasar ius sanguinis
supra struktur politik ind Budaya politik adalahsuaTipe budaya politik yang Salah satu bentuk dari so
MPR, DPR, dan Presiden Robert Eward Antusias masyarakat dala Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Alan R. Bale Pelaksanaan pemilu lebih tPartisipasi politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
kelompok kepentingan Sukarno Pelaksanaan pemilu lebih tPendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Masyarakat kita semakin mBudaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Kebebasan berpolitik lebih Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Masyarakat kita semakin mPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneySemakin baiknya sistem d Partai politik
kelompok penekan Alan R. Bale Pelaksanaan pemilu lebih tPendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Masyarakat kita semakin mKampanye politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Pendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Robert Eward Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Pelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Kampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Partai politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mBudaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Partai politik
tokoh politik Robert Eward Semakin baiknya sistem d Partai politik
kelompok kepentingan Sukarno Masyarakat kita semakin mBudaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Robert Eward Masyarakat kita semakin mPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Alan R. Bale Pelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Pelaksanaan pemilu lebih tPendidikan politik
kelompok penekan Alan R. Bale Masyarakat kita semakin mBudaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
kelompok penekan Robert Eward Semakin baiknya sistem d Partai politik
kelompok penekan Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tKampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Pendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Rusandi Sumintapura Kebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
partai politik Rusandi Sumintapura Kebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Semakin baiknya sistem d Partai politik
kelompok kepentingan Alan R. Bale Semakin baiknya sistem d Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Semakin baiknya sistem d Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Partisipasi politik
partai politik Sukarno Semakin baiknya sistem d Kampanye politik
tokoh politik Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mPartisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Pelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Rusandi Sumintapura Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
partai politik Alan R. Bale Kebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Antusias masyarakat dala Budaya politik
tokoh politik Sukarno Pelaksanaan pemilu lebih tPartisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Antusias masyarakat dala Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tBudaya politik
partai politik Robert Eward Masyarakat kita semakin mKampanye politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
kelompok kepentingan Alan R. Bale Pelaksanaan pemilu lebih tBudaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneySemakin baiknya sistem d Pendidikan politik
partai politik Robert Eward Pelaksanaan pemilu lebih tPartisipasi politik
partai politik Alan R. Bale Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Robert Eward Masyarakat kita semakin mKampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
tokoh politik Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Partai politik
kelompok kepentingan Robert Eward Pelaksanaan pemilu lebih tPartisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Alan R. Bale Masyarakat kita semakin mPartisipasi politik
tokoh politik Sukarno Semakin baiknya sistem d Budaya politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tBudaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Pelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Pendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneySemakin baiknya sistem d Pendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Masyarakat kita semakin mPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Pendidikan politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Pendidikan politik
kelompok penekan Sukarno Antusias masyarakat dala Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mKampanye politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mPartai politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mPartisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Alan R. Bale Antusias masyarakat dala Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mKampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Partai politik
kelompok penekan Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Partisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Partisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Kampanye politik
kelompok penekan Sukarno Masyarakat kita semakin mPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Pendidikan politik
kelompok kepentingan Sukarno Semakin baiknya sistem d Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Partai politik
tokoh politik Robert Eward Pelaksanaan pemilu lebih tPendidikan politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyPelaksanaan pemilu lebih tBudaya politik
partai politik Rusandi Sumintapura Antusias masyarakat dala Partisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyAntusias masyarakat dala Partisipasi politik
kelompok penekan Alan R. Bale Pelaksanaan pemilu lebih tPartai politik
MPR, DPR, dan Presiden Rusandi Sumintapura Masyarakat kita semakin mPendidikan politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
partai politik Rusandi Sumintapura Antusias masyarakat dala Partai politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Kampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Robert Eward Semakin baiknya sistem d Partai politik
kelompok kepentingan Sukarno Masyarakat kita semakin mBudaya politik
partai politik Gabriel Almond dan SidneySemakin baiknya sistem d Partisipasi politik
partai politik Robert Eward Antusias masyarakat dala Partisipasi politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Masyarakat kita semakin mKampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Semakin baiknya sistem d Pendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Antusias masyarakat dala Kampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Kebebasan berpolitik lebih Budaya politik
MPR, DPR, dan Presiden Sukarno Kebebasan berpolitik lebih Pendidikan politik
kelompok kepentingan Gabriel Almond dan SidneyKebebasan berpolitik lebih Pendidikan politik
MPR, DPR, dan Presiden Alan R. Bale Masyarakat kita semakin mKampanye politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mKampanye politik
partai politik Sukarno Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Rusandi Sumintapura Kebebasan berpolitik lebih Partai politik
MPR, DPR, dan Presiden Gabriel Almond dan SidneyMasyarakat kita semakin mKampanye politik
Kata demokrasi berasal Tokoh yang mengemukakan
Masa demokrasi reformasi
Yang menjadi tolak ukur
Pemerintahan rakyat Alfian 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan negara. Arbit Sanit 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 06/22/1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan partai Alamudi 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan partai Arbit Sanit 06/22/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan negara Alamudi 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan partai Afan Gaffar 06/23/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Arbit Sanit 06/22/1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Arbit Sanit 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Arbit Sanit 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan negara. Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan negara. Afan Gaffar 04/21/1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan pemerintah Arbit Sanit 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan partai Arbit Sanit 04/21/1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan negara Afan Gaffar 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan negara Alamudi 06/21/1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan partai Ali Alatas 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Ali Alatas 06/22/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Arbit Sanit 06/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Alamudi 06/23/1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 06/23/1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan partai Alfian 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alfian 21 Mei 1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan negara Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Alamudi 06/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Alamudi 06/22/1998 Investasi dapat tumbuh d
Pemerintahan negara. Afan Gaffar 06/22/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Arbit Sanit 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan rakyat Alamudi 06/23/1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan negara Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 21 Mei 1998 Investasi dapat tumbuh d
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan negara. Alamudi 21 Mei 1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan pemerintah Ali Alatas 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan negara Arbit Sanit 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Ali Alatas 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan pemerintah Arbit Sanit 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Arbit Sanit 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Alamudi 21 Mei 1998 Investasi dapat tumbuh d
Pemerintahan rakyat Ali Alatas 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan pemerintah Alfian 06/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Ali Alatas 06/21/1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan pemerintah Ali Alatas 06/22/1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan negara. Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan negara. Alfian 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan pemerintah Alamudi 04/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Alamudi 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan negara. Ali Alatas 06/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Arbit Sanit 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Ali Alatas 06/23/1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan negara. Afan Gaffar 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan negara Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Agar pemberdayaan sistem
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan negara. Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Ali Alatas 06/23/1998 Investasi dapat tumbuh d
