You are on page 1of 99

RADIOLOGI

Pendahuluan
Radioposisi
Radioanatomi
Kelainan paru
PENDAHULUAN
Apa itu radiologi?

Radiologi adalah suatu ilmu tentang


penggunaan sumber sinar pengion dan
bukan pengion, gelombang suara dan
magnet untuk imaging diagnostik dan
terapi (PDSRI, 1984)
Modalitas
X- RAY

ULTRASOUND

NUCLEAR MEDICINE

MAGNETIC RESONANCE

COMPUTED TOMOGRAPHY
Konvensional: X-Ray

Bone= Soft
Off Tissue/
white Water=ligh
t grey
Metal=
brigh white

Air/Gas Fat=dask
Black grey
CT

CT REFERENCE FILM
NM
BONE

RENAL
US

GALLBLADDER

KIDNEY

OB
MAGNETIC RESONANCE

BRAIN

SPINE

JOINT
Terminologi

Modalitas White Black


Konvesional/p (Radio)opak (Radio)lusen
rosedur
CT Hiperdens Hipodens

MRI Hiperintens Hipointens

US Hiperekoik Anekoik/Hipoek
oik
NM High Uptake Low Uptake
(hot) (cold)
RADIOPOSISI
15-Langkah baca foto toraks
1: Nama/usia

}
2: Tanggal pembuatan
3: Med record number Persiapan
4: Foto sebelumnya (Administrasi)
5: View(s): PA/AP/+Marker
6: Penetrasi

}
7: Rotasi
8: Inspirasi Perhatian
9: Magnifikasi (Kualitas Foto)
10: Angulasi

}
11: Trakea/Cor/Sinuses/Diafragma
12: Hilus/Corakan bronkovaskuler Pencarian
13: Lapang paru/hemitoraks
14: Soft tissue/bone (Diagnostik)
15: Kesimpulan/kesan
Persiapan
Identitas: nama, usia
Tanggal pembuatan
foto
Medical number
Bila perlu disertakan
foto lama
Pemeriksaan Foto Toraks
Rutin: PA
Suplemen:
Lateral
Kiri
kanan
AP (Portable/Supinasi)
Lateral dekubitus (R or L recumbent)
Top lordotik
OblikBiasanya untuk jantung
Kiri
Kanan
Proyeksi PA
Indikasi:
Pemotretan rutin
Screening TB
Pre-operasi
Jarak film sumber X-Ray
Lung150 cm
Heart200 cm
CR6-7th VT
Teknik:
KV 50-60
MAs 10-20
Foto toraks lateral
Indikasi
Untuk mengkonfirmasi dan melokalisasi
kelainan yang tidak jelas pada proyeksi
Untuk melihat kelainan mediastinum
Pemotretan jantungcardiomegaly, heart
chamber enlargement, and aortic
abnormalities
Lateral chest procedure
R
L AORTIC ARCH
TRACHEA

OBLIQUE
FISSURE
POSTERIOR RIBS
RT. HEMI
DIAPHRAGM

LT. HEMI DIAPHRAGM


COLON GAS
AP
Indikasi :
Pasien sakit berat
Anak/bayi/neonatus
Orang gemuk, hamil,
asites yang besar,
tumor abdomen
Distorsi pada foto AP
Pembesaran jantung
Pelebaran mediastinum
Merapatnya (Crowded)
bronkovaskuler pada basal
Rotasi pasien
PA vs AP CXR
Lateral Dekubitus
Indikasi:
Melihat cairan dalam
cavum pleura yang
jumlahnya sedikit 15-
20 cc atau kecurigaan
akumulasi cairan yang
belum dapat dilihat
pada PA
LLD/RLD
Top lordotic
Indikasi :
Melihat lokasi kelainan pada apeks
Kualitas Foto
Penetrasi
Rotasi
Inspirasi
Magnifikasi
Angulasi
Penetrasi
Penetrasi KV (tegangan)
Bila KV cukup, maka corpus VT IV makin ke
bawah makin tidak jelaskontras
MAS (kuat arus) memengaruhi jumlah sinar X
yang dikeluarkandensitas.
Inspirasi
Level inspirasimaksimal
Midpoint diafragma pada costa 5-6 anterior atau
Costa 9-10 posterior terlihat pada sulcus cardio-
phrenicus kanan
2
3 1
4
5
6

