You are on page 1of 12

PENGHILANGAN KANDUNGAN BESI

TERLARUT DALAM AIR

Dosen Pembimbing :
Ir. Paryanto, M.S.
NIP 19580425 198601 1 001
Kelompok B3 dan B4
1. Muhammad Farhan I8316036
2. Novita I8316039
3. Rosita Devi Anggraini I8316050
4. Salendri Dewi Novita Sari I8316051
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
1
2017
A. TUJUAN
Menghitung kandungan besi terlarut dalam air

2
B. DASAR TEORI
Fungsi utama aerasi adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk
meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan gas-gas yang
terlarut dalam air. Reaksi pengikatan oksigen untuk proses oksidasi sebagai
berikut :
4 Fe2+ + O2 + 2H2O → 4 Fe(OH)3↓ + 8 H+
Fe(OH)3 yang terbentuk dari proses aerasi tersebut kemudian mengendap
sehingga mengurangi kadar ion Fe3+ dalam air. Untuk mengetahui konsentrasi
ion Fe3+ terlarut yang tersisa setelah proses aerasi, dilakukan titrasi larutan
sampel dengan larutan titran NaOH O,1 N

3
B. CARA KERJA
1. Identifikasi Kandungan Besi
• Membuat larutan besi dengan melarutkan FeSO4 0,1 gram dalam aquadest 100 mL.
• Mengambil 50 mL larutan besi dan menambahkan larutan NaOH 0,1 N tetes demi tetes sampai terbentuk endapan
• Menyaring endapan tersebut, kemudian mengambil filtratnya
• Menambahkan lagi tetes demi tetes larutan NaOH 0,1 N ke dalam filtrat, mengamati perubahan yang terjadi,
menyaring filtrat apabila terbentuk endapan
• Mengulangi langkah di atas sampai tidak terbentuk endapan lagi dan filtrat bening
• Mencatat berapa ml NaOH yang dibutuhkan

2. Penghilangan Kandungan Besi dalam Air


• Mengambil 50 mL larutan besi (FeSO4) kemudian diaerasi selama 30 menit
• Meyaring larutan tersebut kemudian mengambil filtratnya
• Menambahkan larutan NaOH 0,1 N tetes demi tetes ke dalam filtrat, mengamati apa yang terjadi
• Menyaring filtrat apabila terbentuk endapan, mengulangi langkah di atas sampai tidak terbentuk endapan lagi
• Mencatat berapa ml NaOH yang dibutuhkan

4
5
D. GAMBAR ALAT

6
E. DATA PERCOBAAN
1. Standarisasi NaOH dengan asam oksalat
No Volume asam Volume NaOH (mL)
Oksalat (mL)
V1 V2 VRsts-rata

1 25 18,9 18,5 18,7

2. Analisa kandunganion Fe terlarut

No Uraian Warna larutan NaOH 0,1 N Perubahan yang Keterangan


setelah yang terjadi
penambahan NaOH dibutuhkan
(mL)
1 Identifikasi Bening menjadi 4 Terbentuk • FeSO4 + 2NaOH →
kandungan besi kuning kehijuan endapan Fe(OH)2↓ +Na2SO4
berwarna hijau • Fe(OH)2 + O2 + H2O →
Fe(OH)3
2 Penghilangan Bening menjadi 2,5 Terbentuk • 2FeSO4+ O2 + 5H2O →
kandungan besi kuning kehijauan endapan 2Fe(OH)3 + 2H2SO4
setelah diaerasi berwarna hijau
1 jam
7
F. PERHITUNGAN
1. Membuat larutan NaOH 0,1 N 2. Membuat larutan asam oksalat 0,1
sebanyak 100 mL N sebanyak 100 mL
Diketahui : N = o,1 grek/L Diketahui : N = 0,1 grek/L
V = 100 mL = 0,1 L V = 100 mL = 0,1 L
BM = 40 gram/mol BM = 126 gram/mol
n = 1 grek/mol n = 2 grek/mol
Ditanya : a = …? Ditanya : a = …?
𝑁.𝑉.𝐵𝑀 𝑁.𝑉.𝐵𝑀
Jawab :a= Jawab :a=
𝑛 𝑛
𝑔𝑟𝑒𝑘 𝑔𝑟𝑎𝑚 𝑔𝑟𝑒𝑘 𝑔𝑟𝑎𝑚
0,1 𝐿 .0,1 𝐿.40 𝑚𝑜𝑙 0,1 𝐿 .0,1 𝐿.126 𝑚𝑜𝑙
= 𝑔𝑟𝑒𝑘 =
1 𝑚𝑜𝑙 2 𝑔𝑟𝑒𝑘/𝑚𝑜𝑙

