Sie sind auf Seite 1von 23

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN STROKE INFARK PADA NY. S


DI RUANGAN ICU RSUD dr. SLAMET

DISUSUN OLEH:
FITRIA NURSINTA
KHGD22002

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARSA HUSADA GARUT
2022
FORMAT LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS (ICU)

A. BIODATA PENGKAJI
Nama Pengkaji : FITRIA NURSINTA
Tanggal Pengkajian : 17 November 2022
Ruang Pengkajian : ICU
Jam : 14.00 WIB

B. BIODATA PASIEN
Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMA
Pekerjaaan : IRT
Usia : 50 tahun
Status Pernikahan : Menikah
No RM : 01335441
Diagnosa Medis : STROKE INFARK ULANG + DM + CKD
Tanggal Masuk RS : 17 November 2022
Alamat : Kp Pondok Cikembulan

C. BIODATA PENANGGUNG JAWAB


Nama : Tn. H
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pelajar
Hubungan dengan Klien : Anak
Alamat : Kp Pondok Cikembulan
D. PENGKAJIAN PRIMER (PRIMARY SURVEY)
1. Jalan Nafas + Kontrol Servikal (Airway + Cervical Control)
 Sumbatan Jalan Nafas :
o Ada :
 Benda Padat
 Benda Semi Padat
 Darah
 Muntahan
 Sekret
 Penyempitan jalan nafas / Bronkhospasme / Bronkhokonstriksi
 Ada
 Bunyi Nafas Tambahan :
o Ada :
 Snoring
 Gurgling
 Stridor
 Ronche
 Wheezing
 Crowing
 Stridor
 Riwayat Jatuh / Trauma
o Ada
 Tidak Ada
 Kecurigaan Fraktur Servikal
o Ada
 Perdarahan / Hematom Periorbital (Brill Haematom / Periorbital
Echymosis / Racoon Eyes)
 Perdarahan / Hematom pada Tulang Mastoid (Batle Sign)
 Perdarahan dari Lubang Hidung (Rhinorhe)
 Perdarahan dari Lubang Telingan (Ottorhe)
 Jejas Diatas Klavikula
 Penurunan Tingkat Kesadaran
 Tidak Ada
2. Pernafasan + Kontrol Ventilasi (Breathing + Ventilation Control)
 Sesak Nafas
o Ada
 Tidak Ada
 Sianosis
o Ada
 Tidak Ada
 Penggunaan Otot Bantu Nafas
o Ada
 Tidak Ada
 Saturasi Oksigen (SaO2) : 98 %
 Frekuensi Nafas (Respiration Rate) : 20 x/menit
 Irama Pernafasan :
 Teratur (regular)
o Tidak Teratur / (Irreguler)
 Kedalaman Pernafasan :
 Dalam
o Dangkal
 Refleks Batuk :
 Ada
o Tidak Ada
 Karakteristik Sekret / Sputum :
o Merah
o Hijau
o Kuning
o Bening
 Hasil Analisa Gas Darah ( Blood Gas Analyisis )
o pH :
o HCO2 :
o PO2 :
o PCO2 :
o tCO2
o Basw Exces :
o SaO2 :
 Simpulan Analisa Gas Darah ( Blood Gas Analysis )
o Asidosis Metabolik
o Asidosis Respiratorik
o Alkalosis Metabolik
o Alkalosis Respiratorik
o Mix AsidosisMix Alkalosis

