You are on page 1of 26

EMBRIOLOGI

PAKU-PAKUAN

Wisanti 2016
embriologi_Unesa 1
Psilotum
Psilophyta

embriologi_Unesa 2
Perkecambahan spora

Perkecambahan spora--- 3 sd
4 bulan
Protalus kecil silindris,
bercabang dikotomi, p
20mm, 2mm,
embriologi_Unesa 3
Spora

Absorbsi air dan


spora
membengkak
Eksin pecah
sepanjang goresan
linier
Intin keluar Sel atas
menonjol
Sel membelah
melintang Sel
embriologi_Unesa bawah 4
Sel atas
Membelah dgn bidang
oblique
Sel apikal
terbentuk
aktivitas

Protalus
multiseluler, tipis
& tidak berwarna

Jamur masuk mll


rhizoid
embriologi_Unesa 5
Perkembangan anteridium

embriologi_Unesa 6
Satu sel inisial
superfisial
Sel inisial anteridium
Membelah
periklinal

Dalam: Sel Luar: inisial


androgonium primer jaket
Membelah-belah Membelah
antiklinal
Sel
androgonium
terdeferensiasi
1 lapis sel
jaket
androsit

Anterozoid embriologi_Unesa 7
Perkembangan arkegonium

embriologi_Unesa 8
Satu sel inisial
superfisial

Sel dalam
Sel luar
Sel sentral
Sel penutup
primer Membelah
Membelah antik & melintang
perik

Atas : Sel Bawah: Sel


Leher
saluran ventral
menonjol 4- primer primer
inisial leher
Leher 4 2 Sel saluran Sel saluran
deret @ 4 leher venter
sd 7 Sel &
embriologi_Unesa 9
Sel telur
Perkembangan embrio

embriologi_Unesa 10
Zigot
membesar
Membelah
melintang

Luar: Epibasal Dalam:


Membelah hipobasal
Membelah

1/2 sel perifer Kaki, multiseluler


berfungsi sbg sel dan bercuping
apikal
Membelah

Embrio Tidak
membesar terbentuk
Cabang dan pucuk suspensor
aerial embriologi_Unesa 11
Lycopodium
Lycophyta
embriologi_Unesa 12
Perkembangan spora

embriologi_Unesa 13
Kelompok sel inisial
superfisial
(6-12 sel)
Membelah
periklinal

Dalam: Sel sporogen Luar: sel


primer
Membelah-belah dinding
primer
Membelah antik. &
perik
Sel induk spora
miosis 3 lapis dinding
sporangium,
lap dalam sbg
Tetrad spora
tapetum

spora embriologi_Unesa 14
Perkecambahan spora

embriologi_Unesa 15
Spora

Absorbsi air dan


spora membengkak
Sel basal
Sel membelah
melintang (berdekatan
rizoid)
Sel kecil Sel besar
bikonveks:
sel rhizoid membelah vertikal & Sel atas
Oblique
Membelah-
Dinding spora belah
pecah Sel
Isi spora keluar apikal
Membelah
spt massa
berbentuk bulat Sel apikal
Sel rizoid tidak
embriologi_Unesa digantikan sel
16
Perkembangan anteridium

embriologi_Unesa 17
Satu sel inisial
superfisial
Sel inisial anteridium
Membesar &
Membelah
periklinal
Dalam: Sel Luar: inisial
androgonium primer jaket
Membelah-belah Membelah
antiklinal
Sel
androgonium
terdeferensiasi
1 lapis sel
jaket:
androsit Sel operkular
bersudut 3 sbg
Anterozoid embriologi_Unesa
tempat 18
Perkembangan arkegonium
Arkegonium, bagian leher menonjol keluar
sedangkan bagian ventral tenggelam di
dalam gametofit

embriologi_Unesa 19
Satu sel inisial
superfisial
Membelah
periklinal
Sel dalam
Sel luar
Sel sentral
Sel penutup
primer Membelah
Membelah antik & melintang
perik

Atas : Sel Bawah: Sel


Leher
saluran ventral
menonjol 4- primer primer
inisial leher
Bebrp deret Sel saluran Sel saluran
@ 4 Sel leher venter
3,7, 6 &
embriologi_Unesa 20
Sel telur
Perkembangan arkegonium

embriologi_Unesa 21
Perkembangan embrio

embriologi_Unesa 22
embriologi_Unesa 23
embriologi_Unesa 24
Deretan sel membelah memecah jaringan
protalus membentuk ekstra protalus yang
padat, berbentuk bulat dan struktur mirip umbi
disebut Protocorm. Terdiri dari jaringan
parenkim.
Permukaan bawah protocorm akan terbentuk
rizoid.
Permukaan atas tumbuh tonjolan silindris
berwarna hijau disebut Protophyll
Protocorm dengan beberapa protophyll
tumbuh menjadi batang dewasa
embriologi_Unesa 25
Materi ini disusun untuk mahasiswa yang
memprogram Embriologi Tumbuhan

embriologi_Unesa 26