You are on page 1of 84

RESEARCH METHODOLOGY

MPPDAS

Oleh:
Prof. Dr. SUNARTO, M.S.
Faculty of Geography - Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta, January 5, 2016
LITERATUR

Mukayat D. Brotowidjoyo, 1991, Metodologi Penelitian dan Penulisan


Karangan Ilmiah, Penerbit LIBERTY, Yogyakarta.
Gulö, W.,2003, Metodologi Penelitian, Grasindo, Jakarta.
Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods),
Penerbit ALFABETA, Bandung.
Samiaji Sarosa, 2012, Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar, PT.Indeks,
Jakarta.
Burhan Bungin, 2003, Analisis Data Penelitian Kualitatif, PT RajaGra-
findo Persada, Jakarta.
Kitchin, R. dan N.J. Tate, 2000, Conducting Research in Human
Geography: Theory, Methodology and Practice, Prentice Hall,
London.
Babbie, E., 2007, Practice of Social Research, Thomson Wadsworth,
Singapore.
Membatasi
masalah
Identifikasi
masalah Merumuskan
pertanyaan penelitian

PROSES Menelaah pustaka terdahu-


PENELITIAN lu untuk memperoleh
landasan teori

Menyusun kerangka
pemikiran teoretik dan
metode penelitian
Pemecahan
masalah
Analisis data
(menguji hipotesis)

Penulisan Mengambil
laporan ilmiah kesimpulan
Penelitian yang meneliti seluruh
Penelitian yang ber-
anggota populasi, untuk mengetahui
tujuan mengetahui
karakter populasi
karakter populasi
(= METODE PENELITIAN SENSUS)
terkait dengan aspek populasi
Kategori metode penelitian

Penelitian yg hanya meneliti sebagian


Penelitian yang ber-
populasi saja, namun bertujuan untuk
tujuan mengetahui
mengetahui karakter populasi
karakter populasi
(= METODE PENELITIAN SAMPLING)

Penelitian yg meneliti sebagian populasi,


Penelitian yang ber- namun tidak bertujuan untuk mengetahui
tujuan mengetahui gambaran karakter populasi, dan
bagian dari populasi peneliti hanya tertarik pada bagian
dari populasi tersebut.
(= METODE PENELITIAN STUDI KASUS)
Seluruh anggota populasi
diteliti = METODE
PENELITIAN SENSUS

Unit observasi

Sebagian anggota populasi


diteliti = METODE
PENELITIAN SAMPLING

Salah satu anggota


populasi diteliti = METODE
PENELITIAN STUDI KASUS
POPULASI

Populasi sedikitnya mempunyai satu karakteristik yang berbeda


di antara populasi yang lain.

Berdasarkan jumlah anggota-nya Berdasarkan homogenitas-nya


populasi dapat dibedakan menjadi: populasi dapat dibedakan menjadi:

Infinite population
Finite population
yaitu populasi yg
yaitu populasi yg Populasi Populasi
tidak dapat
dapat dipastikan
dipastikan jumlah homogen heterogen
jumlah individunya
individunya
METODE PENELITIAN SENSUS

Suatu penelitian yang dilakukan dengan


cara meneliti seluruh anggota populasi agar
dapat diketahui karakter populasinya.
Contoh Penelitian Sensus
METODE PENELITIAN SAMPLING

Suatu penelitian yang dilakukan dengan


cara meneliti sebagian anggota populasi untuk
dapat mengetahui karakter populasinya.
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

Teknik pengambilan sampel merupakan


cara-cara penentuan sampel yang mewakili populasi.

Probability sampling Nonprobability sampling


(Random sampling) (Nonrandom sampling)
Probability 1. The finite population
sampling 2. The same chance

SAMPLING
TECHNIQUE

Nonprobability 1. The infinite population


sampling 2. The no same chance
1. Simple random sampling
Probability 2. Stratified random sampling
sampling 3. Systematic sampling
4. Area sampling
5. Cluster sampling

SAMPLING
TECHNIQUE

1. Purposive sampling
2. Accidental sampling
Nonprobability 3. Quota sampling
sampling 4. Judgment sampling
5. Snowball sampling
SIMPLE RANDOM SAMPLING DESIGN

Population level Population is homogeneous or


homogeneously conglomerate

Random determination of sample population by


Randomization level any method yielding true randomization

Data extracted by any data gathering


Data level instrument: personal observation,
interview, questionnaire, etc.
Simple
random
sampling
Technique of Randomization:
Table of Random Numbers
Technique of Randomization:
Random Numbers in the Calculator

2
STRATIFIED RANDOM SAMPLING

• The characteristics of populations:

• The population may be generally homogeneous. The


separate units may be similar in observable characteristics.