= 0,4 gram = 0,63 gram

8
3. Standarisasi larutan NaOH 0,1 N dengan larutan asam b. Sesudah aerasi
oksalat 0,1 N 𝑉 𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑁 𝑁𝑎𝑂𝐻 1
Berat Fe 2+ = × × × 𝐵𝑀 Fe 2+
1000 𝑛 2
Volume NaOH1 = 18,9 mL 2,5 𝑚𝐿 0,1337 𝑁 1
= × 𝑔𝑟𝑒𝑘 × × 56 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑚𝑜𝑙
1000 1 2
Volume NaOH2 = 18,5 mL 𝑚𝑜𝑙

= 0,0000094 gram
Volume NaOH rata-rata = 18,7 mL
5. Menentukan presentase besi terhilangkan
Volume asam oksalat = 25 mL
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 Fe 2+𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑑𝑖𝑎𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 −𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 Fe 2+ 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑑ℎ 𝑑𝑖𝑎𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
% Fe 2+ = × 100%
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 Fe 2+𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑑𝑖𝑎𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
N asam oksalat = 0,1 N
0,000015 𝑔𝑟𝑎𝑚 −0,0000094 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100%
𝑁 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑜𝑘𝑠𝑎𝑙𝑎𝑡 .𝑉𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑜𝑘𝑠𝑎𝑙𝑎𝑡 0,000015 𝑔𝑟𝑎𝑚
N NaOH =
𝑉 𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 = 59,57%
0,1 𝑁 .25 𝑚𝐿
N =
18,7 𝑚𝐿

= 0,1337 N

4. Menentukan konsentrasi Fe 2+

a. Sebelum aerasi
𝑉 𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑁 𝑁𝑎𝑂𝐻 1
Berat Fe 2+ = × × × 𝐵𝑀 𝐹𝑒 2+
1000 𝑛 2

4 𝑚𝐿 0,1337 𝑁 1
= × 𝑔𝑟𝑒𝑘 × × 56 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑚𝑜𝑙
1000 1 2
𝑚𝑜𝑙
9
= 0,000015 gram
G. GRAFIK

0.016

Kadar Fe Terlarut (gram/Liter)

0.012

y = -9E-05x + 0.015
R² = 1
Data Percobaan
0.008
Linear (Data Percobaan)

0.004

0
0 10 20 30 40 50 60 70

Waktu Aerasi (menit)

Gambar VI.1 Grafik Hubungan antara Waktu Aerasi (menit) vs Kadar Fe Terlarut
(gram/liter)

10
H. PEMBAHASAN

Penghilangan besi terlarut dalam air dapat dilakukan dengan proses aerasi yaitu proses pemasukan
udara kedalam air untuk mengoksidasi ion Fe2+ terlarut menjadi ion Fe3+ tersuspensi yang mudah
mengendap didalam air.
Fungsi utama aerasi adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen
terlarut dalam air dan melepaskan gas-gas yang terlarut dalam air. Reaksi pengikatan oksigen untuk
proses oksidasi sebagai berikut :
4 Fe2+ + O2 + 2H2O → 4 Fe(OH)3↓ + 8 H+
Fe(OH)3 yang terbentuk dari proses aerasi tersebut kemudian mengendap sehingga mengurangi kadar
ion Fe3+ dalam air. Untuk mengetahui konsentrasi ion Fe3+ terlarut yang tersisa setelah proses aerasi,
dilakukan titrasi larutan sampel dengan larutan titran NaOH O,1 N.

11
I. KESIMPULAN
1. Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpullkan bahwa aerasi
dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi (Fe) terlarut dalam
suatu larutan
2. Berdasarkan perhitungan dapat diperoleh hasil :
• Berat besi (Fe) sebelum aerasi : 0,000015 gram
• Berat besi (Fe) sesudah aerasi : 0,0000094 gram
• Presentase besi terhilangkan : 59,57%

12