You are on page 1of 10

AKI DAN AKB

LATAR BELAKANG

 Salah satu tujuan dari Millennium Development Goals


(MDGs) 2015 adalah perbaikan kesehatan ibu, namun
sampai saat ini Angka Kematian maternal (AKI) di
beberapa negara berkembang termasuk Indonesia
masih tinggi
 AKI di dunia pada tahun 2010 menurut WHO adalah
287/100.000 kelahiran hidup, di negara maju 9/100.000
kelahiran hidup dan di negara berkembang 600/100.000
kelahiran hidup. Kematian maternal di Asia Tenggara
menyumbang hampir 1/3 jumlah kematian maternal yang
terjadi secara global. Indonesia sebagai negara
berkembang mempunyai AKI yang lebih tinggi
dibandingkan dengan negara-negara ASEAN.
Kab. Tasikmalaya

TAHUN AKI AKB

2015 55 295
2016 45 255

Kec. Kadipaten

TAHUN AKI AKB

2015 1 4
2016 0 6
2017 1 1
PENGERTIAN
Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate) AKI
adalah Jumlah kematian ibu akibat dari proses
kehamilan, persalinan dan paska persalinan per
100.000 kelahiran hidup pada masa tertentu.
AKB merupakan Angka yang menunjukkan
banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap
1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat
dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal
sebelum mencapai usia satu tahun (dinyatakan
dengan per seribu kelahiran hidup)
Penyebab AKI
1. Faktor reproduksi meliputi :
a. Usia
b.Paritas
c. Kehamilan tidak di inginkan
2. Komplikasi obstetric
a. Perdarahan pada abortus
b. Kehamilan ektopik
c. Perdarahan pada kehamilan trimester III
d.Perdarahan post partum
e. Infeksi nifas
f. Gestosis
g. Distosia
h. Pengguguran kandungan
Penyebab AKB

 Sebab utama kematian perinatal ialah :


 1) BBLR
 2) Asfiksia neonatorum
 3) Trauma kelahiran
 4) Cacat bawaan/kelainan kongenital
Upaya Memperbaiki AKI dan AKB

 AKI
a. Pencegahan dengan KB
b. Perbaikan pelayanan gawat darurat
c. Perbaikan jaringan pelayanan kesehatan
 AKB
a. Perbaikan keadaan social dan ekonomi.
b. Perbaikan kesehatan ibu dan pengawasan antenatal yang baik, antara lain memperbaiki keadaan gizi ibu
dan menemukan high risk mothers untuk dirawat dan diobati.
c. Ibu dengan high risk pregnancy hendaknya melahirkan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas yang
cukup.
d. Persediaan tempat perawatan yang khusus untuk berat-badan lahir rendah.
e. Perbaikan resusitasi bayi yang lahir dengan asfiksia dan perbaikan dalam teknik perawatan bayi baru lahir
terutama bayi premature.
.
Strategi Percepatan Penurunan AKB

1. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan


yang berkualitas baik ditingkat dasar maupun rujukan, terutama
bagi bayi dan balita dengan menggunakan intervensi yang telah
terbukti menurunkan AKB:
a. Tatalaksana penanganan asfiksia (bayi lahir tidak bisa menangis
spontan) dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).
b. Kunjungan neonatal secara berkala.
c. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).
d. Pelayanan Emergensi.
2. Menggerakkan dan mendorong pemberdayaan perempuan,
keluarga dan masyarakat luas untuk hidup sehat.
3. Menggerakkan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA).
4. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi
kesehatan anak.
PROGRAM PEMERINTAH DALAM
MENURUNKAN AKI DAN AKB

 P4K
 JAMPERSAL
 DESA SIAGA