You are on page 1of 14

AL IMAN

: Di benarkan di dalam hati


Di ikrarkan dengan lisan
Di amalkan dalam
perbuatan

Iman adalah keyakinan Mumin yang


mencuat dari lubuk hati bahwa
kehidupan dan kematian itu berada
dalam ganggaman (kekuasaan) Allah.

Katakanlah Sekali-kali tidak akan menimpa


kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan
untuk kami. Dia lah pelindung kami dan
hanya kepada Allah Lah orang beriman
harus bertawakal (Attaubah :51).
Dengan kasadaran dan keyakinan ini
Mumin akan terbebas dari ketakutan,
kelemahan dan keresahan disamping
terhiasi dirinya dengan kesabaran,
keperkasaan dan keberanian

Iman juga berarti Bahwa seorang


Mumin harus yakin atau percaya
dari lubuk hatinya yang paling
dalam bahwa rezki itu berada
dalam genggaman kekuasaan
Allah semata.

Sesungguhnya Robbmu melapangkan dan


menyempitkan rezki kepada siapa saja yang
dikehendaki Nya. Sesungguhnya Allah maha
mengetahui lagi maha melihat akan hambahamba Nya (Al Isro : 30).
Atas dasar keyakinan dan kesadaran inilah
pribadi Mumin akan terbebas dari ketamakan
akan dunia, kerakusan, dan kebakhilan.
Sehingga Mumin akan terhias dirinya dengan
kemuliaan, kemurahaan dan kedermawanan.
Bahkan ia melihat kebahagiaan itu terletak di
dalam sikap Qonaah dan kehidupan yang
sekedarnya saja yakni jiwa yang ridho dan
cukup puas dengan apa yang ada.

Iman juga berarti bahwa dalam


setiap lintasan perasaan dan
kesadarannya yang paling dalam,
setiap Mumin meyakini bahwa Allah
senantiasa menyertai,
mendengarkan dan
memperhatikannya.

Pada sisi Allah kuncu-kunci semua yang gaib


tidak ada yang mangetahuinya kecuali Dia
sendiri. Dia mengetahui apa yang ada didarat
dan apa di laut. Tidak ada sehelai daun pun
yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula.
Tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan
bumi dan tidak satu pun yang basah ataupun
yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang
nyata. (Al Anam :59)
Dengan keyakinan dan kesadaran inilah,
Mumin akan terbebas dari kungkungan
destruktif hawa nafsu, bisikan syetan, serta
fitnah wanita dan harta. Ia akan selalu
merasakan Muroqobah Allah, tulus ikhlas
seraya memohon pertolongan hanya kepada
Nya.

Bagaimana cara merasakan lezatnya iman ?

Dari Anas ra ia berkata bahwa rasulullah SAW,


bersabda : ada tiga hal yang siapa saja di
dalamnya tentu akan merasakan manisnya
iman : Apabila Allah dan Rasul Nya lebih di
cintainya ketimbang yang lain, mencintai
seseorang hanya karna Allah dan benci untuk
kembali pada kekafiran laksana ia benci jika
dicampakan kedalam api neraka (HR Bukhori)

Ketuluasn cinta kepada Allah dan


Rasul Nya.

Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi


dan menurunkan air hujan di awan, lalu dengan air
hujan itu Dia keluarkan berbagai macam buahbuahan menjadi rezki untuk. Dia telah menundukan
bahtera untukmu agar berlayar di lautan dengan
kehendak Nya, sungai-sungai juga ditundukan
untukmu, matahari, bulan yang terus menerus dalam
orbitnya, malam dan siang. Dia telah memberikan
kepada mu keperluan dari segala sesuatu yang
kamu mohonkan pada Nya. Dan jika kamu
menghitung nikmat Allah tidaklah kamu dapat
menhitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat
Zalim dan sangat menginkari nikmat Allah.(Ibrahim :
32 34)

Katakanlah jika kamu benar-benar


mencintai Allah, ikutilah aku niscaya
Allah mencintaimu.(Al Imran :31)
Sesungguhnya telah ada pada diri
Rasullulah itu suri teladan yang baik
bagimu yaitu bagi orang-orang yang
mengharap Rahmat Allah dan
kedatangan hari kiamat serta banyak
menyebut Allah.(Al Ahzab :21

Mencintai seseorang hanya karna Allah

Contoh-contoh persaudaran karna Allah :


Fatah musholih yang datang ketempat
saudaranya untuk meminta keperluannya
disaat saudaranya tidak ada dirumah.
Ali Bin Husain yang bertanya pada
seseorang tentang boleh tidaknya
mengambil sesuatu yang di inginkan tanpa
izin saudaranya.
Masruq dan khaisamah yang saling
melunasi hutang saudaranya tanpa
diketahui masing-masing.

Benci kepada kekafiran

Siapa saja yang tidak memutuskan perkara


menurut apa yang diturunkan Allah maka
mereka itu adalah orang-orang kafir.(al
Maidah : 44)
Tidaklah patut bagi laki-laki Mumin dan
tidak pula bagi perempuan Mumin apabila
Allah dan Rasul Nya telah menetapkan suatu
ketetapan tentang urusan mereka, akan ada
bagi mereka pilihan yang lain.(Al Ahzab : 36)