You are on page 1of 16

KELOMPOK 36

Aziza Nurul Fitri (1606834131)


Marosta Widigarka (1606887346)

MODUL 2

PENGARUH
KONSENTRASI DAN SUHU
PADA LAJU REAKSI
Departemen Teknik Kimia
Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
II. TUJUAN
• Mempelajari pengaruh perubahan
konsentrasi pada laju reaksi.
• Mempelajari pengaruh suhu pada laju
reaksi
III. PRINSIP PERCOBAAN
Praktikan mengukur waktu yang diperlukan untuk reaksi
antara tiosulfat dan asam. Reaktan divariasikan
berdasarkan konsentrasi dan suhu. Indikator dari
penentuan waktu adalah dengan dihasilkannya larutan
keruh yang diketahui dengan meletakkan larutan uji di atas
kertas yang sudah digambar tanda silang.
TEORI DASAR
• Natrium tiosulfat dan larutan HCl digunakan sebagai rektan
karena reaksi zat ini dengan asam HCl memiliki kekhasan
produk, yaitu menghasilkan endapan koloid belerang S.
S2O3- (aq) + 2H+ (aq) H2O(l) + SO2(g)+ S(s)

• Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi dari reaktan


/produk per satuan
aA + bB cC + dD

• Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi


1) KonsentrasI reaktan
2) Temperatur
3) Tekanan dan volume
4) Wujud fisik reaktan (luas permukaan)
5) Katalis
TEORI DASAR (con.t)
• Hukum laju menyatakan hubungan laju reaksi dengan
konsentrasi reaktan dipangkatkan bilangan tertentu (orde
reaksi) dengan konstanta laju reaksi
V=k [A]x [B]y

• Hubungan konstanta laju reaksi, T, dan Ea terangkum dalam


persamaan Arrhenius
k = Ae –Ea/RT

• Energi aktivasi adalah energi


minimum yang harus ada pada
sistem untuk melangsungkan
reaksi kimia
Gambar 1. Pengaruh Katalis terhadap Energi Aktivasi
(Sumber: https://www.ilmukimia.org/2014/07/energi-aktivasi.html
IV. PROSEDUR
PERCOBAAN
RCOBAAN A: variasi konsentrasi
Menambahkan 2 ml HCL 1
Menempatkan gelas ukur M & menyalakan
Menempatkan 50 ml
diatas sehelai kertas putih stopwatch. Larutan diaduk,
Na2S2O3 0,25 M dalam
tepat diatas tanda silang sementara pengamatan dari
gelas ukur. hitam. atas tetap dilakukan.
Mengulangi langkah-langkah Mencatat waktu yang
di atas dengan volume larutan Mengukur suhu larutan diperlukan sampai tanda
tiosulfat dan volume air yang dan mencatatnya.
berbeda-beda. silang hitam tidak dapat
diamati dari atas.
PERCOBAAN B: variasi suhu Memasukkan 2 ml HCL 1 M ke dalam tabung
Memasukkan 10 ml larutan reaksi, tempatkan gelas ukur dan tabung reaksi
Na2S2O3 0,5 M ke dalam gelas tersebut pada penangas air yang suhunya 35
ukur, mengencerkan larutan ℃ hingga mencapai suhu kesetimbangan.
hingga volumenya 50 ml. Mengukur dan mencatat suhu.

Mengulangi langkah Mencatat waktu yang Menambahkan HCl ke


diatas untuk berbagai diperlukan sampai dalam larutan tiosulfat,
suhu sampai 60℃ (40 ℃, tanda silang hitam menyalakan stopwatch dan
45 ℃, 50 ℃, 55 ℃). tidak dapat diamati mengaduk di atas tanda
dari atas. silang hitam.
V. HASIL PENGAMATAN
ERCOBAAN A: variasi konsentrasi PERCOBAAN B: variasi suhu

KONSENTRASI WAKTU SUHU SUHU WAKTU


NO NO (℃) (MENIT)
(M) (MENIT) (℃)
1. 0,25 19,57 30 1. 35 36
2. 0,3 17,22 30 2. 40 22
3. 0,35 15,64 30 3. 45 20
4. 0,4 11,09 30 4. 50 13
5. 0,45 09,15 30 5. 55 11
Percobaan A

