You are on page 1of 23

SEJARAH AKI

DI NEGARA MAJU dan


NEGARA BERKEMBANG dan UPAYA
PENURUNAN

EZALINA, MKespro

Dimensi Masalah
Sebagian wanita meninggal terdapat pd
mereka yang miskin, tinggal terpencil, dan
kematianmereka tiadak dianggappenting.
Pd negara dengan kematian ibu paling
tinggi, pencatatan kematianj jarang
dilakukan, seandainya ada biasanya tidak
disertai dengan catatan ttg penyebab
kematian. Data RS memperlihatkan angka
yang tinggi, tetapi kadang menyesatkan,
data catatan sipil jika pun ada tetapi tidak
lengkap.

Secara rasional diperkirakan setiap tahun paling


sedikit 1 juta wanita meninggal krn penyebab
yang berhubungan dengan kehamilan dan
persalinan, 99% terjadi di negara berkembang
dan dari 86% dari kelahiran di seluruh dunia,
hanya sekitar 6000 kematian terjadi di negara
maju
Lebih dari separuh kematian Ibu terjadi di Asia
yang setiap thn jumlahnya hampir 800.000.,
kematian tsb terjadi di Asia Selatan (India,
Pakistan, Bangladesh), kematian Ibu di India
dalam satu hari lebih tinggi dr negara maju
dalam satu bulan. Kematian ibu selanjutnya
terjadi di Afrika yaitu 150.000/thn.

AFRIKA
AKI merupakan ukuran risiko kematian
akibat kehamilan paling tinggi di Afrika.
Pada daerah pedesaan mencapai 1000 per
100.000. suatu penelitian yang dilakukan
di empat desa Gambia tahun 1982-1983
menemukan angka lebih dari 2000 per
100.000, Somalia 1100 per 100.000. Angka
kematian yang tinggi diikutipula dengan
kesuburan yang tinggi, di pedesaan Afrika
dijumpai wanita melahirkan hidup 8kali
dan hamil lebih dari 8 kali.

ASIA
Paling tinggi di Asia Selatan. Studi
yang dilakukan di Bangladesh di
distrik Jamalpur dan Tangail
menemukan angka masing-masing
sebesar 623 dan 566 per 100.000
kelaqhiran hidup. Suatu studi yang
dilakukan di India 1985 menemukan
angka 874/100.000 u/ pedesaan dan
545/100.000 utk perkotaan. Angka
kelahiran 41% dan kematian 59%

Angka kematian ibu (1986) di Asia Timur


rendah sekali. Cina melaporkan 59 per
100.000 utk pedesaan dan 25 per 100.000
utk perkotaan. Hongkong dan Singapura
mempunyai angka yang terendah mirip
dengan eropa yaitu 6 per 100.000 dan 11
per 100.000. Jepang 15 per 100.000
Asia Tenggara dan barat , mis Bali 300 per
100.000, Yaman 1000 per 100.000, Filifina
80 per 100.000, Vietnam 110 per 100.000

Amerika Latin
Bogota angka resmi kematian yang
berhubungan dengan aborsi 126 per
100.000, Equador 220 per 100.000,
Paraguai 469 per 100.000, Peru 314
per 100.000, haiti 367 per 100.000

Negara Maju
Eropa barat dan utara 10 per 100.000
merupakan angka yang terendah di dunia. Di
Eslandia dan Lugsemburg tdk ditemukan
angka kematian ibu. Eropa selatan dan timur
30 per 100.000, kecuali Rumania dengan
angka aborsi yang tinggi,. Angka di Australia,
kanada, jepang, Sealandia baru dan Amerika
Serikat setaraf dengan angka di Eropa. Uni
Soviet 48 per 100.000. angka kematian
pertahun di negara maju 1% dari seluruh
kematian ibu.

Wanita Dengan Risiko Tinggi


Berbagai faktor perilaku dan biologis dapat
memperbesar risiko wanita u/ mengalami
komplikasi yang mengancam kehidupan
Faktor yang bermakna sep perawakan, status
gizi, dan kesehatan wanita dan faktor yang
mudah dikenal dan faktor universal terpenting
adalah umur dan jumlah kehamila sebelumnya.
Dinegara maju walaupun penanganan sudah
memuaskan risiko yang berkaitan dengan
faktor2 tsb tetap ada.

Usia yang terlalu muda meningkatkan secara


bermakna risiko persalinan di seluruh dunia. World
Fertility Surfey memperlihatkan perkawinan
remaja secara luas dinegara berkembang.
Insiden tertinggi di Bangladesh 90% menikah
sebelum usia 18 thn. Separoh wanita yang lahir pd
akhir tahun 1950 an rata-rata menikah sebelum
mencapai 15 thn, dan usia 17 thn sudah menjadi
ibu. Paling sedikit 1/3 nya sudah mempunyai dua
anak ketika usia 19 thn. Angka kematian ibu usia
10-14 thn 5 kali lebih tinggi dari usia 20-24 thn,
dan utk usia 15-19 thn AKI 2 kali lebih tinggi

Di Afrika yaitu di Zaria dan Nigeria klp usia


dbawah 15 thn AKI 7 kali lebih tinggi dr usia
20-24 thn
Di AS AKI utk ibu usia dibawah 15 thn
mempunyai tkt kematian 3 kali lebih besar
dari usia 20-24 thn
Risiko persalinan kembali meningkat setelah
bertamabahnya umur dan bermakna hampir
diseluruh dunia dan merupakan proporsi
persaliann yg cukup besar

