You are on page 1of 15

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Status Gizi Ibu Hamil Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam

kandungan. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Apabila status gizi ibu buruk, baik sebelum kehamilan dan selama kehamilan akan menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR). Di samping itu, akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi lahir mudah terinfeksi, abortus dan sebagainya. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. Ada beberapa cara yang digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil dan mengukur kadar Hb (Lubis, 2007)

2.1.1 Macam Macam Cara Penilaian Status Gizi Ibu Hamil Penilaian status gizi dapat dilakukan melalui empat cara yaitu : 1. Secara Klinis Penilaian status gizi secara klinis sangat penting sebagai langkah pertama untuk mengetahui keadaan gizi penduduk. Karena hasil penilaian dapat memberikan gambaran masalah gizi yang nyata. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral.

Universitas Sumatera Utara

2. Secara Biokimia Penilaian status gizi secara biokimia adalah pemeriksaan specimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. Salah satu ukuran yang sangat sederhana dan sering digunakan adalah pemeriksaan haemoglobin sebagai indeks dari anemia. 3. Secara Biofisik Penilaian status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat tanda dan gejala kurang gizi. Pemeriksaan dengan memperhatikan rambut, mata, lidah, tegangan otot dan bagian tubuh lainnya. 4. Secara antropometri Secara umum, antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Penilaian secara antropometri adalah suatu pengukuran dimensi tubuh dan komposisi dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi (Supariasa dkk, 2001).

2.1.2. Penilaian Status Gizi Pada Ibu Hamil 1. Berat Badan Berat badan sebelum hamil dan perubahan berat badan selama kehamilan berlangsung merupakan parameter klinik yang penting untuk memprediksikan berat badan lahir rendah bayi. Wanita dengan berat badan rendah sebelum hamil

Universitas Sumatera Utara

atau kenaikan berat badan rendah sebelum hamil atau kenaikan berat badan tidak cukup banyak pada saat hamil cenderung melahirkan bayi BBLR. Kenaikan berat badan selama kehamilan sangat mempengaruhi massa pertumbuhan janin dalam kandungan. Pada ibu-ibu hamil yang status gizi jelek sebelum hamil maka kenaikan berat badan pada saat hamil akan berpengaruh terhadap berat bayi lahir ( Lubis,2007) Kenaikan tersebut meliputi kenaikan komponen janin yaitu pertumbuhan janin, plasenta dan cairan amnion. Pertambahan berat badan ini juga sekaligus bertujuan memantau pertumbuhan janin (Amiruddin, 2007). Pada akhir kehamilan kenaikan berat hendaknya 12,5-18 kg untuk ibu yang kurus. Sementara untuk yang memiliki berat ideal cukup10-12 kg sedangkan untuk ibu yang tergolong gemuk cukup naik < 10 kg (Kasdu, 2007). 2. Haemoglobin (Hb) Hemoglobin (Hb) adalah komponen darah yg bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Untuk level normalnya untuk wanita sekitar 12-16 g per 100 ml sedang untuk pria sekitar 14-18 g per 100 ml. Pengukuran Hb pada saat kehamilan biasanya menunjukkan penurunan jumlah Hb. Haemoglobin merupakan parameter yang digunakan untuk menetapkan prevalensi anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil. Kurang lebih 50 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Konsekuensi dari anemia pada ibu hamil adalah tingginya risiko melahirkan bayi BBLR (www. Tempo.co.id)

Universitas Sumatera Utara

Salah satu penyebab penurunan Hb pada ibu hamil disebabkan oleh bertambahnya plasma darah, yg merupakan proses pengenceran darah

(haemodillution). Pengukuran kadar haemoglobin dilakukan sebelum usia kehamilan 20 minggu dan pada kehamilan 28 minggu (Jabir, 2007). 3. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. Berat lahir rendah dibedakan dalam (Saifuddin, 2001) : a. Bayi berat lahir rendah , berat lahir 1500-2500 gram b. Bayi berat lahir sangat rendah, berat lahir < 1500 garam c. Bayi Berat lahir ekstrem rendah, berat lahir < 1000 gram

2.2

Gizi Ibu Hamil Asupan gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin yang

dikandungnya. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15 % dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mammae), volume darah, plasenta, air ketuban dan pertumbuhan janin. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar 40 % dan sisanya 60 % digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Secara normal, ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan sebesar 11-13 kg. Hal ini terjadi karena kebutuhan asupan makanan ibu hamil meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk :

Universitas Sumatera Utara

a. Pertumbuhan dan perkembangan janin b. Mengganti sel-sel tubuh yang rusak atau mati c. Sumber tenaga d. Mengatur suhu tubuh e. Cadangan makanan Untuk memperoleh anak yang sehat, ibu hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama kehamilannya. Makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan janin yang dikandungnya. Dalam keadaan hamil, makanan yang dikonsumsi bukan untuk dirinya sendiri tetapi ada individu lain yang ikut mengkonsumsi makanan yang dimakan. Dalam hal ini jumlah makanan yang dikonsumsi bukan sebanyak dua porsi melainkan hanya ditambah sebagian kecil dari jumlah makanan yang biasa dikonsumsi. Untuk menghindari bertambahnya berat badan yang berlebihan (Huliana, 2001).