Persamaan garis berupa: y=1,3237x-2,3143


a=m=1,3237
C= log k= -2,3143
k= 0,00485
Menghitung rata-rata orde reaksi

Σ𝑎
𝑎= = 1,4558125
𝑛
Percobaan B

Diperoleh persamaan garis berupa


y= -42,451x-109,15
-Eq/R= m= -41,451
Menghitung Konstanta Laju
• Menghitung lnreaksi
K dari setiap suhu
−𝐸𝑞 1
ln 𝑘 = ×
𝑅 𝑇
k=𝑒 ln 𝑘
• Menghitung nilai k rata-rata
Σ𝑘
k= = 1,14292
𝑛
VI. ANALISIS

A. ANALISIS PERCOBAAN
• Pada percobaan I, variabel bebas yg digunakan adalah konsentrasi.
Praktikan memvariasikan konsentrasi Na2S2O3 yang diperoleh dari
pengenceran
M1. V1 = M2. V2

• Pada percobaan II, variabel bebas yg digunakan adalah suhu larutan (suhu
setimbang). Variasi suhu tsb. diperoleh dengan memanaskan kedua larutan
di atas kaki tiga dan bunsen.

• Saat larutan hasil pengenceran dan HCl sudah siap, praktikan


mencampurkan keduanya dengan terus melakukan pengadukan.
Pengadukan berfungsi untuk mempercepat reaksi.
VI. ANALISIS (con.t )
B. ANALISIS HASIL
1) Semakin pekat konsentrasi Na2S2O3, maka semakin banyak jumlah partikel
reaktan yang bertumbukan dan laju reaksi meningkat.

2) Semakin tinggi suhu larutan uji, maka semakin tinggi energi kinetik dari
partikel reaktan, sehingga frekuensi tumbukan dan laju reaksi meningkat.

3) Semakin tinggi frekuensi tumbukan, semakin singkat waktu yang diperlukan


reaktan untuk bereaksi. Hal ini karena tumbukan memindahkan energi kinetik
dari satu molekul ke molekul lainnya sehingga masing-masing molekul
teraktifkan.

Gambar 2. Pengaruh Konsentrasi dan Suhu terhadap Laju Reaksi


(Sumber: https://www.ilmukimia.org/2014/07/energi-aktivasi.html)
VI. ANALISIS (con.t)

C. ANALISIS HASIL
4) Rata-rata orde reaksi pada percobaan A = 1, 455 dengan kesalahan relatif
eksperimen terhadap grafik = 9,981%
5) Konstanta laju reaksi pada percobaan A = 0,005 dengan kesalahan relatif
eksperimen terhadap grafik = 15.655
6) Konstanta laju reaksi pada percobaan B = 1,142

C. ANALISIS KESALAHAN
1) Ketidak telitian praktikan dalam menentukan volume larutan saat
pengenceran
2) Ketidak telitian praktikan dalam menentukan suhu larutan dan
kemungkinan lepasnya kalor
3) Ketidakpastian terhadap parameter telah selesainya reaksi
VII. KESIMPULAN

1) Konsentrasi dan suhu mempengaruhi laju reaksi.

2) Semakin pekat konsentrasi Na2S2O3, maka semakin singkat waktu


yang diperlukan reaktan untuk bereaksi.

3) Semakin tinggi suhu larutan uji, maka semakin singkat waktu yang
diperlukan reaktan untuk bereaksi.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
• Chang, Raymond. 2007. Chemistry Ninth Edition. New York: Mc Graw Hill
• Moore, John. 2003.Kimia for Dummies. Indonesia: Pakar Raya
• anonym. Untitled Document. [online] Available at:
http://www.studiobelajar.com/laju-reaksi [Accessed 4 Oktober 2017].
• journal.unnes.ac.id. 2014. Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasan Laju Reaksi.
Available at:
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JIPK/article/viewfile/1221/1180
[Accessed 4 Oktober 2017]
• Castellan, G.W. 1971. Physical Chemistry Second Edition.