Pemerintahan rakyat Alfian 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan negara. Alamudi 21 Mei 1998 Investasi dapat tumbuh d
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Alfian 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Arbit Sanit 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan rakyat Ali Alatas 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Alamudi 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan negara Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Arbit Sanit 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan negara Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alfian 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Alfian 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 06/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Alfian 04/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Alfian 04/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Kekuasaan partai Alamudi 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan pemerintah Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Kekuasaan pemerintah Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Arbit Sanit 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan pemerintah Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Arbit Sanit 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Afan Gaffar 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan negara Arbit Sanit 21 Mei 1998 Supaya aparat penegak hu
Pemerintahan rakyat Alfian 04/21/1998 Memperkokoh persatuan da
Kekuasaan partai Alfian 06/21/1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan pemerintah Afan Gaffar 21 Mei 1998 Agar pemberdayaan sistem
Kekuasaan negara Alamudi 06/21/1998 Untuk mewujudkan cita-cit
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Pemerintahan rakyat Alamudi 21 Mei 1998 Memperkokoh persatuan da
Akibat dari penyelenggarSeorang karyawan meneri
Tokoh yang berpendapatAsas
b hukum internasiona
Selalu menimbulkan kecurig
Komutatif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Komutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaMencakup semua
Terjadinya kesewenang-weKodrat Alam G. Schwar arzenberger Teritorial
Dapat memperkukuh posisiKomutatif Warsiti sunaryo Mencakup semua
Dapat memperkukuh posisiPerbaikan Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Sukar diharapkan partisipaDistributif Warsiti sunaryo Kenegaraan
Dapat memperkukuh posisiPerbaikan Tygve.Nathessen Teritorial
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Tygve.Nathessen Kenegaraan
Terjadinya kesewenang-weDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Sukar diharapkan partisipaDistributif G. Schwar arzenberger Kepentingan umum
Dapat memperkukuh posisiKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Charles A, Mc. Clelland Kenegaraan
Kepercayaan dunia luar beDistributif Tygve.Nathessen Kepentingan umum
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Kepercayaan dunia luar beDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Warsiti sunaryo Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Warsiti sunaryo Kepentingan umum
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKepentingan umum
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Warsiti sunaryo Kepentingan umum
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Warsiti sunaryo Teritorial
Terjadinya kesewenang-weDistributif Warsiti sunaryo Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Tygve.Nathessen Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Warsiti sunaryo Kepentingan umum
Dapat memperkukuh posisiKomutatif Charles A, Mc. Clelland Kepentingan umum
Terjadinya kesewenang-weKodrat Alam Tygve.Nathessen Kenegaraan
Terjadinya kesewenang-wePerbaikan Tygve.Nathessen Kenegaraan
Kepercayaan dunia luar beKomutatif Tygve.Nathessen Kenegaraan
Dapat memperkukuh posisiPerbaikan Warsiti sunaryo Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Prof. Dr. Mochtar KusumaaMencakup semua
Terjadinya kesewenang-weKomutatif Charles A, Mc. Clelland Kenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif G. Schwar arzenberger Kenegaraan
Dapat memperkukuh posisiDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Kepercayaan dunia luar beDistributif Warsiti sunaryo Kebebasan
Sukar diharapkan partisipaDistributif Warsiti sunaryo Teritorial
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Warsiti sunaryo Kenegaraan
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Tygve.Nathessen Teritorial
Dapat memperkukuh posisiDistributif G. Schwar arzenberger Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaKonvensional Warsiti sunaryo Teritorial
Dapat memperkukuh posisiDistributif G. Schwar arzenberger Kebebasan
Terjadinya kesewenang-weDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKepentingan umum
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Komutatif Charles A, Mc. Clelland Kepentingan umum
Kepercayaan dunia luar beDistributif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKebebasan
Terjadinya kesewenang-weKodrat Alam Charles A, Mc. Clelland Mencakup semua
Selalu menimbulkan kecurig
Konvensional Charles A, Mc. Clelland Kepentingan umum
Dapat memperkukuh posisiKodrat Alam Charles A, Mc. Clelland Kebebasan
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaMencakup semua
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Perbaikan Warsiti sunaryo Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Charles A, Mc. Clelland Kepentingan umum
Dapat memperkukuh posisiKomutatif Warsiti sunaryo Mencakup semua
Kepercayaan dunia luar beDistributif Charles A, Mc. Clelland Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaKonvensional Warsiti sunaryo Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Kepercayaan dunia luar beKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaTeritorial
Kepercayaan dunia luar beKonvensional G. Schwar arzenberger Kepentingan umum
Sukar diharapkan partisipaKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKepentingan umum
Selalu menimbulkan kecurig
Konvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaTeritorial
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Sukar diharapkan partisipaPerbaikan Prof. Dr. Mochtar KusumaaMencakup semua
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Tygve.Nathessen Kenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Komutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKebebasan
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Charles A, Mc. Clelland Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Sukar diharapkan partisipaDistributif Charles A, Mc. Clelland Kepentingan umum
Kepercayaan dunia luar beDistributif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKebebasan
Kepercayaan dunia luar beKonvensional Warsiti sunaryo Teritorial
Dapat memperkukuh posisiPerbaikan Prof. Dr. Mochtar KusumaaKenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Prof. Dr. Mochtar KusumaaTeritorial
Kepercayaan dunia luar beKodrat Alam G. Schwar arzenberger Kenegaraan
Terjadinya kesewenang-weDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Warsiti sunaryo Kebebasan
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Dapat memperkukuh posisiDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Warsiti sunaryo Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Warsiti sunaryo Kebebasan
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weDistributif Warsiti sunaryo Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaDistributif Tygve.Nathessen Kebebasan
Terjadinya kesewenang-weDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Selalu menimbulkan kecurig
Konvensional Warsiti sunaryo Kenegaraan
Sukar diharapkan partisipaDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Sukar diharapkan partisipaDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Sukar diharapkan partisipaDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKomutatif Charles A, Mc. Clelland Kenegaraan
Dapat memperkukuh posisiDistributif Charles A, Mc. Clelland Kepentingan umum
Dapat memperkukuh posisiKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKebebasan
Selalu menimbulkan kecurig
Distributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKepentingan umum
Terjadinya kesewenang-weKomutatif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Dapat memperkukuh posisiDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Kepercayaan dunia luar beDistributif Warsiti sunaryo Teritorial
Dapat memperkukuh posisiDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaTeritorial
Kepercayaan dunia luar beKomutatif Charles A, Mc. Clelland Mencakup semua
Kepercayaan dunia luar beDistributif Charles A, Mc. Clelland Mencakup semua
Sukar diharapkan partisipaKomutatif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKomutatif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Kepercayaan dunia luar bePerbaikan Prof. Dr. Mochtar KusumaaTeritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKepentingan umum
Kepercayaan dunia luar beKomutatif Prof. Dr. Mochtar KusumaaKebebasan
Selalu menimbulkan kecurig
Konvensional Charles A, Mc. Clelland Kenegaraan
Selalu menimbulkan kecurig
Konvensional Prof. Dr. Mochtar KusumaaKebebasan
Dapat memperkukuh posisiPerbaikan Charles A, Mc. Clelland Kenegaraan
Terjadinya kesewenang-weDistributif Warsiti sunaryo Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Warsiti sunaryo Teritorial
Terjadinya kesewenang-weKonvensional Warsiti sunaryo Teritorial
Terjadinya kesewenang-weDistributif Charles A, Mc. Clelland Teritorial
Salah satu penyebab timbu
Subyek hukum internasion
Pancasila sebagai ideoloSeperangkat gagasan dan
Lingkungan hidup Pihak-pihak yang bersengk08/22/1945 Nilai
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/17/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/29/1945 Ideologi
Kewarganegaraan Negara-negara yang berg 08/29/1945 Norma
Kewarganegaraan Pihak-pihak yang bersengk08/27/1945 Norma
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Norma
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/22/1945 Nilai
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Negara
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Konstitusional
Batas wilayah Pihak-pihak yang bersengk08/22/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Pihak-pihak yang bersengk08/22/1945 Nilai
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Negara-negara yang berg 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Negara
Pengaruh kebudayaan Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Norma
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/22/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Konstitusional
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/29/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/29/1945 Norma
Batas wilayah Pihak-pihak yang bersengk08/17/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Pihak -pihak yang mengada08/22/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/27/1945 Konstitusional
Batas wilayah Negara-negara yang berg 08/27/1945 Konstitusional