2.3

Asupan Zat Zat Gizi Selama Kehamilan Kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin sangat dipengaruhi oleh

zat-zat gizi yang dikonsumsi ibu. Zat zat gizi yang diperlukan ibu hamil yaitu : 1. Karbohidrat Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori per sehari aatu 15 % lebih banyak dari jumlah normalnya, yaitu sekitar 2800 sampai 3000 kalori dalam satu hari. Jumlah ini diperlukan untuk proses pembakaran tubuh, pembentukan jaringan baru dan penghematan protein. Karbohidrat dapat diperoleh dari beras, sagu, jagung,

Universitas Sumatera Utara

tepung terigu, ubi, kentang dan gula murni. Tidak semua sumber karbohidrat baik maka ibu hamil harus bisa memilih bahan pangan yang tepat.

2. Protein Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 80 gram/hari. Trimester pertama kurang dari 6 gram tiap hari sampai trimester dua. Trimester terakhir pada waktu pertumbuhan janin sangat cepat sampai 10 gram per hari. Menurut WHO tambahan protein ibu hamil adalah 0,75 gram per kg berat badan. Dari jumlah tersebut sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dalam kandungan. Protein dbutuhkan untuk membentuk plasenta, menambah jaringan tubuh ibu (seperti rahim dan payudara), dan menambah unsur-unsur cairan darah terutama haemoglobin dan plasma. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani dan nabati. Sumber protein hewani antara lain : ikan, udang, kerang, kepiting, daging, ayam, hati, telur, susu dan keju. Sumber protein nabati antara lain : kacang-kacangan (kacang merah, kacang tanah, kacang hijau dan kacang kedelai), tahu, tempe. Sumber protein yang paling lengkap adalah susu, telur dan keju. Selama Kehamilan ibu hamil sebaiknya ibu hamil lebih banyak mengkonsumsi sumber protein hewani dibandingkan dengan sumber protein nabati.

3. Vitamin Vitamin diperlukan tubuh mempertahankan kesehatan. Selama hamil, vitamin penting untuk perkembangan janin termasuk kekebalan tubuh dan

Universitas Sumatera Utara

produksi darah merah serta sistem sarafnya. Berbagai jenis vitamin yang diperlukan oleh ibu hamil sebagai berikut : a). Vitamin A Vitamin A digunakan untuk pertumbuhan sel, jaringan, gigi dan tulang. Sumber makanan yang mengandung vitamin A, antara lain kuning telur, hati, mentega, sayuran berwarna hijau dan buah-buahan berwarna kuning (terutama wortel, tomat, dan nangka). b). Vitamin B 6 Vitamin B 6 digunakan untuk mendukung pembentukan sel darah merah, kesehatan gigi dan gusi. Sumber makanan yang mengandung vitamin B 6 antara lain gandum, jagung, hati dan daging. c). Vitamin B 12 Vitamin B 12 digunakan untuk mendukung pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan saraf. Sumbernya makanan yang mengandung vitamin B 12 antara lain telur, daging, hati, keju, ginjal, ikan laut dan kerang laut. d). Vitamin C Vitamin C dibutuhkan untuk mendukung pembentukan jaringan ikat dan pembuluh darah. Sumbernya makanan yang mengandung vitamin C, antara lain jeruk, tomat, melon, brokoli dan sayuran berwarna hijau. e). Vitamin D Vitamin D dibutuhkan untuk mendukung proses penyerapan kalsium dan fosfor, serat proses mineralisasi tulang dan gigi. Sumber makanan yang mengandung vitamin D antara lain minyak ikan laut, susu dan margarin.

Universitas Sumatera Utara

f). Vitamin K Vitamin K dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pendarahan agar proses pembekuan darah berlangsung normal. g). Asam folat Zat ini berperan dalam perkembangan sisitem saraf dan sel darah karena mencegah terjadinya cacat bawaan seperti sfina bifida dan cacat pada langit-langit mulut, kegagalan pembentukan kanal otak (neural tube defects / NTD) pada janin. Asupan asam folat yang dianjurkan meningkat dari 180 mikro gram wanita tidak hamil menjadi 400 mikro gram pada kehamilan. Ada tiga cara mendapatkan kecukupan vitamin yaitu dari makan sayuran, buah dan biji-bijian, suplemen vitamin atau makan makanan yang ditambahkan zat-zat gizi tertentu.

