You are on page 1of 24

Nama Kelompok :

1. Ridho Isnanto
(1210151004)
2. Nurul chikmah
(1210151005)
3. Farida Nur Rochmah
(1210151012)

D4 Teknik Telekomunkasi,
PENS
2

THANK yOU FOR COMING TODAY!


Komparasi GSM, WCDMA dan LTE

Jun Akizaki
The Power of PowerPoint – thepopp.com
LTE
Long Term
Evolution
LTE merupakan kepanjangan dari Long Term Evolution, yang biasa kita dengar
dengan istilah 4G LTE. Manfaat besar bagi konsumen dengan 4G LTE adalah
kecepatan download menjadi lebih cepat. Pada dasarnya kecepatan LTE telah
didefinisikan dalam beberapa kategori yang disingkat “cat” sesuai dengan yang
dirilis dari 3GPP, yang bergantung pada maksimum tingkatan puncak kecepatan
transfer data dan dukungan kemampuan. Namun secara umum, kecepatan LTE
dapat memberikan kecepatan data puncak hingga 300 Mbps pada downlink dan
puncak kecepatan data 75 Mbps pada uplink, tergantung pada kategori perangkat
pengguna. Frequency yang digunakan mulai dari 1800MHz - 2300MHz dan
bandwidthnya mulai 5 – 20MHz
6

LTE memiliki kecepatan yang didefinisikan dalam


beberapa kategori atau category disingkat “cat” sesuai dengan yang dirilis
dari 3GPP, tergantung pada maksimum tingkatan puncak kecepatan transfer data
dan dukungan kemampuan.
LTE cat1 LTE cat2 LTE cat3 LTE cat3

Max Downlink : 10.3 Max Downlink : 51 Max Downlink : 102 Max Downlink : 150.8
Mbps Mbps Mbps Mbps
Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink :
5.2 Mbps 25.5 Mbps 51 Mbps 51Mbps

The Power of PowerPoint - thepopp.com


7

(cont)

LTE cat5 LTE cat6 LTE cat7 LTE cat8

Max Downlink : 299.6 Max Downlink : 301.5 Max Downlink : 301.5 Max Downlink : 2998.6
Mbps Mbps Mbps Mbps
Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink :
75.4 Mbps 51 Mbps 102 Mbps 51497.8 Mbps

The Power of PowerPoint - thepopp.com


8

(cont)

LTE cat9 LTE cat10 LTE cat11 LTE cat12

Max Downlink : 452.2 Max Downlink : 452.2 Max Downlink : 603.0 Max Downlink : 603.0
Mbps Mbps Mbps Mbps
Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink :
51 Mbps 102 Mbps 51 Mbps 102 Mbps

The Power of PowerPoint - thepopp.com


9

(cont)

LTE cat13 LTE cat14 LTE cat15 LTE cat16

Max Downlink : 3917 Max Downlink : 3917 Max Downlink : 759 Max Downlink : 979
Mbps Mbps Mbps Mbps
Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink : Max Uplink :
150.8 Mbps N/A Mbps N/A Mbps N/A Mbps

The Power of PowerPoint - thepopp.com


10
Arsitektur Jaringan LTE
Arsitektur Jaringan LTE terdiri dari tiga komponen utama, diantaranya :
1. UE (User Equipment)
2. E-UTRAN (Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network)
3. EPC (Evolved Packet Care)
Arsitektur internal dari user equipment atau biasa disebut dengan UE
untuk LTE identik dengan yang digunakan oleh UMTS dan GSM yang
sebenarnya adalah sebuah Mobile Equipment (ME) atau peralatan
mobile. Peralatan Mobile terdiri dari 3 modul penting, diantaranya
1. Mobile Termination (MT), yang menangani semua fungsi
komunikasi;
2. Terminal Equipment (TE), yang mengakhiri aliran data;
3. Universal Integrated Circuit Card (UICC), atau dikenal juga
sebagai kartu SIM. Ini menjalankan aplikasi yang dikenal sebagai
Universal Subscriber Identity Module (USIM) yang berfungsi untuk
menyimpan data pengguna tertentu yang berisi informasi tentang
nomor pengguna ponsel, identitas jaringan rumah, kunci keamanan
dan lain-lain.
E-UTRAN menangani komunikasi radio antara ponsel dan
evolved packet core dan hanya memiliki satu komponen, BTS
evolved, yang disebut eNodeB atau eNB. Setiap eNB adalah
BTS yang mengontrol ponsel dalam satu atau lebih sel. BTS
yang berkomunikasi dengan ponsel dikenal sebagai eNB yang
melayaninya.