• The population contain definite strata of discretely different


units or contain the hierarchy.
Penting buuaaanget
• The population may contain definite strata, but each strata
may differ from every other stratum by a proportionate
ratio of its separate stratified units.
Mountainous / Very steep

Hilly / Steep

Rolling / sloping

Undulating / gentle

Stratified sampling
Area sampling
Alluvial plain

Association of Beach Ridge and Sand Dune


CLUSTER SAMPLING DESIGN

Population level

Clustering level

Randomization level

Data level
SYSTEMATIC SAMPLING

• It was used in flat areas.


• It was also known as grid system.
• Systematic sampling design:
• Population level
• Randomization level
• Data level
Systematic Sampling
Systematic Sampling
Purposive Sampling
Accidental Sampling
Accidental Sampling
ANALISIS DATA
(Proses mengolah data mentah agar menjadi informasi, sehingga dapat ditafsirkan)

• Teknik analisis apa yang dilakukan?

• Bagaimana analisis data yang dilakukan?

• Bagaimana uji hipotesis dilakukan?

• Apa kriteria penerimaan atau penolakan Kualitatif


hipotesis?

Kuantitatif
Data kuantitatif
diskrit Data nominal
(data yang diperoleh
Data dg cara menghitung
atau membilang)
Kuantitatif
(data yang Data ordinal
berbentuk
bilangan)
Data kuantitatif
Teknik analisis kontinum Data interval
(data yang diperoleh
data yang dg cara mengukur)
digunakan
bergantung Data rasio
pada macam
data yang
Data kualitatif
dikumpulkan Data empiris
Kualitatif
(data yang
berbentuk
kategori atau Data kualitatif
atribut)
maknawi
ANALISIS Go = (Ho/Lo)(tan β)0,27(d50/Lo)-0,67
MATEMATIK

ANALISIS
KUANTITATIF Distribusi frekuensi

Tendensi sentral
Statistik Deskriptif
(Statistik Deduktif) Dispersi

Angka Indeks
ANALISIS
STATISTIK Uji Beda

Statistik Inferensial Uji Korelasional


(Statistik Induktif)
Uji hubungan kausal
Eksploratif

Sifat Deskriptif
penelitian
Komparatif

Asosiatif & Kausatif

Univariate
Dasar-dasar
Pemilihan Jumlah
Bivariate
Metode variabel
Statistika Multivariate

Nominal

Ordinal
Skala
Pengukuran Interval

Rasio
KEDALAMAN PENELITIAN

Syarat minimal untuk:

what - DESKRIPTIF
S1

S2
what - KOMPARATIF
S3

how –
ASOSIATIF
why –
KAUSATIF
PENELITIAN KUALITATIF

Penelitian kualitatif menekankan pada kualitas fenomena,


yakni makna yang ada di balik kejadian, peristiwa, atau
gejala yang muncul tersebut.

Penelitian kualitatif menggunakan latar belakang


alamiah, dengan maksud menafsirkan
fenomena yang terjadi.

Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan


pemahaman tentang kenyataan melalui
proses berpikir induktif.
Sumber data langsung berupa tata situasi alami
dan peneliti sebagai instrumen kunci.

Bersifat deskriptif, data yg terkumpul berbentuk


kata2, transkrip wawancara, catatan lapangan, foto,
dokumen, bukan angka2. Kalaupun ada data angka2,
sifatnya hanya sbg penunjang saja.

KARAKTERISTIK
Lebih menekankan pada makna proses
PENELITIAN
daripada hasil proses (produk).
KUALITATIF

Analisis data dilakukan secara induktif.

Penelitan kualitatif menjadikan MAKNA


sebagai yang esensial.
Data kualitatif maknawi

Data kualitatif maknawi:


SENGKALAN LAMBA
SENGKALAN LAMBA:
- Frase maknawi yang secara sederhana memuat sandi tahun
sebagai suatu tanda.

“Larasing rasa raharjaning praja”

Makna:
• Tercapainya keharmonisan dalam hidup ini, akan
tercapai pula keselamatan dan kesejahteraan
masyarakat di wilayah itu”.