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/27/1945 Negara
Pengaruh kebudayaan Pihak -pihak yang mengada08/22/1945 Konstitusional
Kewarganegaraan Pihak-pihak yang bersengk08/17/1945 Norma
Pengaruh kebudayaan Negara-negara yang berg 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/22/1945 Norma
Batas wilayah Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Negara
Kewarganegaraan Negara- negara yang telah 08/22/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Negara
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/22/1945 Negara
Pengaruh kebudayaan Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/29/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/17/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Negara- negara yang telah 08/18/1945 Norma
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Norma
Batas wilayah Negara-negara yang berg 08/27/1945 Negara
Kewarganegaraan Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/18/1945 Norma
Lingkungan hidup Orang- orang yang cakap 08/17/1945 Negara
Pengaruh kebudayaan Negara-negara yang berg 08/17/1945 Negara
Kewarganegaraan Orang- orang yang cakap 08/22/1945 Ideologi
Batas wilayah Negara- negara yang telah 08/17/1945 Ideologi
Batas wilayah Negara- negara yang telah 08/29/1945 Negara
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Negara
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/18/1945 Ideologi
Kewarganegaraan Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Norma
Kewarganegaraan Orang- orang yang cakap 08/29/1945 Norma
Pengaruh ideologi Negara-negara yang berg 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Negara
Batas wilayah Negara-negara yang berg 08/22/1945 Konstitusional
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Negara
Batas wilayah Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/22/1945 Norma
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/18/1945 Konstitusional
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/17/1945 Norma
Pengaruh ideologi Negara-negara yang berg 08/18/1945 Konstitusional
Lingkungan hidup Negara- negara yang telah 08/17/1945 Konstitusional
Pengaruh ideologi Negara-negara yang berg 08/18/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Norma
Batas wilayah Negara-negara yang berg 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Nilai
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Negara-negara yang berg 08/17/1945 Negara
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Norma
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/18/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/17/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/17/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/17/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Pihak -pihak yang mengada08/17/1945 Negara
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Negara-negara yang berg 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Pengaruh kebudayaan Negara-negara yang berg 08/29/1945 Norma
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/29/1945 Norma
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Lingkungan hidup Negara-negara yang berg 08/29/1945 Norma
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Norma
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/17/1945 Negara
Kewarganegaraan Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Negara
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/17/1945 Konstitusional
Pengaruh ideologi Negara-negara yang berg 08/22/1945 Nilai
Pengaruh ideologi Orang- orang yang cakap 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak-pihak yang bersengk08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Negara- negara yang telah 08/18/1945 Ideologi
Pengaruh ideologi Pihak -pihak yang mengada08/18/1945 Ideologi
Pancasila sebagai ideologi
nilai- nilai pancasila yan Pancasila sebagai paradPerhatikan pernyataan dib
Menerima berbagai macamPembukaan
i UUD 1945 Dasar Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Cita - cita Jika (1), (2), (3) benar
Menerima berbagai macamUUD
i 1945 Landasan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Batang tubuh UUD 1945 Cita - cita Jika hanya (4) benar
Rumusan pancasila dapat Batang tubuh UUD 1945 Cita - cita Jika hanya (4) benar
Menerima berbagai macamBatang
i tubuh UUD 1945 Tujuan Jika hanya (4) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika(1), dan(3) benar
menerima segala keputusan
Penjelasan pasal demi pa Pedoman Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan UUD 1945 Cita - cita Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika(1), dan(3) benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan pasal demi pa Pedoman Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Batang tubuh UUD 1945 Dasar Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan UUD 1945 Dasar Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika hanya (4) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Pedoman Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Menerima berbagai macamUUD
i 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Penjelasan UUD 1945 Landasan Jika hanya (4) benar
Menerima berbagai macamUUD
i 1945 Tujuan Jika (1), (2), (3) benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan pasal demi pa Tujuan Jika (1), (2), (3) benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan UUD 1945 Landasan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai das UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Menerima berbagai macamPembukaan
i UUD 1945 Cita - cita Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Penjelasan pasal demi pa Landasan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Pedoman Jika hanya (4) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika hanya (4) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan pasal demi pa Tujuan Jika (1), (2), (3) benar
Menerima berbagai macamPenjelasan
i pasal demi pa Cita - cita Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai das Penjelasan UUD 1945 Tujuan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai das Penjelasan UUD 1945 Landasan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai das UUD 1945 Pedoman Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
menerima segala keputusan
Penjelasan pasal demi pa Dasar Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Pedoman Jika (2) dan (4)benar
menerima segala keputusan
UUD 1945 Tujuan Jika(1), dan(3) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Pedoman Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Pedoman Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai das Penjelasan pasal demi pa Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Landasan Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan UUD 1945 Landasan Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Cita - cita Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai das Batang tubuh UUD 1945 Cita - cita Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika(1), dan(3) benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan UUD 1945 Landasan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan UUD 1945 Pedoman Jika hanya (4) benar
Mempunyai nilai- nilai das UUD 1945 Landasan Jika(1), dan(3) benar
Rumusan pancasila dapat Penjelasan UUD 1945 Tujuan Jika(1), dan(3) benar
Menerima berbagai macamPembukaan
i UUD 1945 Landasan Jika (2) dan (4)benar
Menerima berbagai macamUUD
i 1945 Cita - cita Jika (1), (2), (3) benar
menerima segala keputusan
UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Cita - cita Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Cita - cita Jika (1), (2), (3) benar
Menerima berbagai macamPembukaan
i UUD 1945 Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan UUD 1945 Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika hanya (4) benar
Mempunyai nilai- nilai das UUD 1945 Landasan Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Menerima berbagai macamPenjelasan
i UUD 1945 Landasan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Batang tubuh UUD 1945 Tujuan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Menerima berbagai macamPembukaan
i UUD 1945 Tujuan Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Rumusan pancasila dapat Batang tubuh UUD 1945 Dasar Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Landasan Jika (2) dan (4)benar
Menerima berbagai macamPembukaan
i UUD 1945 Tujuan Jika (1), (2), (3) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika hanya (4) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Pedoman Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Menerima berbagai macamUUD
i 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
menerima segala keputusan
UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
menerima segala keputusan
Pembukaan UUD 1945 Cita - cita Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Rumusan pancasila dapat Batang tubuh UUD 1945 Tujuan Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Pedoman Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Pedoman Jika (1), (2), (3) benar
Rumusan pancasila dapat Batang tubuh UUD 1945 Tujuan Jika hanya (4) benar
Mempunyai nilai- nilai das Penjelasan UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Pedoman Jika (2) dan (4)benar
menerima segala keputusan
UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika(1), dan(3) benar
Rumusan pancasila dapat Pembukaan UUD 1945 Tujuan Jika(1), dan(3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Pembukaan UUD 1945 Cita - cita Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da Batang tubuh UUD 1945 Dasar Jika(1), dan(3) benar
Menerima berbagai macamBatang
i tubuh UUD 1945 Cita - cita Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai da Penjelasan pasal demi pa Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Menerima berbagai macamBatang
i tubuh UUD 1945 Cita - cita Jika (2) dan (4)benar
Mempunyai nilai- nilai da UUD 1945 Dasar Jika hanya (4) benar
Mempunyai nilai- nilai da Pembukaan UUD 1945 Dasar Jika (1),(2),(3) dan (4) bena
Mempunyai nilai- nilai da Batang tubuh UUD 1945 Pedoman Jika (1), (2), (3) benar
Mempunyai nilai- nilai das Batang tubuh UUD 1945 Dasar Jika (1), (2), (3) benar
Pemerintah dalam arti luIndonesia menggunakanHAM
si dijamin dalam peratu
Pancasila adalah ideologi
Presiden mempunyai hak istimewa
i) hak wanita,
dalam mengangkat dan memberhentikan menterinya.
Presiden dan wakil presidePresiden tidak bertanggungjawab
j) hak anak,
kepada
danDPR
k) kewajiban
5. Larangan
dasar
Tetap manusia.
terhadap
berpegang padnangan
teguh ekstrim
pada idiologi nega
Legislatif, Eksekutif dan Yud
M enjalankan
.eksekutif hukum yg
& legislatif adaMementingkan
sama d
kuat. Hak Asasi M
MPR, DPR dan Presiden .kabinet
.)ekskutifdibentuk presiden.
dan legislatif 1)kuat
sama Hak untuk hidup; 2) Hak Ini agar mampu menerima segala iklim pe
Presiden dan wakil preside.)kabinet di bentuk presidenHak asasi manusia di indo Pancasila adalah ideologi
MPR, DPR dan Presiden Politik Ham
eksekutif & legislatif sama kuat. Uud
MPR, DPR dan Presiden kabinet
eksekutifdibentuk presiden.
& legislatif Pengaturan hak asasi manu
