You are on page 1of 11

PERATURAN MENTERI KEUANGAN

NOMOR 39/PMK.03/2010
TENTANG BATASAN DAN TATA CARA PENGENAAN
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS KEGIATAN
MEMBANGUN SENDIRI

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK


2010

MATERI
1.
2.
3.
4.

Policy Statement
Dasar Hukum
Muatan Pasal
Tanggal berlaku

Ketentuan lama:
KMK 554/KMK.04/2000 stdd
KMK 320/KMK.03/2002
Ketentuan baru:
PMK 39/PMK.03/2010

1. Policy Statement
Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16 C
UU PPN
Ketentuan lama Dalam rangka melaksanakan intensifikasi
pemungutan
PPN
atas
Kegiatan
Membangun Sendiri

Ketentuan baru

Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16C


UU PPN
Dalam rangka lebih melindungi masyarakat
yang berpenghasilan rendah dari pengenaan
PPN atas kegiatan membangun sendiri

2. Dasar Hukum
Pasal 16C UU PPN:
Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas
kegiatan membangun sendiri yang dilakukan
tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan
oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya
digunakan sendiri atau digunakan pihak lain
yang batasan dan tata caranya diatur dengan
Keputusan Menteri Keuangan.

3. Muatan Pasal
Batasan Kegiatan Membangun Sendiri

Ketentuan
lama

Kegiatan Membangun Sendiri adalah kegiatan


membangun sendiri bangunan yang diperuntukkan bagi
tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas
bangunan 200 m2 atau lebih dan bersifat permanen.

Ketentuan
baru

1. Rincian definisi bangunan yang semula diatur di Kep


Dirjen dinaikkan ke PMK, namun disesuaikan dengan
UU PBB.
2. Luas bangunan yang terutang PPN ditambah
menjadi 300 m2

3. Muatan Pasal
Saat dan Tempat Terutangnya Kegiatan Membangun Sendiri
Ketentuan
lama

1. Saat terutangnya PPN terjadi pada saat mulai


dilaksanakannya pembangunan.

Ketentuan
baru

1. Saat terutangnya PPN terjadi pada saat mulai


dibangunnya bangunan.
2. Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan
secara bertahap dianggap merupakan satu
kesatuan kegiatan sepanjang tenggang waktu
antara tahapan-tahapan tersebut tidak lebih dari 2
tahun.
3. Tempat PPN terutang adalah di tempat bangunan
tersebut didirikan.

Catatan:
Butir 2 dan 3 sebelumnya diatur di KEP-387/PJ/2002.

3. Muatan Pasal
Saat Penyetoran dan Pelaporan

Ketentuan
lama

Ketentuan
baru

Saat Penyetoran:
paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.
Saat Pelaporan
mempergunakan lembar ketiga SSP paling lambat
tanggal 20 pada bulan penyetoran dilakukan.
Saat Penyetoran:
paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah
berakhirnya masa pajak.
Saat Pelaporan
mempergunakan lembar ketiga SSP paling lama
akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa
pajak.

3. Muatan Pasal
Pengkreditan Pajak Masukan
Pajak Masukan yang dibayar sehubungan
dengan kegiatan membangun sendiri tidak
Ketentuan lama
dapat dikreditkan. (Diatur dalam KEP387/PJ/2002)
Pajak Masukan yang dibayar sehubungan
Ketentuan baru dengan kegiatan membangun sendiri tidak
dapat dikreditkan.

3. Muatan Pasal
Tanggung Renteng
Dalam hal bangunan sebagai hasil kegiatan membangun
sendiri digunakan oleh pihak lain sebagai tempat tinggal atau
tempat kegiatan usaha, orang pribadi atau badan yang
melakukan kegiatan membangun sendiri wajib menyerahkan
bukti SSP asli PPN atas kegiatan membangun sendiri kepada
pihak lain yang menggunakan bangunan tersebut.
Dalam hal orang pribadi atau badan yang membangun sendiri
bangunan untuk digunakan pihak lain tidak dapat menunjukkan
bukti SSP asli PPN atas kegiatan membangun sendiri, pihak
lain yang menggunakan bangunan tersebut bertanggung jawab
secara renteng atas pembayaran PPN yang terutang.

SEKIAN

- END OF SLIDES -