You are on page 1of 11

Learning objective

Tutorial kasus mati


1. Apakah korban dapat diperiksa walaupun
belum ada persetujuan dari pihak keluarga?
2. Apakah jenazah tidak berlabel dapat
diotopsi?
3. Cara membedakan gigi yang patah sebelum
dan sesudah kejadian?
4. Apa saja keterangan yang tercantum dalam
label jenazah?
5. Apa saja kemungkinan yang dapat terjadi
saat cedera kepala yang dapat menjadi
penyebab kematian?
6. Apa yang menyebabkan hidung dan telinga
berdarah?
7. Pada kasus perdarahan, berapa jumlah darah
yang hilang yang dapat mengancam nyawa?
1. Apakah korban dapat diperiksa walaupun belum
ada persetujuan dari pihak keluarga?

Dapat dilakukan pemeriksaan luar walaupun belum


ada persetujuan dari pihak keluarga.
Jika sangat dibutuhkan untuk dilakukan pemeriksaan
dalam, penyidik harus memberitahukan terlebih
dahulu kepada keluarga.
Jika keluarga menolak, harus diterangkan dengan
sejelas-jelasnya oleh penyidik tentang maksud dan
tujuan dari pemeriksaan tersebut, sesuai dengan
pasal 134 KUHAP ayat 1 dan 2

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Undang-undang nomor 8 tahun 1981
2. Apakah jenazah tidak berlabel
dapat dilakukan otopsi?
Otopsi dilakukan jika terdapat label
pada ibu jari atau bagian tubuh korban
yang berisi identitas korban sesuai
dengan pasal 133 ayat 3 kitab KUHAP

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Undang-undang nomor 8 tahun 1981
3. Cara membedakan gigi yang patah
sebelum dan sesudah kejadian?

Mekanisme
– Postmortem : gigi mengalami dehidrasi
sehingga dentin lebih rapuh dan dentin-
enamel junction lemah  arah patah : dari
internal dentin – dentin enamel junction –
enamel
– Intravital : dimulai dari cracking permukaan
luar, enamel – dentin enamel junction – dentin
4. Apa saja keterangan yang tercantum
dalam label jenazah?

• Label jenazah diisi lengkap dengan data pasien,


yaitu;
a) Nama pasien
b) Nomor register
c) Umur dan jenis kelamin
d) Jam dan tanggal meninggal
e) Nama ruangan tempat dirawat sebelum
meninggal
• Label diikatkan pada kaki jenazah
KUHAP Pasal 133 Ayat 3
Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran
kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus
di perlakukan secara baik dengan penuh
penghormatan terhadap mayat tersebut dan di
beri label yang memuat identitas mayat, dilak
dengan di beri cap jabatan yang dilekatkan pada
ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat.
5. Apa saja kemungkinan yang dapat terjadi
saat cedera kepala yang dapat menjadi
penyebab kematian?

• Kerusakan organ vital


• Pendarahan intrakranial
• Emboli
6. Apa yang menyebabkan hidung
dan telinga berdarah?
• Kerusakan vasa intrakranial  akibat fraktur
tulang cranial yang melukai vasa intracranial
 pendarahan lewat hidung dan telinga
• Sering :
 Telinga : fraktur temporal
 Hidung + telinga : fraktur basis kranii
• Sebab kematian :
 Pendarahan intrakranial  desak otak
 Syok hipovolemik
7. Pada kasus perdarahan, berapa jumlah darah
yang hilang yang dapat mengancam nyawa?

• Pada awal perdarahan, tubuh kompensasi dengan


konstriksi arteriolar dan peningkatan HR
• Jika masih berlanjut, muncul dekompensasi 
shock (hipotensi dan kolaps sirkulasi). Perdarahan
>40% EBV

Simpson’s Forensic Medicine, 11 th ed. 1997