Sie sind auf Seite 1von 63

Kematian Maternal

Hamil Perterm dengan


Dispepsia Yang Meninggal
Akibat Sepsis
Dr. Nanin Siti Rohmah
Identitas Pasien

 Nama : Sami Lestari


 Umur : 31 tahun
 Agama : Islam
 Alamat : Siring Agung, Palembang
 MRS : 13 Oktober 2017, pukul 23.36
 MR/ Reg : 0001028304/ RI 17029901
Anamnesis

Keluhan Utama
Hamil kurang bulan dengan perut mulas

Berobat ke PDL  obat Berobat ke Obgyn 


maag , dipulangkan PPI  MRS

R/keluar air (-), R/ keluar darah lendir (-)


Selanjutnya
Maag Kronis +
???
R/keputihan (-), R/sakit gigi (-), R/trauma
(-), R/diurut (-)

2 hari yll  perut mulas, Perut mulas


mual muntah 2x isi apa masih ada
yg dimakan dan minum
Anamnesis

 Status perkawinan :
 1 kali, lama 8 tahun
 Status persalinan :
 1. 2011, Pr, 3000 gram, SC a/i oligohramnion, sehat
2. hamil ini
 Riwayat reproduksi :
 menarche usia 13 tahun, siklus teratur 28 hari teratur, HPHT
13/03/17
PEMERIKSAAN FISIK
(13 Oktober 2017, Pukul 23.40 WIB)
 Berat Badan : 59 kg Tek. Darah : 120/90 mmHg
 Tinggi Badan : 150 cm Nadi : 84 x/m
 Tipe badan : Atleticus Pernafasan: 20 x/m
 Keadaan umum : Sedang Suhu : 36,4oC
 Kesadaran : Compos mentis Gizi : Sedang
PEMERIKSAAN FISIK
(13 Oktober 2017, Pukul 23.40 WIB)
 Kepala : Normocephali, Konj. Palpebra anemis (-/-), sklera ikterik (-), stomatitis (-)
 Leher : JVP (5-2) cm H2O, pembesaran KGB (-)
 Thoraks :
 Cor :
 I : ictus cordis tidak terlihat
 P : ictus cordis tidak teraba
 P : batas atas jantung ICS II, batas kanan LMS dextra, batas kiri ICS IV LMC Sinistra
 A : Hr :84 x/m murmur (-), gallop (-)
 Pulmo :
 I : Statis dinamis kanan = kiri
 P: Stem fremitus kanan = kiri
 P: Sonor di kedua lapangan paru
 A: Vesikuler (+/+) N, ronkhi -/-, wheezing-/-
 Abdomen : Lihat status obstetrik, bekas luka operasi pfannenstiel tenang
 Ekstremitas : Edema pretibia (-), sianosis (-), turgor kulit normal, CRT 2 detik
PEMERIKSAAN FISIK
(13 Oktober 2017, Pukul 23.40 WIB)
 ST. GINEKOLOGI
 PL: FUT ½ pusat xyphoideus (24 cm), memanjang, puki, bokong, W, His
(+) 2x/10’/20”, DJJ = 144x/m, TBJ = 2120 gr
 VT : portio lunak, anterior, eff 50%, dilatasi 1 cm, ketuban intak, penunjuk
sacrum kiri lintang.
DIAGNOSIS

G2P1A0 hamil 30 minggu dengan PPI + bekas SC 1x


JTH presbo
PEMERIKSAAN PENUNJANG
LABORATORIUM (11 Oktober 2017)
 Hb : 11,1 g/dL - Ht : 32%
 Trombosit : 272.000/uL - Leukosit : 19.700/mm3
 Diff Count : 0/0/86/7/7 - BSS : 81 mg/dL
 SGOT : 14 U/L - SGPT : 7 U/L
 Ureum : 9 mg/dL - Creatinine : 0,37 mg/dL
 Calcium : 9,0 mg/dL - Natrium : 140 mEq/L
 Kalium : 3,8 mEq/L
USG IRD
(13 Oktober 2017, Pukul 23.40 WIB)

