Sie sind auf Seite 1von 25

HIFEMA

KELOMPOK 5
Dr. Devi Azri Wahyuni Sp.M

ANGGOTA KELOMPOK

GANDA RANDA HAJRIN FEBRI FERDY FADHLIA VHANDY RIDHYA FITRI MAYA PUTRI NINDYA REBECCA NISRINA VERANIKA VINDY

SKENARIO
Seorang anak laki laki, umur 10 tahun, mengeluh mata kanannya kabur sejak terkena bola bulutangkis 2 hari yang lalu. Mata tampak merah namun tidak keluar darah. Penderita mengeluh mata terasa nyeri dan mual muntah. Penderita dibawa ke mantri, diberi obat tetes cendoxytrol dan obat makan, tapi keluhan tidak berkurang. Penderita lalu di bawa ibunya ke RS karena mata kanan semakin kabur

PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI

AVOD : 1/300, AVOS : 6/6 E TIOD: 35,50 mmHg, TIOS: 18,5 mmHg Palpebra : blefarospasme (+), Konjungtiva : subkonjungtiva bleeding (+), Kornea : edema endotel pump Bilik mata depan terdapat darah / black ball eye (+), Iris, pupil, lensa dan segmen posterior tidak dapat dinilai

ANATOMI DAN FISIOLOGI

DIAGNOSIS

Diagnosis kerja Hifema et causa trauma mekanik tumpul dengan komplikasi glaukama sekunder

HIFEMA

HIFEMA
Trauma tumpul menyebabkan diameter anteroposterior bola mata memendekdiameter ekuator memanjang perubahan posisi lensa dan iris ekspansi sklera pada zona ekuator menyebabkan disrupsi major iris arterial circle cabang arteri dari badan silier atau recurent coroidal arteri dan vena pendarahan kamera anterior

KLASIFIKASI HIFEMA

GLAUKOMA SEKUNDER AKUT


Trauma tumpul hifema BMD terisi darah kanalis shlemm terngganngu humor akueus tidak dapat keluar TIO meningkat

PATOGENESIS GEJALA

AVOD : 1/300, AVOS : 6/6 E

TIOD: 35,50 mmHg, TIOS: 18,5 mmHg Peningkatan tekanan intra okular (TIO) pada okuli dextra terjadi

coagulum dari sel darah merah yang memblokade trabekular sehingga menghambat drainase aqueous humor. penambahan volume pada segmen anterior rusaknya trabekular meshwork akibat trauma, sehingga drainase aqueous humor terganggu.

Palpebra : blefarospasme (+) lesi pada kornea ujung saraf bebas terpajan nyeri rangsang n. Trigeminal cabang optalmik sbg aferen otaksaraf eferen n.fasialis (mempersarafi m.orbikularis okuli kontraksi m.orbikularis penutupan mata secara involunter (blefarospasme) sebagai mekanisme proteksi

Konjungtiva : subkonjungtiva bleeding (+) Akumulasi darah pada ruang diantara konjungtiva dan sklera (konjungtiva bulbar) akibat pecahnya arteri konjungtiva dan arteri episklera

Gejala: bercak kemerahan pada bagian putih mata, tidak nyeri, dan tidak keluar dari bola mata Tajam penglihatan biasanya tidak berubah

Kornea : edema Tekanan intraokular (menarik air ke dalam kornea) Rusaknya pompa endotel (mengeluarkan air dari kornea Ketidakseimbangan edema kornea hilang kemampuan deturgensi kornea (mempertahankan keadaan dehidrasi kornea)hidrasi di atas 78%, ketebalan sentral , transparansi

Bilik mata depan terdapat darah / black ball eye (+) Hifema grade IV

Iris, pupil, lensa dan segmen posterior tidak dapat dinilai Pemeriksaan ini sulit dinilai karena anterior segmen tertutup oleh bekuan darah yang membuat bagian iris, pupil, lensa, dan segmen posterior sulit dilihat sehingga tidak dapat dinilai.

Nyeri Peningkatan TIO menekan struktur mata gangguan aliran darah di konjuntiva dan badan siliar pelebaran a.konjungtiva dan a.siliaris anterior nervus oftalmicus nyeri periorbita Mual muntah Mual muntah berhubungan dengan nyeri yang dirasakan oleh pasien. trauma peningkatan TIOkompresi saraf trigeminus cabang 1. sinaps antara kranial trigeminus dan n. vagal dari s. saraf parasimpatis, Saluran aferen berasal terutama dari divisi ophthalmic dari saraf trigeminal . Aferen ini bersinaps dengan nukleus motorik visceral dari saraf vagus , yang terletak di formasi reticular pons ( terdapat chemoreseptor trigerzone ). Rangsangan pada saraf parasimpatis akan menyebabkan pelepasan Ach dari ujung saraf parasimpatis. Ach mengaktifkan reseptor muskarinik pada organ efektorlambung mual muntah.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Deteksi proptosis, malfungsi kelopak mata, gerakan bola mata Flash light otot polos iris Tonometri tekanan intraokular Slit lamp / ultrasound kerusakan lain dalam mata Gonioskopi trabecular meshwork

TATALAKSANA
Tatalaksana awal Pasien berbaring dengan kepala ditinggikan 30-45 derajat Mata ditutup dengan patch Diberikan antikoagulasi (aminocaproic acid; ACA 100 mg/kg setiap 4 jam dalam 5 hari secara oral; pada hifema yg mengisi 75% BMD atau kurang)

TATALAKSANA LANJUTAN
Parasentesis Pembedahan untuk untuk mengeluarkan darah atau nanah Indikasi

Hifema total, perbaikan (-) dalam 5 hari TIO dg terapi medikamentosa maksimal Pengurangan pengelihatan Peningkatan resiko sinekia posterior

THANKYOU