You are on page 1of 31

Diklat Prajabatan AKUNTABILITAS PNS

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran :
Setelah Mengikuti Mata Diklat ini, peserta diharapkan
mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
Indikator Hasil Pembelajaran:
Setelah selesai mengikuti Pembelajaran ini peserta diharapkan mampu
1) memahami akuntabilitas secara konseptual-teoritis sebagai
landasan untuk mempraktikkan perilaku akuntabel;
2) memahami mekanisme, logika, dan operasionalisasi akuntabilitas
dalam menciptakan sistem dan lingkungan organisasi yang
akuntabel;
3) memahami penerapan akuntabilitas secara menyeluruh dalam
organisasi;
4) berperilaku akuntabel untuk penegakan akuntabilitas; dan
5) menganalisis dan menilai penerapan akuntabilitas secara tepat.
Pokok Bahasan/Modul

AkuntabIlitas STUDI
Konsep Mekanisme PNS Yang KASUS
dalam
Akuntabilitas Akuntabilitas Akuntabel
Konteks
KONSEP Akuntabilitas

Pengertian, aspek, pentingnya dan tingkatan


Pengertian AKUNTABILITAS
Akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus
dicapai.

Akuntabilitas merujuk pada


kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi
amanahnya.
Amanah seorang PNS

Menjamin terwujudnya nilai-nilai


publik, antara lain :
 Mampu mengambil pilihan yang tepat dan
benar ketika terjadi konflik kepentingan,
antara kepentingan publik dengan
kepentingan sektor, kelompok dan pribadi
 Memiliki pemahaman dan kesadaran
untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis
 Memperlakukan warga negara secara
sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik
 Menunjukan sikap dan perilaku yang
konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan
Aspek-Aspek
AKUNTABILITAS
Akuntabilitas adalah sebuah hubungan
Akuntabilitas berorientasi pada hasil
Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan
Akuntabilitas memerlukan konsekuensi
Akuntabilitas memperbaiki kinerja
Pentingnya AKUNTABILITAS

Untuk menyediakan kontrol


demokratis
Untuk Mencegah Korupsi dan
penyalahgunaan kekuasaan
Untuk Meningkatkan Efisiensi
dan Efektifitas
Tingkatan
AKUNTABILITAS
MEKANISME Akuntabilitas

Mekanisme Birokrasi, Lingkungan Kerja dan Framework


Mekanisme BIROKRASI

Rencana
Strategis
Kontrak
Kinerja
Laporan
Kinerja
LINGKUNGAN Kerja

Keseimbangan

Kejelasan Kepemimpinan
KOnsisten

Transparan
Kepercayaan
SI Integritas

Responsi
Keadilan bility
FRAMEWORK
AKUNTABILITAS Dalam
Konteks
Transparansi dan Akses Informasi
Praktek Kecurangan (Fraud) dan Perilaku Korup
Penggunaan Sumber Daya Milik Negara
Penyimpanan dan Penggunaan Data dan Informasi Pemerintah
Konflik Kepentingan
Transparansi dan Akses INFORMASI

Perwujudan transparansi tata


kelola keterbukaan informasi
publik dengan terbitnya
payung regulasi yakni
UU Nomor 14 Tahun 2008
tentang Keterbukaan
Informasi Publik

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 15


Praktek KECURANGAN(Fraud) &Perilaku KORUP

Tiga hal yang mendasarinya terjadinya praktek


curang:

1. Adanya peluang
2. Insentif atau tekanan untuk
melakukan praktik curang
3. Sikap atau rasionalisasi untuk
membenarkan perilaku curang

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 16


Penggunaan SUMBER DAYA MILIK NEGARA

Setiap PNS harus memastikan bahwa:

• Semua penggunaan sesuatu dengan aturan dan


prosedur yang berlaku
• Menggunakannya secara bertanggung-jawab, dan
dalam penggunaannya menggunakan secara efisien
• Memelihara fasilitas secara benar dan
bertanggungjawab.

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 17


Penyimpanan & Penggunaan
DATA DAN INFORMASI PEMERINTAH

Akuntabilitas adalah bagaimana pemerintah atau


aparatur dapat menjelaskan semua aktifitasnya
dengan memberikan data dan informasi yang akurat
terhadap apa yang telah mereka laksanakan, sedang
laksanakan dan akan dilaksanakan

Informasi dan data yang disimpan dan dikumpulkan


serta dilaporkan tersebut harus
• Relevant (relevan),
• Reliable (dapat dipercaya),
• Understandable (dapat dimengerti)
• Comparable (dapat diperbandingkan)
Septiana Dwiputrianti, Ph.D 18
Konflik Kepentingan
Konflik kepentingan adalah situasi yang
timbul di mana tugas publik anda dan
kepentingan pribadi bertentangan

Konflik kepentingan dapat terjadi:


• Bahwa konflik kepentingan
sebenarnya nyata ada
• Persepsi bahwa konflik kepentingan
nyata ada
• Potensi konflik kepentingan
yang mungkin timbul.
Septiana Dwiputrianti, Ph.D 19
MENJADI… PNS yang AKUNTABEL !