sama kuat. Menampilkan hasil untuk Pa
KPK,Komisi,Yudisial dan Mkabinet dibentuk
4.Presiden presiden.
mempunyai hakPengaturan
i)istimewa hak asasi
hak wanita,
dalam 5. Larangan
manu
mengangkat terhadap padnangan
dan memberhentikan ekstrim
menterinya.
5.Presiden tidak bertanggungjawab
Legislatif, Eksekutif dan Yud j) hak anak,
kepada
dan k)
DPR.
kewajiban
5.
4. Larangan
dasar manusia.
Larangan terhadap
terhadap padnangan
pandangan ekstrim
eksteim
Presiden dan wakil presideSistem presidensil
4.presiden mempunyai hak(Undang-undang
dianggap paling sesuai
istimewa dasar sistem
dalamkarena,
menkat 19 5.
2. Penciptaan
presidensil
menterinya
Larangan norma
sesuaiyang
terhadap dengan
barudemokrasi
harus
ideologi,atau me
paham
MPR, DPR dan Presiden 5.presiden tdk bertanggungHak
jwb asasi
kepadamanusia
dpr tersebut3.mencengah paham liberal
Presiden, Wakil presiden d Para menteri
- presiden bertanggung
mengangkat jawab
Pasal
mentri kepada
28A
dalam presiden.
sampai
kabinet 28J UUD
dalam Penciptaan
menjalankan
2 penciptaannorma
tugas yang
normal baru harus
pemerintah
yg baru harus melalu
melalu
Legislatif, Eksekutif dan Yud
-•presiden
para mentri bertanggung
mengangkat jawab
Prngaturan
mentri kepada
dalam ham
presiden
kabinetdidalam
indone 3 larangannorma
menjalankan
•mencipta terhadap
tugas pandangan
baru harusekstrim
pemerintahannya
yang melaluiy
Presiden, Wakil presiden d •para mentri
eksekutif bertanggung
& legislatif sama jawab
Yaitu
kuat. kepada
berisiperundang
Peraturan tentang
presiden
penga •larangan
undangan terhadap
apa saja yangpandangan ekstrim
mengatur hak asasiya
m
Presiden, Wakil presiden d kabinet dibentuk
4. eksekutif presiden.
& legislatif Pengaturan
sama
- kuat hak asasi45-51)
Hak wanita(Pasal manusia
5. Larangan
di Indo- terhadap
nesia berdasarkan
padnanganUndang-U
ekstrim
Legislatif, Eksekutif dan Yud
5. kabinet &
*eksekutif dibentuk
legislatifpresiden
sama -kuat.
Hak anak(Pasal 52-66) 5. Larangan terhadap
*Penciptaan padnangan
norma yang ekstrim
baru harus
Legislatif, Eksekutif dan Yud
*kabinet
*eksekutifdibentuk presiden.
& legislatif sama Pengaturan
kuat. hak asasi manu melaluii konsensus.
Legislatif, Eksekutif dan Yud
*kabinet dibentuk
3.presiden presiden.Pengaturan
mengangkat hak asasi
menteri dalam kabinet manusia di
dalam 3. Nilai Indo-
danterhadap
menjalankan
2.larangan cita-cita
nesia
tugasberdasarkan
berasal
ideologidaqri
Undang-U
pemerintahannya
atau moral
pahambu
Presiden, Wakil presiden d 4.para menteri bertanggungPada
jawab
intinya
kepada
adalah
Presiden
sama, 3.mencegah paham liberal
Legislatif, Eksekutif dan Yud 2.Undang Dasar 1945, yang
5. Larangan terhadap padnangan ekstrim
Presiden dan wakil presideDi rektorad jenderal perlin Ham adalah perngertian hak
Pancasila sebagai ideologi
KPK,Komisi,Yudisial dan MKepala negara dan kepala Pasal 28A sampai 28J UUDStabilitas
1945, Isinasional
Pasal 28yang
A sampai
d dengan Pas
MPR, DPR dan Presiden Pengaturan tentang sama
eksekutif & legislatif hak asPengaturan
kuat. tentang hak as5. Larangan terhadap padnangan ekstrim
KPK,Komisi,Yudisial dan Mkabinet
eksekutifdibentuk presiden.
& legislatif Pengaturan tentang hak as5. Ideologi Pancasila menghendaki agar B
sama kuat.
MPR, DPR dan Presiden kabinet dibentuk presiden Ciri-ciri sistem pemerintah
Dalam undang-undang Batasan-batasan
in yang Pancasila
dimaksud dengan s
menyelanggarakan
KPK,Komisi,Yudisial dan MSistem presidensial di an Pancasila adlah ideologi t
KPK,Komisi,Yudisial dan MHAM dijamin
-Dikepalai dalam
oleh peratura
seseorang Pancasilasebagai
presiden adalah kepala
ideologipemerintahan
Pancasila
-mencegahadalah
pahamideologi
sekaligus
liberal
kepala negara
KPK,Komisi,Yudisial dan M-kekuasaan
•eksekutif & eksekutif presiden
legislatif sama 1.hak
diangkat
kuat. untuk hidup
berdasarkan
2.hak b demokrasi
-penciptaan
rakyat
normadipilih
yanglangsung
baru harus
oleh
melal
me
Legislatif, Eksekutif dan Yud
•kabinet
Presidendibentuk presiden
mempunyai Pengaturan
hak istimewa hakmengangkat
dalam asasi manu
3.dan
Mencegah paham liberal.
memberhentikan menterinya.
KPK,Komisi,Yudisial dan MPresiden tidak bertanggungjawab
Article 1kepada DPR.(3) of 2) jujur dan adil
paragraph
Presiden, Wakil presiden dPemerintahan Presiden adal
Pelayanan konsultasi pen 3) tdak koropsi
MPR, DPR dan Presiden Pemerintah
3.Presiden mempunyai hakTenteng
istimewaham Ideologi
dalam mengangkat dan 4.memberhentikan menterinya.
Presiden, Wakil presiden d 5.Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR.
HAM merupakan 5. Larangan terhadap padnangan ekstrim
sebuah hak
KPK,Komisi,Yudisial dan MKebersamaan Adil dan jujur
5. kabinet dibentuk presiden Tdk jjr TDK adil dan TDK
Presiden dan wakil preside (2) Negara menjamin kemerdekaan
5. Larangan
tiap-tiap
terhadap
penduduk
padnangan
untuk ekstrim
memelu
MPR, DPR dan Presiden Presidensial adalah slah s Ham adalah
5.Inpres No, dijaminkan oleh
26 Tahun 1998 Pancasila
tentang
paham merupakan pilar
Menghentikan Penggunaan Istil
MPR, DPR dan Presiden Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan
liberalisme.
Pemenintahan.
MPR, DPR dan Presiden Sistem presidensial
Dikepalai oleh seorangadalahApadlu:( Biarjo
presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara.
Presiden, Wakil presiden d Kekuasaan eksekutif presiden diangkat
Pengaturan
-eksekutif&legislatif sama kuat berdasarkan
hak asasi demokrasi
manu5. Larangan
rakyat
-penciptaan terhadap
danyng
normal dipilih
padnangan
barulangsung
harusekstrim
oleh
melalu
-kabinat
Legislatif, Eksekutif dan Yud dibentuk
4)Eksekutif presiden
& legislatif Ham
sama
10) merupakan
kuat
hak anak dansebuah -larangan
hak terhadap
y dasar
hak kewajiban
4)larangan terhadap
manusiapandangan
pandanganekstrim
ekstrimyay
MPR, DPR dan Presiden 5)Kabinet dibentuk
-Mentri mentri presiden
bertanggung 5)
Hak
jawabuntuk
kepada
berkeluarga 5)penciptaan
presiden(pasal
-larangan
10) normapandangan
terhadap baru harus eksteim
melalui ko
ya
Presiden, Wakil presiden d -presiden tidak bertanggung Hak
4. eksekutif & legislatif sama
UUjawab
untuk
kuat kepada
mengembangkan
DPR -mencegah
no. 39 tahun 1999 tentang HAM berkembang nya paham Liber
Presiden dan wakil preside5. kabinet dibentuk
Pemerintahanya Tap
*hakMPR
untukNo. XVII/MPR/1998
memperoleh termuat
keadilan dalam
*larangan UUDideologi
terhadap 1945 Marxisme Len
Presiden, Wakil presiden d *para menteri bertanggung *hak
jawab
atas
kepada
kebebasan
presiden
pribadi
*mencegah berkembangnya paham libera
4.Presiden mempunyai hakistimewaHak wanita(Pasal
dalam mengangkat
45-51) dan memberhentikan menterinya.
MPR, DPR dan Presiden 5.Presiden tidak bertanggungjawab
 Hak
. Eksekutif & legislatif sama kuat anak(Pasal
kepada DPR.
52-66)5. Laranganterhadap
2.larangan terhadapideologi
padnangan
atau ekstrim
paham
.Dikepalai
Legislatif, Eksekutif dan Yud Kabinet dibentuk presidenPengaturan hak asasi manu3.mencegah
oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan
Mencegah paham
sekaligus liberal
paham liberal.
kepala negara.
Legislatif, Eksekutif dan Yud
Kekuasaan eksekutif presiden
Pengaturan
    diangkathak
berdasarkan
asasi 45-51)
Hak wanita(Pasal manusia
demokrasi
Penciptaan
di Indo-
rakyat
4. Penciptaannorma
nesia
dan
normaberdasarkan
yang
dipilih
baru
yang langsung
harus
baru Undang-U
melalu
harusoleh
me
MPR, DPR dan Presiden Presiden
>Materi"ditidak
pilih bertanggungjawab
   Presiden
langsung oleh Hakkepada
anak(Pasal
DPR. 52-66)
menjadi 5.
sebuah Larangan
>Larangan
kabinet terhadap
yang
terhadap padnangan
bertanggungjawab
idiologi ekstrim
atau paham
kepadaM
MPR, DPR dan Presiden >presiden tidak di bahwa pengawasan
Pasal
-eksekutif & legislatif sama -Hak 28A langsung
sampai
kuat keamanan 28J pelamen
UUD>Mencegah
dan lain"
paham Liberal.
2.mencegah paham liberal
KPK,Komisi,Yudisial dan M-kabinet di bentuk presiden.-Hak kesejahteraan dan lain
3.penciptaan
sebagainya.norma yg baru harus melalu
KPK,Komisi,Yudisial dan MBkp
Mamnagtur pembangunan new
negara uud
Presiden, Wakil presiden d Hak asasi manusia Larangan terhadap pandan
Presiden dan wakil preside1.Kepala
*Eksekutifnegara dan kepal2.Presiden
dan legislatif sama kuat dipilih berdasa 3.Menteri-menteri
2.mencegah paham bertang
liberal
KPK,Komisi,Yudisial dan M*Lewat
Kabinet di bentuk presiden
peroses pemilu. Hak asasi manusia tersebu3.menciptakan norma yang baru
2.larangan terhadap ideologi harus me
marxisme lan
3.para
Legislatif, Eksekutif dan Yud mentri
eksekutif bertanggung
& legislatif jawab intinya
"Pada
sama kuat. kepada
7.PIAGAM HAM presiden.
adalah sama,3.mencegah
INDONESIA2.Larangan berkembangnya
TAHUN 1998.
terhadap ideologi paham liberk
marxisme,
Presiden dan wakil presidekabinet dibentuk
• eksekutif presiden
& legislatif 8.PERATURAN
sama kuat. PERUNDANG-UNDANGAN
3. Mencegah paham
Marxismee, YANG
liberal
LAIN.
komunisme dan leninisme
Legislatif, Eksekutif dan Yud • kabinet
eksekutif dibentuksama
& legislatif presiden.
2. Pengaturan hak asasi 1.stabilitas
kuat. • mencegah paham
nasional ygliberal
dinamis
Presiden, Wakil presiden d kabinet dibentuk presiden. Pengaturan hak asasi 2.larangan
manu terhadap ideologi
Undang-Undang yang Mengatur Hak Asasi Manusia di Indonesia
Legislatif, Eksekutif dan Yud
K epala negara
Presiden harus dan kepala
dijamin Undang-Undang
memiliki yang
i) hakkewenangan
wanita, mengatur
legislatif 5. Larangan
oleh tentang
UUD terhadap
atauHak Asasipadnangan
Manusia(HAM)
konstitusi. ekstrimd
MPR, DPR dan Presiden Dalam sistem
Presiden presidensial,
mempunyai j)presiden
hak anak,
hak istimewa memiliki
danmengangkat
dalam k)posisi
kewajiban
yang
5.dan
Ideologi
dasar
relatif manusia.
kuat
Pancasila
dan tidak
memberhentikan menghendaki
dapat dijatuhkan
menterinya. agar B
MPR, DPR dan Presiden Presiden
Presiden tidak bertanggungjawab
mempunyai (Ayat 2)kepada
hak istimewa Tiap-tiap
dalam DPR.
warga negara
mengangkat 5.dan
Larangan
berhak terhadap
atas pekerjaan
memberhentikan padnangan
dan penghidu
menterinya.ekstrim
Presiden
Presiden tidak
Legislatif, Eksekutif dan Yud harusbertanggungjawab
(Ayat
dijamin memiliki 2)
kepada
Tiap-tiap
i) hakkewenangan
wanita, DPR.
warga negara
legislatif 5. Larangan
oleh berhak terhadap
atas
UUD atau pekerjaan
padnangan
konstitusi. dan penghidu
ekstrim
MPR, DPR dan Presiden Dalam sistem
4.eksekutif presidensial,
& legislatif samaj)presiden
hak anak,
kuat memiliki
dan k)posisi
kewajiban
yang
5. Ideologi
dasar
relatif manusia.
kuat
Pancasila
dan tidak
menghendaki
dapat dijatuhkan
agar B
Presiden, Wakil presiden d 5.kabinet
•presiden dibentuk
mengangkatpresiden Pengaturan
menteri hak asasi manu
dalam menjalankan 3.
tugas Mencegah
•mencegah
pemerntahnyapahamliberal
paham liberal
Presiden dan wakil preside•paraa menteri
2.Presiden tidakbertanggung jawab
Pasal
dapat membubarkan kepada
28A sampai presiden
parlemen.28j uud •pencipitaan norma yang
2.Larangan terhadap baruMarxisme,L
ideologi harus mela
MPR, DPR dan Presiden 3.Kekuasaan Eksekutif
kepala ngra adlh tidak
presiden UUDdapat
1945
di di jatuhkan oleh 3.Stabilitas
Legislatif Nasional yang dinamis
MPR, DPR dan Presiden pemilihan presiden dilakukan
Yang
secara
Salingmengatur
langsung
tolong (HAM) di I 5. Larangan terhadap padnangan ekstrim
menolong