PERANAN FERTILITAS
Sebagian besar kematian ibu yang
jumlanhnya setengah juta setiap
tahun disebabkan o/ kehamilan yang
lebih banyak dari yang merka
harapkan
Jumlah kelahiran dapat dikurangi jika
wanita yang tdk menginginkan anak
lagi berhenti melahirkan yaitu: 35%
di Amerika latin, 33% di Asia, dan
17% di Afrika (WHO, 1990)

Terdapat tiga alasan terjadi


penurunan AKI tersebut:
1. Hanya akan ada sedikit kematian akibat
pengguguran kandungan. Hasil penelitian melaporka
kematian yang berhubungan dengan aborsi
mengambil proporsi kematian ibu yang sangat besar,
mis lebih separo dari kematian ibu di Amerika akibat
aborsi
2. KTD (Kehamilan Tak Diinginkan) akan membawa
risiko tambahan, dan lebih kecil kemungkinan u/
mencari pelayanan prenatal atau melahirkan dengan
tenaga yang terlatih
3. Wanita yg tidak lagi menginginkan anak cenderung
lebih tua dan sering melahirkan bearti punya risiko
lebih tinggi, shg jika KTD dpt dihindari 25% dari
kematian ibu setiap tahun dapat dihindari, shg
150.000 kematian setia thn dapat dicegah.

KECENDERUNGAN ANGKA KEMATIAN


IBU
Secara global sulit digambarkan. Data kelahiran
dan kematian hanya dapat ditemukan 69 dari
166 negara anggota WHO,
Berbeda dengan kematian dengan sepsis yang
turun dengan cepat kematian akibat perdarahan
turun lebih lambat, shg perdarahan merupakan
penyebab kematian ibu yang sulit u/ dicegah
Dua faktor penyebab tingginya angka kematian
ibu di negara miskin: tingginya kesuburan dan
tingginya risiko kematian u/ setiap wanita hamil.

Kecenderungan Angka Kematian Ibu


Pada Beberapa Negara Terpilih
Negara
1965
1975

Terakhir
Cekoslowakia 35
18 49%
8 (1982)
Prancis 23
20 13%13 (1980)
Jerman 69
40 42%11 (1983)
Yunani 46
19 59%12 (1982)
Jepang 88
29 67%15 (1983)
Portugal85
43 48%15 (1984)
Amrik Serikat 32
13 59%9 (1980)
Sumber: PBB

Menurut WHO (2004), upaya intervensi


yang efektif untuk menurunkan angka
kematian ibu dan bayi diperlukan:
I.INTERVENSI DI SEKTOR KESEHATAN
II.INTERVENSI DI SEKTOR NON KESEHATAN

I. INTERVENSI DI SEKTOR
KESEHATAN
1).Upaya peningkatan akses terhadap
informasi dan kualitas pelayanan keluarga
berencana, termasuk penanggulangan
aborsi. Upaya ini memberikan kontribusi
13% untuk penurunan AKI,
2).Perbaikan kualitas pelayanan antenatal
termasuk deteksi dan manajemen anemia,
pencegahan malaria, pengobatan infeksi
cacing, penanganan hipertensi, skrining
infeksi menular seksual dan HIV/AIDS serta
pemberian imunisasi tetanus toxoid. Upaya
ini dapat memberikan kontribusi penurunan
AKI dan AKB lebih kurang 10%.

3). Perbaikan management


persalinan, pasca persalinan,
pelayanan obsterik emergensi
dasar dan komprehensif akan
memberikan kontribusi
penurunan AKI dan AKB
sebanyak 30-40%.
4) Promosi petolongan persalinan
oleh tenaga profesiona di rumah
dan di fasilitas pelayanan

5).Perbaikan pertolongan
persalinan
di rumah oleh tenaga non
profesional
6). Perbaikan sistem rujukan dan
7). Peningkatan koordinasi
pelayanan kesehatan reproduksi
dan manajemen infeksi menular
seksual, HIV/AIDS.

II. INTERVENSI DI SEKTOR NON


KESEHATAN
1).Peningkatan kemitmen politik dan
kebijakan,
2).Peningkatan peran serta
masyarakat,
3).Peningkatan kerjasama lintas
sektor dalam penyediaan air bersih,
perbaikan status wanita termasuk
peningkatan pendidikan.

Intervensi efektif mempercepat


penurunan kematian Neonatus dan Bayi
(Depkes dan Perinasia, 2005)
1) Pelayanan esensial neonatal yaitu: pemberian
ASI dini dan ekskusif, menjaga suhu tubuh
neonatus tetap hangat, mencegah infeksi,
2) Pemberian imunisasi dan manajemen neonatus
yang sakit.
3) Manajemen terpadu balita muda (MTBM)
Upaya tersebut dapat menurunkan angka
kematian neonatal sampai 50%.
Untuk Anak Balita intervensi yang efektif adalah
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)

Program Inovatif u/ Mempercepat Penurunan AKI


dan AKB:
1. Tahun 1994 sd sekarang:Gerakan Sayang Ibu /GSI
(Depkes-Depdagri)
2. Tahun 1994 sd sekarang: Buku KIA (JICA)
3. Tahun 1996 sd sekarang: Kangoro Mother Care /KMC
(PERINASIA)
4. Tahun 1998-2004: Safe Motherhood:Partnership
Family Approach (World Bank)
5. Tahun 2000-2003: Awal Sehat untuk Hidup Sehat
/ASUH (PATH-USAID)
6. Tahun 2002-Juni 2006:Women Health and Family
Welfare (AusAid)
7. Tahun 2004 sd sekarang :Pusat Informasi dan
Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja /PIK-KRR
(BKKBN)

TERIMAKASIH