3. Sirkulasi + Kontrol Perdarahan (Circulation + Bleeding Control)


 Perdarahan / Bleeding :
o Ada
 Tidak Ada
 Konjungtiva :
 Anemis
o Tidak Anemis
 Akral :
 Hangat
o Dingin
 Cafilary Refilling Time :
 ≤ 3 detik
o > 3 detik
 Turgor Kulit :
 ≤ 1 detik
o > 1 detik
 Mukosa Bibir :
 Kering
o Lembab
 Tekanan Darah : 186/118 MmHg
 Frekuensi Denyut Nadi / Jantung : 140x/menit
 Kekuatan Denyut Nadi (Pols):
o Kuat
 Lemah
 Irama Denyut Nadi / Jantung :
 Teratur (regular)
o Tidak Teratur (irregular)
 Nyeri Dada (Chest Pain) :
 Ada
o Tidak Ada
 Karakteristik Nyeri Dada (Chest Pain) :
 Menjalar ke Daerah Bahu, Leher, Lengan Kiri, Rahang, Gigi, dan
epigastrium
o Tidak Menjalar
 Kualitas Nyeri Dada (Chest Pain) :
 Seperti Terbakar
o Seperti Ditusuk – Tusuk / Diiris – Iris Benda Tajam
o Tumpul / Pegal
 Interpretasi Hasil EKG : tidak dilakukan pemeriksaan EKG
 Edema :
o Ada
 Tidak Ada
 Lokasi Edema :
o Ekstrimitas Atas
o Ekstrimitas Bawah
o Wajah
o Anasarka / Seluruh Tubuh
 Derajat Edema :
o Derajat I
o Derajat II
o Derajat III
o Derajat IV
 Asites :
o Ada
 Tidak Ada

4. Kesadaran (Disability)
 Tingkat Kesadaran :
 Kompos Mentis
o Somnolen
o Sopor
o Koma
 Nilai GCS (Glasgow Coma Scale) : 15
o Respon Membuka Mata (Eyes) : 4
o Respon Motorik (Motoric) : 6
o Respon Bersuara (Verbal) : 5
 Refleks Pupil terhadap Rangsangan Cahaya:
 Cepat
o Lambat
o Tidak Ada

 Diameter Pupil :
o Midriasis
 Miotik
 Lateralisasi Pupil :
 Isokor
o Anisokor
 Tonus Otot :
 Kuat
o Lemah
o Tidak Ada
 Kekuatan Otot :
 Kuat (Skala 5)
o Kelemahan / Paresis (Skala 1 - 4)
o Kelumpuhan / Plegi (Skala 0)
5. Pemeriksaan Semua Bagian Tubuh (Exposure)
 Luka Lesi / Lecet
Lokasi Bagian Tubuh : Tidak ada
 Perdarahan Spontan kecil
Lokasi Bagian Tubuh : Tidak ada
 Jejas / Haematom
Lokasi Bagian Tubuh : Tidak ada
 Hipotermi :
o Ada
 Tidak Ada
6. Foley Cathether
 Indikasi Dipasang
 Tidak Indikasi Dipasang Bila Ada Tanda – Tanda :
o Perdarahan di Lubang Kencing (Meatus Uretra)
o Haematom pada Skrotum
o Prostat Melayang / Membesar
 Jumlah Urine Output (Berdasarkan Berat Badan Klien) :
 Normal
o Oliguria
o Anuria
o Total Anuria
 Warna Urine Output :
o Mer ah
 Kuning Jernih
o Kuning Pekat
o Kuning Keruh
7. Gastric Tube
 Tanda – Tanda Fraktur Tulang Dasar Tengkorak (Basis Cranii)
o Ada
 Tidak Ada
 Jenis Gastric Tube :
o Naso Gastric Tube (NGT)
o Oro Gastric Tube (OGT)
 Indikasi Pemasangan Gastric Tube :
o Untuk Pemberian Makanan
o Untuk Pemberian Obat – Obatan
o Untuk Dekompresi Lambung dari Darah, Gas, dll
o Untuk Mencegah Aspirasi
8. Heart Monitor
 Frekuensi Denyut Jantung (Heart Rate) :
 Takhikardi (> 100 x/menit) : 140x/menit
o Normal (80 – 100 x /menit) : ……….. x/menit
o Bradikardi (< 60 x/menit) : ……….. x/menit
o Asistole
 Irama Denyut Jantung (Heart Rate) :
 Teratur (Reguler)
o Tidak Teratur (Irreguler)
 Gambaran Monitor EKG :
o Irama Sinus (Sinus Rhytme)
o Irama Bukan Sinus (Non Sinus Rhytme)
Jenis Irama : …………………………………………………….
o Irama AV Blok
 AV Blok Derajat I
 AV Blok Derajat II Tipe I
 AV Blok Derajat II Tipe II
 AV Blok Derajat III / AV Blok Total