4. Lemak Lemak digunakan tubuh terutama untuk membentuk energi dan juga membangun sel-sel baru serta perkembangan sistem saraf janin. Ibu hamil dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak tidak lebih dari 25 % dari seluruh kalori yang dikonsumsi sehari. Lemak biasa didapat dari asam lemak jenuh yang umumnya berasal dari hewani dan asam lemak tak jenuh umumnya bersumber dari nabati. Sumber lemak hewani yaitu daging sapi, kambing, ayam, telur, susu dan produk olahan (mentega, butter, keju dan rim) Sedangkan sumber lemak nabati yaitu minyak zaitun, minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak jagung. Lemak dihubungkan dengan kecerdasan adalah asam lemak esensial (lemak tak jenuh) diantaranya asam linoleat dan DHA yang dikenal dengan

Universitas Sumatera Utara

omega-3. Omega-3 amat dibutuhkan karena 50 % dari asam lemak yang terdapat dalam jaringan otak adalah DHA. Lemak tak jenuh terdapat pada ikan seperti tuna, lemuru, selar, layut, laying dan tembang. Asam lemak esensial banyak ditemukan pada minyak sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian.

5.

Mineral Mineral sangat penting bagi tubuh ibu dan tumbuh kembang janin.

Peningkatan kebutuhan mineral bergantung pada fungsi masing-masing jenis mineral dalam membantu proses metabolisme tubuh. Berbagai jenis mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil sebagai berikut : a. Zat kapur Selama kehamilan kebutuhan zat kapur bertambah sebesar 400 mg. Zat kapur dibutuhkan untuk mendukung pembentukan tulang dan gigi janin. Sumber makanan yang mengandung zat kapur antara lain susu, keju, aneka kacangkacangan dan sayur an berwarna hijau. b. Fosfor Selama kehamilan kebutuhan fosfor bertambah sebesar 400 mg. Fosfor dibutuhkan untuk mendukung pembentukan tulang dan gigi janin. Sumber makanan yang mengandung fosfor adalah susu, keju, dan daging. c. Zat besi Jumlah sel darah merah ibu hamil bertambah sampai 30 %. Oleh karena itu dibutuhkan tambahan zat besi untuk pembentukan sel darah merah yang baru. Selain akan mendukung proses kehamilan, penambahan sel darah merah ini

Universitas Sumatera Utara

dibutuhkan pula pada proses persalinan dan menyusui. Sel darah merah berguna untuk peningkatan sirkulasi darah ibu dan pembentukan haemoglobin. Dengan demikian, daya angkut oksigen selama kehamilan dapat mencukupi kebutuhan. Sumber makanan yang mengandung zat besi adalah kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran berwarna hijau. Zat besi sangat penting untuk mencegah anemia. Bila dihubungkan dengqn kecerdasan defisiensi zat besi selama hamil akan menurunkan tingkat IQ anak, menghambat proses perkembangan psikomotor dan proses perkembangan kognitif. d. Yodium Yodium sangat penting untuk mencegah timbulnya keterlambatan mental (mental terbelakang) dan kelaianan fisik yang cukup serius (kerdil). Sumber makanan yang mengandung yodium antara lain minyak ikan, ikan laut dan garam beryodium. Defisiensi yodium pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak (berat otak berkurang), Gangguan perkembangan fetus dan pasca lahir, kematian perinatal (abortus) meningkat BBLR dan gangguan pertumbuhan tengkorak, kretinin dan perkembangan skelet. Pada ibu hamil dapat mengalami gangguan aktivitas kelenjar tiroid (gondok). e. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk mendukung pembentukan tulang dan gigi janin. Sumber makanan yang mengandung kalsium antara lain susu dan keju.

Universitas Sumatera Utara

6. Serat Bahan makanan kaya serat adalah buah-buahan, sayuran, serelia atau padipadian, kacang-kacangan dan biji-bijian, gandum, beras atau olahannya. Ibu hamil membutuhkan asupan serat setiap hari sekitar 25-30 gram. Penambahan serat selama hamil dilakukan secara bertahap agar pencernaan mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Serat memberi rasa kenyang lebih lama. Hal ini mencegah ibu hamil makan secara berlebihan. Serat juga membantu memperlancar sistem pencernaan, sehingga mencegah terjadinya sembelit.

7. Air Asupan air penting untuk menjga kesehatan secara umum. Selain untuk meningkatkan fungsi ginjal dan mencegah sembelit dan penyerapan makanan di dalam tubuh. Ibu hamil membutuhkan air sebanyak 2 liter sehari atau setara 8 gelas. Ibu hamil lebih mudah kencing atau berkeringat dan adanya peningkatan aliran darah. Asupan air ini bisa dalam bentuk beragam. Selain dari minuman dapat diperoleh dari sayuran berkuah, buah-buahan dan jus. Minuman soda tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan rasa kembung (Kasdu, 2004).