 Tampak JTH presentasi bokong


Biometri janin:
 BPD: 7,4 cm HC: 26.85 cm EFW: 1503 gr
 AC: 26,22 cm FL: 5,71 cm
 Cairan ketuban cukup, SP 4,2 cm
 Plasenta di corpus posterior
K/ Hamil 30 minggu JTH Presbo
PENATALAKSANAAN

 Informed consent
 Obs TTV, His, DJJ, tanda inpartu
 Pro konservatif: Bed rest, tokolitik
 Nifedipine tab 10 mg/6 jam (po)
 Inj. Ampisilin 1 gram/6 jam (IV)
 R/ USG konfirmasi
PERMASALAHAN

 Apa Penyebab Kematian Pada Kasus Ini ?


 Apakah Tatalaksana Sudah Tepat ?
Partus Prematurus Imminent

Kriteria Mayor Kriteria Minor


• Kehamilan ganda • Penyakit-penyakit infeksi
• Hidramnion • Riwayat perdarahan
• Anomali uterus pervaginam setelah usia
• Pembukaan serviks ≥ 2 cm pada usia kehamilan kehamilan 12 minggu
> 32 minggu; • Riwayat pielonefritis
• Panjang serviks < 2,5 cm pada usia kehamilan > • Merokok lebih dari 10 batang per
32 minggu (dengan TVS) hari
• Riwayat abortus pada trimester II > 1x • Riwayat abortus pada trimester II
• Riwayat persalinan preterm sebelumnya • Riwayat abortus pada trimester I
• Operasi abdominal pada kehamilan preterm lebih dari 2x
• Riwayat konisasi
• Iritabilitas uterus
• Penggunaan cocaine atau amfetamin

Kriteria Hole 2001


Partus Prematurus Imminent

 Leukositosis dengan peningkatan neutrofil batang


(0/0/86/7/7)
 Pasien  1 kriteria minor (penyakit infeksi),
 Sehingga pasien dapat tergolong risiko redah terjadinya
persalinan Preterm
 Kondisi PPI dapat dihubungkan leukositosis
 Infeksi sistemik menghasilkan peningkatan sitokin (TNF-alpha, IL-1,
IL-6, IL-8), MMP, dan prostaglandin  kontraksi uterus,
pematangan serviks, pecah ketuban & persalinan prematur
PBS

 PBS / peritonitis primer = infeksi


pada peritoneum tanpa
ada sumber infeksi lokal.
 PBS merupakan komplikasi dari
peptik ulser pada pasien ini
 Angka mortalitas mencapai
90%
PBS

 Diagnosis PBS dapat ditegakkan bila dijumpai hasil


pungsi asites:
 Hitung sel polimorfonukleus (PMN) > 250/mm3
 Leukosit > 300/mm3 (terutama granulosit)
 Protein < 1g/dL
 Bilirubin > 43 mmol/L
 Aktivitas protrombin < 45%
SEPSIS

 Sepsis adalah respon multifaset host terhadap patogen


infeksius yang secara respon tersebut secara signifikan
diperkuat oleh faktor endogen host yang kemudian
menimbulkan berbagai perubahan fisiologi tubuh host.
 Ditegakkan bila sudah ada fokal infeksi
SOFA Score
qSOFA
ILEUS – SEPSIS – MOD
Tatalaksana
Dispepsia
Kesimpulan

 Penyebab kematian pada kasus ini adalah gagal napas


akibat syok septik ec PBS yang diperberat oleh kondisi
syok hipovolemik akibat perdarahan gastrointestinal
 Tatalaksanan pasien pada kasus ini jelas kurang
maksimal, diagnosis yang terlambat, banyak kondisi
patologi pasien yang tidak ditangani atau
undertreatment, tatalaksana kurang agresifnya,
ditambah dengan tidak tersedianya ruang ICU.
Kematian Maternal

Hamil Perterm dengan


Dispepsia Yang Meninggal
Akibat Sepsis
Terima Kasih