E. SURVEY SEKUNDER (SECONDARY SURVEY)


1. PemeriksaanTanda – Tanda Vital (Vital Sign Examination)
a. Tekanan Darah : 186/118 mmHg
b. Saturasi Oksigen : 98%
c. Frekuensi Pernafasan : 20 x/menit
d. Suhu : 36,0 0C
2. Pengkajian Riwayat (Anamnesis)
a. Keluhan Saat Dikaji :
Pasien mengeluh nyeri perut, pusing, mual dan muntah
b. Riwayat Pengunaan Obat – Obatan
Pasien mengatakan sebelumnya mengkonsumsi obat promag
c. Riwayat Konsumsi Makanan
Nasi, lauk dan gorengan
d. Riwayat Penyakit
Pasien mengatakan mempunyai riwayat hipertensi dan lambung sejak lama
e. Riwayat Alergi
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi makanan, minuman dan
obat-obatan
f. Riwayat Kejadian
Pasien mengeluh nyeri perut, pusing, mual dan muntah sejak ±1hari yang
lalu. Nyeri terasa panas sampai ulu hati. Pasien tampak meringis, skala nyeri
6 dari skala nyeri 0-10, nyeri sedang. Durasi nyeri 5-10 menit.
3. Pengkajian Fisik
a. Kondisi Umum : Compos Mentis
b. Pengukuran TTV
- TD : 186/118 mmHg
- N : 140x/menit
- RR : 20x/menit
- S : 36ºC
- SPO2 : 98%
c. Pemeriksaan Fisik Head to Toe (Menggunakan panduan Inspeksi, Palpasi,
Auskultasi dan Perkusi)
1) Kulit
Warna kulit sawo matang. Tidak ada lesi, luka, nyeri tekan atau edema.
Tekstur halus, turgor kulit normal.
2) Kepala
Bentuk kepala bulat, simetris, warna rambut hitam sedikit beruban,
penyebaran rambut merata. Kulit kepala kotor, rambut berminyak, tidak
ada hidrochepalus dan nyeri tekan.
3) Wajah
Wajah tampak pucat, tidak ada tanda-tanda sianosis, pasien tampak
gelisah.
4) Mata
Bentuk simetris, tidak ada oedem, ptosis, peradangan, luka, atau
benjolan, konjungtiva anemis, sklera ikterik, pupil isokor.
5) Hidung
Bentuk simetris, tidak ada sekret, tidak ada pembengkakan, polip (-).
Jalan napas lancar, tidak terpasang oksigen, tidak ada pernapasan cuping
hidung. Pasien mampu mencium bau dengan baik.
6) Mulut dan Faring
Bentuk bibir normal, tidak ada sianosis tidak ada kelainan kongenital,
mukosa bibir kering, warna bibir pucat, tidak ada lesi dan massa. Mulut
kotor, gigi lengkap, tidak terdapat gigi palsu, warna lidah putih, gusi
berwarna merah, tidak ada pendarahan. Tidak ada pembesaran tonsil,
tidak ada lendir maupun benda asing. Pengecapan menurun, refleks
menelan (+). Pasien mampu bersuara dengan baik.
7) Telinga
Bentuk telinga simetris, tidak ada lesi maupun nyeri tekan, tidak ada
peradangan dan penumpukan serumen, pasien mampu mendengar
dengan baik.
8) Leher
Bentuk leher simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pembengkakan vena jugularis, refleks menelan (+), tidak ada nyeri tekan,
posisi trakea simetris.
9) Payudara dan Ketiak
Simetris, kulit payudara sedikit kendur, warna areola coklat, tidak ada
perubahan warna, putting normal, tidak ada cairan yang keluar, tidak ada
pembengkakan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan massa pada
payudara.
10) Thorax
Bentuk thorax normal chest, simetris, apeks jantung tidak teraba,
pernapasan pasien 20 x/menit, tidak ada otot bantu pernapasan, tidak ada
retraksi interosta, vocal fremitus simetris, perkusi thorax sonor. Suara
napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan. Bunyi jantung S1 = S2,
tidak ada suara jantung S3 dan S4, murmur (-).
11) Ekstremitas Atas
Tangan simetris, tidak ada luka, lesi ataupun jejas dan edema. Tangan
kiri terpasang infus. CRT <3 detik, akral hangat. Klien mampu
menggerakkan tangan dengan baik. Kekuatan otot 5/5.
12) Perut
Perut datar, tidak ada luka, lesi, jejas. Bising usus (+), bising usus
12x/menit, tidak ada distensi abdomen, terdapat nyeri tekan, tidak
terdapat pembesaran hepar, tidak ada pembesaran limfe, tidak teraba
massa, ascites (-).
13) Genitalia dan Anus
Pasien seorang wanita, vagina bersih, penyebaran rambut pubis merata,
lesi (-), eritema (-), keputihan (-), peradangan (-), lubang uretra dan
vagina normal.
Anus normal, atresia ani (-), tidak ada luka, lesi (-), tumor (-), nyeri tekan
(-), haemoroid (-), perdarahan (-), pasien mengatakan BAB 1x/hari.
14) Ekstremitas Bawah
Kaki simetris, kekuatan otot 5/5, tidak ada luka, lesi, jejas dan edema.
Tidak terdapat nyeri tekan.