10
Rotasi
Posisi yang diharapkan adalah simetristidak
ada rotasi
Proses spinosus VT ditarik garis khayal (linea
mediana) kemudian tarik garis ke ujung medial
klavikula, bila sama antara kanan dan kiri
simetris
Distorsi pada foto AP
Pembesaran
jantung=magnifikasi
Magnifikasi
Magnifikasi berperan dalam menilai
pembesaran jantung
Tergantung pada posisi pasien terhadap film
Pada posisi PA jantung mendekati ukuran yang
sebenarnya dibandingkan dengan AP
Alasan: jarak antara tube x-ray dan pasien
lebih pendek pada posisi AP (40 inchi)
dibandingkan dengan posisi PA (72 inchi)
Angulasi
Pada foto tegaknormal berkas sinar x sejajar
dengan lantai dan tegak lurus terhadap
permukaan toraks
Contoh pada foto top lordotik dimana
klavikula (struktur anterior toraks) terproyeksi
di atas dari costa (struktur posterior toraks)
Foto top lordotik ini mendistorsi gambaran
klavikula (membuat normal S menjadi
tampak lurus), jantung memiliki gambaran
yang tidak biasa, dan hilangnya batas
hemidiafragma kiri
Membuat Laporan Foto
Cara internasional: perifersentral
RSHS: sentralperifer
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Trakea
Trakea harus terlihat lusenberisi udara
Sentral
Perhatikan ada pendorongan/penarikan
Pada level angulus sternalis (VT4-5) bercabang
menjadi bronkus utama kanan dan kiri
Bifurkasio trakea (karina) N<90, bila >90
atrium kiri terangkat
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Cor
Besar
Bentuk
Posisi
Ukuran

a b

(Meschan, 1981)
Ukuran
n CTR normal
Dewasa:<50%

n Neonatus -2 bulan:
70%
a b
n Bayi 2 bulan-1 tahun :
58%
Usia > 1 tahun : 53%
c
n

n Usia > 3 tahun: 50%

(Meschan, 1981)
Pada bayi (infant) CTR mungkin
dapat mencapai sebesar 65%
William Hering, Learning Radiology

Beberapa referensi menyebutkan angka


60% sebagai batas atas CTR
Dalam menilai jantung pada infant harus
diperhatikan:
Presentasi klinik: murmur, takikardia, dan
sianosis
Corakan bronkovaskuler
Pembesaran jantung

Ventrikel kiri:
Apeks tertanam pada diafragma
Ventrikel kanan :
Ventrikel kanan apeks terangkat dan membulat
Atrium kiri:
Double kontur
Pinggang jantung menghilang (tidak terlihat
pada posisi PA)
Atrium kanan:
Batas jantung kanan lebih dari 1/3 klavikula
dekstra
Aorta
Aorta asenden
Panjang sekitar 5 cmtidak Arkus Aorta
tampak pada foto toraks normal=aortic
Kiri dari VCS x knob

Kanan dari trunkus


pulmonalis Tepi aorta
desenden
Arkus aorta normal
Kiri dari garis tengah
Tidak terlalu menonjol (x=3-
3,5 cm). Pembesaran aortic
knobpeningkatan
tekanan, aliran, perubahan
dinding aorta
Arkus Aorta
Aorta desendenkiri normal=aortic
dari kolumna x knob
vertebralis, posterior
esofagus Tepi aorta
desenden
Aorta desendenrelatif normal
lurus dengan midline
menuju abdomen
Pada orang tuadapat
melengkung ke kiri
(variasi normal)
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Sinuses
Kostofrenikus
Kardiofrenikus
Diafragma

Diafragma kanan
lebih tinggi dari
kiri
Perbedaannya 2.5
cmlebih dari 3
cm berarti
abnormal
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Pulmo
Paru terdiri dari
rongga udara
yang merupakan
kontras
negatifblack
aka lusen
Bandingkan paru
kanan dan kiri
Lobus paru kanan

