You are on page 1of 12

ASUHAN KEPERAWATAN

POST PARTUM BLUES


Post partum blues
merupakan kesedihan
atau kemurungan setelah
melahirkan, biasanya
hanya muncul sementara
waktu sekitar dua hari
hingga 10 hari sejak
kelahiran bayinya.
etiologi

Penyebab pasti belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor yang diduga
berperan dapat menyebabkan post partum blues, diantaranya :

Faktor hormonal
Latar belakang psikososial ibu

Faktor demografi yaitu umur dan


paritas Takut kehilangan bayinya atau
kecewa dengan bayinya

Pengalaman dalam proses


kehamilan dan persalinan.
MANIFESTASI KLINIS

Gejala-gejala post partum blues, sebagai berikut :

Cemas tanpa sebab. Merasa kurang menyayangi bayinya.

Menangis tanpa sebab. Tidak memperhatikan penampilan


dirinya.
Tidak percaya diri. Ibu merasa kurang diperhatikan oleh
suami atauapun keluarga
Tidak sabar. Kurangnya menjaga kebersihan dirinya.

Sensitif, mudah tersinggung. Ibu merasa kesedihan, kecemasan yang


berlebihan.

Gejala fisiknya seperti : kesulitan bernafas, ataupun perasaan yang


berdebar-debar.
patofisiolo
gi
ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian

Pengenalan gejala mood merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh perawat
perinatal, Pengkajian klien post-partum blues menurut Bobak ( 2004 ) dapat
dilakukan pada pasien dalam beradaptasi menjadi orang baru. Pengkajiannya
meliputi :

Perilaku
Dampak
Interaksi Adaptif Struktur
Identitas pengalama Citra diri
Orang Tua dan dan Fungsi
klien n ibu
Bayi Perilaku Keluarga
melahirkan
Maladaptif
Nyeri akut / ketidaknyamanan
berhubungan dengan trauma mekanis
edema / pembesaran jaringan atau
distensi, efek-efek hormonal.
Resiko gangguan proses menyusui
berhubungan dengan tingkat
pengetahuan, pengalaman sebelumnya,
usia gestasi bayi, tingkat dukungan,
struktur / karakteristik fisik payudara
ibu.

DIAGNOSA
Resiko terhadap perubahan peran
menjadi orang tua berhubungan dengan
pengaruh komplikasi fisik dan
emosional.
Resiko perubahan emosional yang tidak stabil pada ibu
berhubungan dengan ketidakefektifan koping individu

Gangguan pola tidur berhubungan dengan respon hormonal


dan psikologis ( sangat gembira, ansietas, kegirangan ), nyeri
/ ketidaknyamanan, proses persalinan dan kelahiran
melelahkan.
RENCANA KEPERAWATAN

Nyeri akut / ketidaknyamanan berhubungan dengan teruma mekanis, edema /


pembesaran jaringan atau distensi, efek-efek hormonal.

Tujuan : Mengidentifikasi kebutuhan dan mengunakan intervensi untuk mengatasi


ketidaknyamanan.

Intervensi Keperawatan :
Tentukan adanya, lokasi dan sifat ketidaknyamanan.
Inspeksi perbaikan perineum dan epiostomi.
Berikan kompres es pada perineum, khususnya selama 24 jam pertama setelah
melahirkan.
Berikan kompres panas lembab ( misalnya : rendam duduk / bak mandi ).
Resiko gangguan proses menyusui berhubungan dengan tingkat pengetahuan,
pengalaman sebelumnya, usia gestasi bayi, tingkat dukungan, struktur /
karakteristik fisik payudara ibu.

Tujuan : Mengungkapkan pemahaman tentang proses / situasi menyusui


mendemonstrasikan teknik efektif dari menyusui, menunjukan kepuasan
regimen menyusui satu sama lain.

Intervensi Keperawatan :
Kaji pengetahuan dan pengalaman klien tentang menyusui sebelumnya.
Tentukan system pendukung yang tersedia pada klien, dan sikap pasangan / keluarga.
Berikan informasi, verbal dan tertulis, mengenai fisiologi dan keuntungan menyusui,
perawatan putting dan payudara, kebutuhan diet khusus, dan factor-faktor yang
memudahkan atau menganggu keberhasilan menyusui.
Demonstrasikan dan tinjau ulang teknik-teknik menyusui
Identifikasi sumber-sumber yang tersedia di masyarakat sesuai indikasi misalnya ;
program kesehatan ibu dan anak ( KIA ).
Resiko terhadap perubahan peran menjadi orang tua berhubungan dengan
pengaruh kompliksi fisik dan emosional.

Tujuan : Mengungkapkan masalah dan pertanyaan tentang menjadi orang


tua, mendiskusikan peran menjadi orang tua secara realistis, dan secara
aktif mulai melakukan tugas perawatan bayi baru lahir dengan tepat.

Intervensi Keperawatan :
Kaji kekuatan, kelemahan, usia , status perkawianan, ketersediaan sumber pendukung
dan latar belakang budaya.
Perhatikan respon klien/pasangan terhadap kelahiran dan peran menjadi orang tua.
Evaluasi sifat dari menjadi orang tua secara emosi dan fisik yang pernah dialami
klien/pengalaman selama kanak-kanak.
Tinjau ulang catatan intrapartum terhadap lamanya persalionan, adanya komplikasi
dan peran pasangan pada persalinan.
SEKIAN, TERIMAKASIH