2.4

POLA ASUPAN MAKANAN SEHARI IBU HAMIL

a. Tambahan kalori

Ibu hamil memerlukan tambahan kalori sebanyak 300 kal/hari pada trimester kedua dan ketiga. Kebutuhan ini terpenuhi dengan menambahkan 1 porsi

Universitas Sumatera Utara

ekstra pada setiap makanan yaitu tambahan 1 porsi nasi/roti, 1 porsi sayuran, 1 porsi daging kurus, sepotong buah segar dan segelas susu.

b. Tiga porsi protein

Kebuthan protein ibu hamil bertambah besar. Untuk mencukupi kebutuhan protein 60-75 g /hari pilih 3 porsi dari kombinasi makanan dibawah ini :

100 g daging sapi kurus 1 ekor ikan kembung besar

21 g 14 g 21 g

1 buah tahu besar + 2 potong tempe sedang 2 gelas susu 21 g

c. Tiga porsi atau lebih sumber vitamin C

Ibu hamil dan janin membutuhkan vitamin C untuk berbagai proses metabolisme, membangun dan memperbaiki sel-sel, pertumbuhan tulang serta gigi janin. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin C ibu hamil dapat memilih 3 porsi dari :

1 buah jeruk 1 gelas jus jeruk segar 1 mangkuk papaya 1 buah mangga ukuran sedang

d. Empat porsi sumber kalsium

Kebutuhan kalsium ibu hamil 1200 mg/hari. Setiap porsi dibawah ini mengandung 300 mg kalsium.

Universitas Sumatera Utara

200-250 ml susu 1 buah tahu 1 gelas susu kedelai 85 g ikan sardine bertulang

e. Tiga porsi atau lebih sayuran dan buah segar

Sayuran hijau dan buah berwarna kuning merupakan sumber vitamin A yang mengandung betakarotein yang sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel kulit, tulang dan mata. Ibu hamil memerlukan 3 porsi atau lebih setiap hari : f.

1 buah apel 1 potong nanas 8-10 lembar daun selada hijau segar Perbanyak kacang-kacangan dan biji-bijian

Kandungan vitamin B, zat besi, seng, selenium, dan magnesium pada bijibijian dan kacang-kacangan ini sangat diperlukan janin dan juga ibu hamil terutama pada trimester I karena dapat meredakan mual dan muntah. Ibu hamil dianjurkan untuk mengasup 7-11 porsi/hari bahan makanan di bawah ini :

gelas nasi merah gelas pasta cangkir kacang polong

g. Empat porsi lemak

Batasan asupan 25 % lemak dari seluruh jumlah kalori seharinya. Bila berat badan sudah berlebih sebaiknya asupan dikurangi.

Universitas Sumatera Utara

Makanan berlemak sedang

2 kuning telur 100 g daging merah 1 scoop es krim gelas susu fullcream

Makanan berlemak tinggi

1 sdm minyak goring 1 sdm margarine 1 sdm mayones

h. Batasi garam

Garam diperlukan untuk mempertahankan tekanan darah tapi bila berlebihan dapat menyebabkan penyakit. Acar, kecap asin, keripik kebentang sangat tinggi kandungan garamnya. Bila sering dikonsumsi akan menaikkan tekanan darah yang merupakan komplikasi kehamilan yang berbahaya.

i.

Minum air putih

Ibu hamil minum untuk dirinya dan janin. Cairan yang cukup dalam tubuh ibu membantu mengatasi sembelit.

Universitas Sumatera Utara

2.5

POLA MAKAN SEHAT BAGI IBU HAMIL

1. Jadwal makan

Makan makanan bergizi seimbang tiga kali sehari pada waktu yang tepat yaitu sarapan, makan siang dan makan malam. Untuk makan utama makanan yang dikonsumsi tetap harus mengandung zat gizi lengkap yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta air.

2. Porsi sedikit tapi sering

Untuk mencegah gangguan pencernaan pada ibu hamil dengan mengatur porsi makan dalam jumlah kecil namun sering (5 atau 6 kali sehari).

3. Mengurangi makanan junkfood

Ibu hamil banyak mengkonsumsi junkfood. Mengkonsumsi makanan junkfood tidak berlebihan karena mengandung kalori dan lemak tinggi tetapi kurang mengandung zat-zat gizi mikro. Akibatnya ibu merasa makan sedikit tetapi sebenarnya tidak memenuhi kebutuhan tubuh.

4. Mengurangi konsumsi kafein

Kandungan kafein banyak terdapat dalam minuman seperti kopi, cokelat dan sofdrink. Kafein dan tannin yang ada dalam minuman tersebut dapat menghambat penyerapan beberapa zat gizi terutama makanan yang mengndung kalsium.

Universitas Sumatera Utara