4. Pemeriksaan Diagnostik
a. X-Ray
Tanggal : 18 Oktober 2022
Hasil :

b. Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal : 18 Oktober 2022
Nama Test Hasil Flag Unit Nilai Rujukan
HEMATOLOGI
Darah Rutin
Hemoglobin 11.9 + g/dL 13.0 – 18.0
Lekosit 10300 + sel/uL 3800 – 10600
Eritrosit 3.99 + juta/uL 4.5 – 6.5
Hematokrit 36 + % 40 – 52
Trombosit 204000 sel/uL 150000 – 440000

KIMIA KLINIK
Elekrolyte (Na,K,Ca)
Natrium (Na) 132.36 + mmol/L 134 – 145
Kalium (K) 4.33 mmol/L 3.6 – 5.6
1.24 + mmol/L 1.15 – 1.35
Kalsium
1164 + U/L 10 – 34
AST (SGOT)
ALT (SGPT) 556 U/L 9 – 43
29 + mg/dL 10 – 50
Ureum +
Kreatinin 2.3 mg/dL 0.9 – 1.15
Glukosa Darah Sewaktu 104 mg/dL 70 – 200

IMUNOLOGI
RAPID ANTIGEN COVID-19 NEGATIF
F. TERAPI MEDIS
1. NaCl 0,9% 20 gtt
2. Ondansetron 8 mg (IV)
3. Omeprazole 40 mg (IV)
4. Amlodipine 10 mg (oral)

G. ANALISA DATA
DATA ETIOLOGI MASALAH
Ds : Infark pada jaringan otak Risiko perfusi serebrl
- Keluarga klien dan Hipertensi tidak efektif
mengatakan klien
mengalami
penurunan
kesadaran
Do :
- Klien tampak
penurunan
kesadaran
- Tingkat kesadaran :
semi coma
- GCS 4 :
M2E2Vafasia
- KU : Lemah
- Kline bedrest total
- TTV ;
- TD : 170/10mmHG
- Nadi : 129x/mnt
- RR : 26xmnt

Ds : Penurunan kekuatan otot Gangguan mobilitas fisik


- Keluarga dan massa otot
mengatakan klien
mengalami
kelemahan anggota
gerak sebelah
kanan
- Keluarga klien
mengatakan semua
aktivitas klien
dibantu oleh
keluarga
- Keluarga klien
mengatakan klien
terbaring lemah.
Do :
- Pengkajian tingkat
ketergantungan
kline mengalami
ketergantungan
total pada saat
dilakukan
pengkajian pola
aktivitas
berdasarkan indeks
ADL didapatkan
klien mengalami
ketergantungan
total.
- Semua aktivitas
klien tampak
dibantu keluarga
- klien bedrest total
- KU : lemah
- Klien tampak
penurunan
kesadaran
- GCS :
E2M2Eafasia
- Kekuatan Otot

H. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH


1. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi lapisan esofagus, ditandai dengan :
DS :
Pasien mengeluh nyeri perut, panas ulu hati
DO :
- Pasien tampak meringis
- Pasien bersikap protektif
- Gelisah
- Skala nyeri 6 dari skala nyeri (0-10)
- TD 186/118 mmHg
- N 140x/menit
- R 20x/menit
- S 36°C
- SPO2 98%
2. Defisit nutrisi berhubungan dengan anoreksia mual muntah, ditandai dengan :
DS :
- Pasien mengatakan tidak nafsu makan
- Pasien mengeluh mual
- Pasien mengatakan ingin muntah
DO :
- Pasien tampak lemas
- Membran mukosa kering
- BU 12x/menit
- TD 186/118 mmHg
- N 140x/menit
- R 20x/menit
- S 36°C
- SPO2 98%

I. PERENCANAAN KEPERAWATAN
Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil
No. Intervensi (SIKI)
Keperawatan (SDKI) (SLKI)
1. Nyeri Akut b.d L.08066 Tingkat Nyeri Manajemen Nyeri
inflamasi lapisan Setelah dilakukan tindakan Observasi
esophagus (D.0077) keperawatan selama 1x24 - Mengidentifikasi lokasi,
jam, maka tingkat nyeri karakteristik, durasi, frekuensi,
menurun dengan kriteria kualitas, intensitas nyeri.
hasil: - Identifikasi skala nyeri
- Keluhan nyeri menurun - Identifikasi respon nyeri verbal
- Gelisah menurun - Identifikasi faktor yang
- Meringis menurun memperberat dan
- Sikap protektif menurun memperingan nyeri
- Frekuensi nadi membaik - Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri
terhadap kualitas hidup
- Monitor efek samping
penggunaan analgetik
Terapeutik
- Berikan teknik
nonfarmakologi untuk
mengurangi rasa nyeri
- Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Pertimbangkan jenis dan
sumber nyeri dalam pemilihan
strategi meredakan nyeri.

Edukasi
- Jelaskan penyebab, periode,
dan pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan
nyeri
- Ajarkan teknik
nonfarmakologi untuk
mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu
2. Defisit nutrisi L.03030 Status Nutrisi Manajemen nutrisi
berhubungan dengan Setelah dilakukan intervensi Observasi
anoreksia, mual dan keperawatan selama 1x24 - Identifikasi status nutrisi
muntah (D.0019) jam, status nutrisi membaik - Identifikasi alergi dan toleransi
dengan kriteria hasil: makanan
- Porsi makanan yang - Identifikasi makanan yang
dihabiskan meningkat disukai
- Kekuatan otot mengunyah - Identifikasi kebutuhan kalori
meningkat dan jenis nutrisi
- Kekuatan otot menelan - Monitor asupan makanan
meningkat - Monitor berat badan
- Berat badan membaik - Monitor hasil ppemeriksaan
- Frekuensi makan membaik laboratorium
- Nafsu mkan membaik Terapeutik
- Membran mukosa membaik - Lakukan oral hygiene
- Berikan makanan tinggi
serat untuk mencegah
konstipasi
- Berikan makanan tinggi kalori
dan tinggi protein
- Berikan suplemen makanan
- Hentikan pemberian makanan
melalui selang
Edukasi
- Anjurkan posisi duduk, jika
mampu
- Ajarkan diet yang
diprogramkan
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian
medikasi sebelum makan
- Kolaborasi dengan ahli gizi
untuk menentukan jumlah
kalori dan jenis nutrien yang
dibutuhkan, jika perlu.

J. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI

HARI/ NO
JAM IMPLEMENTASI EVALUASI TT
TGL DX
Selasa 1 Tingkat Nyeri S:
23.05 Observasi : Pasien mengeluh nyeri
18/10/22
- Mengidentifikasi lokasi, perut, panas sampai ke
karakteristik, durasi, frekuensi, ulu hati, skala nyeri 6
kualitas, intensitas nyeri. (0-10), durasi nyeri 5-
- Identifikasi skala nyeri 10 menit
- Identifikasi respon nyeri verbal O:
- Identifikasi faktor yang - Pasien tampak
memperberat dan memperingan meringis
nyeri - Pasien tampak
- Identifikasi pengetahuan dan bersikap protektif
keyakinan tentang nyeri - Gelisah
23.10 - Identifikasi pengaruh nyeri - TD : 186/118 mmHg
terhadap kualitas hidup - N : 140 x/menit
Terapeutik - S : 36ºC
- Berikan teknik nonfarmakologi - SPO2 : 98%
untuk mengurangi rasa nyeri - Warna kulit pucat
(teknik relaksasi nafas dalam) A : Masalah belum
- Kontrol lingkungan yang teratasi
memperberat rasa nyeri P : Lanjutkan intervensi
23.10
- Fasilitasi istirahat dan tidur
Edukasi
- Ajarkan teknik nonfarmakologi
untuk mengurangi rasa nyeri
(teknik relaksasi nafas dalam)
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu
Selasa 2 Manajemen nutrisi S:
Observasi Pasien mengatakan tidak
18/10/22
23.05 - Identifikasi status nutrisi nafsu makan
- Identifikasi alergi dan toleransi Pasien mengeluh mual
makanan muntah berkurang
- Identifikasi makanan yang O:
disukai - Pasien tampak lemas
- Identifikasi kebutuhan kalori - Membran mukosa
dan jenis nutrisi kering
- Monitor hasil pemeriksaan - Terpasang infus NaCl
laboratorium 0,9%
23.10 Edukasi - TD 186/118 mmHg
- Anjurkan posisi duduk, jika - N 140x/menit
mampu - R 20x/menit
- Ajarkan diet yang - S 36°C
diprogramkan - SPO2 98%
23.15 Kolaborasi A : masalah belum
- Kolaborasi pemberian medikasi teratasi
sebelum makan P : lanjutkan intervensi
- Berikan infus NaCl 0,9% 20 gtt
- Berikan obat Ondansetron 8 mg
(IV)
- Berikan obat Omeprazole 40
mg (IV)
- Berikan obat amlodipine 10 mg
(oral)

K. CATATAN PERKEMBANGAN

DIAGNOSA CATATAN
WAKTU PELAKSANA
KEPERAWATAN PERKEMBANGAN
24.00 Nyeri akut b.d S:
inflamasi lapisan Pasien mengatakan nyeri berkurang,
esofagus skala nyeri 5 (0-10)
O:
- Pasien tampak tenang
- Keluhan nyeri berkurang
- Meringis menurun
- TD 150/98 mmHg
- N 83x/menit
- R 20x/menit
- S 36,9°C
- SPO2 99%
A : nyeri akut
P:
- Observasi TTV
- Ajarkan teknik nonfarmakologi
untuk menurunkan nyeri
- Kolaborasi pemberian analgetik,
jika perlu
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Fasilitasi lingkungan yang nyaman
I:
- Memonitor TTV
- Mengajarkan teknik relaksasi
napas dalam
- Memberikan obat untuk
menurunkan tensi (amlodipine 10
mg melalui oral)
- Infus NaCl 0,9% 20 gtt
E : masalah belum teratasi
R : pasien pindah ruangan ke ruang
rawat inap
24.00 Defisit nutrisi b.d S:
anoreksia, mual, Pasien mengatakan mual muntah
muntah berkurang
O:
- Pasien tampak lemas
- Membran mukosa kering
- Terpasang infus NaCl 0,9% 20 gtt
- TD 150/98 mmHg
- N 83x/menit
- R 20x/menit
- S 36,9°C
- SPO2 99%
A : deficit nutrisi
P:
- Identifikasi status nutrisi
- Monitor hasil pemeriksaan
laboratorium
- Anjurkan posisi duduk, jika
mampu
- Kolaborasi pemberian medikasi
sebelum makan
- Infus NaCl 0,9% 20 gtt
- Berikan obat Ondansetron 8 mg
(IV)
- Berikan obat Omeprazole 40 mg
(IV)
I:
- Memonitor TTV
- Monitor mual/muntah
- Infus NaCl 0,9% 20 gtt
- Berikan obat Ondansetron 8 mg
(IV)
- Berikan obat Omeprazole 40 mg
(IV)
E : masalah belum teratasi
R : pasien pindah ruangan ke ruang
rawat inap

Das könnte Ihnen auch gefallen