1461
Data kualitatif maknawi:
SENGKALAN MEMET
Dwi Naga Rasa Tunggal (1682)
Menerjemahkan Simbol

menerjemahkan simbol

Diperlukan ilmu tentang


Diperlukan ilmu tafsir
simbol atau tanda

HERMENEUTIKA SEMIOTIKA

DEMITOLOGI
HERMENEUTIKA
mengatakan
(to say)

menafsirkan menerjemahkan
(to interpret) (to translate)

menyatakan
hermēneuein (v) (to state)

menjelaskan menegaskan
(to explain) (to assert)

menjelaskan sesuatu, merasionalkan, dan


membuatnya menjadi lebih jelas.
Penanda
(wujud/bentuk
yang menandai)

SEMIOTIKA
Petanda
(arti konseptual
yang ditandai)

HUBUNGAN ANTARA PENANDA DAN PETANDA

PENANDA PETANDA
(Wujud atau bentuk yang menandai) (Arti konseptual yang ditandai)
(signifer) (signified)

Ada awan Cumulonimbus (CB). Hari akan hujan.


Ada asap. Ada api.
Tanah sawah tampak retak-retak. Terjadi kekeringan (tingkat penguapan
lebih besar daripada curah hujan).
PENANDA: Tanah sawah
PETANDA: Kekeringan
retak-retak
Semiotika faunal

Semiotika vegetal

Semiotika fisikal
ANALISIS SEMIOTIKA KEPESISIRAN
(Coastal Semiosis)
CARA PENYAJIAN HASIL PENELITIAN

TABEL Tabel sederhana, tabel silang

GRAFIK/DIAGRAM Diagram batang, lingkar, garis, piktogram, alir

PERSAMAAN Persamaan matematis, reaksi kimia

FOTO Foto lapangan, foto udara, foto mikroskopis

Peta mental (sketsa, denah)


PETA
Peta fisik (peta dasar & peta tematik)
CARA PENYAJIAN
PETA

Peta yang dihasilkan dari penelitian


agar disajikan dan merupakan satu kesatuan
di dalam naskah tesis dengan mengikuti
aturan-aturan kartografis.
CARA PENYAJIAN HASIL PENELITIAN

Peta yang tersimpan di otak dalam


Peta mental bentuk angan-angan atau tak berwujud.

PETA
Peta yang ada wujudnya, objektif,
yang mencerminkan keadaan lingkungan
Peta fisik sekitar sesuai dengan kenyataan,
dan dibuat mengikuti aturan
Kartografis.
Data Nominal
bandara kota tambang ibukota
Titik

sungai jalan batas adm. jalur pipa


Judul peta Garis

kebun gurun hutan perairan


Simbol peta Area

(titik, garis, area)


Informasi
muka peta Toponim JAKARTA SAMUDRA
(nama tempat, sungai, LAUT
gunung, laut, danau) BANDUNG Selat
BOGOR Danau
Koordinat peta Sungai
(absolut, relatif) CIBINONG

Kemijen / Kemijen
Isi peta
Orientasi peta
Skala 1 : 400.000
Skala peta
(numerik dan grafis)

Legenda peta
Informasi
tepi peta Map locator
dan map inset

Sumber peta

Penyusun peta
Ini map inset,
bukan
map locator

Ini map locator


bukan
map inset
© Bowo Susilo (2011)
Peta yang disajikan
di dalam naskah
(tanpa judul peta)

Peta yang disajikan


di dalam lampiran
(dengan judul peta)
UJI HIPOTESIS
• Hipotesis yang telah dirumuskan tidak untuk dijawab, tetapi
harus dibuktikan kebenarannya atau harus diuji validitasnya,
sehingga dapat diketahui apakah hipotesis itu sesuai dengan
fakta, ataukah hipotesis itu dapat diterima dengan logika.

• Hipotesis dapat diuji melalui 2 cara:


• Konsistensi logis (logical consistency atau logical reliability)
dengan teknik argumentasi berdasarkan alasan induktif atau
alasan deduktif.
• Mencocokan dengan fakta (factual matching) dg teknik
analisis statistik atau numerical analysis lainnya.
AKSIOMA LOGIKA INDUKTIF

• Segala sesuatu yang terjadi, pasti ada


penyebabnya.

• Setiap sebab merupakan akibat sebelumnya,


dan setiap akibat menjadi penyebab
berikutnya.

• Jika ada perbedaan dalam akibat, maka ada


perbedaan dalam sebab.
UJI HIPOTESIS secara KUALITATIF

• Penelitian yang bersifat eksplanatif (meneliti sebab-akibat),


umumnya dilakukan analisis data melalui tingkatan-tingkatan:
– tingkat eksploratif,
– tingkat deskriptif,
– tingkat komparatif,
– tingkat asosiatif, dan
– tingkat kausatif.

• Untuk membuktikan hipotesis ini dilakukan uji hipotesis dengan


cara logika induktif.

