Sie sind auf Seite 1von 3

Penelitian terdahulu dapat dijadikan referensi penelitian yang akan diteliti.

Hal ini memudahkan dalam pengetahuan perbedaan antara satu dan penelitian

Lainnya yang diharapkan para pembaca menjadi mengerti pembahasan yang

Diambil oleh peneliti. Selain itu penelitian terdahulu digunakan sebagai inspirasi

Oleh peneliti untuk menggali masalah yang lebih dalam dan berbeda dengan

Penelitian sebelumnya.

Sejumlah penelitan yang mengangkat talangan haji sebagai topik utamanya,

Misalnya penelitian yang dilakukan M. Syaful Hidayatullah di UIN Sunan

Kalijaga (2013). Pada penelitian tersebut M. Syaful Hidayatullah mengangkat

Tentang “Dana Talangan Haji (Study Fatwa DSN-MUI No. 29 tahun 200213

Tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syari’ah)“. Penelitian

Ini menjelaskan atau membahas secara khusus tentang fatwa DSN-MUI terkait

Dengan dana talangan haji dalam fatwa Nomor 29 tahun 2002, baik melalui

Perumpamaan-perumpamaan lain atau dengan metode penetapan fatwa. Hasil

Penelitiannya peneliti mencoba memaparkan dengan jelas metode MUI dalam

Menetapkan fatwa kebolehan dana talangan haji dengan berlandaskan nash Al-
Qur’am dan Hadits, ketetapan ulama dan pendekatan usul fiqh atau qaidah-qaidah

Fiqhiyyah.

Penelitian lain, yang dilakukan Rostiana Indah (2013) dalam skripsinya di

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada penelitian

Tersebut Rostiana Indah mengangkat tentang “Implmentasi Akad Qardl Terhadap

Pembiayaan Talangan Haji Pada BTN Syari’ah Malang“. Penelitian ini

Menjelaskan tentang bagaimana implementasi akad qardl pada pembiayaan

Talangan haji di BTN Syaria’ah Malang. Hasil dari penelitiannya yaitu menilai

Perbandingan antara pelaksanaannya dengan teori-teori mualamat terkait dengan

Akad qardl yang terdapat dalam produk pembiayaan talangan haji pada bank BTN

Syari’ah Malang.

Penelitian lain, yang dilakukan Kartika Rosyiati (2016) dalam skripsinya di

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pada penelitian tersebut Kartika

Rosyiati mengangkat tentang “Pembiayaan Dana Talangan Haji Menurut Fatwa

Dewan Syari’ah Nasional Dan Peraturan Perudang- Undangan (Studi Kasus


Kospin Jasa Layanan Syari’ah Capen Banjaran Tegal)“. Penelitian inimengangkat isu tentang
pelaksaan pembiayaan dana talangan haji di kospin jasa

layanan syari’ah capen Banjaran Tegal.

Berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian dapat disimpulkan pertama

bahwa dalam pelaksanaan pembayaan dana talangan haji, Kospin jasa layanan

syariah Capen Banjaran bekerja sama dengan beberapa bank penerima setoran

biayan penyelenggaran ibadah haji atau BPS BPIH. Kedua bahwa di dalam Fatwa

DSN-MUI Nomor 29 tahun 2002 dijelaskan Lembaga Keuangan Syari’ah dalam

jasa pengurusan haji tidak boleh dipersyaratkannya kospin jasa layanan syari’ah

capen Banjaran memberikan jasa dalam bentuk dana talangan haji. Ketiga

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2016 pada Pasal 6A

memutuskan bahwa BPS BPIH dilarang memberikan layanan dana talangan haji

baik secara langsung maupun tidak langsung.

Das könnte Ihnen auch gefallen