You are on page 1of 25

DAKRIOSISTITIS & DAKRIOADENITIS

Oleh: Rezza Dwi H


G99142096
Pembimbing :
dr.Naziya, Sp.M

ANATOMI

Sistem lakrimal terdiri dari 2 bagian, yaitu :


Sistem produksi atau glandula lakrimal.
Glandula lakrimal terletak di temporo antero
superior rongga orbita.
Sistem ekskresi, yang terdiri atas pungtum
lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal,
dan duktus nasolakrimal. Sakus lakrimal
terletak di bagian depan rongga orbita. Air
mata dari duktus nasolakrimal akan mengalir
ke dalam rongga hidung di dalam meatus
inferior.

DAKRIOSISTITIS

Definisi

Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada


kantong air mata yang terletak di antara
sudut bagian dalam kelopak mata
dengan hidung

ETIOLOGI

Dakriosistitis akut pada anak-anak


biasanya disebabkan oleh Haemophylus
influenza
Pada
orang
dewasa,
biasanya
disebabkan oleh Staphylococcus aureus
dan
Streptococcus

hemoliticus
sedangkan
dakriosistitis
kronis
disebabkan
oleh
Staphyloccus
epidermidis, Streptococcus pneumonia
dan jarang disebabkan oleh Candida
albicans

GAMBARAN KLINIK

Gejala utama dakriosistitis adalah mata


berair dan kotoran mata berlebih

Pada dakriosistitis berbentuk akut, di


daerah sakkus lakrimalis terdapat gejala
radang, sakit, bengkak , nyeri tekan.
Materi purulen dapat diperas dari
sakkus.

Peradangan
berupa
pembengkakan,
merah dan nyeri , biasanya disertai
dengan pembengkakan kelenjar pre
aurikuler, submandibuler dan disertai
peningkatan suhu tubuh. Kadang-kadang
kelopak mata dan daerah sisi hidung
membengkak.

Pada stadium lanjut dapat terjadi


komplikasi
berupa
fistula.
Pada
dakriosistitis kronik , tanda satu-satunya

PEMERIKSAAN
Untuk menentukan adanya gangguan pada system
eksresi air mata dilakukan :
Inspeksi pada posisi punctum
Palpasi
daerah
sakkus
lakrimal,
apakah
mengeluarkan cairan bercampur nanah
Irigasi melalui punctum dan kanalikuli lakrimal, bila
cairan mencapai rongga hidung , maka system
eksresi berfungsi baik (tes anel).
Probing yaitu memasukkan probe Bowman melalui
jalur anatomic system eksresi lakrimal. Tindakan
probing didahului oleh dilatasi pungtum dengan
dilatators.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan dakriosistitis tergantung
pada manifestasi klinik penyakit.
Antibiotik sistemik dengan regimen sebagai
berikut :

Anak-anak
Pasien

tidak demam, keadaan umum baik, kasus


ringan, diberikan amoxicillin/clavulanate 2040mg/kg/hari peroral yang dibagi dalam tiga dosis.
Pasien demam, akut, kasus sedang hingga berat
dirawat di rumah sakit dan diterapi dengan
cefuroxime 50-100 mg/kg/hari iv dalam 3 dosis.

Dewasa
Pasien

tidak demam, keadaan umum baik,


kasus ringan diberikan cephalexin 500 mg
peroral tiap 6 jam.
Terapi alternative berupa amoxicillin
/clavulanate 500 mg peroral tiap 8 jam
Pasien demam dan akut dirawat di rumah sakit
dengan penanganan cefazolin 1gr iv tiap 8 jam.

Antibiotik
tetes
topical
seperti
trimetorim/polymixin
Kompres air hangat dan massase di bawah area
kantus
Pemberian analgesic seperti acetaminophen bila
perlu
Insisi dan drainase pada abses
Koreksi
dengan
pembedahan
dapat
dipertimbangkan berupa dacryocystorhinostomy
setelah episode akut sembuh, khususnya pada
pasien dengan dakriosistitis kronik.

KOMPLIKASI

Dakriosistorinostomi
bila
dilakukan
dengan baik merupakan prosedur yang
cukup aman dan efektif
Perdarahan
merupakan
komplikasi
tersering dan dilaporkan terjadi pada
3% pasien. Selain itu, infeksi juga
merupakan
komplikasi
serius
dakriosistorinostomi

PENCEGAHAN

Pencegahan dapat dilakukan dengan


melakukan higienitas pada palpebra
,termasuk melakukan kompres air
hangat dan membersihkan silia. Selain
itu, higienitas nasal dengan spray salin
dapat
mencegah
obstruksi
aliran
lakrimal bagian distal

DAKRIOADENITIS

Definisi

Dakrioadenitis
adalah
peradangan
kelenjar lakrimal yang dapat bersifat
unilateral atau bilateral. Dibagi menjadi
dua yaitu dakrioadenitis akut dan kronik,
keduanya dapat disebabkan oleh suatu
proses infeksi ataupun dari penyakit
sistemik lainnya.

ETIOLOGI

Viral (penyebab utama)


Mumps (penyebab tersering, terutama
pada anak-anak), Epstein-Barr virus,
Herpes zoster, Mononucleosis,
Cytomegalovirus, Echoviruses,
Coxsackievirus A
Pada anak dapat terlihat sebagai
komplikasi dari kelenjar air liur,
campah, influenza.

Bacterial
Staphylococcus aureus and
Streptococcus, Neisseria gonorrhoeae,
Treponema pallidum, Chlamydia
trachomatis, Mycobacterium leprae,
Mycobacterium tuberculosis, Borrelia
burgdorferi.
Dapat terjadi juga akibat infeksi
retrograd konjungtivitis. Trauma tembus
dapat menimbulkan reakso radang pada
kelenjar lakrimal ini.
Fungal (jarang)
Histoplasmosis, Blastomycosis,

GAMBARAN KLINIK

Dakrioadenitis akut
Pada perabaan karena ini merupakan
suatu proses yang akut maka biasanya
akan ditemukan sakit di daerah glandula
lakrimal yaitu di bagian depan temporall
atas rongga orbita disertai dengan kelopak
ata yang bengkak, konjungtiva kemotik
dengan belek. Pada infeksi akan terlihat
bila mata bergerak akan memberikan sakit
dengan pembesaran kelenjar preaurikel.

Dakroadenitis kronik
Pada kronis darkrioadenitis gejala
klinisnya lebih baik daripada yang akut.
Gejala hamper sama dengan fase akut
hanya pada fase ini tidak didapatkan
nyeri. Umumnya tidak ditemukan nyeri ,
ada pembesaran kelenjar namun mobil,
tanda-tanda ocular minimal, ptosis bisa
ditemukan, dapat ditemukan sindroma
mata kering

PEMERIKSAAN
Untuk menentukan adanya gangguan
pada
system
eksresi
air
mata
dilakukan :
Inspeksi pada kelopak mata atas
Palpasi
daerah
glandula
lakrimal,
apakah ada pembengkakan

PENATALAKSANAAN

Biasanya dimulai dengan kompres


hanagat, antibiotic sistemik dan bila
terlihat abses maka dilakukan insisi. Bila
disebabkan oleh radang menahun maka
diberikan pengobatan yang sesuai.

PENCEGAHAN

Pencegahan dapat dilakukan dengan


melakukan higienitas pada palpebra
,termasuk melakukan kompres air
hangat dan membersihkan silia. Selain
itu, higienitas nasal dengan spray salin
dapat
mencegah
obstruksi
aliran
lakrimal bagian distal