Ponsel LTE berkomunikasi hanya dengan satu BTS dan satu sel
pada satu waktu. Berikut adalah dua fungsi utama yang didukung
oleh eNB:

eBN mengirim dan menerima transmisi radio untuk semua


ponsel menggunakan analog dan fungsi pemrosesan sinyal
digital dari antarmuka udara LTE.

eNB mengontrol operasi tingkat rendah dari semua ponselnya,


dengan mengirimkan sinyal pesan seperti perintah handover.
Evolved Packet Care
Berikut adalah penjelasan singkat dari masing-masing komponen yang ditampilkan dalam
arsitektur di atas:
1. Komponen Home Subscriber Server (HSS) telah diteruskan dari UMTS dan GSM dan
merupakan database pusat yang berisi informasi tentang semua pelanggan operator
jaringan.
2. Packet Data Network (PDN) Gateway (P-GW) berkomunikasi dengan dunia luar seperti
jaringan paket data PDN, menggunakan antarmuka SGI.
3. Serving Gateway (S-GW) bertindak sebagai router, dan meneruskan data antara BTS
dan PDN gateway.
4. Mobility Management Entity (MME) mengontrol operasi tingkat tinggi ponsel dengan cara
memberikan pesan dan Home Subscriber Server (HSS).
5. Policy Control and Charging Rules Function (PCRF) adalah komponen yang tidak
ditampilkan dalam diagram di atas tetapi bertanggung jawab untuk melakukan kontrol
atas proses tertentu, serta menyediakan kebijakan pengaturan dan aliran keputusan
untuk pembiayaan/charging.
Jaringan 4G/LTE mampu mencapai kecepatan maksimal
dikarenakan orde modulasi yang tinggi (64 QAM), bandwidth
yang besar bisa mencapai 20 MHz, dan pada transmisi
MIMO yang di gunakan pada arah downlink. Jaringan
4G/LTE terdiri dari Base Station Evolved NodeB (eNB). jadi
antar eNB secara langsung terkoneksi melalui interface X2,
sedangkan koneksi ke arah core melalui interface S1. Hal ini
dimaksudkan untuk mempercepat proses setup time dan
mengurangi waktu yang diperlukan untuk handover. Setup
time sangat penting bagi layanan realtime data seperti online
gaming, begitu juga handover pada proses call.
Metodologi Akses

Pada LTE, metodologi akses yang digunakan adalah OFDMA pada downlink dan SC-FDMA
pada uplink. Pemilihan OFDMA pada LTE dirasa mampu mengakomodir kebutuhan layanan.
namun penggunaan OFDMA pada sisi uplnk belum optimal, salah satu faktornya adalah tingginya
nilai PAPR (Peak Avarage Power Ratio). PAPR adalah tingkat perbandingan rata-rata dengan
daya puncak. Untuk mengatasi PAPR pada OFDMA dapat disiasati dengan diberlakukannya
pengaturan titik kompresi tinggi pada power amplifiernya. Cara tersebut mengatur sedemikian
rupa power yang dipancarkan pada beberapa titik yang menjadi nilai power tertinggi. Hal ini tidak
begitu bermasalah untuk komunikasi downlink sebab alokasi daya yang digunakan bisa tak
terbatas karena supply oleh jaringan listrik. Berbeda pada komunikasi uplink yang disupply daya
hanya melalui baterai. Dengan kapasitas baterai yang terbatas waktu dan daya maka hal tersebut
sangat bermasalah untuk mengirimkan informasi. Untuk mengatasi itu pada komunikasi uplink
LTE menggunakan SC-FDMA.
1. FDD
FDD sendiri merupakan kependekan dari Frequency Division Duplexing. FDD ini mempunyai cara
pengantaran data dengan menggunakan dua buah channel yang berbeda antara transmit dan receive.
Teknologi ini juga memiliki beberapa keunggulan seperti lebih jarang terkena gangguan interferensi dan
resepsi penerimaan yang baik. Cara kerja FDD sendiri diklasifikasikan sebagai sistem full duplex. Ini
berarti bahwa baik upload maupun download selalu tersedia. Karena FDD menggunakan dua saluran
yang berbeda untuk mengunduh dan mengunggah data.
2. TDD
Berbeda dengan FDD, TDD adalah kependekan dari Time Division Duplexing, dimana data diantarkan
dan diterima dalam satu channel frekuensi yang sama, hanya dengan pemisahan jeda waktu yang
singkat. Teknologi TDD sendiri sangat cocok untuk data yang dikirimkan secara asimetris, misalnya
untuk browsing internet, video surveillance atau broadcast. TDD dapat mengalokasikan lebih banyak
waktu untuk bagian yang membutuhkan lebih banyak bandwidth, sehingga menyeimbangkan beban
data. Keunggulan cara ini, karena pengiriman dan penerimaan data hanya menggunakan satu channel,
maka kapasitas yang tersedia bisa menjadi lebih besar dibanding FDD.
18