Presiden, Wakil presiden dAgar Indonesia
• eksekutif lebih baik
dan legislatif Saling
sama kuatpercaya
d. atas kebebasan pribadi Untuk meyakinkan
2. mencegah fahambangsa
liberal l
Legislatif, Eksekutif dan Yud
• kabinet di bentuk presidene.hak atas rasa aman 3.
4, penciptaan
penciptaan normal yang
norma yg barubaru harus
harus me
melalu
KPK,Komisi,Yudisial dan MSistem persdensisl
*menteri-menteri adalah Ham merupakan
bertanggungjawab kepada sebuah hak
5, laragan terhadap
presiden.*larangan terhdap pandagan ekstrim
ideologi atau yg m
paham m
KPK,Komisi,Yudisial dan M4.Presiden mempunyai hakPeraturan
7.PIAGAM perundang
istimewa dalam undan
HAM INDONESIA*mencegah
mengangkat
2.Larangan
TAHUN paham liberal
dan memberhentikan
1998.
terhadap ideologi
menterinya.
marxisme, k
Presiden dan wakil preside5.Presiden
4. eksekutiftidak bertanggungjawab
& legislatif 8.PERATURAN
sama kuat 30kepada
-Pasal PERUNDANG-UNDANGAN
DPR.
UUD 1945 3. Mencegah paham
YANG
liberal
LAIN
Legislatif, Eksekutif dan Yud
5.
5. kabinet
kabinet dibentuk
dibentuk presiden
-Pasal 31 UUD 1945
presiden 5.
4. Larangan
Penciptaanterhadap padnangan
norma yang ekstrim
baru harus me
Presiden, Wakil presiden d eksekutif & legislatif sama kuat.
HAM merupakan sebuah hak
5. Larangan terhadap padnangan ekstrim
Presiden dan wakil presidekabinet dibentuk
3.Presiden presiden.
mengangkat Indonesia,
menteri
Hak untuk since independe
dalamberkeluarga
kabinet dalam Batasan-batasan
(pasal
*Mencegah
menjalankan
10) pahamPancasila
tugas liberal s
pemerintahannya
Presiden, Wakil presiden d 4.para menteri bertanggungHak
jawab
untuk
kepada
mengembangkan
presiden *Penciptaan
diri (pasal 11,12.13.14.15.16)
norma yang baru harus mela
Presiden, Wakil presiden dKepala Negara
Presiden Dan Kepala
mengangkat termuat
menteri Hakdalam
 dalam UUD 1945
wanita(Pasal
kabinet dalam Larangan terhadap
45-51)
menjalankan pandangan ekstrim
tugas pemerintahannya. ... ya
Presiden, Wakil presiden d Para menteri bertanggung jawab
 Hak kepada
anak(Pasal
presiden.
52-66)5. Larangan terhadap padnangan ekstrim
Legislatif, Eksekutif dan Yud HAM merupakan sebuah hak
eksekutif & legislatif sama kuat.
kabinet
eksekutifdibentuk
Legislatif, Eksekutif dan Yud presiden.
& legislatif hak asasi manusia berdasPancasial adalah idiologi
sama kuat.
Presiden, Wakil presiden d kabinet
presidendibentuk presiden. Pengaturan
tidaktidakbertanggung
-Hak jawab tentang
wanitakepada hak as3.mencegah paham liberal
(pasal 45-51)
DPR
MPR, DPR dan Presiden 2.kekuasan eksekutif tidak -Hak anak
dapt di (pasaloleh
jatuhkan 52-66) 4.penciptaan normah yg baru harus melal
legislatif.
3.persiden
4. eksekutiftidak
Legislatif, Eksekutif dan Yud bertanggung
& legislatif sama jawab
 kuat kpd parlemen45-51)
Hak wanita(Pasal 3. Mencegah paham liberal.
Presiden dan wakil preside5.
4. kabinet
eksekutifdibentuk presiden
& legislatif  kuat
sama Hak anak(Pasal 52-66)3. Mencegah paham liberal.
MPR, DPR dan Presiden 5.
4. kabinet
eksekutifdibentuk presiden
& legislatif Pengaturan hak
sama kuat asasi manusia di
3. Mencegah
Indo- nesia
pahamberdasarkan Undang-U
liberal.
MPR, DPR dan Presiden 5.
4. kabinet
eksekutifdibentuk presiden
& legislatif Pengaturan hak
sama kuat 3. Mencegah
asasi manusia di paham
Indo- nesia liberal.
berdasarkan Undang-U
MPR, DPR dan Presiden 5. 4. kabinet
eksekutifdibentuk presiden
& legislatif Pengaturan hak
sama kuat asasi manusia di Indo- nesia
3. Mencegah paham berdasarkan Undang-U
liberal.
Presiden dan wakil preside5. kabinetmengangkat
Presiden dibentuk presiden g. Hak
menteri kesejahteraan
dalam danmenjalankan
kabinet dalam lain
5.
3. Larangan
sebagainya.
Nilai terhadap
dan tugas
cita-cita padnangan
pemerintahannya.
berasal ekstrim
daqri moral
... bu
Para
Legislatif, Eksekutif dan Yud menteri
2.presiden di bertanggung jawab
HAM
pilih brdasarkan
C.hak kepada presiden
merupakan
demokrasi 4.
sebuahdiri
mengembangkan
rakyat hak Cita-citatrhdap
Larangan bangsa dicapaiatau
ideologi secara
phambersam
marx
Presiden, Wakil presiden d 3menteri"bertanggung jwb kpda
D.hakpresiden
memperoleh keadilanMencegah paham Liberal
eksekutif & legislatif sama kuat. 2.Larangan terhadap ideologi atau paham
Legislatif, Eksekutif dan Yud
kabinet dibentuk presiden. Pengaturan hak asasi manu
3.mencegah
. presiden mengangkat kabinet dalam menjalin kan tugas
.larangn paham
pemerintahan
terhadap liberal Marxisme
nya
ideologi
.para
*tidak mentri
Legislatif, Eksekutif dan Yud bertanggung
ada lembaga jawab
Pasal
tertinggi kepada presiden
28A sampai
negara 28J UUD.mencegah berkambanya
2.larangan terhadap paham
ideologi atauLipaham
betal
MPR, DPR dan Presiden *eksekutif dan legislatif sama
Hak
kuat
asasi manusia tersebu3.mencegah paham liberal
Legislatif, Eksekutif dan Yud
C iri-ciri sistem
eksekutif pemerinta
dan legislatif Ketetapan
sama
8 hak MPR nomor
kuatkesejahteraan xvll/
dan P
4 ancasila
lain adalah
penciptaan
sebagainya ideologi
norma yang baru harus mela
KPK,Komisi,Yudisial dan Mkabinet di bentuk presiden 5 larangan terhadap pandangan ekstrim y
Legislatif, Eksekutif dan Yud
C iri-ciri sistem
4.presiden pemerinta
mempunyai hal Ketetapan MPR mengakat
istimewa dalam nomor xvll/mentri"
P ancasila adalah
4.penciptaan ideologi
norma yang baru harus mela
KPK,Komisi,Yudisial dan M5.presiden
3.materi" tidak bertanggung
Ketentuan
jawab
*hak ataskepada
itu antara
rasa Dprlain Ketetapan
aman(pasal 5.larangan
28-35) MPR
2.larangan terhadap
Nomorpandangan
terhadap XVII/MPR/1998
ideologi ataueksrim
Ten
pahan ya
m
Bertangung
Legislatif, Eksekutif dan Yud Japan
kepala negara dan kepada presiden. tentang
kepala pemerintahan
peraturan nya adalah 3.mencegah
HAK ASASI
presiden
MANUSIApahan liberal undang-undan
berdasarkan
MPR, DPR dan Presiden di pilihada
-tdak atas demokrasi
lembaga rakyat
tertingginomor
menteri
-hak
negara39 tahun
untuk bertanggung
1999 jawab
memperoleh batasan
kepada
keadilan ² Pancasila
2.mencegah presiden.
saham sebaga
presiden mempunya
liberal
Legislatif, Eksekutif dan Yud
-eksekusif
4.tidak adadan legislatif
lembaga sama
-hak
tertinggi
Hakkuat
untuk memperoleh
negara
untuk berjeluarga keadilan
3.larangan
2 mencegahterhadap pandangan Ctrim ya
saham liberal
5.eksekusif
Legislatif, Eksekutif dan Yud danlegislatif
- eksekutif dan legislatifsama
sama
Hakkuat
kuat
untuk berkeluarga 3 larangan berkembangnya
Mencegah terhadap pandangan
pahaextrim yg
Presiden, Wakil presiden d -Presiden
kabinet dibentuk presiden
ialah kepala Undang
negara undang
sekaligus dasar
kepala 194 2.larangan terhadap
pemerintah,presiden dipilih langsung
ideologi atau
rakyat,tidak
paham
Presiden dan wakil presideKabinet dibentuk
5. Presiden Tidakpresiden Pasal
bertangung 1ayat(3)undang
Hakjawab
untuk unda3.mencegah
megembangkan Melalui
diri paham liberal
konsensus
Presiden, Wakil presiden d Kepada DPR Hak
i) hakuntuk memperoleh keadilan
wanita, 5.
2. Larangan
Larangan terhadap
terhadap padnangan
ideologi atauekstrim
paham
MPR, DPR dan Presiden -Presiden
Kekuasaan eksekutif tidak
j) dapat
hak
mempunyai hak istimewa anak,
dijatuhkan
 Hak dalam dan k)oleh
kewajiban
wanita(Pasal legislatif
mengangkat 3. Mencegah
dasar manusia.
paham liberal
45-51)dan memberhentikan menterinya.
Presiden, Wakil presiden d Presiden
eksekutif tidak bertanggungjawab
& legislatif  Hakkepada
sama kuat. anak(Pasal
DPR. 52-66)5.
4. Larangan
Penciptaanterhadap padnangan
norma yang ekstrim
baru harus me
Presiden, Wakil presiden d kabinet dibentuk
5.kabinet presiden.
di bentuk Pengaturan
presiden hak asasi
2.hak berkeluarga danmanu5. Larangan
melanjutkan
3.mencegah terhadap
keturunan padnangan ekstrim
paham liberal
3.hak
KPK,Komisi,Yudisial dan M-presiden mengangkat mentri mengembangkan
dalam kabinet dalam diri
menjalankan
-larangan terhadap
tugas pemerintahannya
ideologi marxisme, len
MPR, DPR dan Presiden -para menteri
4. eksekutif & bertanggung Hak
legislatif sama asasi
jawab
kuat manusia
kepada di atur -mencegah perkembangan paham liberali
presiden.
Legislatif, Eksekutif dan Yud
5. kabinet manteri
3.manteri dibentukbertanggung
presiden..
HAM merupakan
-hak jawab
untuk kepadasebuah
keluarga (pasalhak
presiden.5.
10)Larangan
yang melekat
-larangan terhadap
pada
terhadap padnangan
setiapatau
ideologi individu
ekstrim
pahamyang
MPR, DPR dan Presiden -hak untuk mengembangkan(pasal
-mencegah
11, paham
12,13,14,15,16,)
liberal
Dalam penyelenggaraanPancasila
o memiliki nilai ideal, nilai instrumental dan nilai praksis. Jelaskan maksud nilai
3. tugas pembantuan
yaitu penugasan dari pemerintahan pusat kepada daerah dan / atau desa, dari pemerintah provinsi kepada kabupaten / kot
HAM Maksud nilai ideal adalah nilai nilai yg mengatur dalam idiologi negara
Otonomi daerah membawaPengertian
as dari nilai dasar adalah nilai-nilai dasar yang mempunyai sifat tetap (tidakberubah), ni
-)asas desentralisasi mer Nilai ideal adalah pancasila yg berurut dengan nomor yg bersesuai
Pulau Sila ke 5
Otonomi daerah membawaNilai
as dasar
Nilai adalah
praksis: nilai-nilai
merupakan dasarpenerapan
bentuk yang mempunyai sifat Pancasila
dari konsep tetap (tidak berubah),
dalam nilai-nilai
kehidupan ini terda
sehari-hari.
Dalam penyelenggaraan
4.Presiden mempunyai hak oto
Nilai
istimewa
instrumental:
dalam mengangkat
merupakan dan
bentuk
memberhentikan
penerapan darimenterinya.
nilai-nilai ideal Pancasila yang tampil dalam
5.Presiden tidak bertanggungjawab
Nilai praksis:
kepada
merupakan
DPR. bentuk penerapan dari konsep Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
terdapat 3 jenis penyelen nilai dasar atau nilai ideal pancasila adalah nilai nilai nilai dasar yang relatif tetap ( tidak berubah
2.asas dekonsentasi
3.asas medebewind(tugas silake1
pembantu)
ketuhanan yang maha esa pasal 28 ayat 1 setiap orng atau menyakini kepercayaan
Asas.
2 asasBerdasarkan Undang-
dekonsentrasi Nilai ideal adalah asas-asas yang diterima bersifat mutlak (sesuatu yang benar dan tidak perlu d
3asas tugas pembantuan Nilai ideal adalah yg di terima bersifat untuk (sesuatu yang benar dan tidak perlu di pertanyakan
•asas dekonsentrasi
•asas medebewind
Otonomi Nyata. ... Karena pancasilah tidak berubah terdapat dalam setiap sila pancasilah yaitu ketuhanan,nilai kem
Otonomi Bertanggung Jawab
2. Asas Dekonsentrasi Nilai ideal: merupakan unsur-unsur dasar dari Pancasila yang bersifat tetap. Bagian-bagian yang
3. Asas Modebewind (Tugas
* Dekonsentrasi. Nilai
Pembantuan)
ideal: merupakan unsur-unsur dasar dari Pancasila yang bersifat tetap. Bagian-bagian yang
**Otonomi Luas
tugas pembantuan Nilai ideal adalah asas-asas yang diterima bersifat mutlak (sesuatu yang benar dan tidak perlu d
*Otonomi Nyata
2.dekonsentrasi Maksud nilai Pancasila sebagai nilai ideal adalh merupakan unsur-unsur dasar dari Pancasila ya
3.tugas pembantuan Nilai ideal: merupakan unsur-unsur dasar dari pancasila yang bersifat tetap
Asas. Berdasarkan Undang-
Nilai Ideal, Instrumental dan Praksis dari Pancasila dan Contohnya Sebelum membahas nilai ide
Aktualisasi niali spritual Nilai ideal di sebut juga nilai dasar berkaitan dengan hakikat sila ke 5 pancasila
Stabilitas nasional yang d Nilai-nilai Pancasila yang tidak berubah terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 meliputi setiap s