• Logika induktif merupakan proses penalaran yang ditempuh


dengan bertitik-tolak dari partikular (khusus) ke universal
(umum).
Contoh Logika Induktif

• Tekstur batuan beku yang dihasilkan oleh proses


pembekuan massa silikat cair pijar secara cepat
akan berbutir halus. Oleh karena itu, jika dijumpai
batuan beku yang bertekstur halus, maka batuan
tersebut diakibatkan oleh pembekuan yang cepat.

• Jika suatu batuan ditekan dengan kuat sampai


pecah akan membentuk kekar, maka suatu daerah
yang dijumpai banyak kekar pasti pernah mengalami
tekanan tektonik yang kuat.
Contoh Logika Deduktif
• Arah gaya tektonik yang bekerja di Pulau Jawa
terbukti dari selatan, padahal Gunungkidul terletak
di Pulau Jawa, maka arah gaya tektonik di wilayah
Gunungkidul juga dari selatan.

• Arah letusan awan panas Gunungapi Merapi


umumnya ke lereng baratdaya, tetapi sejak tahun
2006 arah letusannya ke lereng selatan. Kawasan
Kaliurang terletak di lereng selatan, sehingga
kawasan Kaliurang dapat terkena letusan awan
panas Gunungapi Merapi.
Persyaratan Penerimaan atau
Penolakan Hipotesis

• Hipotesis yang diuji akan dapat diterima


atau ditolak kebenarannya.

• Penerimaan atau penolakan hipotesis dapat


dilakukan dengan persyaratan sebagai
berikut.
– Jika semua data empirik mendukung, berarti
hipotesis diverifikasi sebagai dapat diterima
kebenarannya.
– Jika data empirik tidak mendukungnya, maka
dapat diartikan hipotesis difalsifikasi atau
ditolak kebenarannya.
UJI HIPOTESIS secara
KUANTITATIF
• Uji hipotesis dengan cara kuantitatif dapat
dilakukan dengan beberapa cara seperti
berikut ini.
– Factual matching (mencocokan dengan fakta).
– Analisis numerik.
– Analisis statistik.
UJI HIPOTESIS
dengan FACTUAL MATCHING
UJI HIPOTESIS
dengan ANALISIS NUMERIK

• Indeks Erosi Pantai:

Go = (Ho/Lo)(tan β)0,27(d50/Lo)-0,67

• Kriteria:
Go < 0,556 menunjukkan kondisi akresi pantai
Go > 0,111 menunjukkan kondisi resesi pantai
UJI HIPOTESIS
dengan ANALISIS STATISTIK
• Menentukan hipotesis nol.

• Menentukan taraf signifikansi (α) atau derajad kepercayaan.

• Memilih alat uji statistik yang sesuai berdasarkan sifat


populasi, teknik sampling, dan skala pengukuran.

• Menghitung nilai hitung (misal: thitung).

• Membadingkan nilai hitung (thitung) dengan nilai kritis dalam


tabel statistik (ttabel).

• Mengambil kesimpulan untuk menolak atau menerima hipotesis


nol yang telah dirumuskan di depan.
Apakah setiap penelitian harus
menggunakan hipotesis ?
• Jika penelitian itu mengenai hal yang sama sekali baru,
sehingga tidak cukup tersedia informasi ilmiah, yaitu:
substansi masalah atau konteks kondisionalnya terlalu
sedikit, maka hipotesis tidak dapat disusun.

• Contoh:
• Penelitian eksploratif, seperti penelitian sejarah yang tidak cukup
bukti ilmiah.
• Penelitian coba-coba (trials and errors) yang belum ada dasar
informasi ilmiahnya.
• Penelitian deskriptif, yang mendeskripsi fakta seperti apa adanya di
lapangan.
Apakah hipotesis harus ada dalam
penelitian ?

• Penelitian yang metodenya exploratory,


historical, dan descriptive tidak harus
menggunakan hipotesis.

• Dalam studi kasus (case study) tidak digunakan


hipotesis.

• Ada atau tidak ada hipotesis bukan merupakan


syarat untuk menyatakan bahwa penelitian itu
ilmiah atau tidak ilmiah.
MERUMUSKAN
KESIMPULAN

KESIMPULAN bukanlah berisi uraian tentang


hasil-hasil penelitian, melainkan berisi
tentang interpretasi hasil penelitian.
BAGAIMANA CARA MERUMUSKAN
KESIMPULAN?