Kanal Fisik (Physical Channel)


Downlink : PDCCH, PBCH, PDSCH, PCFICH, PHICH, PMCH
Uplink : PUCCH, PUSCH, PRACH

Kanal Transport (Transport Channel)

PCH BCH
DL-SCH MCH

Kanal Logik (Logical Channel)


Kanal Control : BCCH, PCCH, CCCH, MCCH, DCCH
Kanal Trafik : DTCH, DTCH

The Power of PowerPoint - thepopp.com


19
Logical Channel

Common Control Channel (CCCH)


adalah kanal yang digunakan untuk mengirim informasi
control antara UE dan jaringan pada saat UE tidak
mempunyai koneksi RRC

Multicast Control Channel (MCCH)


Paging Control Channel (PCCH) MCCH adalah kanal yang digunakan untuk
mengirim informasi control dari jaringan ke UE,
adalah kanal yang berfungsi mentransfer
untuk salah satu atau beberapa MTCHs dan
informasi paging dan pemberitahuan perubahan
kanal ini hanya digunakan oleh UE yang
system informasi dan digunakan untuk peging
menerima MBM3
ketika jaringan tidak tahu lokasi sel UE.

Dedicated Control Channel (DCCH)


Broadcast Control Channel (BCCH) adalah kanal yang mentransmisikan
informasi control antara UE dan jaringan
BCCH adalah kanal yang berfungsi
pada saat UE mempunyai koneksi RRC
menyediakan informasi system untuk semua
(dedicated) dan membawa informasi
terminal mobile terhubung ke eNodeB
control yang spesifik, misalnya informasi
tersebut dan sebuah kanal downlink untuk
mengenai power control, handover dll
broadcast informasi system pengendalian.
20

Logical Channel

Dedicated Traffic Channel (DTCH) Multicast Traffic Channel (MTCH)


kanal point to multipoint yang digunakan untuk mengirim Merupakan kanal point to point yang digunakan untuk
trafik data dari jaringan ke UE saat UE menerima MBMS mengirim trafik data dari jaringan ke UE dan sebaliknya
21
22

Berikut adalah kelebihan menggunakan jaringan LTE

1 2 3
Peningkatan dukungan Teknologi LTE LTE menggunakan
mobilitas tinggi menawarkan kecepatan Orthogonal Frequency
downlink hingga 300 Division Mutiplexing
Mbps dan Uplink 75 (OFDM) yang
Mbps mentransmisikan data
melului banyak operator
spektrum radio yang
masing-masing sebesar
180 kHz
23

Berikut adalah kelebihan menggunakan jaringan LTE

4 5 6
Mendukung gelombang Untuk di perkotaan, Mendukung MBSFN
frekuensi yang saat ini frekuensi band yang (Multicast Broadcast
digunakan oleh sistem lebih tinggi dan Single Frequency
IMT dan ITU-R digunakan untuk Network)
mendukung kecepatan
tinggi mobile broadband
Kekurangan Jaringan LTE 1 Diperlukan membeli mobile device
24
baru agar dapat menikmati
jaringan yang mendukung
teknologi LTE

Biaya untuk infrastruktur jaringan 2


baru realtif mahal

3 Jaringan harus diperbaharui maka


peralatan baru harus diinstal

LTE menggunakan MIMO (Multiple


Input Multiple Output), tentunya
4
memerlukan antena tambahan
pada pancaran pangakalan
jaringan untuk transmisi data