Approximate position of right upper, middle and lower lobes on


chest x-ray.
Lobus paru kanan

Lateral View
Lobus kiri

Approximate position of left upper and lower lobes


on chest x-ray.
Lobus kiri

Lateral View
Deskripsi batas-batas pulmo
pada foto toraks
Apekspuncak paru
klavikula
Lapang atasklavikula
sampai kosta II depan
Lapang tengahkosta
II-IV
Lapang bawahkosta
IV sampai diafragma
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Hilus (Jamak: Hili)
Tempat keluar
masuknya pembuluh
darah (a/v), bronkus,
limfa
Normal hilus paru kiri
lebih tinggi dari kanan
(beda 1 kosta)
Biasanya berukuran 1,5
cm
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Corakan paru
Corakan paru=corakan bronkovaskuler
Tanda menyebar dari hilus, makin ke
samping makin kabur
Corakan bertambah bila > 2/3 dari lebar paru
pada paru kanan dan > 1/3 dari lebar paru kiri
Normalcorakan paru lebih banyak di basis
paru, bila terbalik maka disebut kranialisasi
Kranialisasi/sefalisasi corakan paru di atas
lebih dari corakan paru di bawah dengan
perbandingan >5:1 (Normal 3:1)
Corakan paru bertambah pada
kranialisasibendungan vena
Kranialisasi tanda khas paling dulu terlihat dan
paling lambat hilang pada edema paru
Expertise
Trakea di tengah
Cor tidak membesar
Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru lainnya
Deskripsi Kelainan (Terminologi)
Pebercakan Massa
(patchy) Ukuran>3 cm
Bercak/noda keras Perselubungan
Infiltrat/Bercak Fluffy
lunak Cloudlike
Konsolidasi Hazy
Nodul
Besar: 2-3 cm
Kecil: 0,5-2 cm
Halus/Milier: <0,5
Expertise

Cor tidak membesar


Sinuses dan diafragma kanan/kiri normal
Pulmo:
Hili normal
Corakan bronkovaskuler normal
Tidak tampak bercak lunak
Kesan:
- Tidak tampak TB paru/kelainan paru
lainnya
PNEUMONIA

Inflamasi parenkim paru oleh


mikroorganisme
Alveoli
Interstitiel

Keduanya

Inflamasi parenkim paru oleh sebab


lainpneumonitis
Klasifikasi radiologis menurut
Heirzman:
Lobaris
Lobularis (Bronkopneumonia)

Interstitiel
Atelektasis

Berkurangnya volume udara


sebagian/seluruh ditandai dengan
alveolus yang tidak mengandung
udara
Pada foto toraks tampak
peningkatan densitas (white) paru
yang terserang
Kausa

Obstruksi (Resorbtif)
Non obstruksi
Relaksatif (pasif)
Restriktif (sikatriks)

Kompresif

Adhesif
Tanda

Direk
Perubahan letak fisura interlobaris

Penambahan opasitas lobus terkena

Corakan bronkovaskuler bertambah dan


saling merapat (overcrowded)
Indirek
Diafragma elevasi

Pergeseran mediastinum

Perubahan letak hilus

Hiperinflasi kompensasi

Penyempitan sela iga


Right
upper lobe
atelectasis
Right
middle
lobe
atelecta
sis
Efusi Pleura
akumulasi cairan dalam rongga
pleura dengan jumlah yang
abnormal
normal:1-20 cc
dihasilkan pleura parietalis dan
diabsorbsi pleura viseralis
Etiologi

Etiologi terbanyak di Indonesia


disebabkan oleh TB
Pada TB, efusi timbul apabila telah
terjadi penyebaran secara
hematogen atau limfogen
Patofisiologi
keadaan yang menyebabkan
peningkatan tekanan hidrostatik
pembuluh darah,
penurunan tekanan onkotik koloid,
peningkatan tekanan negatif rongga
pleura,
gangguan drainase limfatik,
peningkatan permeabilitas kapiler, serta
ruptur pembuluh darah/pembuluh limfe
Pleural Effusion

Upright:Meniscus
Lateral:blunted
posterior sinus
Sensitivitas: Decubitus:Effusion
Lateral decubitus>Lateral>PA layered on downside
Pleural Effusion

Supine:Unilateral
increased density

Supine:
Least sensitive way to show pleural effusion
Pneumothorax
Definisi

Adanya udara dalam kavum pleura


Normal: tidak boleh ada udara
Pleura

Parietal pleura: Lines chest wall,


mediastinal and diaphragmatic
surfaces
Visceral pleura: Lines lungs,
fissures
Parietal Pleura

Visceral pleura
Pneumothorax
Displaced Visceral Pleura

Skin Fold
Pneumothorax
Displaced pleura (arrows) Skin fold extends
outside ribs

Look for displaced Visceral Pleura


Tension Pneumothorax

TENSION PNEUMOTHORAX
** Examine patient
* Look for deviated heart and mediastinum, depressed
hemidiaphragm
* Compare to previous radiographs
Left lateral decubitus154
right
slides lung pneumothorax 98 98
Inspiration Expiration
154 slides 99