Nilai praksis: merupakan bentuk penerapan dari konsep Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Otonomi daerah membawa as
Otonomi daerah membawa
Dalam penyelenggaraan Pancasila
as
ototnomi memiliki
daerah nilai asas-asas
terdapa ideal, nilai yang
instrumental
harus didan nilai praksis. Jelaskan maksud nilai Pancasi
patuhi.
Pancasila memiliku nilia ideal
Dalam penyelenggaraan otonomi daerah terdapat asas asas yang harus dipatuhi.
Pancasila memiliki nilai idea
Desentralisasi, dekonsentr Nilai negara
2. asas tertib penyelenggaraan ideal adalah asas asas yang di terima bersifatmutlak( sesuatu yang benar dan tidak perlu d
3. asas
Asas kepentingan
Medebewind umumPembantuan),
(Tugas nila-nilai (ideal,praksis,instrumental)
Nilai praksis: merupakan
merupakanbentuk
suatu asasdalam
dasarpancasila
penerapan dari
hukumkonsep
otonomi
Pancasila
daerahdalam
yang memiliki
kehidupansifat
sehari-hari.
memban

Asas hukum, asas politik d Nilai pancasilah adalah membantu masyarakat Indonesia dpa bersikap adil dan makmur dan tda
Otonomi daerah Sebagai nilai ideal merupakan bentuk penerapan dari nilai-nilai ideal Pancasila yang tampil da
2.Nilai instrumental:
Otonomi 3.Nilai praksis: merupakan bentuk penerapan dari konsep Pancasila dalam kehidupan sehari-ha
Asas2 daerah merupakan
Asas3 Nilai
Situsideal ada nilai yng cookie
ini menggunakan bermakna dlam tjuankebijakan
berdasarkan bersamacookie . Kamu bisa menentukan kondisi m
Indonesia merupakan
PI sebuah negara yang begitu luas, dimana Indonesia terdiri dari berbagai wilayah dan daerah.
1desentralisasi yaitu pen Ideal pancasila memiliki nilai ideal berupa nilai yang dicita-citakan
3. tugas pembantuan
Nilai idealpusat
yaitu penugasan dari pemerintahan adalah asas-asas
kepada daerahyang
danditerima bersifat
/ atau desa, darimutlak (sesuatu
pemerintah yang kepada
provinsi benar dan tidak perlu
kabupaten d
/ kot
T kancing
Asas hp ibu
Dekonsentrasi, Huuu pendelegasian wewenang dari pemerintah pusat pada pemerintah daerah atau dari badan
merupakan
Asas Medebewind (Tugas Pembantuan),
Nilai Praksis adalah
merupakan
nilai yang
suatu
sesungguhnya
asas dasar hukum
dilaksanakan
otonomidalam
daerahkehidupan
yang memiliki
nyatasifat
sehari-hari
membanb
Otomatis daerah membawaNilai
2)Dekosentrasi a ideal;merupakan
Nilai ideal adalah asasunsur" Dasar
asas yang dari pancasila
diterima bersifat yang bersifat
sesuatu yangtetap,
benarbagian-bagian
dan tidak perluyang manj
dipertany
3)Tugas Pembantuan
2.asas dekonsentrasi Nilai nilai pancasila yang tidak berubah terdapat dalam pembukaan UUD 1945 meliputi setiap si
3.asas
c. Asasmedebewind
Tugas PembantuanNilai ideal adalah nilai nilai dasar yang mempunyai sifat tetap(tidak berubah), nilai-nilai ini terdap
adalah penugasan dari pemerintah pusat
Nilai Ideal, kepada daerah
Instrumental dan/atau
dan Praksis daridesa dari pemerintah
Pancasila provinsi
dan Contohnya kepadamembahas
Sebelum kabupaten/kota d
nilai ide
Asas Desentralisasi, Deko Nilai ideal adalah asas asas yg diterima bersifat mutlak (sesuatu yg benar dan tidak perlu diperta
3.Asas Medebewind, merupakan
Nilai instrumental:
kewenanganmerupakan
pemerintahbentuk
yang lebih
penerapan
rendahdari
tingkatannya
nilai-nilai ideal
untukPancasila
membantu yang
pemerintah
tampil dalam
ya
Nilai praksis: merupakan bentuk penerapan dari konsep Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Perubahan, naskah Piagam 1945
asas Desentralisasi,
2.Asas Dekonsentrasi,Deko .Nilai
Nilai-nilai
merupakan Pancasila
instrumental:
kewenangan yang
untuktidak
merupakan berubah
mengatur
bentuk danterdapat
penerapan
mengurus dalam
dari Pembukaan
urusan
nilai-nilai
sektor UUD 1945
idealadministrasi
Pancasila meliputi
yang
dalam
tampilsetiap
sistem
dalam
N
3.Asas Medebewind, merupakan
Nilai praksis:
kewenangan
merupakan
pemerintah
bentukyang
penerapan
lebih rendah
dari konsep
tingkatannya
Pancasila untuk
dalam
membantu
kehidupanpemerintah
sehari-hari
ya
yaitu
2.Asasasas Desentralisasi, Nilai ideal adalah asas-asas yang di Terima bersifat mutlak (sesuatu yang benar dan tidak perlu
Dekonsentrasi
3.Asas Medebewind (Tugas-Nilai
pembantuan)
ideal: merupakan unsur-unsur dasar dari pancasila yg bersifat tetap.Bagian-bagian yg men
Indonesia
Desentralisasi Pulai ff
Tugas pembantuan Nilai ideal adalah asas² yg di Terima bersifat mutlak
4.Presiden mempunyaiadalah
2.asas dekonsentrasi hak5.Presiden
pelimpahantidak bertanggungjawab
wewenang pemerintahkepada DPR.
oleh pemerintah pusat kepada gubernur.
3.asa tugas pembantuan
2.dekonsentrasi adlah
Nilai penugasan
ideal adalah dari
asas"
pemerintah
yng diterima
pusat
bersifat
kepada mutlak
daerahsesuatu
dan desa
yangdari
benar
pemerintah
dan TDKprovinsi
perlu dikepad
prtnyk
3.tugas
2. Asas pembantuan. "Dalam
Dekonsentrasi adalah pembukaan
pelimpahan uud 1945
wewenang meliputi setiap
pemerintahan olehsila pancasilapusat
pemerintah yaitu kepada
ketuhanan,nilai
gubernurkemanusian,nil
sebagai waki
3.•Asas Tugas Pembantuan
asas dekonsentralisa. Nilai ideal
adalah adalah asas-asas
penugasan dari yang diterima
pemerintah pusatbersifat
kepada mutlak
daerah(sesuatu
dan/atauyang benar
desa dari dan tidak perlu
pemerintah provid
• dan
Asas tugas pembantuan.
dekosentrasi. ... 5. Nilai dasar adalah nilai-nilai dasar yang mempunyai sifat tetap (tidak berubah), nilai-nilai ini te
Asas tugas
2.Asas pembantuan. -
Dekonsentrasi
3.Asas Medebewind
Unduh App Android (TugasNilai
Pembantuan)
dasar adalah nilai-nilai dasar yang mempunyai sifat tetap (tidak berubah), nilai-nilai ini terda
Situs ini menggunakan cookie
Upaya
berdasarkan
menghormati,
kebijakan
melindungi
cookiedan
. Kamu
menjunjung
bisa menentukan
tinggi nilaikondisi
kesucian
menyimpan
dan ketulusan
dan mengakses
yang melek
adalah penugasan dari pemerintah pusat
Nilai dasar kepada
adalah daerah
nilai-nilai dan/atau
dasar desa dari pemerintah
yang mempunyai sifat tetapprovinsi kepada kabupaten/kota
(tidak berubah), d
nilai-nilai ini terda
adalah penugasan
Presiden dari memiliki
harus dijamin pemerintah pusat kepada
i) hakkewenangan
wanita, daerah
legislatif dan/atau
oleh UUD atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota d
konstitusi.
Dalam
2.Asas sistem presidensial,j)presiden
dekosentrasi hak anak,
memiliki
dan k)posisi
kewajiban
yangdasar
relatif manusia.
kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif sep
3.Asas Medebewind (Tugas1.Nilai
Pembantuan)
ideal: merupakan unsur-unsur dasar dari Pancasila yang bersifat tetap. Bagian-bagian ya
3 jenis penyelegaraan uru Nilai idelai adalah asas asas yang di terima bersifat mutlak (sesuaatu yang benar dan tidak perlu
2.Dekonsentrasi
3.Tugas
Asas danPembantuan Nilai
prinsip pemerintahan ideal
Nilai daerahadalah nilai
instrumental: nilai dasar
merupakan yangpenerapan
bentuk relatif tetap, yang
dari nilai tersebut
nilai-nilai berada diyang
ideal Pancasila pembukaan UU
tampil dalam
Otonomi
Disiplin daerah membawaNilai
asaspraksis:
dan prinsip
merupakan
sebagaibentuk
berikut:
penerapan
Menggunakan
dari konsep
asas desentralisasi,
Pancasila dalamdekonsentralisasi
kehidupan sehari-hari.
dan tug
Jujur
2. dekonsentrasi Sebagai pemersatu bangsa Indonesia
2.tugas pembantuanasas desentralisasi
2, penyelenggaraan nilai
Nilai dasar adalah
ideal di sebut nilai-nilai
secara
juga
utuhnilaidasar
dan danyang
dasar bulatmempunyai
berkaitan sifat tetap
yg dilaksanakan
dgn hakikat kalima(tidak
di daerah berubah)nilai-nilai
silakabupaten
Pancasila dan
, yaitu;
kota,in terdap
ketuhanan
3, asas tugas dan pembantuan
Asas asas otonomi daerah. yg dapat dilaksanakan di daerah provinsi Kabupaten, kota, dan desa
*desentralisasi
2. dekonsentrasiyaitu penyerahan
yaitu Nilai dasar
pelimpahan wewenang
adalahpemerintah
wewenang nilai nilai dasar
pemerintah oleh yg
pemerintah
oleh mempunyai
pemerintahpusat
sifatkepada
pusat tetap(tidak
kepada daerah
berubah)nilai
otomon
gubernur untuk
sebagainilai
mengatur
wakilini pemerinta
terdapat
dan
yaitu
2.Asaspenugasan dari pemerintahan
Dekonsentrasi Nilai idealpusat
adalah
kepada
asas-asas
daerah yang
danditerima
/ atau desa,
bersifat
darimutlak
pemerintah
(sesuatu
provinsi
yang kepada
benar dan
kabupaten
tidak perlu
/ kot
d
3.Asas Medebewind (TugasNilai
Berikutnya Pembantuan)
Nilai dasar adalah merupakan
instrumental: nilai-nilai dasar yang
bentuk mempunyai
penerapan darisifat tetap (tidak
nilai-nilai berubah), yang
ideal Pancasila nilai-nilai ini dalam
tampil terda
Nilai praksis:
Asas Dekonsentrasi, merupakan merupakan
kewenangan untukbentuk penerapan
mengatur dari konsep
dan mengurus urusan Pancasila dalam kehidupan
sektor administrasi dalam sehari-hari.
sistem NKR
Pancasila
2.Dekonsentrasi yaitu pelimpahan sebagai nilai
Nilai Instrumental
wewenang terbagi oleh
pemerintah menjadi 3,yaitu Nilai
pemerintah pusatIdeal, Nilaigubernur
kepada Instrumental, danwakil
sebagai Nilai pemerinta
Praksis . N
3.Tugas pembantuan yaitu Nilai
penugasan
Instrumental
Jadikan dari pemerintahan
jawaban adalahya....
terbaik penjabaran
pusat kepada
lebih lanjut
daerah
dari dan/
nilai dasar
atau desa
atau,dari
nilai pemerintah
Ideal secaraprovinsi
lebih krea
ke
terdapat 3 jenis penyelen
Asas Dekonsentrasi, merupakan pendelegasian wewenang dari pemerintah pusat pada pemerintah daerah atau dari badan
Asas Medebewind (Tugas Pembantuan),
Pengertian darimerupakan
Nilai Praksis
suatu
adalah
asasnilai
dasar
yang
hukum
sesungguhnya
otonomi daerah
dilaksanakan
yang memiliki
dalam sifat
kehidupan
memban
ny

