You are on page 1of 19

VESICOLITHIASIS

Oleh:
dr. Deny Budiman

Pembimbing :
dr.

Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Maret, 2017
Dikarenakan adanya komponen baik organik maupun
anorganik yang berpotensi menjadi inti batu.

Faktor genetik
hiperkalsiuria
endogen hipositraturia
hiperurikosuria
hiperoksalouria

Faktor lingkungan
pekerjaan

eksogen infeksi
jenis cairan yang
diminum
faktor diet
Faktor endogen / eksogen

Pembentukan inti batu

Obstruksi aliran urin

Distensi kandung Luka pada saluran


Hiperperistaltik
kemih kemih

Nyeri Nyeri kolik Hematuria


suprapubik
Mual muntah Anemia
Penghentian
aliran urin
mendadak

Keinginan
miksi
berulang
Teori Nukleasi
Batu terbentuk didalam urin karena adanya inti
batu (nukleus). Partikel-partikel yang berada dalam
larutan yang kelewat jenuh (supersaturated) akan
mengendap didalam nukleus itu sehingga akhirnya
membentuk batu. Inti batu dapat berupa kristal
atau benda asing di saluran kemih.
Teori Matriks
Matriks organik terdiri atas serum/protein urine
(albumin, globulin dan mukoprotein) merupakan
kerangka tempat diendapkannya kristal-kristal
batu.
Teori Penghambat Kristalisasi
Urin orang normal mengandung zat-zat
penghambat pembentuk kristal, antara lain:
magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan
beberapa peptida. Jika kadar salah satu atau
beberapa zat itu berkurang, akan memudahkan
terbentuknya batu didalam saluran kemih.
Teori Supersaturasi
Supersaturasi air kemih dengan garam-garam
pembentuk batu merupakan dasar terpenting dan
merupakan syarat terjadinya pengendapan. Apabila
kelarutan suatu produk tinggi dibandingkan titik
endapannya maka terjadi supersaturasi sehingga
menimbulkan terbentuknya kristal dan pada
akhirnya akan terbentuk batu. Di sini terjadi
kejenuhan substansi pembentuk batu dalam urin
seperti sistin, xantin, asam urat, kalsium oksalat
akan mempermudah terbentuknya batu.
- nyeri saat berkemih/disuria hingga stranguria
- perasaan tidak enak sewaktu berkemih
- saat berrkemih tiba-tiba terhenti kemudian menjadi lancar kembali dengan
perubahan posisi tubuh
- seringkali dirasakan (referred pain) pada ujung penis, skrotum, perineum,
pinggang, sampai kaki
- pada anak kecil sering kali menarik-narik penisnya (pada anak laki-laki) atau
menggosok-gosok vulva (pada anak perempuan)
- gejala-gejala lain seperti, mual-muntah, retensio urin, hematuria, dan nyeri di
sekitar daerah suprapubik.
Urinalisa, warna kuning, coklat atau gelap.

Darah lengkap

Foto polos abdomen, menunjukan kemungkinan adanya batu di dalam saluran kemih.

IVP ( intra venous pylografi ), menunjukan perlambatan pengosongan kandung


kemih,membedakan derajat obstruksi kandung kemih divertikuli kandung kemih dan
penebalan abnormal otot kandung kemih.

Pielogram retrograde, menunjukan abnormalitas pelvis saluran ureter dan kandung kemih.

USG, bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP,yaitu pada keadaan-keadaan:
alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal yang menurun, dan pada wanita yang sedang
hamil.
Pencegahan

Menurunkan konsentrasi reaktan

Meningkatkan konsentrasi inhibitor pembentukan batu


sitrat: dengan meminum jeruk nipis atau lemon sesudah
makan malam

Pengaturan diet
Meningkatkan masukan cairan
Hindari masukan soft drink lebih dari 1 liter/minggu
Kurangi masukan protein
Membatasi masukan natrium
Konservatif

Terapi ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 5


mm, karena diharapkan batu dapat keluar spontan.
Diet (banyak minum air)
Simptomatik
Pelarutan batu
Litotripsi/ESWL (Extracorporeal Shock Wave
Lithotripsy)

Gelombang kejut dialirkan melalui air ke tubuh dan


dipusatkan di batu yang akan dipecahkan. Batu akan hancur
berkeping-keping dan keluar bersama kemih.
Bedah

Transurethral Cystolitholapaxy
Precutaneus Suprapubic Cystolitholapaxy
Suprapubic Cystostomy
ISK

Sindroma Gagal
uremia ginjal
Vesicolithiasis adalah keadaan dimana terdapat batu di bagian bawah
traktus urinarius biasanya disebabkan oleh diet protein non hewani.

Faktor Endogen: Faktor genetik, pada hiperkalsiuria, hipositraturia,


hiperurikosuria, dan hiperoksalouria.

Faktor Eksogen: Faktor lingkungan, pekerjaan, infeksi dan jenis


cairan yang diminum, serta faktor diet juga dapat berperan penting
dalam mengawali pembentukan batu.

Penatalaksanaan untuk penyakit ini, pertama-tama dengan


pencegahan, lalu diberikan terapi medikamentosa, dan pengambilan
batu.