You are on page 1of 16

ALBUMIN SERUM

PENDAHULUAN
Albumin :
protein terbanyak dalam plasma

Berupa rantai polipeptida tunggal

BM 66 kDa

Waktu paruh sekitar 20 hari

Sintesis oleh sel hepar 15 g/hari

Prealbumin proalbumin albumin

Setelah dr hati aliran darah transcapillary


extravascular/interstitial sistem limfatik pembuluh
darah.

Degradasi 4% perhari

Nilai normal serum 3.5 4.5 g/dL

Pengeluaran albumin melalui otot dan kulit

FUNGSI ALBUMIN

Transport: Mengangkut sejumla molekul penting seperti


bilirubin, asam lemak, hormon, obat-obatan, ion, logam di
dalam darah.
Mempertahankan tekanan osmotik kapiler
mempertahankan air di dalam plasma cairan di
pembuluh darah stabil
Membantu dalam pembentukan jaringan sel baru
Membantu dalam keseimbangan asam basa

Meningkat

Menurun

Dehidrasi
Penyakit gangguan pernapasan
Konsumsi alkohol

Ascites
Penyakit hati
Sindroma nefrotik
Glomerulonephritis
Malnutrisi
Luka bakar luas
Sindrome malabsorbsi

PENYEBAB
HIPOALBUMINEMIA

Sumber: Tietz textbook clinical of chemistry

KESEIMBANGAN
ASAM BASA
ANALISA GAS DARAH
Alat Blood Gas Analyzer
SYARAT SAMPEL :
1.

Anaerob / tidak boleh bersinggungan dengan udara

2.

Darah arteri / kapiler lebih baik dari vena

3.

Antikoagulan heparin ( Na atau Li ), dengan membasahi dinding


semprit dan mengisi lumen jarum 0,1 0,2 ml untuk semprit 1
5 ml.

FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA AGD :

1. Ketenangan pasien
2. Suhu tubuh darah normal pada 370 C , setiap 10 menit :
- pH turun 0,01
- pCO2 turun 1 mmHg
- pO2 turun 0,1 vol. %
3. Hiperproteinemia & hiperlipidemia melapisi
fungsi menurun.
4. Lekositosis pO2 menurun
5. Volume antikoagulan heparin :
- Lebih : pH, pCO2, dan HCO3-

electrode

KESEIMBANGAN
ASAM BASA
1. ASIDOSIS METABOLIK

Faktor2 Penyebab :
1. Jumlah produksi asam organik > jumlah ekskresinya. Contoh :
DM as.
Aseto acetat & as. Beta hidroksi butirat

2. Ekskresi asam terganggu / berkurang.

Contoh : Gagal

Ginjal, RTA.
3. Pembuangan HCO3 keluarnya cairan duodenum yang
berlebihan HCO3 plasma disertai Cl atau Na

Klasifikasi Asidosis Metabolik :


As. Met. dengan Anion Gap normal Cl
1.

Asidosis Metabolik disertai hipokalemia :


Kehilangan
Na , K & HCO3 melalui gastrointestinal.
Carbonic Anhydrase inhibitor , diuretika
Ureterosigmoidostomy, Vesico colic fistula , RTA

2.

Asidosis Metabolik disertai normokalemia.


Gagal
ginjal tahap awal , hidronephrosis
Tx. : NH4Cl, arginin
HCL, antagonis aldostsron
Hypoaldosteronisme

3.

Asidosis Metabolik disertai hiperkalemia :


Ginjal gagal
membentuk renin
Korteks adrenal gagal
mensekresi aldosteron
Resistensi tubulus trhadap
aldosteron

As. Met. dengan Anion Gap Cl normal /


1.

Gagal ginjal GFR & fungsi tubulus amonia & pertukaran Na H


ekskresi ion H .
Asidosis terjadi : GFR < 20 mL / menit atau
kreatinin > 4 mg/dl.

2.

Ketoasidosis penumpukan benda2 keton


kadar Cl normal /

3.

Intoksikasi salisilat ( kadar salisilat > 30 mg/dl ) gangguan


metabolisme membentuk asam2 organik.

4.

Toksin & bahan kimia ( metanol. Etilon glikol )

5.

Asidosis asam laktat :

HCO3 dan

Tipe A hipoksia jaringan yang berat : anemia berat, syok, insufisiensi


pulmo, dekompensasi jantung.
Tipe B Gagal hati, kejang, uremia.

Hubungan kadar elektrolit dan Asidosis Metabolik.


Abnormalitas kadar elektrolit tergantung penyebabnya.

Ketoasidosis diabetika.
1.

Asam organik HCO3 & kadang2 ion Cl

2.

Poliuria Na dan K

3.

Tx. Insulin glukosa air keluar dari CIV &


K normal /

Na , kadar

Gagal ginjal.
1.

Retensi asam organik, fosfat, & sulfat.

2.

Asidosis Metabolik kronis mobilisasi Ca dari tulang .

3.

pH disosiasi Ca yang terikat protein filtrasi Ca &


reabsorbsi Ca di tubulus

2. ALKALOSIS METABOLIK
1. Tx. Basa ( NaHCO3 ), sitras pada transfusi, antacida.
2. Kehilangan HCl dari lambung & hipovolemia muntah2 ,
obstruksi pylorus / intestinal atas.
3. Defisit ion K : sindroma cushing, K makanan ,
hiperaldosteronisme,
Kalium
meningkatkan reabsorbsi Na , produksi NH3 & sekresi H.
Peningkatan sekresi H HCO3
4. Hipovolemia sekresi aldosteron reabsorbsi Na, HCO3 atau
Cl.
5. Tx. Diuretika yang mencegah absorbsi Na di tubulus. Na dalam
cairan tubulus distal memacu aldosteron sekresi & ekskresi
K.
6. Pencahar & infus cairan tanpa Kalium.

Hubungan kadar elektrolit dan Alkalosis Metabolik.


Abnormalitas kadar elektrolit tergantung penyebabnya.
Muntah2 berat.
1. Kadar Cl & K dapat
2. Dehidrasi Protein
3. Makanan asam keton .
Pemberihan NaHCO3 berlebih Na
Kalium tubuh ion H banyak ditukar dengan Na & pH urine
rendah walaupun keadaan alkalosis metabolik paradoksial
asiduria.