Asas Desentralisasi, merupakan kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahannya dalam sistem NKRI
Asas
Asas Dekonsentrasi,
Dekonsentrasi, merupakan
Mengenai
merupakan kewenangan
Nilai instrumental:
pendelegasian untuk
nilai ideal, nilai
merupakan mengatur
wewenang daridan
instrumental,
bentuk mengurus
dan
pemerintah
penerapan urusan
nilai praksis
dari
pusat sektor
dari
nilai-nilai
pada administrasi
pancasila
pemerintah
ideal akan didalam
Pancasila
daerah sistem
paparkan
yang NKR
darisecara
atautampil badan
dalam
Asas Medebewind
2.Asas (Tugas
Dekonsentrasi, Pembantuan),
Nilai praksis:
merupakan merupakan
merupakan
kewenangan bentuk
suatu
untuk asas
penerapan
mengatur dasar
dan dari
hukum
konsep
mengurus otonomi
Pancasila
urusan daerah
sektor dalam
yang memiliki
kehidupan
administrasi sifat
dalamsehari-hari.
memban
sistem N
3.Asas Medebewind, merupakan
2.Asas Dekonsenterasi Nilai idea:merupakan
kewenangan pemerintah
unsur-unsur
yang
desar
lebih
dari
rendah
pancasilah
tingkatannya
yg nersifat
untuktetap.
membantu pemerintah ya
3.Asas Medebewind. merupakan
Asas Dekonsentrasi, Nilai
Nilai ideal merupakan
instrumental:
pendelegasian unsur-unsur
merupakan
wewenang dasar
bentuk
dari dari Pancasila
pemerintah
penerapan dari
pusat yang pemerintah
bersifat
nilai-nilai
pada tetap. Bagian-bagian
ideal Pancasila
daerah
yang
atautampil yang
dari badan
dalam
Asas Medebewind (Tugas Pembantuan),
Nilai praksis: merupakan
merupakanbentuk
suatu asas
penerapan
dasar dari
hukumkonsep
otonomi
Pancasila
daerahdalam
yang memiliki
kehidupansifat
sehari-hari.
memban
3.Asas Medebewind (TugasNilai
Pembantuan),
ideal: merupakan
merupakan
unsur-unsur
suatu asas
dasar
dasar
dari hukum
Pancasila
otonomi
yang bersifat
daerah yang
tetap.memiliki
Bagian-bagian
sifat memba
yang
3.Asas Medebewind (TugasNilai
Pembantuan), merupakan
ideal: merupakan suatu asas
unsur-unsur dasar
dasar dari hukum otonomi
Pancasila daerah yang
yang bersifat tetap.memiliki sifat memba
Bagian-bagian yang
3.Asas Medebewind (Tugas
Asas Dekonsentrasi, Nilai
merupakan ideal: merupakan
Pembantuan),
pendelegasian unsur-unsur
merupakan
wewenang dasar
suatudari
asas dari hukum
dasar Pancasila
pemerintah yangpemerintah
otonomi
pusat pada bersifat tetap.
daerah yang Bagian-bagian
memiliki
daerah atausifat yang
darimemba
badan
Asas Medebewind (Tugas Pembantuan),
Mengenai nilaimerupakan
ideal, nilai instrumental,
suatu asas dasar
dan nilai
hukum praksis
otonomi
dari daerah
Pancasila
yangakan
memiliki
dipaparkan
sifat memban
secara
adalah penugasan dari pemerintah pusat
Nilai dasar kepada
adalah daerah
nilai-nilai dan/atau
dasar desa dari pemerintah
yang mempunyai sifat tetapprovinsi kepada kabupaten/kota
(tidak berubah), d
nilai-nilai ini terda
Asas desentralisasi mrup Nilai ideal adalah asas"yg diterima brsifat mutiak (sesuatu yg bnar dan tdak prlu di pertanyakan
2.Asas Dekonsentrasi, merupakan kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan sektor administrasi dalam sistem N
3.asas otonomis
.asas dekonsentrasi Pancasila sebagai nilai terbagi menjadi 3,yaitu Nilai Ideal, Nilai Instrumental, dan Nilai Praksis.
Asas
*asasotonomis Nilai idiel adalah asas ygsuatu
medebewind(tugas pembantuan),merupakan diterima barsifat
asas dasarmultak(sesuatu
hukum otonom yang daerah benar dan tidak
yg memiliki perlu
sifat di pertanya
membantu
Pemerintahan pusat
Yaitu penugasan dariatau pemerintahan
Mengenai
pemerintah pusatnilai
ygideal,nilai
lbih tinggi
kepada instrumental,
daerahtingkatannya
atau desadan
dalam
dari nilai
mnyelenggarakan
praksis dari
pemerintah pancasila
provinsi negara
kepadaakan
atau
dipaparkan
daerah melalui
kabupaten/kota secaraker
dan des
* nilai ideal adalah asas asas yang diterima bersifat mutlak ( sesuatu yang benar dan tidak perlu
Asas
Yaitu desentralisasi,
penugasan daridekonNilai
pemerintahideal merupakan
pusat unsur unsur
kepada daerah dasar
atau desa dari
dari pancasila provinsi
pemerintah yang bersifat tetap
kepada kabupaten/kota dan des
*nilai
nilaiygideal adalah asas asas yang
terdapat pada UUD 1945. diterima bersifat mutlak ( sesuatu yang benar dan tidak perlu
Asas
2.asasBerdasarkan Undang-Undang
dekonsentrasi nilai yangNomor
ada dalam
23 Tahun
pacasila2014
seperti
tentang
ketuhaan
Pemerintah Daerah,
kemanusiaan terdapat 3 jenis penyelenggaraan 
persartuan dan lain".
3.asas medebewind Adalah
mengenaliasas yg ideal
nilai diterima
nilaibersifat mutlakdan
instrumental (sesuatu yg benar
nilai praksis dariDan tidak Peru dipertayakan lagi).
Pancasila
1.ASAS desentralisasi 2. akan dipaparkan secara ringkas pada bagian penjelasan
2.asas deskontrasi
3.asas medebewid
Asas deskontrasi nilai ideal adalah dasar mempunyai sifat tetap (tidak berubah)nilai-nilai ini terdapat dalam pembu
Asas
Asas medebewid Nilai ideal
tugas pembantuan adalah adalah dari
penugasan dasar yg mempunyai
pemerintah pusat sipat
kepadatetap(tidak berubah)nilai
daerah dan atau desanilai
dariin terdapat dalam
pemerintah pem
provinsi k
2.Asas Desentralisasi Pengertian dari nilai dasar adalah nilai - nilai dasar yang mempunyai sifat tetap (tidak berubah),
3.Tugas pembantuan Nilai"pancasila yang tdk berubah terdpat dalam pembukaan UUD1945 meliputi setiao sila panca
3.tugas pembantuan
yaitu penugasan dari Yaitu penugasan
Nilai
pemerintahandasar darikepada
pemerintah
adalah
pusat - nilaipusat
nilai daerah dankepada
dasar /yang daerah dan
atau mempunyai
desa, dari atautetap
sifat desatidak
pemerintah dari berubah
pemerintah
provinsi provinsi kepad
pembukaan
kepada kabupaten UUD
/ kot
Nilai dasar adalah nilai-nilai dasar yang mempunyai sifat tetap (tidak berubah), nilai-nilai ini terda
adalah penugasan dari
Asas Desentralisasi, pemerintah
adalahkewenangan
merupakan nilai
pusatyang
kepada
dilaksanakan
daerah
untuk dan/atau
dalam
mengatur kehidupan
dan desa darisehari-hari
mengurus pemerintah baik
provinsi
dalam
urusan pemerintahannyakepada
kehidupan
kabupaten/kota
dalam bermasyarak
sistem NKRId
Asas
1.asasDekonsentrasi,
desentralisasi merupakan
,merupakan kewenangan
Nilai instrumental:
kewenangan untuk
untukmengatur
merupakan dan
bentuk
mengatur mengurus
penerapan
dan mengurus urusan
dari sektor
nilai-nilai
urusan administrasi
ideal dalam
Pancasiladalam
pemerintahannya sistemdalam
yang tampil
sistem NKR
NKR
2.ASAS dekosentrasi, merupakan
-dekonsentrasi Nilai kewenangan
Nilai ideal
ideal untuk
adalah asas asasmengatur dan mengurus
yang ditrima urusan
bersifat mutlak sektor administrasi
(sesuatu dalam
yang benar dan sistem
tidak perluNK
di
-tugas pembantuan merupakan
Asas Dekonsentrasi, Nilai
Nilai dasar adalh
praksis: nilai wewenang
pendelegasian
merupakannilaibentuk
dasar penerapan
yang mempunyai
dari pemerintah sifat pada
dari konsep
pusat tetap(tidak
Pancasila berubah)
pemerintah nilai atau
dalamdaerah
kehidupannilaisehari-hari.
ini
dariterdapa
badan
Asas
-asas Medebewind (Tugas Pembantuan), merupakan suatu asas dasar hukum otonomi daerah yang memiliki sifat memban
dekonsentrasi
-asas medebewind 5.nilai ideal nilai dasar adalah nilai-nilai dasar yang mempunyai sifat tetap.
s. Jelaskan maksud nilai Pancasila sebagai nilai ideal!

