You are on page 1of 3

Air Cooler for Heat Exchanger di Industry><Oil and

Gas

Rangkuman Diskusi Proses Mailing List Migas Indonesia bulan Oktober


2006 membahas tentang Air Cooler untuk Heat Exchanger di industri
versus di minyak dan gas.

Bagaimanakah perbedaan penggunaan Air Cooler untuk Heat


Exchanger di industri versus di minyak dan gas? Bagaimana pula cara
melakukan seleksi di dalam aplikasinya?

Diskusi selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut.

Pertanyaan : Anpan

Dear Millis,

Mohon pencerahan perbedaaan penggunaan Air Cooler for Heat Exchanger di


Industrial versus Oil and Gas serta bagaimana mengadakan selection
didalam applikasinya.

Untuk itu mohon pencerahan dari Bapak/Ibu.

Selamat berbuka Puasa bagi yang menjalankannya.

Salam hormat dan terima kasih,

Tanggapan 1 : roeddy setiawan

dear Anpan

tergantung anda melihatnya bagai mana, penggunaan water cooler tentunya secara
material cost jadi murah, karena "U" nya kan harga nya besar say antara 180 -200
an, air cooler U nya cuman 10 -15.

jadi surface area yang tuk wtr cooler lebih sedikit. kalau anda puonya coolant yang
free dan once thru, misalnya dari danau yang air nya kinclong2 wtr cooler probably
the way to go, tapi kalau tiba tiba kering nah bisa repot, juga kalau kalau airnya
harus diresirculated, anda harus menambahkan cooling tower cost, pump, chemicals,
biocide dll.

HX yang water cooler bisa dibilang dimensinya lebih kecil, kan U nya besar, dengan
duty yang tinggi sehingga bisa ditaruh dekat alat yang mau ditukar panas nya jadi
secara plant layout gampang dan menghemat piping. sebagai contoh plat plat
exchanger, barang nya mungil duty nya besar.
di sisi lain kalau ngak mau pusing dengan utility, space tidak masalah, air cooler bisa
the way to go, karena coolant nya kan ngak usah beli, mesti di di treat dan lain lain,
tinggal pasang fan, off you go. jadi in the long run cheaper. makanya jadi prefered
option, misalnya di offshore, most application pake air cooler, ada juag water cooler
digunakan, tapi di offset dengan material cost yang tinggi, misalnya tube nya pakai
titanium biar tidak keropos oleh cloride attack.

jadi masing masing harus di fit yang paling cocok dengan applikasinya tidak bisa
tunjuk kancing air cooler cocok disini, water cooler cocok di sana.

Tanggapan 2 : adhi budhiarto


Keuntungan penggunaan Air Fin Coler (AFC) dibandingkan water-coolant coler :
1.Tidak ada piping untuk pendingin
2.Cocok untuk temperatur dan tekanan yang tinggi
3.Low running cost
4.Long life (water corrosion free)

Sedangkan kerugian AFC dibandingkan water-coolant coler :


1.Large body dan diperlukan tempat yang luas
2.Biaya instalasi tinggi
3.Noise problem

Kalo perbedaan penggunaannya antara di Oil and Gas dengan di industri lain
kemungkinan adalah perbedaan process fluid-nya. Kalo di Oil and Gas oily,
sedangkan kalo di industri gak oily.

Selection dan aplikasinya?


Karena saya kerja di Oil and Gas, jadi saya cuma bisa kasih best practice terkait
dengan Air Fin Cooler di Oil and Gas.

* Diperlukan full atau half vacuum design jika ada steam purging.
* Maximum tube inside velocity :
- Wet H2S service : max 6 m/s
- Hydrocarbon vapor (tidak ada liquid atau partikel padat) : max 30 m/s
- Hydrocarbon vapor (antisipasi ada partikel padat) : max 20 m/s
- Hydrocarbon vapor pada kondisi vacuum atau mixed phase : max (rho)x(v)^2 =
7000 kg/ms2
- Hydrocarbon liquid general : tergantung pada allowable pressure drop
* Tube specification :
- Tube outside diameter : 25,4 mm, 31,8 mm, 38,1 mm
- Tube material : carbon steel, stainless steel, aluminium brass, titanium
- Tube length : 2 - 12 m
- Bundle width : 0,5 - 3,25 m
- Fin type : embedded, extruded, L-footed
* Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendisain sisi pendingin (udara) :
- Cuaca (max temperature saat musim kemarau/musim panas dan musim hujan)
- Ketinggian di atas permukaan laut (untuk pengaturan velocity udara)
- Unit atau bangunan terdekat (in/out dan arah udara)
- Batasan noise
- Temperatur inlet udara untuk disain adalah 110 % temperatur tertinggi harian rata-
rata pada musim panas
* Tipe pola manifold (percabangan) juga perlu diperhatikan, apakah itu U-type, MU-
type, S-type, T-type, W-type (dengan water injection), B-type (dengan block valve),
TW-type, atau MUB- type. Dari sisi kebaikan distribusi flow : T > MU > U > S. Untuk
overhead condenser biasanya dipakai MU atau T-type, sedangkan untuk liquid cooler
dipakai U-type.
* Proteksi terhadap plugging :
- Pasang bypass line atau reverse flow direction
- Pasang steam coil dibawah AFC
- Pasang block valve dan flushing connection pada tiap AFC tube bundle
- Pasang drain untuk mengeluarkan semua liquid di dalam AFC setelah shutdown
- Gunakan bare tube outlet side bunddle untuk menaikkan tube temperature
* Diperlukan outlet temperature control terutama untuk mencegah overcooling yang
dapat menyebabkan process stream solidification.

Tanggapan 3 : Alvin Alfiyansyah


Dear Pak Anthon,

Seperti yang sudah dijelaskan Pak Roeddy dan Pak Adhi , berbagai bentuk kelebihan
dan kekurangan aplikasinya mesti bapak ketahui dulu (Force Draft, Induced Draft,
Vertical – Industrial/Oil/Gas typically; A Frame-power plant application).
Baru setelah itu material cost, space, dan process characteristicnya (DP, heat
transfer characteristic, Air Ambient Temp, Approach temperature; P/T fluids, etc.)
dirunut satu persatu.
Benar, memang terkadang noise, corrosion, dan hot air adalah masalah yang sering
muncul, namun cara mengatasinya sudah ada seperti yang telah diterangkan di
tulisan sebelumnya.

Hanya menambahkan sedikit. CMIIW.