Pertanyaan Tujuan Hasil penelitian Kesimpulan


penelitian penelitian
Apa saja satuan Menemukenali Satuan-satuan tanah Tanah-tanah yang
tanah yang terdapat satuan tanah yang yang ditemukan di ditemukan di daerah
di daerah terdapat di daerah daerah penelitian penelitian relatif sudah
berkembang, banyak
penelitian? penelitian. adalah Alfisol,
mengandung lempung,
Ultisol, dan Vertisol. bahkan ada yang
bertipe 2:1, sehingga
dapat terjadi gerakan
massa tanah. Dengan
demikian, daerah ini
terdapat ancaman
bencana gerakan
massa tanah yang
perlu dipersiapkan
cara-cara mitigasinya.
PENULISAN PROPOSAL
• Apakah sistematika penulisan proposal telah sesuai dengan pedoman
atau format yang berlaku? Lihatlah selalu Buku ”PETUNJUK
PENULISAN USULAN PENELITIAN DAN TESIS” terbitan Sekolah
Pascasarjana UGM edisi terbaru (2012).

• Apakah proposal yang ditulis telah memenuhi etika penulisan ilmiah?

• Apakah proposal yang ditulis telah memuat peta lokasi?

• Apakah telah memuat jadwal penelitian?

• Apakah semua pustaka yang diacu telah ditulis di dalam Daftar


Pustaka?

• Apakah Daftar Pustaka telah disusun sesuai urutan abjad?

• Apakah Check List/Kuesionair telah termuat di dalam Lampiran?


TEKNIK PENULISAN ILMIAH
DALAM BAHASA INDONESIA

• Ragam bahasa Indonesia yang


digunakan untuk penulisan
ilmiah adalah:
– ragam bahasa tulis baku;
– menggunakan istilah-istilah baku;
– menggunakan kalimat efektif:
• hemat kata;
• tegas makna;
• cermat nalar;
– paragraf disusun secara logis dan
sistematis.
CIRI-CIRI BAHASA ILMIAH

• Kominikasi gagasan dalam tulisan ilmiah


harus:
• lengkap, cermat, dan tepat;
• ringkas tetapi jelas;
• tegas dan meyakinkan.
– The a-b-c of scientific writing is that should be
accurate, breaf and clear (cermat, ringkas, dan
jelas)
• Bahasa ilmiah menghindari:
• kata-kata yang berlebihan/mubazir (redundant);
• kata-kata yang mendua-arti (ambiguous);
• Kata dan istilah yang bermakna kias (figuratif),
semua kata dan istilah yang dipakai harus
bermakna lugas (nonfiguratif).
NORMA PENULISAN ILMIAH
• Menjaga kebenaran.

• Tidak menyesatkan orang lain.

• Bersikap jujur.

• Tidak menutupi kelemahannya atau melebih-lebihkan


kekuatannya.

• Menjujung tinggi hak, pendapat, atau temuan orang lain.


Falsifikasi Data

Pelanggaran Etika
Penulisan Ilmiah Fabrikasi Data

Plagiarisme
Tulisan/Gambar/Peta
Mengubah data agar dapat dianalisis
Falsifikasi Data sesuai dengan hasil yang diinginkan
oleh peneliti.

Fabrikasi Data Membuat data palsu atau fiktif.

Mengambil ide, kata, kalimat, alinea,


Plagiarisme
gambar, atau peta milik orang lain
Tulisan/Gambar/Peta yang diakui sebagai miliknya.
Filosofi pendidikan dari
Ki Hadjar Dewantoro: “3N”

Nambahi

Namatké Nitèni
PARAPHRASING

Penyusunan kembali ide-ide yang ditulis oleh


peneliti terdahulu yang disusun sendiri oleh
peneliti sekarang dalam bentuk kalimat baru
tanpa mengubah arti aslinya.
PARAPHRASING Untuk menyusun definisi
Manfaat

Untuk menyusun landasan teori

Untuk menyusun temuan penelitian

Untuk menghindari plagiarisme


PARAFRASE ialah kalimat yang disusun sendiri
oleh peneliti, yang berisi ungkapan ide pokok
atau pendapat substansial dari orang lain,
tanpa mengubah arti aslinya dan tanpa
melupakan sumbernya.
PARAFRASE

Tulislah
substansi
gabungan
Baca Ide A, B, C
ide dg kalimat sendiri
si A

Buatlah
penalaran
Baca
substansi
ide
gabungan
si B
Ide A, B, C

Baca Pikirkan
ide substansi
si C Ide A, B, C
Pengertian GEOMORFOLOGI

(2007)
Pengertian
GEOMORFOLOGI

2009
INDIVIDUAL ASSIGNMENT
• Please you determine your research topic/title.
• Please you create the research problems (main
issues), the research questions and aims of your
research.
• Please you create the research method:
variables, sampling techniques, methods of
data analysis.
• Map location of your research.

Cukup ditulis pada 2 (dua) lembar saja. Kumpulkan bersamaan pada saat
Ujian Blok Research Methodology.