Sie sind auf Seite 1von 31

Kuliah II

Obstetri Fisiologis
Di gunakan untuk Menetapkan
kedudukanJanin dalam rahim dan tuanya
Kehamilan :
o Leopold I
o Leopold II
o Leopold III
o Leopold IV
Leopold I
Leopold II
Leopold III
Leopold IV
Persalinan Fisiologis

Persalinan adalah :
pengeluaran hasil konsepsi (janin dan Uri) yang
telah cukup bulan atau dapat hidup diluar
kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan
lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan
Abortus : < 28 minggu, berat Janin < 1000gr
Persalinan Prematuritas : 28-36 minggu, Berat janin <
2.449gr
Persalinan aterm : 37-42 minggu, berat janin >2500gr
Peraslinan serotinus : > 42 minggu,pada janin terdapat tanda
postmaturitas

Persalinan presipitatus :persalinan kurang dari 3 jam


Gravida
Primigravida
Para
Primipara
Multipara (pleuripara)
His makin sering dan teratur
Pengeluaran lendir bercampur darah
Dapat disertai ketuban pecah
Pada pemeriksaan dalam : perlunakan servik,
pendataran servik, terjadi pembukaan servik
Teori Keregangan : otot rahim mempunyai
kemampuan meregang dalam batas tertentu bila
melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga
persalinan ini mulai

Teori penurunan progesteron :mulai umur hamil


28 minggu produksi progesteron mengalami
penurunan sehingga otot rahim lebih sensitif
terhadap oksitosin akibatnya otot rahim mulai
berkontraksi
Teori oksitosin internal : oksitosin dikeluarkan
oleh kelenjar hipofisis pars posterior, dengan
menurunnya kosentrasi progesteron oksitosin
dapat menigkatkan aktifitas sehingga persalinan
dapat dimulai

Teori prostaglandin : kosentrasi protaglandin


meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu yang
dikeluarkan desidua sehingga dapat menimbulkan
kontraksi otot rahim
Teori hipotalamus-pituitari dan glandula
suprarenalis : teori ini menunjukan pada kehamilan
dengan anensefalus sering terjadi kelambatan
persalinan
Persalinan kala I :
kala I adalah kala pembukaan yang berlangsung
antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap,
pada primi berlangsung selama 12 jam pada
multigravida 8 jam
Persalinan kala II : dari pembukaan lengkap
sampai bayi lahir, pada primigravida 50 menit,
pada multigravida 30 menit
Persalinan Kala III: setelah bayi lahir sudah
mulai pelepasan plasenta ditandai dengan
uterus membundar, tali pusat bertambah
panjang, terjadi perdarahan
Persalinan kala IV :
dilakukan observasi, karena perdarahan
postpartum paling sering terjadi pada 2 jam
pertama
Kala puerperium berlangsung selama 6
minggu atau 42 hari merupakan waktu yang
diperlukan untuk pulihnya alat kandungan,
kejadian penting pada puerperium :
involusi uterus
laktasi
Setelah bayi dilahirkan, uterus yang selama
persalinan mengalami kontraksi dan retraksi
akan menjadi keras sehingga dapat menutup
pembuluh darah besar yang bermuara pada
bekas implantasi plasenta
Masa puerperium diikuti pengeluaran cairan sisa lapisan
endometrium dan sisa dari tempat implantasi plasenta
disebut lokia :

Lokia rubra (kruenta) : 1sampai 3 hari, berwarna merah


dan hitam, terdiri dari: sel desidua, vernik kaseosa, rambut
lanugo, sisa mekonium, sisa darah.
Lokia sanginolenta : 3-7 hari,berwarna putih campur
merah
Lokia serosa : 7 sampai 14 hari, berwarna kekuningan
Lokia alba : setelah hari ke 14 berwarna putih
Dimasa lampau perawatan puerperium sangat
konservatif dimana diharuskan tidur telentang
selama 40 hari

Kini perawatan puerperium lebih aktif dengan


melakukan mobilisasi dini keuntungan (
memperlancar pengeluaran lokia, mengurangi
infeksi puerperium, mempercepat involusi alat
kandungan, mempercepat fungsi ASI)