fat tetap (tidakberubah), nilai-nilai ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Pe

berubah),
alam nilai-nilai
kehidupan ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Keraky
sehari-hari.
Pancasila yang tampil dalam rupa Undang-Undang dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari.
relatif tetap ( tidak berubah ) yang nilai tersebut berada di pembukaan uud1945nilai instrumental adalah nilai nilai lebih lanjut dari nilai n
menyakini kepercayaan
ang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi). Nilai-nilai Pancasila yang tidak berubah terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 meliputi s
tidak perlu di pertanyakan lagi). Nilai pancasila yg tidak berubah terhadap dalam pembukaan uud 1945 meliputi setiap pancasila
ah yaitu ketuhanan,nilai kemanusiaan,nilai persetuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan
t tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan.
t tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan
ang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi).
sur dasar dari Pancasila yang bersifat tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, P

ebelum membahas nilai ideal, instrumental dan praksis dari pancasila admin akan membahas terlebih dahulu apa yang dimaksud deng

UUD 1945 meliputi setiap sila Pancasila yaitu ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadila

alam kehidupan sehari-hari.

skan maksud nilai Pancasila sebagai nilai ideal

rus dipatuhi.

ang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi). Nilai nilai pancasila yang tidak berubah terdapat dalam pembukaan UUD 1945 meliputi s

alam kehidupan sehari-hari.

ap adil dan makmur dan tdak melalui batasannya

l Pancasila yang tampil dalam rupa Undang-Undang dan Perppu.


dalam kehidupan sehari-hari.

bisa menentukan kondisi menyimpan dan mengakses cookie di browser

ang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi). Nilai-nilai Pancasila yang tidak berubah terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 meliputi s

hidupan nyata sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai praksis juga dapat berubah/diubah ata
, bagian-bagian
ar dan tidak perluyang manjadi nilai
dipertanyakan lagiideal dari pancasila adalah Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan.
UUD 1945 meliputi setiap sila pancasila yaitu ketuhanan nilai kemanusiaan niali persatuaan nilai kerakyataan dan nilai keadilan
erubah), nilai-nilai ini terdapat dalam pembukaan UUD 1945.nilai nilai dasar pancasila (ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan
ebelum membahas nilai ideal, instrumental dan praksis dari pancasila admin akan membahas terlebih dahulu apa yang dimaksud deng
enar dan tidak perlu dipertanyakan lagi)
Pancasila yang tampil dalam rupa Undang-Undang dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari

UUD 1945
Pancasila meliputi
yang tampilsetiap
dalamsila Pancasila
rupa yaitu ketuhanan,
Undang-Undang nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadila
dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari
yang benar dan tidak perlu di pertanyakan lagi).
etap.Bagian-bagian yg menjadi ideal dari pancasila adalah ketuhanan,kemanusiaan,persatuan,demokrasi,dan keadilan.

nar dan TDK perlu di prtnykn lgi .nilai pncsila yng TDK berubh terdpt dlm pembukaan UUD 1945mliputi setiap sila pncsila yaitu ketuhnn
hanan,nilai kemanusian,nilai persatuan,nilai kerakyatan dan nilai keadilan.
ang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi).
ak berubah), nilai-nilai ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Ker

berubah), nilai-nilai ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerak
n dan ketulusan yang melekat pada HAM menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah (aparatur pemer
berubah), nilai-nilai ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Keraky

fat tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan
yang benar dan tidak perlu di pertanyakan lagi
t berada diyang
Pancasila pembukaan UUD rupa
tampil dalam 1945Undang-Undang dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari.

berubah)nilai-nilai
Pancasila in terdapatyg
, yaitu; ketuhanan dalam
mahapembukaan UUD 1945.nilai-nilai
esa, kemanusiaan dasar pancasila
yg adil dan beradab, (ketuhanan,kemanusiaan,persatuan,kerakyatan
persatuan d
Indonesia, kerakyatan yg di pimpin oleh hikmat

ubah)nilai nilai ini terdapat dalam pembukaan UUD 1945.


ang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi).
berubah), yang
Pancasila nilai-nilai ini dalam
tampil terdapat dalam
rupa Pembukaan UUD
Undang-Undang 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerak
dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari.
mental, dan Nilai Praksis . NILAI IDEAL. Pengertian dari nilai dasar ..
nilai Ideal secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk UUD 1945 dan paraturan perundang undangan lainnya,dan dalam tata urutan

nakan dalam kehidupan nyata sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai praksis juga dapat be

la akan di yang
Pancasila paparkan secara
tampil dalamringkas pada bagian penjelasan
rupa Undang-Undang berikut
dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari.

tetap. Bagian-bagian
Pancasila yang menjadi
yang tampil dalam nilai ideal dari Pancasila
rupa Undang-Undang adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan.
dan Perppu.
alam kehidupan sehari-hari.
t tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan.
t tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan.
t tetap. Bagian-bagian yang menjadi nilai ideal dari Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan.
a akan dipaparkan secara ringkas pada bagian Penjelasan berikut.
berubah), nilai-nilai ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Keraky
n tdak prlu di pertanyakan lagi)
mental, dan Nilai Praksis.
dan tidak perlu di pertanyakan lagi.)
a akan dipaparkan secara ringkas pada bagian
yang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi ). Nilai-nilai Pancasila yang tidak terbaca dapat dalam pembukaan undang-undang Dasa

yang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi ). Nilai-nilai Pancasila yang tidak terbaca dapat dalam pembukaan undang-undang Dasa
uan dan lain".
Peru dipertayakan lagi).

ai ini terdapat dalam pembukaan UUD 1945.nilai-nilai dasar pancasila yaitu ketuhanan,kemanusian,persatuan,kerakyatan,dan keadilan
nilai in terdapat dalam pembukaan UUD 1945.nilai nilai dasar pancasila yaitu ketuhanan,kemanusiaan,persatuan,kerakyatan dan kead
sifat tetap (tidak berubah), nilai nilai ini terdapat dalam pembukaan UUD 1945 nilai nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, kemanusiaan, pe
5 meliputi setiao sila pancasila yaitu ketuhanan,Nilai kemanusiaan,Nilai persatuan,Nilai kerakyatan,dan nilai keadilan
berubah pembukaan UUD 1945 nilai- nilai persatuaan kerakyatan dan keadilan sosial
berubah), nilai-nilai ini terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Keraky
am kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai praksis dapat berubah, atau merupakan penerapan dari nilai instrumenta
Pancasila yang tampil dalam rupa Undang-Undang dan Perppu. Nilai praksis
ng benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi ).
rubah)
alam nilai nilaisehari-hari.
kehidupan ini terdapat pada uud 1945 nilai nilai dasar pancasila (ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan s
uhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial) kemudian dijabarkan menjadi nilai-nilai instrumental dan nilai prak

nusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).

i nilai lebih lanjut dari nilai nilai dasar yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk uud 1945 , TAP MPR , dan peratur

ukaan UUD 1945 meliputi setiap sila Pancasila yaitu ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.
iputi setiap pancasila

Demokrasi, dan Keadilan.


Demokrasi, dan Keadilan

etuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan.

u apa yang dimaksud dengan nilai ideal, instrumental dan praksis berikut ini penjelasannya

dan nilai keadila

ukaan UUD 1945 meliputi setiap sila pancasila yaitu ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan

ukaan UUD 1945 meliputi setiap sila Pancasila yaitu ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.

a dapat berubah/diubah atau bisa juga dikatakkan nilai praksis merupakan penerapan dari nilai instrumental dan nilai ideal pada kehidu
asi, dan keadilan.
dan nilai keadilan
an, persatuan, kerakyatan dan ke adilan sosial)
u apa yang dimaksud dengan nilai ideal, instrumental dan praksis berikut ini penjelasannya
n dan nilai keadila

an keadilan.

p sila pncsila yaitu ketuhnn, nilai kemanusiaan nilai prstuandsn nilai ketakutan dan nilai keadilan

manusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).

nusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).


emerintah (aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer) dan negara.
nusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).

n, Demokrasi, dan Keadilan.

an,persatuan,kerakyatan
an dan
yg di pimpin oleh hikmat keadilan sosial)
kebijaksanaan dalam permusawratan / perwakilan , keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,

nusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).

nnya,dan dalam tata urutan peraturan perundang-undangan Negara menurut UU No.10 Tahun 2004

Nilai praksis juga dapat berubah/diubah atau bisa juga dikatakkan nilai praksis merupakan penerapan dari nilai instrumental dan nilai id

Demokrasi, dan Keadilan.

Demokrasi, dan Keadilan.
Demokrasi, dan Keadilan.
Demokrasi, dan Keadilan.

nusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).


kaan undang-undang Dasar 1945 meliputi setiap sila Pancasila yaitu ketuhanan nilai kemanusiaan nilai persatuan Nilai kerakyatan dan

kaan undang-undang Dasar 1945 meliputi setiap sila Pancasila yaitu ketuhanan nilai kemanusiaan nilai persatuan Nilai kerakyatan dan

n,kerakyatan,dan keadilan.
atuan,kerakyatan dan keadilan
tuhanan, kemanusiaan, persatuan,kerakyatan dan keadilan sosial)

nusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial).


rapan dari nilai instrumental dan nilai ideal pada kehidupan sehari hari.

kerakyatan, dan keadilan sosial)


instrumental dan nilai praksis yanglebih bersifat fleksibel dalam bentuk aturan atau norma-norma yang berlakudalam kehidupan bemas

5 , TAP MPR , dan peraturan undang undang lainnya nilai praksis adalah nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan nya

akyatan dan nilai keadilan.

kyatan dan nilai keadilan

akyatan dan nilai keadilan.

dan nilai ideal pada kehidupan sehari hari.


rakyat Indonesia,

lai instrumental dan nilai ideal pada kehidupan sehari hari


atuan Nilai kerakyatan dan nilai keadilan.

atuan Nilai kerakyatan dan nilai keadilan.


kudalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara.

akan dalam kehidupan nyata sehari hari dalam kehidupan bermasyarakat , bermasyarakat dan bernegara