Apa yang diharapkan dari seorang PNS? Perilaku Individu


(Personal Behaviour)

4
Perilaku Berkaitan dengan Transparansi dan Akses Informasi
(Transparency and Official Information Access)
Menghindari Perilaku yang Curang dan Koruptif (Fraudulent
and Corrupt Behaviour)
Perilaku Terhadap Penggunaan Sumber Daya Negara (Use of
Public Resources)
Perilaku berkaitan dengan Penyimpanan dan Penggunaan
Data serta Informasi Pemerintah (Record Keeping and Use of
Government Information)
Dilihat dari Konflik Kepentingan (Conflicts of Interest)
Bagaimana Mengambil Keputusan yang Akuntabel bagi PNS?
Apa yang diharapkan dari
seorang PNS ..?!
• PNS bertindak sesuai dengan
persyaratan legislatif, kebijakan
lembaga dan kode etik yang
berlaku untuk perilaku mereka
• Kebiasaan kerja PNS, perilaku dan
tempat kerja pribadi dan
profesional hubungan
berkontribusi harmonis,
lingkungan kerja yang aman
dan produktif
• PNS tidak akan menyalahgunakan
informasi resmi untuk keuntungan
pribadi atau komersial untuk diri
mereka sendiri atau yang lain
Perilaku Berkaitan dengan TRANSPARANSI DAN
AKSES INFORMASI
(Transparency and Official Information Access)

PNS tidak akan menyalahgunakan informasi


resmi untuk keuntungan pribadi atau
komersial untuk diri mereka sendiri atau yang
lain

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 22


Perilaku Berkaitan dengan TRANSPARANSI DAN
AKSES INFORMASI
(Transparency and Official Information Access)
PNS akan mematuhi persyaratan legislatif,
kebijakan setiap instansi dan semua arahan yang
sah lainnya mengenai komunikasi dengan menteri,
staf menteri, anggota media dan masyarakat pada
umumnya

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 23


Menghindari Perilaku yang
CURANG DAN KORUPTIF
(Fraudulent and Corrupt Behaviour)

• PNS tidak akan terlibat dalam penipuan atau


korupsi
• Penipuan merupakan kegiatan yang tidak jujur
yang menyebabkan kerugian keuangan aktual atau
potensial untuk setiap orang atau badan tersebut
• PNS akan melaporkan setiap perilaku curang atau
korup
• PNS akan melaporkan setiap pelanggaran kode
etik dalam profesinya dan/atau organisasinya

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 24


Perilaku Terhadap Penggunaan
SUMBER DAYA NEGARA
(Use of Public Resources)
• PNS bertanggung jawab untuk pengeluaran yang resmi
• PNS menggunakan sumber daya yang didanai publik
secara benar sesuai peruntukannya dan efisien
• PNS tidak menggunakan waktu kantor atau sumber daya
untuk pekerjaan partai politik atau keuntungan pribadi
atau keuangan
• PNS mematuhi kebijakan dan pedoman dalam
penggunaan setiap instansi komputasi dan komunikasi
fasilitas, dan menggunakan sumber daya tersebut
secara bertanggung jawab dan secara praktis

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 25


Perilaku Berkaitan dengan Penyimpanan & Penggunaan
DATA SERTA INFORMASI PEMERINTAH
(Record Keeping and Use of Government Information)
• PNS merekam tindakan dan keputusan mereka
untuk memastikan transparansi
• PNS menjamin penyimpanan aman informasi
sensitif atau rahasia
• PNS memastikan mereka mematuhi pencatatan
semua data dan informasi rencana masing-
masing agenda dan komitmen yang telah
ditetapkan secara internal maupun eksternal
• PNS, di mana diperbolehkan, berbagi informasi
untuk mendorong efisiensi dan kreatifitas

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 26


Dilihat dari KONFLIK KEPENTINGAN
(Conflicts of Interest)
• PNS akan memastikan kepentingan pribadi atau
keuangan tidak bertentangan dengan kemampuan
mereka untuk melakukan tugas-tugas resmi
mereka dengan tidak memihak
• Ketika konflik kepentingan yang timbul antara
kinerja tugas publik dan kepentingan pribadi atau
personal , PNS akan memastikan mereka mengatur
secara hati-hati untuk kepentingan umum

Septiana Dwiputrianti, Ph.D 27


Access Anywhere

»CONTOH KASUS
C. Pendayagunaan Teknologi
EVALUASI PEMBELAJARAN
Jelaskan Perbedaan Akuntabilitas dan
Responbility ?
Sebutkan Konflik Kepentingan yang sering
terjadi di Instansi Peserta?
Bagamana Tanggapan Peserta terhadap
Fenomena PNS yang sering memungut
uang imbalan atas layanan yang diberikan
kepada masyarakat ..?
Bukan titik penyebab tinta,
tintalah penyebab titik.
Bukan cantik penyebab cinta,
cintalah penyebab cantik.

Maka percantiklah kerja


dengan menaburkan cinta
pada Pelayanan.

Ciptakan suasana
QUANTUM ORA-et-LABORA
yaitu berpadunya doa (iman)
dan kerja (ikhtiar)
What’s DANTERIMA
SEKIAN Your Message?
KASIH