You are on page 1of 10

ASTMA

Etiologi
• Idiopatik (belum diketahui), faktor pencetus adalah :
1. Infeksi virus saluran nafas (influenza)
2. Pemajanan terhadap : - Alergen tungau
- Debu rumah
- Bulu binatang
3. Pemajanan terhadap : - Iritan asap rokok
- Minyak wangi
4. Kegiatan jasmani : Lari
5. Ekspresi : - Emosional
- Takut
- Marah
- Frustasi
6. Obat-obat aspirin, amoxilin
7. Lingkungan kerja : Zat Kimia
8. Polusi udara : Asap rokok
9. Pengawet makanan : Sulfit
10. Lain-lain : - Haid
- Kehamilan
- Sinusitis (peradangan sinus)
Patogenesis
Adalah alergen yang masuk ke dalam tubuh
merangsang sel plasma menghasilkan igE, yang
selanjutnya menempel pada reseptor dinding sel mast,
sel mast ini disebut sel mast tensensitasi.
Bila alergen serupa masuk ke dalam tubuh, alergen
tersebut menempel pada sel mast tensensitasi yang
kemudian mengalami degranulasi & mengeluarkan
sejumlah mediator seperti :
a. Histamin
b. Leukotrien
c. Faktor mengaktivasi platelet
d. Bradikinin, dll.
Sehingga timbul :
a. Edema,
b. Peningkatan produksi mukus, dan
c. Kontraksi otot polos secara langsung atau melalui pernafasan
simpleks.

Manifestasi klinik
Gejala – gejala / tanda-tanda astma adalah :
1. Mengi berulang -> suara
2. Sesak nafas
3. Rasa dada tertekan
4. Batuk, khususnya pada malam hari/dini hari
5. Mungkin disertai pilek/bersin
6. Mengeluarkan sekret baik yang mukoid maupun purulen
(sekret yang mengandung nanah).
Pemeriksaan Penunjang
1. Spirometri : dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilatator
hirup (inholer/nebulizer), untuk mendiagnosis juga penting untuk menilai
beratnya obstruksi 9penyumbatan) dan efek pengobatan.
2. Uji Provokasi Bronkus : untuk menunjukan adanya hiperaktivitas
Bronkus, seperti diprovokasi dengan histamin, metakolin, kegiatan jasmani
& udara dingin.
3. Pemeriksaan Sputum : Sputum eosinofil sangat karakteristik untuk
astma, sedangkan neutrofil (antibodi) sangat domonan pada bronkitis
kronis.
4. Pemeriksaan Eosinofil Total : Jumlahnya dalam darah sering
meningkat.
5. Tujuan uji kulit
6. Foto dada
7. Analisa gas darah
Komplikasi Astma

1. 4. Gagal
Pneumotorak nafas
3.
Atelektasis

2.
Peneumodist
inum &
empisema 5. Bronkitis
sub kulit

6. Fraktur
Iga
Pengobatan Astma
 Tujuan :
a. Menghilangkan obstruksi saluran nafas dengan segera,
b. Mengatasi hipoksemia,
c. Mengembalikan fungsi paru ke arah normal secepat
mungkin,
d. Mencegah terjadinya serangan berikutnya, dan
e. Memberikan penyuluhan kepada pasien & keluarganya
mengenai cara-cara mengatasi dan mencegah serangan
astma.
 Obat Bronkodiator :
a. Nebulizer
b. Pemberian aerosol 2-4x/20 menit cukup memadai untuk
mengatasi serangan
c. Anti astma yang lain adalah anti kolinergik hirup, teofilin
Astma

Astma Bronciale Astma Cardiale

Jantung mengalami
Penyempitan pada pembesaran, sehingga
bagian bronkus paru-paru mengecil &
menyempit